My Partner

Main Cast:

Kim Ryeowook as Yeoja

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Kim Yesung as Namja

Rated: T

Genre: Romance, Crime

Disclaimer: serius ini hanyalah fiktif semata

Selamat Membaca

~o~

Kyuhyun duduk di kamarnya sambil memainkan handphonenya. Tidak ada Ryeowook dirumah itu membuatnya kesepian. Karena merasa bosan, kyuhyun mengirimkan sebuah pesan singkat untuk Ryeowok.

"kamu sedang apa sendirian? Mau aku temani? Nona Lee sudah beristirahat di rumah"

Kyuhyun tersenyum membaca pesan yang akan ia kirim. Mengharap Ryeowook akan meminta dirinya untuk menemani yeoja itu di sore yang cerah ini. Kemudian dia menekan tombol "send" dan menunggu Ryeowook membalas smsnya. Tak perlu menunggu lama, handphonenya bergetar menandakan sms yang masuk.

'Ryeowookie'

"aku menikamati udara sore di taman. Heeey siapa bilang aku sendirian? banyak anak-anak disini. kamu tidak perlu kemari. Sebentar lagi aku pulang"

'haaah apa-apaan ini. Aku kan ingin berjalan-jalan dengannya' Kyuhyun sedikit mempoutkan bibirnya. Lalu jemarinya menekan tombol-tombol alfabet di layar handphonenya.

"tunggu aku disana. Ada yang harus aku katakan padamu. Ingat, kamu harus menungguku!" setelah itu, dia menekan tombol "send"

'tunggu aku Wookie, ada yang harus aku sampaikan hari ini, aku tidak mau kejadian ketika di rumah sakit terulang lagi. pokoknya, hari ini harus berhasil' tekad Kyuhyun sambil menyunggingkan senyumnya. Ia berjalan keluar kamarnya, namun dari arah tangga terdengar suara berdebug dan barang pecah.

"aaaarrrhhhh" teriak suara wanita dari bawah tangga. Kyuhyun yang kaget, segera menghampiri asal suara.

"Nona Lee… kau tidak apa-apa?" tanya Kyuhyun kaget sambil menghampiri Sungmin yang terduduk lemas di lantai. Kaki kanannya tertekuk sambil mengeluarkan darah segar, disampingnya tampak serpihan cangkir yang mengenai kulit kakinya.

"aaww… sakit Kyu…" isak Sungmin sambil mengurut kakinya yang terasa sakit. Sakit akibat terpeleset dan sakit terkena serpihan cangkir.

"apa yang terjadi?

"tadi aku mengambil secangkir teh di dapur. Tapi entah kenapa aku malah terpeleset disini. Dan cangkir sialan ini malah pecah lalu melukai kakiku…" Sungmin kesal.

"ayo aku bantu" Kyuhyun membantu Sungmin berdiri lalu memapah tubuh Sungmin kemudian di dudukkan di sofa.

Dengan telaten, Kyuhyun memeriksa kaki kanan Sungmin yang masih mengeluarkan banyak darah.

"masih ada serpihan cangkir di dalamnya. Sebaiknya kita ke rumah sakit saja ya" tawar Kyuhyun sambil mendongakkan kepala.

"terserah saja. tapi kakiku sangat sakit Kyu…" Sungmin meringis sambil menggigit bibir bawahnya.

"ya, aku tahu. Ayo kita ke rumah sakit sekarang saja" ajak Kyuhyun kembali memapah tubuh Sungmin yang tangan kirinya memegangi lengan kanan Kyuhyun dengan erat.

Hampir lima belas menit di perjalanan, Kyuhyun dan Sungmin tiba di rumah sakit. Sambil menunggu Sungmin yang tengah di obati oleh dokter, Kyuhyun duduk di kursi yang berderet di samping ruangan itu. Segera dia mengambil handphonenya, lalu mengetik beberapa kalimat.

"Mianhe Wookie. aku tidak bisa menemuimu sekarang. Nona Lee tadi terjatuh di tangga, saat ini kami berada di rumah sakit. Segeralah pulang, lalu istirahat. Mianhe…" Kyuhyun membaca ulang pesan yang akan ia kirim kepada Ryeowook. namun entah konsentrasinya yang kurang atau apa, dia tidak menekan tombol "send" malah menekan tombol "cancel" dan seolah takdir tidak berpihak padanya, saat itu juga handphonenya tiba-tiba mati karena lowbat. Kyuhyun mengira bahwa sms itu telah sampai pada Ryeowook.

Setelah dua jam berada di rumah sakit, kini Kyuhyun dan Sungmin telah kembali pulang ke rumah. Balutan perban, dengan rapi menghiasi kaki kanan Sungmin. Kyuhyun merasa heran melihat rumah dalam keadaan sepi. 'apakah Ryeowook masih belum pulang?' begitu pikirnya.

"Kyu… temani aku duduk di tepi kolam ya. Rasanya sumpek berada di kamar terus" pinta Sungmin.

"baiklah. Kaja…" Kyuhyun memegang tangan Sungmin dan membantunya untuk duduk di kursi yang berada di tepi kolam renang.

"rumah sangat sepi, apakah Ryeowook masih belum pulang?" tanya Sungmin sambil melirik Kyuhyun.

"entahlah. Sepertinya belum" sesekali kepalanya menoleh ke arah pintu, berharap Ryeowook segera pulang. Entah kenapa dia merasa sangat ingin bertemu dengan partnernya itu. Melihat gelagat Kyuhyun, Sungmin hanya tersenyum.

"kapan kamu akan mengatakan perasaanmu padanya Kyu?" tanya Sungmin sambil tersenyum menggoda Kyuhyun.

"aah… itu… eemmmh… sebenarnya kalau tidak ada halangan, hari ini aku akan mengatakannya pada Ryeowook. Tapi, karena terjadi sesuatu pada Nona Lee, aku masih menundanya lagi" kata Kyuhyun sambil menggaruk belakang kepalanya.

