CHAPTER IX

"BATTLE FIELD"

( PART 4 )


Di ruang utama Kapal Ptolemaious Stardust, Feldt dan Christina melaporkan situasi medan pertempuran di Azadistan—bahwa istana sedang diserang sesuai dengan dugaan Sumeragi mengenai pasukan penyergap. Ia tersontak kaget karena musuh yang tidak diketahui itu membuat taktik yang sederhana, tapi berhasil membuatnya terkecoh.

"Selama ini musuh langsung menyerang ke tempat tujuan, frontal dan tanpa taktik. Benar-benar tidak terduga dan mereka menggunakannya saat ini, tapi kenapa?" Sumeragi tampak berpikir keras.

"Apa karena Anda tidak mengetahui musuh seperti apa, hingga tidak menyadari taktik mereka, Sumeragi-san?" tanya Lasse.

Sumeragi agak lama menjawab pertanyaan itu. "Bukan hanya itu… yang aku takutkan adalah…" raut wajahnya penuh dengan kecemasan, "kalau musuhlah yang mengetahui tentang kita."

Pernyataan itu membuat para kru terdiam sarat dengan ketegangan dan kecemasan. Dalam rapat yang sering dilakukan oleh Celestial Being baru-baru ini, sama sekali tidak begitu berhasil mengungkap siapa musuh-musuh mereka. Kalau semasa pertama kali Celestial Being muncul, gundam yang diproduksi sama dengan gundam keempat meisters adalah Gundam Trone dari Trinity bersaudara, dan tentu saja itu ulah Ribbon Almark. Sumeragi pun mengira apakah ada kebocoran informasi teknologi gundam selama tenggang waktu lima puluh tahun ini, yang sama kasusnya dengan bocornya teknologi GN Particle dan produksi tiga Gundam Trone. Tieria menjawabnya dengan yakin bahwa tidak ada kebocoran mengenai hal itu, meskipun sekarang data-data dari Veda dapat digunakan juga oleh pihak federasi—teknologi gundam murni milik organisasi Celestial Being yang diciptakan oleh Aeolia Schenberg. Veda dengan ketat mengunci data-data itu dengan keamanan yang berlampis-lampis.

Dilihat dari sudut mana pun gundam musuh itu memang mirip gundam, kalau masalah ini merupakan masalah internasional maka akan sangat mudah untuk melacak indentitas mereka. Tapi teknologi macam apa yang dapat menyaingi kemampuan Veda yang merupakan otak buatan tercanggih saat ini, dan berhasil mengelabuhinya.

Sumeragi menelan ludahnya dengan berat dan gugup, terbesit dipikirannya mengenai hal-hal yang dahulunya dibicarakan banyak orang yang sempat dianggap hanya sebagai sebuah bualan dan lelucon: kamuflase kamera dan editan profesional. Tapi masih banyak orang yang percaya mengenai hal itu. Salah satunya adalah pendiri Celestial Being—bahwa ada kehidupan diluar sana—tidak hanya di Bumi, tapi jauh diluar angkasa! ELS adalah buktinya! ELS memang bisa mempelajari informasi itu hanya dengan hitungan detik dan tentu saja secara subjektif hasil akhirnya sangat berbeda dengan aslinya. Tapi… apa yang membuat teknologi gundam buatan Aeolia Schenberg tidak mirip dengan teknologi mereka yang kini menyerang bumi—Gundam Trone jelas tidak bisa dimasukkan dalam perbandingan ini.

Sumeragi menunduk hampir frustasi dengan perbandingan yang sama sekali tidak pasti bahkan dengan pemikiran yang terlintas begitu saja itu—selama ini ia sempat berkali-kali memikirkannya. Ia menompang siku ke lengan kursi dan memijat dahinya, dengan desahan dan geraman pelan. Dan juga masalah ini sempat ia hubungkan dengan organisasi yang selama ini ia selidiki, Genesis, organisasi terkutuk yang telah membantai teman-temannya ketika misi terakhirnya dalam penyergapan saat ia masih dalam pasukan federasi. Tidak! Tidak mungkin mereka mendapatkan informasi mengenai teknologi gundam, kecuali ada penghianat di pihak Celestial Being! Yang pastinya akan ketahuan oleh Veda dan Tieria jika data-data itu diunduh. Sumeragi akan senang hati untuk memburu mereka, jika kemungkinan mereka pelakunya, itulah alasannya ia masuk Celestial Being. Kalau bukan mereka, pasti ada seseorang yang sangat jenius dari Aeolia yang sanggup meng-hack otak Veda tanpa diketahui. Dengan keamanan yang berlampis-lampis itu? Mungkin saja! Tapi jika ada, siapa?

