Haii Minna...
Serius sebenarnya Author gak bisa bikin cerita romance,, Tapi karena banyak yang mendukung akhirnya author mencoba. Dan kalau nanti hasilnya terkesan terlalu dipaksakan harap maklum ya...
Buat semua yang gak suka pairing MitsuHima boleh diabaikan saja storynya. Karena sebenarnya author lebih suka sama pairing ShinHima, sayang chara shinki n yurui belom ada.
Himawaarii Nara : Hehe kamu aja yang sama Shikadai, Himanya sama hmm siapa ya.. Mitsuki ato Shinki yaa? :p
Rizkartika1053 : Hihi iya akhirnya mereka kencan juga ya ;)
Rhein98 : Siap 86!
Asdfghjytredfghj : Terimakasih sudah follow n fav yaa :)
Fruitpip agaricdancer : Huwaaa,,, ini kayak todongan.. Klo gak bisa sweet gimana doonk! #selimutmanaselimut author mau ngumpet aja
Hasek : Meskipun gitu, Borunya suka siiihh :p
Ita : yeahh,, something antara hima n mitsu di chap kemarin mau bahas. Tapi pas nemu emailnya ita yg lama,, hikss sedih juga huwaaa,, boleh nih mitsu hima dilanjutin? #kedipkedip
Hinamori Hikari : Hihi,, semoga kedepannya mereka bisa jadian yaa ;)
Sasusaku lagi sibuk buat program ade barunya Sarada tuh.. Hahaha Author boong deng..
Sekedar pemberitahuan, di chap 7 ada typo yang memang belum sempat Author bersihkan. Padahal kalau dicermati harusnya Himawaari Nara tau lohh hahaha :D
Ada yang tau? Lupakan!
Tersesat
Himawari menatap sepasang lesung pipi milik seorang lelaki yang sedang tersenyum dihadapannya. Shinki bersungguh-sungguh. Ia tidak akan segan-segan lagi untuk memperlihatkan perhatiannya pada Himawari. Himawari boleh saja menolaknya, tapi ia juga tetap berhak menyukai gadis itu bukan?
"Yup, aku juga akan mengejarmu Hima. Bersiaplah".
Kata-kata Shinki masih bergaung dikepala ketika bocah itu mendadak menangkap pergelangan tangan Himawari dan mengajaknya bangkit.
"Sepertinya urusanmu disini sudah selesai, bukan?", kata Shinki tetap memegang erat lengan Himawari yang terlihat sedikit terkejut. Gadis itu hanya mengangguk dua kali.
"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang. Karena dilihat dari sudut manapun, Mitsukimu itu sedang tidak berada disini untuk mengantarmu pulang ya kan? Jadi, ijinkan aku mengantarkanmu pulang".
"Tapi, Shinki-kun", potong Himawari. "Kau kan masih harus menyusul temanmu!? Kau meninggalkannya dalam Bus kan?".
Himawari mengulum senyum ketika wajah lelaki dihadapannya berubah panik. Nyaris pucat.
Tangan tannya memijat dahinya frustasi. Shinki sedang menghadapi dilema. Yurui atau Himawari. Dua-duanya menjadi prioritas Shinki saat ini. Ia tidak ingin gadis yang disayanginya pulang sendirian. Khawatir akan apa yang dialami gadis bersurai violet itu jika ia membiarkan gadis itu sendirian menaiki transportasi umum. Tapi Yurui bahkan baru pertama kali menginjakkan kaki di Konoha. Bisa-bisa sahabat konyolnya itu tersesat dalam keramaian kota Konoha.
"Sial, bagaimana ini?" Gumamnya panik.
"Tenang, Shinki-kun", ujar Himawari sambil mengelus lengan Shinki dengan tangan kirinya yang bebas.
"Sepertinya kau lebih butuh bantuan daripada aku. Aku akan membantumu mencari temanmu itu. Bagaimana?".
Bagaimana caranya menolak tawaran gadis secantik malaikat? Ah, tak penting apapun jawabannya karena lelaki bersurai gelap itu kini tersenyum lebar sambil mengangguk dengan semangat mengiyakan tawaran Himawari.
