Chapter 9:Promise
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Warning: Banyak Karakter Import(OC), OOC, Typo, EYD, dan masih banyak lagi
Terima kasih untuh para reader dan khususnya para Reviewer
Naruto sedang berlatih dengan flight simulator miliknya yang ada di kamarnya, dilihatnya jam tangan miliknya, "huh , sudah jam 5 sore" ujar naruto kaget. Melihat ke arah ranjangnya hinata masih tertidur pulas sejak siang tadi, "aku harus segera mengantarnya pulang , atau paman hiashi akan memarahiku", ujarnya dalam hati. Di dekatinya tubuh hinata yang masih tertidur, dipandanginya wajah hinata yang damai seperti bayi yang baru lahir. Setelah menyingkap selimut yang menutupi tubuh mungil hinata, naruto menggendong hinata dengan bridal style dan membawanya turun. Pelan-pelan dia membawa turun hinata melewati tangga, terlihat ibu naruto, Kushina sedang duduk bercengkrama dengan neneknya
"Ara... Naru hinata mau di bawa kemana?" tanya kushina
"aku mau mengantarnya pulang kaa-san" jawab naruto
"tidak di bangunkan dulu ? atau tidak sekalian menunggu makan malam ya?" ujar kushina agak kecewa
"keliatannya dia sangat capek kaa-san, aku tidak tega membangunkannya, aku harus segera mengantarnya pulang, atau paman hiashi akan khawatir" jawab naruto lagi
"baiklah kalau , begitu, hati-hati naru"
"hmm, " naruto mengangguk dan membawa ke mobil Humveenya yang sudah mengkilap karena sudah di bawa ke salon mobil oleh iruka. Setelah sampai di dekat mobil naruto meminta tolong iruka untuk membukakan pintu samping, lalu dengan perlahan menyandarkan hinata ke kursi mobil humvee-nya, di susul oleh naruto yang segera duduk di kursi kemudi
"terima kasih, iruka" ujar naruto
"ya sama-sama tuan muda, hati-hati di jalan" jawab iruka
naruto segera menyalakan mobilnya dan mulai berjalan keluar dari komplek mansion namikaze dan menuju jalan raya, hinata sempat menggeliat beberapa kali karena merasa tubuhnya kurang nyaman untuk tidur,naruto yang mengetahui itu mengusap lembut puncak mahkota surai indigo itu sambil memperhatikan jalan, 15 menit perjalanan, naruto sampai di depan mansion Hyuuga, sempat kaget si penjaga gerbang karena jeep militer berhenti di depan gerbang hyuuga mansion. Kemudian naruto mengeluarkan kepalanya dari jendela dan melambaikan tangan, si penjaga gerbang pun membukakan untuk memberi jalan pada si tuan muda namikaze. Setelah sampai depan pintu mansion hyuuga, naruto keluar dan menuju tempat hinata tidur, tiba-tiba pintu mansion terbuka dan nampak 2 orang maid yang bermata bulan berjalan mendekati naruto, "ara... naruto-sama mengantar nona hinata pulang, ya?" tanya salah satu maid
"ssssst... ya , tapi tolong jangan berisik, hinata sedang tidur." Jawab naruto pelan kedua maid itu mengangguk, lalu naruto membuka pintu mobil penumpang dan menggendong hinata dengan bridal style menuju ke dalam mansion.
