Tittle :Ahjussi
Chapter : 9
Cast : Kim Jong In, Oh Sehun, Kim Jun Myeon, Park Chanyeol , Do Kyung Soo, Byun Baekhyun
selama 10 tahun tak menyadari identitasnya yang ia ingat hanya namanya, dan selama 10 tahun pula seorang kim jong in harus merasa hidup bagaikan di neraka. keputus asaan membawanya kedalam sebuah cerita bahagia. Jong In tak pernah menyangkah setelah 10 tahun ia akhirnya bisa bertemu dengan keluarga satu-satunya. meski perjalanan panjang menantinya. Jong In yakin ia akan bahagia kemudian.
HunKai dan pairing-pairing lain di dalam cerita~
Matahari pagi ini seakan bersembunyi di balik awan yang beterbangan di langit, hawa dingin seakan menusuk. Sehun terbangun dari tidur bak putri salju, matanya membiasakan dengan cahaya yang masuk kedalam celah kelopak matanya. Ia meraba tempat disampingnya, hampa tak ada satu tubuhpun disana. ia bangun sepenuhnya lalu terduduk, matanya melirik dan tak mendapati Jong In disampingnya.
"Jong In..." teriaknya, suaranya amat nyaring dan memanggil Jong In berkali-kali. Tak ada satu suarapun yang menyahut panggilannya.
"kemana dia?" fikirnya, Sehun berjalan mengambil bathrobe dan mengenakannya. Ia berjalan menuju kamar mandi, yang ada difikirannya saat ini mungkin Jong Innya sudah pulang. Tapi tak ada tanda atau note sama sekali. Ia kembali dari kamar mandi tubuhnya sudah bersih dan wangi tentunya. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi Jong In dan akan ada operator yang menjawabnya.
"sebetulnya anak itu kemana sih?" Sehun berfikir sejenak. Lalu ia memutuskan untuk menggunakan pakaiannya, ia harus bekerja karena sudah telat.
...
Chanyeol akhirnya sampai di mansion, ia segera membuka pintu dan menuju kamar Jong In. Kekecewaan terlihat jelas di wajahnya saat tak mendapati orang yang dimaksud.
"ia belum pulang dari semalam, aku sudah mencoba menghubunginya tetapi tak dijawab" Chanyeol menghela nafasnya, tapi tubuhnya benar-benar butuh istirahat.
"istirahat saja, mungkin ia akan pulang sebentar lagi" Jun Myeon memegang tubuh jangkung itu dan memintanya duduk di sofa. Ia belum tidur semalaman, menyetir dari Yeonceon sendirian tanpa istirahat karena ia ingin segera melihat 'nininya' tetapi yang ia dapatkan hanya kasur kosong dan rapih. Ia memejamkan matanya sebentar untuk memberikan waktu untuk tubuhnya beristirahat. Jun Myeon mencoba untuk menelepon Jong In tetapi hanya akan ada operator yang menjawabnya. Perasaannya tidak enak, tetapi ia mencoba mengabaikannya. Ia berjalan menuju dapur untuk membuat kopi dan mencoba mengerjakan beberapa pekerjaan yang tertunda. Proyek akuarium sudah mulai berjalan jadi ia mencoba untuk mengerjakan beberapa data yang harus ia tanda tangani.
Sehun sudah selesai mengenakan pakaiannya dan bersiap untuk berangkat sesudah ia menyelesaikan sarapan yang di buatkan maid. Pandangannya mengitari sekitar ruangan, mengapa ia merasa bahwa Jong In tidak mungkin pulang lebih dulu. Ia mengambil ponselnya mencoba menghubungi Jong In tetapi nihil, selalu operator yang menjawabnya.
"aku akan mampir ke cafe nanti" ucapnya lalu menyelesaikan sarapannya. Ia bergegas untuk berangkat kerja mencoba untuk tidak terlalu khawatir pada Jong In. Semua seakan berjalan normal, tak ada jejak sedikitpun yang ditinggalkan oleh pelaku pemukulan Jong In.
