Sekedar info aja. Kalau ada yang mau request cerita boleh request direview yah. Aku butuh inspirasi buat bikin cerita baru. Siapa tahu cerita dari kalian menarik. Dan nanti akan aku usahain untuk bikin cerita itu. Tolong requestnya ya :)

Happy Reading!

Complicated Love

Chapther 9

"Ah langsung saja ne. Aku hanya ingin memberikan ini" ucap sehun seraya menyerahkan map warna coklat pada mereka ber-4.

"YA ooh sehun! Bacakan saja! Kami sama sekali tak mengerti tentang tulisan diagnosa-diagnosa itu!" protes kris.

"Huh baiklah... Jadi pengobatan baekhyun yang tahap ini berjalan lancar dan sangat berhasil. Dan baekhyun bisa menjalani pengobatan terakhirnya. Juga keberangkatannya bisa dipercepat" terang sehun dengan senyum hangatnya.

"MWORAGO?!" ucap keluarga byun dengan kompaknya.

"Aigoo... Telingaku..." sehun berucap seraya membuat gaya seperti tengah mengorek telinganya.

"Ya Mayat Hidup! Jangan bercanda Kau! Ini bahkan belum 1bulan! Dan ini juga bukan April Mop! Jadi jangan bercanda! Itu tidak lucu!" ucap tegas suho.

"Hyung aku tak bercanda. Waktu itu kan aku mengatakan padamu kalau kurang lebih satu bulan. Tidak pas dalam 1 bulan. Huhh hyung ini bagaimana" jelas sehun, sedangkan suho hanya mempoutkan bibirnya setelah mendengar ocehan sehun. "Entah karena apa, perkembangan kesehatan baekhyun sangat pesat. Mungkin karena ia sangat bersemangat untuk sembuh. Dan aku katakan sekali lagi, aku tidak bercanda. Ini buktinya, hasil check baekhyun kemarin." lanjutnya seraya menyerahkan kembali map coklat tersebut.

"Em ya sudah baguslah! Kalau begitu kapan baekhyun akan berangkat ke london?" kini jiyoung yang angkat suara. "Kalau bisa secepatnya appa. Kita tidak bisa menunggu terlalu lama" jawab sehun seadanya.

"Bagaimana kalau 3hari lagi saja. Biarkan 1hari baekhyun menjalani sekolahnya yang terakhir, 1hari lagi biarkan dia membeli perlengkapan untuk persediaan disana, dan 1hari lagi biarkan ia istirahat karena dia akan dalam perjalanan jauh. Setelah itu lansung kita berangkat. Otte?" usul irene lengkap dengan senyum manisnya.

"Aku setuju eomma!" ucap sehun lembut dan tak lupa dengan senyum menawannya.

"Huhhhhh itu terserah kalian! Aku dan hyung kan tidak ikut! Ahhh lebih tepatnya tidak boleh!" ucap kris dengan kata penuh penekanan pada kata 'tidak boleh'. "Em itu benar!" sahut suho membenarkan perkataan kris. Mendengar perkataan kedua putranya, tuan & nyonya byun mendelik tajam pada keduanya, namun ditanggapi dengan kedua bola mata yang berputar malas oleh keduanya. Sedangkan sehun, ia menaikkan 1 alisnya karena sama sekali tidak mengerti tentang perdebatan bodoh keluarga tersebut.

"Em kalau begitu, aku pamit ne." ucap sehun mencoba mencairkan suasana tersebut.

"Mau langsung ya? Kenapa tidak mampir dulu." -irene.

"Ani eomma... Bukannya tidak mau, tapi tidak bisa eomma. Ada perkerjaan yang harus kukerjakan. Karena setelah ini akan kutinggal untuk ke london bersama kalian. Choseohamida eomma!" -sehun.

"Em begitu... Ya sudah, hati-hati dijalan ne!" -irene.

"Ne eomma, aku permisi, appa... Hyung... Anyeonghaseo" sehun langsung pergi setelah berpamitan. Sedangkan jiyoung, irene, kris dan suho memandangi map coklat tersebut dengan pandangan yang sulit diartikan.

.

.

#Chanyeol's House

Chanyeol kini tengah makan malam bersama tuan & nyonya park dikediaman mewahnya.

"Chanyeol... Ayo cepat makan! Jangan melamun terus seperti itu!" perintah seung hyun -tuan park- yang tak digubris sama sekali oleh chanyeol. "YA TIANG LISTRIK DENGARKAN APPA!" bentak seung hyun untuk menyadarkan chanyeol dari lamunannya.

"OMO! Aishhh kau mengagetkanku yeobo~" protes seulgi -nyonya park-.

"Ya appa! Jangan menyebutku seperti itu! Bahkan appa juga seperti tiang listrik" protes chanyeol tak terima.

TUK TUK

Sebuah sendok makan mendarat mulus dikepala chanyeol & seung hyun secara bergantian, dan tak lain lagi pelakunya adalah seulgi.

"Jangan bertengkar ketika makan! Menjijikan! Lagian untuk apa kalian berebut masalah tiang listrik! Bahkan kalian berdua sama-sama seperti tiang listrik!" ucap seulgi dengan santainya. Dan dihadiahi dengan tatapan tajam oleh suami dan putranya tersebut. Sedangkan seulgi yang merasa ditatap langsung bersuara "Apa?" ucapnya.