"bisa tunjukkan kamar, hinata , tolong" tanya naruto kepada maid tersebut
"baik, naruto-sama... tolong ikuti saya" jawab seorang maid , naruto mengekor di belakang maid tersebut dan naik ke lantai 2 dan berhenti di sebuah pintu yang bertuliskan "Kamar Hinata, Ketok sebelum masuk". Naruto terkikik geli melihat tulisan tersebut, setelah pintu kamar di bukakan oleh sang maid naruto masuk ke kamar hinata, sontak aroma lavender tercium dari kamar hinata, tembok kamarnya di cat warna ungu muda, lalu meja belajar di tempeli stiker bermodel bunga sakura tetapi dengan warna lavender, di tidurkannya hinata di sebuah kasur ukuran Queen size, lalu di tutupnya tubuh hinata menggunakan selimut, mata naruto tiba-tiba melihat sebuah objek, itu adalah guling bermodel rubah, mengambil guling tersebut naruto mengingat kembali masa-masa saat dia smp
"hime... ternyata kamu masih menyimpan benda ini ya" ujar naruto sambil pikirannya terbang ke masa lalau
Flashback ON
Sabtu,27 Desember 20XX
"Selamat utahun hinata , semoga panjang umur" ucap semua teman-teman seluruh kelas hinata, hinata saat ini duduk di kelas-2 Konoha junior high school, semua teman-temannya di undang ke rumah hinata untuk merayakan pesta ultah hinata, tak terkecuali naruto dan saudara kembarnya, tapi naruto tak nampak sama sekali di pandangan mata lavender hinata, "di mana naruto-kun ya? Apakah dia tidak datang" batin hinata kecewa, lelaki yang menjadi pujaan hatinya ternyata tak kunjung muncul juga hingga akhir pesta, setelah pesta usai hinata dan keluarganya membuka seluruh hadiah yang di hadiahkan teman-temannya kepada hinata, mulai dari gelang, kalung, benda pernak-pernik lainnya yang masih banyak lagi, tetapi hinata seolah tak membutuhkan semua itu. Malam semakin larut hinata akhirnya beranjak tidur di kamarnya, saat akan memjamkan matanya
"Dok...dok...dok..." kaca jendelanya berbunyi seperti ada yang mengetuknya. Dengan takut-takut hinata menuju jendelanya dan membukanya perlahan, terlihat lelaki bersurai kuning ada di balik jendela itu, "N-naruto-kun" hinata terkaget, "Ma'af hinata-chan aku tidak bisa datang ke pesta karena aku harus membeli hadiah , untukmu" jawab naruto datar. Terlihat di mata hinata wajah naruto penuh noda tanah dan bajunya juga kotor sekali, "ini hadiah dariku untukmu hinata-chan, " sambil menyerahkan bungkusan berbentuk panjang dengan kertas kado yang telah rusak di sana-sini. "baiklah, aku harus segera pulang hinata-chan aku takut ketahuan ,hehehehe" sambil nyengir naruto mengatakan itu. "Hmmm...hati-hati n-naruto-kun" ucap hinata dengan wajah yang memerah, naruto segera meratap menuruni lantai 2 mansion hyuuga dan segera berlari ke arah tembok dan melompatinya menghilang di kegelapan, tidak ada seorang pun yang tahu termasuk penjaga keamanan mansion hyuuga yang terbilang Ketat. Tapi hanya hinatalah yang tahu kalau naruto menerobos mansion hyuuga untuk menyerahkan hadiah ultahnya. Segera dengan tidak sabar hinata membuka bungkusan Besar itu, lalu terlihatlah bantal boneka bermodel rubah yang memiliki ekor berjumlah 9, dan berwarna lavender, "kyaaaaa. Terima kasih , naruto-kun" hinata berteriak kecil dan memeluk bonekanya dan langsung melompat ke tempat tidurnya,dan membuat boneka itu seperti guling , untuk menemani tidur nyenyaknya
Sementara itu naruto berjalan melewati trotoar yang sudah malam, jalanan sepi toko-toko tutup, hanya tinggal lampu jalan yang menemani perjalanan naruto, terbayang pejuangannya untuk membelikan hadiah untuk gadis yang selalu dekat dengannya itu, mulai dari mengumpulkan uang saku yang tak terlalu banyak , meski ia di beri uang saku 1000yen, tapi itu untuk 7hari, atau naruto hanya di beri uang saku apabila ayahnya sedang "INGAT" berbeda dengan menma, naruko, kyuubi, dan nagato, mereka bahkan sampai menghambur-hamburkan uang untuk yang tidak perlu,bisa saja naruto mengadu ke pada ibunya, tapi ia bukan tipe anak yang mengadu , untuk masalah yang ia anggap "Kecil". Sambil menatap ke bawah di lihatnya sepatu yang ia pakai sudah mulai berlubang di sana-sini dan tangannya yang penuh luka di masukkan ke dalam saku celana ¾ nya yang sudah kotor, naruto mengingat kembali saat-saat sebelum ini. Uang sakunya terakhir kali "di beri" oleh ayahnya sekitar 3 minggu yang lalu sebanyak 650 yen, naruto berencana membelikan hadiah untuk hinata sebuah boneka rubah seharga 7500 yen dari mana ia akan mendapat 6850 yen bekerja paruh waktu? Itu tidak mungkin pemerintah jepang mengeluarkan aturan resmi pada saat itu yaitu, anak yang boleh bekerja paruh waktu minimal kelas 1 SMA. Berarti ia terpaksa tak akan jajan dan mulai menabung , biasanya naruto pergi ke kantin untuk membeli 1 buah roti seharga 100 yen. Lalu bila dia tidak kenyang ia akan pergi ke wastafel