Sepenuh Hati
Tidak butuh penjelasan
Tidak perlu alasan
Ini karena,
yang bisa mencintaimu dengan tepat
Itu aku
Chapter 3a
Taekook
Orang-orang bilang, putra Chanyoel dan Baekhyun yang parasnya paling sempurna adalah Taehyung.
Hidungnya mancung, tingginya semampai, senyum nakalnya memikat, tapi senyum kekanak-kanakannya juga menggemaskan. Pribadinya lucu dan menyenangkan. Namun jika sedang serius dan diam, ah... dia luar biasa menawan.
Di rumah, di perkebunan, di pabrik, di pasar, Taehyung telah mendapat gelar tuan muda favorit oleh para pelayan dan pekerja. Tangannya juga ringan sekali untuk membantu siapapun yang membutuhkan pertolongan. Saking disayangnya, Taehyung bahkan disebut anak lelaki nasional. Siapapun pasti bisa menganggapnya anak.
Makanya tak heran jika diantara para saudaranya, dia paling populer untuk jadi buah bibir para gadis. Dimana pun dia berada, dia akan menjadi pusat rasa terpesona kaum hawa. Memancing rasa kagum wanita-wanita dari berbagai kalangan usia. Dan keramahannya membuat siapapun tak segan untuk berinteraksi.
Meski sepertinya para wanita itu harus gigit jari. Karena Taehyung sudah jatuh hati pada seseorang. Bahkan dia telah menetapkan bahwa gadis yang telah membuatnya jatuh hati itu akan menjadi satu satunya bidadari yang akan dia boyong jadi menantu papa-mamanya. Gadis beruntung itu bernama Jungkook.
Si tomboy manis, anak bungsu dokter pribadi keluarga Chanyeol yang sudah dianggap kerabat terdekat. Ayahnya bernama dr. Jongin, dan ibunya seorang terapis bernama Kyungsoo. Rambutnya pendek sebahu tanpa poni, hidungnya bangir, senyumnya sangat imut karena dilengkapi dengan sepasang gigi kelinci yang menggemaskan.
Taehyung selalu bilang, bahwa Jungkook itu benar-benar tipe gadis idamannya. Dia tidak suka pakai pemerah bibir. Kebetulan Taehyung juga tidak suka wanita yang bibirnya merah gara-gara lipstick. Kata Taehyung, itu menjijikan. Lalu Jungkook juga tidak suka pakai rok, karena menurutnya itu terlalu ribet. Dan pas sekali, Taehyung tidak begitu menyukai wanita yang pakai rok khawatir akan tersingkap kalau pendek, dan khawatir tersangkut kalau rok yang panjang. Ugh, dasar pasangan serasi!
SEPENUH HATI
Pertama kali mereka bertemu adalah ketika Jungkook ikut ayahnya melakukan pemeriksaan rutin untuk nenek Han dinrumah keluarga Taehyung. Sambil menunggu proses pemeriksaan Jungkook izin untuk berkeliling melihat-lihat.
Dan saat itulah dia mendengar suara gedebum yang cukup keras. Jungkook berlari kearah suara, disana ada kerumunan orang-orang di bawah pohon yang melingkari seorang pemuda dengan kaki berdarah.
Ada banyak orang sebenarnya, tapi tak ada satupun yang bergerak melakukan pertolongan karena si pemuda terus berteriak heboh, "Jangan sentuh! Astaga, astaga... Ini sakit sekali. Aku rasanya mau mati saja." . Ya Tuhan, berlebihan sekali. Akhirnya Jungkook diam-diam pergi dari situ dan kembali dengan membawa perkengkapan P3K cadangan ayahnya yang ada di mobil.
"Hallo, aku Jungkook putri dokter Jongin. Bolehlah aku memeriksa lukamu?" sapanya ramah sambil menunjukkan senyum gigi kelinci andalannya. Dan sepertinya pemuda itu agak terkesima. Sejenak mereka bertatapan. Tapi hanya sesaat, karena ketika Jungkook menyentuh kaki yang terluka, pemuda itu mengaduh keras.
"Oww, sorry. Tolong tahan sedikit, tampan. Ini tidak akan lama, aku janji." ucap Jungkook masih tersenyum. Oh Tuhan, betapa Jungkook sangat berusaha menahan sabar. Sekali lagi, pemuda itu tampak terpana dan mengangguk kaku seperti robot. Jungkook memberi senyum terakhir sebelum dia mulai "bekerja", si pemuda itu terlihat menganga menatapnya.