...
Jong In merasa pusing matanya belum terbuka, tubuhnya sangat lemas. Darah kering tercetak jelas di punggung kepalanya menetes pada baju yang ia kenakan. Perlahan matanya terbuka dan membiasakan pada cahaya yang menyortonya. Saat pandangannya terbuka yang ia lihat adalah sinar lampu satu-satunya menyorot padanya. Ia mencoba mengedarkan pandangannya pada sekeliling tempat itu, gelap tanpa pencahayaan ia tak mengetahui dimana ini. Di depannya hanya ada satu kursi dan pintu dibelakangnya. Pelaku pemukulan itu tak terlihat, ia mencoba menggerakan lengannya tetapi tidak bisa. Kaki dan tangannya terikat kuat pada kursi yang kini ia duduki. Kepalanya terus berdenyut ia benar-benar pusing. Dan ia baru saja tersadar bahwa mulutnya dibungkam, Jong In menoleh saat mendengar langkah kaki.
"sudah sadar kau anak brengsek" Jong In terkejut saat mendapati tuan Jung di hadapannya, wajahnya benar-benar menakutkan. Tubuhnya bergetar, tuan Jung mendekat lalu menjambak rambutnya. Jong In merasa nyeri terlebih helaian rambut yang jambak adalah area yang terluka sebelumnya. Kepalanya di dongakan untuk melihat wajahnya.
"kau anak tidak tau di untung" tuan Jung mengeluarkan pisau lalu menggerayangi wajah Jong In yang sudah ketakutan
"harusnya aku biarkan saja kau mati 10 tahun lalu" Jong In mulai ketakutan, wajahnya tampak mengeluarkan banyak peluh.
"atau aku harus membiarkan mu merasakan kematian seperti 10 tahun yang lalu?" tanyanya
"hmmm..hmmm" Jong In meronta, dengan kasar tuan Jung melepaskan jambakannya
"dengar, aku baru saja mendengar berita dari Soo Jung bahwa ada seorang pria yang datang ke Yeonceon untuk mencarimu" Jong In memandang tuan Jung tak percaya
"dan ku rasa dia adalah keluargamu, apa kau mau bertemu dengan keluargamu?" Jong In berfikir, lalu mengangguk pelan
"sayangnya aku tak ingin, kau tau akibat dirimu wajahku menjadi seperti ini jadi aku akan melakukan hal yang sama" tuan Jung kembali mendekat lalu satu pukulan ia keluarkan mengenai wajah Jong In, memar muncul di antara pipi dan matanya. Lalu satu pukulan lagi ia berikan tepat di samping bibir dan satu tendangan ia berikan pada perut Jong In hingga tubuhnya limbung dan kursi yang ia duduki terjungkal.
'Uhukk' Jong In tak berdaya tubuhnya terikat perutnya yang ditendang membuatnya terbatuk dan mengeluarkan sedikit darah walah tak terlihat karena tertutup oleh lakban.
"kau sudah hidup denganku 10 tahun, jadi kau tau aku tak menyukai pemberontakan" taun Jung kembali menendang kepala Jong In berkali-kali dan tubuhnya hingga luka dan darah sudah begitu banyak dan Jong In kembali tak sadarkan diri. Tuan Jung pergi meninggalkan tubuh yang tak berdaya dan dibiarkan begitu saja.
..
Sehun gelisah dan terus saja memeriksa ponselnya, Jong In bahkan belum menghubunginya dan ponselnya selalu saja tidak aktif. Ia khawati, ia mungkin harus ke cafe Kyungsoo. Ia menyambar jasnya lalu berlalu begitu saja. Min soo hanya menggelengkan kepalanya, dan ia tau siapa yang akan menangani rapat siang ini. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, perasaannya benar-benar tidak enak saat ini. Jalanan mendadak macet dan cuaca mendadak menjadi sangat dingin ditambah turunnya hujan.