Tanpa menggubris tatapan suami dan putranya, ia kembali melahap makanannya seperti orang tak bersalah. Tiba-tiba seorang gadis berambut pendek, berparas cantik, bermata bulat, wajahnya pun persis sama seperti chanyeol. Anggap saja dia chanyeol versi yeoja. Dan bukan lagi, dia merupakan kakak perempuan chanyeol yang bernama park yoora. Dia baru saja pulang dari kantor.

"Anyeong appa~ eomma~ dan... Errrr yoda" ucap riang yoora lengkap dengan sindiran untuk chanyeol. "Noona~ jangan memanggilku seperti itu! Appa eomma~ lihatlah noona. Dia mengejek putra eomma & appa yang tampan ini" adu chanyeol pada kedua orangtuanya.

"Sudahlah... Kalian ini kalau bersama selalu seperti tom & jerry!" seru seulgi. "O iya chanyeol, kalau eomma boleh tau tadi kau melamunkan apa hm?" lanjutnya. Namun yang ditanya -chanyeol- malah tersenyum lebar khasnya. "Ow lihatlah eomma, dia semakin terlihat idiot" sahut yoora seraya menunjuk chanyeol menggunakan sendoknya.

"YA park chanyeol! Eomma bertanya padamu! Cepat jawab! Jangan tersenyum seperti itu! Kau sehat?" seru seulgi.

"Ck... Eomma ini! Jangan seperti itu!" chanyeol berdecak kesal. "Aku sedang jatuh cinta eomma!" lanjutnya dengan senyum lebar mengembang diwajahnya.

"JINJJA?!" seru seung hyun, seulgi dan yoora secara kompak. Mereka memang kaget, sangat kaget malah karena mendengar kalau chanyeol sedang jatuh cinta. Dan itu untuk yang pertama kalinya. First Love lah intinya. Tanpa menggubris appa, eomma dan noonanya. Chanyeol masih saja mempertahankan senyum idiotnya seraya berfantasi hal liar tentang baekhyun.

"Apa dia cantik?" -yoora mengintimidasi.

"Sangat cantik" jawab chanyeol seadanya dan masih dengan ekspresi idiotnya.

"Manis?" -seulgi.

"Sangat manis" -chanyeol.

"Imut?" -seung hyun.

"Sangat imut" -chanyeol.

"Lucu?" -yoora.

"Sangat lucu" -chanyeol.

"Indah?" -seulgi.

"Sangat indah" -chanyeol.

"Sexy?" tanya seung hyun mengintimidasi. Allhasil yoora & seulgi langsung menatapnya tajam. "Sangaaattttt Sexy..." jawab chanyeol dan jangan lupakan ekspresi idiotnya yang tak berubah.

"Hentikan dulu fantasi liarmu itu! Cepat habiskan dan istirahat ! Besok kau harus sekolah!" perintah seulgi.

"Aku sudah selesai eomma..." ucap chanyeol dan hendak berdiri. Namun gerakannya tertahan karena seunghyun menahannya. "Tunggu!" ucapnya.

"Ah waeyo appa?" -chanyeol.

"Apa kau mempunyai fotonya? Appa ingin melihatnya!" -seunghyun.

Sontak chanyeol langsung merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya. Setelah ponselnya sudah terambil, ia mengotak atik galerinya untuk mencari foto baekhyun. "Ige appa!" chanyeol menunjukkan foto baekhyun pada seunghyun.

"Ahhh dia manis... Namja yang sangat manis?!" ucap seunghyun seraya tersenyum miris. Sedangkan seulgi dan yoora menghentikan gerakan makannya karena mendengar ocehan seunghyun yang menyebut 'namja' pada foto yang chanyeol tunjukkan.

"Woah appa langsung tahu kalau dia namja? Biasanya kalau aku menunjukkannya pada orang lain, pasti mereka mengira ini yeoja!" girang chanyeol seraya tersenyum lebar.

"Jadi dia nam... Ja?" tanya seulgi susah payah karena masih terkejut tentang hal tersebut. Dan dibalas dengan deheman dari chanyeol.

"Biarkan saja seulgi. Cinta itu timbul tanpa mengenal latar belakang. Apapun dia, siapapun dia. Itu sama sekali tak penting. Kumohon mengertilah!" mohon seunghyun pada seulgi. "Cukup support dia chagi~ jangan membuatnya kembali menjadi monster!" lanjutnya namun kali ini dengan berbisik agar chanyeol tak mendengar.

"Kalau eomma dan noona tak suka. Aku tak apa! Aku tak butuh support kalian. Tapi yang jelas... Aku takkan melepaskannya!" ucap chanyeol dengan nada dingin. Namun seulgi menghela nafas, dan mengembangkan senyum hangatnya.

"Chanyeol sayang... Boleh eomma melihat fotonya?" tanya seulgi hati-hati bahkan senyum hangatnya masih terkembang diwajah cantiknya. Mendengar itu, chanyeol melemparkan ponselnya kasar tepat berada didepan seulgi bahkan raut wajahnya pun masih dingin. Seunghyun, yoora dan tentu saja seulgi hanya dapat menghela nafas.