belakang sekolah untuk mengisi sisa ruang perutnya dengan air , supaya kenyang . maka mulai dari saat itu ia tidak jajan sama sekali hanya mengisi perutnya dengan air, setidaknya bisa "menunda" laparnya hingga pulang makan malam, yah itu pun jika masih ada yang tersisa untuk di makan. Ibunya selalu menyisakan sepiring nasi dan lengkap dengan lauknya untuk naruto, tapi sekarang ibunya sedang ada urusan bisnis butik ke paris, naruto harus bersiap untuk tidak makan seharian, lalu sepulang sekolah naruto selalu terjun ke tempat sampah-tempat sampah untuk emncari barang bekas untuk di daur ulang olehnya, setelah naruto mendapat barang yang di inginkan ia lantas pergi ke "persembunyiannya" yaitu sebuah gudang bekas di pinggiran konoha untuk membuat benda kerajinan yang banyak dan bisa di bilang bagus untuk modelnya , lalu di jual dengan harga selakunya, merasa belum cukup dengan benda kerajinannya yang semuanya hanya laku sejumlah 2500 yen, masih sisa 4350 yen. Tak kehabisan akal naruto mencari besi bekas yang telah di buang , mengumpulkan dengan sekuat tenaga di sisa waktunya yang tinggal 7 hari lagi sebelum ulang tahun hinata, mengorbankan tenaga , waktu bersenang-senangnya , serta waktu makan malamnya. Untunglah iruka , sopir pribadi keluarga namikaze sangat peduli pada naruto, iruka menawarkan bantuan tapi di tolak oleh naruto, ia ingin berusaha dengan keringatnya sendiri, naruto juga bilang ke pada iruka untuk tidak bilang pada kaa-sannya ia tak mau membuat kaasannya khawatir tentangnya, selama waktu 7 hari itu naruto selalu bagitu pulang dengan baju dan tangan kotor, selalu di marahi oleh nenek dan kakak tertuanya, dan ayahnya pun menatap sinis pada naruto saat naruto mengalihkan pandangan ke ayahnya bermaksud minta bantuan, tak ada yang menyadari bahwa sejak saat itu naruto telah menjadi anak yang kuat, telapak tangannya penuh luka kulit-kulit telapak tangannya mulai menebal dan mengeras,lalu sempat tangan naruto terkena infeksi karena luka , tetapi naruto malah memperlebar lukanya , membiarkan darah mengalir, setelah itu infeksinya sembuh. Di hari ultah hinata naruto berhasil mengumpulkan besi bekas sebanyak 1 karung, lalu menjualnya , syukurlah penjual itu membelinya dengan harga 6500 yen, karena merasa iba pada naruto. Segera setelah mendapatkan uangnya naruto segera menjadikan satu seluruh uangnya, pergi ke toko boneka, tak peduli dengan baju dan penampilannya. Lalu ia memilih boneka besar yang telah di rencanakan. Sekalian di bungkus kado ia memikul boneka itu dan segera pergi ke mansion hyuuga, tapi dalam perjalanan ia bertemu kakak kelas di smpnya yang sering sekali membully naruto mereka berlari ke arah naruto dengan wajah penuh dengan maksud "JAHIL", sontak naruto berlari menyelamatkan diri , entah di daerah mana sekarang, tapi ia berhasil lolos dari mereka. "huh... hampir saja..." ucapnya lega, lalu ia segera mencari jalan untuk menuju mansion hyuuga, tetapi saat ia sudah sampai di sana sudah malam , semua sudah tutup, pestanya sudah selesai , dia terlambat, tapi tak ada kata terlambat dan menyerah di kamus naruto, ia melompati pagar yang super tinggi dengan kawat duri di atasnya, dengan sigap ia melompati pagar itu , kado milik naruto sempat tersangkut di kawat berduri, tetapi tak sampai merusak isinya, hanya bungkusnya saja. Memanjat ke lantai 2 balkon jendela hinata, dan menggedornya,memberikan hadiah kepada gadis surai indigo, lalu pergi. Urusan bagaimana di rumah nanti ia pikirkan belakangan.
Flashback Off
Naruto tersenyum lembut sambil menatap boneka guling rubah lavender itu, hinata yang sedari tadi tidur tiba-tiba menggumamkan sesuatu
"hmmm...naruto-kun mohon jangan tinggalkan, aku lagi, aku mau naruto-kun tetap di dekatku..hmmmm...jangan pergi naruto-kun, aku mencintaimu...hmmmm..."gumamnya sambil tidur
"se-capek itu kah kamu hime, " kata naruto sambil mendekati dan mengelus surai indigo itu, "Aku janji hime tak akan meninggalkan kamu lagi, aku janji... aku mencintaimu , hime" ucap naruto lembut dan setelah itu mengecup lembut di dahi hinata. "Eh... " hinata melenguh, dia bangun dari tidurnya . "maaf membuatmu terbangun, hime" ucap naruto
"naruto-kun aku di mana sekarang?" tanya hinata sambil mengerjapkan matanya berkali-kali
"Kau di kamarmu hime, aku mengantarmu pulang tadi, kau tidur pulas sekali aku jadi tidak tega membangunkanmu, jadi aku gendong saja" jawab naruto
"eh..mmm... te-terima kasih naruto-kun" ucap hinata dengan wajah memerah
"hehehehe... biasa saja hime.." balas naruto sambil memeluk lembut hinata, di tengah keromantisan mereka berdua tiba-tiba "Ehem..." suara berat nan khas terdengar oleh mereka berdua, Hyuuga hiashi, ayah hinata itu berdiri di depan pintu sambil menatap tajam naruto lalu menatap hinata.
