Sekai no Hajimeru

Chapter VII : Hallucinations


"To..long.."

"To—long, aku Le—louch.."

Lelouch POV

Kini fajar pun telah tiba, terlihat sang Matahari sudah duduk disinggahsananya. Angin dingin menerbangkan dedauan kering layaknya alunan lagu sendu. Sekarang, aku berdiri di depan jendela seperti orang bodoh. Memandangi dedaunan yang berterbangan layaknya orang yang putus asa, melihat seakan ini adalah akhir dari dunia.

'Omae wa doko?'1 batinku.

'Doushite, ore wa omae o mitsukerenai?2'

"Kau tau," ucapku. "Seberapa besar kau mengisi hatiku.." gumamku sendiri.

TOK TOK TOK! Terdengar suara ketukan pintu, dengan langkah gusar aku pun melangkah untuk membuka pintu itu.

CKLEEK! Pintu kamarku pun terbuka, kulihat sosok adik kecilku yang memandangku dengan tatapan khawatir.

"Ohayou gozaimasu, onii-sama.."3 ucapnya padaku.

Aku pun tersenyum, "Ohayou, Nunnally."4 Balasku sambil mengelus kepalanya.

Nunnally pun menatapku heran, "Onii-sama, doushite desuka?"5 tanyanya padaku, "C.C-san no koto desuka?"6 tanyanya lagi.

Aku pun terdiam sambil menunduk, memandangi lantai kamarku.

PLUUK! Tiba-tiba saja Nunnally memelukku dengan lembut, "Onii-sama, C.C-san no koto suki desune.."7 ucapnya pelan padaku.

"Sore wa ii to omoimasu yo, suki no koto tte—"8

Aku pun kembali terdiam, "Nunnally.."

Nunnally pun tersenyum ke arahku, "Ganbatte kudasai, onii-sama.."9 katanya lagi padaku, aku pun mengangguk sambil mengelus kepalanya.

"Ah, iya.. onii-sama, kemarin Euphy-neesama menelepon. Dia minta agar kita berkunjung ke rumahnya.,,"

Aku pun menatap bingung kea rah Nunnally, "Apa yang terjadi? Apakah dia bertengkar dengan Suzaku?" tanyaku cemas. Mengingat jarang sekali kakakku yang satu itu, meminta kami untuk berkunjung ke kediamannya. 'Suzaku.. apa lagi yang kau lakukan..' pikirku.

"Ha..haha.." tiba-tiba saja tawa kecil ke luar dari mulut mungil Nunnally. "Nii-sama, Euphy-neesama tidak sedang bertengkar dengan Suzaku-san.." ucapnya seakan tahu apa yang sedang kupikirkan.

"Jadi, Nii-sama tidak perlu cemas seperti itu." Lanjutnya lagi. Aku pun menghela napasku, "Lalu? Kenapa dia meminta kita berkunjung?" tanyaku pada Nunnally.

Nunnally pun tersenyum lagi , "Suzaku-san bilang, nee-sama sedang mengidam ingin bertemu kita.."

"Oh, mengidam?" ucapku asal. "Hah? Tunggu, maksudmu.. Euphy..?"

Nunnally pun mengagguk, "Euphy-neesama.. hamil…" kata Nunnally sambil tersenyum bahagia.

OooOOOooO

Normal POV

Siang hari ini tak terlihat suram seperti kemarin, hari ini cuaca sedikit terasa hangat walaupun di musim gugur. Telihat, anak-anak bermain dengan riangnya di taman kota. Sepanjang jalan raya menuju taman kota tersebut tampak sebuah mobil sport berwarna hitam melaju dengan cepatnya. Kemana kah tujuan mobil itu? Taman? Sepertinya bukan.

Mobil hitam itu, melewati taman kota dengan kencangnya menuju jalan berkelok kea rah pegunungan. Dan, mobil itu berhenti di depan pagar kayu yang bertuliskan 'Kururugi Jinja' setelah pemilik mobil sport itu memarkirkan mobilnya dengan baik, si pemuda berambut raven itu langsung menggendong seorang gadis dan mendudukannya di atas kursi roda.

"Lelouch, Nunnally, Rollo.." panggil seorang gadis cantik berambut pink panjang. "Nee-sama.." jawab kedua anak kembar itu sambil berjalan menuju orang yang memanggil mereka itu.

Sementara itu, Lelouch hanya bisa tersenyum lembut ketika melihat kedua adik kandungnya senang. "Selamat ya, Euphy.." ucap Lelouch pada Euphemia, "Kuharap, anakmu bisa segera lahir ke dunia ini.." lanjutnya lagi..