"Dia manis sayang. Siapa namanya? Besok kalau bisa ajak dia makan malam disini ne? Eomma akan memasakkan masakan spesial untuknya" ucap lembut seulgi. Mendengar ucapan eommanya, sontak wajah dingin chanyeol langsung berubah drastis menjadi berbinar. "Namanya Byun Baekhyun eomma! Dan tentu saja aku akan mengajaknya kemari besok!" ucapnya.

"Berikan ponselnya padaku eomma! Aku juga ingin melihatnya" ucap yoora mencairkan suasana. "Woah neomu kiyeowo! Ughhhh aku gemas" ucap yoora seraya membuat gerakan seperti mencubit pada layar ponsel chanyeol. "Baiklah ajak dia kemari besok. Dan aku akan pulang cepat agar bisa bertemu dengan si lucu ini" lanjutnya.

"Ne. Aku benar-benar akan mengajaknya kesini besok! Kalau begitu aku kekamar ne eomma, appa, dan noona!" ucap chanyeol dengan mata berbinar. Setelah itu ia langsung pergi kekamarnya.

Sedekar info juga, mengapa seunghyun tak kaget sama sekali setelah mengetahui bahwa orang yang dicintai chanyeol adalah namja. Itu karena dulu sebelum ia dan seulgi menikah. Ia juga gay, namun ia menjadi normal setelah bertemu dengan seulgi. Kurang lebih begitulah.

.

.

#07.00 a.m At School

Seorang namja tinggi berambut pirang tengah duduk diatas motor mahalnya dengan gelisah. Namja yang diketahui bernama kris itu tengah menunggu luhan dari jam 06.00 tadi. Namun hingga sekarang, sama sekali belum ada tanda-tanda tentang luhan. Entah karena ia terlalu pagi, atau mungkin memang luhan akan datang terlambat. Ia tak mau ambil pusing, ia masih tetap setia menunggu hingga pujaan hatinya datang.

"Ludeer~ ayolah... Kenapa kau belum datang juga? Aku merindukanmu! Kutelfon tapi tak pernah diangkat. Pesan-pesanku pun tak dibalas. Sebenarnya ada apa denganmu lu? Huuhhh aku mengkhawatirkanmu baby~" gumam kris lirih hampir tak terdengar. Tanpa ia sadari, air matanya menetes begitu saja. Tanpa pikir panjang ia langsung mengusap kasar wajahnya agar semua orang tak mengetahui kalau ia sedang menangis. Bagaimanapun ia juga menjaga image. Tapi pertahanannya pun bisa runtuh hanya karena namja cantik bernama luhan. Catat itu, seorang KRIS menangis hanya karena LUHAN. What the- ok lupakan.

Tak lama kemudian, sebuah taksi berhenti didepannya -kris-. Dan itulah yang ia tunggu. Namja cantik yang baru saja keluar dari dalam taksi.

"Lu~...?" kris berucap seraya menggenggam lengan luhan untuk mencegahnya masuk, lebih tepatnya agar luhan tak menghindarinya lagi. "Ada yang ingin kubicarakan lu" lanjutnya dengan nada lembut. Luhan hanya dapat menundukkan kepalanya, mencoba menutupi matanya yang sudah basah karena airmatanya dan juga ia tak mau menatap mata elang kris.

"Sebenarnya ada apa lu? Kenapa kau menghindariku hm? Kalau aku punya salah padamu, aku minta maaf. Dan kumohon katakan apa salahku lu agar aku tak mengulanginya lagi. Kumohon lu bicaralah" ucap lembut kris seraya memegang kedua bahu mungil luhan yang bergetar karena menahan tangis. "Tatap aku lu aku mohon" lanjutnya seraya menarik dagu luhan agar mendongak untuk menatapnya.

Saat mata mereka bertemu, kris sangat terkejut karena luhannya yang selama ini kuat telah menangis. Sedangkan luhan, pertahanannya runtuh. Ia terisak kecil didalam kontak mata mereka.

"Lu kumohon jangan menangis. Mian kalau aku salah. Kumohon lu bicaralah" tanpa pikir panjang kris langsung memeluk erat tubuh luhan seraya mengucapkan kalimat tersebut. Meskipun tak ada balasan pelukan dari luhan. Dan tanpa kris sadari, air matanya juga turun membasahi rambut pirang luhan. "Berbicaralah lu kumohon" lanjutnya dengan nada menahan tangis.

"Ini bukan hiks salahmu kris hiks. Tapi ini hiks sa hiks salahku." ucap luhan disela isakannya. "Kumohon katakan padaku apa yang terjadi. Aku akan menjelaskan semua. Aku yakin lu, ini hanya salah paham" ucap lembut dalam pelukannya seraya mengusap lembut punggung sempit luhan untuk menenangkan pujaan hatinya itu.

"Aku akan mengatakan padamu. Tapi tidak disini" ucap luhan. Setelah mendengar ucapan luhan, kris langsung melepas pelukannya, lalu ia menggandeng tangan luhan. Menariknya untuk pergi ketaman.

.