"kyung" panggil Sehun saat dirinya sudah sampai di cafe, tapi ia tak mendapati Jong In disana.
"Yack Oh Sehun, kau apakan karyawanku hingga ia tidak masuk dan tak memberi kabar sama sekali" cerca Kyungsoo, ia kesal ia harus mendadak menelepon lawan kerja Jong In dan membayarnya dua kali lipat karena Jong In tak kunjung datang.
"ia tidak masuk?" tanyanya Kyungsoo terkejut
"bukankah kemarin ia bersamamu kan?" Sehun berfikir sejenak kemana sebetulnya Jong In, apa ia tidak enak badan dan beristirahat di manison kekasihnya itu?.
"Oh Sehun?" panggilnya lagi
"ah maaf, tadi pagi aku sudah tak menemukan dia ku fikir ia langsung bekerja"Kyungsoo melipat kedua tangannya di depan dada
"kau yakin kau tak melakukan apapun padanya hingga ia tak masuk kerja"Oh Sehun dengan kasar menoyor Kyungsoo
"ishh, sudah aku akan ke rumahnya. Tapi aku butuh americano" Kyungsoo memberikan tatapan menyebalkan tetapi tetap membuatkan pesanannya.
"hmm" Kyungsoo menyodorka secangkir americano
"gomawo Kyungsoo-a" Sehun mengambil pesananya lalu memberikan selembar uang di dompetnya
"ambil kembaliannya"
"huh dasar pelit" ucap Kyungsoo saat mengetahui kembaliannya hanya sedikit.
Sehun kembali mengendarai mobilnya menuju kediaman Kim, ia harus menebalkan wajahnya untuk menemui Chanyeol dan juga Jun Myeon. Mungkin ia akan mengakui bahwa ia menjalin hubungan dengan Jong In agar Jun Myeon mau melepaskan atau merelakan Jong In hanya untuknya. Atau mungkin sebaiknya ia tak perlu memberitahu dan biarkan dirinya menjadi selingkuhan Jong In. Memikirkannya saja membuat mobilnya melaju dengan lumayan cepat dan akhirnya sampai di basement apartemen Kim. Dengan ragu ia menaiki lift sambil menenteng cup americanonya.
Ting~ pintu lift terbuka di lantai ini hanya ada 1 kamar dan kalian bisa membayangkan sebesar apa mansion milik keluarga Kim. Sebelum ia menekan bel, Sehun lebih dulu meyakinkan hatinya dan kembali menebalkan wajahnya.
"huuuuu" Sehun menekan bel sekitar 2 kali, tak lama Jun Myeon menekan intercome dan melihat Sehun. Awalnya ia merasa aneh ada apa kliennya datang ke kediamannya. Tetapi kini Sehun sudah duduk di sofa menunggu Jun Myeon mengambilkan minuman.
"aku tidak menyangka orang seperti anda akan mendatangi mansion kliennya" Sehun menengguk americanonya
"aku datang kemari untuk bertemu dengan Jong In"Jun Myeon kaget, ia tak salah dengar kan Jong In. Apa yang dimaksud adalah adiknya.
"Jong In?" ucapnya tak yakin
"iya aku mencoba menghubunginya, dan mencoba mendatangi cafe tempatnya bekerja tetapi tak ada jadi aku khawatir apa ia sakit" Sehun menjelaskan
"Jong In?" Jun Myeon kembali mengulanginya
"ah maksudku Kai" Sehun lupa benar-benar lupa. Jong In kan pernah mengatakan jika ada Jun Myeon maupun Chanyeol ia harus memanggilnya Kai
"tunggu tuan Oh, aku tidak mengerti kenapa kau memanggil Kai dengan Jong In" Jun Myeon berubah serius, warna wajahnya berubah tatapannya benar-benar tajam.