"Kita seperti rusa yang diintai oleh binatang buas dari balik semak-semak, dan tidak tahu akan diterkam dari mana," ucap Lichty serak.

Sumeragi berdengus mengejek, "Perumpamaan yang bagus, Lichty!"

«—»

Perisai bintang yang melindungi Gundam 00 dari tembakan beam memancarkan cahaya keemasan. Di tengah-tengahnya terdapat sebuah benda seperti basoka berbentuk segitiga, disetiap sisinya ada booster berukuran kecil yang menjorok ke dalam berguna untuk membuatnya melesat. Setsuna tertegun melihat perisai yang seperti GN Field itu, meskipun perisai itu tidak melingkupi objek yang dilindunginya.

"Da… dari mana datangnya benda itu?" kata Setsuna parau.

Perisai transparan itu menghilang bersamaan dengan benda-benda runcing yang menciptakannya ketika kembali kebentuknya semula, melesat secara acak melewati Gundam 00. Pandangan Setsuna mengikuti arah perginya benda-benda runcing itu. Saat mengetahui apa yang dilihat, bola mata jingganya membelalak tidak percaya, sebuah siluet transparan berdiri tidak jauh di belakang gundam-nya, beriak seperti air di udara. Siluet yang dapat ditebak seperti apa bentuknya, seperti unit humanoid—benda-benda runcing itu terbang ke arah siluet transparan tersebut dan ikut berkamuflase beserta basoka segitiga yang mendarat tepat di belakang punggung siluet transparan itu, kemudian siluet itu benar-benar menghilang dari pandangan Setsuna dengan sekejap.

Tiba-tiba gundam musuh yang ada di hadapan Setsuna terbelah menjadi dua secara vertikal dan meledak. Spontan suara ledakan itu memancing Setsuna memalingkan pandangannya ke asal suara. Ia berpikir apakah siluet itu yang melakukannya, dan juga tidak dapat memastikan yang tidak diketahui itu masih ada disana atau tidak.

"Apa itu? Dia bertarung dengan mode kamuflase," ucap Setsuna tidak percaya. " Siluet itu… bentuknya tidak seperti GN-X atau model terbarunya…" Setsuna mengernyitkan matanya seiring bunyi gemeretak gigi-giginya, "lebih seperti unit gundam…"

"Sebenarnya apa yang terjadi? Siapa mereka? Atau jangan-jangan mereka sama seperti Gundam Trone? Memangnya apa yang mereka cari?" sekelebat pertanyaan memenuhi pikirannya sampai ia tersontak mengingat kembali misinya.

Setsuna memalingkan pandangannya melihat ke arah istana, matanya dengan jeli memeriksa keadaan disana—tidak ada pertempuran. Ia dengan sigap mencari gundam musuh yang sempat terabaikan olehnya karena perhatiannya teralihkan dengan kejadian yang terjadi di hadapannya—hal yang benar-benar mengejutkan kesadarannya. Setsuna berusaha mengabaikan humanoid yang telah melindunginya itu serta berbagai pertanyaan yang menyerbu setiap sulur di otaknya, meskipun dengan berat hati untuk tidak mencari atau mengejar humanoid itu. Dan ia menjadi sangat kesal mengetahui bahwa ia tidak punya cara untuk melakukannya setelah memeriksa radarnya: Gundam itu!? Benar-benar tidak terlihat di radarnya—itu membuktikan segalanya. Kemudian ada satu yang tertangkap oleh layar monitornya: gundam penyergap itu tampak menuju padang pasir dan melesat dengan cepat meninggalkan Azadistan. Dari monitornya, gundam musuh memiliki senjata misil yang terdapat di bahu kanannya dan menembaki "sesuatu" di padang pasir. Tapi, Setsuna tidak begitu jelas melihat apa yang ditembaki oleh gundam musuh, karena pasir mengumpal di area tembakan, namun Setsuna yakin ada yang bergerak di dalam debu-debu pasir yang berterbangan itu.

