®KIBUM'S SCANDAL®
.
Main cast : Kim Kibum,
Kyuhyun – Ryeowook,
Yesung, Hyukkie
Others
.
Disclaimer : Super junior adalah milik keluarga mereka, ELF. Dan masih berharap bila Cho Kyuhyun akan menjadi suami saya nanti. #Plakkkk
Warning : Gaje, Abal-abal, genderswitch, OOC, TYPO, dll… N' NO BASH ne. RnR..
.
.
Kibum melangkah pasti memasuki ruang konferensi pers. Senyum manisnya terkembang saat blitz dari berbagai kamera menerpa wajahnya. Wartawan semakin grasak-grusuk ditempat mereka duduk tanpa sedikitpun lengah akan sasaran mereka. Kyuhyun dan juga Ryeowook yang memasuki terakhir ruangan tersebut, segera mempercepat langkah mereka untuk duduk disamping Kibum. Kibum tersenyum melihat kedatangan mereka, walau siapa yang tau bila hatinya ikut tersenyum atau tidak?
"Baiklah.. untuk teman-teman sekalian harap tenang semuanya~" himbau Hyukkie. Semua wartawan perlahan-lahan mulai tenang dan duduk ditempatnya masing-masing.
"Seperti kabar yang tengah beredar di masyarakat umum saat ini, bahwa Kim Bryan atau yang dikenal sebagai Kim Kibum tersenter kabar bila ia telah mempunyai dua orang anak. Untuk itu, kami selaku agensi dari Kim Bryan akan mengkonfirmasikan berita tersebut kepada kalian semua tentang kebenarannya, agar masyarakat luas dapat mengetahui yang sebenarnya tanpa ada lagi simpang siur tentang gossip tersebut." tutur Hyukkie tegas. Mereka yang semula sedikit tenang, kembali lagi berkicau sesama mereka. Kibum yang memang diawal sudah takut akan nasib karirnya, bertambah semakin takut melihat para wartawan yang tampak jijik menatapnya ditambah dengan gerak bibir mereka yang seakan mencibirnya secara tidak lansung.
"Apa kita bisa mulai?~"tanya Hyukkie pada mereka semua. Semua mengangguk dengan menjawab 'ya'. Hyukkie menoleh menghadap Kibum. Kibum tau apa maksud dari tatapan tersebut, tatapan yang ditujukan padanya untuk memulai sandiwara ini. Sandiwara?
Ya, sebuah pentas drama picisan yang sengaja Hyukkie buat bersamanya. Kibum ingat betul perbincangan singkat antaranya dan juga Hyukkie beberapa menit silam. "Buat semua orang merasa simpati kepadamu, dan karirmu akan selamat. Jangan takut, masyarakat akan termakan oleh omongamu bila kau mampu mengendalikannya. Kau tak ingin karirmu akan hancur dihari ini jugakan Bummie?" tanya Hyukkie.
Walau hanya sepenggal kalimat pendek, Kibum paham betul akan maknanya. Ia mampu bersandiwara, toh ia adalah seorang actor yang mempunyai nama. Tapi entah mengapa, untuk hari ini, ia merasa tak mampu berakting sebaik biasanya.. ia sudah merasa takut terlebih dahulu. Ia mendesah berat dan berdiri dari duduknya. Ditatapnya segerombolan mic yang sudah tersusun rapi dihadapannya. Ia semakin gerah akan pemandangan dihadapannya kini, sekecil apapun ucapannya akan ditangkap lansung oleh mic-mic yang berjajaran itu.
"Halo semuanya.. aku Kim Bryan, dan tujuanku berdiri disini..aku akan mengklarifikasi semua pemberitaan yang tengah menjadi perbincangan diluar akan statusku yang mempunyai dua orang anak~" Kyuhyun melihat Kibum sekilas lalu menunduk dalam. Diremasnya ujung bajunya kuat. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya dalam dan menahan tangisnya. Entah karena hal apa yang membuatnya menjadi begini. Semua tak menyadari apa yang tengah terjadi pada Kyuhyun, karena titik kefokusan mereka semuanya teralih terhadap Kibum.
"Aku membenarkan berita tersebut. Dua yeoja disampingku ini adalah kedua anakku, Kim Kyuhyun dan juga Kim Ryeowook. Mereka adalah kembar dan merupakan darah dagingku." Akui Kibum.
"Bryan, Kenapa baru sekarang kau mengatakan bila kau memiliki seorang anak? Apakah hal ini sengaja kau perbuat guna menaikkan popularitasmu yang kini mungkin tengah terpuruk?" tanya salah satu pers.
Kibum tersenyum lembut, lalu menjawab pertanyaan tersebut dengan tenang,"Aku akui bila sekarang aku masih terlibat masalah hukum dengan agensi lamaku. Tapi untuk masalah ini, ini benar-benar real kesalahanku. Aku sadar akan asumsi masyarakat yang mungkin tengah mencibir ataupun menghujatku saat ini, aku terima itu. Dan asal semua orang tau, bukankah manusia adalah gudangnya segala dosa? aku yang dimata kalian tampak layaknya pangeran yang sempurna, sejatinya aku juga manusia yang tak pernah luput dari dosa.."