"hmmm begini tuan Kim" Jun Myeon mencoba mendengarkan tetapi tatapannya benar-benar serius
"Kai memiliki nama asli Kim Jong In, ia memintaku untuk tidak mengatakan padamu karena ia tidak ingin kembali ke tempat asalnya"Jun Myeon tertohok, matanya memanas namanya sama tetapi umur keduanya berbeda. Apa Jong In membohonginya juga
"dia nini, kai adalah nini hyung" Chanyeol sudah berdiri di belakangnya mendengar apa yang diucapkan oleh Sehun
"apa yang kau maksud Chanyeol?" ia benar-benar tidak mengerti, air matanya seakan mau keluar. Jong Innya benarkah itu
"iya Hyung, aku semalam baru dari Yeonceon dan mendapatkan informasi, bahwa Kai adalah nini" Jun Myeon mendekati Chanyeol
"benarkah? Jadi selama kita mencari Jong In ternyata dia tinggal bersama kita. Tapi tunggu Chanyeol umur mereka berdua berbeda" Chanyeol menepuk punggung Jun Myeon, tampak sedikit bergetar ia benar-benar kaget
"hyung, dia berbohong soal usianya, ia baru saja 16 tahun. usia nini kan?" Chanyeol meyakinkan Jun Myeon, ia juga begitu gembira. Di sisi lain Sehun hanya menatap keduanya heran jadi apa yang terjadi. Nini? Apa yang dimaksud adalah Jong In. Selama ini ia mencari Jong In untuk apa?.
"jadi apa Jong In ada?" tanya Sehun memotong adegan mengharukan itu
"kami menunggunya pulang, aku sudah mencoba menghubunginya tetapi tak ada jawaban" Sehun semakin curiga
"semalam memang ia bersamaku, tetapi pagi tadi ia menghilang. Aku mencoba menghubunginya tetapi ponselnya mati. Aku juga sudah mencoba ke cafe tempatnya bekerja ia tak ada" Sehun benar-benar khawatir sekarang. Terakhir kali ia berinteraksi dengannya adalah saat, Sehun segera bangkit.
"mau kemana?" tanya Chanyeol
"aku khawatir, semalam ia izin padaku untuk mengambil ponsel yang tertinggal di basement. Mungkin aku bisa mengetahui kemana ia pergi" ucap Sehun
"hubungi aku saat kau menemukan sesuatu" ucap Chanyeol...
"kau berhutang penjelasan padaku" ucap Jun Myeon. Wajah Sehun sedikit ketakutan melihat ekspresi wajah Jun Myeon. Matanya melotot dan tak ada wajah yang biasa ia tampilkan saat bertemu dengannya. Sehun menghilang di balik pintu, ia harus ke apartemennya untuk memastikan keberadaan Jong In. Chanyeol tak tinggal diam, ia mengambil jaket dan kunci mobilnya. Ia harus mencari Jong Innya, firasatnya tidak enak.
"hyung istirahat saja dirumah, aku akan mencari nini. Aku akan membawanya pulang aku janji" Jun Myeon mengangguk, ia akan dirumah menunggu kabar tentang adiknya. Baru saja ia bersyukur sudah menemukan adiknya, tetapi sekarang adiknya justru menghilang. Chanyeol mengendarai mobilnya mencari keberadaan Jong In, setengah hari ia mencari ia tak mendapatkan apa-apa. Ia berfikir untuk pergi ketempatnya bekerja.
"permisi" sapanya
"ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Kyungsoo
"aku ingin bertanya apa Kai ada?"
"hari ini pegawai kami yang bernama Kai tidak masuk" Chanyeol mengangguk mengerti
"terima kasih" ucapnya, Chanyeol berbalik untuk meninggalkan cafe tetapi ia kembali lagi
"apa disini ada pegawai yang bernama Baekhyun?" tanyanya, ia ingat Jong In pernah memperkenalkan temannya. Ia bilang temannya juga bekerja di cafe ini.
"maaf?tapi aku rasa tak ada pegawai kami yang bernama Baekhyun" tepat Jong In membohonginya lagi. Chanyeol kembali mengucapkan terima kasih lalu ia meninggalkan cafe.
