Title : My Love
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Kim Yesung, Kim Ryeowook and Others
Genre : Drama, Romance, Hurt
Rate : M
Warning : Genderswitch, Typo(s)
Summary : Sungmin hanyalah seorang gadis biasa sampai suatu hari dia tiba-tiba diculik. Dan dia dijual ditempat prostitusi dan bertemu Cho Kyuhyun seorang namja. Angkuh yang membelinya. Akankah cinta tumbuh diantara mereka?
NOTE : Untuk Flashback aku bold italic
.
.
.
CHAPTER 9
FLASHBACK
02nd July 2003
Pagi itu terlihat cerah sekali. Sungmin kecil terlihat menenteng tas kecilnya sambil berlari kecil. Sesekali senandung lembut keluar dari bibir mungilnya. Gadis kecil itu terlihat lincah hingga sebuah senyum manis keluar dari bibir M itu ketika bola mata nya menatap seorang namja kecil yang duduk membelakanginya
Dengan langkah pelan gadis mungil itu menghampiri namja itu dan menyentuh pelannya
"Hai Oppa" Ujarnya. Sang namja yang membelakanginya tadi menoleh ke arahnya
"Min-ah kau mengagetkan Oppa. Apa kau mau membuat Oppa mati karena serangan jantung?"
Sungmin langsung menggelengkan kepala nya. Dia tidak rela kalau orang yang di sebutnya Oppa itu meninggal karena dirinya
"Tidak. Bukan begitu Kyuhyun Oppa. Tadi Minnie hanya bercanda, maafkan Minnie" Sungmin, gadis kecil itu menundukkan kepala nya dan membuat namja yang bernama Kyuhyun mengulum senyum.
"Benarkah? Tapi tadi Oppa hampir terkena serangan jantung karena suara Minnie" Kyuhyun hampir tertawa karena menatap wajah memelas itu
"Mianhe Oppa. Minnie berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi. Oppa bisa pegang janji Minnie" Sungmin mengacungkan jari kelingkingnya di hadapan Kyuhyun dan Kyuhyun, remaja tanggung itu juga mengaitkan jari kelingkingnya ke jari mungil milik Sungmin
"Baiklah Oppa pegang janji mu. Tapi ingat jangan berbuat hal seperti itu lagi"
Sungmin tersenyum menampakkan gigi kelincinya "Tapi harus ada syaratnya Oppa" gadis itu menawarkan sebuah penawaran
"Syarat?"
"Ne. Minnie tidak akan mengulangi kesalahan tadi asal Oppa mengajak Minnie makan es krim strawberry"
"Oke. Satu cup es krim strawberry untuk Minnie Oppa"
"Tiga cup Oppa" Sungmin mencoba bernegosiasi dengan Kyuhyun
"Tidak satu saja Minnie"
"Bagaimana kalau dua?"
"Satu"
"Dua"
"Satu dan kalau masih menawar tidak akan ada es krim lagi". Sungmin mengerucutkan bibir mungil nya ketika Kyuhyun mengeluarkan petisi nya
"Huh Oppa pelit sekali" Ujar yeoja itu
Kyuhyun tersenyum tipis "Oppa hanya tidak ingin kau sakit gigi Min. Apa Minnie mau kalau gigi nya nanti copot karena terlalu banyak makan makanan manis dan Minnie tidak akan terlihat cantik lagi"
Sungmin menghentakkan kaki nya. Gadis itu berpikir kenapa ucapan Kyuhyun selalu penuh ancaman bahkan wajah remaja tanggung itu terlihat tak berdosa sama sekali
"Kenapa Oppa selalu berkata seperti itu. Tadi sewaktu Minnie membuat Oppa kaget, Oppa berucap kalau nantinya itu akan membuat Oppa terkena serangan jantung. Dan sekarang ketika Minnie meminta dua cup es krim, Oppa kembali berucap kalau gigi Minnie akan copot" gadis itu memasang wajah manyun nya di hadapan Kyuhyun
"Hehehe Maafkan Oppa ya. Tapi untuk kali ini satu cup dulu, nanti kalau lain waktu akan Oppa traktir dua cup. Bagaimana?" ujar Kyuhyun sedikit memberi penawaran
"Baiklah. Tapi Oppa harus janji dan tidak akan mengingkarinya"
"Oppa berjanji dan kau bisa pegang janji Oppa"
"Akan selalu Minnie ingat"
.
