Present

Crash Into You (Kaisoo Version)

Main Cast : KAISOO

KIM JONGIN (NAMJA)

DO KYUNGSOO (YEOJA)

And Other

Rated : T-M

Warn : Genderswitch! Typo(s)! Re-make!

No plagiat! Ini ff re-make dari novel karangan AliaZalea, dengan sedikit-banyak perombakan disana sini menjadi Versinya Kaisoo, jadi bagi Reader yang tidak menyukai re-make bisa meninggalkan ff ini.

Alur dan ide cerita milik AliaZalea. Cast milik Tuhan, Keluarga, dan saya! (ngga ada protes) /plak.

.

.

.

Chapter 8

30 Oktober

Normal atau tidak berfantasi tentang namja yang kita bahkan tidak suka? Aku benar-benar tidak menyukainya, tapi kenapa dia selalu ada di pikiranku? Sepertinya aku harus pergi ke neurolog untuk cek apa jangan-jangan ada yang salah dengan fungsi otakku. –Do Kyungsoo.

.

.

Author Pov

Beberapa hari setelah mimpinya itu Kyungsoo tidak bisa tidur dengan nyenyak karena setiap kali mulai memasuki tidurnya Kyungsoo langsung terbangun, takut mimpinya akan terulang lagi. Tapi Jongin tidak hanya menghantui waktu tidurnya, Jongin juga selalu ada di pikirannya ketika ia dalam keadaan terbangun dan sadar seratus persen. Sepertinya Jongin tidak puas dengan hanya menyiksa fisik Kyungsoo, Jongin juga harus mengganggu kesehatan mental Kyungsoo. Untuk betul-betul menghapuskan Jongin dari pikirannya Kyungsoo sampai rela mengikuti satu sesi kelas yoga yang sebenarnya bisa menenangkan pikirannya dan mengeluarkan unsur-unsur Jongin dari dalam dirinya. Tapi sekali lagi sepertinya Jongin tidak rela melepaskan Kyungsoo, karena Jongin masih tetap mengirimkan pesan-pesan singkat yang tidak senonoh pada Kyungsoo. Bodohnya lagi adalah meskipun memiliki kebebasan untuk tidak menghiraukan pesan itu, Kyungsoo tidak bisa. Setiap kali Jongin mengirimkan pesan, Kyungsoo harus membalasnya, sehingga akhirnya ia tenggelam dengan rasa bahwa ia memerlukan pesan-pesan singkat itu di dalam hidupnya.

Kyungsoo tidak tau bagaimana ini bisa terjadi, tapi sepertinya ia mulai terobsesi dengan pesan singkat Jongin, atau mungkin dengan Jongin-nya. Kenyataan itu Kyungsoo sadari sendiri ketika ia mulai mengharapkan pesan dari Jongin untuk mengisi hari-harinya. Kyungsoo mulai memperlakukan pesan itu seperti dosis insulin yang perlu diambil oleh para pengidap penyakit diabetes mellitus. Kyungsoo tidak pernah terobsesi dengan namja mana pun sepanjang hidupnya, ialah orang yang diobsesikan bukan yang terobsesi. Jadi kenapa hal itu harus berbeda dengan Jongin? Satu-satunya penjelasan adalah karena Jongin jauh lebih HOT dibandingkan dengan kekasih-kekasihnya dulu. Bahkan kalaupun mereka semua digabungkan, hasilnya masih tetap kalah dengan Jongin.

Parahnya lagi, Kyungsoo mulai memikirkan apakah ia dan Jongin bisa betul-betul cocok. Seminggu kemudian keadaan juga tidak membaik karena Kyungsoo mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, "Apa yang Jongin mau dariku?" Di satu sisi Kyungsoo merasa Jongin menyukainya karena namja mana yang akan mencumbu seorang yeoja dan mengirimkan pesan-pesan dengan kata-kata yang tidak senonoh seperti itu. Tapi di sisi lain, Kyungsoo khawatir Jongin hanya menggunakannya sebagai sasaran keisengannya saja. Kyungsoo tidak terbiasa dengan situasi yang tidak pasti seperti ini dan tidak tau bagaimana menghadapinya.