"Sekarang anda mengakui bila status anda kini adalah seorang ayah, apakah anda tidak takut bila nantinya anda akan ditinggalkan fangirl fanatic anda dan anda akan semakin dihujat setelah ini?"
"Semua orang berhak untuk memilih, bahkan itu seorang fans. Tak masalah untukku bila aku akan kehilangan fans setiaku dan dihujat masyarakat umum, aku bisa menerimanya. Tapi, aku tak bisa menerima terus-terusan bila kedua anakku hidup dalam kehidupan yang memaksa mereka untuk tetap berbohong akan keberadaan ayah mereka. Aku ingin bebas bercengkrama bersama mereka, mengakui kepada seluruh dunia bila aku adalah ayah mereka dan juga mengisi waktu luang bersama mereka. Itulah keinginanku.."
Sontak, Kyuhyun memandang lekat Kibum dari samping. Benarkah yang barusan ia dengar? Bukan hanya Kyuhyun yang terenyuh akan pengakuan yang Kibum ungkapkan, bahkan para wartawan pun ikut tersenyuh akan ketulusan Kibum tersebut.
"Kyuhyun ssi- Ryeowook ssi-.. Kini kalian benar-benar tinggal satu apartemen bersama ayah kalian, dan menjadi pertanyaan saya.. dimanakah ibu kalian kini?"
KyuWook mendongak dan sontak serbuan blitz kamera mengarah pada mereka. Cukup lama bagi mereka untuk menjawab. Sedikit ada keraguan untuk mereka segera menjawab.
"Eomma..eomma..~"jawab Ryeowook terbata namun dibantah tegas oleh Kyuhyun.
"Kim Kibum bukanlah ayah kami."
Semua sontak kaget, termasuk Ryeowook. Kyuhyun berdiri dari duduknya. Matanya memandang lepas keseluruh penjuru ruangan dengan tatapan nyalangnya. Kyuhyun masih menggigit bibir bawahnya dalam dan juga matanya yang sedikit berkaca-kaca.
"Dia bukanlah ayah kami. Kami sengaja mengaku bila kami adalah anaknya dan memaksa dia untuk mengadopsi kami. Kekayaan dan ketenarannyalah yang membuat kami gelap mata dan semakin gencar untuk menipunya. " jawab Kyuhyun tegas.
Kibum melotot tidak percaya, bahkan Yesung terlihat sedikit limblung mempertahankan posisinya berdiri dibelakang Kibum. Ryeowook menarik ujung baju Kyuhyun dan berusaha untuk membujuk yeoja tersebut segera bungkam dan duduk. Kyuhyun menggeleng keras. Ia tetap bersikukuh berdiri dan segera membual dihadapan para awak media.
"Kami memang tidak mempunyai kedua orang tua sejak kecil. Dan saat melihat Kibum oppa ditelevisi untuk pertama kali, kami lansung terkesima terhadapnya~"
"Kyu.."lirih Ryeowook masih dengan menarik ujung baju Kyuhyun. Kyuhyun tak menggubris, ia masih tetap melanjutkan kata-katanya.
"Hingga suatu hari kami bertemu seseorang yang mengaku pernah menjalin hubungan semasa kecil bersamanya, dan kami pergunakan kesempatan itu untuk memperalatnya dan menjadikan ia perantara bagi kami dalam mencapai karier disini."
PLAKK!
Satu tamparan dahsyat Hyukkie layangkan kepipi tirus Kyuhyun. Kyuhyun hanya diam, ia tak membalas ataupun membentak perlakuan Hyukkie yang membuatnya terhina begini. Walau terlihat jelas tanda merah tergambar dipipinya, Kyuhyun masih diam. Bahkan semua ikut terperangah akan perlakuan kasar Hyukkie.
"Kau! Beraninya kau mempermainkan kami semua! Karier katamu? Apa kau pantas mendapat karier yang bagus dengan tindakan penipuanmu ini? Kau kira siapa kalian berdua? Tak akan kubiarkan kalian lepas atas guyolan kekanakkan kalian ini." bentak Hyukkie. Kyuhyun semakin menggigit bibir bawahnya hingga sedikit berdarah disana. Bulir bening yang sengaja ia tahan, tak mampu ia bendung lagi. Hatinya kini hancur sudah dipermalukan didepan khalayak umum.
Sungmin yang sedari tadi memperhatikan dari jauh, sedikit teriris rasanya melihat semua orang yang memperlakukannya begitu hina demikian. Ia benar-benar tak tega, hingga ia berusaha menarik lengan Kyuhyun untuk menjauh dari ruang tersebut. Kyuhyun menolak telak ajakan Sungmin. Ia masih bersikukuh untuk berdiri disana walau iapun tak tau apa gunanya lagi untuk berdiri disana.