"Hinata, kau sudah bangun?" tanya hiashi dengan nada datar
"S-sudah tou-san" jawab hinata dengan gugup
"sekarang bersiap-siaplah turun, kita akan makan malam, Naruto kau juga ikut, aku tidak menerima kata 'tidak' !" ucap hiashi tegas kepada mereka berdua lalu pergi turun ke bawah untuk makan malam
"huh... ku kira aku akan di panggang hime, oleh ayahmu, heh... baiklah segera siap-siap ok, kau dengar kan kata ayahmu?" ucap naruto sambil mengedipkan sebelah matanya
"i-iya naruto-kun, " jawab hinata yang mulai berdiri untuk ganti baju, jalannya masih sempoyongan , mungkin karena "kelelahannya" . "h-hime kamu tidak apa-apa ?" tanya naruto khawatir
"Aku t-tidak apa-apa, naruto-kun, kamu ke bawah saja dulu nanti aku menyusul, sekalian mandi?" jawab hinata dengan pipi merona, mengingat apa yang mereka lakukan di mansion namikaze tadi siang
"mau mandi bersama, hime ?" tawar naruto polos
Blush...
sontak wajah hinata memerah seperti kepiting rebus, "mo... naruto-kun jangan menggodaku terus" protes hinata, "iya-iya hime, maaf kan aku Cuma bercanda, hora segera siap-siap aku akan segera turun, " Cup..." tak lupa naruto mengecup bibir mungil hinata dan langsung melenggang keluar kamar hinata untuk turun ke lantai 1. Hinata yang masih terpaku di kamarnya menggeleng-gelengkan kepalanya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dan menyegarkan tubuhnya.
Waktu makan malam
Semua keluarga hyuuga plus naruto makan malam bersama di sebuah ruang makan yang terbilang besar dan meja berbentuk oval, hiashi duduk dekat istrinya Hikari, kanan hiashi duduk hanabi putri termuda hyuuga, sebelah kiri dari hikari duduk neji putra tertua hyuuga, sedangkan di seberang meja makan duduk calon menantu mereka dan putri kedua mereka, suasana makan malam saat itu hening, tegang , karena hiashi yang terkenal kaku dan tegas, "hah inilah yang tak kusukai dari makan malam bareng dengan keluarga "bangsawan" heh , nyebelin" umpat naruto di dalam hatinya, yah biasanya saat-saat makan di militer dulu dia dan teman-temannya selalu bergurau penuh canda tawa, tapi semua di sini terlalu tenang , suasana yang jujur, tak naruto sukai ,
"naruto-kun, katanya kamu nanti saat cuti habis, bertugas di sini ya?" tanya hikari, ibu hinata memecah keheningan
"iya, bibi, nanti aku akan menjadi pilot reguler di sini, tak ada alasan lagi berada di garis depan, keadaan di sana sudah sangat stabil, berharap saja tidak ada masalah lagi bibi, UFW memang teroris yang tak bisa di tebak, mereka bahkan hampir menguasai ½ bagian dari China" jawab naruto
"apakah nanti kamu pulang ke rumah apa menginap di sana ?" tanya hikari lagi
"hmmm, mungkin saya akan berangkat jam 07.00 dan pulang pukul 17.00, mungkin itu waktu kerja saya, palingan terbang hanya sampai perbatasan okinawa, dan kembali lagi ke landasan " jawab naruto santai
"oh, begitu ya syukurlah , neji juga bertugas di sini nanti?" jawab hikari sambil melirik neji
"oh... jadi kau juga bertugas di sini ya..." tanya naruto pada neji
"ya... aku bertugas di Ground Forcenya(Angkatan darat)" jawab neji
"oh" jawab naruto ber-oh ria, setelah itu suasana makan malam menjadi santai, dan penuh dengan kenikmatan , semua orang bercengkrama hingga acara makan malampun berakhir
skip time
"hime , aku pulang dulu ya, sudah malam, " ijin naruto kepada hinata sambil memeluk lembut tubuh mungilnya
"hm... sampai bertemu lagi naruto-kun" jawab lembut hinata, kemudian naruto mengecup bibir hinata dan masuk ke mobil humveenya. "hime, kamu akan aku hubungi saat sampai di rumah nanti" ujar naruto berteriak dari dalam mobil
"hmm... iya naruto-kun hati-hati di jalan, " jawab hinata sambil melambaikan tangannya, memandang mobil naruto keluar dari mansion hyuuga.