Mungkin itu sebabnya kenapa selama ini Kyungsoo selalu menghindar dari namja seperi Jongin. Tipe namja yang terlalu HOT untuknya dan jauh di luar liganya. Tipe yang menghiasi fantasi dan mimpinya tetapi tidak dunia nyatanya. Kyungsoo selalu menghindari mereka karena tau bahwa mereka hanya bisa membawa patah hati, bukan kasih sayang. Well... mungkin mereka bisa memberikan kasih sayang, tetapi bukan untuk yeoja seperti Kyungsoo. Tapi tingkah laku Jongin selama sebulan ini telah bisa membantunya berani bermimpi. Jongin telah memberinya harapan bahwa ternyata Kyungsoo cukup menarik untuk mendapatkan perhatian dari namja seperti Jongin. Mulai merasa panik dengan harapan yang terlalu meluap-luap dan kemungkinan besar akan tumpah ke mana-mana sebelum ia bisa mematikan api yang menyebabkan apa pun yang ada di dalamnya itu menjadi tidak tenang, ia menelepon ketiga sahabatnya untuk pertemuan darurat.

.

.

.

"Apa yang sangat darurat sampai tidak bisa menunggu? Sehun marah padaku karena ini." Ucap Luhan yang datang tanpa calon suaminya.

"Lho... memangnya apa urusannya Sehun marah denganmu?" tanya Baekhyun sambil menghirup cappuccino.

"Aku perlu fitting gaun lagi, soalnya sepertinya aku bertambah berat badan. Dia harus buru-buru mengerjakannya karena aku harus bertemu denganmu." Luhan akan menikah seminggu lagi dan Kyungsoo merasa agak sedikit bersalah karena tidak bisa membantu banyak dalam mempersiapkan pesta pernikahan Luhan itu. Meskipun Luhan memaafkan situasinya setelah tau keadaan Tuan Do.

"Mmmhhh." Ucap Yixing. Dan hanya dengan desahan itu ketiganya langsung menatap Yixing.

"Kau kenapa 'mmmhhh' Xing?" tanya Kyungsoo.

"Memangnya tidak boleh aku 'mmmhhh'?" balas Yixing cuek sambil mencoba memancing sebongkah es dari gelas raspberry ice chocollate-nya dengan dua sedotan.

Kyungsoo, Luhan dan Baekhyun menatap Yixing curiga. Tapi kali ini sepertinya memang Yixing tidak bermaksud apa-apa ketika mengucapkan kata itu. Mereka yang sudah terbiasa dengan sifat Yixing yang diam-diam tetapi sebetulnya lebih tau dan mengerti apa yang sedang terjadi di sekitarnya selalu waswas kalau saja Yixing akan mempraktikan kemampuannya untuk menganalisis orang dengan sempurna kepada ketiga sahabatnya.

Yixing yang masih sibuk dengan esnya baru menyadari tatapan-tatapan sahabatnya dan berkata, "Kenapa kalian melihatku seperti itu?" Tapi tidak satu pun dari ketiganya yang memberikan penjelasan.

"Jadi emergency-nya menyangkut 'siapa' atau 'apa'?" lanjut Yixing sebelum kemudian menghisap bongkahan es yang sudah berhasil masuk ke mulutnya.

Tiba-tiba Kyungsoo menjadi ragu untuk menceritakan masalahnya. Ia bahkan tidak tau apakah ini bisa dikategorikan sebagai keadaan darurat. Tentu saja fitting gaun Luhan terlihat lebih penting dibandingkan dengan hubungannya dengan Jongin, kalau itu bisa dikategorikan sebagai hubungan.

Kyungsoo sudah memutar otaknya untuk memikirkan suatu cara agar bisa membicarakan masalahnya dengan Jongin tanpa terdengar putus asa, tapi tidak satu ide pun keluar. "Aku yeoja gampangan." Ucap Kyungsoo sebelum ia bisa menghentikan lidahnya. Dan sepertinya kata-kata itu ia ucapkan dengan cukup keras karena beberapa pelanggan cafe itu menatap Kyungsoo sambil menyengir.