"aaissh… jinja? Mianhe Kyu… aku… aku tidak tahu, kalau hari ini kamu sudah ada janji dengan Ryeowook. kalau tahu sejak tadi,kamu tidak perlu membawaku ke rumah sakit. Mianheyo… jeongmal…" sesal Sungmin.

"aah bukan begitu maksudku… emmh… sebagai penjagamu, aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk menimpa klienku. Tidak usah merasa bersalah begitu Nona Lee. Sudahlah, ini bukan kesalahanmu" Kyuhyun tersenyum sambil nyengir, memperlihatkan deretan giginya yang putih.

"haah. Benar ya. Aku sungguh minta maaf. Tapi aku janji, aku akan membantumu untuk mendapatkan Ryeowook, yaaa sebagai permintaan maafku…" Sungmin dan Kyuhyun tersenyum simpul.

Selama setengah jam, mereka duduk di kursi yang berada di tepi kolam itu. Kyuhyun menyandarkan kepalanya, dengan mata yang terpejam. Sementara Sungmin asyik membolak-balik halaman sebuah majalah fashion. Terkadang bibirnya tersenyum melihat model baju yang ada di dalamnya. Perlahan, Sungmin menolehkan kepalanya ke arah Kyuhyun yang tertidur.

"kasihan Kyuhyun, dia terlihat sangat kelelahan. Mianhe Kyu…" bisik Sungmin pelan. Perlahan dia menaruh kembali majalahnya di bawah meja. Tenggorokannya terasa kering. Lalu perlahan-lahan dia bangkit dari duduknya. Sedikit gerakan, maka kakinya kembali terasa sakit. Dengan pelan, Sungmin mencoba berdiri, namun karena keseimbangannya yang kurang menyebabkan tubuhnya oleng.

"aah… Kyu… tolong…" kata Sungmin sambil mencoba menyeimbangkan kembali tubuhnya, namun percuma, kakinya terlalu lemas untuk berdiri dengan sempurna. Ketika tubuhnya semakin oleng ke arah kolam renang. Tiba-tiba tangan Kyuhyun segera menarik Sungmin kedalam pelukannya. Tangan kanan Sungmin ia pegang dengan erat, sedangkan tangan kirinya memeluk pinggang Sungmin. Reflek, Sungmin mengalungkan tangan kirinya di pundak Kyuhyun. Dan tangan kanannya telah beralih meremas jas Kyuhyun. Tubuh Kyuhyun condong kearahnya yang menyebabkan wajah tampannya hanya terpaut beberapa senti dari wajah Sungmin. Jarak yang dekat membuat wajah Sungmin bersemu merah. Tidak ia pungkiri bagaimanapun juga, berada sedekat ini dengan namja tampan dan rupawan seperti Kyuhyun membuat detak jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Tiba-tiba Kyuhyun semakin menurunkan wajahnya hingga menghapus jarak diantara keduanya. Bibirnya kini telah menempel dengan lembut di bibir Sungmin. Mata foxy itu terbelalak, mendapati apa yang Kyuhyun lakukan padanya. Tangannya semakin erat mencengkram jas Kyuhyun. Lalu menepuk-nepuk dada namja itu. Kyuhyun seolah sadar, kemudian terperanjat melihat yeoja yang tengah dipeluknya saat ini. Segera dia melepaskan pelukannya dari pinggang Sungmin. Namun, karena posisi Sungmin yang tidak tepat, membuat pantatnya dengan mulus mendarat di lantai yang dingin.

"aaww… Kyu… sakit…" Sungmin meringis.

"aigoo… mianhe Nona Lee. Aku tidak sengaja" Kyuhyun dengan canggung membantu Sungmin untuk kembali berdiri.

"gwenchanha" kata Sungmin pendek sambil mengelus pantatnya yang terasa sakit, matanya dengan tajam melirik Kyuhyun.

Kyuhyun mengerti arti tatapan Sungmin, segera ia menundukkan kepala sambil meminta maaf.

"aku benar-benar minta maaf Nona. Kejadian tadi sungguh tidak disengaja. Aku mohon maafkan aku…" Kyuhyun terus menundukkan kepala.

"aku tahu. Lain kali, kamu jangan mengulanginya lagi. untung saja tidak ada Ryeowook, coba kalau dia melihat kejadian tadi, dia bisa salah paham" tegur Sungmin.

"Ne. aku tidak tahu kenapa melakukan hal memalukan seperti tadi. Sekali lagi aku minta maaf Nona…"

"sudahlah, tidak apa-apa. Sebaiknya sekarang, kamu segera beristirahat. Ini sudah malam" kata Sungmin sambil berlalu dari hadapan Kyuhyun dengan langkah yang pelan karena kaki dan pantatnya yang terasa sakit.

~o~

Setelah melihat pemandangan yang mengerikan itu, Ryeowook segera melangkahkan kaki keluar. Dia tidak melihat bagaimana kelanjutan dari kejadian antara Sungmin dan Kyuhyun, karena matanya terasa panas. Sambil kakinya melangkah, kelopak matanya kini telah mengeluarkan cairan beningnya dengan deras. Ketika sampai di teras, seseorang menggenggam tangannya erat.

"kamu mau kemana?" tanya pemilik suara baritone itu perlahan.

"manajer Kim. Lepaskan! Aku ingin keluar" kata Ryeowook sambil mencoba menyingkirkan genggaman tangan Yesung yang sangat erat.

"baiklah. Biar aku temani…" kata Yesung sambil menarik lengan Ryeoowok menuju mobilnya, lalu Yesung membuka pintu depan,

"masuklah!" perintah Yesung. Dengan ragu, Ryeowook menatap Yesung dengan pandangan penuh tanya.

"kita mau kemana?"

"aku tahu tempat yang bagus untuk menghilangkan kekesalanmu itu. Ayo, masuklah!" kata Yesung sekali lagi.