"Kau jangan bodoh Kyu.. Kajja.." bisik Sungmin. Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin kuat dan berlari meninggalkan ruangan tersebut dengan derai airmata yang membasahi pipinya. Kyuhyun terus menangis tersedu-sedu seiring kakinya berlari menaiki tangga darurat dan menuju atap gedung. Ia menangis tersedu-sedu disana, menekuk lututnya dalam dan menenggelamkan kepalanya diantara kedua lututnya. Terlihat jelas bila ia tengah meratapi kebodohan yang ia perbuat tadi. Sungmin yang sengaja mengikuti langkah Kyuhyun hanya menatap sendu keterpurukan Kyuhyun dari jauh.
Ingin niat hatinya untuk menghibur yeoja yang ia sayangi, tapi menurut namja manis tersebut..percuma untuk menemaninya kini disaat dirinya memang tidak membutuhkan orang disekitarnya. Sungmin hanya tersenyum maklum dan meninggalkan Kyuhyun seorang disana, namun sebelum benar-benar ia meninggalkan Kyuhyun, Sungmin berbalik sejenak memandang Kyuhyun yang masih terpuruk dalam kondisi yang sama. Sungmin kembali tersenyum, namun senyumnya kandas saat potret diri orang lain mendekati letak posisi Kyuhyun.
Sejenak Sungmin mengernyit heran, menelisik siapa gerangan tersebut. Sungmin merapatkan dirinya kedinding dan menatap lekat mereka. Orang tersebut sedikit menyepakkan kakinya yang memakai high heels ke kaki Kyuhyun. Kyuhyun tersentak, mengangkat wajahnya yang telah basah dan menatap orang tersebut. Sungmin heran akan reaksi Kyuhyun yang tampak ketakutan saat menatap wajah orang tersebut. Ia juga ikut penasaran akan wajahnya, tapi apa yang bisa ia perbuat.. orang tersebut tak membuka mantel dan juga penutup kepalanya hingga membuatnya semakin misterius terlihat.
"Pekerjaanmu bagus! Tapi kenapa kau begitu takut melihatku Kim Kyuhyun?" tanya orang tersebut. Sungmin semakin merapatkan dirinya dan bisa menangkap arah pembicaraan mereka.
"Eomma.. aku mohon, lepaskan kami.." rintih Kyuhyun. Sungmin kaget bukan main, tentang apa kebenaran yang ia dengar. Dialihkannya pandangannya cepat mengarah pada mereka. Sungmin perlahan melebarkan pandangannya saat orang tersebut membuka penutup kepalanya. 'Chullie?' kagetnya dalam hati.
Heechul mendekati Kyuhyun yang makin tampak ketakutan. Kyuhyun yang semakin takut, berusaha beringsut mundur dari duduknya. Heechul berseringai lalu mendaratkan ujung lancip dari heelsnya ke permukaan punggung tangan Kyuhyun. Sontak Kyuhyun kesakitan. Ia tak bisa berteriak keras dan membuat orang-orang yang mendengarnya akan datang kemari, namun Kyuhyun hanya menahan sakit dan perihnya injakkan tersebut. Bulir matanya terus mengalir menandakan bagaimana injakkan tersebut sungguh menyakitkan untukknya, bahkan kulit mulusnya juga merasakan sakit yang serupa hingga gurat kebiruan tercap menakutkan disana.
"Kau memang anak penurut Kyu.. Aku bangga padamu, nak!" tuturnya sarkatis. Kyuhyun tak menjawab, ia masih saja menahan sakit dari telapak tangannya seraya menangis dalam diam. Sungmin yang sedari tadi hanya menjadi penonton dari drama tragis yang tersuguh, tak mampu utuk melakukan apa-apa hingga ia benar-benar tau apa yang sebenarnya terjadi. Hatinya memang teriris melihat kondisi Kyuhyun saat ini, tapi ia harus menahannya terlebih dahulu.
"Da..darimana kau tau nomor handphoneku?" tanya Kyuhyun.
"Apakah itu sebuah kata sambutan untuk eommamu nak? Dan apa salahnya seorang ibu mengetahui keadaan anaknya? Eomma hanya ingin melepas rindu padamu dan juga Wookie.."
Cuihh!
Sungmin semakin melotot sempurna saat Kyuhyun meludahi wajah Heechul. Apakah ia wanita gila? Dan bukankah tadi ia memanggil Heechul dengan sebutan eomma? Tapi kenapa ia malah meludahi ibu kandungnya sendiri? Sungmin makin tidak mengerti akan lakon drama tersebut.
Heechul yang merasa terhina, lansung mencekik Kyuhyun dan menguncinya ketembok tempat dimana Kyuhyun bersender. Sungmin semakin kalut dengan apa yang ia lihat, ia tak kuat lagi untuk menonton adegan demi adegan yang sungguh tragis tersebut. Ia berusaha keluar dari tempat persembunyiannya namun lagi-lagi langkahnya terhenti saat ucapan Kyuhyun mengganggu pendengarannya.
"Bu..bunuh saja a..aku! Bu..Bukan..kah i..itu yang k..k..kau mau? A..aku tak I..ngin l..lagi bu..bu..dakmu. Su..sudah cu..cu..kup!" ucap Kyuhyun terbata ditengah cekikan yang Heechul layangkan padanya.
