DISCLAIMER ALL CHARA BELONG TO MASASHI KISHIMOTO

Genre : Romance/Drama/Angst/Tragedy

Warn : Typo(s), OOC, Sasuke as bad person

Pair : Saso X Saku/One sided Sasu X Saku

.

Long time ago, there's a clown who's in love with the princess. But the princess already engaged with the prince. Then the prince try to separated

the clown from the princess...

What will happen? Can their love destined to be together?

By Riku18

xxx

Enjoy it

Hidden Feeling Behind The Mask

Chapter 9

(The Drama)

.

.

Esoknya di kediaman Haruno tampak kedua keluarga besar sedang dipertemukan. Kedua keluarga itu sedang membicarakan hal yang sangat serius. Hal yang menyangkut masa depan anak-anak mereka, rencana pernikahan Sasuke dan Sakura yang akan segera diselenggarakan.

"Wah, aku benar-benar tidak sabar untuk melihat mereka berdua menikah! Mereka pasti akan terlihat serasi sekali!" ucap Mikoto dengan riang dan sudah membayangkan Sakura dan Sasuke sedang duduk di pelaminan.

"Aku juga tidak sabar! Akhirnya Sakura bisa mendapatkan laki-laki sempurna seperti Sasuke!" timpal Jiraiya yang hatinya juga sedang berbunga-bunga seperti Mikoto.

"Tapi sayang sekali, yah... Pernikahan mereka harus diundur sampai Minggu depan, karena Sasuke mendadak harus pergi ke luar kota dengan Fugaku selama satu minggu," ucap wanita berambut hitam panjang itu yang sedikit kecewa karena rencana awal pernikahan jadi tertunda sampai seminggu.

"Ah, itu bukan masalah! Mereka masih bisa tetap menikah, kok! Satu minggu bukan waktu yang lama!" balas Jiraiya yang tampak tidak mau repot atau pusing karena pernikahan keduanya tertunda. Hanya satu minggu bukan masalah besar baginya.

Akhirnya Mikoto yang saat itu datang bersama Itachi sebagai perwakilan Fugaku, melanjutkan kembali pembicaraan mereka bersama Jiraiya dan Tsunade untuk menyusun semua rencana pernikahan antara Sasuke dan Sakura. Sementara sosok gadis berambut merah muda itu terlihat tidak tampak di sana. Sejak pagi tadi gadis itu memang sudah sengaja keluar dari rumah. Dia sudah tahu kalau Sasuke mendapat pekerjaan yang harus dia urus di kota Sunagakure dan kesempatan ini dia gunakan untuk pergi keluar, bersenang-senang sebelum hari pernikahannya berlangsung.

Keadaan berbeda dialami Sasuke. Pemuda itu merasa sangat tidak tenang dan terus-terusan gelisah. Membayangkan Sakura yang bebas dan dekat dengan clown itu membuat hatinya panas. Padahal dirinya belum ada beberapa jam di Sunagakure tapi bayangan-bayangan kedekatan Sakura dengan pria lain sudah menghantuinya sejak tadi. Sasuke tidak mengerti apa yang membuatnya begitu kesal dan merasa marah hanya karena membayangkan hal tersebut. Dia tidak mencintai Sakura, sama sekali tidak. Baginya gadis itu seperti sebuah piala yang dapat meningkatkan statusnya menjadi lebih tinggi dan dia harus bisa menguasai gadis itu sepenuhnya.

ooo

Sementara itu Sakura yang sudah berada di kota sedang menyaksikan latihan yang dilakukan oleh para clown dari tenda sirkus itu. Ketiga clown itu melakukan sebuah gerakan seperti dance yang diiringi dengan sedikit kekonyolan dari mereka. Sakura tak henti-hentinya menatap takjub dengan sesekali tertawa karena ulah para clown penari tersebut. Rasanya dia ingin selalu mendapatkan hari-hari seperti ini di mana dia bisa tertawa lepas dan menikmati hari.

Akhirnya para clown itu menyudahi latihan mereka. Satu-persatu orang-orang yang berkerumun meninggalkan tempat tersebut, kecuali satu. Sakura masih berdiri di sana sambil memberikan tepuk tangan yang sangat keras untuk ketiga clown itu. Gadis itu tertawa dan dia terlihat bahagia.

