God Cheater

Cast : Super Junior 13 + 2

Summary : Dimulai dari penjara yang di penuhi orang-orang luar biasa yang tak terduga. Bagaimana jadinya jika mereka yang tak akur itu berkerjasama untuk keluar dari penjara yang memiliki pengamanan luar biasa? SJ FF

Rated: T

Disclaimer: FF ini milik seorang ika zordick. Ide cerita dan segala yang di dalamnya. Kecuali castnya.

Warning: Typos! AU, OOC, hati-hati dengan beberapa adegan. Gak suka ya.. tutup aja! Tapi yang baca wajib komentar (review)

Genre: Adventure, Crime

%ika. Zordick%

Warning tambahan: Ingat ini Cuma Fict! Hati-hati dengan beberapa adegan dan kata yang mungkin sedikit menyimpang ... kekekekekeke... OC!

Deg…

Deg….

Deg….

Kyuhyun mengutak-atik laptopnya. Eunhyuk dan Donghae ikut memajukan kepala mereka demi bisa melihat layar laptop Kyuhyun. Sementara Siwon mengintip dari atas, ia sepertinya turut penasaran dengan hasil pengumuman ujian tulis masuk universitas mereka. Berbeda dengan Kibum yang sibuk mengamati Hangeng yang meringkuk ketakutan—sebenarnya karena ulah pengamatannya. Yesung yang merasa damai hanya mencolek-colek lantai, sambil sesekali melihat jarinya yang kotor dan bergumam "hiii~"

Leeteuk dan Shindong sibuk berdiskusi tentang biaya pengeluaran serta pemasukan mereka. Sesekali terdengar jeritan histeris Leeteuk dan umpatan manis dari mulut Shindong—sepertinya yang lainnya tak terlalu tertarik untuk mengetahui masalah namja irit dan namja pecinta uang tersebut. Heechul—seperti yang di duga, namja cantik ini tengah menatap cermin dan sibuk memasang wajah-wajah menggemaskan—mengerikan menurut Donghae—menjijikkan menurut Kangin.

Sementara dua namja pecinta kekerasan—Sungmin dan Kangin memilih bergulat di sudut ruangan. BUGHHH… BUAGHH… PLAAKK… DUAGGHH… KREEK… PRANGG… JDUAAKK… "Jika kalian tak berhenti ku patahkan leher kalian!" Leeteuk yang sedang stress menatap horror ke dua namja yang membuat kegaduhan tersebut. Sungmin dan Kangin langsung melepaskan kuncian tubuh lawan, mereka segera duduk bersimpuh dan menjadi anak baik. Ayolah—mereka masih sayang dengan tulang leher mereka yang cantik.

Drap…

Drap…

Drap…

Semua kegiatan sontak terhenti dengan kehadiran dua namja imut yang dengan kompak bersorak gembira. "BANZAAAAIII!" pekik mereka bersamaan mengangkat tangan mereka di udara.

Hening….

"Kalian kenapa?" Shindong menaikkan sebelah alisnya. Heran juga melihat namja berpipi mochi dan namja imut bersuara cempreng bersorak begitu cerianya. Mereka seperti Kibum dan Kyuhyun dengan versi yang berbeda. Mengingat usia mereka yang sama.

"Kami di terima di sekolah yang sama!" pekik Ryeowook. "Terlebih lagi di kelas yang sama!" sambung Henry membuat pose sombongnya. Mereka kemudian bertos ria membuat Kyuhyun berdecih melihatnya. Dia kembali melihat layar monitor laptopnya. "Sudah keluar!" pekiknya tak sabaran.

Dia memasukkan namanya dan juga tanggal lahirnya. Kyuhyun terlihat antusias menatap layarnya yang tengah loading. Donghae dan Eunhyuk melotot menatap tulisan SELAMAT ANDA DI TERIMA DI JURUSAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SEOUL. "BAANZAAIII" pekik Kyuhyun gembira mencubit pipi Eunhyuk dan Donghae bergantian.

"AKU LULUS!" kini giliran Donghae yang melongo melihat layar laptop Kyuhyun. Di peluknya Kyuhyun dan Eunhyuk bersamaan. "Aku tak bisa bernafas Hae! Uhuk.. uhuk" ucap Eunhyuk menepuk-nepuk lengan Donghae yang memiting kepalanya. "Donghae jelek! Kau mau membunuhku" umpat Kyuhyun mencoba mendorong tubuh Donghae.

Donghae sontak melepaskan pitingannya. "Aku jelek? ANDWAEE!" pekik Donghae mulai tak jelas.

Hangeng menggeleng-gelengkan kepalanya. Eunhyuk mengambil alih laptop Kyuhyun, mulai mengetik namanya dan tanggal lahirnya. "Pasti tidak lulus!" bisik Kangin pada Sungmin. "Aku taruhan 1000 won kalau dia lulus" Sungmin meronggoh sakunya dan meletakkan selembar uang di lantai. "Deal!" Kangin menyetujui dan meletakkan 1000 won di atas uang Sungmin.

"I… ini…" Eunhyuk terdengar terbata. Matanya menatap horror layar laptop di hadapannya. Isakkan mulai terdengar dari bibir sexy—menurut Donghae. Seluruh ruangan hening, hanya suara Yesung yang terdengar menggumam "Hiii~" saat melihat jari telunjuknya. "Hyukkie~ tenang! Kau bisa masuk di sekolah swasta" celutuk Heechul mengedipkan mata kanannya.

"ANDWAEEE! KITA SUDAH BANGKRUT!" pekik Leeteuk dengan aura hitam menyelimuti seluruh tubuhnya. Ryeowook dan Henry bahkan sudah berpelukan saking takutnya. "Kau harus lulus!" desis Leeteuk.

"AKU LULUS!" teriak Eunhyuk sambil melompat kegirangan. Membuat Sungmin menyerukan kata "Yeah! I get it!" dan Kangin yang memajukan mulutnya sebal. Sepertinya uang terakhir di sakunya ludes sudah.

Eunhyuk mencium pipi Donghae dan Kyuhyun bergantian. Di terjangnya tubuh Sungmin kemudian. "Aku LULUS hyung!" teriaknya gembira. Sungmin hanya mengangguk-angguk, dia juga senang karena mendapatkan uang Kangin.

Siwon kemudian menatap layar laptop, dia juga mengetikkan namanya. "Oh.. Tuhan terima kasih atas karunia—Mu! Ini semua berkat diri—Mu! Tanpa kau aku.. bla… bla…. Bla…" dan mulai lah Siwon berceloteh tak jelas.

"Aku bisa kena rabies kalau begini!" sungut Kyuhyun melap pipinya yang sudah ternoda oleh bibir Eunhyuk. Donghae hanya tertawa saat melihat Eunhyuk yang sudah mempoutkan bibirnya tak terima dengan sungutan Kyuhyun.

"Lalu tinggal Kibum" Kyuhyun mengetikkan nama Kibum dan mencantumkan tanggal lahir. Siwon, Eunhyuk dan Donghae langsung menatap laptop yang menampilkan nama Kibum. "Dia Lulus" ucap Kyuhyun.

Siwon langsung berlari menerjang Kibum bersama Donghae. Dengan senangnya, Siwon mengacak rambut Kibum sementara Donghae memeluk Kibum sangat erat. Hangeng segera menjauh, "Ini tidak baik" ucapnya berlari mencari perlindungan di belakang tubuh Sungmin dan Kangin.

Deg….

Deg….

Tubuh Donghae terasa membatu saat Kibum mencengkram erat pergelangan tangannya. Siwon mencengkram balik tangan Kibum untuk menghentikannya melakukan tindakan yang lebih pada Donghae. Seharusnya mereka sadar tidak baik mengganggu Kibum yang memang ada baiknya di jauhi. Heechul meletakkan cerminnya. Mengisyaratkan untuk bertindak tenang pada Siwon dan Donghae.

"Lepaskan tanganmu Siwon!" ucap Henry yang sepertinya sangat mengerti. Siwon patuh namun Kibum malah merapatkan dirinya pada Donghae. Memeluk Donghae dengan lebih erat, tersenyum dengan begitu manis. "Aku lulus hyung!" pekiknya membuat Donghae tersenyum lebih lebar. Kyuhyun dan Eunhyuk ikut bergabung, mereka pun saling berpelukan bersama Siwon.

"Kita harus segera mencarikan psikiater untuknya" gumam Leeteuk memijit pelipisnya. "Tapi kurasa dia sudah lebih baik hyung" tanggap Shindong. "Entahlah, perasaanku hanya buruk mengenai dirinya"

"Hiiii~" suara Yesung terdengar lagi.

"Sepertinya untuk anak itu juga" sambung Leeteuk menunjuk Yesung. Shindong mengangguk antusias untuk yang satu itu.

%ika. Zordick%

Sungmin mengeriyit melihat foto seorang namja tampan. Dia melihat satu persatu sahabat seperjuangannya yang menatapnya antusias—seolah mereka adalah orang tua yang hendak menjodohkan anak gadis satu-satunya dengan namja di foto tersebut. "Jadi?" Sungmin menaikkan sebelah alisnya.

Leeteuk tersenyum, "Itu adalah psikiater yang akan kita rekrut".

