WRONG OR RIGHT COUPLE ?

Author : HanDik

Main Cast :

a. Byun Baek Hyun (Exo) as Byun Baek Hyun,

b. Jung Dae Hyun (B.A.P) as Jung Dae Hyun

c. Kim Tae Hyung (BTS) as Kim Tae Hyung

d. Joen Joeng Guk (BTS) as Byun Jeong Guk

-.

-.

-88888888-

-,

SENIOR HIGH SCHOOL

Siang hari yang cerah di hari Kamis membuat para siswa meramaikan lapangan olahraga untuk bermain futsal dan Basket di lapangan outdoor maupun indoor. Sementara para siswa tengah bermain, para siswi berkumpul pada koridor sekolah disetiap lantai untuk menonton permainan para siswa dengan memberi semangat kepada kelas masing-masing atau bahkan kepada siswa yang disukai atau memang pacar dari salah satu dari mereka.

Sementara para siswa sedang sibuk bertanding, berbeda dengan Taehyung yang lebih memilih untuk tidur di batang pohon yang menjadi salah satu tempat favorite-nya selain atap sekolah. Musik yang mengalun dari earphone miliknya membuat dirinya merasa nyaman untuk tidur, namun seberapa tinggi volume yang dinaikian oleh Taehyung tetap tidak bisa menandingi suara teriakan para sisiwi yang bisa dibilang terlalu keras, tinggi dan cempreng sehingga membuat Taehyung memilih membaca bukunya dibanding tidur siang.

"Eh ngapain Baekhie hyung disana ? Itu kan bukannya kelasnya Daehyun ya ? Kenapa dia berdiri diantara kelas tersebut ?" Ucap Taehyung yang melihat Baekhyun tengah memberi semangat pada sosok Daehyun yang sedang bermain basket.

Taehyung dapat melihat dengan jelas bagaiman Baekhyun memberi semangat kepada Daehyun dengan terus berjingkrak-jingkrak layaknya anak kecil dan dirinya dapat mendengar suara Baekhyun yang menyebut nama Daehyun walau beradu dengan suara siswi yang tergolong banyak. Sementara Taehyung mengalihkan pandangan dari Baekhyun ke Daehyun, ia dapat melihat dengan jelas bagaiman sosok Daehyun bermain basket. Jujur saja dirinya mengakui Daehyun terlihat lebih keren darinya dengan kemeja sekolah yang keluar dan tidak dikancing sehingga memperlihatkan singlet milik Daehyun sehingga membuatnya terlihat lebih manly.

"Lumayan juga permainan si Jung itu, tidak kusangka orang keji seperti dia ternyata pandai juga main basketnya" Puji Taehyung yang dapat melihat bagaimana Daehyun memasukan bola dan beberapa kali Daehyun mendapatkan three point.

"Ternyata memang benar kata Baekhie hyung, kalau si Jung itu bakal jatuh dalam pesonanya. Dasar playboy kelas kakap, baru melihat yeoja atau namja uke cantik saja langsung main deket aja" Ucap Taehyung yang melihat Daehyun melambaikan tangan kepada Baekhyun dan langsung menghampiri Baekhyun yang masih membalas lambaian tangan Daehyun.

"Tidak kusangka Baekhie hyung bisa perhatian begitu sama si Jung itu tapi kuyakin itu hanya sebagian acting dari rencana yang ia buat. Tapi kenapa aku tidak cemburu sama sekali ya ?" Ucap Taehyung yang melihat bagaimana Baekhyun mengeringkan keringat Daehyun dengan handuk kecil yang ia pegang dengan telaten dan dirinya dapat melihat dengan jelas mata Daehyun yang terus menatap Baekhyun yang masih setia mengeringkan keringat milik Daehyun.

"YAAAK! Apa-apaan si Jung itu, mencuri kesempatan untuk mencium kening Baekhie hyung. Cih! Paling juga untuk memperjelas kalau Baekhie hyung itu miliknya. Jadian saja belom, kau pikir Baekhie hyung mau denganmu apa Jung Jelek. Sebaiknya kulaporan kepada Jungkook"

Taehyung yang kesal karena melihat Daehyun mencium kening Baekhie hyung langsung segera melaporkan kejadian tersebut kepada Jungkook. Taehyung sebenarnya menjadi mata-mata karena permintaan Jungkook. Jungkook sangat takut apabila Baekhyun sampai benar-benar menyukai Daehyun dan membuatnya hyung-nya itu memakan sendiri atas rencana yang dibuatnya.

From : Jungkookie

Hah ? Kau benar hyung ?

Awas saja si Jung Jung itu, berani menyentuh apalagi menggores sedikit saja kulit mulus Baekhie hyung, kupastikan akan kubuat dirinya semakin hitam!