Sementara itu di sebuah lokasi di pegunungan ukraina
6 orang berjalan menyusuri hutan 2 orang menggunakan seragam berwarna hitam yang berbendera inggris mereka adalah pasukan SAS satu orang menggunakan topi bundar berpangkat kapten ala penjelajah hutan dan kumis yang tebal , dia adalah pemimpinnya bernama "Prize" Orang di belakangnya rambutnya di cukur mohawk hanya tinggal tengahnya saja yang masih ada rambutnya, berpangkat 1st Liutenant orang itu bernama "Soap" , belakangnya lagi dua orang berseragam doreng hijau khas hutan berbendera Indonesia serta menggunakan baret merah darah , mereka adalah pasukan dari kopassuss indonesia mereka berdua bernama "joni" dan "Rendi" , masing masing berpangkat peltu(Pembantu letnan satu) dan Pelda (pembantu letnan dua), dua orang terakhir menggunakan seragam doreng padang pasir berbendera USA, mereka adalah pasukan Delta Force bernama "Sandman" dan "frost" , mereka sedang melaksanakan misi "Blue Of Gold" , yaitu mencuri cetak biru rencana misi rahasia milik UFW, yang menurut intel, informasi kunci itu berada di markas rahasia milik UFW di pegunungan ukrania, UN telah mendapat gambar citra satelit dan sekaranglah saat eksekusinya
Prize
"kita sudah berada di rally point, sandman, frost, kalian pergi ke bukit sana , beri kami mata elang (Bantuan Sniper)
Sandman, frost
"roger"
Mereka berdua segera berpisah dari kelompok dan mencari titik pandang sniper di atas bukit agar nampak seluruh bagian di atas markas musuh, sambil menenteng senjata yang panjang dan berwarna hitam
Soap
"What should we do now, Old Man?(apa yang harus kita lakukan , orang tua)"
Prize
"we are waiting the "WarHammer"
Sementara itu 20km dari titik mereka berkumpul melaju dengan kecepatan penuh pesawat AC-130 Spooky codename"WarHammer", terlihat pilot mereka masih muda tetapi berbakat, dengan mata Onyxnya, pandangan tajam , dan rambut biru donker yang di potong cepak ala militer serta sambil menggunakan earphone radio komunikasinya dia menghubungi tim darat mereka
WarHammer
"Bavo six, di sini Warhammer, sampai di rally point ETA Two(kira-kira 2 menit) "
Prize
"roger we , move now"
"ok team, tetap bersama , kita akan masuk lewat bagian timur, warhammer akan mengalihkan seluruh perhatian ke arah barat" ujar prize
"roger" jawab seluruh team
Sandman
"Bravo Six, kami melihat dua orang patroli di atas atap"
Sandman dan Frost membidik markas musuh dengan senapan jarak jauh Barret M82A1 milik mereka
Prize
"Beri mereka kecupan selamat malam, sandman"
Sandman
"roger"
"ok , frost beri mereka kecupan selamat, malam" ujar sandman ke pada frost
"OK" jawab frost
"Blar...blar..." dua tembakan beruntun di tembakkan , 2 butir peluru kaliber .50(12,5mm) melesat dan "Crak..." "Crak..." 2 kepala pasukan yang berpatroli itu pecah tertembus peluru itu, sontak suara tembakan tersebut membuat pasukan yang bersiaga di sekitar markas berhamburan menuju posisi siaga mereka semua berlari melewati lapangan "Shit... Mereka mulai menyebar , warhammer "Smoke On the palyground" " ujar sandman menghubungi bantuan udara "Roger" jawab warhammer
Pesawat yang berisi 14 orang tersebut terbang dia tengah-tengah markas musuh , operator penembak senjata dan reloader senjata bersiaga, pilot mengambil manuver , memiringkan pesawatnya ke kiri, terbang berputar membentuk sudut
Shooter
"ok smoke on the playground, menyesuaikan orbital pada 16.000"
"Rarrrrrrrrrrrrrrrrrr,,,,,,,,,,..." deruan senapan tipe gatling(laras berputar) kaliber 25mm, mulai memuntahkan pelurunya, bagai hujan peluru, semua infanteri musuh mulai kalang kabut, terkena hujan peluru tersebut lalu "Dar...dar...dar...dar...dar..." "Dem...dem...dem...dem...dem..." giliran senapan meriam 40mm mengambil andil ledakan tercipta di tanah lapang itu
Shooter
"ow.. Good kill...godkill...godkil... woooo" teriak sang operator, terlihat di layar monitor sisa pasukan yang masih selamat dari hujaman peluru pembunuh itu mereka berlindung di sebuah gedung, mereka mulai kebingungan, dan takut , suatu keputusan yang salah mereka bersembunyi di sebuah gedung itu karena
shooter
"smoke on this building"
