HEARTACHE
Main Cast
Byun Baekhyun X Park Chanyeol
Chanbaek/Baekyeol
And Otc
Yaoi/Boys Love/Boy X Boy/Mpreg
Cerita ini adalah 100% milik author
Kesamaan latar dan kejadian mohon maaf karna tidak ada unsur yang disengaja
Cerita mengandung unsur dewasa, diharapkan menbacanya dengan bijak
Homophobia dilarang membaca cerita ini
No Judge Negatif, No Bushing my story, tidak suka tidak usah dibaca, hanya saran dan masukan positif yang diterima.
Maaf untuk semua jenis typo dan Ejaan tidak sesuai EYD
Happy reading
Niniebee Present
.
.
.
Chanyeol terdiam duduk dikursi kebesarannya fikirannya masih berputar disekitar baekhyun, kemana pria mungil itu, sampai sekarang ponselnya pun tidak aktif, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan baekhyun, seketika chanyeol kembali teringat ucapan tuan byun, chanyeol bahkan sudah berjanji akan menjaga baekhyun, tapi nyatanya sekarang chanyeol bahkan tidak tahu keberadaan baekhyun dimana.
" Chan Kris Wu sudah menunggu kita di ruang meeting." Ucap kai
" Ah baiklah." Tambah chanyeol.
Kris kini tengah duduk menunggu kedatangan chanyeol diruang meeting, beberapa saat kemudian chanyeol masuk bersama Kai dibelakangnya, kris berdiri dan mengulurkan tangannya untuk menjemput uluran tangan chanyeol.
" Tuan Park Chanyeol." Ucap kris
" Selamat datang Tuan Kris Wu, sudah lama kita tidak bertemu." Ucap chanyeol.
" Ah tentu saja, cukup lama." Ucap kris
Rapat mereka berjalan dengan serius tapi santai, membahas tentang proyek pengembangan perumahan elit didaerah jeju selatan, mereka berbincang banyak hal, sampai kesepakan terjalain antara kris dan chanyeol, akhirnya rapat ditutup dengan makan siang bersama, chanyeol mengajak kris untuk makan siang bersama direstoran dekat kantor chanyeol.
" Tuan kris wu apakah kau masih lama berada di korea.?" Tanya chanyeol.
" Mmmh entahlah, akhir-akhir ini ada yang menarik perhatianku, seseorang katakanlah." Ucap kris
" Wah apa mungkin seorang penguasa wu coorperation sedang menyukai seseorang.?" Ledek kai
" Bagaimana bisa iya, dan juga tidak, aku hanya sedikit mengiba padanya, aku tidak mungkin memilikinya karna dia sudah menikah." Ucap kris sambil memotong steak yang ada di piringnya.
" Oh kau menyukai wanita yang sudah bersuami ternyata." Ucap chanyeol
" Dia laki-laki BTW." Ucap kris
Kai dan chanyeol serentak tertawa, hampir saja kai tersedak air minumnya, kris hanya terdiam melihat kekehan kai dan chanyeol, yang ada di benak kris saat ini adalah, apakah chanyeol tahu tentang keberadaan baekhyun, sedangkan dua hari lalu baekhyun sudah pindah kerumah yang baekhyun beli.
" A—aku harus ketoilet." Ucap chanyeol, chanyeol berlari menuju toilet, entahlah kenapa perutnya tiba-tiba saja mual, dan kini semua makanannya berakhir di wastafel.
" Kenapa dengannya." Tanya kris pada kai
" Entahlah tuan wu, akhir-akhir ini chanyeol sering sekali muntah-muntah, aku rasa pola makannya tidak baik semenjak baekhyun pergi dari apartment mereka." Ucap kai dengan mata sendunya, jujur dia sangat khawatir perihal keadaan sahabatnya itu.
.
.
.
" Kenapa kau selalu merepotkanku baekhyun, padahal aku sudah bukan anak buahmu lagi." Ucap kyungsoo sambil menjatuhkan sekantung besar makanan dan sekotak besar ice cream strawbery.
" Ey ayolah kau ini sahabatku kan kyung, aku malas untuk keluar rumah." Ucap baekhyun.
" Kau punya suami, kenapa tidak memintanya pada suamimu eoh." Ucap kyungsoo.
