Chap 9: Clash of King: Invading!

.

Disclaimer: Dua-duanya bukan punya Aoi
Idea: Punya AoiKishi
Genre: Adventure, Humor, Friendship, (sedikit)Mistery
Rating: (M) karena chap ini ada sedikit gore
Warning: OOC, Typo, AU
Pair: (Naruto x Hinata x Kurama) (Sasuke x Sakura) (Shikamaru x . . . . .?) (Issei x Origin Harem)

'. . . .' = Mind
". . . ." = Speak

.

.

.

Sebelum membaca, Kishi minta maaf sebanyak-banyaknya kepada Readers dan teman-teman sekalian. Karena sudah hampir 3 bulan tidak Update. Karena sedikit banyaknya terdapat kesulitan di IRL. Sekali lagi, mohon maaf dan terima kasih sudah bersedia membaca fic ini.

Selamat membaca.

.

.

.

.

# Tengah Malam / Kuoh Gakuen Area / 01.46 #

Sudah 20 menit lebih berlalu semenjak kedatangan 2 Priest, 7 Fallen bersayap enam, 10 Cerberus, 4 Fallen bersayap delapan dan terbentuknya kekkai yang mengelilingi Kuoh Academy.

Pertarungan Devil vs Fallen yang terjadi di Kuoh Gakuen hampir mendekati akhir.

Para Fallen dan Cerberus berada diujung kekalahan mereka.

Sakura yang sudah menghancurkan seluruh tulang milik Juugo, saat ini mencengkram kerah baju Fallen Angel bernama Kimimaro yang terbaring lemah ditanah dan memulai sesi introgasi spesial miliknya terhadap Fallen Angel yang sekarat ini.

Kurama dan Hinata yang mendapat beberapa luka lecet gores ringan baru saja selesai membunuh Fallen terakhir dari 5 Fallen yang sebelumnya mereka hadapi. Saat ini, mereka semua hanya tinggal mayat-mayat yang tergeletak di sekitar mereka, yaitu: 1 mayat Fallen bernama Kin Tsuchi yang tertindih bongkahan besar es dengan kaki kiri yang putus, tidak jauh darinya terdapat 1 Fallen bernama Dosu Kinuta dengan tubuh penuh luka bakar dan sebagian tubuh yang membeku, ditempat lain terdapat 1 tubuh Fallen bernama Kidomaru dengan kedua kaki beku dan tubuh yang ditembus beberapa tombak Es dari belakang. kemudian1 Fallen lainya yang bernama Zaku Abumi tergeletak ditanah dengan genangan darah dan banyak luka sayatan lebar ditubuhnya serta tangan kanan yang terputus, sedangkan kondisi Fallen yang terakhir bernama Yakushi Kabuto tergeletak dengan kepala yang terpisah dari tubuh dan beberapa tebasan lebar diperut juga kaki.

Bahkan, dua Cerberus terakhir yang sebelumnya berusaha melindungi Valper Gailei yang terluka parah akhirnya menemui ajalnya.

Yaitu ketika Issei memukulkan tanganya bersaman dengan menembakkan Dragon Shoot mini ke rahang Cerberus, dan meledakkan kepalanya. Bagaimanapun juga Cerberus merupakan musuh yang cukup mudah bagi Issei dalam mode [Scale Mail: Balance Breaker].

Sedangkan Sasuke yang masih berada dalam Armored Formnya menembus dan melubangi tubuh Cerberus terakhir dengan tangan kanan yang masih diselimuti listrik, layaknya jurus [Chidori] yang digunakan salah satu karakter 'Emo' di Manga [Fish Cake] yang baru-baru ini dibacanya karena anjuran Shikamaru dan Naruto.

Tidak lama setelah kematian Cerberus, kerjasama Akeno dan Koneko behasil membunuh Valper.

Dengan cara Koneko melemparkan bongkahan-bongkahan batu besar hasil karya Sakura Senpai yang sebelumnya tergeletak dan tersebar diseluruh arena pertarungan kearah Valper dengan tujuan membatasi gerakanya dan mengalihkan perhatiannya (kalau bisa sekalian menggencetnya, andai saja Valper tidak menggunakan tameng energi sihir untuk menangkis batu-batu).

Sementara itu, Akeno yang berada cukup jauh dari mereka berdua, sedang mengumpulkan sihirnya diam-diam, lalu ketika mendapat kesempatan, dia menembakkan muatan besar listrik secara menyebar disekitar Valver. Karena sang priest teralu fokus dengan batu-batu yang meluncur kearahnya, dia tidak sempat menghidari sengatan listrik dari belakang. Tentu saja dia belum mati, sama seperti kebanyakan film-film hanya rambutnya yang hangus dan tubuhnya yang mengeluarkan asap. Ini karena jubah priest miliknya mempunyai atribut magic resistance seperti jubah kebanyakan petinggi gereja lainya. Tapi, meskipun dia berhasil hidup, saat ini dia tidak bisa bergerak karena seluruh tubuhnya mati rasa . Koneko pun melakukan Finishing Movenya dengan cara melemparkan bongkahan batu terbesar yang ada di lapangan ketubuh Valper yang masih dalam status Paralize.

Valper Galilei mati setelah tergencet batu besar.

.

Sementara itu, Freed Sellzen hanya mendapatkan beberapa luka gores melawan Irina dan Xenovia yang mana keduanya saat ini mendapat luka cukup parah. Meskipun mereka berdua menggunakan dua pedang suci lainya, yaitu Xenovia menggunakan [Durandal] dan Irina menggunakan [Ascalon]. Mereka berdua sepertinya cukup kewalahan karena mendapatkan lawan yang sangat tidak menguntungkan untuk mereka.

Meskipun Freed adalah orang bodoh, jelek, bodoh, psikopat, dan bodoh. Dia tetaplah seorang buronan yang jenius dalam hal seni berpedang. Buktinya, meskipun dia sudah lama dicari oleh pihak Gereja, nyatanya dia belum berhasil ditangkap. Freed berhasil melarikan diri dan membunuh banyak Exsekutor lain yang mengejarnya selama ini karena dia sudah mengetahui cara kerja pihak gereja dalam melacak musuh. Dan dia tentu sudah hafal dengan gerakan-gerakan pedang yang diajarkan gereja.

Hal ini sangatlah wajar, mengingat dia sendiri sebelumnya diajar dan dibesarkan oleh pihak Gereja itu sendiri. (Bisa dikatakan senjata makan tuan untuk pihak gereja). Dan sekarang, kemampuan Freed menjadi meningkat drastis dengan adanya [Fused Excalibur] yang memiliki combo dari bermacam kemampuan yang dihasilkan oleh: Exalibur Blessing (menambah vitalitas/kekuatan tubuh), Exalibur Destruction (menambah efek serangan), Exalibur Mimic (bebas mengubah bentuk pedang), Exalibur Rapidly (menambah kecepatan pengguna), Exalibur Nighmare (memberikan kemampuan ilusi), dan Exalibur Transparency (membuat tubuh pengguna tak terlihat).

Sudah jelas Xenovia yang belum bisa mengkontrol sempurna [Durandal] dan Irina yang baru saja belajar menggunakan [Ascalon], bukanlah lawan yang sepadan untuk Freed. Meskipun mereka berdua juga mendapatkan boost kecepatan dan kekuatan ketika memegang senjata suci ditangan mereka, tetap saja kewalahan melawan Freed. Seharusnya, sejak awal mereka tidak bersikeras dan bersedia menerima bantuan para Devil.

.

"Fyuuh... akhirnya selesai juga..." ucap Kurama setelah selesai menyembuhkan sebagian besar Devil peerage Sona dengan sihir healingnya, membantu Asia yang terlihat kelelahan karena terlalu banyak menggunakan sihir seharian ini.

Kurama yang masih belum mendapat goresan luka apapun diseluruh tubuhnya berjalan mendekati 'partner' bertarungnya malam ini, yaitu Hinata. Lalu dia menyandarkan punggungya pada puing dinding perpustakaan yang belum runtuh seluruhnya.