Ayahnya dokter, ibunya terapis. Jungkook lahir dalam keluarga yang berkecimpung dalam dunia kesehatan, jadi bukan hal yang sulit baginya untuk sekedar memberi pertolongan pertama pada kasus luka ringan. Dalam beberapa menit, luka di kaki pemuda itu sudah terbebat dengan rapi.
"Selesai." ucapnya puas.
"Oh, te-terima kasih." kata pemuda itu.
"Sama-sama, tapi ngomong-ng kenapa kau bisa terluka?"
"Ah, itu... Aku...menolong seekor kucing liar yang terjebak di atas pohon. Dia selamat, tapi aku salah menginjak dahan rapuh." jelas pemuda itu dengan senyum canggung yang sangat kekanakan. Lucunya.
Oh, astaga... Menolong kucing liar? Haha... Lucu sekali pemuda ini. Dan, unik...
Juga, ehem tampan. Terlalu tampan malah.
.
.
Masalah asmara, Taehyung tak seperti kedua kakaknya. Seperti Namjoon yang memilih menjauh dari para gadis. Atau Yoongi yang menyimpan rapi perasaannya untuk seorang gadis hinga bertahun-tahun. Ah, mana bisa Taehyung seperti itu.
Menahan lapar saja dia tak sanggup, apalagi menahan rasa suka nyaris mencinta seperti yang dialaminya pada Jungkook. Hanya dalam hitungan tiga bulan setelah pertemuan pertama mereka, Taehyung langsung gencar mengejar Jungkook. Dan di bulan ke-empat, mereka resmi berpacaran.
Dan sekarang, tak terasa sudah tiga tahun mereka menjalin hubungan. Mulus, tanpa bertengkar. Meski sesekali kadang perang mulut. Tapi, cara berbaikan mereka selalu berakhir romantis.
Nah, kan. Urusan asmara, memang Taehyung beberapa langkah lebih maju dibanding kakak-kakaknya.
Sepenuh Hati
Di pesta ulang tahun perkawinan Chanyeol dan Baekhyun yang ke-30. Dokter Jongin dan keluarga tentu saja diundang serta untuk hadir. Apalagi hubungan Taehyung dan Jungkook sudah diketahui orang tua masing-masing, bahkan direstui. Maka tentu saja Jongin sekeluarga merasa wajib untuk hadir.
Awalnya, hanya dokter Jongin dan istri yang muncul. Taehyung langsung bergegas menyambut sang calon mertua. "Dokter, Jungkook tidak ikut?" katanya to the point. Dan mamanya langsung melempar tatapan garang.
Anak kurang ajar! Bukannya bertanya kabar, malah langsung mencari pujaan hati saja.
Dokter Jongin tertawa maklum menanggapi tingkah Taehyung. Sudah menjadi rahasia umum, putra bungsu tuan Chanyeol ini memang ceplas-ceplos. "Dia akan segera menyusul, Taehyung-ah. Kami naik mobil yang berbeda."
"Ahhh... Begitu." Taehyung nampak sedikit kecewa. Soalnya dia sudah menunggu-nunggu Jungkook sejak tadi. Sudah rindu sekali dia.
"Psstt, jangan kecewa begitu. Katanya dia sengaja ingin membuat kejutan untukmu." bisik dokter Jongin. Raut Taehyung segera berubah sumringah. "Benarkah? " Dokter Jongin mengangguk.
Beberapa saat setelah itu, dia melihat Jimin datang. Sahabat sekaligus gadis pujaan kakaknya Yoongi. Taehyung ganti menghampiri kakaknya untuk menggoda. Tapi ternyata gayung tak bersambut. Yoongi tampak kalem kalem saja. Padahal dia yakin, dua tahun ini kakaknya merindukan Jimin.
"Uh, tidak seru." cibirnya. Sekarang dia beralih lagi menghampiri Jimin. Dia ingin melepas rindu. Sudah lama dia tak bertemu sahabat masa kecilnya itu.
.
.
Sedang asyik bercakap dengan Jimin, Taehyung tidak tahu seseorang yang sedang ditunggunya sekarang sedang berada tepat di pintu masuk. Taehyung terus saja mengoceh di hadapan Jimin.
Tapi, lama kelamaan Taehyung sadar juga, bahwa mata Jimin tak menatapnya. "Jimin?"