"Waaahh… dia lebih terlihat seperti pemain film Hongkong dari pada seorang psikiater" celutuk Henry yang sepertinya memang sangat tergila-gila dengan film-film dari negeri tersebut.

"Sekalian saja, kau bilang Donghae lebih terlihat seperti seorang anggota boyband terkenal daripada seorang pencuri kelas kakap" cibir Shindong.

"Aku malah mengira kau mirip dengan ikan buntal dari pada pemonopoli keuangan dunia" sahut Henry tak mau kalah.

Ryeowook menatap bingung ke dua manusia yang duduk mengapitnya. "STOP!" teriak Ryeowook. "Atau aku mogok masak hari ini" ancaman itu sukses membuat ke dua namja beradu mulut menutup mulut mereka serapat-rapatnya.

"Atur rencana untuk merekrutnya" ujar Leeteuk enteng. Hangeng mengambil foto di tangan Sungmin. Ekspresinya menegang seketika. "Aku mencium aroma tak enak nih" celutuk Heechul melihat Hangeng yang menatap Kibum takut-takut. Kibum tersenyum manis sambil membaca bukunya. Dia tak terlalu tertarik mencampuri pembicara para hyungdeulnya yang ia rasa sangat aneh.

"Dia orang yang bisa di harapkan, hanya saja topeng yang melekat di wajah sang iblis akan terlihat sepenuhnya" gumam Hangeng mendapat bisikan-bisikan di telinganya. Dia kemudian segera menutup telinganya rapat-rapat. Gurat ketakutan terlihat di matanya yang bergerak gelisah, bibirnya menggelatuk dan keringat dingin bercucuran di wajahnya.

"Dia mengigau lagi" cibir Shindong. "Jadi bagaimana?" Tanya Kangin yang sepertinya mengikuti percakapan meski ia lebih memilih berguling-guling di lantai dan mengejutkan Yesung. "Jika dia berteriak, kubunuh kau!" terdengar desisan Leeteuk. Kangin mengurungkan niatnya untuk mengejutkan Yesung sekali lagi.

"Aku sudah menyelesaikan rencananya. Kita hanya harus memainkan sebuah drama agar kita bisa menemukan kelemahan dokter itu dan menariknya ke dunia criminal sama saperti kita" Sungmin menyeringgai mengerikan. Di ikuti oleh yang lainnya, Siwon berkomat-kamit tak jelas. "Menyeringgai Siwon—ah!" perintah Eunhyuk yang mau tak mau di lakukan oleh Siwon.

"Baiklah apa rencananya?"

Sungmin mulai berbisik. Psst… psstt…

"MWO? Itu gila?" pekik Heechul.

"Menjijikkan" desis Donghae dengan tubuh merinding akut.

"Tuhan membencinya!" teriak Siwon histeris.

Hangeng menatap Siwon tajam, "Baiklah, aku akan diam!" Siwon menghela nafasnya dan kembali mendengarkan rencana yang sudah di susun Sungmin.

"Wew… yang jelas aku tak mau jadi objek pertama dalam rencana itu" sungut Kangin saat Sungmin menatapnya. "Padahal aku merencanakan kau dan Heechul hyung"

Heechul bergidik, "Aku masih suka dengan yeoja! Aku bahkan bersumpah mencium seorang yeoja di sebuah kapal pesiar seperti di film Titanic. Bukan mencium gorilla jelek ini!"

"Aku juga tak punya rencana menciummu Mak lampir" Kangin berdecih.

"Sepertinya aku tak ada merencanakan adegan ciuman" Sungmin menggaruk kepalanya yang tak gatal. Demi dewa Neptunus—penguasa lautan, Sungmin bahkan tak pernah berpikir untuk mengkaramkan sebuah kapal dan membuat adegan ciuman romantis antara ke dua sahabatnya. Demi Mr. Crab yang terkenal pelit, Leeteuk tak bisa membayangkan kas mereka yang minus saat harus membeli sebuah kapal pesiar demi adegan gila yang rasanya tak ada gunanya sama sekali.

Sungmin kali ini menatap Kibum dan Kyuhyun. "Apa?" ucap mereka bersamaan yang merasa risih dengan tatapan Sungmin. Seluruh manusia kecuali Yesung menatap mereka dengan seringgaian mengerikan. "Tidak ada penolakan! Mereka amat cocok!"

Siwon dan Donghae mengela nafas lega. Setidaknya jika dua bocah itu tak mau, pasti merekalah yang akan kena imbas selanjutnya. Donghae bangkit dari tempat duduknya saat Sungmin mulai menjelaskan rencananya lebih detail pada Kyuhyun dan Kibum. "Andwae! Aku tidak mau hyung!" pekik Kyuhyun hampir menangis dan berlari memeluk tubuh Siwon. Sementara Kibum, sepertinya tak terlalu peduli, ia beralih menatap Hangeng yang kembali meringkuk ketakutan karenanya.

"Hyung! IKANKU MATI!" teriak Donghae histeris menunjukkan toples ikan koinya yang berisi air yang telah berubah warna menjadi merah. Donghae memajukan mulutnya dan menunjukkan peliharaannya yang berada dalam kondisi mengenaskan pada Leeteuk. Eunhyuk berusaha menenangkan sahabatnya.

"Tenanglah Hae! Mungkin ikannya lupa bernafas" Eunhyuk memberikan pencerahan yang malah membuat Donghae semakin suram. "Tidak ada mahluk yang lupa bernafas seperti ini!" Donghae memasukkan tangannya ke dalam aquarium dan meraih tubuh ikan koinya yang di tusuk dengan sebuah pensil.

Semua mata melotot melihat kondisi sang ikan yang begitu mengenaskan dan sepertinya mereka sangat mengetahui siapa pelakunya. Semua mata kini tertuju pada sang psyco yang tengah asyik bersama Kyuhyun menghapalkan rencana Sungmin.

"Kibummie~" suara Heechul terdengar lembut. Kibum mendongak dan menatap Heechul "Hmm…" gumamnya. "Kau yang menusuk ikannya Hae hingga seperti ini?"

"Anniyo" jawab kibum enteng.

"Kau yakin?" Tanya Leeteuk mengelus surai kehitaman Kibum. Kibum mengangguk, "Aku yakin"

"Tapi ini pensilmu Bummie!" Donghae menunjukkan pensil yang menancap di tubuh ikan koinya. "Benarkah? Wah! Pensilku itu hilang beberapa hari yang lalu" pembelaan masih terdengar di mulut Kibum.

"Tapi aku masih melihat kau menggunakan pensil itu semalam Kibum—ah" Ryeowook memberi kesaksian. Kibum memang terpojok tapi dia terlihat tak bersalah, "Kau bohong pada mereka, Ryeowook hyung. Kau tak punya bukti, atau jangan-jangan kau yang berpura-pura dan menuduhku agar Hae hyung membenciku"

"Aku tidak pernah begitu!" bantah Ryeowook.

"Benarkah? Bukankah kau rela bangun tengah malam hanya untuk membuatkan makanan untuk Donghae hyung? Kau cemburu kan dengan ikan itu, karena mengambil waktu Donghae hyung untukmu"

Sekarang berganti Ryeowooklah yang menjadi tersudut. "Aku sungguh tak pernah membunuh ikan itu"

"Kau bahkan membunuh seluruh penduduk di sebuah desa, apa susahnya bagimu membunuh seekor ikan?" Kibum makin gencar menuding Ryeowook dengan nada kelewat datar. Ryeowook bahkan hampir menangis jika saja Kyuhyun tak memegang tangan Kibum. "Sudahlah, Ayo kita latihan lagi!" Kibum menyeringgai menatap Ryeowook yang pucat pasi.

Siwon memeluk Ryeowook yang gemetar ketakutan. Dia melirik Donghae takut-takut, "Aku percaya padamu Wookie, tenanglah!" ujar Donghae yang mengulum senyum melirik Eunhyuk. "Temani aku menguburnya di halaman eoh"

Eunhyuk mengangguk dan mengikuti langkah Donghae yang keluar rumah. "Kita sungguh harus secepatnya memanggil psikiater" ucap Kangin yang merasa Kibum semakin berbahaya. "Aku setuju" ungkap Henry, "Dia jauh lebih mengerikan dari ketika aku bertemu pertama kali dengannya"

%ika. Zordick%

Sebuah ruangan bercat biru laut, tidak terlalu luas namun tak juga terlalu sempit. Kyuhyun merapatkan pegangan tangannya pada lengan Kibum yang berjalan di sampingnya—beriringan dengan langkahnya. Hanya saja Kibum lebih terlihat tenang daripada dirinya yang mulai meragu dengan rencana gila seorang hyung yang begitu ia percaya—Lee Sungmin.

Ayolah Cho Kyuhyun, kau harus ingat beberapa fakta. Pertama—Lee Sungmin tak pernah gagal jika merencanakan sebuah rencana. Kedua—kau adalah seorang penjahat yang diakui dunia dan berhasil mengubah sejarah Mid Building di Island dengan menghancurkan pengamanannya. Yang terakhir—kau mempunyai orang-orang hebat yang berdiri menopang dan menyokong tubuhmu. Jadi... apa yang perlu ditakutkan oleh seorang Jenius yang bisa bertahan hidup di usia yang muda tanpa keluarga.