~o~

Ryeowook mencoba menahan tangisnya. Bagaimanapun juga dia tidak ingin terlihat lemah di depan Yesung. Kini mereka tengah berada di tepi Sungai Han. Suasana malam terasa sangat sepi disana. Deretan lampu yang menyinari sepanjang tepi sungai menghiasi tempat itu, sehingga disana tidak terlalu gelap. Yesung meminta Ryeowook untuk keluar.

"untuk apa kau membawaku kemari?" tanya Ryeowook. Angin dingin yang berhembus, membuatnya reflek mengeratkan kedua lengannya.

"ini tempat yang menyenangkan kalau kamu bisa merasakannya" kata Yesung sambil melepaskan jasnya, lalu memakaikannya pada Ryeowook. Kakinya melangkah mendekati tembok pembatas sungai, yang diikuti oleh Ryeowook dari belakang.

"apa maksudmu Manajer Kim?" tanya Ryeowook tidak mengerti.

Yesung membalikkan badannya hingga berhadapan dengan Ryeowook. Angin malam yang berhembus terasa menusuk kulit tubuhnya, karena Yesung hanya mengenakan kemeja, sementara Ryeowook tampak merasa hangat dengan jas yang kebesaran yang ia kenakan saat ini. Yesung tersenyum, lalu tangannya menggenggam bahu Ryeowook. Ryeowook menatap mata Yesung, walaupun malam hari, ia dapat melihat wajahnya yang terpantul dari bola mata namja yang berada di hadapannya saat ini.

"dengar, jangan berpura-pura kuat seperti ini. Keluarkan perasaanmu, airmatamu, emosimu. Jika ingin menangis, kamu bisa bersandar padaku" kata Yesung sambil meremas bahu Ryeowook.

"apa maksudmu? Aku tidak apa-apa Manajer Kim" Ryeowook segera mengalihkan pandangannya. Dia tidak mampu menatap mata teduh yang selalu menatapnya dengan lembut itu.

"aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini. Tidak baik memendam kesedihan. Keluarkan saja. menangislah! Menangislah dengan kencang, hanya ada aku disini. gwenchanha" perintah Yesung masih tetap menatap wajah Ryeowook.

Susah payah Ryeowook menelan ludahnya sebelum ia mengeluarkan suaranya lagi.

"menangis? Untuk apa aku menangis? Tidak ada yang perlu tangiskan" nafas Ryeowook mulai tidak beraturan, bibirnya menggigit bibir bawahnya dengan agak keras, matanya kembali terasa panas dan pandangannya memudar.

"mianhe… kalau tahu apa yang sedang mereka lakukan tadi, aku tidak akan membiarkanmu memasuki rumah itu" kata Yesung pelan.

"aniyo… ini bukan kesalahanmu… ini… kesalahanku. Aku… terlalu bodoh… harus… menunggu Kyuhyun di taman itu… Ryeowook babo…" Ryeowook mengeleng-gelengkan kepalanya sambil berkata dengan putus-putus. Nafasnya tersengal menahan airmatanya.

Yesung segera membawa Ryeowook kedalam pelukannya. Dadanya terasa basah ketika bahu Ryeowook semakin bergetar. Tangannya dengan lembut mengusap rambut Ryeowook.

"hiks… wae… Kyuhyun… hiks… tega padaku?... Hiks" kata Ryeowook di sela tangisnya.

"keluarkan saja semua kekesalanmu Wookie… setelah menangis, pasti akan terasa lebih baik" bisik Yesung, sambil menepuk-nepuk punggung Ryeowook pelan.

Ryeowook semakin nyaman menangis didalam pelukan Yesung. Airmatanya tidak berhenti mengalir. Bayangan Kyuhyun dan Sungmin tadi semakin membuat matanya terus mengeluarkan airmatanya.

~o~

Dilain tempat, Kyuhyun menunggu Ryeowook dengan cemas. Ketika mengeluarkan handphonenya, dia baru sadar bahwa handphonenya mati. Segera dia mencharge handphonenya itu. Kyuhyun berjalan-jalan di teras rumah dengan gelisah.

'Wookie ada dimana? Kenapa sudah jam segini masih belum pulang?' kata hati Kyuhyun sambil berkali-kali menatap jam tangannya yang kini sudah menunjukkan pukul 10:05pm.

~o~

Ryeowook sudah tenang sekarang. Mereka saat ini tengah duduk bersandar di kap mobil. Yesung menyandarkan tubuhnya di kaca mobil sambil kedua lengannya ia jadikan bantalan kepalanya. Sedangkan Ryeowook bersandar di sampingnya sambil mengeratkan jas yang ia kenakan. Suasana malam semakin dingin, tapi keduanya belum beranjak dari sana.

Yesung menatap bintang yang bertaburan menghiasi langit malam itu. Benaknya kembali memikirkan Sungmin. Apa yang tadi ia dan Ryeowook lihat bukanlah khayalannya saja. sesekali Yesung menghembuskan nafas beratnya.

'ottokhae?' pikirnya dalam hati.

Ryeowook menengadahkan wajahnya. Telunjuknya bergerak menyambungkan setiap bintang yang terlihat seperti titik yang bercahaya hingga membentuk sebuah huruf.

"apa yang kau lakukan hmmh?" tanya Yesung melihat Ryeowook yang menggerak-gerakkan telunjuknya ke kiri dan kanan.

"hmmh, aku sedang menulis nama seseorang dengan bintang-bintang itu" kata Ryeowook sambil menoleh sejenak ke arah Yesung yang sedang tersenyum padanya.

"nama seseorang? Siapa?" tanya Yesung yang kembali menatap bintang-bintang yang semakin terlihat terang karena malam yang semakin larut.

"manajer Kim…" kata Ryeowook sambil tersenyum. Mendengar jawaban Ryeowook, Yesung hanya tersenyum sambil mengacak rambut Ryeowook.