Baekhyun terdiam, lantas menundukan kepalanya, dia terdiam seolah perkataan kyungsoo entah kenapa menyakitinya. " Ba—baek, apa aku salah bicara, maafkan aku." Ucap kyungsoo lirih.
" Kau tau kyung, setiap malam aku tidak bisa tidur, lambungku mual tapi tidak ingin muntah, tapi saat aku menghirup wangi kemeja chanyeol yang sengaja aku bawa, rasa mual itu hilang, dan gejolak aneh didalam perutku hilang." Ucap baekhyun
" Baek, bayimu—" ucap kyungsoo.
" Ya bayiku ingin selalu berada didekat chanyeol, tapi untungnya dudu tidak rewel, dengan menghirup aroma chanyeol saja dia sudah kembali tenang." Tanpa sengaja baekhyun menitikan air matanya.
" Aku pulang, ada sesuatu yang harus kukerjakan." Ucap kyungsoo.
Baekhyun mengangguk mengiyakan kyungsoo untuk pulang.
" Sayang, kau baik-baik didalam sini ya, appa akan selalu menjagamu dengan baik." Ucap baekhyun sambil mengelus-elus perut datarnya.
.
.
.
" Kyungsoo-ah apa sebenarnya yang ingin kau katakan huh, apakah tidak bisa menunggu besok, aku sangat lelah." Ucap kai
" Kai, kau lelah kalau begitu aku tidak jadi saja." Ucap kyungsoo sambil melipat tangannya didada seolah merajuk kepada kai.
" Ey kenapa kekasihku marah, aku akan mendengarkan kalau kau menemaniku tidur malam ini." Ucap kai
" Ish dasar pria mesum ini." Kyungsoo menggerutu sambil mengacungkan tinju kehadapan wajah kai.
" Sayang kau akan melukai wajah tampanku." Ucap kai
" Diam atau aku benar-benar menghajarmu kim jongin." Ucap kyungsoo semakin marah.
" Araseo..jjaa katakan aku akan mendengarkan kekasihku yang manis ini." Ucap kai.
Kyungsoo menceritakan semuanya kepada kai perihal keadaan baekhyun, dan keberadaan baekhyun saat ini, awalnya kyungsoo tidak ingin meminta bantuan kai, untuk menyadarkan chanyeol, tapi melihat keadaan baekhyun, dan kondisi kandungan dan bayi baekhyun yang ingindidekat chanyeol, sepertinya kyungsoo memang harus segera menyatukan kedua pasangan ini.
" Kyungsoo-ah aku ingat sekarang, chanyeol sering muntah-muntah belakangan ini, tiap pagi dan sore hari, bahkan mukanya saja sangat pucat, apa lagi semenjak kepergian baekhyun." Ucap kai
" What! Kau serius kai."
" Tentu baby, dia sangat kacau, tidak bersemangat bahkan karyawan kami sering chanyeol marahi tanpa sebab." Ucap kai sambil memilin-milin jari kyungsoo
" Kai-."
" Yes baby."
" Apa jangan-jangan morning sickness yang dialami baekhyun pindah ke chanyeol." Ucap kyungsoo sambil memandang kai
" Thats right, aku akan memaksanya untuk kerumah sakit besok." Ucap kai sambil menjentikan jarinya.
" Kau terbaik sayang." Ucap kyungsoo sambil mengecup bibir tebal kai.
" Jadi bisa kita mulai malam panas kita sekarang." Ucap kai dengan kerlingan matanya yang seolah menggoda kyungsoo.
" Yak kau kim jongin." Teriak kyungsoo.
.
.
.
Baekhyun terduduk dihalaman belakang rumahnya, sambil menikmati angin yang menerpa wajahnya, sesekali dia mengusap halus perut datarnya, sambil menggumamkan lagu. " Kau menyukainya baby, appa akan menyanyikannya setiap hari kalau kau suka." Ucap baekhyun. Entah kenapa dia seketika teringat chanyeol, tapi bayangan kata-kata chanyeol nasih terngiang dibenak baekhyun perihal chanyeol menyuruh baekhyun menggugurkan kandungannya.
" Aku mabuk, apa mungkin kau yang sengaja menggodaku, dan memanfaatkan aku baek, inikan yang kau mau, hamil agar aku tidak bisa menceraikanmu." Ucap chanyeol " Atau kau tidur dengan laki-laki lain agar hamil dan seolah aku yang harus bertanggung jawab."