"Yosh", serunya. "Terimakasih Himawari-chan. Ayo berangkat".
Yurui menatap sekelilingnya dengan dahi berkerut. Bus dalam keadaan sepi tapi tidak benar-benar sepi. Ada beberapa orang yang terduduk seperti ia sekarang. Sialan, Yurui ketiduran. Dan rupanya Shinki benar-benar marah karena sahabatnya itu kini tidak berada ditempat yang seharusnya, disebelahnya. Yang benar saja, hanya karena Yurui sedari berangkat tadi merasa bosan dan berceloteh lantas sahabatnya langsung marah dan meninggalkannya begitu saja? Seperti bukan Shinki saja!
Yurui bergumam dalam hati, ah mungkin Shinki sedang ke kamar mandi. Tapi tiba-tiba kepalanya menggeleng cepat. Helloo,, dalam bis mana ada kamar mandi? Kau pikir ini Hotel?
Yurui meruntukki kesialannya hari ini. Tertidur dan terbangun di tempat asing. Seharusnya sih menyedihkan. Tapi apa boleh buat, sudah terlanjur ini. Yurui hanya harus mencoba menikmati perjalanannya ini. Ya, dia kan bisa saja berkeliling kota Konoha yang lebih ramai dan modern daripada Amegakure ini bersama Shinki maupun tanpa Shinki kan?
Shinki mengumpat berkali-kali. Baru saja ia menelepon sahabatnya. Tapi yang menjawab malah Paman Bee, ayah dari bocah bersurai coklat cerah itu. Paman Bee bilang kalau Yurui meninggalkan ponselnya di meja makan. Ah, Shinki lupa, Yurui kan ceroboh sekali. Ya, ampun, dia tidak bisa membayangkan liburannya diisi hal-hal mengejutkan seperti ini.
Disaat ia bisa berduaan dengan gadis yang disukainya, mereka malah terlibat dalam pencarian konyol karena ulah sahabatnya yang tertinggal dalam Bus.
"Kamu seharusnya membangunkan temanmu jika hendak turun dari Bus", tegur Himawari halus. "Jika sekarang dia menghilang, kau harus bertanggung jawab mencarinya. Bukankah kau yang mengajaknya berlibur kemari, Shinki-kun?".
Shinki mengangguk beberapa kali sambil menggerutu tak jelas.
Beberapa menit telah berlalu ketika akhirnya Yurui memutuskan untuk turun dari Bus. Matanya sedang dimanjakan oleh keramaian foodcourt yang terletak disalah satu sudut Konoha. Yurui tak yakin sedang berada dimana. Tapi ia masih yakin bahwa dirinya masih berada di kawasan konoha.
Matanya menangkap salah satu foodcourt yang menyajikan yakiniku. Perutnya berbunyi nyaring. Ah, benar. Yurui lapar. Perjalanan kurang lebih 3 jam membuatnya lelah sekaligus lapar. Menatap dari kejauhan, kedai Yakiniku itu terlihat ramai. Beberapa orang bahkan terlihat berdiri dan mengantri menunggu giliran duduk dan dilayani.
Yurui sedang terfokus menatap kedai Yakiniku itu dan berjalan ke arah kedai itu berada. Senyumnya mengembang menantikan makanan kesukaannya yang hendak ia pesan dan nikmati. Terlalu fokus, Yurui tidak sengaja menyenggol seorang gadis yang kini sedang menatapi keripiknya yang tercecer dilantai dengan tatapan histeris.
Gadis bertubuh gempal itu menatap Yurui dengan mata berkilat marah.
"Ganti atau kau akan menggantinya dengan satu dua lebam di bagian tubuhmu", ancam Chouchou geram.
Yurui hanya melengos. Hei, salah sendiri cewek itu makan sambil jalan. Sudah tidak bagus dipandang, bikin ribut lagi. Batin Yurui.
"Hei, kau dengar tidak pendek?!", bentak Chouchou yang kini berada dihadapan cowok itu.