"namaku? Wae? kenapa harus namaku?" tanya Yesung.

"karena manajer Kim, orang yang sangat baik. Seumpama bintang, dirimu selalu menyinari orang lain dengan cahayamu" kata Ryeowook tidak yakin.

"haha… sudahlah. Ini sudah malam. Ayo aku antar pulang" kata Yesung sambil turun dari kap mobil, tapi Ryeowook hanya diam saja.

"wae?" tanya Yesung heran sambil menatap wajah Ryeowook.

"aku tidak mau pulang" kata Ryeowook enggan.

"jadi, kamu mau tidur disini saja?" goda manajer Kim.

"aissh aniyo… aku tidak ingin pulang ke rumah itu. Rasanya aku belum siap harus bertemu dengan Kyuhyun" kata Ryeowook pelan.

"baiklah. Kalau begitu, menginap saja di rumahku. Bagaimana?" tanya Yesung.

"apa tidak akan merepotkan?" tanya Ryeowook merasa tidak enak.

"tentu saja tidak. Ayo!" Yesung membantu Ryeowook turun dari mobil.

~o~

Kyuhyun gelisah menunggu Ryeowook. Karena penasaran, dia segera menuju mobilnya. Lalu mengemudikannya hingga tiba di taman tempat Ryeowook menunggunya sore tadi. Namun, ketika tiba disana hanya kegelapan yang menyelimuti tempat itu. Lampu yang terpasang tidak sanggup menyinari seluruh taman.

"Wookie… Kim Ryeowook…" teriak Kyuhyun. Mengharap bahwa Ryeowook masih ada disini.

'pabo… mana mungkin Ryeowook masih berada disini. Apalagi ini sudah malam' pikir Kyuhyun.

Dia mengeluarkan handphonenya yang baru terisi seperempatnya.

"nomor yang anda tuju sedang tidak aktif" hanya itulah jawaban yang diterima Kyuhyun setiap memanggil no telpon Ryeowook.

"iish Wookie, kamu dimana? Apa kamu ingin membuatku gila hah?" tanya Kyuhyun frustasi.

~o~

"kenapa rumahmu sepi sekali?" tanya Ryeowook ketika mereka memasuki ruang tamu.

"Ahjumma yang waktu itu, dia hanya bekerja sampai jam tujuh malam" kata Yesung sambil berjalan menuju dapur lalu mengambil segelas orange jus untuk Ryeowook.

"gomawo" Ryeowook tersenyum sambil menerima jus itu.

Yesung duduk di sofa disamping Ryeowook.

"emmh, kamu bisa tidur di kamar tamu" kata Yesung. "apa Kyuhyun tidak akan apa-apa kamu menginap disini?" lanjut Yesung.

"ani. Kenapa harus mempedulikan namja itu? Dia saja tidak pernah peduli perasaanku" Ryeowook mendelik, Yesung hanya tersenyum tipis.

Beberapa menit berlalu tanpa obrolan berarti. Yesung dapat melihat bahwa Ryeowook sudah kelelahan.

"ayo, biar aku antar ke kamar" ajak Yesung sambil bangkit dari duduknya, lalu Ryeowook mengikuti dari belakang.

Kamar tamu berada di lantai satu. Yesung menyalakan lampu kamar.

"tunggu sebentar ya!" pinta Yesung sambil keluar kamar. tak berapa lama dia sudah kembali sambil membawa sesuatu di tangannya.

"ini, kamu bisa pakai piyamaku. Emmh mungkin akan terasa agak aneh, tapi lumayan dari pada kamu tidur dengan pakaian formalmu itu" kata Yesung sambil menyerahkan piyama biru muda yang masih terlipat rapi.

"Manajer Kim, sebenarnya aku merasa tidak enak padamu. Tapi… bagaimana lagi, aku tidak tahu…"

"eeh… sssttt. Gwenchanha. Kamu tidak perlu memikirkan apapun. Sekarang, istirahatlah. Lihat, malam sudah larut" kata Yesung segera memotong perkataan Ryeowook, tangannya menggenggam bahu Ryeowook.

"gomawoyo…" Ryeowook tersenyum.

"cheonma…""kalau butuh apa-apa kamu bisa ambil sendiri. Tidak perlu merasa canggung. Anggap saja rumah sendiri. Ok"

"baiklah…"

Yesung akhirnya meninggalkan Ryeowook sendiri di kamar itu. Setelah membersihkan dirinya, Ryeowook merebahkan diri di ranjang yang empuk. Lampu utama sudah dimatikan, penerangan di kamar itu hanya dari lampu sudut yang berada di samping kanan Ryeowook. matanya menatap langit-langit kamar, pikirannya kembali pada Kyuhyun.

'apa maksud Kyuhyun? Kenapa dia menyuruhku menunggunya, sementara dia asyik-asyikan dengan Sungmin. Menyebalkan' pikir Ryeowook. matanya masih enggan untuk terpejam. Tak terasa beberapa jam telah terlewat. Ryeowook hanya berguling-guling di atas kasurnya. Tidak bisa memejamkan mata walaupun hanya sejenak. Ryeowook melirik jam dinding, waktu menunjukkan pukul 02:05.

"aarrgh menyebalkan. Aku jadi tidak bisa tidur karena Kyuhyun" bisik Ryeowook kesal.

Kemudian dia bangun dari tidurnya, berniat mengambil segelas air dari dapur. Ketika melewati tangga, dia melihat sebuah kamar dengan lampu yang masih menyala, dengan pintu yang setengah tertutup.

'apa manajer Kim belum tidur?' pikirnya.

Kakinya berbelok menuju tangga. Perlahan dia mendekati kamar itu. Ketika kepalanya melongok ke dalam, dapat ia lihat Yesung yang tengah duduk di kursi sambil memperhatikan layar laptopnya, sesekali alisnya mengernyit. Beberapa tumpukan map terlihat di hadapannya.