Jika diperbolehkan untuk membela diri maka Kyuhyun akan mengatakan dia bukan takut. Hanya saja dia err—gugup. Apa dia bisa melakukan sesuatu yang lain sebaik ia membuat sebuah program Komputer atau merusak sebuah jaringan?. Jika tidak dicoba takkan tahu kan?

"Gwechanayo?" Kibum melirik Kyuhyun yang kini persis seperti orang yang terkena paranoid mendadak. Kyuhyun menggeleng, di tegakkannya punggungnya dan berjalan dengan langkah penuh percaya diri. Benar... ia melakukan ini bukan untuk dirinya sendiri. Ini demi Kibum dan Yesung.

"Apa kau tidak masalah Bummie?"

"Masalah? Tidak akan ada masalah yang terjadi. Bukankah kau percaya dengan Sungmin hyung, kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan!"

Kepercayaan diri si bocah IT seolah terisi full kembali. Dia tersenyum lebar kemudian mengangguk pasti. Kibum sedikit terkekeh, tatapannya kembali lurus ke depan saat ia dan Kyuhyun memilih duduk di sofa panjang ruangan itu untuk menunggu seseorang. Ya... psikiater yang mungkin akan menjadi anggota mereka selanjutnya.

Kyuhyun memperhatikan penampilan dirinya dan Kibum. Hah~ mereka memang seharusnya berpenampilan seperti ini. Seragam anak SMP, dengan celana pendek tiga jari di bawah lutut kotak-kotak merah, kemeja hitam, dasi kupu-kupu dan rompi dengan warna senada. Mereka mengenakan seragam sekolah elit di Seoul sekarang.

Sebuah pintu bercat coklat terbuka, Kyuhyun mendongak—mendapati seorang namja tinggi menjulang dengan rambut merah dan wajah tampan khas seleb Hongkong sedang tersenyum dan memberi hormat pada seorang yeoja—kliennya sepertinya. "Sampai jumpa, hati-hatilah dijalan!" setelah beberapa saat bersenda gurau dan yeoja tersebut berlalu. Namja yang menjadi target misi mereka melirik ke arah dua bocah yang sedang membalas tatapannya dengan ekpresi berbeda.

Kibum yang masih setia dengan wajah tenang datarnya, sementara Kyuhyun yang menyeringgai senang karena percakapan yang ia rasa penuh dengan hal-hal yang terdengar baik mengganggu telinganya. Seperti mendengar Siwon lain berbicara—namun tanpa embel-embel Tuhan dalam kata-katanya. Psikiater memang mahluk yang paling pintar mengolah kata.

Namja bersurai merah—Zhoumy sang psikiater mengeriyit melihat dua bocah yang kini balas menatapnya. Deg... ada sesuatu yang lain menghantam pemikirannya. Namun segera ia enyahkan, dia juga tak terlalu mengerti, mengapa firasatnya memburuk saat melihat dua siswa SMP tersebut. Tidak—bukan dua, melainkan salah satu diantara mereka yang sepertinya ia kenal. Tapi entah dimana.

"Ada yang bisa saya bantu?" sebuah pertanyaan ramah khas orang-orang yang membutuhkan uang dari orang lain. Kyuhyun menggenggam tangan Kibum, dia mengangguk sementara Kibum—entah apa yang ia pikirkan. Ia sepertinya baru saja menemukan hal yang menyenangkan dibalik pertemuannya dengan Zhoumy—pertemuan kembali. Sepertinya bocah 7 tahun dahulu begitu berubah hingga Zhoumy tak mengenalinya. Dan sepertinya Kibum tak terlalu menyalahkan dirinya yang tak sempat melihat foto Zhoumy sebelumnya hingga ia mendapatkan kejutan seindah ini di hari yang bukan ulang tahunnya.

Zhoumy tersenyum ramah, di persilahkannya Kibum dan Kyuhyun untuk masuk ke ruangannya. Kibum memilih duduk terlebih dahulu sebelum di persilahkan. Ayolah... dia juga mengenal ruangan ini dengan baik—dulunya. Dia juga pernah berkonsultasi hal-hal yang tak penting di sini. Bedanya dia dahulu didampingi oleh seorang psikiater lain yang membuatnya menjadi lebih mengenaskan daripada sebelumnya.

"Baiklah... kenalkan saya Zhoumy" Zhoumy membuka pembicaraan, menyadarkan Kyuhyun yang sepertinya sedang asyik mengedarkan pandangannya ke sekeliling, sementara Kibum—otaknya sepertinya merencanakan sebuah rencana tambahan. Dia tak boleh terburu-buru, jika dia menginginkan hasil yang lebih baik. Meskipun spontanitas adalah cirinya—tapi dia juga bukan orang ber-IQ rendah.

"Cho Kyuhyun, dan ini Kim Kibum" Kyuhyun menyentak siku Kibum, membuat Kibum menatap Zhoumy dari balik kaca mata berframe hitamnya. Sebuah senyuman manis terukir dibibir merahnya yang seolah baru saja menggunakan darah untuk mewarnainya. "Apa kabar Zhoumy—ssi"

Sebuah fakta yang di temukan Zhoumy. Bocah dengan senyuman manis di hadapannya bukan anak kecil pada umumnya. Antara dua kemungkinan yang terlintas di otak yang memang di rancang untuk menganalisis kepribadian dan sikap manusia—Kibum adalah bocah yang terlahir dengan otak cemerlang yang mampu membagi konsentrasinya secara utuh atau Kibum mengetahui namanya sejak awal hingga namja kecil tersebut tak perlu repot tahu namanya sebelumnya.

"Baiklah, langsung saja, apa masalah yang kalian berdua hadapi. Kurasa kalian bukan adik kakak karena nama keluarga kalian yang berbeda" Zhoumy seolah enggan melepas senyumannya. "Nee~, kami memang bukan keluarga" lanjut Kyuhyun santai.

"Lalu... apa kalian sahabat akrab?"

Kibum tersenyum, "Kami sepasang kekasih, Tuan"

Senyuman di wajah Zhoumy memudar, sepertinya ia menghadapi klien dengan masalah lebih kompleks dari perkiraannya. Dia mengira dua namja kecil ini adalah saudara tiri yang sedang memiliki masalah keluarga. Dia juga berhipotesa bahwa dua mahluk dihadapannya memiliki beban mental yang diberikan oleh kedua orang tua mereka hingga mereka yang merasa senasib ini memutuskan untuk berkonsultasi dengannya. Sepertinya ia telah menarik hipotesa yang terlalu umum hingga ia tak berpikir bahwa dua orang di hadapannya mengalami penyimpangan moral, seksualitas dan beban mental yang jauh lebih berat.

Sesegara mungkin, Zhoumy membungkukkan tubuhnya sedikit agar mendongak dengan dua bocah yang kini tampak tak bermain dengan ucapan mereka. Berusaha mencari kebenarannya, di ulurkannya tangannya untuk meraih wajah Kyuhyun. GREEEBB... "Jangan menyentuhnya!" desis Kibum menangkap pergelangan tangan Zhoumy yang hendak menyentuh Kyuhyun.

Zhoumy tersenyum, sebelah tangannya terulur menyentuh wajah Kibum—tepatnya daerah pipi dan rahang bawah namja berwajah es tersebut. Salahkan Kibum yang memang selalu berhubungan dengan psikiater dimanapun ia berada sejak ia berusia 7 tahun. Ia sangat tahu, maksud Zhoumy menyentuhnya. "Apa anda serius dengan pernyataan anda tentang status tadi Kibum—ssi?" begitu lembut, nada itu seolah mempunyai makna mengintimidasi.

Kibum menatap sekilas pada Kyuhyun yang kini menunduk akibat keterkejutannya melihat reaksi spontan Kibum. Dia kemudian kembali menatap manik hitam Zhoumy dengan kegelapan miliknya, "Aku serius dan tak ada keraguan dalam pernyataanku tadi" ucap Kibum datar.

Kyuhyun mengumpat dalam hatinya. Kibum memang selalu berhasil membuat dia melongo kagum. Kesekian kalinya, ia harus mengakui kemampuan Kibum dalam berbohong. Hah~ bakat alami rupanya atau dia memang begitu bekerja keras dalam pelatihan akting yang diberikan Heechul dan Donghae dengan berbekal naskah dari sang sutradara film REAL—Lee sungmin.

"Lalu apa yang bisa saya bantu untuk kalian?" Zhoumy meletakkan tangannya kembali di atas meja. Menopang dagunya dan menatap Kibum serta Kyuhyun bergantian. "Ibu dan ayah Kyuhyun adalah orang gila yang tak bisa menerima hubungan kami. Buat mereka merestui kami!" penuturan tegas dari Kibum membuat Zhoumy melebarkan matanya. Tidak! Dia sungguh harus membuat dua penerus bangsa tersebut normal kembali, bagaimanapun caranya.

Sepasang bocah gay yang sekarang tengah berhadapan dengannya adalah kliennya. Lalu bukannya meminta kenormalan, dua namja berseragam SMP elit ini malah meminta tips darinya agar orang tua mereka merestuinya. Jujur saja, ini kasus tergila yang pernah di hadapi Zhoumy. Rasanya ia lebih baik mengobati orang gila.