Cuihh!
Kali ini bukan Kyuhyun yang melayangkan air liurnya kewajah cantik Heechul, malah sebaliknya. Kyuhyun hanya diam, menutup rapat matanya dengan ketakutan yang jelas tergambar diwajahnya. Ia tak dapat berbuat apapun untuk melawan Heechul saat ini.
"Kau membantahku? Kenapa? Kalian sudah bosan hidup rupanya?"
Heechul menjambak rambut Kyuhyun kasar dan menghentakkannya ketembok belakang seraya berkata, "Kalian takkan bisa lari dariku, sekecil apapun tempat persembunyian kalian.. kalian takkan bisa bahkan neraka sekalipun. Dan sekarang kalian ingin bersembunyi diketiak appa kalian? Oh Kyunnie, kau kira namja bodoh itu mampu melindungi kau dan juga Wookie? Bukan aku yang akan mati.. namun ia yang akan mati ditanganku."
Kyuhyun terbelalak kaget. Ia menggeleng kepalanya kasar masih dengan bulir bening yang telah membingkai wajahnya. Begitupun Sungmin, tak mampu lagi ia menahan dri untuk menyaksikan kematian Kyuhyun bila yeoja itu masih bersikeras untuk melawan Heechul.
"Yeobo.. kau terlalu bersemangat sekali memberikan peringatan kepadanya.." seru seorang namja dengan style formalitasnya. Heechul menoleh dan tersenyum manis memandang namja tersebut.
"Oh kenapa wajahmu sayang? Apa anak ini yang melakukannya terhadapmu?" tanya namja tersebut, Heechul mengangguk manja dan…
PLAKK!
Lengkap sudah penderitaan Kyuhyun saat satu tamparan manis melayang kepipinya. Sungmin semakin gerah dengan apa yang ia lihat. Ia tak tahan lagi harus melihat yeoja yang begitu ia cintai diperlakukan semena-mena demikian. Ia melangkah maju dengan membawa sebuah balok kayu yang tergeletak didekatnya dan menghantam punggung namja tersebut dengan balok tersebut.
Brukk…
Namja tersebut terjatuh akibat hantaman balok yang Sungmin daratkan. Heechul dan juga Kyuhyun yang menjadi saksi dari tindakan anarkis Sungmin, hanya bisa bungkam dalam keterkagetan mereka.
"YA! Kau apakan suamiku?" bentak Heechul. Sungmin berdecih menanggapinya. Diraihnya cepat tubuh Kyuhyun yang lemah dalam dekapannya dan menatap tajam dua maklhuk yang telah menyiksa yeoja manis tersebut.
"Rupanya ada kucing liar yang berkeliaran disini.." ujar namja tersebut. Ia mengelap sudut bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah lalu berseringai kejam memandang Sungmin. "Ck, kau rupanya Lee Sungmin? Sudah lama kita tidak berjumpa?" tambah Heechul. Sungmin tersenyum mengejek kearah Heechul seakan tak suka melihat kehadiran Heechul dihadapannya.
"Kau tak usah berbasa-basi segala noona, aku peringatkan sekali lagi padamu..bila sampai kau menyakiti Kyunnie, kau harus berurusan denganku."
Heechul tertawa, begitupun namja disampingnya. "Woww..amazing!" ejek namja tersebut.
"Sudahlah.. ayo kita pergi dari sini.." pinta Kyuhyun. Sungmin menyanggupi, dipapahnya tubuh Kyuhyun untuk pergi dari sini.
"Namamu Lee Sungmin bukan? Anak pemilik dari Lee company terbesar diSeoul?" interupsi namja itu. Sungmin menoleh, dan bertanya dengan sarkatisnya " siapa kau sebenarnya?"
"Kau tak perlu tau siapa aku, tetapi yang jelas bila kau ingin bermain..jangan bersamaku! Atau mainanmu itu akan ku musnahkan dimuka bumi ini.." jawabnya. Sungmin tak menggubris, ia tak ingin bertele-tele menanggapi kegilaan Heechul dan namja misterius tersebut. Ia tetap memapah Kyuhyun menjauhi tempat tersebut dan tak menghiraukan panggilan atau hinaan yang terucap cantik dari mulut Heechul. Gerah sudah pasti melanda hati Sungmin. Tapi melihat kondisi Kyuhyun yang begitu lemah saat ini, tidak mungkin Sungmin mampu meladeninya.
"Gertakan yang bagus, chagi.." puji Heechul. Namja tersebut tersenyum manja dengan menciumi Heechul sejenak, "Kau seperti baru tau saja siapa sebenarnya Lee Donghae suamimu, yeobo" jawabnya.
®KIBUM'S SCANDAL®
.
Kibum memasuki sebuah ruangan mengikuti Hyukkie yang menjadi pemandunya. Sebuah ruangan yang tersedia satu buah meja panjang dengan dikelilingi kursi-kursi bersamanya. Ruangan yang biasa dipakai sebagai ruangan rapat proyeksi perusahaan, tampak begitu hening dan juga sepi. Kibum mendudukkan dirinya disebuah kursi ujung meja. Yesung yang mengokeri langkah Kibum, juga mengikuti Kibum dengan duduk disampingnya dan hanya Hyukkie yang duduk dihadapan mereka.