Sementara Hinata yang sudah keluar dari Mode tempurnya (Senjutsu Cat Mode) sedang terlihat risih dan berdiri dengan memasang wajah yang penuh dengan semburat merah. Mungkin ini disebabkan oleh seragam maidnya yang mendapat sobek disana-sini ketika berusaha melindungi Kurama dari serangan Fallen. (dengan kecepatanya Hinata berhasil berkali-kali mengagalkan serangan para Fallen kearah Kurama, sementara Kurama menggunaakn Sihir elementnya dari jarak jauh untuk menyerang). Terutama bagian sobekan besar di bagian dada yang berhasil memperlihatkan sebagian bra Hitam miliknya, atau sobekan panjang di bagian perut yang memperlihatkan kulit putih mulusnya. Atau mungkin karena sobekan 'kecil' di bagian samping rok Maid miliknya, yang sebelumnya berhasil membuat tali sutra yang menahan celana dalam hitam Hinata putus dan menyisakan Hinata tidak memakai apapun dibagian bawah sana) ( / / / ) [Hinata Maid Comando Form: On!]

"Rias, apakah kau ingin Hinata yang mengurus Priest Gila dengan Holy Sword disana? Atau kau akan memerintahkan Rook dan Queen milikmu yang kebetulan berada tidak jauh dengan dua utusan Gereja itu untuk menolong?" tanya Kurama kepada Rias yang berada tidak jauh darinya. Sementara Sona dan peeragenya berdiri tidak jauh dari Rias.

Mengerti apa yang dimaksudkan kata-kata Kurama dengan terjemahan: Apakah kau ingin Hinata langsung membunuh serangga jelek dan bodoh itu? Atau membiarkan Rook dan Queen milik mu untuk bekerja sama dengan Irina dan Xenovia, lalu membuat mereka lebih merasa bersalah dan berhutang kepada pihak Devil?

"Haah~, kau benar-benar licik Kurama chan" ucap Rias

"Bukan kah kita ini Devil?" senyum Kurama lembut.

"Yah, tidak ada salahnya membuat pihak Gereja berhutang kepada kita kan?" Sona pun juga menunjukkan seringainya.

Seandainya Sakura yang melawan Freed sudah pasti Sakura akan memukul dan menghamburkan seluruh lantai untuk mengenai Freed.

Kalau Kurama, mungkin dia akan membekukan seluruh lantai, atau menggabungkan Elemen Angin dan Api untuk menganguskan seluruh lapangan, seperti yang dia lakukan terhadap Shikamaru di chapter pertama.

Jika melawan Hinata, kemungkinan Freed akan kehilangan kedua tangan dan kakinya dalam beberapa detik. Bagaimanapun juga, Freed masih manusia biasa, dan dia tidak bisa terbang menghindar keudara layaknya para Fallen. Ilusi maupun transparansi bukan masalah untuk Hinata, karena dia bisa mengetahui keberadaan Freed dengan Indra penciumanya.

Jadi, bisa saja para Devil langsung membunuh Freed yang masih merupakan manusia normal dengan mengirim Kurama, Sakura atau Hinata. Tapi, sesudah itu apa? Lebih menyenangkan dengan menunggu utusan gereja sekarat atau kewalahan, lalu menolong mereka secara perlahan. Sehingga pada akhirnya mereka akan benar-benar merasa berterima kasih ketika pihak Devil yang membantu. Salahkan mereka sendiri yang masih tidak mempercayai para Devil dan bersikeras untuk menyelesaikan urusan mereka dengan cara mereka sendiri. Sekali-sekali kau harus membiarkan orang keras kepala merasakan jera/kapok dengan pilihan mereka.

Oleh karena itulah, sejak awal mereka bertiga memang tidak berencana untuk membantu dua utusan gereja dalam urusan/pertarungan mereka. Tapi, mereka juga tidak akan membiarkan dua utusan Gereja itu mati.

.

Tapi, karena melihat dua utusan Gereja itu terdesak oleh Freed, akhinya Rias memutuskan untuk membantu mereka. Dengan bantuan sihir telepati, seperti pada Rating Game biasanya. Rias mengatakan kepada Akeno dan Koneko yang kebetulan berada paling dekat dengan Xenovia dan Irina untuk membantu. Keduanya pun mengangguk, dan mengikuti perintah raja mereka.

.

Sementara Akeno dan Koneko membantu Xenovia dan Irina, Sakura yang sudah selesai dalam introgasinya berjalan mendekati Hinata. Dari raut wajahnya sepertinya dia tidak berhasil mendapatkan info yang diinginkanya.

"Hahh... dasar Fallen jelek, kenapa mereka sangat keras kepala?" ucap Sakura seraya berhenti dan berdiri disamping Sakura dengan kedua tangan menyilang didada kecilnya.

"Okaeiri Sakura chan. Bagaimana? Apa perasaanmu sudah lebih baik?" tanya Hinata yang memegang rok mininya dengan tangan kirinya, berjaga-jaga, siapa tahu ada angin nakal yang meniup roknya.

"Yah.. aku sudah mendingan. Sepertinya aku terlalu banyak memakai energi sihirku malam ini. Tapi paling tidak aku cukup puas menghajar dua gagak itu"

"Apa perutmu sakit? Ini sudah tanggalnya kan"

"Perut? Tanggal?" tanya Sakura mengernyikan dahinya.

Hinata kemudian mendekat dan berbisik ditelinga Sakura

"Sudah masuk jadwal datang bulan kan?" bisik Hinata yang sangat perhatian dengan Sakura. Karena sama sepertinya, wanita akan lebih sensitif (mudah marah) ketika waktu PMS tiba.

Begitu mendengar bisikan Hinata, Sakura terkaget, terdiam, kemudian wajahnya memerah, dan mengangguk pelan kearah Hinata. Karena dia merasa sedikit malu, setelah terbawa suasana untuk mengamuk. Sementara Hinata meresponya dengan senyum keibuanya serta mengelus rambut Sakura.

"Yosh... Yosh... Sakura anak baik" ucap Hinata seraya kembali mengelus rambut Pink keputih-putihan itu, sementara pemiliknya hanya bisa tertunduk berblushing ria.

.

Disisi lapangan sekolah lainya, Freed yang beberapa saat lalu berada diambang kemenangan ketika hanya melawan Xenovia dan Irina, kali ini dia berada diambang kekalahan karena dirinya kewalahan melawan empat orang sekaligus. Meskipun dia lebih kuat, lebih cepat, lebih berpengalaman, lebih bodoh, bisa membuat ilusi dan menjadikan tubuhnya transparan. Melawan dua orang petarung jarak dekat (Xenovia dan Irina), 1 orang jarak menengah (Koneko), dan 1 orang jarak jauh (Akeno) bukan hal yang mudah. Alhasil, dia hanya bisa bertahan dan sesekali menyerang.

"Sialan kalian! Kenapa pihak gereja bekerjasama dengan Devil! Apa kalian tidak memiliki kepercayaan kepada tuhan?" terdengar suara Freed menggema diudara, meskipun dirinya tidak terlihat.

"Diamlah Freed! Pembunuh sepertimu tidak berhak mengomentari kami!" Ucap Xenovia, yang saat ini punggungnya berhadapan dengan punggul Irina. Sedangkan disamping mereka berdua, Akeno dan Koneko juga saling menempelkan punggung. Dengan begini mereka bisa saling melindungi dari empat arah sekaligus.

"Hahaha! Sudah tugasku untuk membunuh para pendosa seperti kalian!" terdengar suara Freed yang menggema diudara.

Dan detik berikutnya Xenovia dikejutkan dengan aura membunuh yang tiba-tiba muncul dari depanya dimana Freed yang berada dalam tranparansi 'berusaha' menghujamkan pedangnya kearah Xenovia.

Trang !Drakk!