%ika. Zordick%

"Ikan mas paling ganteng di sini" seorang namja berbicara dengan pada earphone tanpa kabel yang tersemat di telinga kirinya. Ia nyengir tak berdosa saat seorang namja yang tak kalah tampan darinya menatapnya aneh. "Baiklah Siwonnie, aku akan serius" belanya dengan menunjukkan jarinya yang berbentuk V. Sepertinya namja berjulukan ikan—karena insiden ikan tuna di pasar dahulu masih syok dengan kematian ikan masnya beberapa waktu yang lalu.

Siwon—si namja yang tak kalah tampan dari Donghae tersenyum joker. "Are you Ok, Hae? Lebih baik kau beristirahat" Siwon mengusap bahu Donghae. Eunhyuk yang berdiri tak jauh dari mereka mengangguk. Baiklah ada yang perlu di tegaskan di sini. Mereka memang mantan penghuni mid building. Mereka juga penjahat yang sangat hebat, tapi mereka juga penjahat yang paling miskin yang pernah ada. Bahkan untuk membali walkie talkie pun mereka tak mempunyai uang. Earphone tanpa kabel yang mereka gunakan—baiklah hanya Donghae yang menggunakan, di beli dengan merampok hasil taruhan Sungmin.

"TIDAK! KALIAN HARUS MERAMPOK! KITA SUDAH JATUH MISKIN!" pekik seseorang dari seberang sana—siapa lagi kalau bukan pecinta uang yang kini sibuk menjerit-jerit mengeluhkan kantongnya yang kosong. Donghae sontak menjauhkan earphonenya, Siwon dan Eunhyuk terlonjak kaget karena jelas mereka mendengar pekikan itu. "Oh Tuhan! Maafkanlah hambamu ini!" Siwon mengelus-elus dadanya.

Hangeng melirik Siwon tajam. "Sudahlah, jadi sebaiknya kita harus segera menjalankan skenario perampokan permata itu dari pada harus mendengarkan ocehan beruang gendut dari benda jelek di telinga Donghae" usul Kangin yang sepertinya mendapat bagian dari tugas kali ini. Hanya mereka berlima sepertinya.

%ika. Zordick%

"Kim Heechul imnida" Heechul membungkukkan tubuhnya dengan anggun. Ia baru saja keluar dari sebuah kamar di dalam hotel bintang lima. Ryeowook dan Henry saling berpandangan melihat fenomena luar biasa di hadapan mereka.

Satu detik...

Lima detik...

Hening...

Lima belas detik kemudian...

"Bwahahahahahhahahahha" tawa mereka serempak pecah. Sungmin yang berdiri tak jauh dari situ, menutup mulutnya erat, mencoba menahan tawa atau... PLAKK... PLAAKKK... dia akan mengalami nasib sama seperti ke dua dongsaengnya yang kelewat imut tersebut—ditampar dengan jemari lentik yang tertutupi sarung tangan transparan milik Cinderella sangar bernama Kim Heechul.

"Yak! Lee Sungmin..." desis Heechul mendeathglare Sungmin yang sepertinya bersusah payah menahan tawanya. "Kau cantik hyung! BWAHAHAHAHHAHA" dan tawa itu lepas sudah saat Sungmin menatap Heechul yang tengah berkacak pinggang sambil menanggangkat gaun panjangnya yang menyapu lantai.

Leeteuk menggeleng-geleng tak jelas. Ia melirik Shindong yang nyengir saat sebelumnya sibuk mengumpati dongsaengnya yang lain dengan ponsel yang jumlahnya limit di antara mereka. "Hentikan candaan kalian dan kita mulai!" perintah Leeteuk yang sontak membuat tawa Sungmin, Ryeowook dan Henry berhenti. Mereka saling bertatapan. "Jadi? Boleh aku mulai sekarang hyung?" tanya Ryeowook sambil mengelus-elus pipinya yang memerah. Entah sejak kapan dia bisa tertawa terpingkal-pingkal seperti tadi. Sangat tidak sopan—menurutnya.

"Silahkan Wookie!" Leeteuk tersenyum hangat. Ryeowook segera memasuki ruangan kamar hotel tadi bersama dengan Henry. "Henry, ku titip Ryeowook padamu, dan satu hal lagi cepat cari pembeli permata kita"

Henry membuat pose hormat, "Roger hyung!" ucapnya. BLAAAMM... Kemudian pintu tersebut tertutup. "Lalu... silahkan ikuti rencana selanjutnya" Sungmin mengambil alih pembicaraan.

%ika. Zordick%

Hening...

Suasana ruangan bernuansa biru laut yang terasa nyaman hening sejenak. "Apa kalian yakin, perasaan yang kalian rasakan itu?" Zhoumy memecah keheningan itu kembali. Kyuhyun tersenyum, dia tak boleh diam saja dan membuatnya merasa dirinya sungguh tak berguna di sini. "Kami tentu saja yakin, Zhoumy—ssi, tidak sedikit psikiater yang kami kunjungi agar mendapat kesembuhan kami. Tapi sia-sia, dan akhirnya Bummie dan aku memutuskan untuk mempertahankan ini hingga akhir"

"Kalian masih terlalu muda" Zhoumy masih memberikan nasihat yang benar. Bagaimanapun dia orang dewasa yang wajib membawa manusia muda tergolong labil seperti dua remaja di hadapannya untuk dituntun ke jalan yang benar.

Kibum menggebrak meja kerja Zhoumy. Cukup membuat namja tinggi itu terlonjak. "Berhentilah berbicara seolah kau sangat mengerti kami tuan! Kami ingin bersama, dan kami butuh bantuanmu untuk itu!" bentak Kibum sengit.

"Tenanglah Kibum—ssi, bisakah anda bicarakan bagaimana anda bisa jatuh cinta dengan Kyuhyun—ssi?" Zhoumy berusaha tetap tenang dan bertindak tak gegabah. Ia sangat tahu Kibum ataupun Kyuhyun bisa saja menghancurkan reputasi Psikiaternya.

Tok...

Tok...

Sebelum Kibum menjawab pertanyaan tersebut, terdengar suara pintu di ketuk. "Masuk!" ucap Zhoumy mengalihkan pandangannya dari dua remaja—kliennya. "Ahh—Haerin, Syukurlah kau di sini, aku butuh bantuanmu"

"Gwechanayo?" Suara yeoja itu terdengar datar dan tenang. Ia berjalan mendekati Zhoumy. "Perkenalkan ini rekan saya, Lee Haerin—psikiater handal yang mungkin bisa membantu kita semua dalam memecahkan masalah kalian" Zhoumy memperkenalkan yeoja tersebut.

"Jadi kenapa anda bisa jatuh cinta dengan Kyuhyun—ssi?" Zhoumy mengulang pertanyaannya pada Kibum. Kibum mendongak, menatap tajam yeoja yang baru saja tiba yang kini berdiri tepat di samping Zhoumy. Giginya terdengar menggeretak geram, tatapan matanya berubah menajam, bibir merah itu mengeluarkan seringgaian mengerikan. Zhoumy terdiam, ekspresi itu bukan ekspresi yang baik. Mata yeoja bernama Haerin membulat sempurna.

Demi Tuhan! Rasa takut yang selama ini ia kubur kembali. Jantungnya berdetak seolah ia baru saja main kejar-kejaran dengan setan mengerikan yang siap menelannya hidup-hidup. Tubuhnya bergetar hebat, digigitnya bibir bawahnya sekuat tenaga, menahan jeritan yang mungkin siap keluar. "Bummie~~" nafasnya tercekat, rasanya alveoulusnya tak bekerja dengan benar saat mengucap nama bocah yang sempat menghilang dari hidupnya dahulu.

"Karena wanitaKU menghianatiku" sahut Kibum enteng yang membuat Zhoumy menatap kalut pada yeoja yang terus di tatapi dengan begitu intens oleh Kibum. Kyuhyun menggenggam tangan Kibum, ia tahu ini takkan baik.

%ika. Zordick%

"Shindong hyung sudah memberikan kode agar kita segera bergerak" ucap Donghae memberitahu pada yang lainnya. Siwon mengangguk mengerti bersama Eunhyuk yang kini sibuk menghitung jumlah peluru di eagle desert yang di beli Heechul dan Henry dari pasar gelap untuknya. "Baik! Aku sudah siap!" Eunhyuk mengacungkan ibu jarinya setelah sebelumnya menyelipkan senjatanya di balik jas resmi yang merupakan property yang mereka sewa. Garis bawahi SEWA, dan artinya setelah misi harus di kembalikan. Begitu juga dengan jas mewah lainnya yang di kenakan oleh Siwon, Eunhyuk dan Donghae. Sementara Hangeng dan Kangin mengenakan setelan pelayan hotel yang di curi mereka dari ruang ganti.

Deg...

Deg...

Hangeng menghentikan langkahnya, ditutupnya telinga dan matanya rapat-rapat namun bayang-bayang mengerikan seolah menghantuinya. "ARGGHHH!" teriaknya dan ia ambruk seketika. Dengan sigap Kangin menangkap tubuh Hangeng.

"Hangeng! Kau baik-baik saja?" suasana mulai ricuh. "Siwon—ah! Jaga Hangeng! Donghae hubungi Leeteuk hyung!"