.
.
13th July 2003
Kyuhyun melangkah lebar dengan senyum terus tersungging dari bibir tebalnya. Bersyukurlah hari ini sedikit cerah karena Kyuhyun akan mengajak Sungmin untuk pergi ke taman bermain. Kyuhyun berpikir pasti Sungmin sudah menunggu nya di depan gerbang sekolah gadis itu dengan wajah tersungut-sungut. Mengingat itu membuat Kyuhyun hampir tertawa karena hanya Sungmin-lah yang bisa membuat nya tertawa maupun tersenyum.
Sedikit lagi Kyuhyun hampir sampai dan dia melihat sosok gadis mungil sedang memunggungi nya. Dengan mengendap-endap Kyuhyun menghampiri Sungmin dan membuat gadis itu terlonjak kaget
"Hahahahaha..." Kyuhyun tertawa ketika melihat raut wajah Sungmin yang mengeruh. Yeoja itu memajukan bibir nya satu centi
"Kenapa Oppa mengagetkan ku. Bukankah waktu itu Oppa juga melarang ku tapi sekarang Oppa malah melanggarnya" Gadis itu menghentakkan kaki nya ke tanah
"Maafkan Oppa ne. Sebaiknya kita cepat pergi. Oppa takut kalau pulang mengantarmu kesorean"
"Baiklah"
.
.
.
Berbagai macam wahana mereka berdua naiki. Dan Kyuhyun sedikit kewalahan karena si Gadis kecil itu terus merengek padanya. Seperti sekarang Sungmin mengajak Kyuhyun menaiki Roller Coaster. Tentu saja itu ditolak oleh pemuda itu. Karena untuk anak seusia Sungmin pasti tidak dibolehkan dan Kyuhyun tidak ingin Sungmin celaka
"Oppa Minnie ingin naik yang itu. Kenapa Oppa melarang Minnie? Tanya gadis itu dengan wajah merengut
"Min bukan Oppa melarang tapi itu berbahaya sayang. Kalau kau jatuh bagaimana? Apa kau mau membuat Oppa sedih" Ujar Kyuhyun dengan wajah sedihnya
Seketika Sungmin terdiam. Gadis kecil itu menatap gurat kesedihan di wajah Kyuhyun. Sebenarnya dia tidak rela membuat Kyuhyun sedih tapi permainan itu terjangkau seru untuk dimainkan
"Aissshhh baiklah. Tapi Oppa harus membelikanku permen kapas sebagai gantinya. Kalau tidak Minnie akan pergi kesana dan tidak akan menghiraukan Oppa lagi' Ancam gadis mungil itu
Kyuhyun tersenyum tipis dan mengacak rambut depan Sungmin "Apa yang tidak untuk mu Minnie. Oke karena kau sudah setuju tidak menaiki wahana berbahaya itu dan mumpung Oppa lagi baik hati, Oppa akan membelikan dua permen kapas untuk Sungmin yang cantik" Ujarnya
Sungmin berjingkak girang "Asyik...kajja Oppa" Sungmin langsung menarik tangan Kyuhyun dengan semangat karena pemuda itu membelikan dua permen kapas kesukaannya
.
.
.
Hari sudah semakin sore. Padahal Kyuhyun berjanji akan mengantar Sungmin pulang tapi gadis itu menyuruhnya untuk tidak pulang cepat dan mereka mampir sebentar di sebuah danau yang tidak cukup luas memang tapi cukup asri tersebut
"Min"
"Hmm" Ujat Sungmin yang masih asyik dengan permen kapasnya
"Tatap Oppa sebentar baru kau habiskan permen kapasmu itu karena ada sesuatu yang harus Oppa bicarakan padamu"
Sungmin menghentikan acara makannya dan gadis berumur 6 tahun itu langsung menatap Kyuhyun "Memangnya Oppa ingin berbicara apa pada Minnie. Apa penting sekali?"