Setsuna memegang switch booster-nya dengan erat. Pikirannya terpicu untuk harus menyelesaikan misinya, walaupun ia masih penasaran dengan apa yang terjadi, terutama siapa yang melindunginya dengan perisai bintang itu. Sesaat sebelum Setsuna mendorong switch booster, ia merasakan sebuah perasaan aneh itu lagi dengan sekejap membuat jantungnya berdetak keras. Ia tidak tahu apakah itu perasaan baik atau buruk yang jelas dalam pandangannya ia menangkap kelap-kelip keemasan di sekelilingnya.

Matanya yang beririskan jingga kemerahan berubah keemasan—memandang sendu. "Perasaan apa ini? Sesak… tapi juga mengandung kehangatan dan ketenangan!?"

Hanya untuk sesaat ia merasakan perasaan itu. Kemudian twin drive mendorong Gundam 00 menuju padang pasir meninggalkan partikel-partikel yang berkilauan di langit—berbaur dangan partikel keemasan.

«—»

Di perbatasan Azadistan. MS Azadistan dan federasi, melepaskan puluhan tembakan beam ke arah langit. Gundam musuh membalas dengan cekatan. Perbedaan kekuatan yang jauh itu membuat beberapa MS hancur. Tieria tanpa segan-segan lagi melepaskan GN Big Cannon yang dengan jeli memperhatikan arah tembakannya, sementara Allelujah benar-benar menjaga ketat gundam musuh yang menembakan GN Cannon, meskipun tembakannya tidak seakurat Lockon, ia tetap bisa melakukannya dengan baik ketika tembakannya mengenai lengan kanan musuh dan terpental kemudian meledak.

"Lockon… Lockon, musuh berhasil ditembak di arah jam tiga… arah jam tiga… arah jam tiga…" teriak dua Haro hampir bersamaan.

"Yosh… aku sudah menunggunya…" jawab Lockon tersenyum puas. Kemudian ia kembali fokus dan membidik gundam musuh yang berhasil ditembak oleh Allelujah.

Hanya untuk sesaat itu, Lockon dengan jeli mengunci targetnya, kemudian melepaskan tembakan ke arah musuh yang bersiap membalas tembakan dari Gundam Harut. Dengan akurat tembakan beam Lockon menembus musuh dan meledak tidak jauh dari posisi Allelujah hingga membuat pria bermata abu-abu cerah itu tersontak kaget.

"Itu tembakan yang diluncurkan oleh Lockon," kata Allelujah tertegun.

"Luar biasa Lockon Stratos… tidak… Leon Dylandy," pikir Tieria kagum, "menembak musuh yang lengah untuk sesaat dari jarak sejauh itu dan membidik dengan waktu sesingkat itu… benar-benar melampaui dua generasi disebelumnya. Kemampuan untuk memperhatikan area tempur dan gerakan musuh."

Lockon muncul di layar monitor Allelujah, "Kerja bagus, Allelujah."

"Aku berusaha melakukannya dengan baik," balas Allelujah tersenyum, "Sekarang tinggal satu yang harus dibereskan, bukan?" nada suara Allelujah berubah berat dan terdengar sedikit bersemangat.

"Yah…" Lockon mengangguk, "kau terdengar bersemangat, Allelujah, atau hanya perasaanku saja?" berdengus mengejek.

Allelujah tertawa tertahan dengan pelan, "Aku hanya berusaha bersikap tenang."

Disaat yang sama gundam musuh yang satu lagi ditembak habis-habisan oleh militer Azadistan, federasi, dan Gundam Raphael. Musuh sekali-kali menggunakan GN Field untuk melindunginya dan gerakan gesit untuk menghindari tebakan. Kemudian ia tiba-tiba melesat ke atas dan mutiara merah di dadanya bercahaya memancarkan bola cahaya yang semakin membesar. Lockon langsung membidik musuh yang bersiap untuk menembakkan GN Cannon-nya.

"Kau bodoh, ya? Serangan banyak celah itu dapat aku manfaatkan untuk menjatuhkanmu…" ucap Lockon menekan sembari mengernyitkan matanya, ia dengan jelas melihat musuh dari alat bidiknya.