"kemana kau nini?" monolognya, ia menyusuri seisi kota tapi tak menemukannya. Ia menyipitkan pandangannya saat melihat postur tubuh pendek, dengan seragam sekolah dan tas di punggunya. Ia menepikan mobilnya, lalu keluar melihat siapa yang ia lihat.
"kau"Baekhyun kaget saat Chanyeol menunjuknya
"ahjussi, kau mengagetkanku" Baekhyun mengelus dadanya
"kau teman Kai kan?" tanya Chanyeol mendekat
"Kai?" Baekhyun berfikir sejenak
"Jong In" Baekhyun memberikan ekspresi bahwa ia tau
"ah Jong In, kau ahjussi yang tempo hari dengan Jong In kan? Ada apa ahjussi?" tanya Baekhyun
"apa kau tau dimana Jong In?" tanyanya, Baekhyun menggeleng
"atau kau sudah mengubunginya?" Baekhyun kembali menggeleng
"terakhir kali aku berkomunikasi dengannya adalah saat kita bertemu ahjussi, ada apa?" Chanyeol frustasi. Kemana lagi ia harus mencari Jong In,
"ia menghilang sejak kemarin" Baekhyun tertohok, matanya yang sipit ia paksakan melotot. Hilang jangan-jangan
"apa karena tuan jung?" ucapnya dengan suara amat kecil, tetapi karena telinga Chanyeol yang lebar ia bisa mendengarnya.
"Tuan Jung?"Chanyeol bertanya "maksudmu kepala keluarga Jung yang ada di Yeonceon?" Baekhyun menunduk menyembunyikan ekspresinya karena ucapannya terdengar
"itu...hmmm itu..." Baekhyun gugup
"aku mohon padamu Baekhyun, Jong In bisa saja dalam bahaya. Kau bilang ia temanmu kan?" Baekhyun ragu
"kami..."Chanyeol menghela nafasnya
"ayo masuk kedalam mobil, ceritakan padaku sambil mencarinya"Baekhyun pasrah dan masuk kedalam mobil. Didalam mobil yang sudah berjalan itu keduanya hanya diam dalam keheningan. Baekhyun benar-benar takut untuk mengatakannya, ia kan harus menjaga rahasia Jong In.
"kumohon"
"jadi, aku adalah teman sekelas Jong In di Yeonceon. Ia tinggal dengan keluarga Jung yang menemukannya di pinggir sungai dan merawatnya. Tetapi selam tinggal dengan keluarga Jung Jong In bercerita bahwa hidupnya benar-benar menyedihkan. Tuan Jung akan melampiaskan kekesalannya jika kalah judi padanya. Awalnya memang ia akan melampiaskan pada anak perempuannya, tetapi semejak ada Jong In ia melampiaskan padanya. Aku berteman dengannya sudah 5 tahun, bahkan aku takut hanya sekedar menatap tuan Jung. Saat Jong In pergi dari rumah, tuan Jung marah besar dan uang yang ada di kamar Jong In hilang. Jong In tak membawa apapun, hanya beberapa uang. Tak lama tuan Jung memiliki banyak hutang karena kalah berjudi, ia menyalahkan Jong In atas semua kejadian yang menimpanya. Dari hutang berjudi, hingga para preman yang datang. Karena ia sebelumnya dipaksa untuk bekerja dan mendapatkan uang untuk tuan Jung berjudi. Kemarin saat aku bertemu dengan Jong In sebelumnya aku bertemu dengan tuan Jung. Dan aku khawatir jika tuan Jung mencari keberadaan Jong In" Jelas Baekhyun panjang lebar Chanyeol hanya menatap jalanan didepan, ia memberikan uang pada orang yang salah.
"kita ke Yeonceon" Chanyeol menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.
...