"Mworago? Aku perlu minum sesuatu." Teriak Luhan dengan mata terbelalak dan tanpa meminta izin terlebih dahulu langsung menyambar gelas kopi Kyungsoo. Sepertinya karma memang sedang berpihak pada Kyungsoo karena Luhan baru saja meminum satu teguk sebelum ia terbatuk-batuk. "Ige mwoya?" tanya Luhan sambil membuka tutup gelas dan mengintip black coffe-Kyungsoo.

"Bagusss... aku jadi ada temannya." Ucap Baekhyun sambil bertepuk tangan gembira. Sedangkan Yixing hanya tertawa terkekeh-kekeh sambil menggeleng-geleng. Kyungsoo kurang tau apakah Yixing bereaksi seperti itu karena mendengar pengakuannya atau karena melihat kelakuan Luhan yang kini sedang mendorong gelas kopinya kembali ke arah Kyungsoo dengan jari kelingkingnya bagaikan kopinya itu racun tikus.

"Kenapa kau berpikir kau yeoja gampangan?" lanjut Luhan.

"Karena aku sudah memperbolehkan namja yang bukan kekasihku menciumiku sampai bibirku bengkak." Bisik Kyungsoo cepat sebelum ia kehilangan keberanian.

Luhan langsung mengangkat bahu masih dengan wajah sedikit terkesima, sepertinya ia belum bisa menerima kenyataan bahwa Kyungsoo menganggap dirinya sebagai yeoja gampangan.

Yixing melambaikan tangan untuk meminta Kyungsoo melanjutkan ceritanya. Dan dengan hati-hati dan suara berbisik Kyungsoo pun menceritakan aktivitasnya baru-baru ini. Ia mencoba merangkumnya agar lebih terdengar seperti film dengan rate PG daripada film untuk delapan belas tahun ke atas. Meskipun begitu, Kyungsoo masih membuat ketiga sahabatnya terpekik-pekik. Terlihat wajah Baekhyun memerah, sedangkan Luhan berkata, "Humph... sofa, kreatif juga dia."

Mau tidak mau nama Jongin keluar juga, karena tentunya mereka ingin tau siapakah namja yang sudah membuat Kyungsoo 'terobsesi'. Ceritanya memakan waktu agak lama karena Kyungsoo harus mengikutsertakan hal-hal penting yang terjadi antara ia dan Jongin ketika mereka SD.

"Changkaman... changkaman... jadi pada dasarnya namja super HOT itu dokter appamu oh ya omong-omong appamu bagaimana kabarnya?" ucap Luhan tanpa titik dan koma.

"Sudah baikan. Tapi mesti rutin cek jantungnya." jawab Kyungsoo. Ketika ketiga sahabatnya tidak mengeluarkan kata-kata lagi, Kyungsoo pun mendesak. "Jadi apa menurut kalian dia hanya mengerjaiku saja?"

"Kyung, mian... tapi aku merasa sepertinya ada sesuatu yang tidak ingin kau ceritakan tentang Jongin." Ucap Yixing.

Binggo! Kyungsoo yakin Yixing bukan hanya seorang psikolog, tapi sepertinya ia juga peramal. Bagaimana ia bisa tau bahwa Kyungsoo memang menyembunyikan sesuatu dari mereka?

"Uhm... Geurae... Aku hanya bingung saja. Apa yang namja seperti Jongin mau dariku." Jelas Kyungsoo. Ketika melihat kebingungan di mata ketiga sahabatnya, Kyungsoo harus menjelaskan panjang-lebar mengenai pendapatnya tentang namja seperti Jongin. Ketiganya mendengarkan Kyungsoo dengan seksama dan bisa Kyungsoo lihat mata Baekhyun yang mulai terbelalak ketika ia mengakatan bahwa adalah mustahil bagi Jongin untuk bisa menyukainya.