Kibum menyenderkan kepalanya kepunggung kursi seraya melipat kedua tangannya. Rautnya yang biasa takut dan juga bingung tergantikan dengan sikap santai yang dimilikinya. Handphonya bergetar, ia merogoh sakunya dan melihat siapa gerangan yang menelponnya, namun saat nama Ryeowook tertera disana, ia melempar handphonenya kesembarang arah dan seolah tak memperdulikannya. Yesung mencoba meraih handphone Kibum yang masih berbunyi tersebut, tapi Kibum mencegahnya. Ia meraih handphonenya dan dengan segera menonaktifkanya.
"Ke.. ~" tanya Yesung dan segera dipotong Kibum. "Aku tak mempunyai waktu untuk mendengar alasan yang dibuat-buat.." jawab Kibum santai. Yesung hanya diam dan tak ingin lagi membantah perkataan Kibum. Ia mengerti bagaimana perasaan Kibum saat ini. Hancur! Ditipu habis-habisan oleh orang yang dia sendiri telah mencoba untuk menerima mereka. Mungkin sikapnya masih terlihat cuek bahkan ketus melihat keberadaan mereka, namun siap yang tau bila kedua sosok tersebut sudah mampu menarik perhatiannya dan mencoba untuk menjadi sosok ayah sesungguhnya..tapi apa yang didapatnya? Kepalsuan untuk meraih ambisi yang ia terima. Hati siapa yang tak kalut? Bahkan disaat orang-orang mengalami yang namanya putus cinta, orang tersebut merasa separuh hidupnya hilang atau bahkan dunia akan meruntuh.. tapi ini lebih dari pengalaman putus cinta.. dan efeknya bahkan jauh dari runtuhnya dunia #alayModeON
Handphonenya mungkin telah dinonaktifkan, namun kini berganti handhphone milik Yesung yang berbunyi nyaring memekakkan telinga. Empat pasang mata yang berada disana beralih memandang Yesung dan menyuruhnya untuk segera menonaktifkan. Yesung menggeleng ala anak-anak yang tengah mengambek, Kibum berdecak kesal dengan tatapan membunuhnya dan membuat Yesung kalah dan menurut.
"Handhphone ku yang berbunyi kenapa kau menggertakku? Mungkin saja itu panggilan pekerjaan untukmu, Bummie.." gerutu Yesung.
"Kau tak usah berpura-pura hyung, aku tau siapa yang menelpon mu.. paling salah satu diantara mereka, YA KAN?. Sekarang kau diamlah dan duduk yang tenang disini." Jawab Kibum. Yesung mengangguk patut dengan perkataan Kibum. Kini ia hanya duduk manis tanpa berkata apapun.
Pintu utama ruang tersebut terbuka dan seorang namja paruh baya berjas rapi masuk menemui mereka. Tak ada lekuk ramah atau sopan-santunnya menyapa mereka. Rautnya menegang hendak menahan amarah. KiSung dan juga Hyukkie yang mengamati ketegangan dari tatapannya hanya bisa diam enggan untuk bertanya. Namja tersebut duduk di kursi singasananya diujung meja. Ditatapnya satu persatu orang-orang yang berada diruangan ini. Ia berdecak kesal lalu mengusap wajahnya kasar.
"Lelucon apa yang kalian mainkan saat ini!" amarahnya.
"Appa.."eluh Hyukkie.
"Tindakan konyol kalian, membuat hampir semua uangku melayang keluar! Kalian berharap dengan tingkah kekanakan kalian akan menarik simpati masyarakat? Kalian hanya akan menjadi cemoohan orang diluar.. terutama kau Bryan!"
Kibum yang semula menunduk tak enak hati, sontak mendongak menatap si empu perusahaan. "Tapi seonsangnim, itu semua benar adanya tanpa ada sedikitpun rekayasa yang kami buat."
"Kau ingin mengatakan bila kau memang mempunyai dua orang anak dan kau tertipu oleh mereka? Sudahlah..aku lelah untuk mendengar penjelasanmu, Bryan! Kau hanya ingin mencari-cari alasan.."
Kibum bungkam tak ingin lagi berargumen. Ia sadar betul akan posisinya saat ini. Hanya seorang pengemis yang memang sengaja mengais rizki di perusahaan ternama ini. Tak ada yang salah dari ucapan Lee Soo man selaku petinggi agensi perusahaannya, dan juga ayah dari yeoja yang pernah mengisi hatinya..Lee Hyukjae.
"Dan kau Hyukjae, sudah cukup kau menjadi managernya dan kembalilah ke London untuk menjalani anak perusahaan kita. Kau mengerti?"
"Shireo!" bantah Hyukkie dengan nada meninggi. Ia menggeleng cepat dengan raut kalut yang sudah mendominasi wajahnya. Diraihnya jemari Soo man-ssi, menyalurkan semua kesungguhan yang dimilikinya. "Aku hanya ingin disini. Aku tak ingin tinggal bersama halmeoni di London appa.. kehidupanku ada disini, bukan di London!"
