"t..tapi hyung kau tahukan aku sud-,"
"tapi perlu kau jawab sehun, aku ingin memberitahu perasaanku saja padamu" kata chanyeol tersenyum kemudian mengusak rambut sehun pelan
"ayo turun kita sudah sampai" ucap chanyeol keluar dari mobilnya sedangkan sehun ia hanya duduk termenung didalam sehingga membuat chanyeol mengernyitkan dahinya bingung
"kau tidak ingin keluar?"
"a…aku keluar hyung" kata sehun keluar dari mobilnya dan langsung ditarik oleh chanyeol memasuki taman, sehun kira chanyeol akan mengajaknya pergi ketaman biasa dan duduk-duduk saja disana namun nyatanya sekarang ia berada di everland
"kau senang hun?" kata chanyeol membuat sehun menganggukan kepalanya senang melepaskan tautan tangannya pada chanyeol dan berlari mendekati stand penjual permen kapas
"hyung aku mau ini" rengek sehun tak sadar sehingga membuat chanyeol tertawa dan membelikan permen kapasnya untuk sehun
"kau seperti anak kecil saja"
Sehun tidak mendengarkan ucapan chanyeol ia masih fokus memakan permen kapasnya namun tiba tiba saja ponselnya berbunyi ia langsung merogoh ponselnya didalam tas dan melihat ibu jongin memberinya pesan bahwa taeoh akan pulang bersamanya, sehun segera membalasnya dan menaruh kembali ponselnya kedalam tas dan mengecek jam yang ada dipergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul sepuluh dan biasanya sekolah tempat jihoon dan taeoh pulang saat jam segitu
"hyung ayo antar aku pulang karena taeoh sudah dijemput ibu, apa kau tak menjemput jihoon karena ini waktunya pulang?" kata sehun kemudian bangkit dari duduknya setelah memakan habis permen kapasnya, chanyeol yang sedang fokus memainkan ponselnya langsung menganggukan kepalanya dan berjalan bersama menuju parkiran
"hyung terima kasih sudah megajakku kesini walaupun hanya sebentar" kata sehun tersenyum manis pada chanyeol
"sama sama sehunie ku" kata chanyeol kemudian membukan pintu untuk sehun
.
.
.
.
.
Nyonya kim memijat keningnya pusing saat mendengar kelakuan jongin dari cucu kesayangan taeoh yang mengatakan bahwanya daddynya hampir tidak pernah pulang kerumah dan selalu membuat mommynya sedih dan setiap taeoh menanyakan daddy, mommy selalu mengatakan bahwa daddy sibuk
"benarkah, lalu dimana daddy mu sekarang tae" tanya nyonya kim penasaran sambil mengusap rambut taeoh yang terasa halus ditelapak tangannya
Taeoh berpose seperti berpikir dengan jari yang ia taruh didagunya sambil sesekali mengemut lollipop yang diberikan neneknya, dan nyonya kim harus menahan gemas ingin mencubit pipi cucunya yang terlihat semakin gembil saja
"tae tidak tahu" kata taeoh kemudian kembali sibuk memakan lolipopnya dan bermain dengan mainan ironmannya
Cklek
" kakek bawa sesuatu untuk tae"
Taeoh yang sedang asik bermain dengan iron mannya langsung melempar mainannya dan berlari mengejar kakeknya dan membuat nyonya kim memekik saat melihat taeoh yang terjatuh karena tersandung kaki gemuknya
"hati hati tae" kata tuan kim sambil menyerahkan bungkusannya, taeoh tersenyum senang dan kembali berlari kearah nyonya kim untuk membantu membukakan bungkusannya, taeoh semakin senang saja saat mendapatkan sebuah topeng berwajah iron man
" tae senang"
"terimakasih kakek" kata taeoh kemudian mencium pipi tuan kim sedangkan nyonya mencebikan bibirnya karena cemburu karena tidak mendapatkan ciuman dari taeoh, sehingga membuat taeoh tertawa dan mencium pipi nyonya kim
"yeobo aku khwatir tentang rumah tangga jongin dan sehun"
Tuan kim yang sedang memandang taeoh mengalihkan pandangannya kerah istirinya dan mengernyitkan dahinya bingung
"kenapa? "
"tae berbicara padaku bahwa daddynya jarang sekali pulang karena sibuk dan selalu membuat mommy sedih"
" sibuk? akhir-akhir ini aku tidak terlalu memberikannya banyak perkerjaan tapi tadi aku bertemu sekertaris pribadu jongin minseok bahwa jongin dua hari yang lalu pergi kejeju untuk berlibur" kata tuan kim
"berlibur?" tanya nyonya kim penasaran dan membuat tuan kim menganggukan kepalanya
"dengan siapa?"