%ika. Zordick%

"Hangeng kumat lagi!" ujar Shindong memberi isyarat pada Leeteuk yang berdiri tak jauh darinya. Leeteuk menaikkan sebalah alisnya, sementara bibirnya berkomat-kamit. Ia tahu Heechul pasti sangat mengerti maksud dari bahasa bibirnya. Heechul orang terbaik dalam membaca gerak bibir orang lain. Heechul memang mengenakan pakaian khas yeoja eropa abad pertengahan. Ia mengapit erat lengan Shindong yang menjadi pasangannya.

Baiklah—dari segi penampilan dia sungguh seperti yeoja bangsawan abad ini yang berhak menjadi pedamping namja pecinta uang seperti Shindong. "Chagiya..." Heechul bergelayut mesra pada Shindong yang kembali berbincang pada orang kaya yang menghadiri pesta pembukaan museum permata di hadapan mereka. Tentu saja tentang bisnis—beruntunglah Shindong sungguh menguasai hal tersebut sehingga mereka tak di curigai sebagai orang ilegal yang mengunjungi pesta tanpa undangan.

"Ahh~ mianhe, istriku sepertinya mulai mengeluh" Shindong tertawa renyah. Di giringnya Heechul untuk menepi. "Ada apa?"

"Leeteuk menyuruhku untuk tetap mempertahankan misi, beritahu pada Donghae agar dia, Eunhyuk dan Kangin tetap menjalankan misi. Sementara Siwon menemani Hangeng memasuki kamar mana saja untuk menenangkannya" jelas Heechul, meraba kakinya memastikan bahwa pistol jenis eagle deasert nya masih berada pada tempatnya. Jujur saja, mengenakan gaun ini terasa menyesakkan tubuhnya.

Shindong segera menekan tombol ponselnya, membuat panggilan cepat untuk Donghae. Memberitahukan keputusan Leeteuk dan segera kembali keposisinya yang seharusnya. Leeteuk mengangkat gelas anggurnya di depan dua orang yeoja muda yang sepertinya tertarik padanya. Yeoja asing berwajah khas wanita barat.

"Like Martini, right?" Leeteuk tersenyum ramah, menawan dua yeoja itu dengan pesona kepemimpinannya. Di raihnya satu persatu telapak tangan yeoja di hadapannya menciumnya dan BINGO! Dia mendapatkan sample sidik jari mereka. Ini bagus untuk membangun relasi dan sejenis pemalsuan identitas.

Leeteuk memperhatikan Eunhyuk dan Donghae yang sudah memasuki lokasi pesta. "Excusme Ladies, I have some work to do now" Leeteuk memberikan senyuman teramahnya kemudian menghampiri dua namja yang terlihat kebingungan dengan langkah mereka. "Ikut aku!" bisik Leeteuk saat dia berhasil menghampiri kedua namja tampan tersebut. Kangin yang baru tiba setelahnya segera mengikuti langkah Donghae dan Eunhyuk setelah sebelumnya membawa nampan khas pelayan.

"Kalian lihat namja di sana itu? Namanya HyunSaeng, dia pemilik semua hak kekayaan di sini. Termasuk permata yang akan kita ambil. Donghae, tugasmu menarik perhatian yeojachingunya—Hyun A dan membuat Hyung Saeng serta seluruh pengamanan di sini memperhatikanmu. Eunhyuk dan Kangin—kalian menerobos dan menarik Donghae agar ia bisa membuka peti permata utama itu" Leeteuk memberi isyarat.

Mereka mengangguk dan mengambil posisi masing-masing.

%ika. Zordick%

"Hahh~~" Sungmin menghela nafasnya. Diliriknya Yesung yang masih menunduk tak jelas sambil menyenandungkan lagu aneh. "Apa kau tak bosan hyung? Melakukan hal yang sama terus menerus?" tanya Sungmin mengelus surai hitam Yesung. Namja itu sedikit tersentak dengan neuron yang diberikan oleh Sungmin.

"Apa aku mengejutkanmu? Maafkan aku!" pinta Sungmin lembut.

"Kau suka musik?" sekali lagi Sungmin bermonolog ria. Yesung tak menggubrisnya sama sekali. "Piano! Sungie mau!" entah keajaiban apa yang terjadi, Yesung menunjuk piano yang berada di salah satu aula hotel yang sunyi—tempat Sungmin dan Yesung bersembunyi.

Sungmin tersenyum, di raihnya pergelangan tangan Yesung dan membawa namja yang lebih tua darinya itu ke grandpiano. Dengan begitu cerianya, Yesung duduk di depan piano mulai menekan tuts-tuts secara asal tanpa membuatnya menjadi rangkaian nada-nada yang terdengar indah—seperti melodi tak karuan yang begitu acak.

%ika. Zordick%

"Bagaimana Wookie?" Henry memperhatikan Ryeowook yang terlihat masih setia mengutak-atik benda di hadapannya. "Hampir selesai Henry!" jawab Ryeowook yang menyeka keringat dari dahinya. Dengan lincah jemarinya bergerak menarik kertas yang terselip diantara dua cairan berbeda warna di sebuah tabung horizontal kecil di dalam benda berbentuk kotak di tangannya.

"Selesai, kita tinggal memasangnya ke sambungan listrik terdekat" ucap Ryeowook dengan nada ceria terselip diantara wajah lelahnya.

"Aku akan hitung mundur!" lanjut Henry.

Ryeowook mengangguk, setelah sebelumnya dia memasang kabel pada colokan listrik di dekat meja nakas. "Hitung dari lima" Ryeowook melepas tangannya kemudian membawa Henry berlari keluar dari tempat mereka berada.

Lima...

Empat...

DRAAPPP... DRAAAPP...

Langkah Henry dan Ryeowook semakin cepat menjauh dari kamar awal mereka berada. Mereka menuruni tangga darurat. Mereka tak bodoh untuk menaiki lift. Karena...

Tiga...

Dua...

Satu...

DUAARRRR... ledakan dahsyat berasal dari kamar yang tadi mereka tempati terdengar. Henry yang sudah siap dengan senternya mulai menerangi jalan. "Listrik sudah lumpuh total" kikiknya menggenggam erat tangan Ryeowook yang terlihat mulai kelelahan. Dia berjongkok di depan Ryeowook, mulai menggendong tubuh yang lebih ringkih darinya. "Kau berhasil Ryeowook—ah"

"Bukan diriku tapi kita. Terima kasih"

"Untuk apa? Karena menggendongmu?"

"Karena kau hadir saat aku sungguh dalam kondisi terlemahku" Ryeowook menggapai senter di mulut Henry. "Kau sebaiknya jangan terlalu kelelahan"

"Kau sahabatku"

"Nee~ Aku sahabatmu Ryeowook—ah"

"Kau tak akan menghianatiku demi sebuah popularitas, iya kan?"

Henry terdiam. Dia sudah dengar dari Ryeowook sendiri bagaimana namja bernama Shim Changmin menghianatinya. Tapi entahlah Henry juga tak tahu untuk apa dirinya harus begitu dekat dengan seorang Ryeowook. Dia tak punya alasan harus bersama namja seumurannya itu. Dia hanya ingin menjaga segala tindakan Kibum karena JiFan, sahabatnya yang meninggal beberapa tahun lalu. "Aku takkan menghianatimu demi kepopularitas Wookie" sahut Henry melangkahkan kakinya hati-hati ke anak tangga berikutnya.

"Namun aku tak menjamin jika aku bisa menghianatimu karena bocah mengerikan itu" batin Henry miris.

%ika. Zordick%

"ARGGGHHH! KIBUM! KIBUM!" teriak Hangeng bak orang gila. Di tutupnya erat telinganya hingga telinganya memerah. Siwon menarik Hangeng dalam pelukannya. "Tenanglah hyung! Kibum baik-baik saja!" Siwon meraih tangan Hangeng, ia tak ingin Hangeng memutuskan ke dua daun telinganya sendiri bukan.

FLIIPP...

Listrik padam mendadak, Siwon dengan sigap segera menghidupkan senter yang ada di sakunya. Hangeng mulai terisak, tubuhnya bergetar hebat di pelukan Siwon. Meskipun Siwon tak mengerti dan tak mengetahui bagaimana rasanya seseorang yang seolah bisa membaca masa depan dan mengetahui segala hal yang seharusnya tak di ketahui itu, Siwon bisa merasakan ketakutannya. Bayangkan saja, siapa yang tak ketakutan saat mengetahui hal-hal yang begitu menakutkan seolah berada di depan matanya.

Kelabatan peristiwa lalu semakin meneror Hangeng, penglihatannya semakin jelas tentang masa lalu. Ada Kibum di sana. Kibum yang berusia 7 tahun namun terlihat begitu dewasa dan tak jauh berbeda dengan dirinya sekarang ini. Dia dengan seringgaian mengerikan di atas sebuah bangunan tinggi. Matanya tajam menatap seorang namja yang jauh lebih dewasa darinya. Meringkuk semakin mundur ke pinggir pagar pembatas.

"Maafkan aku! Maafkan aku!" racau namja itu, meraung tak jelas. Ketakutan terlihat di mata hitamnya. Tanpa ekspresi Kibum semakin mendekat. "Kau... bodoh, Tuan" Kibum mendesis. Dia berjalan dan menyandarkan tubuhnya di pagar pembatas, tepat di samping namja yang meringkuk ketakutan.

"Istrimu, pergi karena kebodohanmu, bukan karena aku" Kibum tersenyum manis kemudian. "Kau yang membunuhnya! Bukan AKU! PERCUMA KAU MEMINTA MAAF PADANYA, dia takkan memaafkanmu!"

