[FF] My Baby, Don't Cry! [Kyumin/GS] Chapter 9

Author : Amilia Marisca Kyumin Shipper

Cast : kyumin

genre : family

warning : maaf kalo pendek,banyak typo, dll. Maklum masih pemula.

-Kyumin-

"Jangan tatap aku seperti itu, ikan amis!" ketus kyuhyun pada uri ikan amis.

"Wae? Aku kan hanya penasaran saja" bantah donghe, sang ikan amis.

"Penasaran kenapa?! Tak ada yang perlu seekor ikan ketahui disini! Yang seharusnya ikan ketahui itu bagaimana mendapatkan seorang monyet yang dingin dan bahkan tak pernah bicara dengan ikan amis sepertimu tahu?!" balas kyuhyun mengena di hati donghae.

"Aku pernah bicara dengannya, tahu?!" tantang donghae.

"Kapan? Aku tak pernah sepatah katapun keluar saat kau berpapasan dengannya. Atau maksudmu itu saat kau berterimakasih setelah meminjam barangnya?" ejek kyuhyun.

"Itu kan juga termasuk berbicara. Dan kenapa sekarang kita malah membicarakannya? Bukankah topik awal kita itu Lee songsaenim?" tanya donghae polos. Oh, ternyata tadi kyuhyun mengalihkan pembicaraan tanpa diketahui donghae yang memang pada dasarnya sudah polos itu.

"Siapa maksudmu Lee songsaenim itu? Lee Jinki songsaenim? Lee Min Ja songsaenim? Atau Lee Dong Hoon songsaenim?" tanya kyuhyun berusaha untuk menghilangkan kegugupannya.

"Tentu saja Lee Sungmin songsaenim, ninja!" jawab donghae.

"Memangnya kenapa dengan sungmin songsaenim? Apa masalahnya denganku?" tanya kyuhyun pura-pura polos.

"Makanya aku tanya padamu, ninja! Apa hubunganmu dengan sungmin songsaenim? Kenapa tadi saat melihatnya berpelukan dengan guru baru itu kau terlihat seperti orang yang cemburu, bahkan kau memarahinya. Kau menyukai Sungmin songsaenim, eoh?" goda donghae.

"Ada yang perlu kuluruskan disini. Tapi bukan ditempat ini. Nanti pulang sekolah, kau ikut aku ke rumahku. Arra?!" perintah kyuhyun. Dia merasa tak ada salahnya donghae mengetahui yang sebenarnya. Toh, keluarganya juga dekat dengan keluarga kyuhyun. Dan mereka sudah menjadi sahabat sejak kecil.

-Kyumin-

"Haduh, kenapa harus kelas kyuhyun sih?!" gerutu pelan seorang guru manis yang tengah berjalan anggun di koridor sekolah mewah itu.

"Memang tak ada guru lain selain aku apa?!" dumelnya pelan. Dan tak terasa dia sudah sampai didepan pintu kelas kyuhyun itu.

"huft... Fighting!" semangatnya pada diri sendiri. Kemudian dibukanya pintu berwarna putih itu.

"Annyeong Haseyo... Saya kembali kesini karena Kwon songsaenim telah dipindah tugaskan ke sekolah lain. Jadi sebagai gantinya, saya yang mengajar disini sementara" terang sungmin.

"Sementara?" tanya seorang murid heran.

"Iya, karena guru penggantinya itu guru baru. Jadi mungkin akan mengajar kalian minggu depan" jawab sungmin. Ya, setelah mengetahui tentang kyuhyun, siwon ngotot pada kepala sekolah agar dia mengajar dikelas kyuhyun. Dan dengan sangat gampangnya kepala sekolah itu mengiyakannya.

"Ah? Guru muda yang tampan itu ya?" tanya seorang murid yeoja genit.

"Iya. Guru baru itu" jawab sungmin singkat.

"Sekarang tolong buka buku kerja kalian halaman 123 mengenai seni musik" perintah sungmin.

-Kyumin-

Pulang Sekolah

"Lho? Bukannya rumahmu yang warna biru itu ya? Kenapa malah kesini?" tanya donghae heran.

"Kau masuk saja dulu. Ini kuncinya" suruh kyuhyun seenaknya.

"Ah,ne" dengan polosnya donghae menerimanya dan berjalan menuju rumah biru itu.

"Dasar, ikan amis! Mau saja kusuruh" gumam kyuhyun pelan.

Setelahnya, kyuhyun menuju rumah bercat merah disebelah rumahnya yang kita ketahui sebagai rumah kim ajhumma itu. Dan tentu saja, tujuan utamanya untuk menjemput minhyun yang dititipkannya tadi pagi.

TOK... TOK... TOK...

"Ah,ne... Itu pasti appamu,hyunnie" kata seorang yeoja paruh baya dari dalam rumahnya.

CKLEK...

"Hyunnieee! Bogoshipoo!" diambilnya minhyun dari gendongan kim ahjumma.