"Kau tahu kan Min terkadang kita tidak bisa menebak apa yang tuhan rencanakan. Begitu juga dengan kehidupan kita"
Sungmin menatap wajah itu dari samping. Meski dirinya masih kecil tapi gadis itu mampu menangkap kemana arah pembicaraan namja Cho itu
"Maksudnya apa Oppa membicarakan tentang masa depan kita?"
"Lebih tepat nya begitu" Kyuhyun membalikkan badannya dan menatap Sungmin serius"Kalau seandainya Oppa pergi maksudnya bukan pergi dalam artian Oppa meninggalkanmu selamanya tapi pergi dari kota ini dan menjalani kehidupan yang baru apa kau mau menunggu Oppa?"
"Aku akan terus menunggu Oppa walau Oppa pergi ke ujung dunia pun"
"Tapi kalau Oppa benar-benar tidak kembali apa kau akan tetao menunggu Oppa Min?"
Sungmin menatap Kyuhyun sedih "Kenapa Oppa berkata seperti itu. Apa Oppa akan meninggalkan Minnie sendirian disini" Ujar gadis itu dengan mata berkaca-kaca
"Min kau dan Oppa punya kehidupan. Kau juga tidak mungkin bergantung pada Oppa. Pasti pada suatu saat nanti kau dewasa kau akan menemukan orang yang lebih tepat dari Oppa Min"
Sungmin mendorong dada Kyuhyun dengan kasar "Tapi Minnie hanya mau dengan Oppa tidak mau dengan yang lain. Hanya Oppa!" teriaknya. Gadis itu sekarang menangis tersedu-sedu. Kyuhyun menghampiri Sungmin dan memeluk erat tubuh kecil itu
"Maafkan Oppa Min. Tadi Oppa hanya bertanya tidak lebih. Oppa berjanji tidak akan mengulanginya lagi" Kyuhyun mengecup kepala gadis itu
Sungmin mendongak, menatap Kyuhyun dengan wajah basah nya "Tapi Oppa berjanji bukan untuk tidak meninggalkan Minnie sendirian?"
"Tidak" Kyuhyun menatap Sungmin dengan Senyum manis tapi tiba-tiba pemuda itu menepuk jidatnnya "Ya Tuhan seperti nya Oppa lupa sesuatu". Namja Cho itu mengeluarkan kotak beledru dari dalam tas ranselnya dan menyerahkannya di atas tangan mungil Sungmin
"Untukmu" Ujarnya menjawab gurat keherenan di wajah gadis manis itu
"Untukku?" tunjuk Sungmin sendiri
"Yap untukmu. Bukalah"
Sungmin membuka kotak beledru kecil itu dan terperangah ketika melihat isinya yang ternyata sebuah kalung liontin
"Oppa apa liontin ini benar untuk Minnie?"
"Tentu saja sayang. Pakailah, sini Oppa bantu" Kyuhyun mengambil liontin itu di tangan Sungmin dan memakaikannya. Kyuhyun tersenyum ketika liontin itu tersemat begitu pas di leher Sungmin
"Cantik sekali. Oppa harap kau tidak melepaskannya"
"Minnie tidak pernah berpikir akan melepaskannya Oppa karena ini pemberian dari Oppa. Gomawo ne"
Kyuhyun mengacak rambut Sungmin dan menatap arloji nya "Sebaiknya kita pulang. Oppa tidak ingin dimarahi Kangin Ahjussi karena telat mengembalikan anaknya"
"Kajja Oppa. Tapi Oppa harus berjanji untuk tidak meninggalkan Minnie"
"Oppa berjanji sayang. Kau bisa membunuh Oppa kalau nanti nya Oppa meninggalkanmu"
"Baiklah". Mereka berdua pergi dengan riang. Entahlah apakah nantinya perjanjian itu benar- benar mereka jalankan atau malah sebaliknya
.
.