Meskipun Xenovia langsung menebaskan pedangnya kedepan untuk merespon aura membunuh yang dia rasakan. Tapi, karena dia tidak bisa melihat Freed, serangnya luput, dan hanya mengenai tanah. Lalu, kesempatan ini digunakan Freed untuk menebas kearah tangan Xenovia. Untunglah Koneko yang memiliki penciuman juga pendengaran tajam bisa mengetahui posisi Freed saat ini, dan langsung menarik tubuh Xenovia kesampingnya. Sehingga, sekarang giliran Freed yang tidak berhasil menebas apapun kecuali tanah yang ada didepanya.

Drak!

"Grr.. siala-" ucapan Freed terhenti ketika Akeno menembakan petir dengan cepat kearahnya dengan cepat. Dan secepat apapun manusia normal, memakai [Excalibur Rapid] atau tidak, mereka tidak akan menandingi kecepatan aliran listrik. Tapi, entah karena Freed beruntung atau tidak, dia masih sempat mengarahkan Excalibur kearah petir yang hendak menghantam tubuhnya. Meskipun tubuhnya selamat dari petir, Transparasinya menghilang untuk sesaat karena tanganya sedikit kesemutan.

"Dasar Devil terkutuk!" ucap Freed yang sudah tidak transparan, seraya berlari kearah Akeno dengan sangat cepat.

Karena terlalu marah, Freed tidak sempat melihat kesamping, dimana Irina sudah menunggu dan mengarahkan ujung pedangnya ketubuh Freed.

Begitu Ascalon sudah mendekat, Freed malah tersenyum.

Irina sempat bingung, kenapa Priest gila ini tersenyum? Namun akhirnya mengerti ketika pedangnya menembus Freed yang ada dihadapanya dengan sangat mudah. Ternyata itu hanyalah ilusi yang dihasilkan oleh Excalibur Nighmare.

Sedangkan Freed asli yang sebelumya kembali tranparan mengarahkan Excalibur ke leher Akeno. Seandainya saja Koneko tidak meniru gerakan Sakura dengan memukul tanah sehingga menghasilkan sedikit getaran dan menghamburkan kerikil yang berhasil menghilangkan keseimbangan serta transparasi Freed, maka bisa dipastikan Akeno akan mati atau paling tidak terluka parah.

Disaat yang sama, Xenovia menggunakan kesempatan ini untuk menyerang Freed yang kehilangan keseimbanganya sesaat dengan Durandal.

Trang!

Freed berhasil menangkis serangan Xenovia, namun terpaksa melompat kebelakang karena Irina juga menebaskan Ascalon kearahnya.

"Whoaaa... Ini tidak adil namanya. Seharusnya tugas penjahatlah yang mengepung sang hero." Ucap Freed denga nada Sarkastiknya.

"Hee.. akhirnya kau mengerti juga bahwa kau adalah orang jahat?" tanya Akeno seraya mengumpulkan sihir untuk serangan yang lebih besar.

'Gawat, ini benar-benar gawat, gadis petir itu harus bisa kubunuh terlebih dahulu' batin Freed.

"Heh, aku tidak peduli jahat atau baik, yang ku inginkan adalah membunuh kalian para Devil dan pendosa seperti kalian. Huahahaha!" ucap Freed seraya kembali membuat tubuhnya tranparan. Sementara itu Xenovia, Irina, Koneko, dan Akeno kembali pada Formasi empat arah seperti sebelumnya. Mereka tahu, akan lebih berbahaya jika mereka keluar formasi berusaha mengejar sendirian Freed yang memiliki kecepatan super, kekuatan super, ilusi dan transparasi.

"Disana!" ucap Koneko seraya menunjuk kesuatu tempat, dan dengan cepat Xenovia bersama Irina melesat, lalu mengayunkan pedang mereka dengan cepat dari arah berlawanan (Xenovia kanan, Irina Kiri). Freed yang tidak mengira bahwa tranparasi bisa dilacak dengan mudah, mengambil posisi pertahan, sehingga Excalibur Fusion miliknya berbenturan dengan Durandal dan Ascalon yang menyerang dari dua sisi. Dan hal ini membuat freed terlambung sedikit keudara.

Lalu disaat itulah rangkaian petir menembak kearahnya!

Bzzzttt!

"Aragghhh...!" teriak Freed terjatuh ketanah, dan langsung disambut oleh pukulan Koneko yang berhasil membuatnya terlempar kembali dengan keras.

"Ohok!" batuk Freed, seraya merasakan beberapa tulang rusuknya patah. Tidak hanya tulang patah, tapi seluruh tubuhnya juga mati rasa!

Syuuuut! Slash! Slash!

Kali ini Irina dan Xenovia tidak akan memberi kesempatan Freed untuk bergerak atau menggunakan Excalibur Fushion. Karena itulah, keduanya langsung berlari kearah Freed, melompat untuk memisah jarak pendek dengan cepat lalu menebaskan pedang mereka pada kedua tangan Freed.

"AAArrrggghhhhhh!" Teriak Freed kesakitan ketika kedua pergelangan tanganya putus.

Dengan tidak mempedulikan Freed yang kesakitan, Xenovia mengambil pedang Excalibur Fusion dari lengan Freed yang terputus lalu berjalan bersama Irina kearah Issei yang sudah berkumpul dengan teman-teman Devilnya.

Ketika mereka berjalan, sebuah sihir petir yang terfokus dan padat hasil buatan Akeno menyambar tubuh Freed yang tidak berdaya dan menghanguskanya.

.

Beberapa saat sebelumnya, ketika Xenovia, Irina, Akeno, dan Koneko masih bertarung dengan Freed.

"Kurama, apa kau merasa ini cukup aneh? kenapa mereka masih memasang Kekkai? Bukankah seharusnya mereka membatalkanya kemudian melawan kita atau malah melarikan diri karena pasukan yang mereka bawa kalah?"

"Hmmm... entahlah Sona, ini memang aneh. Untuk apa mereka mempertahankan Kekkai?"

"Mungkin mereka terlalu bodoh? Atau terlalu percaya diri? Selain itu familiar dari peerageku belum menemukan adanya sihir yang kemungkinan bisa meledakkan satu kota" ucap Rias seraya memeriksa kembali update pesan-pesan familiar peeragenya yang tertulis di Smartphone miliknya.

"Familiar dari peerageku juga tidak menemukan apapun. Sihir dengan kekuatan seperti itu biasanya digunakan dipusat kota. Dan memerlukan lingkaran sihir yang cukup besar" ucap Sona yang mengisi waktunya dengan main chess mode Hard di Smartphone miliknya.

"Sama halnya dengan familiar kami (Hideyoshi, Hasuta, Hanabi, Aladdin, dan Yoshino) Mereka juga belum menemukan apapun di pinggiran kota." Balas Kurama seraya memeriksa Katalog gelas-gelas unik dan imut, di salah satu webstite.

Mereka bertiga membagi tugas familiar untuk mencari tempat lingkaran sihir yang kemungkinan mampu menghancurkan seluruh Kota Kuoh. Familiar peerage Rias dan Sona bertugas mencari didalam Kota. Karena pusat kota merupakan satu-satunya tempat strategis untuk menggunakan sebagai pusat sihir skala besar dengan tujuan menghancurkan seluruh kota. Sedangkan familiar peerage Naruto yang lebih sedikit (hanya 5 orang) ditugaskan melakukan pencarian di tepi kota hanya bertujuan untuk jaga-jaga, mungkin saja sihir yang dimaksud tidak ditujukan untuk menghancurkan seluruh kota, melainkan sebagianya saja.

"""Hmmm...""" gumam ketiganya seraya berfikir untuk beberapa saat, sebelum Kurama kembali berkata.

"Mungkin, sudah saatnya kita menghancurkan Kekkainya secara paksa?" ucap Kurama dengan nada tanya.

"Aku atau Hinata chan bisa melakukanya" sahut Sakura yang saat ini sudah merasa baikan.

Dengan tebasan pedang yang dialiri Senjutsu pada dinding Kekkai atau dengan pukulan Full Light Enchance milik Sakura, mereka bisa menghancurkan Kekkai tanpa harus menimbulkan kerusakan yang terlalu parah.