Tok tok tok

Sebelum masuk, Ryeowook mengetuk pintu agar tidak membuat Yesung kaget.

Mendengar suara pintu yang diketuk membuat Yesung mendongakkan kepala.

"Manajer Kim, kau belum tidur?" tanya Ryeowook sambil memasuki ruangan, bisa dibilang itu adalah ruang kerjanya di rumah. Sebuah rak buku berdiri di samping kanan meja kerja Yesung, yang berisi deretan buku-buku, kebanyakan buku yang berbau ekonomi. Di samping kiri terdapat dua buah sofa dan meja kecil. Di belakang sofa itu terdapat jendela yang memisahkan ruangan itu dengan balkon.

"kamu sendiri kenapa belum tidur? Ini sudah malam Wookie" kata Yesung sambil melirik jam dindingnya.

"yaa perkataanmu juga berlaku untuk dirimu sendiri Manajer Kim. Hehe… kau sedang apa?" tanya Ryeowook melirik tumpukan map yang bertuliskan logo perusahaan Lee Sungmin.

"biasa, masih ada pekerjaan yang belum selesai" perlahan Yesung menurunkan layar laptopnya, sambil menatap Ryeowook. tangannya segera beralih pada salah satu map yang ada di hadapannya.

"kau rajin sekali bekerja… sebaikanya istirahat saja Manajer Kim. Tugasmu bisa dilanjutkan besok kan. Besok kan hari minggu, jadi ada banyak waktu untukmu mengerjakan semua ini" kata Ryeowook sambil duduk di salah satu sofa yang berada di sana.

"haha. Kamu ini bisa saja. penderita insomnia, menasehati penderita insomnia yang lainnya. Haha. Tidak akan berhasil" Yesung tertawa sambil menggoyangkan telunjuknya, Ryeowook hanya menggembungkan pipinya.

"mau aku buatkan sesuatu?" tawar Yesung.

"ani… tidak perlu… lanjutkan saja pekerjaanmu. Boleh kan, aku duduk disini, mungkin jika melihatmu bekerja bisa membuatku mengantuk" pinta Ryeowook.

"cckk… tunggu sebentar disini" kata Yesung lalu pergi keluar kamar.

"kau mau kemana Manajer Kim?" tanya Ryeowook

"sebentaar…" kata Yesung dari ambang pintu.

Ryeowook melihat-lihat buku yang berderet. Tidak ada yang menarik perhatiannya. Lalu pandangannya beralih pada tumpukan map di meja kerja Yesung. Tidak ada yang ia mengerti. Matanya tiba-tiba merasa tertarik dengan laptop yang dalam kondisi tertutup.

'memangnya tadi apa yang sedang ia kerjakan? Kenapa menutup laptopnya begitu saja?' pikir Ryeowook. tapi tangannya ia batalkan untuk membuka laptop itu. Tidak baik mencampuri urusan pribadi orang lain. Kemudian dia mendekati jendela, lalu membuka jendela yang tingginya hampir dua meter itu. Desiran angin terasa menerpa kulitnya. Ryeowook lalu keluar dan bersandar di balkon, sambil melihat kelipan lampu dari bangunan-bangunan yang berada di kejauhan.

Yesung masuk kembali kedalam ruang kerjanya sambil membawa dua buah cangkir yang masih mengeluarkan asap dari dalamnya. Dia merasa heran melihat jendela yang terbuka lebar. Dia mengambil selimut dari sofa, biasa ia gunakan jika tidur di ruang kerjanya. Tangan kanan dan kirinya membawa cangkir, sedangkan selimutnya tersampir di lengan kirinya.

"udara dingin, nanti kamu bisa masuk angin" kata Yesung sambil menyimpan kedua cangkir itu di pembatas balkon. Kemudian ia merentangkan selimut yang ia bawa, dan menyelimuti pundak Ryeowook, sehingga yeoja itu merasa nyaman.

"aah gomawo…" Ryeowook merasa malu.

"cckk… ini" Yesung memberikan salah satu cangkir pada Ryeowook.

"apa ini?" kata Ryeowook sambil menggenggam cangkir yang terasa hangat dan menjalari jari-jari tangannya yang dingin.

"itu susu jahe… enak diminum ketika dingin begini. Cobalah!" kata Yesung sambil bibirnya menyeruput susu jahe miliknya.

"aku benar-benar merasa tidak enak padamu Manajer Kim" kata Ryeowook, dirinya mengikuti, perlahan menyeruput susu jahenya. Rasa hangat terasa dari tenggorokkan, turun hingga ke dadanya.

"kenapa? aku merasa biasa saja" Yesung menatap Ryeowook lalu tersenyum lembut.

"eemh…" ditatap begitu oleh Yesung membuat Ryeowook sedikit risih, kembali di seruputnya susu jahe yang masih terasa panas itu.

"oh iya, boleh aku tanya sesuatu" kata Ryeowook beberapa saat kemudian.

"apa?"

"emmh, kenapa selama ini kau baik padaku? Sejak pertama kali aku bekerja pada Nona Lee, kau selalu memperlakukanku dengan baik. Kenapa?" tanya Ryeowook, bagaimanapun dia tidak ingin salah paham pada perhatian yang diberikan Yesung untuknya.

"hmmh… kenapa ya? Aku juga tidak tahu. Aku hanya merasa untuk apa memperlakuakn seseorang dengan buruk. begitupun denganmu… tidak ada alasan aku harus berbuat jahat padamu kan" kata Yesung.

"iya…" Ryeowook mengangguk. "tapi, sepertinya kau memperlakukanku terlalu baik… mungkin aku bisa salah paham padamu" kata Ryeowook polos.

"salah paham?" Yesung mengernyitkan alisnya. "haha… tidak tidak. Kamu tidak perlu berpikir seperti itu Wookie… kamu jangan berpikir sejauh itu" kata Yesung sambil menatap Ryeowook.