Namun tiba-tiba sesuatu melesat dengan desingan tajam melewati Gundam Harut dan Raphael membuat kedua pilot gundam itu tersontak kaget. Sekilas mereka melihat cahaya keemasan melintasi mereka. Lockon yang siap melepaskan tembakannya, dikejutkan oleh targetnya yang tiba-tiba terbelah secara horizontal tepat di dada gundam musuh yang memancarkan cahaya merah yang siap untuk ditembakan—kemudian meledak dengan asap hitam yang memenuhi.

"Serangan seperti itu… bukan Harut, bukan Raphael, Double-0? Bukan…" pikir Lockon langsung menganalisanya dengan cepat situasi dihadapannya. Ia masih membidik ke arah bekas ledakan gundam musuh akibat serangan yang tidak dikenal. "Tidak mungkin secepat ini Setsuna datang…" matanya menatap tajam, sebuah seringai menghiasi wajahnya. Tanpa pikir panjang ia melepaskan tembakan ke arah gumpalan asap itu.

"Lockon… apa yang kau lakukan?" teriak Tieria—bingung dengan tindakan Lockon.

"Ayo, kita cari tahu siapa gerangan pelakunya!" balas Lockon dengan seringai yang makin mengambang senang.

"Dengan cara menembaknya," kata Allelujah tidak percaya dan tercegat dengan jawaban Lockon.

«—»

Di timur gurun, di dekat Negara Azadistan, empat roda hitam itu berputar kencang hingga pasir berterbangan dijalur lajunya, body-nya yang hitam mengkilap memantulkan cahaya matahari, begitu pun gear di bagian depannya yang lebih banyak diselimuti oleh pasir, kaca-kaca hitam pekatnya tidak luput dari serangan pasir yang berterbangan akibat roda-roda hitam yang berputar kencang. Dibagian ruang dalam benda beroda empat itu terdapat benda bulat yang berguna untuk mengarahkan laju jalannya yang terlihat berputar sendiri. Dikaca depannya terdapat panel-panel yang menunjukkan semua lokasi, radar, vidio-vidio keadaan Istana Azadistan, pertarungan yang terjadi di perbatasan. Disalah satu panel menampilkan sebuah unit humanoid yang di bahu kanannya memangku senjata raksasa, dan sebuah unit gundam yang menghasilkan partikel berkilau di kedua bahunya. Di atas dashboard tertempel benda seperti bola transparan setengah lingkaran, ada tiga buah kamera kecil di dalamnya, satu buah kamera di atas dua buah kamera lainnya yang saling berjajar menghadap ke arah bangku penumpang dibagian belakang. Tiba-tiba tiga kamera kecil itu berputar—saling bertukar posisi satu sama lain.

"My Lady…" sebuah panel muncul di atas tiga kamera itu, menampilkan slide sound only, "maaf, lapisan kamuflasenya ada gangguan… aku sedikit lengah," ucapnya serak dan kaku kepada seseorang yang duduk di bangku penumpang. "Setelah aku membereskan musuh, sebuah tembakan merusak sistem kamuflaseku… menurutku tembakan itu sangat akurat karena sang pilot melakukannya dibalik asap, padahal aku yakin kalau aku bisa menghindarinya tanpa terbang menjauh."

Seseorang di bangku penumpang itu bergeming. Bibirnya bergerak, tapi hanya suara gumaman yang terdengar.

"Iya, salah satu dari pilot gundam Celestial Being," jawab suara serak dan kaku itu, "aku pikir mereka tidak akan menembak…"

Terdengar kembali sebuah gumaman pelan dari arah bangku penumpang.

"Begitu ya, baiklah, akan aku cari tahu siapa pilotnya… juga yang lain," balas suara itu, kemudian tidak ada suara yang terdengar di dalam mobil yang agak sedikit gelap itu, hanya ada cahaya-cahaya yang berpendar dari panel-panel monitor di depan kaca mobil.

Orang yang duduk di bangku penumpang itu melihat panel-panel cahaya yang tersusun di hadapannya, ia terfokus pada siaran berita tentang pertempuran yang terjadi di perbatasan Azadistan mengenai sebuah unit humanoid yang memancarkan kilauan emas, tersorot oleh kamera dibalik asap, kemudian ia tersenyum tipis.