"Aku ingin bertanya. Apa kau memang ingin punya hubungan serius dengannya atau kau hanya terobsesi tentang perasaannya padamu karena kau hanya ingin membuktikan ke pada dirimu sendiri bahwa kau tidak akan bisa mendapatkan namja sepertinya?" pertanyaan Baekhyun ini membuat Kyungsoo terdiam karena ia tidak tau jawabannya.

Seumur hidupnya Kyungsoo tidak akan pernah menyangka bahwa pertanyaan seperti ini akan keluar dari mulut Baekhyun. Yixing-lah yang biasanya berperan sebagai filsuf di dalam lingkaran persahabatan mereka.

"Atau mungkin kau berharap bahwa dia betul-betul ada perasaan padamu dan dengan begitu kau bisa membuktikan bahwa teorimu tentang namja sepertinya itu salah?" Lanjut Baekhyun.

Baekhyun semakin membuat Kyungsoo bingung. Seharusnya Kyungsoo tidak kaget bahwa Baekhyun bisa langsung melihat dilema yang ia hadapi, karena di antara mereka semua Baekhyun-lah yang paling berpengalaman didekati oleh namja-namja sejenis Jongin. Meskipun Kyungsoo yakin bahwa Baekhyun tidak pernah memiliki dilema seperti yang kini ia hadapi. Baekhyun terlihat seperti supermodel, bukan seperti yeoja sepertinya, maka orang yang melihat Baekhyun jalan dengan namja seperti Jongin pasti tidak akan bingung. Tapi jika sampai ada yang melihatnya jalan dengan Jongin, maka orang pasti akan menyangka bahwa Kyungsoo menggunakan guna-guna untuk mendapatkan Jongin.

"Kyung, meskipun Jongin itu mungkin superhot dan menurutmu bukan tipe namja yang biasa kencan denganmu atau yang biasa terlihat tertarik denganmu, tapi satu hal yang harus kau ingat adalah bahwa pada dasarnya Jongin itu namja. Dan kebanyakan namja suka dengan yeoja yang tau cara menjaga diri sendiri, sepertimu." Sambung Baekhyun.

"Jadi dengan begitu, kita bisa menyimpulkan bahwa Jongin bukan hanya mengerjaimu saja." Ucap Yixing sambil tersenyum.

"Tapi satu hal yang harus kau tau adalah bahwa menggoda gila-gilaan tidak menjamin bahwa dia ingin serius denganmu, kadang-kadang malah sebaliknya. Namja itu bisa serius dengan satu yeoja tapi masih menggoda yeoja lain." Sambung Luhan yang langsung menerima tatapan siap membunuh oleh Yixing.

"Jangan memandangku seperti itu, Xing. Itu memang apa adanya, kan? Kyungsoo harus tau ini." Luhan mencoba membela diri.

Kyungsoo tau kata-kata Luhan benar. Ia tidak bisa menyalahkan Luhan yang membentangkan fakta agar ia bisa melihat keadaan ini dengan lebih realistis. Selama ini ia dan Jongin memang belum memilki percakapan yang normal sekali pun. Setiap percakapan mereka meskipun tidak dimulai tapi selalu berakhir dengan menggoda.

"Geurae, itu semua asumsi saja. Meskipun aku berharap bahwa asumsiku dan Baekhyun lebih benar daripada asumsi Luhan." Suara Yixing membangunkan Kyungsoo dari lamunan. "Tapi mungkin ada baiknya kalau kau bertanya langsung pada orangnya." Lanjut Yixing.

Mendengar usul dari Yixing mata bulat Kyungsoo langsung terbelalak. Ia lebih memilih bunuh diri daripada harus 'menembak' namja lebih dulu, apalagi namja seperti Jongin yang kemungkinan besar akan menertawakannya sebelum kemudian menolaknya.

Melihat reaksi Kyungsoo, Yixing langsung menambahkan, "Agar jelas dan tidak ada kesalah pahaman. Mungkin dia juga menunggu sinyal darimu untuk memberinya tanda 'ya' untuk lebih serius denganmu."

"Memangnya kau ingin serius dengannya?" Celetuk Luhan.