Berbeda dengan menggunakan DragonShoot milik Issei atau RaiHouko(Thunde Roar) milik Sasuke. Serangan mereka berdua ditakutkan ikut menghancurkan daerah sekitar sekolah atau bangunan kota.

"Hmmm.. itu benar, mungkin sudah saatny-" ucapan Sona terhenti ketika tanganya bergetar.

Drrrrttt…. Drrrrttt…. Drrrrttt….

Lebih tepatnya, tiba-tiba mereka bertiga mendapat sebuah panggilan melalui Smarphone mereka dalam waktu hampir bersamaan.

"Hmm.. Hanabi? Ada apa?" tanya Kurama menjawab panggilan dari nomer Hanabi.

""Huaaa... !Kurama samaa!"" ternyata malah suara Hideyoshi dan Hasuta yang masuk, seperinya mereka berdua terdengar panik?

"Ada apa? Coba salah satu dari kalian menjelaskanya."

"Kurama sama, ada lingkaran besar yang muncul dilangit!" celetuk Aladdin dengan langsung, seraya memakai suara imutnya, karena Hasuta dan Hideyoshi saling dorong-mendorong untuk meenentukan siapa yang akan menjelaskan informasi yang mereka dapat.

Sepertinya semua familiar Peerage Naruto sedang berkumpul diujung telepon.

"Lingkaran besar?"

"AH! Ada sesuatu yang turu-" ucapan Yoshino tiba-tiba terputus digantikan oleh suara bising tidak jelas"

Tuuut.. tuuut.. tuuuut... bzzzzttt...

Kurama memasang wajah serius, lalu berpaling kearah Sona, dan Rias, dan berkata

"Sona, Rias, sepertinya terdapat lingkaran sihiri teleportasi diudara!"

"Ya, familiar peerage ku juga berusaha menjelaskanya, tapi tiba-tiba saja panggilan terputus. Sepertinya ada yang mengganggu jaringan elektronik" ucap Sona

"Familiarku cuma sempat menjelaskan munculnya lingkaran sihir besar yang bukan berasal dari salah satu Klan Devil secara tiba-tiba, mungkinkah..." sambung Rias

"Tidak salah lagi, mereka adalah Fallen! Aku mendapat Firasat buruk tentang ini!" Ucap Sona seraya mengkomando peerangenya untuk bersiaga.

"Kita harus bersiap!" ucap Rias kepada Issei dan Asia juga kepada Akeno dan Koneko yang baru saja berteleport kesisinya setelah mengalahkan Freed. (Kiba masih pingsan, dan Gasper.. ya.. kalian sudah mengerti kan?)

"Sakura, Hinata, Saatnya kita menghancurkan paksa kekkai ini!"ucap Kurama kepada Sakura dan Hinata yang ada didekatnya. Mereka berdua pun mengangguk.

Namun, sepertinya hal itu tidak diperlukan, karena tiba-tiba saja ada energi besar yang berhasil membuat Kekkai bagian atas retak.

Krakk! Trakk! Krak! Prangg!

Munculah Holy Spear yang ukuran 10 kali lebih besar dari ukuran bus yang bersuaha mendarat dari ketinggian sekitar 500 meter lebih kearah mereka! (ingat Holy Spear buatan Kokabiel? Perbesar saja 10 kali lipat)

Karena element holy sangat beracun untuk Devil, apalagi dengan ukuran sebesear ini, akan berbahaya melakukan serangan jarak dekat, karena itulah...

"ISSEEEEII!" teriak Rias melalui telepati dan nyata, sementara dirinya langsung mengumpulkan energi Sihir untuk menembakkan Power of Destruction .

"SASUKEEEE!" Kurama juga memanggil Sasuke, sementara dirinya juga menggunakan serangan terkuatnya yang dulu pernah dilemparkan kearah Shikamaru, gabungan element angin dan api: Blaze Fury.

Sona pun, mengumpulkan energi sihirnya menembakkan Element ES.

Sementara itu anggota peerage lain yang hanya memiliki serangan jarak dekat berdiri bersiap disamping King mereka.

Karena itulah Hinata dan Sakura, kini berdiri dihadapan mereka bertiga. Meskipun mereka tidak memiliki serangan untuk jarak jauh (Sakura belum mempelajari membuat Holy Spear, Hinata cuma bisa menggunakan tebasan super cepatnya jika musuh sudah cukup dekat) mereka akan melakukan apapun untuk memukul/menebas Holy spear itu, jika sudah mendekat, tidak peduli efek baliknya ketika terkena radiasi element Holy.

Issei yang sebelumnya sudah kembali kewujud normalnya langsung mengerti apa yang di pinta King-nya, selain itu dia juga sudah mempersiapkan beberapa kali [Boost] untuk berjaga-jaga. Karena itulah dia bisa langsung menembakkan cahaya merah kearah Holy Spear Super raksasa yang turun kearah mereka.

"Dragon Shoooot!" teriak Issei seraya menembakkan full power jurus andalanya yang lebih besar dari serangan Rias, dan Sona. Dengan tambahan serangan Issei, mereka berhasil membuat holy spear raksasa itu terhenti sejenak. Sebelum sedikit demi sedikit turun kembali karena tarikan Gravitasi...

'Shiiiiit! Ini tidak cukup! Sasuke sempaiii, dimana kau?' batin Issei berteriak seraya berusaha menambah ukuran tembakanya dengan melakukan [Boost]

.

Beberapa saat sebelumnya.

Setelah selesai membunuh Cerberus terakhir, Sasuke melihat kesekitar, mendapati Kurama, Rias, Sona, dan Issei dalam keadaan aman (baik-baik saja). Kemudian, dia melepas Armored Form miliknya sehingga menyisakannya dengan memakai piyama tidurnya.

Karena masih kesal dengan Naruto dan Shikamaru, Sasuke memutuskan untuk langsung mendatangi mereka berdua, lalu menyeret mereka keluar, tidak peduli Naruto menjadi serius atau tidak! Itu bukan urusanya! Berani-beraninya duren kuning itu mengganti dan menghapus Ringtone kesayanganya (nyanyian Nina bobo Itachi)! Tidak ada kata maaf untuknya!

Sekarang ini Sasuke sedang berlari dikoridor menuju ruang Klub Kebudayaan dan Seni. Apa boleh buat, ini dikarenakan Sasuke masih Devil pemula, dan baru saja belajar membuat lingkaran teleportasi. Naruto yang paling ahli soal lingkaran teleportasi dan Shikamaru yang jenius tentang berbagai macam Sihir terlalu sibuk dengan kegiatan malas-malasan mereka. Jadi, Sasuke terpaksa minta diajarkan Kurama nee, sehingga proses belajarnya tidak maksimal.

Dan saat ini bangunan tua Kuoh High masih berdiri kokoh, karena letaknya memang berseberangan dan berjauhan dengan area pertarungan yang bertempat kawasan bangunan baru yang ada didekat gerbang sekolah.

"Aku tidak peduli dengan pendapat Kurama Nee dan lainya. Akan kuseret mereka berdua keluar dari ruangan! Bisa-bisanya Si Kuning dan Si Nanas bodoh itu bersantai dalam keadaan seperti ini"

[Yah, selain itu. Tentu kau juga penasaran dengan kemampuan Naruto yang sesungguhnya bukan?]

"Hn, Aku tidak peduli tentang hal itu"

[Hahh~ .., seperti biasa. Sasuke memang 'Tsun-tsun'. Tidak mau mengakui perasaannya yang sesungguhnya. Haha..]

"Ugh.. aku tidak ingin mendengarnya dari Monster tua sepertimu Kirin? Dan dari mana kau belajar 'kosakata' aneh itu?"

[Ra-ha-si-a~]

[HEI! Dan sudah berapa kali kubilang!? Jangan mengatakan makhluk secantik diriku 'tua'! Aku masih muda! Humph! Jangan menyesal kalau nantinya kau tidak akan kubantu lagi! Weee! Sasuke 'Tsundere' jelek!] terdengar suara Kirin layaknya anak-anak cemberut yang menggembungkan pipinya.