"Buseh si Kookie sadis juga ya, ternyata dibalik wajahnya yang imut dan manis itu ternyata dia sadis seperti Baekhie hyung" Ucap Taehyung sedikit merinding membayangkan dua bersaudara tersebut memiliki sifat yang sama dan menakutkan.

To : Jungkookie

Kau sadis sekali Kookie ?

Ternyata kalian berdua itu sadis sekali, hyung jadi takut membayangkan kalian.

Oh iya apa kau hari ini ada acara ? Kalau tidak ada acara mau temani hyung untuk membeli sesuatu ?

SENT!

"Eh sebentar tadi aku bilang apa ? Kookie manis dan imut ? Tapi memang iya sih apalagi saat dirinya memamerkan gigi kelincinya itu dan saat ia memakan es krim jadi terlihat seperti anak kecil"

From : Jungkookie

Biarin aja, yang sadis siapa dulu ? Si Jung itu aja suka mem-bully Baekhie hyung, ya pantas lah kalau di bully.

Eh mau kemana hyung ? Hari ini sih tidak ada tugas jadi bisa free

"Eh benar juga ya apa yang dibilang Kookie, aku masih ingat bagaimana si Jung itu memperlakukan Baekhie hyung secara tidak manusiawi hanya karena berpenampilan nerd dan berpura-pura miskin. Rasanya kalau mengingat itu, mau langsung ku hajar aja si Jung" Ucap Taehyung dengan tatapan tajam melihat Daehyun yang masih asik bermain basket diakhir jam istirahat.

To : Jungkookie

Kau benar, hyung rasanya ingin membalas perbuatannya itu tapi harus menunggu sampai rencana ini berhasil.

Hyung ingin membeli sesuatu tapi bingung mau membeli apa, mangkanya hyung ingin mengajakmu untuk menemani hyung. Jadi bagaimana ?

SENT!

"Semoga saja Kook…."

"KIM TAE HYUNG! Apa kau tidak membaca larangan ini ?" Ucap Lee songsaenim sambil menunjuk sebuah papan yang bertuliskan 'Dilarang Memanjat atau Menaiki Pohon-pohon yang Berada di Area Sekolah'. "CEPAT KAU TURUN SEKARANG!"

"Mati aku, ketahuan guru killer satu ini" Batin Taehyung yang segera turun dari pohon dengan perlahan.

/BUUUGH/

"ADDAAAAAAWWWW!" Teriak Taehyung yang terjatuh karena kakinya salah menginjak batang pohon yang ternyata masih muda sehingga dirinya terjatuh.

"Kan sudah diberi larangan, mangkanya dipatuhi TUAN KIM" Ujar Lee songsaenim yang dengan membantu Taehyung berdiri namun langsung menjewer telinga kanan Taehyung.

"Aduh aduh aduh.. Ampun songsaenim, ampun Lee songsaenim ampun" Ucap Taehyung yang memohon ampun kepada Lee songsaenim yang terus menariknya keruangannya dengan terus menjewer telinganya dan menjadi tontonan satu penjuru sekolah.

-.

-.

-88888888-

-,

SONGHA JUNIOR HIGH SCHOOL

Jam pulang sekolah untuk Songha Junior High School sudah berbunyi satu jam yang lalu dengan diikuti oleh seluruh siswa dan siswi yang langsung meninggalkan sekolah. Namun tidak untuk Jungkook yang masih setia menunggu seseorang yang telah membuatnya menunggu selama satu jam lalu dan sukses membuat mood-nya langsung hancur. Dirinya sudah kesal dan bête dengan seseorang yang bernama Kim Tae Hyung yang terlambat sejak satu jam lalu yang telah membuatnya untuk tidak dijemput oleh supir milik keluarganya.

"Lihat saja sampai lima menit lagi ia tidak datang aku akan pergi McDonalds dekat sekolah, lebih baik menunggu Baekhie hyung yang sedang mengerjakan tugas kelompok disana dari pada harus menunggu si bodoh Taehyung itu disini" Kesal Jungkook yang terus memandang gerbang sekolahnya yang ada didepannya.

"Sudahlah aku ke tempat Baekhie hyung saja, huuuuuh beteeeee. Dia yang buat janji kenapa dia yang mengingkarinya. Huuuuft! Taehyung bodoh" Ucap Jungkook yang berjalan meninggalkan area sekolahnya dengan terus menggerutu nama Kim Tae Hyung.

"Hai manis ? mau menemani hyun sore ini ?" Ucap seorang namja yang tepat berada dibelakang Jungkook.

"Mati aku! Siapa ini yang berada dibelakangku ? Kalau aku diculik bagaimana ?" Batin Jungkook ketakutan dengan terus mempercepat langkahnya.