Saat itu Kyungsoo baru tau jawaban dari dilemanya. Ia mengangguk. "Aku tidak tau apa kami memang cocok, tapi aku setidak-tidaknya ingin mencoba untuk mengenalnya lebih jauh." Jelas Kyungsoo.

Ketiga sahabat Kyungsoo mengangguk sambil tersenyum. "Kalau begitu kau ada tiga pilihan untuk menyelesaikan masalah ini." Kyungsoo langsung membuka telinganya lebar-lebar dan menunggu apa yang akan Yixing katakan selanjutnya. "Pertama, kau bisa sabar dan memberi Jongin waktu sampai dia berani untuk memutuskan apa dia sudah siap untuk serius atau dia masih dalam tahap penjajakan."

Kyungsoo menggeleng untuk menandakan bahwa ia tidak bisa menerima solusi ini. Jantungnya tidak akan bisa bertahan dengan sesuatu yang tidak pasti seperti ini lagi.

"Kedua, kau bisa bertanya padanya tentang perasaannya padamu." Yixing mengedipkan mata kanannya ketika mengatakan ini, "dan kau pasrah saja dengan reaksinya. Ini memang resikonya tinggi karena dia bisa menginjak-injak harga diri dan hatimu, tapi... ada kemungkinan dia akan bilang dia sudah cinta mati padamu dari SD."

"Menurutmu dia sudah mencintaiku dari SD?" tanya Kyungsoo penuh harap.

"Pasti." Jawab Yixing yakin.

"Itu sebabnya mungkin kenapa dia suka mengganggumu terus." Sambung Luhan.

"Kalau dia bertemu denganmu saat Senior High School mungkin dia sudah menyatakan cintanya padamu, tapi berhubung ini SD ya seperti itu." Lanjut Baekhyun.

Pada saat itulah Kyungsoo mengerti ketiga yeoja ini adalah sahabatnya, mereka lebih percaya pada dirinya daripada ia sendiri. Ia langsung membayangkan sisi positif dari skenario kedua ini dan memutuskan bahwa ini pilihan yang bisa ia pertimbangkan. Ia mengharapkan bahwa Yixing bisa mengeluarkan ide yang lebih baik lagi dengan pilihan yang ketiga.

"Yang ketiga apa? Tanya Kyungsoo antusias.

"Ketiga, kau bisa meneleponnya dan bilang betapa kau ingin mencoba aktivitas yang kemarin kau lakukan dengannya -di sofa- diatas tempat tidur." Kata-kata ini keluar dari Luhan yang langsung disambut tawa mereka semua.

"Geurae... itu memang lucu, tapi serius. Apa pilihanku yang ketiga, Xing?" tanya Kyungsoo setelah tawa mereka agak reda.

"Kau telepon dia..."

"Kau akan mengulangi apa yang Luhan katakan tadi." Omel Kyungsoo memotong omongan Yixing.

"Yak, tidak semua orang mempunyai pikiran sekotor dia." Balas Yixing sambil tertawa mengerling pada Luhan.

Setelah yakin bahwa tidak ada yang akan memotong kata-katanya lagi, Yixing melanjutkan, "Seperti yang tadi ku bilang. Kau meneleponnya..." Kyungsoo menegakan punggungnya menunggu kata-kata selanjutnya, "dan katakan bahwa kau ingin menikah dengannya agar kau bisa menciuminya kapan saja dan di mana saja kau mau, mempunyai anak sebanyak-banyaknya darinya, dan hidup bahagia selama-lamanya."

Pertama-tama mereka semua menyangka bahwa Yixing serius, tapi ketika wajahnya yang memerah karena tidak bisa menahan tawanya lagi, mereka semua langsung tertawa bersama-sama.

"Yak!" ucap Kyungsoo. Ia sebetulnya ingin meneriakan makaian, tetapi ia tidak ingin menjadi pusat perhatian pada pelanggan cafe lainnya lagi.

.

.

.