Semua orang tercegat segaligus tertegun melihat sosok unit yang datang entah dari mana, semua tatapan di area tempur, dan semua orang di dunia yang menonton televisi tersontak melihat pancaran cahaya keemasan dibalik asap yang masih samar-samar. Rasa penasaran mereka terjawab ketika asap mulai menghilang perlahan oleh desiran lembut angin menyikap unit yang berkilau dibalik asap hingga terlihat seutuhnya.

Sementara itu di markas federasi—ruang rapat.

"Ya Tuhan, apakah itu persis seperti yang menyelamatkan satuan federasi yang diserang di Yupiter?" kata seseorang yang terlihat berpangkat letnan, kaget dengan acara berita yang menampilkan sosok unit yang pernah menyelamatkan satuan federasi.

"Kapten… apakah benar yang aku lihat ini?" tanya seorang wanita —yang duduk di kursi menghadap televisi transparan tepat di atas mejanya—kepada seorang kapten yang menjadi pimpinan patroli di Yupiter.

"Anda telah melihatnya dengan jelas, Nyonya Presiden, Letnan Aron…" tegas sang kapten.

Di Kapal Ptolemaios Stardust—Sumeragi mengernyitkan matanya dan bergumam, "Setelah sekian lama, kenapa ia muncul sekarang?"

Tanpa perlu diucapkan, siapa pun tahu kalau unit itu mirip dengan milik unit MS Celestial Being, Gundam. Tapi ada perbedaan kentara dengan unit itu selain dilampisi mental yang berwarna emas dan memancarkan kilauan dibawah cahaya matahari. Setiap detail tubuhnya yang halus mengingatkan Tieria pada tubuh Gundam ELS QAN[T] dan hampir seluruhnya dihiasi oleh ornamen rumit biru cerah, serta mutiara besarnya yang juga berwarna biru cerah di dadanya tampak bersinar dengan bening, samar-samar terlihat sulur-sulur halus memancar keluar dari mutiara itu memantulkan warna pelangi. Benda merah di tengah dahinya berkilau seperti ruby, memiliki tiga pasang tanduk yang berjejer menjulang dari tengah dahi sampai pelipisnya—tanduk pertama menyerupai halilintar—mata biru gelapnya sangat kontras dengan sinar perak yang berpedar kehijauan diantara tubuh emasnya, dan tiga pasang sayapnya membentang kukuh dengan pertikel emas yang berterbangan dengan lembut di sekelilingnya. Gundam itu entah kenapa melepaskan kewibawaan yang mengintimidasi namun juga tidak memiliki sikap mengancam. Selain itu, semuanya merasakan bahwa tidak hanya penampilannya saja yang serba emas dengan ormanen biru serta kemunculannya yang tiba-tiba, tapi gestur tubuhnya juga memancarkan kekuatan dan keagungan. Megah adalah kata yang cocok untuk sosoknya itu.

"Ya ampun, dia mengingatkanku kepada seorang raja…" kata Lockon lirih.

Allelujah menelan ludah dengan berat, "Golden Gundam… apakah itu benar-benar dia?"

"Tidak salah lagi, gundam yang sama di Yupiter…" balas Tieria yakin, "sosok yang sempat terabaikan oleh serangkaian serangan setengah tahun ini… kenapa ia baru muncul disaat seperti ini?"

"Hmm, tidak peduli ia muncul dari mana…" kata Lockon sembari bersiap membidik, "nah… kita lihat seperti apa kemampuannya?"

Dengan sigap ia melepaskan tembakan ke arah gundam emas itu. Tembakan Lockon dapat dihindari dangan baik oleh Gundam Emas itu, ia hanya bergerak sedikit dari posisinya. Lockon bergeming dengan cara gundam itu menghindari tembakannya, itu adalah hal tersulit untuk dilakukan bahkan oleh profesional sekali pun. Dalam sekejap gundam itu melesat ke arah Lockon sembari menghindari tembakan-tembakan yang diluncurkan oleh Lockon. Gundam Emas itu benar-benar hanya bergerak sedikit dari posisi bidik Lockon seolah-olah tembakan yang dilepaskannya terlihat meleset.

"Cih… gundam itu membaca arah bidikkan-ku, hmm… Haro aktifkan Trans-Am setelah aba-abaku!" perintah Lockon.