"Ghamsahamnida ahjumma sudah mau menjaga Hyunnie. Mian bila merepotkan" ucap kyuhyun seraya membungkukkan badannya.

"Ah,ne. Tak merepotkan sama sekali kok" jawab kim ahjumma.

"Kalau begitu, saya permisi dulu" pamit kyuhyun sebelum berjalan menuju rumah bercat biru miliknya.

"Ikan Amis! Dimana kau?!" teriak kyuhyun karena tak melihat sosok donghae ketika dia memasuki rumahnya.

"Jangan teriak! Aku haus, jadi aku ambil air di dapur" balas donghae juga dengan berteriak.

"Eh? Siapa itu?" heran donghae setelah kembali ke ruang TV. Dilihatnya seorang bayi mungil tengah bermain dengan mainannya diatas karpet didepan TV.

"Inilah yang ingin kuberitahukan padamu" kata kyuhyun. Dipandangnya sekilas bayi itu sedang asyik sendiri dengan mainan-mainannya.

"Dia anakku..." sengaja kyuhyun menggantungkan kalimatnya.

Donghae tentu saja membelalak kaget.

"Dengan Lee Sungmin songsaenim" lanjut kyuhyun.

"MWOOO!?" teriak donghae sangat keras. Membuat sang bayi menatap tajam dengan aura setan yang diwarisinya dari sang appa pada Donghae.

"Aish, tak usah teriak sekeras itu bisa kan?!" dumelnya. Tak sengaja matanya menatap raut wajah buah hatinya.

"HYAAA! Hyunnie! Bagaimana bisa kau menatap ikan amis ini seperti itu?" teriak kyuhyun tak tahu diri. Apa dia lupa siapa appa dari Minhyun?

"Lihat, ikan amis! Kau membuat anakku seperti itu. Ini pertama kalinya dia menatap seseorang seperti itu" marah kyuhyun pada Donghae. Sepertinya kyuhyun benar-benar lupa seperti apa dirinya. -_-

"Aaa..naa...kkmuu?" tanya donghae masih syok.

"Iya, dia anakku" jawab kyuhyun santai.

"Dengan Sungmin songsaenim?" tanyanya lagi.

"Tadi kan sudah kubilang seperti itu" jawab kyuhyun agak jengkel.

"Kalian sudah menikah?" tanya donghae ngawur.

"Tentu saja belum, babo! Tapi, sebentar lagi namanya pasti akan berubah menjadi Cho Sungmin" ucapnya penuh percaya diri.

"Kau menyukainya?" tanya donghae penasaran.

"Sepertinya. Kau lihat sendirikan, bagaimana sikapku setelah melihatnya berpelukan dengan guru baru itu?" jelas kyuhyun.

"Ah,ne. Kau benar. Tapi, aku masih bingung. Bagaimana bisa muncul bayi itu?" tunjuknya pada minhyun yang sudah kembali kedunianya sendiri itu.

Setelah itu kyuhyun menceritakan bagaimana minhyun bisa ada di dunia ini.

#ketahuan author yg pemalas

-Kyumin-

"Ciluk... Baaa!" suara itu terdengar dari ruang TV.

"Ha... Ha... Ha..." sekarang yang terdengar adalah suara lucu bayi laki-laki yang tengah tertawa.

"Baaa..!" kembali, namja itu membuat tawa Minhyun pecah.

"Aigoo! Hyunnie lucu sekali kamu nak!" ucap namja yang kita ketahui bernama donghae itu, seolah-olah,dialah appa dari Hyunnie. -_-

"Kalau nanti, samchon dan immo menikah, pasti anak kami sangat lucu seperti Hyunnie" ujar namja ikan itu.

"Immo siapa maksudmu?" tanya kyuhyun yang datang dari dapur sambil membawa mangkuk kecil berisi bubur di tangan kanannya, dan sebotol susu bayi di tangan kirinya.

"Tentu saja hyukkie immo" jawabnya percaya diri.

"Cih! Menyapa saja kau tak berani, bagaimana bisa jadi suaminya?" ejek kyuhyun sambil memangku Hyunnie agar mudah menyuapinya.

"Siapa bilang aku tak berani?! Aku hanya gugup saja bila berdekatan dengannya. Apalagi sikapnya yang dingin itu" curhat donghae.

"Aaaa! Tetap saja kau tak berani!" ucap kyuhyun seraya menyuapkan bubur dalam mangkuk ditangannya pada minhyun.

"Bagaimana aku bisa menyapanya, kyu?! Melirikku pun dia tak pernah" lirih donghae benar-benar hampir putus asa.

"Bagaimana bisa melirikmu, kau saja tak pernah berani mencuri perhatiannya. Cobalah untuk menyapanya, hae! Aaaaaa!" kini kyuhyun mulai berpendapat.

"Emmm... Ammm... Paaa..." kata minhyun tak jelas sambil menunjuk-nunjuk botol susu miliknya.