#Taman Sekolah

Kini luhan & kris sedang duduk berhadapan dikursi taman sekolah dan masih dengan tangan yang saling menggenggam. "Jadi ada apa lu? Katakan kumohon" ujar kris mencairkan suasana.

Luhan menghela nafas, lalu ia mulai bercerita. "Saat aku mengejarmu waktu itu. Aku berhenti karena tak sengaja mendengar 3 yeoja itu. Dia mengatakan kalau aku tak pantas untukmu. Kau memacariku hanya karena kau kasihan padaku karena status kita yang sama-sama seorang idola sekolah. Yang yang utama aku adalah penyebab kau menjadi gay kris. Aku-" ucapan luhan terpotong saat jari telunjuk kris menempel dibibirnya, memberi perintah agar berhenti berbicara.

"Lu~ jangan katakan itu lagi. Hei dengarkan aku! Sudah berulang kali aku mengatakan ini padamu lu. Dan aku akan mengatakannya sekali lagi agar kau mengerti. Aku mencintaimu lu, tak pernah barang sedikitpun terpengaruh dengan latar belakangmu. Cinta itu timbul dihatiku lu. Dan hanya untukmu. Cintaku tulus untukmu lu. Dan Bukan kau yang membuatku gay lu. Tapi karena mungkin inilah yang tuhan takdirkan untuk kita. Tuhan yang mengizinkan kita bersama lu. Tuhan tak pernah melarang tentang cinta lu. Kumohon mengertilah. Aku Byun Kris Wu, akan selalu mencintai Xio Luhan. Sangat mencintai Xio Luhan." jelas kris panjang lebar. Luhan malah semakin terisak karena kata-kata kris yang menyentuh hatinya.

"Tapi hiks... A-aku-"

CHU~

Ucapan luhan terpotong karena kris mencium bibirnya sekilas. Hanya sekilas. Dan itu membuat luhan mematung. Diam. Tak bisa berkata apa-apa.

"Sudah kubilang jangan katakan itu lagi baby... Dan jangan salahkan dirimu seperti ini. Hey dengarkan aku lu! Biarkan orang lain mau berkata apa tentang kita ataupun dirimu. Mereka hanya iri padamu ataupun kita lu. Jadi jangan dimasukan hati ne? Karena mereka tak mengerti apapun tentang kita lu~ arraseo?" ucap kris seraya membelai lembut pipi luhan.

Mendengar itu luhan langsung tersenyum dan mengangguk mantap seraya menggenggam tangan besar kris yang berada dipipinya. "Arraseo. Mian ne" ucapnya.

"Aish! Sudah kukatakan jangan menyalahkan dirimu atau aku akan memakanmu disini!" ucap kris dengan ekspresi yang dibuat jengkel.

Mendengar itu, semburat merah muncul dikedua pipi luhan. "Ish! Dasar mesum!" ucapnya seraya mencubit pelan pinggang kris.

"Aku mesum hanya dengan mu lu~" ucap kris lengkap dengan senyum menawannya. "Saranghae ludeer... Ani lebih tepatnya neomu saranghae ludeer~" lanjutnya seraya menatap dalam pada mata rusa luhan dan jangan lupakan tangan kanannya yang masih bertengger manis dipipi kiri luhan.

"Em nado neomu saranghae yifan" ucap luhan seraya tersenyum manis. Setelah itu mereka berdua hanyut dalam pelukan satu sama lain.

.

#At Class

3orang namja tengah asik dalam pembicaraan mereka. Namja terdiri dari namja bermata bulat, berpipi bakpao, dan berpawakan mungil bak minion.

"Uri baekkie mau makan tidak?. Ini tadi kyungie sendiri yang memasak!" tanya kyungsoo -namja bermata bulat- dengan nada berbinar. Kyungsoo memang sangat pandai dalam hal memasak, sifat yang diturunkan oleh ibunya.

"Aku tak kau tawari?" tanya minseok -namja berpipi bakpao- dengan menaik turunkan alisnya. "Nanti kalau kau yang makan, sekali suap saja akan langsung habis. Bahkan tempat makannya pun ikut kau makan! Dan satu lagi. Kalau kau makan, nanti berat badanmu akan bertambah lagi. Lalu kalau si spongebob itu melihatmu yang semakin gemuk, maka dia akan meninggalkanmu. Arraseo?!" kyungsoo berucap cuek.

"Huhhh bilang saja tidak boleh! Tidak usah bawa nama chenie segala!" protes minseok seraya mengembungkan pipinya lucu. Sedangkan kyungsoo hanya memutar bola matanya malas. "Sudahlah baozi! Makanlah. Aku hanya bercanda tadi. Mian ne?" ucap kyungsoo lembut seraya tersenyum manis. Dan ditanggapi pula dengan senyum lebar yang mengembang diwajah imut minseok. "Kenapa yixing hyung belum kesini ya?" lanjutnya.

"Ah tadi saat aku ketemu yixing, dia bilang kalau dia tidak bisa bergabung hari ini. Katanya joon... Jun... Em... Jon.." jelas minseok terbata-bata karena lupa dengan nama asli suho. "JoonMyun minnie~" kyungsoo membenarkan.