"Ryoukai… ryoukai," jawab dua Haro.

Kali ini Lockon benar-benar mempersiapkan tembakannya, ia membidik ke arah dada kiri Gundam Emas itu. Ketika tembakan itu berhasil dihindarinya, disaat yang sama seluruh tubuh Zabanya berubah menjadi merah. Dengan waktu singkat Lockon menggunakan Trans-Am dan membidik di dada kanan Gundam Emas kemudian melepaskan tembakannya yang sepersekian detik itu. Tembakan itu berhasil mengenai target, tapi sama sekali tidak membuat gundam tersebut terpengaruh dan terus melaju ke arah Lockon.

"Cih… padahal aku sempat senang karena berhasil mengenainya, mengejutkan kalau dia sama sekali tidak bergeming…" ucap Lockon dengan kesal, tapi ia tampak cukup senang.

Dalam sekejap Gundam Emas menghilang dari hadapan Lockon membuat pria bermata biru itu tercegat. Nafasnya sempat tertahan karena gundam itu tiba-tiba kembali muncul di hadapannya hanya dalam kedipan mata. Tieria dan Allelujah mengambil tindakan cepat untuk bersiap menembak kalau gundam itu melakukan hal buruk pada Lockon.

Gundam Emas mengangkat tangan kanannya ke arah dada Zabanya, tiba-tiba mulai dari ujung jemarinya tercipta garis cahaya berzig-zag biru yang langsung menyebar diseluruh permukaan tubuh Zabanya sampai ke dalam kokpit Lockon hingga kedua Haro. Hanya dalam dua detik Gundam Emas melepaskan cahaya zig-zag itu kepada Zabanya kemudian melepaskan jemarinya di dada Zabanya, setelah itu melesat ke arah Gundam Harut dan Raphael—dan melakukan hal yang sama kepada mereka. Setelah itu ia langsung terbang menuju padang pasir meninggalkan area tempurnya.

"Ta… tadi apa yang dilakukannya?" tanya Tieria bingung, perasaan kaget masih menyelimutinya.

"Apa perlu kita kejar?" tanya Allelujah dengan suara serak.

"Tidak perlu…" larang Lockon, "kalau gundam itu ada kaitannya dengan masalah ini, suatu saat kita akan bertemu kembali dengannya…" ucap Lockon sembari melihat arah terbang Gundam Emas. "Tapi…" pikir Lockon, "perasaan apa yang sesaat itu? Ketika dia menyentuh Zabanya."

Sementara itu di padang pasir, dua unit gundam saling bertarung satu sama lain. 00 Gundam melancarkan tembakan ke arah gundam penyergap, kemampuan gundam itu sangat berbeda dengan yang dihadapinya di perbatasan. Dengan ciri-ciri: permata merah diantara dua matanya dengan sepasang tanduk di kedua sisinya, beberapa part di tubuhnya berwarna hitam dan sebagiannya berwarna merah. Serta membawa senjata riffle dan sword beam. Musuh melepaskan tembakan basokanya dan dengan sigap dihindari oleh 00 Gundam. Gerakan sepersekian detik musuh membuat Setsuna sempat tercegat, gerakan saber sword musuh berhasil ditangkis dengan GN Sword 00 Gundam.

"Gundam ini… sangat cepat…" kata Setsuna geram bercampur panik, "Trans-Am aktifkan!" perintah Setsuna tegas.

Seketika tubuh 00 Gundam berubah merah—melesat ke arah musuh sembari mengayunkan GN Sword. Dengan telak, lengan dan basoka musuh berhasil dihancurkan oleh Setsuna, dilanjutkan dengan tembakan riffle yang bertubi-tubi. Seperti kehilangan kendali, Setsuna tidak memberikan kesempatan musuh untuk menyerang balik, dengan serangan yang brutal itu ia berhasil menghancurkan musuh hingga berkeping-keping, kemudian meledak.

Perasaan Setsuna mulai tenang dengan musuh yang berhasil dikalahkan, raut wajahnya kelihatan kelelahan, bahunya naik-turun dengan nafas memburu. Ia menutup matanya, kembali mengingat sebuah mobil hitam yang ditembaki oleh musuh yang telah dihancurkannya.