"Kalian bertiga hebat!" serunya sambil mengcungkan jempol, "aku ingin sekali bisa seperti kalian, melompat dan berputar tanpa beban. Tapi sayang ayahku melarangku untuk melakukan gerakan-gerakan berbahaya seperti itu," ucapnya lagi yang dulu sempat ingin menjadi seorang pemain sirkus. Tapi seiring berjalannya waktu dia tahu kalau takdirnya bukanlah seperti itu.

"Kalau begitu kau harus menonton kami pada pertunjukan hari ini!" seru clown perempuan yang memiliki rambut berwarna ungu kebiruan kepada Sakura.

"Eh? Pertunjukan?" Sakura tidak menyadari kalau pertunjukan kedua dari para clown itu adalah hari ini. Yah, belakangan ini Sakura memang sibuk, terlalu larut memikirkan masalahnya sendiri sampai dia lupa ini sudah hari yang keberapa.

"Tentu saja aku akan datang menonton kalian!" seru Sakura sambil mengangguk cepat. Tentu saja dia akan datang, karena tidak ada Sasuke yang setiap saat selalu mengawasinya dan dia bisa puas untuk menggunakan waktunya sepuas yang dia bisa, sebelum akhirnya dia terbelenggu kembali.

ooo

Sore harinya Sakura sedang bersiap-siap untuk pergi menonton pertunjukan itu. Dengan senyum yang mengembang gadis itu menyisir surai merah mudanya dengan lembut berkali-kali. Setelah selesai menyisir, Sakura sempat berputar di depan cermin. Yakin tak ada satu pun yang kurang, Sakura bergegas berjalan menuju luar. Tapi saat gadis itu membuka pintu, tiba-tiba saja muncul Tsunade yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.

"Kau mau pergi kemana Sakura?" tanya wanita yang sedang memakai gaun tidur itu. Menatap heran pada Sakura yang sudah rapih.

"Aku mau pergi melihat pertunjukan sirkus di kota," jawab Sakura dengan jujur.

"Pertunjukan sirkus?" Tsunade mengernyit sesaat, "apa aku boleh ikut?" tanyanya yang terlihat tertarik untuk ikut melihat juga.

"Tentu saja boleh! Aku akan sangat senang sekali kalau ada yang mau menemaniku!" balas Sakura dengan cepat. Dia merasa bersyukur karena Tsunade tidak melarangnya untuk pergi.

"Lho? Memangnya kau berniat hanya pergi sendiri tadi? Tidak pergi dengan yang lain?" tanya Tsunade seperti menginterogasi.

"Begitulah... Ino sudah ada janji dengan Sai jadi tidak bisa ikut. Sementara Hinata... " mendadak saja Sakura menjadi sedih saat mengingat Hinata, "Hinata sejak menikah dengan Neji jadi tidak bisa pergi kemana-mana... Neji selalu mengawasi dan melarangnya untuk melakukan berbagai hal... " ucapnya yang sudah tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya.

"Sakura, kau kenapa? Barusan kulihat kau bahagia tapi sedetik kemudian kau jadi sedih saat membahas Hinata... " Tsunade jadi bingung melihat Sakura yang mendadak sedih.

"Bibi... Apa nasibku akan sama seperti Hinata setelah aku menikah dengan Sasuke?" tanya gadis itu dengan lirih. Tatapan matanya mampu menusuk relung hati Tsunade. Wanita itu dapat merasakan adanya keraguan dan kesedihan pada manik emerald keponakannya itu.

"Sakura... " Tsunade tidak tahu harus bagaimana untuk menghibur gadis tersebut. "Kau harus bisa belajar dari Hinata untuk menerima keadaan. Hubungan yang tidak direstui selalu berakhir tidak baik," sambungnya berusaha untuk membuat Sakura tegar dalam menerima garis hidupnya.

"Yah, baiklah. Aku sudah siap dan aku tunggu di bawah!" kata Sakura yang tiba-tiba saja kembali tersenyum riang. Seolah perkataannya yang tadi sudah dilupakannya begitu saja.

Sakura langsung menuruni tangga sementara Tsunade hanya bisa menatap punggung gadis itu dengan seulas senyum tipis.

'Aku bukan Hinata dan aku tidak mau menjadi seperti Hinata. Karena aku adalah aku, dan yang memiliki hak atas diriku hanyalah aku sendiri. Apapun itu aku akan berjuang untuk kebahagiaanku, masa depanku. Kalau aku tidak bisa menemukannya di sini, aku akan mencari dia di tempat lain.' Sakura sudah membulatkan tekadnya dalam hati. Dia sudah menetapkan pendiriannya meskipun banyak yang menghalangi tapi dia berjanji untuk tidak akan menyerah, siapapun termasuk Sasuke tak bisa menghalanginya dan dia sudah memiliki rencana.