"benarkah? Hee… aku juga tidak tahu kenapa aku harus berpikir seperti ini…" Ryeowook tersenyum samar, pipinya memerah merasa malu dengan pikiran dan perkatannya sendiri.

"tenanglah, aku tahu, yang kamu cintai itu hanya Cho Kyuhyun kan. Teruslah berusaha untuk mendapatkan cintanya…" kata Yesung sambil mengacak poni Ryeowook,

Blush…

Wajah Ryeowook kembali memerah.

"bagaimana… kau tahu aku menyukai Kyuhyun. Haha… dia… dia hanya partnerku. Itu saja" Ryeowook mencoba mengelak.

"semua orang bisa melihatnya. Kalian berdua saling memiliki perasaan cinta, tapi kalian merasa malu atau ragu pada perasaan kalian masing-masing" kata Yesung sambil memandang wajah Ryeowook.

"benarkah seperti itu? Apakah perasaanku padanya terlihat jelas?" tanya Ryeowook.

"tentu saja. aku bisa melihat setiap kali kamu menatap Kyuhyun, maka sekelillingmu dipenuhi oleh bunga yang berwarna-warni. Dan ketika kamu melihat senyumnya, maka serentak bunga-bunga itu semakin bermekaran dan bertambah banyak"

"Manajer Kim, hentikan. Tidak seperti itu. Aku serius" Ryeowook gemas pada perkataan Yesung yang menggodanya.

"tidak seperti itu, lalu seperti apa? Apakah seperti… emmh, kamu berdiri di taman bunga, dan ketika Kyuhyun menatapmu, kamu merasa seperti terbang beralaskan bunga-bunga itu?" Yesung masih belum berhenti menggoda Ryeowook yang wajahnya sudah merah padam.

"Kyaaa Manajer Kim, bisa kau hentikan sekarang!" Ryeowook menggembungkan pipinya.

"haha… wae? itu memang kenyataannya kan?" Yesung terlihat gembira bisa mengerjai Ryeowook, tangan kanannya mencubit pipi Ryeowook pelan.

"aniyo… kau senang sekali menggodaku. Menyebalkan…" Ryeowook mempoutkan bibirnya.

"haha… mianhe. Mianhe… habisnya, aku gemas sendiri melihat kalian itu…" sesekali dia masih tertawa melihat wajah Ryeowook yang kesal padanya.

"aah sebaiknya aku tidur sekarang. Manajer Kim, menyebalkan" umpat Ryeowook sambil menjulurkan lidah.

"Wookie…" panggil Yesung sebelum Ryeowook keluar dari ruang kerjanya.

"ada apa lagi?"

"emmh, semoga mimpi indah. Mungkin bermimpi berada di taman bersama Kyuhyun tidak akan terlalu buruk" Yesung masih ingin menggoda Ryeowook.

"yaaa yaaa sudahlah… jaljayo…" Ryeowook segera keluar dari kamar, dari pada menunggu wajahnya kembali merona.

~o~

"kamu yakin, kamu akan baik-baik saja?" tanya Yesung. Saat ini mereka berada di dalam mobil, yang terparkir di halaman rumah Sungmin.

"iya, aku harus bisa. Bagaimanapun aku tidak bisa menghindari Kyuhyun" kata Ryeowook sambil menatap rumah Sungmin.

"kalau ada apa-apa, kamu bisa menelponku" kata Yesung.

"Ne. jangan khawatir. Terima kasih untuk semuanya" kata Ryeowook sambil tersenyum. Kemudian dia turun dari mobil.

Kebetulan saat itu Sungmin tengah berada di kamarnya, menatap keluar jendela dan melihat Ryeowook yang keluar dari mobil Yesung. Sedangkan Kyuhyun baru saja keluar menuju beranda dan hatinya sangat senang melihat Ryeowook sudah pulang. Namun rasa senangnya itu segera berganti dengan rasa sebal melihat siapa yang mengantar Ryeowook.

Melihat Kyuhyun berdiri di beranda, Yesung segera turun dari mobilnya dan mendekati Ryeowook. tanpa alasan apapun dia memeluk Ryeowook dengan erat, membuat yeoja itu gelagapan.

"Ma…Manajer Kim, apa yang kau lakukan?" Ryeowook kaget.

Kyuhyun menatap sebal pada Ryeowook dan Yesung. Tangannya terkepal menahan marah. Sedangkan Yesung memberikan smirk terbaiknya pada Kyuhyun.

"gwenchanha. Ini hanya pelukan pemberi kekuatan…" Yesung terkekeh sambil melepaskan pelukannya.

"pelukan macam apa itu?" Ryeowook sengit.

"sedikit membuat Kyuhyun cemburu tidak apa-apa kan?"

"eh?" Ryeowook tidak mengerti.

"sudahlah. Cepat masuk. aku pulang sekarang ya!" Yesung bersiap menjalankan mobilnya.

"baiklah. Hati-hati di jalan, gomawoyo…" Ryeowook melambaikan tangannya mengantar kepergian mobil Yesung dari hadapannya.

Perlahan dia menghembuskan nafasnya, lalu berbalik hendak memasuki rumah. Ketika melihat beranda, nampak Kyuhyun dengan wajah tertekuk menatapnya dengan tatapan dingin. Ryeowook berjalan menghampiri Kyuhyun, ketika berpapasan sama sekali Ryeowook tidak menyapa Kyuhyun, bahkan hanya melewatinya begitu saja.

"Wookie, kita perlu bicara" kata Kyuhyun dingin.

"aku tidak mau. Aku lelah Kyu, aku hanya ingin beristirahat" Ryeowook menatap wajah Kyuhyun sebentar lalu berjalan menuju tangga.