"Pfftt.." Euphy pun hanya bisa menahan tawanya, ketika mendengar Lelouch berkata seperti itu. "Kau, ini.. benar-benar tidak pandai mengucapkan selamat.. yak an, Suzaku?" tutur Euphemia sambil menggandeng tangan suaminya yang tiba-tiba saja muncul dibelakangnya.

"Iya, kau benar Yuffii." Balas Suzaku sambil tersenyum kearah Lelouch. Mendengarkan perkataan dari kakak tiri dan teman masa kecil sekaligus saudara iparnya itu, Lelouch pun terdiam.. Ia berusaha mencerna apa yang dimaksud sepasang suami-istri itu. 'Apa maksudnya, aku kurang berbasa-basi?' pikirnya.

"Hah, aku rasa kau tak perlu memikirkan maksud perkataanku Lelouch." Ucap gadis berambut pink itu. "Ayo masuk.." ajaknya sambil menarik tangan suami dan adiknya itu.

Lelouch pun memasuki tempat yang bergaya Jepang itu, 'Kururugi Jinja' adalah kuil peninggalan dari leluhurnya Suzaku, setelah menikah dengan Euphemia. Suzaku diangkat menjadi penjaga sekaligus pemilik dari kuil tersebut. Dikawasan kuil yang terlihat sangat bersih, damai, dan asri itu. Terdapat rumah tradisional Jepang yang sekarang menjadi tempat tinggal pasangan muda itu.

SREEK! Suzaku pun membuka pintu pagar kediaman rumahnya yang masih berada dalam kawasan kuil itu. Tampaklah seorang miko berambut hitam panjang.

"Okaerinasaimase, Kururugi-sama.."10 ucap miko11itu pada Suzaku dan Euphy.

"Tadaima.."12 balas mereka bersamaan. "Kaguya, hari ini kita kedatangan tamu dari Tokyo.." ucap Suzaku.

Gadis yang dipanggil Kaguya itu pun melirik kearah Lelouch, Rollo, dan Nunnally. "Mereka bertiga adalah adikku, jadi tolong layani mereka dengan baik ya. Kaguya-chan.." sela Euphy sambil tersenyum tipis.

Kaguya pun mengangguk meng-iya-kan permintaan Euphemia, lalu ia mengantar Nunnally dan Rollo menuju kamar tamu. Sementara itu, Lelouch masih sibuk memandangi kolam ikan yang berada di halaman rumah khas Jepang itu.

"Lelouch, ayo masuk.." panggil kakaknya itu, Lelouch pun melirik ke arah Euphemia. "Nanti, aku akan masuk.." balasnya.

"Oh, begitu? Eh, iya Lelouch.. dibelakang kuil, kira-kira satu kilometer dari sana.. baru saja ditemukan sumber mata air panas. Rencananya bulan depan Suzaku ingin menjadikannya onsen..13 " ucap Euphy. "Kau, cobalah berendam di sana.. mungkin dengan berendam.. kau bisa melupakan masalahmu.." lanjutnya dengan tatapan khawatir.

"Baiklah, sepertinya itu ide yang bagus.." balas Lelouch sambil tersenyum ke arah kakaknya yang cemas itu.


Malam pun tiba, di saat semua orang sudah terlelap di dunia mimpinya masing-masing. Tampak seorang pria ber-hakama14 berjalan mingingap-indap dengan surippa15-nya. Tentunya, pria itu bukan pencuri.. mungkin ia berlagak aneh seperti itu karena dia tak ingin membangunkan orang yang sedang tidur?

"Lelouch-sama, apa yang sedang Anda lakukan?" tanya gadis bermbut hitam yang tiba-tiba muncul dari belakang Lelouch.

"Ee?" Lelouch pun kaget, "Aku berencana untuk ke sumber air panas. Kau sendiri?" tanya Lelouch langsung.

Kaguya pun terlihat bingung, "Sebenarnya.. aku sedang mencari Nona itu, Lelouch-sama.." jawab miko itu.

Lelouch pun mengerutkan alisnya, "Nona?" tanyanya lagi.

"Ah, tidak.. kalau Lelouch-sama ingin ke sana, Anda harus mengikuti jalan yang ada lampionnya.." jawab gadis itu seakan mengganti topik pembicaraan.

"Kalau begitu, saya permisi dulu Lelouch-sama.." ucap gadis itu sambil berjalan meninggalkan Lelouch. Seperti ada sesuatu yang disembunyikannya, tapi itu tak ada hubungannya dengan Lelouch. Ya kan?