"Ah iya itu maksudku. Ah sebut saja suho, nama aslinya itu sangat susah." ucap minseok seraya memakan makanan yang dibawa kyungsoo tadi. "Memang mau ada apa? Tumben sekali. Biasanya meskipun dia sedang bersama suho, dia selalu bisa menyempatkan waktunya untuk kita" gerutu kyungsoo. "Katanya menemani suho untuk membeli persediaan. Dan juga membantu appa & eommanya suho untuk berbenah. Mereka pergi bersama kris & luhanie juga. Dan juga tadi yixingie mengirim pesan padaku. Kalau restoran tutup, jadi hari ini kita libur." jelas minseok. Memang kyungsoo & minseok bekerja direstoran yixing. Sebenarnya kyungsoo & minseok memang termasuk golongan yang kurang berkecukupan. Jadi mereka memutuskan untuk bekerja di restoran yixing. Meski awalnya yixing menolak, karena sebenarnya ia bersikeras untuk membantu mereka ketika mereka membutuhkan, namun keduanya menolak dengan alasan tidak ingin menjadi orang yang berketergantungan. Meskipun kyungsoo merupakan sepupu seorang penguasa seperti park chanyeol, tapi ternyata hidupnya tak semewah itu. Dulu sempat chanyeol dan keluarganya meminta kyungsoo untuk tinggal bersama mereka. Namun kyungsoo bersikeras menolak itu. Dan apadaya, yixing tak tega dengan keduanya. Jadi ia menerima kyungsoo & minseok untuk bekerja direstorannya.

"Kau ini bagaimana! Ya jelas pasti disana ada kris hyung juga! Kan mereka saudara! Huh dasar. Kenapa kau juga jadi pelupa seperti yixingie hyung. Yang jadi pertanyaannya, untuk apa mereka berbenah? Apa mereka akan pindah" ucap kyungsoo. Lalu ia menatap baekhyun yang masih asik dengan acara 'Kunyah Mengunyah Masakan Kyungsoo Dengan Lahapnya'. "Baekkie~ memangnya baekkie mau pindah ya?" tanya kyungsoo.

"Ani... Baekkie akan pergi kelondon untuk penyembuhan baekkie! Doakan ne kyungie~ Miniie~" ucap baekhyun dengan mata berbinar.

"Ah begitu..." kyungsoo menghembuskan nafas dengan lemas begitu pula minseok. "Berapa lama baekkie?" kini minseok yang bertanya.

"Baekkie tidak tahu. Katanya hunnie hanya sebentar kok. Jadi kita bisa bertemu lagi minnie" ucap baekhyun seraya mengunyah makanannya. Dan hasilnya "Uhhukk Uhhuukk..." baekhyun tersedak. Melihat itu kyunsoo langsung memberikan sebotol minuman untuk baekhyun, dengan minseok yang mengelus lembut punggung baekhyun. "Hati-hati baekkie~" ucap lembut minseok.

Tiba-tiba sehun datang menghampiri mereka. "Ah ternyata baekkie disini" ucapnya.

"Kajja baekkie bersiap-siap. Baekkie harus pulang sekarang" masih dengan nada lembut sehun berujar.

"Kenapa?" tanya baekhyun seraya mendongak untuk menatap sehun.

"Pemberangkatan baekkie dipercepat menjadi besok. Jadi sekarang baekkie harus beristirahat sekarang. Agar besok tidak lelah ne" -sehun berucap seraya membelai lembut rambut hitam kelam baekhyun.

"Begitu..." -baekhyun.

"Sehun-ssi, bisa bicara berdua?" kini kyungsoo mengeluarkan suaranya. "Kajja ikut aku. Minseok jaga baekkie sebentar ne" lanjutnya seraya berjalan keluar diikuti oleh sehun.

"Sehun-ssi aku hanya ingin bertanya." ucap kyungsoo saat mereka sudah berada diluar kelas. "Boleh. Tanya apa? Em dan jangan memanggilku seperti itu lagi. Itu terlalu formal. Kau kan teman baekhyun, jadi kau juga temanku." sanggah sehun.

"Em begini, berapa lama baekhyun berada dilondon untuk penyembuhannya?" tanya kyungsoo. "Kurang lebih 3tahun. Kenapa?" ucap sehun masih dengan wajah datarnya.

"3tahun ya" -kyungsoo berucap seraya menundukkan kepalanya.

"Tapi aku tak bisa memastikan akan dalam jangka waktu itu. Karena bisa saja pengobatannya selesai sebelum 3tahun." ucap sehun.

"Dia berangkat besok?" -kyungsoo.

"Sebenarnya masih 2hari lagi. Tapi tuan byun mempercepatnya menjadi besok. Doakan saja agar pengobatannya berhasil. Baekhyun akan kembali padamu. Dia bukan tipikal orang yang akan lupa meskipun lama tak bertemu." -sehun.

Tanpa kyungsoo sadari, air matanya mengalir. Ia terisak kecil. "Hiks aku yakin baekkie hiks akan sembuh. Hiks. Dan dia takkan melupakan kami hiks" ucapnya susah payah karena menahan tangis. Sehun yang tak tega melihatnya hanya dapat mengelus lembut punggung kyungsoo untuk menenangkannya. Namun kyungsoo malah menyenderkan kepalanya pada dada bidang sehun. Ia memang selalu butuh pelampiasan ketika menangis.