Seminggu kemudia, ketika Kyungsoo sedang berada di pesta pernikahan Luhan (yang lebih tepat untuk disebut sebagai pertunjukan fasion karena penuh dengan orang-orang paling cantik dan tampan dengan pakaian paling glamor yang pernah Kyungsoo lihat sepanjang hidupnya), dan menemukan dirinya sama sekali tidak tertarik pada semua namja single yang ada karena yang ada di pikirannya hanya Jongin, ia menyadari bahwa ia harus mengumpulkan cukup keberanian untuk berbicara dengan Jongin setelah pulang dari acara ini. Ia akan mengambil resiko dan mengikuti saran Yixing yang kedua, yaitu untuk menanyakan perasaan Jongin padanya dan siap menerima apa pun konsekuensinya. Bayangan bahwa Jongin mungkin sudah menyukainya semenjak SD membuatnya bersemangat untuk berbicara dengan Jongin. Ia pun sudah siap untuk melakukan harakiri kalau Jongin menolaknya.

Kyungsoo pikir karena itu adalah hari Minggu sore, maka kemungkinan besar ia tidak mengganggu pekerjaan Jongin. Ia tidak tau apa yang bisa dilakukan oleh seorang dokter pada hari Minggu sore. Pada saat itu Kyungsoo baru sadar bahwa meskipun ia dan Jongin bertengkar setiap hari selama hampir dua tahun semasa SD, tetapi ia sama sekali tidak mengenal Jongin. Ia tidak tau apakah Jongin punya keluarga. Apakah Jongin memiiki kakak atau adik, atau apakah Jongin anak tunggal? Apa keluarganya tinggal di Seoul? Apa orangtua Jongin merasa bangga karena Jongin sudah menjadi dokter? "Omona... apa yang sudah terjadi padaku? Sejak kapan aku memikirkan tentang keluarga seorang namja yang bahkan bukan kekasihku? Sepertinya akhir-akhir ini di dalam pikiranku banyak terlintas hal-hal yang tidak pernah kupikirkan sebelumnya. Sebelum aku bertemua dengan Jongin lagi." Kyungsoo bermonolog.

.

.

.

Kyungsoo berjalan bolak-balik di kamar apartemennya untuk mengatur napas agar bisa berbicara dengan nada normal dan tidak terdengar panik. Setelah yakin bahwa ia tidak akan tiba-tiba pingsan begitu mendengar suara Jongin, ia pun menekan nomor ponsel Jongin. Ia harus menunggu agak lama sebelum ia mendengar suara Jongin di ujung saluran telepon.

"Kyungsoo?" Jongin terdengar ragu.

Hati Kyungsoo langsung berbunga-bunga ketika mendengar Jongin menyebut namanya. Itu berarti bahwa nomor ponsel-nya sudah tercatat dalam address book-Jongin sehingga Jongin sudah tau bahwa Kyungsoolah yang menelepon sebelum mendengar suaranya. "Hei, Jongin." Balas Kyungsoo, mencoba terdengar tenang tapi tidak berhasil karena suaranya terdengar terlalu ceria.

"Ahjussi tidak apa-apa, kan?" Kyungsoo merasa agak jengkel ketika menyadari bahwa Jongin jelas-jelas menyangka bahwa ia tidak akan menelepon Jongin kalau bukan karena Tuan Do.

"Eoh.. Appa baik-baik saja." Balas Kyungsoo, mencoba terdengar semanis mungkin.

"Jadi kenapa kau meneleponku?" mungkin ini hanya perasaan Kyungsoo saja, tapi Jongin terdengar seperti sedang kehabisan napas.

"Eh? Kau terdengar seperti orang habis jogging? Apa kau sedang di gym?"

"Ani, aku sedang ada di rumah." Meskipun Jongin terdengar ramah, tetapi caranya berbicara terdengar terlalu formal. Lain sekali dengan caranya mengirimkan pesan-pesan singkat pada Kyungsoo, dan tiba-tiba saja Kyungsoo kehilangan keberaniannya.

"Soo?" Terdengar Jongin memanggil Kyungsoo.

"Ne?" jawab Kyungsoo otomatis.

"Kau kenapa meneleponku?"

"Eoh... aku menelpon soalnya... aku hanya... aku ingin... aku ingin bertanya sesuatu padamu." Akhirnya Kyungsoo bisa juga mengeluarkan kata-kata itu.