"Aku bilang kau harus pergi Lee Hyukjae! Aku tak ingin kau semakin ikut terseret kedalam kasus yang dibuat oleh mereka nantinya. Kembalilah kesana dan dengarkan perintah appa!"
Hyukkie menggeleng keras dan menangis. KiSung yang hanya menjadi penonton disini, semakin diam dan menunduk dalam. Ingin rasanya mereka untuk pergi dan membiarkan kedua keluarga ini untuk membereskan masalah mereka, namun apa daya mereka saat ini.. untuk berdiri saja mereka sudah merasa kelu akan kesengitan perdebatan disini.
"Noona~" panggil Kibum. Hyukkie yang berurai airmata menoleh menatap Kibum walau jemarinya masih tersemat ditangan ayahnya.
"Apa yang seonsangnim katakan benar. Bila kau semakin berada disisiku, kau akan mendapat masalah besar yang akan menyulitkanmu. Aku tak apa-apa..aku mampu untuk menyelesaikan masalahku sendiri disini.." jelas Kibum.
"Dan untuk seonsangmin, aku tau maksud dari perjumpaan kita pada hari ini. Sungguh kebanggan yang besar untukku hingga anda mau lansung menemuiku dan menegur akan keteledoranku. Aku akan menyelesaikan masalah ini segera tanpa harus menyeret perusahaan kedalamnya dan tak akan membuatnya merugi.."
"Bagus! kau pintar ternyata.." jawab Soo man. Kibum tersenyum kecut. Ia berusaha beranjak dan menunduk dalam sebagai salam hormatnya dan segera undur diri. Yesung yang melihat kepergian Kibum, gelagapan dan segera menyusul kepergian Kibum.
"Apapun yang terjadi aku tidak akan pergi. Akan kubuktikan pada appa, bila aku bisa meyelesaikan masalah ini.. dan akan mengembalikan uang appa yang hilang tersebut." jawab Hyukkie dingin. Ia segera beranjak dan menyusul kepergian KiSung. Soo man yang tinggal seorang diruangan tersebut hanya tersenyum melihat kepergian Hyukkie yang telah hilang dibalik pintu.
"Rupanya Hyukjae kecilku tidak lagi menjadi yeoja manja.."gumamnya.
.
.
®KIBUM'S SCANDAL®
.
Kyuhyun masih membisu dalam diamnya. Ia seolah takut untuk lansung bertatap muka dengan Sungmin. Sungmin yang sedari tadi selalu berada disisi Kyuhyun juga ikut bungkam, turut merasakan apa yang Kyuhyun rasakan hari ini. Walau rasa hatinya ia ingin bertanya gerangan Heechul yang tiba-tiba menampakkan dirinya.
Suasana semakin mencengkam dimobil. Sepanjang perjalanan tak ada pembicaraan atau bahkan guyolan yang Sungmin umbar untuk menghibur Kyuhyun. Ia merasa tak enak hati bila harus tersenyum atau bahkan tertawa disaat yeoja yang ia sayangi masih merasa tersakiti.
Hingga mereka tiba di area parkir apartement Kibum, mereka masih bungkam dalam diri sendiri. Walau kendaraan mereka telah terpakirkan dengan rapi, tak ada niat salah satu dari mereka yang mencoba untuk mendahulu pergi. Sungmin masih bersikukuh untuk tetap disamping Kyuhyun dengan seribu pertanyaan dibenaknya, dan juga Kyuhyun yang masih menunduk dengan kegalauan hatinya.
Sungmin menoleh kearah Kyuhyun sebentar, lalu kembali memegang setir kemudinya. Ia bingung harus dimulai dari mana pembicaraannya hingga tak membuat Kyuhyun tersinggung, namun siapa yang menyangka bila Kyuhyun tau arah kegusaran Sungmin dan mulai bercerita,
"Eomma memang orang yang mudah merasa depresi. Itu yang kami lihat sejak kecil. Terkadang aku ataupun Wookie selalu mendapatkan eomma menyendiri ataupun menangis. Namun, eomma selalu menyembunyikan sikapnya itu dari kami. Mungkin kau juga taukan oppa bagaimana kehidupan kami di Ilsan? Terkucilkan oleh penduduk karena eomma melahirkan kami diusia yang masih belia. Hingga hari dimana haraboeji meninggal, sikap eomma semakin larut dalam kesendiriannya~"
Kyuhyun menarik nafasnya pelan sebelum melanjutkan ceritanya, begitupun dengan Sungmin yang terlihat semakin tercekat akan cerita Kyuhyun.
"Kami kehilangan sosok eomma sebenarnya .. Eomma terkadang menjerit histeris, murka, dan terkadang bersikap lembut penuh keibuan.. seakan ia mempunyai kepribadian yang lain."
"Alter Ego?" tanya Sungmin. Kyuhyun mengangguk lalu menunduk dalam.