"Kecuali..." Kibum menyeringgai. "Lompat!" Kibum menunjuk tanah yang terlatak jauh dibawah sana. Entah gila atau memang sugesti yang diberikan bocah itu terlalu kuat, Namja itu dengan susah payah melawati pagar pembatas. Berjalan seolah tanpa kendala. BRUUGGHHH... terdengar suara benda besar terjatuh ke tanah setelahnya.

"Apa cukup untuk penelitianmu chagiya?" Kibum melangkahkan kakinya setelah mengatakan kata-kata tersebut. Mendekati seorang yeoja yang terlihat seperti mahasiswi. "Haerin—ah, apa yang perlu kulakukan setelah ini? Apa menurutmu aku sungguh seorang psikopath yang kau maksudkan?"

"Nee~ kau sudah positif, aku tak mengira kau mampu membunuh orang lewat kata-kata" yeoja itu mengatur deru nafasnya yang semakin tak karuan. Ia juga ketakutan sebenarnya, namun demi skripsi akhirnya sebagai mahasiswi Psikologis dan beruntunglah objek penelitiannya merasa tertarik padanya. "Benarkah? Salahkan para anjing yang mengaku sebagai orang tuaku, bukankah kelainan ini berasal dari mereka juga?"

Dengan susah payah Haerin mengangguk—hal itu memang benar. Faktor seseorang menderita Psiko selain karena gen, juga karena faktor lingkungan dan Kibum termasuk kasus yang terlalu dini menderita Psiko sehebat ini. Seharusnya bocah seusianya hanya mampu melakukan tindakan kekerasan, perkelahian, melanggar aturan namun tak sampai mencelakai seseorang seperti sekarang ini terjadi.

"Haerin—ah... kau tahu, mereka—para anjing itu telah kuhabisi menjadi makanan sejenis mereka di dekat rumahmu. Eh... kau tahu? Aku bahkan memajang kepala si tua Kim di kamarmu"

"HENTIKAN!" pekik Hangeng melihat ke seluruhan kenyataan. Melihat potongan-potongan mayat yang dimakan anjing jalanan dan beberapa ekor gagak. Ia juga melihat bagaimana Tuan Kim, ayah dari Kibum dan Jifan, kepalanya yang tergantung di dinding akibat ulah kegilaan anaknya.

"Aku tidak melakukannya pak polisi" kali ini Hangeng bisa melihat Kibum yang tengah di seret oleh pasukan khusus. "Kau bisa menanyakan pada pacarku. Aku tak melakukan semua itu"

"Dia psyco, dia seharusnya di dalam tahanan" Hengeng terdiam, air matanya mengalir begitu deras. Kibum di khianati, meski menurut orang lain, seorang bocah mengerikan sepertinya memang layak berada di dalam mid Building dengan usianya yang bahkan masih seharusnya berada di bangku sekolah dasar.

Kibum terdiam, matanya menatap dalam pada manic darkbrown milih yeoja yang begitu ia cintai. Ya... yeoja yang tak pernah ia sentuh bahkan ia sakiti seujung jari pun. "Aku waras, dan aku tak mengalami kelainan itu!" Kibum memberontak.

"Semua hasil pemeriksaan yang di tunjukkan nona itu sudah membuktikan kelainanmu nak" seorang namja paruh baya—Tuan Choi—ayah seorang Choi Siwon terlihat di ambang pintu. Kibum menyeringgai, "Aku tahu apa maumu sebenarnya wanita jalang! Aku tahu apa keinginanmu mendekatiku selain karena skripsimu itu. Kau ingin meletakkanku di tempat yang seharusnya! Kau penipu, kau lebih keji dari seorang sepertiku! Terserahmu mau mengataiku psyco atau sejenisnya. Setidaknya satu hal, ku jamin kau mengenalku dengan lebih baik"

Hangeng kembali menutup matanya rapat-rapat. Tangisan mulai terdengar lirih dari bibirnya, air mata mengalir tak kalah deras mengiringi tangis. Kelabatan-kelabatan bayangan anak kecil bernama Kim Kibum yang melewati ribuan masa-masa menyakitkan demi hasil positif penyakit yang jelas sudah di deritanya. Kebohongan-kebohongan orang dewasa dan dari mulutnya sendiri menjadikannya semakin tersakiti. Dirinya menjadi seperti ini, bukan karena keinginannya, para manusia-manusia di dunia ini jugalah yang berperan aktif hingga ia semakin di kecam dan meringkuk dalam kegelapan dunia.

Dia di kurung dari satu sel ke sel lain. Dia diperlakukan bagai binatang tapi tak ada satupun rasa takut di matanya. Otaknya memang berbeda, dia memang tak bisa merasakan empati bahkan untuk dirinya sendiri. Dia tak pernah tulus menangis, semua yang ia jalani dengan kebohongan. Dia berada di penjara dewasa di usia yang tak tepat, memasuki Mid Building dengan seluruh indera yang ditutup. Bukankah dia mengerikan? Tapi sesungguhnya dunianya lah yang memperlakukannya secara mengerikan.

"Bukankah kau akan membawaku ke penjara juga sama sepertinya? Kau kira aku bodoh, demi apapun Jifan bahkan akan kuhabisi dengan tanganku sendiri" Hangeng tersentak, suara Kibum terdengar jelas di telinganya. Apa maksudnya? "Siwon! Pergi ke tempat Zhoumy—ssi, Kyuhyun dalam bahaya! Zhoumy dan juga seorang yeoja bernama Lee Haerin. Kibum dia membuka topengnya"

"Ha?"

%ika. Zordick%

Donghae menghampiri sang bintang utama dalam ruangan besar nan mewah tersebut. "Siang noona" sapanya pada yeoja cantik nan sexy bernama HyunA. Yeoja itu tersenyum, ayolah—siapa yang akan rela menolak pesona seorang Lee Donghae. "Lee Donghae" Donghae memperkenalkan dirinya, tersenyum dengan ramah meraih tangan HyunA sambil mengecup tulus punggung tangan sang yeoja. Hei... dia juga sedang mengambil sample sidik jari yeoja cantik itu.

"Hai... Donghae—ssi, kau tahu siapa tunanganku kan?"

Donghae tertawa renyah, dia sudah melirik HyungSaeng yang sepertinya mengerling marah padanya. "Ahh~ tapi kau tak tahu siapa tunanganku" candanya yang mampu membuah yeoja cantik itu menilainya dengan kata 'MENARIK'

"Dasar playboy cap ikan kakap" gerutu Kangin pada Eunhyuk yang sepertinya tengah lahap memakan hidangan pesta.

Heechul mendesis, "Mengapa bukan aku saja yang ada di sana?"

"Jika kau, maka kau harus menggoda si Hyunsaeng itu" decih Shindong yang sibuk mencomot makanan mahal pesta. PLEEETAKK... sebuah jitakan manis mendarat di kepala Shindong, tentu saja dari Heechul.

Dari posisi berbeda mereka jelas bisa melihat apa yang sedang di lakukan oleh seorang Lee Donghae. Terdengar kode dari Henry di telinganya. Ia berdoa dalam hati. "Kau mau melakukan permainan menarik noona?" tanyanya sambil memamerkan senyuman polosnya yang sanggup membuat sang primadona tertegun dan cukup err—tersipu. Entah sadar, entah tidak HyunA mengangguk saja.

Dengan sigap Donghae meraih tengkuk yeoja itu, melumat bibirnya dengan sekali sentakkan, membuat dirinya menjadi tontonan seluruh manusia di sana. GREATT! Dia melakukan tugasnya dengan baik. FLIIPPP... lampu padam, tepat sesuai durasi yang di perhitungkan sebelumnya dan rencana Sungmin sungguh luar biasa.

Kangin dan Shindong mengambil ancang-ancang. Secepat kilat mereka berlari menuju Donghae yang sudah mereka hapal posisinya. Donghae buru-buru melepas ciumannya meski ia merasakan HyunA membalasnya. Masa bodoh—toh ia tak tertarik untuk mencintai orang lain lagi. "Aku penjahat, kau tahu noona" setelah berbisik dengan mesra, Donghae membiarkan dirinya di tarik cepat oleh Kangin dan Shindong memberikan obeng pada Donghae.

Eunhyuk dan Heechul meraih senjata mereka. DOOR... DOORR... ke akurataan hampir 99% mengenai satu persatu kaki penjaga di sekitar kota permata. Shindong memberikan penerangan pada Donghae, Kangin melindungi Donghae dari para penjaga sementara Leeteuk, mendekati HyungSaeng, mengambil sample sidik jarinya.

Tak butuh waktu lama, Donghae berhasil. Kotak kaca itu terbuka dan dengan secepat kilat dia mengambil isinya. "Lari!" perintah Leeteuk cepat dan mereka pergi dari tempat tersebut.

%ika. Zordick%

Jemari Yesung masih bermain-main dengan asal di tuts piano. Secara perlahan kesepuluh jarinya mulai manari lincah. Sungmin tertegun, suara indah piano itu mulai terdengar. Demi dewa bersuara indah, dia berani bertaruh—dewa itu pasti ingin duet dengan Yesung jika dia mendengar permainan piano luar biasa ini.