"Ya.. ya... terserah apa katamu Kirin-Sama" ucap Sasuke sambil menghela nafas.

'Hahh... apanya yang muda dengan umur 18 juta tahun lebih?' batin Sasuke

[Hei! aku mendengarmu Sasu bebek!]

Sasuke pun melanjutkan laju kakinya. Sesekali berbicara dengan Kirin melewati telepati? Hubungan pikiran? Ya sejenis sihir seperti itulah. Hal seperti ini masih misteri untuk orang awam yang baru dikenalkan dunia supernatural seperti Sasuke.

Meskipun sudah sebulan lebih ini dia mendapat teman berbincang baru didalam pikiranya. Keduanya masih belum terlalu akrab. Walaupun kadang-kadang Sasuke yang mulai mengajak bicara, Kirin jarang menyahutnya. Ketika Sasuke bertanya, kenapa tidak menjawab, Kirin hanya mengatakan bahwa saat itu dia lagi sibuk dan tidak bisa diganggu. Juga Kirin berpesan, kalau ada hal penting yang ingin dibicarakan sebaiknya mencari jadwal atau menentukan waktu pembicaraan beberapa hari terlebih dahulu. Apakah Kirin sebegitu sibuknya seperti bos-bos besar yang bahkan sulit ditelpon karena terlalu sibuk dengan kegiatan harianya? Memangnya kegiatan apa yang bisa dilakukanya didalam pikiran Sasuke? Apakah Kirin diam-diam sibuk membuat rencana untuk menguasai dunia seperti vilain-vilain di Novel atau Film bertema Fantasy seperti biasanya? Haha., sepertinya tidak mungkin.

Hanya saja, terkadang Sasuke merasa bahwa Kirin benar-benar tidak berada didalam tubuhnya saat itu. Apakah mungkin jiwa yang terkurung didalam Sacred Gear bisa keluar dari wadahnya? Sepertinya itu hal yang sangat mustahil. Bahkan satu-satu Heavenly Dragon tidak bisa keluar dari segelnya [Boosted Gear]. Um... tunggu! Apakah memang hanya ada satu Heavenly Dragon?

"Kirin, apakah ada Heavenly Dragon lain selain Draig?"

[. . . . .] Kirin diam sesaat, sebelum melanjutkan

[Apa maksudmu? Memangnya ada yang lain?]

"Hmm... Entahlah.. seingatku Draig - Heavenly Red Dragon, disegel didalam Sacred Gear karena mengamuk dalam pertempuranya melawan naga lain. Tapi... hmm... rasanya aku melupakanya"

[. . . . .]

"Kirin?"

[Ah, lebih baik kau tidak terlalu memikirkan hal sepele seperti itu. Kalau memang naga lain. Ya... anggap saja naga lain. Simple kan?]

"Hm... benar juga." Sasuke pun mengangguk, dan mulai melupakan perasaan ganjil yang menjanggal dipikiranya seraya melanjutkan langkahnya.

'Hm.. Mungkin aku salah ingat? Sepertinya aku perlu meminjam buku sejarah Underworld lagi kepada Shika' batin Sasuke yang saat ini berjarak sekitar 20 meter dari pintu Klub mereka.

Namun tiba-tiba-

"SASUKEEEE!"

Dari telepati, terdengar suara Kurama nee dengan nada Serius, seakan-akan dia dalam keadaan genting, sangat memerlukanya saat ini dan detik ini juga. Karena sangat jarang dia mendengar Kurama nee berteriak (kecuali ketika memarahi dua pemalas).

Sepersekiran detik Sasuke sempat bimbang, apakah harus meneruskan untuk menerobos masuk ke klub mereka, atau menjawab permintaan dan perintah Kurama nee?

Untunglah, Sasuke memilih yang kedua. Karena Sasuke sangat yakin ini hal yang lebih penting dari balas dendam soal ringtone suara Itachi Anikinya miliknya yang juga sangat penting.

Prangg!

Sasuke langsung melompat dari jendela terdekat dilantai dua ini, mirip adegan dimana Shikamaru yang juga dulu pernah melompat dengan hanya memakai handuk.

Begitu Sasuke keluar, dirinya dikejutkan dengan sebuah pillai cahaya raksasa yang berusaha jatuh, namun ditahan oleh beberapa serangan dari teman-temanya. Tapi, sepertinya usaha mereka gagal, karena pillar cahaya raksasa yang jatuh itu terlalu padat dan besar.

'Ini gawat! Kirin, kumohon berikan aku maximun Output untuk menyelamatkan teman-temanku!' batin Sasuke panik!

[Heh! Kau harus memanggilku Kirin-chan-sama! Lagian maximum energi yang bisa kau tampung cuman 1.5%]

"Kumohon! Kirin-chan-sama!" Sasuke tidak ingin memperdebatkan hal kecil seperti itu dan langsung masuk kemode Armored Form miliknya, karena kalau tidak demikian, dia tidak akan bisa menampung muatan jutaan Tera Volt untuk sementara. Kalau Sasuke memakai tubuh manusianya untuk menampung energi sebesar itu, bisa dipastikan dia langsung hangus menjadi arang. Armored Form miliknya berguna sebagai Katalis/Medium untuk menampung energi listrik milik Kirin, sebatas energi sihir miliknya.

Sasuke pun mengambil ancang-ancang, dan berteriak

"RAI HOUKOU HO!" (Thunder Roar CANON!)

Energi listrik putih kehitaman yang hampir menyamai besar tombak holy, ditembakkan dari arah menyamping melesat dengan kecepatan cahaya, lalu menghantam pilar itu, menyeretnya keluar dari alur lintasan turunnya, memecahkan sisa kekkai yang ada dijalur lajunya, dan dengan tidak sengaja berhasil mengenai (tidak sampai membunuh) satu Fallen bersayap 8 (Orochimaru) yang kebetulan berada jalur serangan petir Sasuke.

ZROAAAAAAAAA!

.

Para familiar peerage Naruto yang saat ini berada digunung yang berada dipinggiran kota Kuoh, bisa melihat pilar putih kehitam-hitaman yang mirip railgun di anime yang pernah mereka tonton diruang Klub membentang menyamping menuju keujung langit.

Dan kalau kalian berada diluar angkasa, kalian akan menemui pilar listrik panjang melaju menghancurkan beberapa asteroid sebelum akhirnya menghilang di gelapnya angkasa.

.

Hening sesaat memenuhi Kuoh Academy.

Sebagian besar para Devil takjub dengan apa yang terjadi sebelumnya. Beberapa saat yang lalu mereka berada didalam bahaya, dan beberapa saat berikutnya tiba-tiba sebuah pilar listrik yang lebih menyerupai sinar laser menghantam Holy spear raksasa dengan sangat cepat, menembus kekkai yang ada.

Diwaktu yang sama, Anko, Guren, dan Yamato menghentikan ritual Kekkai mereka yang sudah hancur itu. Lalu dengan cepat berteleportasi kearah ketua mereka Orochimaru yang sepertinya terluka parah akibat terserempet serangan barusan.

Kokabiel sendiri sedikit kaget mendapati serangan terkuat miliknya bisa ditangkis dengan mudah. Apakah ini kebetulan? Atau memang para Devil muda ini lebih kuat dari data yang mereka peroleh sampai saat ini?

Sementara itu, Sasuke yang selesai menembakkan seranganya terbaring lemah di atas tanah. Menetralkan pernafasanya yang turun naik dengan cepat. Saat ini Sasuke kehabisan seluruh energi sihir yang ada didalam tubuhnya. Dia berusaha supaya dirinya tidak pingsan, mencoba fokus untuk tetap sadar, mengabaikan seluruh tubuhnya yang terasa sangat ringan sampai-sampai dia tidak bisa merasakanya untuk bergerak sedikitpun .

.