Tanpa mereka sadari, seorang namja berkulit tan memandangi adegan tersebut dengan pandangan tak suka seraya mengepalkan tangannya. Lalu ia menendang tong sampah yang ada disampingnya. "AGRH! KAKIKU!" Teriaknya karena merasa kesakitan setelah menendang tong sampah tersebut. "Tong Sampah Sialan!" lanjutnya.

"Awas kau cadel! Kau merebut kyungieku!" gerutunya. "Kukutuk kau menjadi cadel selamanya! HAHAHA" Lanjutnya seraya tertawa evil.

.

.

Disisi lain, chanyeol kini tengah duduk disalah satu bangku dalam cafetaria dengan gelisah. Dia tidak sendiri, dia bersama jongdae.

"Ya park chanyeol! Kenapa dudukmu seperti itu?" tanya jongdae antusias karena melihat chanyeol yang duduk dengan posisi tidak tenang.

"Diamlah! Kau tak mengerti apapun!" ketus chanyeol.

"Bagaimana aku bisa mengerti! Kau saja tak berbicara padaku daritadi!" jongdae berdecak sebal. "Kalau kau mencari baekhyun. Coba cari dikelas. Aku melihatnya tadi!" lanjutnya.

"JINJJA!?" teriak chanyeol dengan mata melebar. "Oh astaga kau membuat jantungku copot!" kaget jongdae. "Ya aku melihatnya tadi berjalan dengan kyungsoo dan minnie kekelas." lanjutnya.

"Ah gomawo! Aku akan kesana sekarang! Kau bayar jusku ne!" ucap chanyeol seraya berjalan menjauh. "MWO?! Aish! Dasar! Uangnya saja lebih banyak dariku! Tapi kenapa bayar jus saja tak mampu! Kalau aku jadi fansnya! Maka aku akan membencinya sekarang! Kalau bisa aku akan mencuri boxer rillakuma kesayangannya itu!" gerutunya. Lalu ia mulai menyesap kopinya.

Tiba-tiba kai datang dan langsung mencomot kopi jongdae. Namun tak menghabiskannya. Hanya setengah saja.

"YA! KOPIKU! Apa-apaan kau hitam! Kalau mau beli sendiri!" protes jongdae. Namun tak ditanggapi oleh kai. Dan suasana pun menjadi hening. Tiba-tiba...

DUGH!

"PFFFFFTTTTT"

Tangan kai yang terkepal dia banting dengan keras dimeja, sehingga menimbulkan suara dentuman yang cukup keras. All hasil jongdae yang tengah meminum kopinya terkaget dengan suara itu. Sontak ia menyemprotkan kopinya. Dan lebih parahnya itu, yang kena semprotan kopi adalah wajah yadong kai.

"YA KOPIMU! Aish! Wajah sexyku" protes kai seraya mengelap wajahnya dengan tisu.

"Salahkan dirimu sendiri! Kau yang mengagetkanku. Dan satu lagi, wajahmu itu yadong! Tidak sexy!" jongdae berdecak sebal namun seringaian jahil muncul diwajah kotaknya. "Tapi, percaya padaku! Wajahmu saat ini berlipat-lipat kali lebih tampan! HAHAHA!" lanjutnya seraya tertawa dengan tawa cempreng khasnya.

"Sekali lagi kau berkata begitu! Akan kubuat wajahmu menjadi segitiga!" ketus kai. Dan seketika jongdae langsung menutup mulutnya rapat-rapat.

.

.

#At Class

"Baekkie?!" sapa chanyeol seraya tersenyum lebar. Namun kemudian ia mengernyit. Karena melihat baekhyun berdiri seraya menggendong tasnya.

"Ah channie.. Anyeong. Waeyo?" tanya baekhyun.

"Baekkie mau kemana?" -chanyeol.

"Pulang. Soalnya-" ucapan baekhyun terpotong karena chanyeol menarik tangannya untuk keluar setelah ia mengambil tasnya juga.

"Ya park chanyeol! Baekkie akan-" -sehun.

"Sudahlah hun, berikan mereka waktu untuk berdua. Hanya sebentar! Memang si tiang listrik itu sangat menyebalkan dan suka seenaknya. Tapi percayalah, ia takkan menyakiti baekkie. Kau kirimkan pesan saja pada chanyeol untuk membawa baekhyun pulang segera" -kyungsoo.

"Ah baiklah..." setelah berucap, sehun langsung mengambil ponselnya dan mulai mengetikkan pesan untuk chanyeol.

To : Park Chanyeol

Hey idiot! Cepat bawa pulang baekhyun sebelum pukul 5sore kalau urusan kalian sudah selesai. Dia harus istirahat!

Setelah mengirimkan pesan, tak lama kemudian ponselnya bergetar menandakan pesan masuk.

From : Park Chanyeol

Baiklah! Percayakan semua padaku!. :D

.

.

Disisi lain kini chanyeol & baekhyun tengah duduk berdua ditaman dekat kedai ice cream seraya menikmati enaknya rasa ice cream.

Tiba-tiba ponsel chanyeol bergetar menandakan pesan masuk. Ia langsung mengambil ponselnya dan membuka pesan tersebut.