"Pasti di dalam mobil itu 'sesuatu' yang dicari oleh mereka…" pikir Setsuna. Jari jemarinya menggenggam dengan erat dan bergetar, "dadaku sesak… ada apa ini?" Setsuna menyandarkan dirinya ke sandaran kursi kokpit, menongakan kepalanya sembari membuka matanya sedikit, tampak sinar keemasan dibalik kelopak matanya, "jantungku… berdetak kencang…" ia memicingkan matanya dengan perih diiringi oleh gemelatuk giginya.

"Apa ini saja yang aku tahu? Apa ini saja yang aku bisa?" desah Setsuna pelan sarat dengan perasaan penat dan letih. "Ada sesuatu yang mengganjal… tapi apa? Apa?"

Setsuna menarik nafasnya dalam-dalam dan menghambuskannya dengan pelan, bersamaan dengan perasaan gelisah yang melandanya.

Apakah tanganmu hanya bisa menghancurkan dan tidak bisa merengkuh dengan hangat!?

Suara gemaan maskulin dari masa lalu menghentakan renungan Setsuna. "Meng... menghancurkan? Merengkuh… melindungi?" kata Setsuna gagap tampak sedikit panik dan ketakutan, seluruh tubuhnya mulai menggigil, "tidak… tidak, ada yang tercipta… ada yang tercipta dari kehancuran itu, pasti…" ia mendesah pelan dan menekan.

Tapi perasaannya tetap tidak bisa tenang. Suara maskulin Leon menggerogotinya—tersentak akan sesuatu yang mengganjal di dalam dirinya, membuatnya berpikir dengan adanya hal yang salah. Menuntut sebuah pemahaman dan jawaban yang pasti dan yang dapat ia terima. Sebuah penjelasan! Bermacam hal berkecamuk dalam diri Setsuna: kebingungan, gelisah, takut, amarah. Tidak pernah ia merasa ragu-ragu seperti ini, ia selalu bisa menyimpan kesedihan dan lukanya, selalu fokus dengan tujuannya, selalu kuat menghadapi segala hal. Setsuna sekali lagi berusaha menenangkan dirinya agar ia bisa melanjutkan misinya.

"Setsuna…"

Suara lembut itu mengangetkan Setsuna, matanya yang mengatup terbelalak kaget dengan sinar emas dipupilnya. Mulai dari tepian kulit kelopak matanya perlahan berubah menjadi perak, kulit normalnya terkikis menjadi debu-debu emas yang berkilau dan digantikan oleh warna perak yang mengkilap bagaikan berlian: rambut hingga seluruh tubuhnya. Kemudian debu-debu emas itu berterbangan di sekalilingnya.

"Marina… Marina Ismail?" ucapnya pelan dan tatapannya menjadi sendu.

Setsuna tidak menyadari debu-debu emas telah memenuhi kokpit dan menyelimuti dirinya dan 00 Gundam. Mata beririskan emasnya menatap jauh dengan lembut diiringi oleh senyum simpulnya yang mengambang, raut wajahnya menyiratkan kebahagian. Tiba-tiba ia mengangkat tangannya seolah menyambut sesuatu.

"Marina Ismail… Apakah itu kamu?" ucapnya lembut, "syukurlah… syukurlah…" tatapannya menghangat.

Seolah tersihir, Setsuna tidak mendengar sebuah panggilan terputus-putus yang muncul di layar monitor kokpitnya.

"Se… tsuna… F Sei… ei, kau sekarang ada di… mana? Setsu… Sei, ini aku… Lock… on, Setsu…"


To Be Continued...


Ami: Aaahmm...ok ini sangat-sangat terlambat untuk update...maafkan aku para pembaca...:(, karena sering diajak kemana-kamana oleh tanteku dan kakakku buat liburan, selama akhir taun ini, jadi g sempat update hehehe..., yap ini lanjutannya, aku harap ini dapat memuaskan dan ucapan maaf dariku...:). DAN SELAMAT MEMBACA! kemudian terimakasih banyak-banyak buat editorku Ama, yang menyempatkan diri buat ngeditnya...:') yang semangat buat skripsi-nya ya...XD, maaf ya karena aku sedikit "keras", aku menyesal sungguh...:'(. Btw...Happy New Year 2014, Readers...:D. Sampai jumpa di chapter berikutnya...:)