Namun perasaan aneh semakin menjalar dihati Sungmin. Paru-parunya seolah menyempit, dia seperti tercekik, rasa mual mulai menyerangnya, kepalanya terasa di tusuk pedang. "ARRGGHH" jeritan pilu menyayat hati terdengar dari bibirnya yang mulai membiru.

"Hyung... hentikan!" dan untuk pertama kalinya ia mengerti bagaimana Yesung bisa membunuh ribuan orang dalam waktu singkat. Tubuhnya terlalu lemah untuk menghancurkan melodi yang dimainkan Yesung, bahkan jemarinya terasa lumpuh untuk menutup telinganya sendiri.

%ika. Zordick%

Siwon berlari secepat yang ia bisa, bersyukurlah dia telah berada di depan tempat konsultan psikologis tersebut. "Hiks... Bummie!" jeritan menyayat hati terdengar dari Kyuhyun yang bahkan tak bisa bergerak dari tempatnya. Zhoumy—namja China tampan itu kini memeluk tubuh ringkih Kyuhyun.

"Tuhaann..." Siwon melebarkan matanya. Rasa pusing dan mual mendera Siwon saat dirinya dengan jelas melihat darah bersimbah di ruangan tersebut. Adrenalinnya berpacu, dia sungguh tak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya bahkan tidak di dalam film.

Dia merosot dilantai, kakinya tak kuat menopang tubuhnya lagi. Untuk pertama kalinya seorang Choi Siwon takut akan seseorang kecuali Ayahnya. Namja kecil yang terlihat polos di matanya kini dengan sorot mata mengerikan dan seringgaian yang cukup membuat hatinya kecut terpampang jelas. Dia jelas sedang mencumbu yeoja yang ada di hadapannya, merobek paksa pakaian yang sedang di kenakan yeoja itu.

Tangan kiri Kibum memegang ke dua lengan sang yeoja di atas kepalanya, tangan kirinya yang tadinya sibuk merobek pakaian yang di kenakan yeoja yang ia duduki kini mulai memainkan pecahan vas bunga, membuat tubuh putih yang seharusnya terlihat indah bernoda darah. Kibum melepas ciumannya, di jilatnya seduktif darah yang berceceran akibat ulahnya di tubuh bagian atas yeoja yang jelas masih dicintainya sampai detik ini. "Haerin—ah, kau takut padaku?"

Yeoja itu masih terisak, ringisan-ringisan lirih dan erangan kesakitan sudah tak terdengar lagi dari bibirnya. Dia bahkan tak bisa mengucapkan kata yang bisa membuat Kibum takkan menyakitinya. "Pelacur sepertimu seharusnya kutiduri dari dulu, kau tahu. Lihat, akibat ulahmu, kau jadi merasakan malam pertama kita dengan darah eoh"

Kim Kibum memang gila! Tapi yakinlah, dia tak memiliki gangguan kejiwaan. Dia waras dan dia melakukan segala tindakan ini dengan dasar kesadaran penuh. Hatinya tak sedang kecewa, dia memang sedang merasakan kepuasaan karena akhirnya ia menikmati tubuh wanitanya secara sempurna meski bukan dengan kondisi yang ia bayangkan.

"Bummie... Kumohon! Sembuhlah!" Kibum menghentikan aksinya, dia mendongak, menatapi wajah Haerin yang semakin memucat. "Chagi... Chagi..." Kibum mulai meracau, di letakkannya potongan pecahan vas di tangannya di lantai. Tangannya yang bersimbah darah di gunakannya untuk menyeka air mata yeoja di hadapannya. "Mianhe... gwecahanayo?" raut kesedihan terlihat di wajah tampannya. Di peluknya erat sang yeoja. "Maafkan aku!"

"Sembuhlah Bummie, aku melakukan ini demi kau, demi kesembuhanmu, sungguh..." nafas Haerin mulai tersenggal. Darah segar menyembur dari mulutnya saat Kibum kembali menusuk perutnya dengan potongan pecahan vas yang ia pegang kembali. "Kau sudah mendapatkan segalanya dariku, sembuhlah..." Kibum masih tetap menusuk perut Haerin meski wajahnya terlihat penuh penyesalan. Cinta terlihat di mata kelamnya namun tubuhnya masih sibuk membunuh yeoja yang bahkan sudah tak bernyawa lagi.

"Haerin—ah!" pekiknya saat Haerin sungguh tak bernafas lagi. "Khekekekeke..." Kibum terkekeh, di lepasnya rompi seragamnya dan di tutupnya bagian tubuh Haerin yang terekspos, "Pelacur sepertimu tak berhak mencintaiku, hanya aku yang boleh mencintaimu sayang" Kibum mengecup bibir Haerin sekilas. "Bahkan kau sangat cantik dengan darah sebagai gaun pengantin kita"

"Cukup Bummie..." Kyuhyun memberanikan dirinya, dia sungguh tak kuat melihat sahabatnya seperti sekarang ini. Di peluknya tubuh Kibum erat dari belakang. "Hentikan, Kumohon! Dia sudah mati Bummie"

"Bukankah kau akan membawaku ke penjara juga sama sepertinya? Kau kira aku bodoh, demi apapun Jifan bahkan akan kuhabisi dengan tanganku sendiri" ucap Kibum mendorong tubuh Kyuhyun menjauh darinya. "Kau, Haerin bahkan JiFan! Kalian tak ada bedanya, kalian yang akhirnya akan membunuhku! Kalian kaki tangan dunia ini untuk menghabisiku"

Kibum meraih kerah kemeja Kyuhyun, "Kau takut padaku kan? Menangislah bocah! Jika kau menangis sesuai dengan keinginanku, akan kubuat kau mati tanpa rasa sakit"

BRRUGGHH...

Siwon melebarkan matanya. Kangin datang? "Bawa psikiater itu dari sini, Kangin seret Kibum, Donghae bawa Kyuhyun, Eunhyuk gantikan Shindong menggendong Sungmin. Hangeng kau masih bisa menahan tubuh Yesung kan? Henry, Ryeowook jangan masuk!" bersama Leeteuk yang kini sibuk memberi perintah.

"LEPASKAN AKU BRENGSEK!" pekik Kibum mencoba melawan Kangin. "Jangan memukulnya!" Heechul menahan tangan Kangin yang hendak menampar Kibum. Dipeluknya tubuh Kibum erat, "Bummie..." Heechul berusaha menenangkan Kibum, "Pakai lagi topengmu, kumohon! Kumohon!"

"Tenangkan dongsaengmu itu, atau kupastikan aku yang akan membunuhnya" Leeteuk menggiring semuanya keluar dari ruangan tersebut kembali ke rumah mereka. Kibum masih diam dalam pelukan Heechul. Seandainya saja—jika dia hidup bersama Heechul dari dulunya. Seandainya ia mengenal namja cantik ini sejak dahulu, ia tak perlu menjadi seperti ini. "Hyung~, dia wanitaKu!" Kibum menunjuk tubuh Haerin.

"Hyung tahu, ayo kita pulang eoh!" Heechul menggandeng tangan Kibum. Kibum menurut, senyuman menghiasi wajahnya yang ternodai darah. Dia sungguh berbeda kan? Ya... namja yang pintar, mudah bergaul dan berpenampilan menarik. Dia sempurna—jika penyakitnya bisa ia tutupi dengan sempurna.

TBC

TITANIC , PELELANGAN DAN BOM

"Kau tak adil Leeteuk! Yesung hampir saja membunuh Sungmin tapi kenapa kau hanya ingin membunuh Kibum?"|"Aku akan bergabung"|"Dia tak bisa di obati"|"$450.000, ada lagi?"|"Wanita itu mengerikan Lee Donghae, kau adalah pelelangan tertinggi untuknya"|"Ini yang kuinginkan, tapi aku lebih suka menyelam di air dingin demi kalian daripada yeoja cantik"|"Kita akan mati seperti di kapal titanic!"|

Waduh... panjangnya...

Alooha... lama tak bertemu...

Baiklah... ka sudah putuskan untuk rutin publish FF, begitu selesai begitu publish deh... soalnya gak mau tambahin hutang. Maklum kesibukan anak kuliahan... #bangga

Nah... da yang bertaya ka kuliah di mana? Yang jelas di PTN dan di jurusan FISIKA... bwahhahahahahha... saya calon ilmuwan! Pengen jadi kayak einstein.

Bagi yang mau ikutin tes apakah dia psyco atau bukan bisa lewat test sederha ini, bisa di cek di balasan review sasuke . gmpaselleh, okehh...

Hah... REVIEW dah, mohon kritik dan saran untuk kelanjutannya dan ini balasan review ch 8:

Park Ji Ra: dan dia tobat kembali... hahahahaha... #ktawa nista

WonKyu Jr: Wahh... ka gak mau di timpuk Zhoumy jdiin dia penjahat. Trima kasih atas pujiannya, terus review ya!

riani-chan000 : lihat di chap depan, tinggal tunggu keputusan Zhoumy dan kenyataan pengobatan Psyco saat ini. Okeh... kalau mau cepat tau jawabannya cari di google ajah! #JDUAK, tapi ka serius, aja cari-cari artikel nih.

Elfkyumin: masa lalu kibum sebaiknya gak usah di ungkap semua, toh masih banyak tokoh utama, Leeteuk tuh paling utama tapi masih ka tahan. Hpmf... ka baru kuliah, line 95. Ka gak suka di panggil eonni...