"Bila saat amarahnya tiba, kami selalu menjadi sasaran empuk baginya. Pemukulan, penganiayaan, kedua hal itu yang kerap kami rasakan setiap harinya. Namun bila saat sisi kebaikannya yang muncul, eomma sangat menyayangi kami lebih dari apapun."
"Lalu?" tanya Sungmin. Kyuhyun berbalik menatap Sungmin dengan tatapan datarnya. Sungmin yang merasa tak enak hati hanya bisa tertawa kaku. "Bila kau tak mau melanjutkan ceritamu.. tidak apa-apa eheh.."
"Tetangga yang semula mengucilkan kami, sedikit demi sedikit merasa iba akan tindakan eomma terhadap kami. Puncak amarah warga datang saat mereka memergokiku yang tengah mendapat hukuman dari eomma~"
"Hukuman?"
"Hal sepele karena aku tak lansung menyahut panggilannya. Kau lihat luka ini~" Kyuhyun membuka sedikit bajunya dan membiarkan bahunya yang dipenuhi akan bekas luka tercetak indah dibahunya. "Itu~"
"Ya..luka bakar akibat setrika saat eomma memberikanku hukuman waktu itu." Jawab Kyuhyun.
"Lalu kenapa kau bilang Chullie sudah meninggal?"
"Disikap baiknya, eomma mengajak kami untuk bermain kesisi pantai. Riak tawa yang kami hasilkan waktu itu tak dapat aku lupakan melihat raut wajah eomma yang begitu damai dan penuh kehangatan. Hingga eomma mengajak kami untuk ketengah laut dan berkata bila haraboeji tengah menunggu kami bertiga. Takut! Jelas itu yang aku dan Ryeowook rasakan. Namun, melihat senyum tulus yang sudah lama tak pernah kami lihat, hal konyol itu kami lakukan dengan sukarela asal senyum eomma tersebut tetap abadi"
"Lalu?"
"Ombak laut yang kuat membuat pegangan kami terlepas dari eomma dan kami tak mengingat apa-apa lagi. Setelah aku sadar, yang aku lihat adalah kami berada disisi pantai dengan kerumunan orang-orang yang mengelilingi kami. Setelah kejadian itu, tak ada kabar akan eomma yang kami dengar dan orang-orang juga beranggapan bila eomma telah meninggal.."
Sungmin mengangguk sekan ia paham betul apa yang dirasakan Kyuhyun. Ia juga bingung akan perubahan sikap Heechul yang ia kenal. Kenal? Ya.. Sungmin memang mengenal sosok Heechul saat ia berusaha kabur dari keluarganya dan menepati rumah keluarga Kim disana. Sosok Heechul yang ia kenal ramah, sopan, dan juga single parent muda membuatnya kagum terhadap sosok tersebut.
Sungmin senang berkenal dengan Heechul, namun hatinya malah terpaut pada salah satu anaknya, Kim Kyuhyun. Ia sadar betul akan sikapnya yang tak wajar dan mendapat gelar pedhofil bagi masyarakat sekitar. Tapi siapa yang dapat menyangkal bila ketampanannya mampu mengait hati dua saudari tersebut hingga terjadi sebuah konflik segitiga. Sungmin memang sempat untuk berkencan bersama Ryeowook, namun ia sadar bila ia salah dan hubungan tersebut kandas dalam beberapa minggu saat keberadaan Sungmin tercium oleh keluarga Lee dan menyeretnya untuk pulang.
"Jadi, kenapa sekarang ia tiba-tiba muncul mencari kalian?" tanya Sungmin pada dirinya sendiri.
"Entahlah.." jawab Kyuhyun. Kyuhyun membuka pintunya dan melesat pergi menuju lift. Sungmin yang melihat Kyuhyun semakin menjauh, segera turun dari mobilnya dan menyusul kepergian Kyuhyun..
.
.
Mereka beriringan berjalan dilorong apartemen dalam diam. Lagi-lagi tak ada yang ingin memulai pembicaraan untuk mencairkan suasana canggung diantara mereka. Suasana yang sepi kini, sungguh berbanding terbalik dengan kekacauan yang terjadi diluar. Hujatan demi hujatan pun kerap mengutuk kedua yeoja manis itu maupun Kibum. Untuk memikirkannya Kyuhyun pun masih merasa malu dan takut tentunya. Ia hanya bisa berjalan menunduk mengirakan nasibnya dan saudari kembarnya kedepan. Bisakah kebahagiaan dapat mereka genggam lagi?
"Eh?" seru Sungmin berupa nada bingung. Kyuhyun mendongak mengarah pandang kearah Sungmin. Sungmin yang mendapat tatapan bingung Kyuhyun lantas mengarahkan telunjuknya menuju apartemen mereka. Kyuhyun berbalik arah dan mendesah berat. Dilihatnya koper-koper mereka yang senantiasa berpajang manis didepan pintu.
Kyuhyun sedikit mempercepat langkahnya dan kembali mendesah berat melihat Ryeowook yang tengah berberes mengakut satu persatu barang milik mereka. Ryeowook yang mendapati Kyuhyun tengah memandangnya hanya mampu melempar senyum menyambut kedatangan Kyuhyun. Tak dihiraukannya tatapan letih Kyuhyun terhadapnya, Ryeowook tetap tersenyum walau tangan-tangan mungilnya masih kerap untuk berberes.