.
16th July 2003
Kyuhyun sudah bersiap untuk berangkat sekolah tetapi suara Heechul, ummanya menahan kepergian Kyuhyun
"Kyu jangan berangkat dulu. Ada yang Umma dan Appa bicarakan padamu"
Kyuhyun menatap Heechul sebentar dan menganggukkan kepala nya
"Duduklah" Heechul menyuruh Kyuhyun duduk. Tidak lama sosok sang Appa muncul
"Begini Kyu maaf kalau sebelumnya Appa tidak membicarakan ini padamu terlebih dahulu karena Appa yakin kau mengerti"
"Maksud Appa apa?"
Hangeng sang-Appa menatap Kyuhyun "Kita sekeluarga harus pindah ke Seoul saat ini juga Kyu. Perusahaan cabang disana benar-benar membutuhkan Appa"
Kyuhyum sedikit terkejut "Tapi kenapa Appa. Kenapa tidak Umma dan Appa saja yang pindah. Aku masih ingin disini dan aku juga tidak bisa meninggalkan Sungmin" Ujarnya sedih
Heechul mendekat kearah putranya sedikit memberi pengertian "Maafkan kami Kyu. Umma dan Appa juga tidak bisa meninggalkan kau sendiri disini. Umma mohon mengertilah"
Kyuhyun tidak rela melihat wajah sedih Umma nya. Hah kalau Umma nya itu sudah mengeluarkan tatapan seperti itu dia mau apa dan pada akhirnya Kyuhyun menganggukkan kepalanya yang membuat Hangeng sedikit tersenyum
"Appa tau kau akan ikut dengan kami nak. Baiklah cepat bereskan semua peralatanmu karena sebentar lagi kita akan berangkat" setelahnya Kyuhyun beranjak dari kursinya dan mulai melangkah meninggalkan orang tuanya
.
.
.
Kyuhyun menatap sebentar rumahnya sebelum teriakan Appa nya memanggil untuk menyuruh nya segera masuk
"Ppalli Kyu. Nanti kita terlambat"
Kyuhyun mengangguk dan menoleh sekali ke arah rumahnya. Memasuki mobil nya dengan perasaan berkecamuk. Karena siang ini dia sudah berjanji untuk bertemu dengan Sungmin dan yang lebih fatal nya lagi dia juga sudah mengingkari janji yang dibuatnya sendiri
'Maafkan Oppa Min. Tapi Oppa berjanji tidak akan melupakanmu selama hidup Oppa. Semoga kau selalu bahagia sayangku' batinnya
.
.
.
Sungmin dengan riang menunggu Kyuhyun di taman siang itu karena namja Cho tersebut akan mengajaknya makan es krim di kedai favorit nya. Sungmin mengedarkan pandangannya berharap Kyuhyun segera datang
Tapi sudah dua jam lama nya namja itu tidak menampakkan batang hidung nya sedikitpun. Sungmin sedikit merasa tidak enak dan berdoa semoga pemuda itu dalam keadaan baik-baik saja.
Berjam-jam hingga langit mendung Sungmin masih betah menunggu kedatangannya. Yeoja itu sedikit berpikir apakah Kyuhyun lupa dengan janji mereka tapi kemudian yeoja itu menggeleng karena dia yakin Kyuhyun tidak mungkin lupa. Tiba-tiba saja hujan turun dengan sangat derasnya. Sungmin bergeming, gadis kecil itu masih tetap betah berada disana. Dan Kyuhyun tetap tidak datang
"hikssss Oppa kemana. Apa Oppa lupa dengan janji Oppa hari ini hiksss..."
.
.
.
17th July 2003
Dengan wajah pucat Sungmin mendatangi rumah Kyuhyun yang kebetulan dekat dengan rumahnya tapi hanya berbeda blok. Sungmin menatap rumah berpagar yang terkunci tersebut. Sungmin terus menatap rumah sunyi itu. Tidak biasa nya rumah mewah itu sepi biasanya ada beberapa maid Kyuhyun yang berlalu lalang. Sungmin melihat seorang tetangga Kyuhyun dan menghampiri nya
"Eumm permisi bolehkah Minnie bertanya?"