Langit kota Kuoh malam itu ditutupi dengan ribuan bayangan yang menutupi cahaya bulan sampai kebumi, sebanyak 75.325 Fallen Angel dan 100.000 Cerberus yang ada dibawah kendali Kokabiel siap menyerang musuh kapan saja.

Yang menyebabkan Kokabiel datang terlambat malam ini adalah karena sebelumnya dia harus berurusan dengan Hades (yang merupakan salah satu God Greek). Kokabiel meminta lebih banyak lagi Cerberus pada Hades untuk rencana utamanya malam ini.

Lalu, karena Hades adalah dewa kematian, yang tentu akan sangat senang dengan bertambah banyaknya stok jiwa yang akan didapatnya apabila perang benar-benar terjadi. Dengan senang hati memberikan sebagian Cerberus liar yang hidup di Death World. Tentu dengan cara sembunyi-sembunyi supaya God Greek ini tidak akan dituduh sebagai patrner Crime Kokabiel.

Dulunya Kokabiel adalah Angel yang agung, veteran Great War yang juga merupakan salah satu orang yang paling dipercayai God Crist. Adapun penyebab dirinya jatuh dari sisi Angel menjadi Fallen Angel adalah karena para Fallen, Angel, dan Devil melakukan genjatan senjata. Dan dia tidak akan pernah menerima hal itu. Mana mungkin dia bisa memaafkan para Devil yang telah berani membunuh God Cris orang yang paling disayanginya.

Kedamaian? Jangan bercanda! Kata-kata kedamaian itu hanya palsu. Hal itu tidak akan pernah ada jika makhluk hina seperti para Devil masih ada didunia ini. Merekalah yang mengotori dunia dengan iming-iming nafsu.

Sudah lama Kokabiel berencana untuk memulai perang kembali, dia sudah bersabar menunggu beratus-ratus tahun untuk saat ini. Dimana dia akhirnya bisa mengesktrak [Boosted Gear] untuk dirinya sendiri.

Benar, meskipun Kokabiel dipenuhi dengan dendam dia tidak bodoh, dan sadar bahwa dengan dirinya yang sekarang belum cukup untuk membinasan seluruh Devil. Banyak petinggi-petinggi Devil yang jauh lebih kuat darinya. Karena itulah dia memerlukan kekuatan besar untuk memulai rencananya. Sebelumnya, dia sudah berkali-kali berusaha mengajak pemilik [Boosted Gear] untuk memihaknya (karena saat itu belum ditemukan alat pengesktrak Sacred Gear). Selama seribu tahun ini, berkali-kali dia gagal merekrut mereka, dan beberapa kali pula dia berhasil merekrut mereka. Tapi, meskipun dia berhasil merekrutnya, melatihnya, itu masih belum cukup! Manusia itu lemah, dan selamanya akan tetap lemah. Karena itulah dia mencari solusi lain.

Lalu ketika Azazel yang sangat tertarik dengan penelitian Sacred Gear berusaha membuat proyek [Prototype Pemisah Sacred Gear], Kokabiel pun mendapat pencerahan.

'Hahaha! Kenapa tidak aku ambil saja Sacred Gear berharga itu dari manusia. Tentu ditanganku mereka akan menjadi lebih berguna!'

15 tahun yang lalu akhirnya Azazel berhasil menyelesaikan Prototype Pemisah Sacred Gear. Tapi, setelah beberapa kali melakukan percobaan, Azazel memutuskan untuk menghentikan proyek brilian (menurut Kokabiel) itu untuk ketahap berikutnya. Dengan alasan bahwa, dia berusaha meneliti Sacred Gear, bukan membunuh manusia untuk kesenanganya.

Benar, karena [Prototype Pemisah Sacred Gear], sangat berbahaya bagi manusia yang menjadi Host Sacred Gear. Setelah Sacred Gear diekstrak darinya, manusia itu akan mati. Karena itulah sejak saat itu, alat Pemisah Sacred Gear ini di segel oleh Azazel. Namum, secara diam-diam Kokabiel masih menggunakan alat itu tanpa sepengetahuan Azazel.

Dengan ini langkah pertama rencana besarnya dimulai. Sisanya ialah mencari informasi keberadaan [Boosted Gear].

Setelah sabar menunggu lama, akhirnya beberapa bulan yang lalu, dia mendengar Informasi bocoran dari bawahan Azazel, bahwa mereka mendeteksi adanya kemungkinan keberadaan [Boosted Gear] di kota Kuoh pada seorang manusia bernama Hyuudo Issei.

Karena masih belum pasti, dan hanya perlu pengawasan, dengan berat hati Kokabiel memerintahkan salah satu bawahan tidak penting yang bahkan namanya tidak diingatnya, bersama beberapa Fallen lain untuk mengawasinya. Sebenarnya Kokabiel ingin mengirim Orochimaru atau orang kepercayaan lainya. Tapi karena mereka semua sibuk oleh tugas yang diperintahkan Azazel, apa boleh buat.

Celakanya, pengawas bodoh itu malah membunuh Host Sacred Gear itu. Dan parahnya lagi, membiarkan host [Boosted Gear] dibangkitkan kembali menjadi Devil. Apa sih yang ada dipikiran sipengawas itu?

Kalau memang sudah dibunuh, kenapa mereka tidak berfikir untuk membawa mayatnya untuk diekstrak Sacred Gearnya? Kenapa harus dibiarkan begitu saja setelah membunuhnya bodoh!? Kalau mereka pintar, [Twice Critical] atau bukan, kalau diekstrak, akan menambah sedikit kekuatan untuk mereka.

(Menurut beberap sumber, Sacred Gear bisa diekstrak dari orang yang tidak lama mati)

Apa mereka sebegitu malasnya untuk tidak mengekstrak sacred gear rendahan seperti itu? Dan kalau mereka benar-benar malas, kenapa tidak dimusnahkan saya mayatnya, supaya pihak lain tidak bisa memperolehnya. Apa mereka tidak pernah memikirkan hal sesimple dan selogis ini? Apa mereka tidak berfikir bahwa ada kemungkinan, Devil akan membangkitkan orang yang sudah mereka bunuh untuk dijadikan servant? Ini merupakan pengetahuan umum, dan lagi mereka berada didaerah kekuasaan Devil! Pastinya kemungkinan itu terjadi akan bertambah besar.

Ketika mendapat laporan ini, Kokabiel sangat marah dan ingin membakar pengawas bodoh yang ternyata memiliki nama Raynare hidup-hidup atas kebodohanya. Sayangnya Raynare bersama teman-temanya juga sudah mati ketika gagal dalam mendapatkan [Twiligh Healing]. Kokabiel tidak habis pikir, kenapa Fallen Angel sebodoh mereka masih bertahan hidup. Seandainya saja Orochimaru dan kelompoknya tidak sibuk, pasti Kokabiel akan mengirim mereka. Karena Orang selicik Orochimaru pasti memiliki pemikiran lebih panjang, tidak sependek Fallen yang terpaksa diutusnya.

Tapi, itu sudah bukan masalah lagi, sekarang dia berhasil membujuk Hades untuk membantunya. Dia sudah berhasil mengumpulkan pasukan dan kekuatan besar untuk memulai perang. Perang yang sesungguhnya!

Rencana pun diatur kembali oleh Kokabiel, pencurian Excalibur yang hanya pengalih perhatian dari original rencananya pun dimulai. Dan malam inilah, dia akan memetik buah hasil rencana matangnya.

Sebelumnya, dia mengirim Orochimaru dan lainya untuk membuat Kekkai, supaya para Devil memfokuskan pertarungan mereka dengan umpan dan tidak bisa mengubungi pihak luar seperti Sirzech, Ajuka, Serafall, dan Maou satunya. Karena, rencananya akan kacau jika hal itu terjadi.