"Wookie, aku sudah bilang kan jangan dekati namja itu lagi. tapi kenapa kamu malah bersamanya? Apalagi tadi, dia sempat-sempatnya memelukmu. Kamu tahu kan, sudah aku bilang aku bisa marah padamu" cecar Kyuhyun dari belakang Ryeowook.

"itu tidak ada urusannya denganmu Kyu. Kamu mau marah, atau apapun itu, terserah padamu" Ryeowook terus berjalan.

"setidaknya dengarkan dulu kalau aku bicara" Kyuhyun mencengkram pergelangan tangan Ryeowook agar yeoja itu menghentikan langkahnya.

"lepaskan. Aku tidak mau mendengar apapun dari bibirmu itu" kata Ryeowook pelan sambil menepis genggaman tangan Kyuhyun.

"Wookie, kamu tidak tahu, semalam aku tidak bisa tidur karena mencemaskanmu, tapi kamu, malah enak-enakan dengan namja itu. Aku sangat mengkhawatirkanmu, tapi kenapa sikapmu seperti ini. Ada apa sebenarnya?" Kyuhyun emosi.

"mencemaskanku?" Ryeowook menarik nafasnya pelan. "kamu bahkan tidak tahu alasanku bersamanya Kyu. Yang kamu pedulikan hanyalah dirimu sendiri. Sedikitpun kamu tidak pernah peduli bagaimana perasaanku. Tiga jam aku menunggumu di taman. Mungkin bagimu waktu tiga jam itu tidaklah berharga sama sekali. Kamu tahu, aku merasa seperti orang bodoh menunggu disana. Dan ketika aku pulang, apa yang aku lihat? Hah. Kalau kamu ingin bersama dengan Nona Lee, kamu tidak perlu membodohiku seperti itu. Rasanya sakit Kyu" mata Ryeowook kembali berkaca-kaca, Kyuhyun terkejut melihat Ryeowook yang marah padanya.

"Wookie…" suara Kyuhyun melembut.

"sudahlah… lupakan saja" Ryeowook segera membuka pintu kamarnya, dan sebelum Kyuhyun menahan Ryeowook, pintu kamar itu sudah tertutup rapat. Di dalam, sambil bersandar di depan pintu, aimata Ryeowook mengalir deras, tangisnya sudah tidak bisa ditahannya lagi. sementara itu diluar, Kyuhyun masih mencerna perkataan Ryeowook barusan. 'apa mungkin Ryeowook melihat apa yang terjadi antara dia dan Sungmin?' pikir Kyuhyun.

To Be Continue

Tok tok tok…

Annyeong, saya datang. *ditimpuk reder

OMG mianhe, super telat ya ^^. Hehe. Serius lagi sibuk ni saya. Emmh, mudah-mudahan reader nggak pada pundung ya dengan ff ini. Emmh, karena sibuknya, sempet kehilangan feel untuk chap ini. Tapi untungnya sekarang udah nggak lagi. hehe. Mianhe, chap ini sangaaaaaatttt kepanjangan, membosankan, bikin ngantuk, bikin laper, bikin bête, bkin mual, bikin sakit perut, bikin gorengan, bikin minuman, dan bikin macam2 *hadeuh apa sih ini. Hehe. Idenya lagi banyak, banyak yang pengen diceritain. Apa chap ini terlalu bertele-tele? Huhft ini udah dibikin seringkas mungkin, mianhe ya reader. *masukan, kritik dan saran sangat author harapkan* Dan buat para KWS jangan merasa kecewa ne, karena chap ini dipenuhi YW moment. Hehe. Oke deh segitu aja basa-basinya. Oh iya, saengil cukhae untuk uri Angel Voice, semoga suaranya akan selalu kita dengar hingga 10, 20, 30, 40 tahun kedepan. Hehe.

Jeongmal gamsahamnida untuk reviewer setia:

Kyuwook baby: hihi… hmmh, yang belum cukup umur, mesti tutup mata. Aii, jangan gigit2 bibir gitu, ntar jadi sariawan loh. Yuuk ah kita jitak Kyu bareng2. *ditendang sparkyu

Vic89: Yaaak jangan teriak gituh. Emang, kan sengaja pisahin dulu Kyuwooknya. Kkkk.

Yoon HyunWoon: emang. Kyu nyebelin ^^/

Ryeosun: timpuk pake sandal se-kampung. Hehe.

Bluerose: Oke, jawabanmu ada di chap ini. Hehe. Udah tahu kan ^^.

Lailatul Magfiroh 16: silahkan silahkan… ditunggu reviewan di setiap chapnya *ngelunjak kkkk. Haah, WP ku terbengkalai sekarang. Pasti suka kan pas kisseunya itu? Aku juga suka ko *plak. Pertanyaanmu ada jawabannya di chap ini. Selamat membaca aja deh. Thanks ya bebzzz… ^^

Hanazawa kay: Yesung ngabisin Min dari dalam? Hmmh kita lihat saja nanti. Hehe. Yaah resiko jadi cast utama, suka dibikin susah dan menderita. Kkkk

Fiewook: hehe… iya dong harus bisa. Demi wook, akan kulakukan hal yang gak mungkin pun akan kubuat mungkin. Gkgkgk. *demi cinta. Hihi. Eits, enak aja mau dikisseu ma wook, kisseuan Wook Cuma untukku. Hahaha. Pastilah, hampir semua gitu. Pas awalnya suka, eeeh diakhirnya sebel ma kyumin. Kkkk. Eh Chap ini gimana, Yewooknya gimana?

Ryeo ryeo ryeong: haha…. Yang belum cukup umur gk boleh liat. :P yaaaak jangan menimpuk diriku. Tapi kalo ditimpuknya pake Ryeong mah nggak apa-apa. Wkwkw

Raiareong9: hati-hati senyum2 sendirian. ^^ kkkk mianhe, yook ah kita getok kyu rame2.