From : Ooh Sehun

Hey idiot! Cepat bawa pulang baekhyun sebelum pukul 5sore kalau urusan kalian sudah selesai. Dia harus istirahat!.

Lalu chanyeol mulai mengetik pesan balasan untuk sehun dan mengirimnya.

To : Ooh Sehun

Baiklah! Percayakan semua padaku!. :D

Setelah membalas pesan dari sehun, ia langsung memasukkan kembali ponselnya disakunya. Dan ia mulai melanjutkan acaranya yang sempat tertunda karena pesan masuk tadi, yaitu acara 'Memandangi Pahatan Ciptaan Tuhan Yang Sangat Sempurna alias Memandangi Wajah Manis Baekhyun'.

"Channie~ Baekkie harus cepat pulang" ucap baekhyun membuyarkan lamunan chanyeol.

"Nanti saja ne? Channie ingin berlama-lama dengan baekkie disini. Hanya hari ini saja. Tak apa kan?" ucap chanyeol hati-hati seraya menggenggam lembut tangan mungil baekhyun. "Tadi channie juga sudah meminta izin dengan sehun" lanjutnya.

Kini chanyeol dan bekhyun tengan merebahkan diri mereka diatas empuknya rumput-rumput hijau yang memenuhi taman. Mereka merebahkan diri seraya menatap langit dengan satu tangan yang saling menggenggam hangat.

"Emm channie... apa diatas sana sangat indah?" tanya baekhyun seraya menunjuk langit dengan tangan kirinya, karena tangan kanannya tengah digenggam oleh chanyeol.

"Channie tidak tahu baekkie... Tapi kalau channie kira-kira, disana memang indah. Waeyo baekkie? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" ucap chanyeol seadanya seraya memiringkan kepalanya agar dapat melihat baekhyun.

"Ani... baekkie hanya bertanya" setelah bekhyun berucap seperti itu, suasana menjadi hening. Dan tiba-tiba...

BYURRRRRRR

Hujan turun dengan derasnya. Menimbulkan sensasi yang berbeda bagi chanyeol & baekhyun.

"Channie hujan! Kajja kita berteduh!" ucap baekhyun lalu ia berdiri hendak berlari, namun langkahnya terhenti ketika chanyeol menahan tangannya.

"Kita tak usah berteduh baekkie. Kumohon sekali saja izinkan channie menikmati hujan bersama baekkie. Hanya sebentar." Ucap chanyeol dengan raut wajah penuh harap. Melihat itu baekhyun langsung menganggukan kepalanya takut-takut.

"Kenapa baekkie begitu? Baekkie takut?" ucap chanyeol dengan khawatir seraya menangkup kedua pipi gembil baekhyun dengan tangan besarnya setelah ia menyadari raut wajah ketakutan baekhyun.

"Baekkie hanya takut kalau ada petir channie..." ucap baekhyun lirih namun dapat ditangkap oleh pendengaran chanyeol.

"Tidak usah takut ne. Ada channie disini. Channie akan menjaga baekkie. Arrachi?" ujar lembut chanyeol. Dan ditanggapi dengan anggukan kepala serta senyum manis dari baekhyun.

Tanpa pikir panjang, chanyeol langsung memeluk baekhyun lalu berputar-putar dibawah guyuran air hujan. Refleks baekhyun melingkarkan tangannya pada leher jenjang chanyeol saat chanyeol mengangkat tubuhnya untuk diajak berputar-putar.

"AAAAAA CHANNIE INI MENYENANGKAN! HAHAHA" ucap baekhyun dengan nada gembira bak anak kecil yang habis dibelikan sebuah ice cream. "HAHAHA SUDAH KUBILANG INI MENYENANGKAN BAEKKIE! WUHUUUUUUUU!" Chanyeol pun ikut histeris dengan tubuh yang masih berputar-putar.

Namun saat chanyeol mengangkat tubuh baekhyun sedikit lebih tinggi, sontak baekhyun langsung merenggangkan tangannya dengan kepala mendongak keatas agar dapat lebih menikmati tetesan air hujan yang membasahinya.

"HAHAHA BAEKKIE MENYUKAI HUJAN! BAEKKIE TAK TAKUT LAGI DENGAN HUJAN! HAHAHA" tawa baekhyun pecah saat chanyeol menambah ritme putarannya. "SARNGHAE BAEKKIE" teriak chanyeol seraya mendongakkan kepalanya. Dan keduanya larut dalam kehangatan dibawah guyuran derasnya air hujan yang turun.

.

.

#Park's House

"Chanyeol, sudah siap belum nak? Kalau sudah cepat jemput baekhyun ya. Eomma sudah menyiapkan makanannya" ucap seulgi seraya mendudukan diri disamping chanyeol yang tengah tersenyum idiot seraya memandangi fotonya dengan baekhyun dalam ponselnya.

"Ne eomma, aku akan kesana. Baekkie pasti akan terkejut!" ucapnya dengan mata berbinar.

"Terkejut? Apa kau tidak memberitahunya sebelumnya?" tanya seulgi dengan raut wajah mengintimidasi.

"Ani eomma. Aku hanya ingin membuatkan kejutan untuknya" ucap chanyeol seraya memasukkan ponselnya dalam saku celananya. "Aku pergi ne eomma" lanjutnya seraya berjalan keluar rumah.