Sementara Orochimaru dan beberapa orang lainya bertugas sebagai pengalih perhatian, dengan diam-diam Kokabiel memerintahkan pasukan lain untuk membuat Formasi Kekkai yang jauh lebih besar dan lebih kuat disekeliling kota Kuoh. Sebuah kekkai yang dulunya pernah menahan amukan Juggernaut Drive dari host Draig-The Red Heavenly Dragon yang mengamuk melawan host naga lain sehingga diketahui saat itu menghancurkan seluruh kota. (itulah apa yang diketahui oleh umum)

Apa kalian tidak pernah bertanya-tanya, kenapa kemampuan Juggenaut Drive yang sanggup meluluh lantakkan satu pulau besar, hanya berhasil menghancurkan satu kota dalam amukanya? Yep, jawaban yang logic tentang kenapa hanya satu kota yang menjadi korban, bukanya satu daratan, atau satu pulau. Karena saat pemilik [Boosted Gear] sebelumnya mengamuk, Azazel yang sebelumnya diminta oleh 2 maou menugaskan para Fallen membuat barier yang sangat super kuat untuk menahan Juggernaut Drive supaya tidak lepas kealam terbuka.

Kali ini pun, Kokabiel sudah membuat kekkai yang sama denga kekkai waktu itu. Dengan menugaskan 888 Fallen bersayap 2 pada 888 titik diluar kota Kuoh, sesuai dengan formasi rasi bintaing, feng-sui, leyline kota, susunan planet, dan posisi bumi, maka terbentuklah susunan formasi besar yang berfungsi sebagai lingkaran super raksasa yang bisa mengaktifkan kekkai super tak tertembus yang juga menggunakan mana disekitar untuk lebih memperkuatnya.

Dengan begini, tidak akan ada yang bisa keluar dan masuk selama kekkai ini ada.

Awalnya , Kokabiel berniat mengaktifkan kekkai ini setelah serangan pertamanya berhasil membunuh semua/sebagian Devil dan memulai ritual pengekstrakkan [Boosted Gear], supaya tidak ada yang menganggunya saat proses pengambilan Sacred Gear itu.

Tapi, dia terpaska mengaktifkanya lebih awal karena tiba-tiba saja sebuah pilar listrik putih padat berhasil menghancurkan serangan full powernya. Dari mana serangan itu berasal? Apakah ada pengguna Sacred Gear Spesial atau Longinus lainya di antara Devil-Devil muda ini?

Sepertinya info yang dihasilkan anak buahnya tidak lengkap. (Sasuke kan baru pertama muncul dirating game, dan dia lebih baru dari Issei dalam hal menjadi Iblis).

Kokabiel pun menyuruh salah satu anak buahnya untuk langsung mengaktifkan kekkai. Kalau siapapun yang berhasil membuat serangan petir sebesar itu melakukannya lagi. Bisa-bisa akan ada petinggi dari salah satu ras (Angel, Devil, Fallen) yang curiga, dan datang kekota Kuoh membawa pasukan mereka.

Dia harus memulai perang (pembantaian) ini dengan segera!

.

Sesaat setelah menghilangnya pilar listrik Sasuke yang dinamainya sebagai [Rai Houkou Ho / Thunder Roar Canon]. Waktu yang sebelumnya terasa bergerak lambat, kini bergerak normal.

"Kurama..., apakah itu... Sasuke?" tanya Sona yang masih cukup kaget melihat Holy Spear Raksasa dihancurkan oleh pilar listik.

"Ya, sepertinya sibodoh itu melakukannya lagi. Sakura, segera jemput Sasuke! Saat ini dia pasti tidak bisa apa-apa karena kehabisan stamina dan sihir" ucap Kurama memberikan perintah kepada Rook milik Naruto. Dan Sakura pun menghilang dengan teleportasinya.

"Kurama nee.. apa itu?" tanya Hinata menunjuk sebuah tirai transparan yang mulai menyelimuti seluruh Kuoh.

Memalingkan pandanganya keatas, Kurama, Sona, dan Rias terkejut.

"Glek! Ke-ke-kekkai! Dan itu lebih kuat dari yang sebelumnya"

"Tsk, kali ini kita benar-benar terjebak! Sepertinya inilah rencana para Fallen Angel yang sesungguhnya" ucap Rias nada tidak senang

"Ugh.. meskipun rencana menghubungi Oneechan ku sangat buruk. Saat ini kita berada dalam situasi yang jauh... jauh lebih buruk" ucap Sona, kemudian mengehela nafas, sedikit menyesal kenapa tidak memilih untuk meminta bantuan kepada Onee-chanya.

Namun, sebelum mereka melanjutkan perbincangan mereka. Kokabiel memilih untuk memulai berbicara.

"Wahai pengikut setiaku! Sudah lama kita menunggu hari ini tiba! Hari dimana perang besar akan dimulai! Dimana dunia akan tunduk dihadapan kita!"

"Sekarang, Lihatlah kebawah sana, mereka adalah batu loncatan untuk mencapai tujuan kita. Untuk memusnahkan semua Devil!"

"""""""""""""""""""""""""WOAAAAAAA!"""""""""""""""""""""""""

Terdengar sorak sorai pasukan yang siap berperang menggema diudara, membuat semua makhluk yang mendengarnya ketakutan dan merasa gentar.

Didalam hatinya, Kokabiel menyeringai lebar 'Kukuku.. ini bukanlah peperangan dimana tiap kubu bisa dikatakan sederajat atau seimbang. Ini adalah pembantaian! Dimana kubu lain jauh lebih lemah dan tak berdaya. Asalkan aku mendapatkan [Boosted Gear] atau Sacred Gear lain yang berhasil menghancurkan seranganku sebelumnya, semua manusia yang tinggal dikota ini adalah harga yang murah untuk sebuah pengorbanan ini. Hua ha ha!]

"BERSIAAAP!" teriak pemimpin mereka, Kokabiel, memberi komando, lalu masing-masing dari Fallen menyiapkan saru sampai beberapa puluh Holy Spear dengan beragam bentuk, panjang, dan lebar.

"TEMBAAAAK!" ucap Kokabiel kemudian seraya menembakkan 8 Holy spear berukuran seperti bus kearah kota, dengan Kuoh Academy dan sekitarnya sebagai pusat sasaran. Dengan aba-abanya, Fallen lainya pun ikut melemparkan Holy Spear mereka.

Daripada repot untuk bertarung, mereka (Fallen) yang secara logic menang secara jumlah dan memiliki handycap/keuntungan lebih banyak dalam semua hal, mengabisi musuh secara langsung adalah jalan termudah. Kokabiel menunjukan rasa belas kasihnya dengan kematian cepat dan tanpa sakit?

Dari kejauhan, puluhan ribu garis-garis kecil yang merupakan Holy Spear berjatuhan layaknya seperti air hujan yang turun kebumi. Sangat indah, cantik, dan menyilaukan.

Waktu terasa berjalan sangat lambat untuk para devil, kali ini mereka kembali berada dalam keadaan yang jauuuuh lebih gawat.

Hinata yang masuk kedalam mode Senjutsunya, dan bersiap menebaskan kedua pedangnya keudara untuk menghadang hujan puluhan ribu Holy Spear berhasil dicegah Rias. Saat ini menyerang bukanlah hal yang tepat. Meskipun Rias tahu dengan kecepatan tebasan angin Hinata dia mungkin bisa menghancurkan beribu-ribu Holy Spear, tapi itu masih belum cukup. Hinata akan terluka parah diakhir 'hujan tombak' nanti!

Selain itu, menurut rencana taktik yang disusun sebelumnya. Yang bertugas menyelamatkan mereka ketika dihadapkan kondisi seperti ini bukanlah, Rias, Issei, Sakura, Hinata, ataupun salah satu anggota peerage lainya.

Yang giliran tampil kali ini adalah Kurama dan Sona. Mereka berdua yang sama-sama pengendali element ES akan menggunakan semua energi sihir yang tersisa untuk memunculkan dinding pertahanan lebar, besar, tebal dan tinggi yang terbuat dari es padat.