Cho ryeosomnia fishies: hehe… aku juga iri ma ciuman kyuwook itu. Huhu… haha, bnyak yang sembunyi pas adegan kisseunya. Kkk. NO NO NO, wook, udah sama author ko, tenang aja. ^^

dyahYWS: gomawo, iya ini udah lanjut ^^

Qxu: kmu eommanya Wook kah? Hihi, annyeong ibu mertua. *desigh…

Cartwightelfsuju shawolshinee: kejadian kyumin itu nggak sengaja ko. Beneran. Hehe. Ne, ntar kalo udah waktunya mereka pasti bersatu tenang aja. Yaak,aku manggil kamu apa? Namamu kepanjangan. Kkkk ^^ mianhe, apdetnya telat.

Cloud prince: anyyeong ^^. Nggak ko, kata siapa bibirnya ternoda ma bibir Kyu, kan bibirku lebih dulu ada di bibirnya wook. *di fotonya tapi* hihihi. Dia nggak agresif, cma lebih berani aja. Hehe, sama aja ya. Emang bukan kmu yang ngajarin, tapi aku. Haha *bangga. Boleh,kmu ma jong woon seperti itu, dalam khayalan, dlam mimpi, kkkk.

Haha… ya ampun kmu terobsesi jadi istrinya yesung ya. Dia curhat, ktanya mas kawin yang kmu minta kemahalan, jadi aja dia korupsi buat ngebayar mas kawinnya. Gkgkgk.

Iya yang chap 1 itu Yesung. Oohoho. Haah aku galau, gimana ya caranya bkin dia jadi jahat. Serius dh yang awal tuh Cuma becanda aja tapi, sekarang udah kebablasan. Hehe. Okelah ntar aku certain kenapa Yesung jadi jahat gt.

Emang alasannya kuno, tapi kan, dimana-mana kalau main cast suka "disiksa" dulu, baru ntarnya heppy. *author yang kejam. Naah pertanyaanmu udah kejawab kan di chap ini. Wehehe… siapa tahu suatu saat nanti takdir berpihak pada Yewook ya. ^^ gimana yewooknya. Biarpun kayak gini, mudah2n kmu gk kecewa ya sma moment yewooknya.

Nggak apa-apa, Beneran. Jangan ngerasa nggak enak gitu. Aku seneng aja, bisa ada reviewer serajin kamu. Serius dh. Mianhe, aku masih sibuk banget soalnya. Hiks. Tadinya aku mau hiatus dulu, tapi nggak tega. Aq jga pernah jdi reader, klo bca yang apdetnya lama suka jadi males. Hiks.

Kkkk aku aja yang bikin, ngiri tuh sama kyuwook. Ngarep suatu hari nanti wook akan menciumku seperti itu juga. Hehe. Ok dh gomawo ya. Chap ini jangan lupa dibaca ya ^^/

Dheek enha1: gomawo… masih penasaran kah sma yesungnya? ^^

Hyosun98: Yaaak ngapain bawa si eyang disini? Hihihi… kirey-chan? Kyknya seru juga. Hehe. Wkwkw, iya nih yesungnya labil. Gimana ya kalau bikin dia full jahat, nggak tega juga. Tapi kalau baik, juga nggak mungkin. Kkkkk. Ini udah lanjut, gimana chap ini?

Wonnie: udah lanjut ^^

Kirefa: naah klo di chap ini, Yewook yang bnyak dan Kyuwook nyempil. Hehe. Huhuhu, kan harus ada pemisah dulu antara kyuwooknya, kkkk. Mian,aku nggak bisa bkin kyuwook full d chap ini. Iya betul,ini semakin mendekati chap ending, ingin segera berakhir. Hehe. Gomawo ya kirefa ^^/

umilcloudELF: haha, nggak nyangka kan…

alif ryeosomnia: wkwkwk iri ya ma kisseunya KW itu. Huhu, aq jga. Kkkk ciuman kyumin, alasannya terungkap disini. Hehe. Mian ya telat banget apdetnya. ^^

ryeo2119: Ne, ini udah lanjut.

Jovita: disini bukan cinta bersegi-segi, tapi lingkaran aja dh. Hehe. Kkkk ayo tebak lagi gimana. Kan biasanya emang gitu kan. Marahan dulu, ntarnya bersatu. Mungkin. Hehe.

Defi AF: hohoho… gwenchanha. Kyuhyun dan Yesung abu-abu. Seabu-abu rambutnya Wook _ huhu… di chap ini udah bisa ketebak kan gimana.

Purebluekyuwook / Mimi: hehe mian telat sekali ya apdetnya. Aku juga sama nggak suka sama couple itu. Hoho. Mian ya chap ini Kyuwooknya dikkit banget. ^^ gomawo Mimi.

Dhia bintang: emang, kyu egois bnget. Huhu.. yewooknya gimana? Suka?

Dwiihae: Ne, ini udah dilanjutin. Gomawo ya dwii… ^^

Ryeonggyulove: ciuman karena ketidak sengajaan ko itu. Hehe. Iya kah komen di WP juga? ^^ gomawo ya. Aq jdi jarang ngurus WPku, ckckck…

Sushimakipark: hehe… emmh pertanyaanmu nanti akan menemukan jawabnnya sendiri, *ketika cerita ini berakhir. Chap ini gimana? Yewooknya puas? Hehe.

Casanova indah: ok udah lanjut. Gomawo ya. ^^

Niisaa9: owwh… semoga nilai UKK-nya bagus2 ya ^^. Hehe, keren nggak Yesung menggelapkan dana perusahaan? Haha *sarap. Eh itu wook, kalo diitung2, bukan 1 jam ternyata nunggunya. Tiga jam tapi. Hoho.

Sri: Ne, ini udah lanjut.

ivhaRyeosomnia: udah lanjut.

*ada yang belum kesebut? Silahkan lapor ke author. Hehe*

*ditunggu lagi reviewnya. Membaca review dari kalian, memberikan tambahan semangat untukku*

~gamsahamnida~

~see u~