Mata Jimin menatap lurus ke depan seperti terpana oleh sesuatu. "Kau kenapa sih?" tanyanya penasaran. Saat Taehyung mengedarkan pandangannya, beberapa tamu juga sedang berekspresi sama seperti Jimin. Terpana pada satu titik. Bahkan ada yang tak sadar mulutnya menganga.
Taehyung pun menoleh pada arah dimana orang-orang itu memandang. Dan... dia lah yang menganga paling lebar.
"Wooaaahhh!" dengungnya tanpa sadar.
Ternyata ada bidadari yang baru turun dari langit.
Bidadari dengan berwarna karamel. Wajahnya yang terpoles cantik oleh make up sedang tampak tersipu. Matanya bulat bersinar itu menatap Taehyung dan berjalan pelan kearahnya. Taehyung menahan nafas.
Astaga, cantik sekali.
Taehyung sering bilang dia tak suka wanita pakai lipstick, tapi bidadari yang sedang berjalan menghampirinya ini malah telihat luar biasa manis ketika tersenyum dengan bibis yang dipolesi lipstick. Oh Tuhan, dia ingin menciumnya.
Dan, gaun itu... Bagaimana bisa warnanya begitu serasi dikulit si bidadari? Taehyung benar-benar tak berkedip dibuatnya. Apalagi kini si bidadari berdiri tepat di hadapannya. Mereka bertatapan, Taenyung menatap terpesona, sedang si bidadari yang menatapnya malu-malu.
Menggemaskan. Mereka tak sadar saat ini sedang jadi tontonan para tamu seruangan. Semua orang menatap gemas.
"Yah! Jangan diam saja, katakan seseuatu."
Taehyung tampak terkejut, "Oh, bidadarinya bisa bicara?"
Sesaat kemudian Taehyung mengaduh karena perutnya dicubit. " Awwh." pelakunya si bidadari.
Wajah cantik dihadapan Taehyung itu berubah jengkel, tapi pipinya bersemu malu.
Beberapa orang dewasa disana terdengar tertawa. Bahkan ada yang jelas-jelas memuji betapa menggemaskannya yang dilakukan Taehyung dan sosok yang disebutnya bidadari itu. Saat itulah Taehyung sadar mereka sedang diperhatikan.
Takut-takut Taehyung melirik papanya, khawatir papanya marah. Dan ternyata papanya hanya mengegeleng maklum. Sementara mamanya mendesis gemas. Taehyung menghela nafas lega. Sekarang matanya kembali menatap si cantik.
"Mau berdansa denganku? Jungkook." katanya sambil berlutut.
"Tidak mau. Aku mau dansa dengan pemuda lain saja."
"Ayolah... Mana ada pemuda lain yang berani mengajakmu berdansa selama aku masih hidup."
"Tentu saja ada." potong Yoongi yang sekonyong-konyong berada diantara mereka.
"Jungkook, mau berdansa dengan Oppa?" tawar Yoongi. Dan si cantik itu mengangguk, menyambut tangan Yoongi dan menjulurkan lidah mengejek Taehyung.
"Ah, HYUUNG! pekik Taehyung.
Orang orang dewasa di sana tertawa lagi. Terlebih ketika Taehyung berlari dan mengambil tangan si cantik dari Yoongi dan membawanya ke lantai dansa.
"Tidak akan kubiarkan." katanya.
.
.
Malam itu, suasana pesta jadi hangat dan menyenangkan dengan hadirnya tunas yang ditebar dewi asmara pad ketiga putra Chanyeol dan Baekhyun.
Ada Namjoon yang mengusiknrasa penasaran Seokjin.
Ada Yoongi yang akhirnya bertemu Jimin kembali.
Dan ada Taehyung yang sudah menetapkan hati.
Tbc
A/N : Hallo, saya muncul lagi.
Taekook nih.
Maaf sya gak bisa bikin yang lebih panjang dari ini. Tapi akan selalu saya usahakan rajin update kok.
Saya punya beberapa ff lain yang beda genre. AL yang humor, Love sama WTY yang melow, dan SH ini yang manis. Peralihan suasana itu kadang bikin otak saya ngeblank, tapi saya tetap berusaha konsisten kerjain sampai selesai. Belum lagi skripsi jg nunggu. Aduuh, untunh kalian selalu review. Jadinya kadang itu yg bikin saya tetap semangat membagi fokus.
Review yah, semakin banyak review yang masuk saya semakin semangat update.