Sehun sibuk dengan layar dan mouse komputernya melihat rekama cctv yang ada di apartmentnya. Ia harus beragumen dengan pekerja disana karena mereka menolak untuk di lihat cctvnya. Ia mengingat jam berapa tepatnya Jong In meminta izin untuk mengambil ponselnya.
"tolong putar pada jam 2 lewat 39" ia melihat awal Jong In keluar dari lift dan berjalan menuju mobilnya. Sehun memperhatikan layar itu dengan serius, ia melihat saat Jong In akhirnya mendapatkan ponselnya dan tak lama tubuh itu tergeletak di lantai yang dingin dengan darah yang mengalir dari kepalanya. Sehun terkejut, wajahnya pucat pasih. Dan sialnya lagi ia tak bisa melihat siapa pelakunya.
"sial" Sehun menggebrak meja kerja petugas, pelakunya tak terlihat karena cctvnya tak terjangkau
"pasang yang banyak cctv aku akan memberikannya pada apartemen ini dengan geratis" ucapnya kesal. ia berlalu sambil menggebrak pintu ruang kerja petugas apartementnya.
"sial" Sehun memukul kemudinya, ia bingung kemana ia harus mencari kekasihnya itu. ia mengambil ponselnya berniat menghubungi seseorang. Tapi ia lupa ia bahkat tidak mengetahui siapa pelakunya. Siapa orang yang bermasalah dengan Jong In hingga melakukan hal itu. lalu apa yang harus ia lakukan sekarang, tak mungkin ia membiarkan Jong In berlama-lama dalam keadaan menyakitkan itu. ia mencoba menghubungi Chanyeol siapa tau ia mengetahui orang yang bermasalah dengannya.
"halo"
Ada apa Sehun, apa kau sudah menemukannya
"maafkan aku Chanyeol, aku bersalah" ucapnya parau, ia tak sengaja menumpahkan air mata berharganya.
Apa maksudmu?
"Jong In, ia terluka.. aku tubuh Jong In tergeletak di lantai basementku" Sehun berhenti sejenak
Apa?lalu dimana Jong In sekarang?
"kepalanya penuh dengan darah, dan tubuh itu sudah hilang. Seseorang telah membawanya pegi" Chanyeol terkejut di sebrang sana
Apa kau melihat wajahnya?
"cctv sialan itu tak menjangkau keberadaan si pelaku" terdengar helaan nafas di sebrang telepon
Dugaanku, itu adalah tuan Jung orang yang merawat Jong In. Aku sedang menuju Yeonceon jika kau sudah menemukan sesuatu datang kesana.
Setelah itu sambungan teleponnya terputus.
...
Tubuh ringkih bersimbah darah itu masih tergelat tak sadarkan diri pada dinginnya lantai ruangan yang sepi tak berpenghuni. Tubuhnya tidak bisa dikatakan baik-baik saja kedua tangan dan kakinya terikat kuat sehingga ia tak bisa bergerak barang sedikitpun ditambah sebuah lakban tertempel pada mulut yang banyak darah keluar dari sana. Tubuh Jong In benar-benar kacau, luka dan darah sudah menyelimutinya. Untuk sadar saja ia tak sanggup.
Tuan Jung datang sambil membawa sebuah ember berisi air, dan dengan tak berperasaan ia menumpahkan air itu pada tubuh Jong In. Jong In tersadar karena air dingin itu melukai tubuhnya yang sudah teluka.
"aku akan mengembalikanmu ketempat semestinya" tuan Jung menggendong tubuh itu di pundaknya membawanya pergi dari ruangan itu. Jong In sedikit sadar tetapi selanjutnya ia tak bisa menahan semua luka dan ia benar-benar kehabisan darah akhirnya ia tak sadarkan kembali.
...