"Kenapa diam saja manis ? Kau kan hanya butuh menemani hyung saja sore ini, tidak usah takut kepada hyung" Ucap namja tersebut yang ikut mempercepat langkahnya hingga meraih pergelangan tangan Jungkook.

"YAAAK! Lepaskan aku! Dasar Pencuri anak! Pemerkosa anak! Pemekerja anak! Penjual an… Eh Tae hyung ?" Ucap Jungkook dengan cengirannya setelah mengetahui siapa yang meraih tangannya dan terus menggodanya setelah dirinya berbalik untuk melihat pelaku yang ia kata-katain.

"Ne ini aku Taehyung, kau ini kenapa coba"

"YAK! Kau yang kenapa! Membuatku takut dan …."

"Sudah jangan banyak bicara, kita sudah telat nanti tokonya keburu tutup" Ucap Taehyung yang menarik tangan Jungkook menuju motornya yang terpakir urang lebih 100 meter. "Karena aku tidak ingin kehilangan hadiah untuk seseorang sangat special untukku"

"Special ? Apa itu Baekhie hyung ? .." Batin Jungkook dengan muka lesu.

"Orang special untukku yaitu eomma yang akan berulang tahun hari minggu besok"

"Eomma-mu ?"

"Ne eomma-ku, mangkanya aku memintamu untuk menemaniku ya karena aku ingin kau membantuku memilih hadiah yang cocok untuk eomma-ku" Ucap Taehyung yang langsung memakaikan helm untuk Jungkook dan langsung bergegas berangkat menuju mall.

"Memangnya kau ingin hadiah seperti apa hyung?"

"Hmmm.. Apa ya ? Aku juga tidak tahu. Eomma-ku itu sudah punya banyak dress, perhiasan pun sudah banyak, alat make up pun juga sudah banyak atau aksesoris saja ya ?"

"Kita lihat disana nanti saja hyung bagaimana ? Siap tahu pas nanti kita disana ada suatu barang yang menarik perhatian kita" Ucap Jungkook yang diangguki oleh Taehyung dengan mantap.

-.

-.

-88888888-

-,

SONGHA SENIOR HIGH SCHOOL

Pagi ini, seluruh siswa-siswi Songa Senior High School sudah dihebohkan dengan pasangan baru dan cocok bagi seluruh penghuni sekolah tersebut. Seluruh penghuni sekolah sangat menyukai kebersamaan dan kedekataan ataupun kegiatan yang dilakukan oleh Baekhyun dan Daehyun secara bersama-sama layaknya sepasang kekasih namun bukan sepasang kekasih. Apapun yang dilakukan Baekhyun untuk Daehyun dan begitu pun sebaliknya bisa membuat fans dari pasangan Pangeran dan Primadona sekolah berteriak histeris, misalnya saat Baekhyun menyuapi Daehyun yang sedang mengerjakan tugas dikantin ataupun Daehyun yang selalu memberikan Baekhyun berbagai macam bunga disetiap pagi.

Hari ini yang membuat para penghuni sekolah histeris adalah Daehyun dan Baekhyun yang berangkat bersama-sama dengan mobil milik Daehyun. Hari ini memang Daehyun yang meminta untuk Baekhyun tidak menggunakan mobil untuk kesekolah dan ia yang akan menjemputnya dari rumah Baekhyun, hal ini pun sukses membuat Jungkook kesal sangat kesal karena acara diantar oleh hyung-nya harus terganggu.

"Kyaaaaaa! Lihat itu lihat, Daehyun dan Baekhyun sang pangeran dan primadona Songha Senio High School berangkat bersama-sama"

"Oh my god, mereka berdua itu sangat lah cocok sekali! Mereka berdua merupakan anak dari keluarga terpandang di Korea Selatan"

"Aku padamu DAEBAEK!"

"Poteklah aku potek, tapi jika Baekhyun bersama dengan Daehyun maka aku ikhlas saja karena ku yakin Baekhyun pasti bahagia"

"Daehyun kami, Daehyun kami. Kami setuju kau dengan Baekhyun. Daehyun Baekhyun Daehyun Baekhyun"

Banyak teriakan histeris yang terlontar dari seluruh penghuni sekolah baik dari siswa maupun dan siswi yang dapat didengar oleh Daehyun mau pun Baekhyun yang baru saja keluar mobil. Saat berjalan masuk kearah koridor sekolahpun banyak teriakan histeris yang semakin terdengar dengan jelas, terutama saat tangan Daehyun dan Baekhyun saling bertautan semakin membuat penghuni sekolah merasa senangnya bukan main.

"Tidak kusangka banyak yangmenyukai kedekatanku dengan Daehyun. Rencanaku akan segera berhasil ternyata, tunggu sebentar lagi ya kejutan yang akan kuberikan pada kalian terutama Jung Dae Hyun" Batin Baekhyun yang yang terus tersenyum manis dan memiliki arti berbaya bagi Baekhyun.