"Ne?" Ucap Jongin. Firasat Kyungsoo mengatakan untuk mengakhiri pembicaraan itu sampai di situ, tapi terlambat.

"Aku ingin bertanya kenapa kau..."

Kata-kata Kyungsoo terhenti ketika terdengar suara seorang yeoja bertanya, "Nuguya?"

"Temanku." Balas Jongin. Kyungsoo merasa seperti baru saja ditampar oleh Jongin dan matanya mulai terasa panas. Ternyata Jongin tidak menganggapnya lebih dari sekedar teman. Kalau Jongin memperlakukan semua temannya seperti Jongin memperlakukannya, dengan mengirimkan pesan-pesan sensual dan menciuminya sampai ia kehabisan napas, maka ia bertanya-tanya bagaimanakah Jongin memperlakukan orang yang spesial untuknya.

"Bisa kau katakan pada temanmu untuk menelepon lagi nanti dan kembalilah ke tempat tidur." Ucap yeoja itu lagi dan disusul dengan bunyi yang hanya bisa digambarkan sebagai ciuman.

"Tempat tidur? Apa aku tidak salah dengar? Sekarang sudah jam empat sore, kenapa Jongin masih berada di tempat tidur? Dengan seorang yeoja pula." Tiba-tiba bayangan dua tubuh manusia yang tidak mengenakan satu helai pakaian pun di atas tempat tidur dengan seprai yang sudah kusut terlintas dikepala Kyungsoo. "Omo! Betapa bodohnya aku yang selama ini meyangka bahwa Jongin bukan hanya iseng denganku. Sekarang sudah terbukti, dia MEMANG hanya iseng dan menggodaku." Kyungsoo terus membatin.

"Sebentar lagi." Terdengar Jongin berkata samar-samar dan di susul dengan, "Soo, tadi kau ingin bertanya apa?" Kini suara Jongin lebih jelas.

Kyungsoo langsung terbangun dari keterkejutannya. "Tidak... tidak ada." Ucap Kyungsoo dan tanpa menunggu jawaban dari Jongin ia langsung menutup telepon itu.

Meskipun matanya sudah semakin memanas dan tenggorakannya sesak, tetapi ia tidak bisa menangis. Ia tidak bisa menangisi kesalahan yang disebabkan kebodohannya sendiri. Bagaimana mungkin ia bisa menyangka bahwa namja seperti Jongin bisa tertarik padanya? Ia terlalu polos untuk Jongin. Ia tidak cantik dan tubuhnya tidak seperti supermodel. Pada detik itu ia kembali menyadari semua kekurangannya. Sudah selama betahun-tahun belakangan ini ia tidak pernah lagi peduli tentang pendapat orang mengenai penampilannya seperti ketika ia SD sampai Senior High School, tapi sekarang memori tentang Jongin yang tidak mau mengakui bahwa Jongin sudah menciumnya waktu SD, kembali. Apakah Jongin masih melihatnya sebagai yeoja kecil itu? Yeoja kecil yang tidak menarik sama sekali dan membosankan. Tanpa Kyungsoo sadari tetesan air mata sudah mengalir dan membasahi pipinya.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Apa ini? Kuki tau ini pendek, membosankan dan ngga ada kaisoo moment apalagi nc :v tapi kudu ottokhae? Chap ini penting ngga penting sih soalnya :v jadi dinikmati aja yaa gaissss. OMO! Siapa yang lagi sama si Jongin tuh dan sedang apa mereka? Bisa pada nebak kah? Sampai mengganggu acara penembakan Kyungsoo dan bikin dia nangis :'v Pukpukpuk sini peluk Soo ({})

Chap kemarin gimana? Kuki selipin nc yg ternyata cuma mimpi? Katanya mirip sama thirty shades of grey, padahal Kuki ngga tau dan belum pernah nonton tuh film :v Dan lagi2 pada kesel pengen pada nimpukin Kuki :'v Emm yang nanya nc benerannya masih lama tapi bakal ada, ini lagi hurt2nya dulu :'v Dan Woaaahh chap kemarin reviewnya bikin ngukuk, 25% review tentang ceritanya, 25% lagi review tentang curhatan Kuki, dan 50% reviewnya tentang curhatan balik :v Kuki mikir ini ff berasa kayak IG aja xD tapi gpp Kuki malah seneng jadinya *pelukin atuatu* ({})