Ahjumma paruh baya itu tersenyum "Boleh memang nya adik kecil mau bertanya apa?"
"Minnie mau bertanya kemana semua penghuni di rumah ini?" tanya dengan wajah polos
"Adik kecil tidak tahu ya kalau mereka semua tidak menempati rumah ini lagi"
Sungmin terkejut "Apa mereka semua pindah?" tanya nya lagi
"Sepertinya begitu. Memangnya ada apa? Apa adik kecil ingin bertemu dengan pemilik rumah ini?"
"Ne karena pemilik rumah ini sahabat Minnie. Tapi sepertinya mereka pindah. Terima kasih Ahjumma"
"Sama-sama. Ahjumma pergi dulu adik kecil. Annyeong"
"Annyeong". Sungmin menatap rumah itu sedih pantas saja Kyuhyun tidak datang waktu itu. Ternyata namja itu telah pergi meninggalkannya dan mengingkari janji nya sendiri. Dan selama 12 tahun itu pula lah mereka berdua tidak bertemu. Tapi sepertinya Tuhan memang punya rencana lain, mereka memang bertemu tapi dengan keadaan yang berbeda
FLASHBACK END
.
.
.
Suara detak Jantung Kyuhyun berbunyi secara teratur, Sungmin terus menjaga namja itu setelah selesai dari ruang UGD. Sungmin mengelus tangan yang tidak tertusuk jarum infuse itu. Air mata sudah mengering di wajahnya.
"Aku tidak akan berhenti berdoa untuk mu Oppa. Semoga semua ini cepat selesai" yeoja itu mengangkat tangan kekar Kyuhyun dan mengecupnya lama
.
.
.
Pagi hari langit sedikit mendung, embun pagi sudah menempel di lembaran daun dan juga jendela. Seorang yeoja mungil mulai mengeliatkan badannya sedikit merenggakan otot-otot tubuhnya yang kaku. Yeoja itu sedikit mengusap mata kelinci nya dan tersenyum tipis ketika melihat sesosok namja yang masih tertidur lelap karena obat bius tadi malam
"Selamat pagi Oppa. Apakah tadi malam kau bermimpi indah. Tapi kurasa iya hehehe" Cengirnya. Dengan lembut dia mengusap kepala Kyuhyun dan mengecup dahi itu
"Aku harus membersihkan diriku dulu Oppa, kau tak apa bukan aku tinggal sendiri? Nanti setelah aku membersihkan diri, aku juga akan membersihkan tubuh Oppa agar tidak bau" Sungmin pun beranjak dari duduk nya dan melangkah masuk ke kamar mandi yang tersedia di dalam kamar tersebut
.
.
.
Dengan hati-hati Sungmin melap tubuh Kyuhyun agar namja tersebut tidak terbangun dari tidurnya yang tentu saja membuat Kyuhyun agar tetap nyaman. Sambil sedikit mengeluarkan senandung dari bibir mungil nya. Selesai, Sungmin mengancingkan kembali baju pasien Kyuhyun dan meletakkan kain lap tersebut dalam baskom yang digunakannya untuk menyeka tubuh Kyuhyun. Tak lama terdengar ketukan pelan. Dari arah pintu muncul seorang namja yang tidak Sungmin kenal, dia bersama dengan seorang yeoja yang tentu saja Sungmin kenal
"Sungminnie" Teriak yeoja itu.
Namja yang bersama yeoja tadi meletakkan jari telunjuk nya di bibir yeoja tadi "Jangan berteriak Ryeowokkie. Nanti Kyuhyun bangun"
"Huh" Ryeowook mengerucutkan bibir mungilnya.