"Hyunnie haus? Ehm?" kemudian diberikannya botol susu itu pada pemiliknya.

"Kau benar-benar lelaki yang bertanggung jawab,kyu. Bahkan kau bisa merawat Minhyun sendiri. Sedangkan aku? Hanya seseorang yang tak bisa mengambil hati wanita idamannya" ucap donghae miris sambil menundukkan wajahnya.

"Kan sudah kubilang tadi, cobalah untuk menyapanya terlebih dahulu. Aku yakin hatinya tak sedingin penampilan luarnya" kata kyuhyun yang tumben-tumbennya bijak itu.

"Kau benar kyu! Aku pulang dulu! Dadah Hyunnie! Mmuaach!" setelah mencium kening dan pipi minhyun, donghae dengan cepat berlari keluar rumah kyuhyun.

"Dasar aneh! Samchonmu orang yang aneh, hyunnie! Jangan ditiru! Arra!" kyuhyun mewanti-wanti Minhyun yang mulai tertidur dalam pelukan hangatnya.

-Kyumin-

TOK... TOK... TOK...

"Ne!" ucap seseorang dari dalam rumah bercat kuning itu.

CKLEK...

"Eh? Donghae-ssi?" yeoja itu memastikan tebakannya.

"Ah? Kau mengenalku?" tanya donghae berbinar.

"Tentu saja. Kelas kita kan bersebelahan, bukan?" pasti sang yeoja manis itu.

"Ah, kau benar, eunhyuk-ssi" jawab donghae gagap.

"Ehm, ada apa kau bertamu kerumahku sore-sore begini? Dan lagi kau habis berlari?" tanya Eunhyuk heran. Karena dilihatnya donghae berkeringat.

"Ah,itu... Aku... Aku... Ah! Aku ingin meminjam buku fisikamu. Dan, aku berkeringat, karena habis berlari tadi. Biasa, jogging sore" jawab donghae ngawur.

"Eh? Buku fisika? Memangnya kau tak memilikinya donghae-ssi?"

Pertanyaan Eunhyuk kali ini membuat Donghae makin berkeringat.

"Tentu saja punya. Aku hanya ingin meminjam buku catatanmu. Bukankah guru kita sama?" jawab donghae seraya menghapus keringat di wajahnya.

"Oh. Itu... Boleh saja. Aku ambilkan dulu. Silahkan masuk dulu Donghae-ssi" eunhyuk mempersilahkan donghae untuk memasuki rumahnya. Setelah itu, dia berjalan meuju kamarnya, meninggalkan donghae sendiri di ruang tamu.

"Eh? Ada tamu rupanya. Kau teman hyukkie?" tanya seorang yeoja paruh baya itu pada donghae.

"Ne, annyeong haseyo, ahjumma. Choneun Lee Donghae imnida" salam donghae seraya membungkukkan badannya sopan.

"Lee Donghae? Sepertinya nama itu tak asing lagi untukku" gumam wanita itu yang masih bisa didengar oleh donghae.

"Ahjumma mengenalku?" tanya donghae heran.

"Sepertinya tidak. Tapi namamu sudah tak asing lagi terdengar di rumah ini" ucap wanita itu sambil berusaha mengingat-ingat nama 'Lee Donghae'.

"Ah, umma sudah pulang? Kenapa tak terdengar suara mobilnya?" tanya eunhyuk seraya berjalan mendekati Ummanya.

"tadi umma naik taksi. Kau lupa ya?" ujar sang umma.

"Oh iya. Hehehe. Ah, ini donghae-ssi bukunya" ucap eunhyuk seraya memberikan sebuah buku berwarna kuning itu pada donghae.

"Gamsahamnida. Aku pamit dulu. Ahjumma, eunhyuk-ssi annyeonhaseyo" pamit donghae. Setelahnya dia pergi dari rumah mewah bercat kuning itu.

"Hyukkie-ya, sepertinya nama pemuda itu familiar ditelinga umma. Apa kau bisa bantu umma mengingatnya?" tanya sang umma.

"Ah, umma pasti salah orang" ujar eunhyuk. Buru-buru dia meninggalkan ummanya yang masih berfikir itu.

"Hyukkie benar. Aku pasti salah orang" katanya pada diri sendiri.

-Kyumin-

"Bummie, bogosipooo..." lirih seorang namja bermarga choi itu sambil mengelus foto pernikahannya dan yeoja bernama Kim, ah bukan, tapi Choi Kibum.

"Mianhae... Kumohon kembalilah. Aku tahu, disini akulah yang bersalah. Tapi sudah cukup hukuman yang kau berikan bummie..." kini air mata telah membasahi kedua pipi tirusnya.

-Kyumin-

TBC?/END?

Saya cuma butuh dukungan aja. Dan juga masukan2.

Gomawo yang udah RnR...

Kayaknya tanggapan dari reader makin sedikit, apa masih mau lanjut?