Dan pas banget sama post ff ini Uri Baby Panda Barbie Huang Zitao kesayangannya Kuki berulang tahun ({}) Selamat ulang tahun Baby, Kuki cuma minta Zizi sehat dan bahagia aja entah dimana dan dengan siapa /pelukcium/ Saranghae :'*****

Apa lagi? Harus ngga bahas Exo Next Door eps 7-8? Kuki belum nonton dan ngga tau bakalan berani nonton apa ngga, katanya KaiSooLovers aka Kak Kimo yang kemarin ngompor2in Kuki, dia bilang ending eps 7 kalimat Kyung berasa dari dalam hati banget :'v terus yang eps 8 liat serpihan2 photo yang orang2 post di IG disana terlihat Jongin yang lagi madu bala sama Gayung. Hueeeeee andwae suami sama pacar Kuki T.T jangan seneng dulu wahai gayung penguasa rawarawa *ehh itu hayati* mereka nglakuin gitu cuma akting, biar dapet duit, biar bisa nafkahin Kuki dan bayar kreditan panci sama cetakan takoyaki, ngerti ngga?! Woy yung jawab napa diem aja lu! *abaikan Kuki sudah mulai lelah*

Kuki ngga bales review kalian lagi kali ini gaiisss, mepet banget ngga sempet, mian. Yang penting Kuki tetep post kan ngga hiatus :v terima kasih yang udah nyemangatin Kuki nulis, nyemangatin utsnya juga, dan nyemangatin Kuki tentang rumor Kyung dengan ahjumma itu... Kalian semua bikin Kuki terhura ({})

Dan yang dari kemarin yang ngajakin Kuki kenalan *ciieee* sama minta kontak Kuki *eaaaa* :v Kuki kenalan nih.

Annyeong chingudeul, Jeoneun Kim Kuki imnida, pacar Kim Jongin istri Do Kyungsoo, ngga pengen orang2 tau kalo Kuki istrinya Kyungsoo, makanya marga disamarin punya Jongin :v

94line seumuran sama Jongin dan Sehun, udah ngga kelas2an lagi karna kemarin ada yang nanyain Kuki kelas berapa, Kuki kuliah semester 6, jangan ngatain Kuki tua Kuki denger tau :v

Kontak Kuki kasih pin aja yaa 5266E094

Bangapseumnida chingudeul. Gomawo ^^

Terakhir terima kasih selalu buat kalian readers kesayangan Kuki yang selalu nyempetin buat baca ff ini, favs, follows, juga terutama yang nyempetin ngasih reviewnya. Ketjub basah atuatu :******

Sampai ketemu di chat depan. Bhay…

SARANGHAE

GOMAWO

KISS HUG

CHU

KIM KUKI

BIG THANKS TO :

Wuziper | Kaisoo32 | MbemXiumin | siscaMinstalove | Estrella Choi | Nyanmu | humaira9394 | Sofia Magdalena | Kim YeHyun | sushimakipark | oliveyk9 | Insooie baby | dearpanda | Byul Hun.K | Re-Panda68 | younlaycious88 | pastelblossom | sehunpou | mcdon al | yixingcom | KaisooLovers | steffifebri | Luluhanbyun | anaknya cabe | yoyoye | AmeChan95 | jung hajaejewels | ruixi1 | cho hyena | kkamjjong30 | 12154kaisoo | yully crown | baconslight | Rucini Semen | Lovesoo | MaudiRein | exindira | mamik | NopwillineKaiSoo | Rly C JaeKyu | pcydelight27 | ceicoung | dokai | kaisssss | luwinaa | Changgi | erika widya 568 | reru95 | BlackXX | PengunjungKaisoo | non penelope | JonginDO | Ms. Do12 | rizky alila 1 | Guest