JOYeerrElpeku : Fighting!

liviya9808 : sabar eoh! Pasti lanjutin kok, tenang ya... tenang...

Pink Cherry : kok sembunyi-sembunyi? #bingung

Beakren : jinjja? Dia itu sadis, jangan sukai Kibum disini, entar kecewa!

Kyuzi : ini lanjutannya, tetap stia review ya...

azure1127 : banyak banget ya penggemar kurapikal, hahahaha... kurapika cowo ata cewe hayoo...

Blink Blik Nisa : yah ... gak apa-apa kok,hihihihi... ka mencoba ngertiin orang yang gak bisa baca adegan berdarah.

Guest : hahahaha... terima kasih atas pujiannya. Sebenarnya gak tega membuat kibum begitu, Cuma stelah di liat-liat gak ada yang lebih pas peran psiko selain dia...

cloudyeye : jawaban kesembuhan Kibum chp depan...

TanSintha-AnakHanChul : siwon itu remaja yang mencoba mencari jati dirinya yang sejak dulu terkekang oleh orang tuanya, jadilah dia ikutan ma penjahat-penjahat, tapi di balik itu semua dia juga punya tujuan tersendiri. Yesung memang autis di sini... bwahahahaha... kibum memang gila dari sononya, Cuma keliatannya mulai chap 7.

LoveKiHaeeeee: waduh... kalau mau berbagi kibum, mau nasibnya sama dengan Haerin? Hehehehe... #kena gorok kibum. Bum: jangan merusak nama baik lu... ingat ini Cuma fict eoh..

Cloudskar: adegan bunuhnya udah ka kurangi kok... hahahahaha...

Icha-chan : nakal? #menjurus ke rated M neh. Tapi ogah ah buat rated M ma OC! #ditendang

Kim Naeli : di chap selanjutnya ada KiWook moment kok, tapi ingat tetap Brother Ship...

Arumfishy : gommawo atas pujiannya...

devi. : huwaa... jinjja? Baiklah... dirimu berhasil menebaknya. Itu memang pengakuan. I'm only a writer... hehehehehe...

triple3r: gak mau cepat-cepat ahh~ kalau yang ngeriview gak banyak. #plaak

Shikaku Himira : Kibum memang mengerikan, makanya jangan terlalu percaya dia di FF ini, ntar kecewa. Leeteuk aja udah ngambil langkah waspada. Hmpf... Fighting!

Key's wife aka F-three : tuntutan peran Yesung begini di sini. Maaf ya, hanya saja dia akan sangat berguna untuk teman-temannya yang lain.

Tika: masih banyak yang bagus kok... rajin aja obrak-abrik FFn, saya Cuma salah satu author kacangan di sini... terus review ye...

Hyky: Belum saatnya perannya banyak, soalnya bayaran Yesung mahal.

rianitasjns : wah... jangan tanya akhir... ka juga masih belum dapat firman tentang gimana ch akhir

annonym000 : hahahaha... jinjjayo, mau taruhan apa lagi kali ini? Hmf... gak seru donk lau gak ada hkumannya. Ayo buatin Kiteuk! #jerit gaje

ezkjpr : WHAATT... hahahahhaha... hangeng manis banget lho... lau soal Typo, chp 8 mank keterlaluan banget Typonya... mian ya...

hana ryeong9 : Gak tau juga tuh... mereka bisa sembuh atau nggak... kekekkee... tunggu di chp 10 eoh...

PsyCho69 : waduh... jangan panggil ka noona, PM ka ja masih gantung tuh. Buat req ntar ya... masih banyak utang neh. Tapi gambarannya udah dapat kok... dan mereka PENJAHAT!

widyaokta : tapi nggak di chap selanjutnya, dia adalah pimpinan yang tegas dan benar. Itu yang lebih tepat.. hahahahha

Cloud'yeppa: Bum dan Han memang bertolak belakang, jadi jangan paksa mereka baikan eoh... hihihihi...

.75 : MWO? Ka banyak TYPO ch8...

Choi shyndi : Bukannya Heechul yang jadi pawang, Cuma hanya Heechul yang gak ketakutan bersama Kibum dan tulus dekat dengannya. Kibum memperlalukan Heechul seolah Heechul orang yang gak buat dia terancam, karena baginya Heechul tidak seberbahaya yang lain. Nama Fb ka: ika zordick

KiaHyora : asalkan Kibum gak berulah, ya pasti bakal happy dunk...

Momo ShinKaI : Hangeng mank bisa lihat kok... cakra alisnya terbuka hingga dia punya kemampuan untuk itu. Untuk urutan itu gak ngwur, coba pelajari lagi maka kamu akan nemuin kespesialan mereka satu persatu dibalik nama itu.

Nyx Quartz : penyakit ka itu gak pernah ngedit dulu. Tapi sudahlah, udah berlalu. Hmf... ka tipe orang berbeda dengan beliau. Hahahahhaha... coba tebak apa bedanya.

KyuLine : nee~ dan Kyuhyun udah pas jadi anak yang baik belom di FF ini?

Raihan : ka mank suka ma reader yang ngomentnya puanjaaaannggg... terasa asyik ndiri bacanya. Hmf... apa eon udah temuin jawaban pertanyaan eon di chp ini?

Fardil : kibum gak sedikit psyco tapi dia absolute psyco... hahahahhhahahaha... jangan terlalu percaya dia eoh...

Lee haewon : wanita yang dimaksud henry adalah Haerin. Tapi udah tewas tuh yeoja karena kibum.

ryeofha2125 : ahh... gommawo... terus review eoh...

nvtclouds : hahahhaha... ntar kita buat club aja eoh! #ka sok eksis. Hehehehhe...

violin diaz : tuh... udah nongol... hehahhahaha

laila. : tpi banyak yang di skip sama pembaca yang benci darah entar... -_-

ck mendokusei : karena update kilat, ka jadi kebanyakan Typo... hisk T,T

Little Angel : prosedurenya, itu aduh... kepanjangan entar lau lewat balasan review, di ch selanjutnya aja deh, lwat si Zhoumy. Hmf... berikan ka nama yang bisa di sebut entar, tapi jangan salahkan ika lau akhirnya mati eoh... sahapa aja bisa jadi OC kok di FF ini, hanya saja perannya gak ada yang enak. Hahhahahhahaha...

Sam: iyah... benar sekali. Nah... sesuai pernmintaanmnu, di panjangin nih!

sasuke . gmpaselleh: baiklah... baiklah.,... ini tes sederhana yang gak sengaja ka temuin di internet. Coba jawab bagi yang ngerasa dirinya perlu dipertanyakan psyco atau gak. Seorang perempuan sedang mengantarkan kepergian ayahnya di pemakaman. Di pemakaman itu, ia tak sengaja bertemu dengan seorang namja tampan. Keesokan harinya ia membunuh kakak perempuannya. Kira-kira apa alasan dia membunuh kakak perempuannya?

Zaky UzuMo : okeh... udah ada lanjutannya kan?

Bumranger89 : jinjja? Mirip? Ka juga katanya mirip dengan Donghae, matanya! #plaaak... ahahahahhaha

DenisPark : sabar... leeteuk juga akan terungkap, dan yang ungkapinnya ryeowook dan Henry.

Ann : mereka mank bukan orang baik kok. Semua penjahat yang nista semua. Baiklah... kecuali Siwon dan Zhoumy. Yang lain punya catatan kriminal.

Cassie willyam : hah... ntar berubah rated kalau terlalu kejam, jadi M. Ka gak mau... hiks... T.T

Vampire Lee: nggak... ah... entar jadi rated M...

umi elf teukie: hihihihi... nih usaha tercepat...

su501 : apa kibum juga? Truz Yesunag? Hahahahah...

Cho Kyu Chely: jangan lupa Leeteuk adalah pimpinan

EvilCute: hahahaha... gak masalah, baby kyu ketakutan tuh...

Snowhite04 : ka... perasaan waktu nulis gore? Biasa aja... hahahahhahaha... ka malah nulisnya sambil makan coklat.

Lalalala : okle... ini di lanjut...

savory pancake : itu perasaanmu saja. Ka line 95...

Fitri MY: sekarang mata kyuhyun gak suci lagi. Hihihihihihi...

Kyuqie : okokokokok

park min mi: shindong kan juga bagian dari SJ gak boleh donk di abaikan!

Guest : udah jelas kan jwabannya...

chocolatess : waktu masih panjang... hahahahahaha... yesung sembuh juga perlu waktu

Kitsune Syhufellrs : udah ada kan? Tuh banyak dalah skrip yang dibuat sungmin,

Asa: firasatnya sebagai hyung yang baik. Mereka kan memang penjahat, penjahat kan memang harus jahat.

Blink Blik Nisa : semua baik-baik sajah...

Guest : jangan lupa obatnya eoh...

terunobozu : oke... hutang satu FF kihyun eoh! Hei... FF mu juga siapin tuh, karatan neh nunggunya... ka minta Kihyun yang hurt buanget yeah...

CieZie Kyuhyunnie AdmrHyukkie : benarkah... nado eon... ntar ka banyakin adegan kenangan eon ma eunhyuk dah! #plaakk...

Ethica. cLouds: masih belum sembuh... sabar...