Yesung menatap Sungmin "Annyeong Sungmin-ah. Aku Kim Yesung, mungkin kau memang sedikit asing melihatku. Aku adalah sekretaris sekaligus sahabat dari namja yang terbaring disana" Ujarnya
"Ah Annyeong Lee Sungmin imnida" Sungmin membungkukkan badannya di hadapan Yesung
Yesung mendekat kearah Sungmin "Bagaimana keadaan Kyuhyun? Aku sangat terkejut ketika Kim Ahjumma menelponku dan memberitahu kalau Kyuhyun masuk rumah sakit. Padahal tadi malam aku ingin berkunjung kesini tapi karena Umma dan Appa tidak memperbolehkan aku keluar tengah malam jadi nya aku tidak pergi kesini. Maaf karena telah merepotkanmu" Yesung sedikit meminta maaf pada Sungmin yang hanya di jawab senyuman oleh Sungmin.
"Tidak apa-apa. Lagipula ada benar nya juga. Mungkin Umma dan Appa Yesung-ssi khawatir kalau nanti nya terjadi apa-apa di jalan"
Yesung tersenyum mendengar ucapan polos Sungmin "Ternyata Kyuhyun tidak salah pilih dan tolong jangan panggil aku seformal itu. Panggil saja aku Yesung" Yesung tersenyum begitu juga dengan Sungmin. Mereka berdua menghiraukan yeoja yang sedari tadi mengerucutkan bibirnya
"Kenapa kalian berdua tidak menganggap ku ada disini" Yeoja semakin mengeruhkan wajahnya. Seketika saja Yesung membalikkan badannya dan melihat yeoja itu memalingkan wajahnya
"Maafkan aku Ryeowookkie, tadi itu aku hanya bertanya keadaan Kyuhyun. Aku juga tidak mungkin menghiraukanmu. Bukankah tadi aku datang bersamamu jadi untuk apa aku menghiraukanmu hmm?"
Ryeowook sedikit merubah keruhan wajahnya tadi "Baiklah. Tapi aku ingin berbicara dulu dengan Sungmin" Ryeowook menatap Sungmin dan dibalas tatapan oleh yeoja itu "Bisakah? Hanya sebentar saja?"
Yesung sedikit berpikir sebelum kepala nya mengangguk "Oke. Tapi jangan jauh-jauh. Aku takut terjadi apa-apa dengan kalian"
"Mmm ne. Kajja Min-ah" Ryeowook menarik tangan Sungmin untuk keluar dari kamar inap Kyuhyun untuk membicarakan sesuatu
.
.
.
Saat ini mereka berdua berada ditaman rumah sakit yang asri. Duduk di bawah pohon maple yang saat itu menggugurkan daun-daun nya
"Bisakah kau katakan yang sebenarnya Min?"
Sungmin menoleh kearah Ryeowook "Aku akan menjelaskannya Eonnie. Tapi sebelumnya bisakah kau juga jelaskan hubunganmu dengan sahabat Kyuhyun yang tadi?" Tanya nya
"Jawab dulu pertanyaanku baru aku akan menjawab pertanyaan ku" Ujar Yeoja yang badannya sedikit lebih pendek dari Sungmin itu
"Huh.. dia itu Kyuhyun Oppa temanku sejak kecil. Dia adalah orang yang baik dan juga perhatian. Kami berdua sama-sama dari Ilsan Eonnie. Tapi karena waktu itu Kyu Oppa pindah ke Seoul jadi aku tidak bertemu lagi dengannya. Aku berpisah dengannya ketika aku berumur 6 tahun dan dia 12 tahun. Masih kecil sekali bukan?". Ryeowook mengangguk ketika Sungmin bertanya padanya
"Lalu?"