"Tidak mimpikah aku ? Baekhyun tidak marah saat aku menautkan jariku pada jari-jari miliknya dan ia malah membalasnya. Mimpi apakah kau Daehyun ? mungkin ini awal yang baik walaupun kemarin harus kena toyor karena seenaknya mencium keningnya" Batin Daehyun dengan senangnya.

"Jadi Baek pagi ini kau ingin memakan apa untuk sarapan ?"

"Aku sudah sarapan tadi di rumah Dae, memangnya kau belum sarapan ?"

"Ini aku baru sarapan, melihat wajah dan senyummu yang manis ini saja sudah membuatku kenyang bagaikan aku makan satu cheese cake"

"Iyuuuh Tuan Muda Jung Dae Hyun sedang bergombal ? Tapi sayangnya aku tidak suka cheese cake jad kayaknya kau salah orang nih Daehyun. Hahaha.."

"Yaelah pakai acara bilang tidak suka, kan jadi gagal gombal-nya. Huuuuu uh"

"Eits, Tuan Muda Daehyun sedang merajuk nih ? Ah katanya seme tapi masa merajuk udah kayak uke sih"

"Hei hei hei, memangnya seme tidak boleh apa merajuk sama uke-nya ? Kan boleh saja"

"Memang siapa uke-mu ? Kau pikir aku mau samamu ? Wooooooo"

"Lihat saja akan kubuat Primadona Byun Baek Hyun jatuh kepada pesona Pangeran Jung Dae Hyun ini"

"Coba-coba, hahahaha… Kayak bisa saja kau ini"

"Bisa dong apa sih ya….."

"Tuan Muda Jung silakan kembali ke kelas anda, karena ini sudah mulai masuk pelajaran pertama" Ucap Kwon Songsaenim.

"Cih! Kwon Sonsaenim menganggu sa… Adadadada sakit Baek sakit" Gerutu Daehyun yang terpotongkarena Baekhyun mencubit dirinya pada bagian pinggangnya.

"Bilang apa tadi Dae ? Mengganggu ?" Ucap Baekhyun yang semakin keras mencubit pinggang Daehyun.

"Iya-iya ampun Baek ampun. Aku akan minta maaf sekarang"

"Nah gitu dong, nih sarapan untukmu dan cepat kembali kekelas sana. Hus hus hus"

Daehyun keluar kelas Baekhyun dengan raut muka tidak suka karena acara pagi-paginya harus diganggu oleh Kwon songsaenim, sungguh ia sangat kesal dengan guru satu tersebut namun dirinya malah mendapatkan sebuah cubitan rasa sayang dipagi hari dari sang pujaan hati Baekhyun.

-.

-.

-88888888-

-,

Suasana sekolah saat jam istirahat terlihat sangat ramai seperti kemarin dimana seluruh siswa memilih untuk saling bertanding antar kelas. Terutama Daehyun yang tidak akan menyianyiakan kesempatan untuk membuat Baekhyun terpesona kepadanya dengan menunjukkan keahliannya bermain basket. Saat bermain pun Daehyun dapat melihat bagaimana cara Baekhyun memberinya semangat, hari ini Daehyun merasa dirinya terlihat sangat keren karena ia hanya mengenakan singlet putih sehingga dapat memperlihatkan bagaimana bentuk otot tangan yang ia miliki, sebenarnya bukan karena sengaja dirinya melepas kemeja sekolahnya namun ini perintah oleh Baekhyun karena ia tidak mau berjalan dengan namja yang bau keringat.

"Haaaah. Kenapa si Jung ini dari kemarin memilih bermain di lapanagan outdoor sih, memangnya ia tidak tahu apa kalau ini tuh panas. Mana aku harus berpura-pura memberinya semangat lagi, lihat saja dia harus bertanggung jawab atas perawatan kulitku ini" Batin Baekhyun yang menggerutu karena cuaca siang hari yang panas ini membakar kulit mulusnya.

"Tapi kenapa wangi kemeja milik Daehyun begitu nyaman ya di penciumanku ini, Jangan sampai aku terjatuh dalam perasaan ini semakin dalam sangat tidak boleh" Batin Baekhyun berkelanjutan karena merasakan aroma tubuh Daehyun pada kemeja yang lampirkan pada bahunya.

Walaupun menggerutu seperti itu namun Baekhyun tetap harus memberi semangat hingga waktu break dalam permainan tiba dan ia dengan cekatan mengambil botol air minum yang berada didekatnya yang segera memberikannya kepada Daehyun yang sudah berada didepannya.

"Bagaimana permainanku hari ini Baek ?" Ucap Daehyun diselingi saat ia meminum air minum yang diberikan oleh Baekhyun.