Wanita cantik dengan balutan gaun putih terlihat sedang duduk ditengah taman bunga anggrek dan lili. Ia telihat damai dengan buku di atas pangkuannya, wajahnya amat damai dan sangat cantik. Tak jauh dari sana terlihat seorang anak laki-laki sedang asik bermain dengan layang-layang ditengah padang rumput yang hijau. Wanita itu sesekali tersenyum melihat tingkah sang anak laki-laki itu. anak laki-laki itu sangat gembira mengikuti kemana angin berhembus agar layang-layangnya bisa terbang. Suara tangisan dari si anak laki-laki itu terdengar, membuat wanita cantik itu segera menutup bukunya lalu menghampiri si anak laki-laki.
"kau baik-bai saja sayang?" anak laki-laki itu terjatuh karena sebuah batu menghalanginya, kakinnya terluka dengan sangat telaten dan penuh kasih sayang ia mengobatinya. Semua bisa ia lihat mimpi yang sama berulang-ulang kali. Ia berdiri jauh dari keduanya, menatap penuh tanya siapa keduanya kenapa ia harus melihat kejadian yang sama berkali-kali.
'sampai kapan kau akan melupakan kami'tubuhnya tak bisa bergerak, ia ingin menghampiri wanita itu dan bertanya siapakah dirinya. Tubuhnya seakan terjatuh dari atas tebih, ia merasa tubuhnya seperti layang-layang putus terbang menunggu jatuh ketanah.
Jong In membuka matanya, melihat keadaan sekitar ternyata dirinya berada di dalam mobil dengan tuan Jung yang mengemudi. Mau kemana sebetulnya, ia tak mampu untuk bergerak sekedar melihat suasana luar. Tubuhnya tergeletak di kursi belakang dengan keadaan yang sama sebelumnya.
Tak lama lama mobilnya berhenti, dan tuan Jung keluar. Agak lama, ia memastiakan jalanan benar-benar sepi. Lalu ia membuka pintu belakang mobil dan memaksa tubuh lemah itu untuk bangkit
"BANGUN!" bentaknya, Jong In dengan sisa tenaganya bangkit dan mengikuti kemana tuan Jung membawanya. Tubuh itu seketika bergetar hebat dadanya kembali sesak ia mencoba tenang tetapi tubuhnya benar-benar diluarkendalinya. Tuan Jung membawa Jong In keatas jembatan tubuhnya dibuat condong kedepan seakan-akan jika dilepaskan tubuh itu akan jatuh kedalam sungai. Iya sungai, suatu ketakutan yang selama ini diderita oleh Jong In. Tuan Jung melepaskan penutup mulutnya, tubuhnya benar-benar tak bisa Jong In gerakan.
"ada permintaan terakhir?" tanyanya
"kumohon tuan Jung lepaskan aku, aku minta maaf" mohonnya dengan suara amat parau
"jika aku lepaskan sekarang tubuhmu akan jatuh kebawah" tuan Jung tersenyum sinis
"kumohon tuan Jung... aku.." ia tak kuat lagi nafasnya hampir habis
"ucapkan selamat tinggal" taun Jung perlahan melepaskan pegangannya pada tali yang mengikat pada tubuh Jong In. Tubuh itu melayang terjatuh
Byuar...tubuh itu tenggelam. Jong In hanya berfikir ini mungkin adalah hari terakhirnya. Izinkan ia bertemu dengan keluarga kandunganya. Tuhan aku berharap aku bisa melihat wajah ibu dan ayah, mungkin ini adalah hari terakhir dalam hidupnya. Tubuh itu semakin dalam dan nafasnya semakin habis. Tubuh terikatnya tak kuasa hanya untuk menyelamatkan diri. Matanya perlahan tertutup
Byuar...Pandangan sayunya melihat sosok yang berenang menghampirinya, sosok itu mencoba menggapai tubuh Jong In sampai kedua matanya tertutup sempurna.
hay guys,, maafkan daku karena telat update karena satu dan lain hal...
maaf jika ceritanya kurang bagus
jadi siapakah yang nyebur buat nolongin si jojong...
jangan lupa like follow dan review..
agak sedih reviewnya berkurang T.T tapi cerita ini bakal dikelarin kok..
diriku semangat~