Tak berapa lama Tsunade keluar dari ruangannya dan menghampiri Sakura yang sedang duduk menunggunya. Dengan senyuman lebar, keduanya pergi meninggalkan mansion untuk menonton pertunjukan.


Sesampainya di pusat kota, Tsunade dan Sakura turun di depan tenda sirkus yang sudah ramai dipadati pengunjung. Tsunade sempat berdecak takjub melihat antusias warga Konoha yang datang beramai-ramai untuk menonton pertunjukan.

"Ayo masuk!" seru Sakura sambil merangkul lengan Tsunade dengan manja, seperti anak kecil dan menariknya untuk masuk ke dalam.

Di dalam tak kalah ramai. Para penonton sudah duduk di kursinya masing-masing dan menanti dengan tak sabar agar pertunjukannya segera dimulai. Sakura kali ini tidak duduk di depan. Dia memilih tiket umum dan duduk diantara orang-orang biasa bersama Tsunade.

Setelah menunggu beberapa saat, penerangan di dalam tenda meredup membuat suasana panggung yang berada di tengah terlihat dramatis. Kemudian para pemain sirkus itu muncul satu-persatu ke atas panggung. Pada pertunjukan kali ini mereka tidak melakukan aksi akrobatik ataupun aksi-aksi lainnya, khusus pada pertunjukan saat ini mereka membuat konsep drama. Drama yang mengisahkan tentang percintaan yang ditentang banyak orang dan mengalami banyak rintangan.

Sakura duduk dengan tenang sambil menikmati pertunjukan drama dari para pemain sirkus itu. Dia sangat serius sampai-sampai tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya. Tsunade sedikit bingung melihat Sakura yang begitu serius menonton. Biasanya gadis itu paling malas ke pertunjukan opera-opera tapi kali ini dia terlihat berbeda.

Sakura merasa kalau drama kali ini benar-benar menusuk jiwa terdalamnya. Apa yang diceritakan pada drama itu sangat mirip dengan yang sedang dia alami sekarang. Mencari cinta sejati tapi malah dipaksa menikah oleh orang yang sama sekali tidak dia sukai. Pada drama itu, sang putri yang diperankan oleh seseorang berambut pirang panjang dengan bagian poninya yang menutupi setengah wajah dipaksa menikah oleh seorang pemuda kaya yang diperankan oleh pemuda berambut putih. Kedua orang tua gadis berambut pirang itu menjodohkan keduanya tanpa tahu kalau putri mereka jatuh cinta dengan orang lain.

Pada akhirnya sang putri melarikan diri untuk mencari pemuda pujaannya. Di dalam perjalannya sang putri bertemu dengan seorang clown yang selalu menghiburnya setiap saat dia sedang sedih. Keduanya berteman baik dan diakhir cerita sang clown berhasil membantu sang putri bertemu dengan pemuda impiannya dan cerita berakhir bahagia, di mana kedua orang tuanya bisa menerima keputusan sang putri dan pemuda berambut putih itu bisa merelakan sang putri bersanding dengan laki-laki pilihannya.

.

Pada akhir pertunjukan para pemain semuanya berdiri sejajar di atas panggung. Mereka membungkuk, memberi hormat pada semua penonton yang menyaksikan cerita drama mereka dan disambut dengan tepukan tangan yang sangat meriah dari para pengunjung.

"Drama yang bagus sekali!" seru penonton sambil memberikan standing applause pada para pemain.

"Kami semua juga mau mengucapkan terima kasih pada seseorang yang menginspirasi cerita ini!" kata sang clown sambil melirik sosok gadis merah muda di bangku penonton. Sakura tersentak kaget karena merasa clown itu sedang menatap ke arahnya.

"Untuk Nona cantik yang ada di sana. Apa bisa maju ke depan panggung sebentar?" katanya lagi sambil menunjuk ke arah Sakura yang masih bingung di bangku penonton.

"Sepertinya dia memanggilmu," kata Tsunade yang merasa yakin kalau Sakuralah orang yang dimaksud oleh sang clown.

"A-aku?" Sakura menunjuk dirinya sendiri dengan ragu.