Memang tadi sekitar pukul 5sore, chanyeol sudah mengantarkan baekhyun pulang karena takut kalau baekhyun akan sakit setelah bermain hujan dengannya. Lalu ia pamit begitu saja untuk membantu seulgi memasak makanan untuk baekhyun nanti malam, namun cahnyeol tak memberitahu baekhyun untuk datang kerumahnya malam ini. Dengan alasan untuk memberi kejutan pada baekhyun. Dan malam ini, keluarga park memang tengah disibukkan dengan persiapan penyambutan baekhyun untuk chanyeol.

.

.

#Byun's House

TING TONG

"chakkaman..." teriak suho dari dalam rumah.

CKLEEEKKKK

"Ow Chanyeol! Masuklah!" ucap suho seraya memberi jalan agar chanyeol masuk, lalu ia menutup pintunya setelah chanyeol masuk. "Ada apa kau kesini? Tumben sekali." Lanjutnya.

"Baekhyun ada hyung? Kenapa rumah ini sepi? Kemana paman & bibi?" tanya chanyeol seraya mendudukan dirinya disofa ruang tamu. "Em baekhyun, appa, eomma sedang-"

"Ah Park Chanyeol What's up! Tumben kau kemari. Ada apa? Merindukanku?" ucapan suho terpotong cepat oleh kris yang baru saja turun dari lantai atas.

"Ani hyung. Aku mencari baekhyun. Dimana dia? Kenapa disini sepi sekali?" –chanyeol.

"Em tunggu sebentar chanyeol, aku akan membuatkanmu minum. Kajja kris bantu aku!" ucap suho seraya memberi kode pada kris agar ia mengikutinya. Seakan mengerti dengan tatapan suho. Kris langsung membuntuti suho. "Cepat ne hyung!" chanyeol berucap dan hanya dibalas dengan deheman oleh keduanya.

Saat sampai didapur, kris langsung mengambil cangkir lalu ia berikan pada suho agar diisi dengan kopi untuk chanyeol.

"Kris? Apa menurutmu baekkie belum memberitahu chanyeol soal keberangkatannya?" ucap suho membuka suara.

"Sepertinya begitu hyung." Jawab kris seadanya. "Kita beritahu saja padanya hyung! Siapa tahu setelah mendengar penjelasan dari kita, dia tak kambuh lagi." Lanjutnya.

"Baiklah. Kajja!" suho berucap seraya berjalan mendahului kris seraya membawa secangkir kopi hangat untuk chanyeol.

Sesampainya diruang tamu, suho langsung meletakkan cangkir tersebut tepat didepan chanyeol.

"Minumlah dulu!" perintahnya.

"Eomma & Appa sudah berangkat ke London petang tadi" ucap kris memecah keheningan.

"Begitu..." ucap chanyeol lalu mulai menyesap kopinya. "Lalu baekkie dimana?" lanjutnya dan masih dengan cangkir yang berada ditangannya.

Kris menghembuskan nafas kasar lalu menunduk dalam. Suho yang mengerti situasi tersebut langsung membuka suara.

"Lebih tepatnya appa & eomma yang menemani baekkie ke London. Mereka berangkat sore tadi setelah ia pulang ke rumah" ucap suho dengan lirih. Sontak mata chanyeol membola dan...

PRANGGGG!

.

.

.

TBC

Segini dulu chap.9nya...

Maaf kalo banyak typo bertebaran...

Dan makasih buat yang udah luangin waktu untuk baca dan review ff ini sebelumnya...

Galaxy KrisnaAnggaDewi : Haha iya setuju banget :D. Makasih buat reviewnya... ikutin terus ne ceritanya... jangan lupa review lagi... Fighting! Anyeong

ShinHaein61 : Emm baekhyun ke londong sama ortunya, sehun dan 1 lagi. Tapi masih rahasia. Itu bakal kejawab dichap depan kayaknya. Dan buat pertanyaan tentang chanyeol, itu kalau chanyeol kambuh, dia bakal ngamuk-ngamuk. Barang apapun yang ada disampingnya pasti bakal ia banting. Intinya gitu hehe... makasih ya reviewnya. Ikutin terus ceritanya ya. Review lagi jangan lupa :D . nado saranghae hihihi :D. Fighting! Anyeong

Yousee : Itu bakal kejawab di chap depan ne... Ikuti terus chapnya. Makasih juga bwt reviewnya. Review lagi ya nanti hehe... :D Fighting! Anyeong

meliarisky7 : Iya ini udah lanjut. Haha makasih bwt triple likenya. Haha :D. Makasih juga bwt reviewnya. Ikutin terus ne chapnya. Jangan lupa review lagi ya. Fighting! Anyeong

Sekedar info aja. Kalau ada yang mau request cerita boleh request direview yah. Aku butuh inspirasi buat bikin cerita baru. Siapa tahu cerita dari kalian menarik. Dan nanti akan aku usahain untuk bikin cerita itu. Tolong requestnya ya :)

Salam hangat Chanbaek Hunbaek Chanhun Shipper... ;)

Review juseyo~

See you in next chapther...

Saranghae ...

~Anyeonghaseo~