"aku tidak tahu"
"mengapa kau tidak curiga sama sekali dia pergi dengan siapa" geram nyonya kim karena kesal
"aku tidak tahu lalu aku harus apa"
"berikan ponselmu" kata nyonya kim sambil mengulurkan tangannya untuk meminta ponsel suaminya
"untuk apa?"
"aku harus menghubungi minseok"
.
.
.
.
.
Setelah mengantar sehun pulang, chanyeol memutuskan untuk menjemput jihoon disekolahnya selama perjalanan chanyeol memikirkan pernyataannya pada sehun, ia takut pernyatanya itu membuat beban bagi sehun, soal percerain sehun dengan jongin sebenarnya ia sudah tahu dari baekhyun dan anehnya baekhyun menyemangatinya untuk mendekati sehun, awalnya chanyeol tidak mau tapi kelamaan ia menyukai sehun dan berniat mendekatinya
Setelah beberapa menit kemudian chanyeol sampai disekolah jihoon walau sedikit telat, ia keluar dari mobilnya dan mendudukan tubuhnya dikursi taman sekolah jihoon, sekitar hampir 1 jam chanyeol menunggu sehingga membuatnya kesal karena sejak tadi keponakannya itu tidak muncul-muncul
"permisi"
Chanyeol menolehkan kepalanya saat mendengar seseorang berbicara padanya dan melihat seorang wanita yang menurutnya cukup cantik walaupun sedikit terlihat tua
" ada apa?" tanya chanyeol bingung
"perkenalkan aku lee eunju , aku wali kelasnya jihoon" ucap wali kelas jihoon sambil mengulurkan tangannya dan disambut oleh chanyeol
"kau menunggu jihoon?" tanya wali kelas jihoon dan membuat chanyeol menganggukan kepalanya
"iyah, apa anda tahu dimana jihoon?"
"aku tadi melihat jihoon dibawa oleh orang tuannya" kata wali kelas jihoon sehingga membuat chanyeol mengangkat alisnya bingung
"orang tua?"
"yah, chanyeol sepertinya aku harus buru-buru karena suamiku akan menjemputku" ucap wali kelas jihoon berjalan meninggalkan chanyeol
"pasti itu baekhyun dan jongdae" kata chanyeol kemudian buru-buru mengambil ponselnya untuk menghubungi baekhyun
"halo"
"baekhyun" teriak chanyeol
"yaa chanyeol tidak usah teriak kau tau suaramu itu bisa membuat telingaku pecah"
"dimana jihoon"
"aku membawanya"
"haiss kau membuatku menunggu hampir satu jam disekolahan jihoon untuk menjemputnya , mengapa kau tak memberitahuku jika kau sudah pulang dan membuatku tidak repot-repot menjemput jihoon"
"maaf aku lupa memberitahumu, yasudah aku tutup aku harus melanjutkan makan siangku yang tertunda karenamu"
Panggilan diputus sepihak oleh baekhyun dan membuatnya kesal,ia berjalan memasuki mobilnya dan langsung mengendarainya
.
.
.
.
.
Luhan berdiri mematung sambil menggengam sebuah testpack ditangannya yang menunjukan dua garis yang menyatakan positif, ia mengusap perutnya tidak menyangka akan mengandung anak jongin ia merasa bahagia tapi ia juga sedikit takut jika ayahnya nanti tidak menerima bayinya. Luhan menghembuskan nafasnya pelan kemudian keluar dari kamar mandi dan berjalan mendekati jongin yang sedang memainkan ponselnya
"jongin" panggil luhan, jongin yang sedang memainkan ponselnya langsung menghentikannya dan memandang luhan bingung
"ada apa?"
"jongin aku hamil" ucap luhan membuat jongin kaget
"kau yakin" tanya jongin membuat luhan menganggukan kepalanya dan menyerahkan testpacknya pada jongin, dengan tangan gemetar jongin mengambil benda itu dari luhan dan melihat dua garis yang menyatakan positif, ia aneh dengan perasaanya ada bahagia ada juga sedih dan kecewa pada dirinya sendiri karena mengkhianati istrinya
"jongin kau akan bertanggung jawabkan" tanya luhan khwatir karena melihat perubahan raut wajah jongin, jongin mendongakan kepalanya melihat luhan kemudian menganggukan kepalanya ragu-ragu
"ya…aku akan bertanggung jawab" kata jongin kemudian memeluk tubuh luhan sehingga membuat luhan tersenyum dan memeluk tubuh jongin erat
"kau tau jongin, ayahku akan marah besar saat mengetahui bahwa aku hamil diluar pernikahan" kata luhan membuat jongin melepaskan pelukannya
"lalu"
"kau harus menikahiku dan segeralah urusi percerainmu dengan sehun"
Tbc
Gimana lanjut gak XD
Tadinya kepikiran buat hapus ini cerita, pusing banget mikirin lanjutannya