" CUKUP! Chanyeol, kau—" kata-kata baekhyun tertahan saat chanyeol dengan cepat menjeda kalimat baekhyun. "Gugurkan kandunganmu, jangan buat aku malu."
Deg
" A—apa, kau gila, aku tidak akan menggugurkan kandunganku chanyeol." Ucap simungil
"Terserah, karna aku tidak akan mengakuinya sampai kapanpun."
Baekhyun selalu meringis setiap mengingat kejadian itu, baekhyun mengusap air matanya, sungguh sakit, ini sangat sakit, tapi didalam lubuk hati terdalam baekhyun, baekhyun menyimpan begitu banyak cinta terhadap chanyeol.
Tingtong
Suara bel menintrupsi kegiatan melamun baekhyun, baekhyun segera bergegas menuju pintu depan, untuk memastikan siapa yang datang kerumahnya, baekhyun membuka pintu ternyata kris datang.
" Hai baekhyun." Ucap kris
" Ha—i kris, ada apa kau datang kemari?." Tanya baekhyun
" Oh aku hanya mampir saja, boleh aku masuk.?" Tanya kris
" Oh baik masuklah."
.
.
.
" yeol aku ingin mengajakmu keluar." Ucap kai
" Kemna kai, aku tidak bersemangat." Ucap chanyeol yang kini menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya.
" Yeol sebenarnya ada apa denganmu huh, lihat kau seperti mayat hidup.?" Tanya kai
" Entahlah, mungkin karna mual dan sakit kepala yang terus-terusan menyerangku setiap pagi." Ucap chanyeol
" Kau harus kerumah sakit yeol." Ucap kai
Chanyeol menatap sedikit kearah kai. " Apa harus.?" Tanya chanyeol.
" Tentu, cepat, sebelum meeting jam 3." Ucap kai lagi.
" Baiklah."
.
.
.
Baekhyun membawakan satu cangkir teh hangat untuk kris, kebetulan udara diluar cukup dingin, entah padahal sebentar lagi musim semi, tapi entah kenapa udara diluar masih saja tetap dingin.
" Kau tidak sibuk baekhyun.?" Tanya kris
" Ah tidak, aku hanya sedang menikmati masa cutiku." Ucap baekhyun sambil menyeruput teh sitrunnya.
" Kau cuti.?" Tanya kris
" Iya, aku sedang cuti, ya sedikit menghilangkan penat." Ucap baekhyun.
" Lalu, chanyeol apa dia tahu kau disini.?"
" Oh tentu saja tidak." Ucap bakehyun sambil menundukan kepalanya.
" Baek, aku tidak."
" tidak apa-apa kris, aku sengaja tidak memberitahu chanyeol dimana aku berada, bahkan orang kantorpun tidak ada yang ku beritahu selain kyungsoo dan luhan." Ucap baekhyun lirih.
" Baek sebenarnya aku—" kris menjeda kalimatnya dan melihat ekspresi yang di perlihatkan baekhyun, " Aku dan suamimu sudah bertemu, dan aku mengerjakan proyeknya." Ucap kris
" a—apa, jadi kau dan chanyeol saling mengenal.!" Baekhyun tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. " Sejak kapan.?" Tanyanya lagi
" Sejak kau mengatakan kalau suamimu adalah park chanyeol, maaf aku berbohong saat itu." Ucap kris
" Astaga kris bagaimana kau." Baekhyun menjeda kalimatnya, dan sedikit mengibaskan tangannya tidak percaya.
" Mianhae, dan baek, kemarin aku makan siang dengan chanyeol, dan kau tahu dia sangat berantakan." Ucap kris
" Dia pasti berantakan kris, karna kekasihnya meninggalkannya." Ucap baekhyun acuh.
" Apa kekasih."
" Iya, chanyeol selama menikah denganku dia memiliki kekasih, aku dan dia hanya terlibat pernikahan bersyarat saja." Ucap baekhyun lirih
" Tapi baek."
" Sudahlah kris, aku tidak ingin membicarakan chanyeol, sungguh, itu membuatku sangat sakit."
" Baiklah maafkan aku.
.
.
.
" APA! Morning sickness." Chanyeol hampir saja membuat gendang telinga kai yang duduk disebelahnya pecah kalau kai tidak menutup telinganya.