"Ya menurutku sama saja, aku kan tidak tahu soal basket jadi ya mana ku tahu" Ucap Baekhyun yang sedang mengeringkan keringat Daehyun.

"Hah kau ini, aku sudah melakukan yang terbaik masa tidak bisa membandingkan sama kemarin kamis"

"Yeeeee mana ku tahu Dae, lagi pula kau itu tidak usah sok keren dengan terus menunjuk-nunjuk otot lenganmu ini" Ucap Baekhyun yang gemas langsung mencubit hidung Daehyun.

"Aduh, kau ini jangan merusak tekstur hidungku yang perfect ini dong Baek"

"Perfect dari mananya ? Hidung besar seperti itu hahahaha.. Duh Dae hentikan geli, geli ini geli"

"Nah rasakan ini rasakan, hukuman karena mengatakan hidungku besar" Ucap Daehyun yang masih asik mennggelitik pinggang Baekhyun dan langsung memeluk tubuh Baekhyun.

"Wangi tubuhnya sama seperti sebelumnya, wangi strawberry seperti seorang anak kecil namun membuatnya semakin terlihat manis" Batin Daehyun.

"Ntah mengapa aku merindukan aroma tubuh ini yang sangat menenangkan pikiranku, wangi Daehyun yang aku sukai. Tidak apalah hanya sebentar saja aku merasakan wangi tubuh ini yang sebentar lagi tidak akan bisa kurasakan lagi" Batin Baekhyun yang tanpa sengaja membalas pelukan Daehyun dengan erat seperti Daehyun yang memeluknya begitu erat dan menyamankan kepalanya pada dada Daehyun.

"Tuhan izinkan waktu berhenti sejenak, sejak bertemu dengannya aku ingin memeluknya seperti ini dan kini aku bisa memeluknya dan mendapatkan balasannya darinya. Izinkanlah hentikan waktu ini atau perlambat saja waktu ini" Batin Daehyun yang semakin mempererat pelukannya dan mengelus surai coklat milik Baekhyun.

Baik Daehyun dan Baekhyn sama sekali tidak peduli dengan seluruh penghuni sekolah yang terdengar begitu ramai melihat tontonan yang mereka lakukan bahkan ada beberapa yang mengambil moment itu untuk mengabadikannya termasuk Taehyung pun ikut mengamabil foto mereka untuk memberi tahukannya kepada Jungkook.

"Kuharap kau tidak jatuh untuk menyukainya Baekhi hyung, ingat rencana kita untuk membalas Daehyun atas apa yang ia perbuat olehmu dulu dan kuharap ini adalah salah satu bagian rencana milikmu tapi jangan sampai kau termakan oleh rencanamu sendiri" Batin Taehyung yang langsung pergi meninggalkan area lapangan sekolanya.

-.

-.

-88888888-

-,

GRAND MALL METROPOLITAN GYORUU

Baekhyun dan Daehyun baru saja keluar dari salah satu studio biskop untuk menonton film ditengah acara kencan mereka, sebenarnya hanya Daehyun yang menganggap kencan sementara Baekhyun hanya menganggap jalan-jalan biasa. Baekhyun benar-benar meruntuki dirinya yang dengan seenaknya memilih film horror yang sukses membuatnya menjerit-jerit dan teriak ketakutan selama film berlangsung, namun siapa sangka Daehyun dengan cekatan langsung menarik Baekhyun kedalam pelukannya dan menyembunyikan kepala Baekhyun pada dadanya dan langsung menutup telinga dan mata Baekhyun dan sukses membuat Baekhyun menarik kemeja sekolah Daehyun dengan sekuat tenaga.

Daehyun pun masih dapat merasakan tangan Baekhyun yang dirinya genggam masih terasa dingin dan basah karena keringat dingin efek ketakutan menonton film horror tersebut. Dirinya sangat merasa tidak tega melihat kondiri Baekhyun yang terlihat pucat diakibatkan film horror tersebut ternyata sangat menakutkan dibanding film horror yang lainnya.

"Sudah tenang Baek, jangan takut lagi disini ada aku kok yang akan menjagamu" Ucap Daehyun yang menarik Baekhyun kedalam pelukannya dan mengecup singkat pucuk kepala Baekhyun.

"Aku takut Dae takut" Ucap Baekhyun yang membalas pelukan Daehyun dengan eratnya dan baginya udah pelukannya yang kedua selama satu hari ini.

"Ya sudah jangan sedih lagi ya, sekarang kita makan malam dan akan kuberikan kau ice cream kesukaanmu" Ucap Daehyun yang mendapat anggukan dari Baekhyun.