"Hm..aku kira seharusnya kita segera pergi sebelum eomma melakukan tindakan yang lebih lagi.." tuturnya dengan mengumbar senyum manisnya. Kyuhyun hanya diam dan mengangguk pelan. Cukup lama ia berdiri diambang pintu hingga akhirnya Kyuhyun juga ikut membereskan barang mereka.
"Setelah ini, kalian memutuskan hendak kemana?" tanya Sungmin.
"Kami rasa kembali ke Ilsan itu pilihan yang tepat.."jawab Ryeowook enteng. Sungmin hanya diam.
"OMO! Kyunnie-ah, Wookie-ah.. kalian mau kemana? Ada apa dengan barang-barang kalian ini?" seru Yesung yang tiba-tiba datang. KyuWook menoleh sejenak, namun kembali lagi untuk bereberes.
"Aku harap kalian tak membawa barang yang bukan milik kalian.." tambah Hyukkie. Kibum juga ikut hadir melihat namun ia hanya diam. Kyuhyun yang merasa tersindir akan ucapan Hyukkie, lansung tersenyum paksa dan menjawab,"Kami bukan pencuri.. Tentu saja kami akan membawa lagi barang-barang kami."
Hyukkie berdecih mendengar ungkapan Kyuhyun. "Kalian memang bukan pencuri, tapi kalian adalah orang yang serakah!" tambah Hyukkie. Kyuhyun tentu saja murka akan hinaan yang Hyukkie tebarkan. Namun apa dayanya saat ini, ia adalah orang yang paling lemah disini. Satu langkah ia untuk bertindak, semuanya akan bermasalah nantinya.
"Apa semuanya sudah?" tanya Kyuhyun pada Ryeowook. Ryeowook mengangguk. Yesung semakin gusar melihat mereka untuk pergi. Ia semakin berkicau tak jelas kepada Kibum untuk menahan mereka, tapi Kibum hanya diam menatap mereka dengan tatapan datarnya.
"Bummie…" rengek Yesung. Kibum tak mengidahkan permintaan Yesung hinga mereka berdua melewatinya.
"Ini bukan dunia mereka. Penipu ulung yang terobsesi demi keserakahan yang mereka buat sendiri. Setidaknya ini adalah awal yang baik untuk membebaskan diri dari tumpangan parasite yang menyerap sari-sari manis dari batang bodoh yang mereka bohongi. Kau tak usah merengek seperti bayi hanya untuk menahan mereka. Orang seperti mereka tak pantas untuk ditahan…" tutur Kibum dingin.
Jlebb..
Begitu tepat pada sasarannya! Kyuhyun meremas-remas kukunya menahan tangis. Sebuah wejangan yang menyakiti hati yang ia terima. Ia menggeleng dalam hati. Bukankah mereka pantas mendapat penghinaan luar biasa ini atas tindakan yang mereka buat? Mengingat berapa dalamnya luka yang tergores dihati namja dingin tersebut, mungkin belum seberapa atas ini semua.
"Maafkan atas semua kesalahan kami… Sungguh, tak ada niat untuk kami melakukan semuanya.." sesal Ryeowook. Ia menunduk dalam berkali-kali seraya menangis. Kyuhyun menahannya dengan meggenggam erat tangan Ryeowook tanpa berbalik sedikitpun. Ia tak sanggup untuk beradu pandang terhadap Kibum. Kyuhyun tau bagaimana perasaan Kibum saat ini, begitu muak untuk memandang mereka.
Kibum yang melihat sikap penyesalan Ryeowook, ia tak mengidahkannya. Ia merasa tak iba atau gentar melihat sikap tersebut. Kibum segera berbalik untuk masuk keapartemennya tanpa sedikitpun memandang kearah mereka.
"Akting kalian cukup bagus. Biar bagaimanapun, aku masih ingin melihat sandiwara bodoh kalian itu..jadi, sampai bertemu dipengadilan ne…" tutur Hyukkie lembut.
KyuWook tercekat mendengarnya. Mereka telah menduga bila mereka akan segera didepak dari tempat tinggal mereka, namun siapa sangka kasus ini akan berlanjut lebih jauh sampai kemeja hijau. Dengan berusaha bersikap normal, Kyuhyun sedikit memberikan senyum kecilnya dan menjawab..
"Baiklah"
TBC
Aku rasa ceritanya makin ngawur? Terlalu complicated! Dan juga chap terpanjang yang pernah aku tulis rasanya.
Ada yang ingin berkomentar? Dan thankssss beribu buanget buat kalian yang masih setia ama ff amore satu ini. Amore memang kagak bisa ngebalas, tapi amore tetap negbacanya dan malah membuat amore semakin termotivasi jadinya.. ehehe
Dan terakhir, PENGUMUMAN: mulai senin besok amore udah semesteran
#Readers:Elo yang ujian kenapa juga gue yang harus mikir! ehehe