Karena Sakura tidak beranjak juga dari bangkunya, maka clown itu akhirnya turun dari panggung dan berjalan menghampiri Sakura yang sedang bingung. Tatapan pengunjung lain kini beralih pada Sakura.

"Apakah Nona bersedia untuk naik ke atas panggung sebentar?" tanyanya dengan sopan dan sedikit membungkuk di depan Sakura.

"Ba-baiklah," jawab Sakura dengan perasaan canggung karena banyaknya pasang mata yang kini sedang memperhatikannya.

Clown itu membantu Sakura berdiri dari bangkunya. Dia meraih tangan Sakura dan menuntunnya berjalan menuju ke atas panggung. Dia begitu hati-hati sekali memperlakukan Sakura dan bersikap seolah-olah gadis itu adalah seorang ratu kerajaan. Begitu di atas panggung, Sakura langsung berdiri sejajar dengan para pemain sirkus. Gadis itu menatap ke arah penonton dengan perasaan senang dan bangga. Ini pertama kalinya dia berdiri di atas panggung dan merasa seperti bintang. Para penonton sedang bertepuk tangan, ada yang bersorak bahkan sampai ada yang melemparkan bunga untuknya. Rasanya dia seperti kembali ke masa kecilnya, di mana dia sempat bercita-cita untuk menjadi seorang bintang sirkus.

"Berikan tepuk tangan yang meriah sekali lagi untuk Nona manis di sebelahku ini!" seru sang clown memberi aba-aba pada para pengunjung untuk kembali bersorak.

Sambutan akhirnya menjadi semakin meriah berkat perkataan clown tadi dan Sakura jadi semakin merasa senang dan canggung sekaligus. Lalu secara tiba-tiba, clown itu memberikan buket bunga mawar merah kepada Sakura.

"Ini benar-benar luar biasa... Aku tidak akan pernah melupakan hari ini!" kata Sakura sambil berbalik menatap clown yang ada di sebelahnya. "Terima kasih banyak," ucapnya yang jadi merasa terharu.

"Seharusnya kami yang bilang terima kasih, kalau bukan karena dirimu drama ini tidak akan bisa kami pentaskan!" balas sang clown sambil menggaruk-garuk topi jesternya. "Dasar cengeng. Masa nangis lagi?" katanya saat melihat Sakura mulai menitikkan air mata.

Brukh!

"Terima kasih... " suatu reaksi yang di luar dugaan. Tiba-tiba saja Sakura langsung memeluk erat sang clown. Tentu saja sikapnya ini menjadi perhatian seluruh penonton, termasuk teman-teman sang clown yang lain.

Tsunade yang hanya memperhatikan keduanya dari kejauhan dapat menangkap adanya suatu ikatan tersembunyi diantara Sakura dengan clown itu. Sementara Sakura, dia merasa mengalami dejavu. Perasaannya pada anak laki-laki itu kembali menguat.

Click... Click... Click...

Dari balik bangku penonton ada seseorang yang sedang mengawasi Sakura. Dia mengambil beberapa gambar dari Sakura yang sedang memeluk clown tersebut. Sebuah seringai tipis tampak menghiasi wajah pucatnya.

"Sasuke harus tahu akan hal ini," ucapnya sambil tersenyum puas.

Setelah berhasil mendapatkan gambar-gambar itu. Gadis yang memakai gaun berwarna biru laut itu bergegas pergi meninggalkan tenda pertunjukan.

Siapakah sebenarnya gadis itu? Ada hubungan apa antara dirinya dan Sasuke? Lalu apa yang akan terjadi kalau sampai foto-foto itu sampai ke tangan Sasuke?

TBC...


A/N : Info yang memerankan drama itu, Deidara as putri, Hidan as tunangan, Konan and Pein as orang tua, Tobi as cinta pertama sang putri dan Sasori as the clown.

Di sini ada cerita sedikit tentang Hinata dan Neji. Hinata dan Neji saudara sepupu yang dijodohin oleh keluarga untuk mendapatkan keturunan murni meskipun saat itu Hinata udah ada hubungan sama Gaara. Tapi hubungan keduanya putus karena posisi Gaara sebagai pemimpin di Suna yang saat itu hubungan Suna sama Konoha belum membaik.

Oke, thx buat yang udah baca. Thx buat saran yang masuk dan kalau ada tulisan gw yg salah silahkan diralat.

.

.

"Thanks for reading".