Daehyun dan Baekhyun terus berjalan untuk mencari tempat makan yang ingin mereka makan, dan tentunya mereka berdua masih saling bergandengan tangan dengan eratnya. Mereka berdua memutuskan untuk memakan jenis masakan Jepang yang berada di Mall terebut yang kemudian memesan dua mangkuk ramen dan beberapa piring tempura dan sushi.

Baekhyun yang melihat makanan tersebut sepat berfikir apa mungkin dirinya dan Daehyun dapat menghabiskan, namun setelah melihat bagaimana cara Daehyun makan ternyata dirinya baru tahu kalau Daehyun itu makannya sangat banyak walau tubuhnya terlihat atletis. Baekhyun terlihat senang melihat bagaimana cara Daehyun makan begitu lahap namun sering menyisakan makanan pada setiap sudut bibirnya dan membuat Baekhyun membersihkannya dengan tisu dan dibalas senyum oleh Daehyun.

"Kau ini kalau makan pelan-pelan Dae, lihat kau ini sudah tujuh belas tahun tapi cara makanmu seperti anak kecil berusia lima tahun"

"Biarin aja, aku ini yang makan lagi pula ada kau Baek yang setia membersihkannya" Ucap Daehyun yang dijawab gelengan kepala oleh Baekhyun.

Namun Baekhyun kini harus kembali menarik perkataannya Daehyun yang seperti anak umur lima tahun karena dirinya sangatlah malu dengan cara dia memakan ice cream yang tidak jauh beda seperti cara makan Daehyun setelah pesanan desert mereka tiba. Daehyun yang melihat itupun tersenyum jahil dan senang bagaimana melihat cara makan Baekhyun yang berantakan kalau sudah memakan ice cream-nya itu.

"Ehem sepertinya ada yang bilang aku makan seperti anak kecil tadi"

"Yayayaya, kau puas Dae ? Huuuh"

"Hahahaha.. Aku hanya bercanda Baek, jangan dimasukan ke hati lah"

"Jadi kau tidak mau kumasukan ke dalam hatiku ini Dae ?"

"Eh eh kalau itu mah harus dong Baek, masa iya aku tidak masuk kedalam hatimu"

"Ah tapi aku tidak mau ah kau terlalu besar"

"Kaalu aku terlalu besar sini kau kupeluk saja"

"Maunya peluk-peluk mulu"

"Hahaha.. Yang penting kau suka kan ?" Ucapan Daehyun sukses membuat wajah Baekhyun terlihat seperti kepiting rebus.

"Ah sudah lah Dae ayo pulang sekarang nanti keburu malam"

"Hahaha.. Ngambek nih yeee ngambek"

"Mau pulang sekarang atau aku pulang sendiri"

"Iya Baek iya" Ucap Daehyun yang segera membayar makanan mereka kemudian bergegas menegejar Baekhyun yang sudah duluan menunggu didepan restaurant Jepang tersebut yang kemudian bergegas untuk pulang.

-.

-.

-88888888-

-,

KEDIAMAN KELUARGA KIM (TAEHYUNG)

Malam minggu ini, Nyonya Kim, Taehyung dan Jungkook yang diundang oleh Taehyung untuk ikut meriakan perayaan ulang tahun Nyonya Kim yang diadakan secara kecil-kecilan . Nyonya Kim terlihat sangat senang karena Taehyung mengajak salah seorang putra bungsu dari Keluarga Byun yang merupakan rekan bisnis perusahaan suaminya.

"Annyeong Ahjumma Kim, selama malam. Saya Byun Jeong Guk putra bungsu keluarga Byun, ahjumma bisa memanggil saya Jungkook" Ucap Jungkook memperkenalkan dirinya

"Selamat malam Jungkook, saya eomma-nya Taehyung. Senang berkenalan dengan namja manis sepertimu terutama seorang putra dari Keluarga Byun" Ucap Nyonya Kim

"Terima kasih ajhumma, namun hyung-ku lebih manis dari pada aku"

"Ah kalian berdua ini pasti terlihat sangat manis kok, tidak ada boleh merendah seperti itu. Bukankah orang tua kalian suka memberi tahu mengenai itu ya ?"

"Ne ahumma, tapi bagaimana ahjumma bisa tahu mengenai orang tua ku ?"

"Kau pasti tidak tahu, kalau perusahaan appa-nya Taehyung merupakan rekan bisnis perusahaan appa-mu dan ahjumma merupakan pelanggan tetap dan investor pada butik eomma-mu yang berkembang dengan pesat itu"

"Benarkah ahjumma ? Ternyata dunia itu sempit ya"

"Memang dunia itu sempit Jungkook, mari kita keruang makan"

"Ah ne ahjumma. Oh iya ahjumma bisa memanggil Kookie"

"Baiklah Kookie"

"Aku saja yang dekat dengan dia tidak diizinkan memanggilnya Kookie, masa eomma yang baru kenal saja sudah boleh memanggilnya seperti itu. Tidak adil.. Tidak adil" Gerutu Taehyung dengan terus mencibir.