"Dum..." dentuman keras terdengar dan "Blarrrrrrrrrrrr'' ledakan besar terjadi . akhirnya sang meriam utama 105mm tak mau ketinggalan beraksi, gedung tersebut hancur dan terbakar, tak ada orang yang selamat
"Kbooooooom, cantik sekali, " kata seorang operator yang tetap terus mengawasi monitornya
Sementara itu di tanah
prize
"ok kita bergerak, let's go" mereka bergerak sambil menenteng senjata FN SCAR dan SS2, "dar..dar..dar." mereka menembaki pasukan musuh yang masih tersisa , mereka berlari melewati gang sempit gedung , saat mereka sampai di persimpangan jalan markas itu mereka menempelkan tubuh mereka pada sebuah bangunan, memandang bangunan di seberang jalan
Prize
"Warhammer, smoke in this building"
kata prize sambil menandai sebuah bangunan dengan sebuah laser khusus. Tak lama setelah itu hujaman meriam dari langit turun"Dem..dem..dem..dem...Blar..." bangunan itu runtuh seketika , setelah itu mereka mengintip, mereka sudah dekat dengan gedung yang akan mereka masuki, tetapi "dar..dar...dar..dar" saat kepala Prize mengintip dia telah di hujani peluru oleh pasukan musuh yang berlindung di belakan tumpukan kotak, Soap mengambil inisiatif, dengan cepat keluar dari balik tembok, membidik dan , "Dlup..." "Dar..." dia menggunakan pelontar granat 40mm yang terpasang di bawah laras milik senjatanya,
"Enemy, down" ucap Soap lantang
Semua tim segera berlari menuju gedung yang mereka tuju yang berada di ujung jalan utama markas itu, mendobrak pintu depan dan langsung masuk ke dalam gedung. "Dar.." "Dar.." "Dar..." mereka melangsak masuk dan berjalan santai melewati lorong utama yang memiliki ruangan di samping kanan dan kiri, setiap ruangan mereka dobrak, mereka berbaris dengan urutan dari depan "Prize , Soap, Joni, Rendi" setiap kali musuh mencul langsung mereka tembak, dan saat itu pulalah mereka terkapar,
"Di ruangan itu, " ujar Prize.
"Frag Out" teriak Prize melempar granat tipe fragmentasi, mereka berempat menunduk, "Blam..." ada musuh yang selamat melompat dan jatuh tepat di depan mereka "Dar...Dar..." mereka menembaki 2 orang pasukan musuh yang masih tergeletak untuk memastikan kematian mereka
"Joni, check the room" ujar prize
"roger" joni menjawab dan segera masuk ke dalam ruangan terlihat musuh yang masih baru saja muncul dari persembunyian mereka karena granat tadi. "dar...dar...dar...dar...dar..." joni melepaskan aejumlah rentetan tembakan dari senjata SS2nya semua musuh terkapar dengan luka tembak mereka di kepala, "Room Clear!" ucap Joni, kemudian Prize, Soap, Rendi masuk Joni mengekor ke belakang mereka , "OK , kita jebol pintu ini" Ucap prize. Rendi maju menempelkan peledak pada engsel pintu, "Ready...!" Rendi berteriak dan menekan tombol di remote yang di pegangnya, "Blam..." peledak itu menghancurkan pintu, dalam gerakan slow motion terlihat 4 pasukan musuh bersiap di dalam ruangan dengan mengacungkan senapannya ke arah Prize dan teamnya. Sontak Soap melembar FlashBang dan "Dar...ngiiiiiiiiiiiiiiing..." dengingan membuat para musuh bingung karena suara itu, lalu "Dar...dar..dar...dar..." suara tembakan menghujam ke pasukan musuh , mereka terkapar dengan beberapa luka di tubuh mereka , Joni masuk menendangkan kakinya ke tubuh para mayat pasukan musuh itu, satu orang di antara mereka masih bergerak-gerak karena sekarat, "dar..." joni menembakkan peluru ke kepalanya untuk mengakhiri hidup orang itu, "Room Clear..." joni memberi laporan ke pada Prize, mereka berempat masuk di lihatnya sekitar ruangan, Rendi menuju meja panjang dan mememukan cetak biru, "Captain, mungkin kau ingin melihat ini" ujar Rendi
Prize berjalan ke arah Rendi, matanya terbelalak "What the hell Is this?" ucapnya mengamati cetak biru itu, "Rain Nuke? , dan "Shattered Sky Part 2? Dan ..." dia menggantung kata-katanya dan melebarkan matanya "Heaven Root !. Shit! Mereka mau membuat bumi kiamat, seperti 30 tahun yang lalu ! FUCK!, Rendi bawa cetak biru ini , para Petinggi berisik itu Pasti akan terkejut." Ujar prize sambil mengumpat
Prize
"WarHammer, kami sudah selesai berkencan di sini, kami akan keluar menuju Ekstraktion Point, Mohon perlindungannya"
WarHammer
"Roger"