"Lalu pada saat itu dia berjanji akan mengajakku makan es krim tapi pada nyatanya dia dan keluarga nya pindah ke Seoul tanpa aku ketahui. Awalnya aku memang sedih tapi karena ada Umma dan Appa yang menguatkan ku akhirnya aku bangkit kembali"
"Kenapa kau bisa tahu mereka ke Seoul. Bukankah tadi kau bilang kalau mereka pindah tanpa sepengetahuan dirimu?" Tanya Ryeowook kembali
"Memang awalnya aku tidak tahu. Tapi 9 tahun setelahnya aku mengetahui mereka berada di Seoul. Tapi nyata nya ketika aku bertemu dengannya sewaktu dia membeliku aku mendapat berita dari Kim Ahjumma, maid di rumahnya bahwa Kyuhyun Oppa amnesia. Dia hanya mengingat beberapa orang saja. Dan dia sama sekali tidak mengingatku Eonnie" Sungmin menitikkan air matanya karena kembali teringat moment itu
Ryeowook sedikit tertegun mendengar cerita Sungmin. Memang pada awalnya dia mengira Kyuhyun adalah namja brengsek yang hanya bisa mempermainkan wanita. Ketika dia mendengar cerita dari Yesung kalau Kyuhyun adalah namja baik sebenarnya dia sedikit sangsi. Tapi setelah mendengar cerita Sungmin kalau Kyuhyun amnesia kini Ryeowook mulai sedikit mempercayai cerita tersebut. Yeoja itu memeluk tubuh Sungmin yang bergetar
"Sudahlah Min. Kita berdoa saja semoga nanti kalau Kyuhyun bangun, dia bisa mengingat dirimu"
"Semoga saja" Sungmin menghapur air matanya tadi, menoleh kearah Ryeowook "Eum bisakah Eonnie ceritakan yang tadi juga?" Sungmin hampir tersenyum ketika melihat wajah memerah Ryeowook
"Aishh jangan tatap Eonnie seperti itu Min. baiklah akan Eonnie ceritakan tapi kau berjanji untuk tidak tertawa nantinya"
"Janji. Ayo ceritakan Eonnie"
Ryeowook tersenyum melihat raut menggemaskan Sungmin "Itu aku dan Yesung Oppa tidak sengaja bertemu di restorant. Dia waktu itu tidak sengaja menabrakku dan kemudian dia meminta maaf. Seminggu kami tidak bertemu, akhirnya dia mengajakku dinner. Dan setelah nya aku menerima ajakannya. Kau tahu mungkin kami memang belum lama bertemu tapi dia menyatakannya cintanya padaku yang tentu saja aku terima. Karena aku yakin dia orang yang baik" Ryeowook sedikit tersenyu mengingat tingkah Yesung sewaktu menyatakan cinta padanya
"Lalu dimana dia menghubungimu Eonnie. Bukankah waktu kalian bertemu dia tidak meninggalkan nomor handphonennya?"
"Eum itu Aku tidak tahu dimana dia menemukan alamat apartemenku Min. Tapi yang jelas dia orang baik Min. Kau bisa lihat dari wajahnya"
Sungmin tersenyum tipis "Ne aku tahu Eonnie. Sebaiknya kita kembali kedalam pasti namjachingu eonnie sudah menunggu" Ujar Sungmin sedikit menggoda Ryeowook
"Aissh jangan menggoda ku seperti itu". Kedua yeoja manis tersebut tertawa dan melangkah bersama meninggalkan taman tersebut
.
.
.
Sungmin menutup pintu ruang inap Kyuhyun setelah mengantar Yesung dan Ryeowook pulang. Yesung tiba-tiba saja mendapat urusan mendadak dari kantor. Yesung juga tidak mungkin meninggalkan Ryeowook meski ada Sungmin disini, jadilah mereka berdua pulang bersama. Sungmin berniat membalikkan badannya sebelum sebuah suara mengintrupsi nya yang membuat dirinya mematung hebat
"Sungminnie"
DEG
TBC
Annyeong saya kembali membawa chapter 9. Bagaimana apa kalian suka Chapter 8 nya. Saya sudah berjanji bukan akan menghadirkan flashback nya Kyumin. Maaf ya kalau Flashback nya pendek dan juga kalau alurnya kecepatan. Terima kasih juga untuk review chapter sebelumnya. Saya sangat senang atas kritik dan saran dari reader tercinta. Dan kemungkinan besar beberapa chapter lagi fanfic ini akan End. Semoga kalian masih suka sampai fanfic ini End ya.
Still Believe with KyuMin. Because Joy is Real. No matter what Happen.
Jangan lupa review ne.
Kamsahamnida
Sign,
elfkyumin137