" Iya tuan, sepertinya, morning sickness di trimestir pertama yang biasanya istri anda alami kini sedang anda alami, saya akan meresepkan obat dan vitamin untuk anda." Ucap dokter Go Ahra
" Tapi dok, kenapa aku yang merasakannya." Tanya chanyeol.
" Banyak faktor tuan, mungkin istri anda sangat mencintai anda, atau mungkin sebaliknya anda sangat mencintai istri anda sampai anda merasakan apa yang seharusnya istri anda rasakan." Ucap Ahra sambil tersenyum, " Silahkan ambil resepnya di apotek Tuan park."
Chanyeol masih tidak percaya kalau kini dia mengalami yang namanya morning sickness seorang ibu hamil, seketika dia teringat baekhyun, apakah baekhyun seperti ini setiap pagi, apakah rasanya sangat tidak mengenakan hamil itu, tanpa sadar ada sedikit rasa nyeri yang terasa dihati chanyeol.
" Apa baekhyun sangat mencintaiku, apa aku bodoh telah menyuruhnya menggugurkan kandungannya, apa benar itu adalah anakku." Gumam chanyeol
" Iya dia anakmu chanyeol."
Deg
.
.
.
Baekhyun tahu ramalan cuaca hari ini akan hujan disertai petir, entah kenapa dia sangat takut dan gelisah, baekhyun sangat takut petir, baekhyun akan menggigil kalau hujan disertai dengan petir.
" Baby bagaimana ini appa sangat takut."
Baekhyun mencoba mengambil ponselnya mencoba untuk menghubungi luhan atau kyungsoo hanya untuk sekedar menemaninya, tapi sayangnya ponselnya mati, dan ketika baekhyun mencoba untuk mengisi daya batrenya tiba-tiba listrik mati, baekhyun teriak, ini sangat buruk baekhyun tidak suka gelap, sangat tidak suka.
" Baby aku harus bagaimana, appa sangat takut, hiks—hiks." Baekhyun terduduk diujung kamarnya sambil memeluk kedua kakinya, terdengar sayup-sayup langkah kaki berjalan ke arah kamarnya.
" Siapa itu." Gumamnya, siapa yang masuk kedalam rumahnya. Suara kaki itu semakin dekat dan kini sudah berada didepan pintu kamarnya, knop pintu bergerak seseorang tengah membuka pintu kamarnya, baekhyun menenggelamkan kepalanya dilututnya. " Baby jika dia menyakiti kita, kita akan pergi berdua, dan harus kau tahu, apa sangat mencintaimu dan daddymu."
Cklek
Pintu terbuka dibarengi dengan kilatan petir yang menggelegar diluar sana dan seketika bakehyun merasakan semuanya semakin gelap, dan sayup-sayup terdengar suara teriakan seorang laki-laki yang berlari menghampirinya.
" Chanyeol, aku mencintaimu." Bakehyun memejamkan matanya.
.
.
.
" Jadi dokter bagaimana keadaannya, kenapa dia tidak sadar dari tadi.?"
" Tenanglah tuan, dia hanya sedikit shock dan kelelahan." Ucap dokter bermarga Huang itu.
" Tapi kandungannya tidak apa-apa." Tanya laki-laki itu
" Bayinya sangat kuat, diusianya yang masih 8 minggu, bayi ini sangat sehat dan kuat." Ucap dokter Huang zitao.
" Ini vitamin yang harus diminum baekhyun, dan pastikan jangan biarkan dia sendirian Tuan." Ucap dokter huang
" Baiklah aku tidak akan meninggalkannya." Ucap laki-laki itu. " Aku berjanji tidak akan meninggalkannyi, cepatlah sadar byun baekhyun."
.
.
.
TBC
NB : hoh, aku tadinya mau bikin kris menyatakan perasaannya ke baekhyun, bukan malah mengakui kalau dia kenal sama chanyeol astaga ini diluar skenario, hihi tapi kan udah aku bilang, kalau kris bukan pelakor disini, hihi, aku ga bisa bikin kris jatuh hati sama bakehyun terlalu dalam hiks hiks, jadi bagaimana chap 9 ini yeorobun?, beri rivew kalian dikolom komentar ya, aku juga ngucapin terimakasih buat kalian yang masih setia di ff aku, makasih juga buat like dan follownya, oke deh see you next chapter