Prize dan teamnya keluar dari gedung itu, menuju sebuah mobil pick up 4WD dan Soap berada di bak mobil itu, sedangkan Joni dan Rendi berada di depan untuk mengemudi dan mencari jalan alternatif ke Titik penjemputan Mereka mengendarai melewati jalan utama gunung itu, saat mereka melewati perempatan mereka berhenti sejenak, Sandman dan Frost segera melompat ke Bak mobil tersebut, "Go..go..go..go..go" teriak soap , mobil melaju tetapi saat melewati persimpangan yang kedua mereka bertemu pasukan musuh yang menaiki truk dan mobil pick up persis seperti mereka, sontak kejar-kejaran dan kontak senjata , harusnya mereka berbelok kanan di perempatan tadi sekarang mereka harus berbelok kiri mencari jalan alternatif lain, tetapi sialnya mereka malah bertemu kelompok pasukan pengejar musuh yang lain di perempatan dan pertigaan selanjutnya ,kejar-kejaran dan kontak senjata semakin panas, mereka terdesak 6 melawan 1 batalion,
Prize
"Warhammer, kami semakin panas di sini, kami butuh bantuan udara, aku akan menyalakan tanda infra merah , itu adalah kami"
WarHammer
"Roger.."
Sang operator penembak yang berada AC-130 Spooky mengamati layar ada bebrapa objek bergerak, lalu, Tanda deteksi Inframerah untuk FOF telah mucul
Operator
"ok musuh dan kawan sudah di tandai , siap menembak"
Shooter
"roger, menyesuaikan orbital dan kecepatan, incoming, Danger Close"
"Roar...Roar...Roar..." deru senjata mesin dari udara, hujan peluru berjatuhan 4 dari 8 truk pengangkut prajurit meledak dan hancur, tetapi sang pilot segera menyadari kalau mereka sedang di bidik
Pilot
"Damn... all unit, pegangan kita di bidik SAM"
"titt...tit...tit..." tanda alarm berbunyi segera pilot bermata Onyx itu melakukan manuver penghindaran, mengaktifkan Infra red jammer, memiringkan pesawat ke kanan, "Wush..Wush...wush...wush.." empat misil berukuran kecil meleset di sekitar pesawat dan meledak sesaat kemudian, "Blam..." AC-130 itu mengalami turbulance, di dalam kabin semua bergetar semua operator persenjataan berpegangan dan menghentikan aktifitas mereka
Pilot
"Shit... itu stinger... Cih... Sial..."
Umpat sang pilot lalu tak lama kemudian terdengar suara tembakan dari bawah mereka "Dadadadadadadadadadadadaar..." suara tembakan beruntun dari sebuah senjata anti udara , sontak sang pilot di bantu sang ko-pilot mengangkat pesawatnya lebih tinggi menghindari tembakan itu , tak sampai di situ mereka masih belum selesai, "Tiiiiiiiiiiiiiit...tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit...tiiiiiiiiiiiiiiiit" alarm panjang , missil menuju arah mereka ,
"hoi... kita di bidik SAM , ini missil SAM asli kemungkinan S300(missil anti udara buatan Rusia), siapkan Flare" teriak sang pilot Onyx kepada ko-pilotnya
"Siap , pak" sang ko-pilot segera memencet beberapa tombol dan "Flare Siap" katanya
"tunggu aba-abaku" hening sesaat dan "sekarang, Deploy flare" teriak pilot itu
"Roger..." "slar..." AC-130 itu mengeluarkan flare(nyala api) yang sangat besar dan banyak , tak lama kemudian missil berhasil di kacau oleh flare, Dan meledak di dekat badan pesawat, "BLAM..." dentuman besar itu menyebabkan pesawat mengalami turbulance yang hebat tetapi karena kesigapan pilot mereka berhasil selamat,
"status pesawat?" tanya sang pilot ke pada petugas teknisi
"Semua masih hijau , pak ?" jawab sang teknisi
"Tetapi kita tak mungkin kembali ke sana di sana terlalu panas" ujar sang pilot sambil menatapkan mata Onyxnya ke arah operator radio,seakan tau maksud sang pilot , ia mengangguk
WarHammer
"Bravo six , Bad news, we can cover you, we are heavy fire in here, I'm sorry bravo six"
Prize
"Roger WarHammer, bisakah kau melihat tanda-tanda team penjemput"
WarHammer
"Negative, mereka tak tampak dari sini"
Prize
"Roger that, thank for Helping"
WarHammer
"Roger and Out"
AC-130 Spooky telah berpisah dari tim darat mereka saat ini menyusuri sungai setelah mereka meninggalkan pasukan rombongan musuh, tapi tak berapa lama , pasukan musuh kembali menyusul mereka , sepertinya mereka mengambil jalan pintas, kontak senjata terjadi lagi dengan 4 sisa rombongan musuh sampai saat mereka di sebuah jembatan, tiba-tiba
BlackBeard
"Bravo six , you look like Hammered Shit, man?"