"Siapa yang kau panggil pendek ya?", sahut Yurui tidak terima. Oke, laki-laki itu lepas kontrol sekarang. Salah siapa menyulut api duluan. "Baguslah kalau keripikmu itu jatuh. Setidaknya hal itu bisa mengurangi pemandangan buruk".
"Oh jadi kau sengaja ya?", hardik Chouchou yang emosinya kini semakin membara karena keripik yang terjatuh itu adalah salah satu kripik koleksi dan favoritnya sebab kripik itu merupakan hasil karya yang langka dan pastinya limited edition.
"Bukan aku yang salah, kau saja yang tidak punya mata", balas Yurui. "Sudah tau tempat ini ramai, kau malah makan sambil berjalan.
"Apanya yang salah?", Desak Chouchou tidak terima.
"Tidak ada yang salah. Hanya otak dan tubuh gendutmu yang bermasalah".
BLETAK!
Nguuuuiing...
BRUKKK...
EKKKHHH...
Chouchou menatap bocah dihadapannya dengan pandangan horor. Hey, dia kan hanya menjitaknya sekali, kenapa bocah ini langsung pingsan?
"Ugh, Kami-sama aku harus gimana?", bisik Chouchou pada dirinya sendiri.
Berpasang-pasang mata kini menatap mereka. Choichou segera berjongkok untuk membangunkan bocah yang setengah menit lalu ia buat ambruk.
"Hey, bangunlah, Bodoh", ujar Chouchou setengah berbisik. Angannya mencoba mengguncang bahu Yurui. Berharap bocah dari antah berantah itu siuman.
Ghh,, aku bisa saja meninggalkanmu andai mereka semua tidak menatapku curiga. Umpat Chouchou dalam hati. Lagipula, cowok ini belum mengganti keripik limited editionku, tentu saja.
"Dia temanku kok", ucap Chouchou menanggapi pertanyaan yang tersirat dimata orang-orang yang melihatnya dengam tatapan err... Sebut saja menghakimi.
"Berikan ini", seorang lelaki paruh baya menyodorkan sebotol air mineral kearahnya. Tanpa pikir pankang Chouchou langsung menerimanya.
Alih-alih meminumkan, gadis itu malah mengguyur muka Yurui yang diiluti gerakan shock dari sang empunya wajah.
"Hey, hentikan", teriak Yurui shock mendapati air dingin membasahi seluruh muka dan sebagian besar bagian depan tubuhnya. Yang diteriaki malah semakin semangat menghabiskan sebotol air itu dengan mengguyurnya diatas perut dan lengan cowok itu.
"Kau sengaja ya? Cari mati rupanya", geram Yurui sambil mencengkeram kedua lengan Chouchou.
"Kau yang cari gara-gara. Seenaknya menjstuhkan keripikku", balas Chouchou sambil mencoba melepaskan kedua lengannya dari cengkraman Yurui. Yang tentusaja merupakan tindakan sia-sia. Tenaganya tidak sebanding dengan tenaga yang dimiliki Yurui.
"Kau pikir karena siapa aku pingsan? Dasar gadis menyebalkan. Kau seenaknya saja memukulku", umpat Yurui kesal. Ingin rasanya ia mencak-mencak. Ia tak pernah mendapat perlakuan begini kadar dari seorang gadis. Meskipun bukan berarti ia selalu mendapat perlakuan istimewa. Contohnya Sarada. Gadis itu memang tidal bersikap baik padanya, dan pada pria lain juga tentu saja, tapi gadis berkacamata itu tak pernah melakukan kekerasan seperti ini. Setidaknya Sarada satu poin lebih baik dibanding gadis dihadapannya ini.
Well, Yurui kan tidak tau kalo Chouchou dan Sarafa saling mengenal, apalagi bersahabat.
Boru Sara kemana? Ah mereka masih kencan rupanya. Hehehe. Boru sara vakum dulu yaa...
Tbc
Read?
Chap 10 segera hadir,, kalo tidak malam ini berarti besok mlm.