Lelouch pun berjalan menuju tempat sumber mata air panas yang dibilang Euphemia siang tadi. Dengan mengikuti lampion dan sinar bulan dengan mudah dan cepatnya Lelouch menemukan tempat itu. Lalu, pria kakkoii itu pun mulai membuka sehelai hakama yang ia kenakan, setelah melipat rapih hakama disamping handuk yang dibawanya. Ia pun berendam di air panas itu.

Kalian tahu? Mengapa Lelouch memutuskan berendam di malam hari? Alasan pertama, jarang ada orang yang bangun di jam yang seperti ini sebut saja tengah malam, jadi ia bisa berendam dengan tenang dan damai. Alasan kedua, karena bulan di malam itu terlihat sangat indah dan bulat.. sungguh pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Jadi, tak ada salahnyakan berendam sam otsukimi?16

"Hmm.. segarnya.." gumam Lelouch ditengah keheningan sambil memejamkan kedua matanya. Berusaha mencari ketenangan dalam dirinya sendiri.

Semakin ia menutup mata, semakin sunyi yang ia rasa. Dan, sebuah titik terang muncul di dalam benaknya. Seperti puzzle yang tersusun di tempatnya yang benar, bayangan gadis itu kembali merasuki pikirannya. Layaknya virus yang menyebar dengan cepatnya, kini kenangannya bersama gadis itu mulai memenuhi hatinya.

Rasanya, benar-benar bercampur aduk.. mulai dari senang, sedih, dan sesak. 'Walau seperti itu..' tapi entah mengapa, 'Aku sangat ingin bertemu dengannya..' batin Lelouch.

'Bisakah, aku bertemu dengannya lagi? Walau hanya sekali, aku berjanji tak akan melepaskannya lagi.' Batinnya lagi.

Saat mulai membuka matanya, pria beriris violet itu merasa kalau ada orang yang memeluknya dengan erat? Tapi siapa?

Kekita pria kakkoii itu merasa mata telah terbuka dengan sempurna, dilihatnya mata amber yang menatapnya lirih. Mata, rambut, dan harum dari gadis itu terasa tak asing dibenak Lelouch. 'Apakah aku sedang berhalusinasi?' pikirnya.

'Apa karena aku sangat ingin bertemu dengannya? Aku berkyal seperti ini?' pikir Lelouch lagi.

Lalu, gadis berambut lime itu menyentuh pipi Lelouch dan mengecup bibirnya dengan lembut. Seketika itu pria beriris violet itu merasakan pipinya memerah layaknya kepiting rebus.

'Apakah aku sedang bermimpi?' pikirnya sambil menyentuh rambut panjang basah gadis itu.

'Seseorang, tolong jelaskan padaku!' teriak Lelouch dalam hati sambil memeluk erat gadis itu.


Terjemahan Dialog

1 'Omae wa doko?' : 'Kau dimana?'

2 'Doushite, ore wa omae o mitsukerenai? : 'Kenapa, aku tak bisa menemukanmu?'

3 "Ohayou gozaimasu, onii-sama.." : "Selamat pagi, Kakak (laki-laki)"

4 "Ohayou, Nunnally." : "Pagi, Nunnally."

5 "Onii-sama, doushite desuka?" : "Kakak, kenapa?"

6 "C.C-san no koto desuka?" : "Tentang nona C.C kah?"

7 "Onii-sama, C.C-san no koto suki desune.." : "Kakak, suka kak C.C kan?"

8 "Sore wa ii to omoimasu yo, suki no koto tte—" : "Saya pikir itu hal yang bagus, tentang perasaan suka.."

9 , "Ganbatte kudasai, onii-sama.." : "Semangat ya, kakak."

10 "Okaerinasaimase, Kururugi-sama.." : Okaerinasaimase bentuk sopan dari okaerinasai "Selamat datang kembali, Tuan Kururugi."

11 Miko: pendeta wanita (Shinto)

12 Tadaima..: "Saya pulang."

13 onsen. : pemandian air panas

14 Hakama : pakaian khas Jepang (untuk laki-laki)

15 Surippa : selop yang digunakan untuk di rumah

16 Otsukimi : melihat bulan


Yo, mina-san~ saya update lagi..

My.. my.. sebenernya saya kurang suka kalau dialog dalam bahasa jepang yang pake keigo (bentuk sopan) harus diubah ke dalam bahasa indonesia, karena nuansa aslinya jadi hilang..

Well, ini perkerjaan berat seorang penerjemah lho..

Di chapter ini saya harap kalian, masih menyukai cerita saya.

Terimakasih atas dukungan kalian semua~

And for the last, Mind to Review? ^_^