Radio milik Prize berbunyi dengan bunyi yang tidak asing
Prize
"Ah... aku hanya .. baru saja selesai kencan di sini, kami butuh serangan udara Sayang.."
BlackBeard
"Roger.. Take Them.."
Tiba-tiba 2 buah helikopter serang berjenis apache dan hind terbang di atas sungai sisi kiri mereka, helikopter bermanuver dan menembaki kendaraan musuh "Dadadadadadadadar..." apache menembakkan senjata kaliber 30mm-nya , "Rrrrrrrrrrrrrrrrrr" hind juga menembakkan senapan gatling kaliber .50nya, kemudian ke-2 helikopter itu meluncurkan roket yang di bawa mereka "Wush...wush...wush..." "Blar..." semua truk rombongan musuh hancur , infanterynya tak ada yang selamat, Prize dan teamnya menghentikan mobilnya yang sudah penuh dengan lubang tembakan peluru, helikopter pengangkut jenis Blackhawk segera merendah dan menjemput mereka , Prize dan teamnya berlari dan melompat masuk ke badan helikopter itu, dan duduk memasang sabuk pengaman
Prize
"Bravo six kepada BlackBeard, We are got the Jackpot, Go Home now, Mak it Quick"
BlackBeard
"Roger, We are Home Now..."
Ketiga helikopter itu meninggalkan lokasi pertempurang itu dan kembali ke markas mereka yang berada di sekitar teritorial milik rusia, "Ini akan menjadi awal yang buruk untuk jaman kita " Ucap Prize sambil memandang rekan Teamnya
TBC
Cat Author
AC-130 Spooky adalah Modifikasi pesawat kelas Cargo C-130 Hercules yang di modifikasi untuk bantuan serangan udara ke darat, mengusung 3 buah senjata
1. Meriam putar 25mm gatling gun
2. Meriam Bofor 40mm
3. Meriam Bofor 105mm
FN SCAR adalah senjata buatan Fabrique Nationale Atau FN asal belgia , senjata modern yang bermodelkan Futuristik memiliki peluru Kaliber 5,56mm untuk variant L dan 7,62mm untuk Variant H
SS2 adalah senjata buatan Indonesia (PT PINDAD) berdasarkan desain dari SS1 pendahulunya, di rancang lebih ringan dan lebih tahan di segala medan ,lebih akurat dan juga lebih mudah perawatannya. Singkatnya senjata ini Sesimpel AK-47-nya rusia dan Seakuran M-16 milik Amerika
Barret M82A1 adalah senjata yang di khususkan sniper, kaliber pelurunya sama dengan kaliber senjata mesin berat M2 Browning dengan kaliber peluru .50 atau 12,7mm, dengan jarak tembak efektif 1500meter, senjata ini menjadi Long range Sniper di masa kini
Apache adalah helikopter tempur buakan Amerika dengan nama lengkap AH-64 Apache, kecil lincah dan mematikan
Hind adalah helikopter tempur + pengngkut ringan milik rusia, bernama Mi Mil-35 untuk kode penamaan NATO maka diambil nama Hind, heli ini cenderung besar bentuk badannya karena mampu mengangkut 6 prajurit di badannya , juga helikopter ini di juluki Tank Terbang oleh pilot rusia karena Kokpit dan badannya mampu menahan tembakan beruntun peluru hingga kaliber 20mm pada jarak sedang
Reviewnya please, karena review anda adalah Benshin saya