Acara ulang tahun Nyonya Kim tahun ini hanya dirayakan bersama putra sulungnya Taehyung dan Jungkook bersama para maid Keluarga Kim, walau Tuan Kim sedang berada diluar kota karena harus mengurusi pembukaan cabang baru dikota lain tapi Tuan Kim masih mengirimkan hadiah untuknya dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya melalui video call.

"Eomma, ini hadiah dari Taetae dan juga Jungkook. Semoga eomma menyukainya"

"Terima kasih untuk Taetae dan Kookie. Wah dress dan sepasang high heels, eomma sangat menyukainya. Terima kasih ya untuk kelian berdua"

"Sama sama eomma / ahjummai" Ucap mereka beruda berbarengan.

"Oh iya Kookie, mala mini menginap disini ya"

"Tapi jum…"

"Ayolah ahjumma mohon"

"Tapi Kookie, minta izin dulu ya sama Baekhie hyung"

"Kookie kabari saja dulu ke Baekhyun biar ia tahu kalau dongsaeng kesayangannya menginap disini"

"Ne Jumma. Hmmm. Baekhie hyung sudah menyetujuinya jumma" Ucap Jungkook setelah mendapat balasan dari Baekhyun dan segera memberi tahunya kepada Nyonya Kim.

"Syukurlah, kalau begitu kau bisa tidur di kamar tamu ya Kookie"

"Ne Jumma terima kasih"

"Kalian berdua sebaiknya keruang keluarga saja untuk menotnon film atau bermain game disana ya"

"Ne eomma / ahjummai" Ucap Taehyung dan Jungkook berbarengan dan langsung menuju ruang keluarga Kim.

"Sepertinya putraku satu ini sudah memilih siapa yang ia sukai dari kakak-beradik Byun tersebut. Aku sama sekali tidak masalah Taetae memilih diantara mereka berdua karena mereka berdua sudah biasa dibimbing oleh kedua orang tua mereka untuk selalu menjadi anak yang baik dan menurut. Untungnya Taetae selalu ku bimbing seperti itu. Tidak seperti Keluarga Jung yang susah memberi tahu putra-nya itu" Ucap Nyona Kim yang merasa bangga akan anaknya dan juga anak keluarga Byun. "Semoga pilihanmu ini tidak menyakitkanmu Taeate".

-.

-.

-88888888-

-,

KEDIAMAN KELUARGA BYUN (BAEKHYUN DAN JUNGKOOK)

Sesampainya di depan kediaman keluarga Byun, Baekhyun meminta Daehyun untuk mengantarnya sampai depan pintu rumahnya karena dirinya masih takut untuk sendiri setelah menonton film horror har ini.

"Daehyun, mau kah kau menginap malam ini ? Mam ini Jungkook sedang menginap dirumah Taehyung dan aku takut untuk tidur sendiri"

"Baiklah kalau itu maumu Baek, akan kupenuhi"

"Tap.. tapi.."

"Tapi apa Baek ?"

"Karena aku dan Jungkook kalau sehabis nonton film horror suka tidur bersama jadi.. jadi.."

"Jadi kau memintaku untuk menemanimu tidur di kamarmu ?"

"Ne ma.. mau kah ?"

"Baiklah kalau itu maumu Baek, tapi aku janji tidak akan melakukan hal-hal yang tidak-tidak sampai kau resmi menjadi milikku di pernikahan kita nanti"

"Dalam mimpimu Tuan Jung, kau pikir aku akan menikah denganmu ?"

"Akan kupastikan kau akan menikah denganku Tuan Muda Byun calon Nyonya Jung"

"Huuuu Margaku Byun bukan Jung"

"Suatu saat margamu itu akan jadi Jung"

"Terserah kau saja, jadi atau tidak aku sudah lelah"

"Jadi dong, tunggu sebentara aku mengambil pakaian gantiku dulu dimobil"

"Baiklah aku tunggu didalam"

Sesampainya di kamar milik Baehyun, Baekhyun menyuruhnya untuk mandi dulu karena bau badan Daehyun yanh sudah tidak karuan setelah seharian bermain basket dan juga jalan-jalan seharian. Sebenarnya Lay hyung sangat keberatan apabila Baekhyun mengajak orang lain untuk tidur di kamar Baekhyun namun Baekhyun sudah memastikan bahwa tidak akan terjadi apa-apa malam ini terutama yang menginap adalah putra dari Keluarga Jung.

Sementara Daehyun mandi di kamar mandi miliknya, Baekhyun memilh mandi di kamar Jungkook dengan membawa peralatan mandi cadangannya. Setelah selesai mandi dan masuk kedalam kamarnya, ia sangat terpukau setelah melihat Daehyun yang sedang berbaring di tempat tidurnya dengan rambut yang masih sedikit basah, kaus merah lengan pendek dan celana pendek yang digunakan oleh Daehyun.

"Dia terlihat tampan bila seperti ini" Batin Baekhyun.

"Kau sudah selesai mandi Baek ? Mau tidur sekarang ?"

"Ne Dae, aku sudah sangat lelah tapi apa boleh aku tidur dipelukanmu ?"

"Bo.. boleh saja kok, aku tahu kau masih ketakutan"

"Terima kasih Dae" Ucap Baekhyun yang mulai menyamankan dirinya pada berada dalam pelukan Daehyun untuk tidur. "Ngomong-ngomong Dae, kau terlihat manis sekali dengan wangi strawberry ini"

"Mau tidak mau, karena kau hanya memiliki sabun, shampoo terlebih lagi pasta gigimu juga rasa strawberry"

"Tapi aku menyukai wanginya.. Hehehe.."

"Terserah apa katamu Baek, tapi kalau wangi begini aku merasa seperti uke"

"Jadi kau pindah haluan jadi uke Dae ?"

"Sembarangan, aku tetap seme dong"

"Iya ita, seme dah seme. sudah ayo tidur Dae"

"Selamat Tidur Baek"

Keduanya sungguh dapat merasakan degupan jantung mereka yang berpacu dengan cepat terlebih lagi posisi mereka yang sangat terbilang intim tersebut. Baekhyun tidur dengan menjadikan tangan kanan Daehyun sebagai bantal dan menyankan kepalanya tepat pada dada Daehyun, sementara Daehyun membelai surai coklat Baekhyun sesekali dan meletakan tangannya pada pinggang Baekhyun untuk memeluknya begitu erat.

"Aku mencintaimu Baek" Ucap Daehyun dengan pelan tepat ditelinga Baekhyun setelah menyadari Baekhyun telah tertidur.

"Aku memyukaimu Dae, atau mungkin aku mencintaimu juga ? Tapi perasaan ini harus kukubur dalam-dalam karena aku harus menyelesaikan rencana ini. Maafkan aku Dae"

BERSAMBUNG…..!

Hai semuanya, maaf kalau saya baru nongol sekarang setelah beberapa minggu tidak muncul kedalam permukaan. Hehe… setelah saya update terakhir itu saya merasa malas sekali untuk mengetik padahal dipikiran sudah numpuk semua lanjutan-lanjutan ceritanya namun baru saat ini juga. Dan lagi saya juga habis terkena ya sedikit sindiran karena saya namja (laki-laki) membuat cerita (ff) bergenre yaoi dari teman saya yang tidak terlalu dekat. Disitu saya agak sedikit down hehe.. tapi jangan kaget kalau saya namja ya hehehe..

Terima kasih untuk yang review maupun silent readers,

- KaiMinHun : Duh kalau banyakin DaeBaek momentnya saya tidak bisa janji karena harus membaginya dengan Taekook, kadang chapter yang ini DaeBaek banyak eh Taekook-nya sedikit dan begitu pula sebaliknya hehe…

- Darkhyuners shinning : aaaaa itu terkadang saya keceplosan kalau sedang ngetik huuuft.. sepertinya saya akhir-akhir ini suka kecampur dan lagi seperti memakai bahasa sehari-hari L

- BintangAlpahard : sudah dilanjut ya, banyak nggak nih DaeBaek-nya ? pasti dikit ya ? karena ini lebih ke Taekook untuk chapter ini hehe…

- Minpark93 : terkadang saya juga penasaran, suka aneh sama apa yang diketik udah nentuin seperti ini eh berubah lagi -_- duh duh

- Dhantieee : sudah nih sudah dilanjut hehe.. cute kah ? ada juga yang bilang cute hehe.. biasanya keseringan bilang kemanisan :D

- Melinda : sudah dilanjut ya, maaf banget kelamaan hehe..

- Guest : hehe.. iya itu typo-nya aduh duh,, sudah malam jadi suka ngelindur ngetik past chapter 8 hehe.. ini aja baru kelar ngetik jam empat pagi setelah kebangun jam 2 pagi :D ini kamu yang setiap chap muncul kan, RTY bukan ya :D hehe…

Sekian dari saya semoga puas dengan chapter Sembilan ini, ya walaupun chapter Sembilan ini seharusnya tidak seperti ini tapi menjadi seperti ini sehingga menambah satu chapter lagi dari rencana awal :D

Kalau ada typo mohon dimaafkan ya :D maklum manusia tidak ada yang sempurna (tapi sering banget typo ya ?")

Sekian dari saya salam dan ditunggu review-nya kembali dan review kalian yang lainnya :D