Karena itulah, ketika para Fallen melemparkan puluhan ribu Holy Spear mereka kearah kelompok Devil. Sona dan Kurama langsung 'mensummon/membuat' dinding tebal menyerupai gunung Es yang langsung menutupi 1/3 Kuoh Academy, dan juga membekukan berpuluh rumah bersama seluruh penghuni disekitarnya.

Ini adalah perang, hidup dan mati mereka dipertaruhkan, seandainya Kurama dan Sona tidak mensummon gunung Es ini, tetap saja akan jatuh korban untuk para manusia di kota kuoh. Terlebih mereka yang bermukim didekat sekolah.

Sementara Sona dan Kurama mempertahan sihir tingkat tinggi mereka, devil yang lain berusaha menenangkan diri dengan memeluk satu sama lain, menunggu benturan tiba.

Namun benturan antara Holy Spear dengan Gunung Es buatan itu tidak terjadi.

Yang ada, malah terdengar sebuah teriakan lantang disela-sela sumpah serapah kesakitan dari sebagian Fallen Angel.

"GARA-GARA KAU AKU GAGAL MENGALAHKAN SHIKA DIPUTARAN LAP TERAKHIR!"

Yep, siapa lagi kalau bukan teriakan jagoan utama fic ini, seorang berambut duren bernama Naruto Windstrom yang saat ini dengan wajah sangat marah menggunakan kepalan tangan kanannya untuk meninju pipi kanan Kokabiel yang memasang wajah syok. Dengan background 'sebagian besar' Fallen dan Cerberus terluka karena Holy Spear hasil buatan mereka menancap disebagian tubuh mereka.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

-Beberapa saat sebelumnya-

Saat ini, Gasper, Naruto dan Shikamaru, sedang serius-seriusnya memainkan game balap online mereka "Need For Speed Bikini: Online" yang ke 68 kali. Dan Shikamaru masih belum terkalahkan satu kalipun.

Meskipun diluar mereka terlihat normal seperti biasanya, tapi didalamnya, mereka larut dalam pikiran masing-masing.

Naruto: (dengan wajah super serius) Sial! Sial! Sial! Sial! Sial! Sepertinya diluar semakin gawat! Sasuke temee! Awas kau kalau tidak melindungi Kurama-chan, Hinata-chan, dan Sakura-chan! Kalau sampai mereka terluka, akan kumasukkan virus kedalam smarphone milikmu! Dan kuhapus semua koleksi foto kakakmu itu! Uwaaaahh... Kenapa Shika masih belum menyerah! Apa kau sebegitu tidak inginya membiarkan aku keluar untuk menolong mereka! Kuakui, kau adalah satu-satunya rival yang terkuat! Ugh.., Kalau begini terus, aku terpaksa akan menggunakan satu-satunya [Forbidden Cursed Special Last Final Weapon] milikku!'

Shika: (dengan wajah malas) Aw..., Shit! Keadaan diluar semaking gawaaaaat, sejak tadi terdengar ledakan dimana-mana. Apa yang terjadi dengan Aladdin? Kuharap tidak ada yang melukainya. Tidak-tidak..., disana kan ada Hasuta dan Hideyoshi, mereka berdua pasti akan menjaga My Lovely Cute Aladdin dan menjauhkanya dari bahaya. Ugh.. Kapan Naruto mengalahkanku? Kalau begini terus aku bisa menang terus-menerus seperti biasanya! Agh... Aladdin, aku khawatir terhadapnya! (Sementara tanganya dengan refleks menggerakkan Joystic, kepala Shikamaru tidak terfokus sedikitpun terhadap game dihadapanya, melainkan dipenuhi oleh pikiran tentang Aladdin. Semenjak Shika mengetahui familiarnya adalah cewek, Shika berubah menjadi terlalu over protective terhadap Aladdin layaknya seorang ibu-ibu. Lalu, karena tidak fokus inilah, Shikamaru malah menjadi jauh lebih hebat dalam memainkan game. Karena secara tidak sadar tanganya bergerak dengan refleks alami sehingga menjadikanya lebih susah dikalahkan)

Gasper: (dengan wajah horror ketakutan) Huaaaa... suara-suara nyaring apa itu? Huaa...Aku tidak mau mati! Hiks... Rias-samaaaa! Aku ingin pulang kekamarku! Tapi aku takuuut! Gyaaaa... Tikungaaan.. Tikungaaan! Uwa! Tanjakkaan! Rem.. mana remm? Gyaaa..! (sedangkan Gasper dia menjadi sangat ketakutan, sehingga dia tidak terlalu sadar lagi dengan apa yang telah diperbuatnya. Sacred Gearnya nyala-mati-nyala-mati berkali-kali layaknya lampu hias, dan dia bahkan tidak menyadarinya.)

'Kalau dibiarkan terus, bisa jadi lebih berbahaya. Sepertinya memang tidak ada pilihan lain. Meskipun bisa dipastikan aku akan mati ketika nanti pulang ke underworld. Itu lebih baik, daripada peerageku terluka! Ini sudah lap terakhir! Saatnya mengeluarkan kartu as milikku!' batin naruto, seraya semakin serius menatap kemonitor bersiap-siap menyalip Shika begitu ada kesempatan. Kemudian menggunakan sihirnya [Switch] untuk memunculkan 3 buah foto sepupunya Temari Windstrom yang tidak berbusana melayang dihadapan Shikamaru.

Crott!

Mata Shikamaru melotot dan hidungnya mengalirkan darah segar, meskipun tanganya masih bergerak secara reflek, sebagian syaraf motoriknya melambat sesaat gara-gara mimisan setelah melihat tubuh telanjang gadis yang diam-diam disukainya itu.

"YEAAAA! KESEMPATAN!" teriak Naruto dengan sangaaaaat berbahagia. Karena, setelah dua tahun ini, akhirnya dia bisa mengalahkan Shikamaru walaupun satu kali. (saat ini Mobil yang dimainkan player Naruto akhirnya berhasil menyalip Shika). Naruto juga sangat berbahagia karena akhirnya dia bisa pergi keluar untuk menolong teman-temanya (Membunuh semua musuh). Sangat bahagia dia akhirnya bisa melawan kejahatan layaknya super Hero (dengan bermandikan darah musuh).

Akhirnya, setelah ini, dia bisa menyombongkan diri dihadapan Sasuke untuk beberapa bulan kedepan karena sudah berhasil mengalah Shikamaru satu kali. Meskipun kemenangan ini akan dibayar dengan dirinya yang akan dipukuli habis-habisan oleh Temari nee-chan ketika pulang kerumah nanti.

Tapi...

Semua harapan naruto berubah 180 derajat. Ketika muncul sebuah tulisan dilayar TV milik naruto yang berubah menjadi gelap.

[Connection Lost] (karena suatu hal, saat ini semua jaringan elektronik mati)

Pada detik itu, seluruh tubuh naruto membatu.

Shikamaru masih mimisan

Gasper akhirnya bisa pingsan dengan tenang setelah high tension selama ini.

Kirin menyeringai lebar.

.

2 detik setelahnya, Sasuke menembakkan [Rai Houko Ho] diluar gedung bangunan tua.

.

30 detik setelahnya

Naruto masih membatu

Shikamaru, pergi kedapur mengambil cola, setelah mencek pesan-pesan yang dikirim Aladdin. Entah kenapa, dia tidak bisa membalas pesanya. Siapa penyebab hilangnya koneksi jaringan ini? (tentu itu adalah Kekkai super besar yang dibuat para fallen)

Gasper pingsan...

.

110 detik setelahnya

Naruto masih membatu, dengan joystic yang hampir terlepas dari tanganya.

Shikamaru membuka jendela, melihat Kokabiel dan para fallen besiap melemparkan Holy Spear mereka.

Gasper masih pingsan...

.

111 detik setelahnya

Naruto tersadar dan langsung menghempaskan Joystick ditanganya ke lantai sampai hancur, dan berteriak "SIAAAALAAAAAAN! PADAHAL AKU HAMPIR MENANG!"

Shikamau sudah berteleport ketempat Kurama dan yang lain sambil membawa 3 foto Temari Windstrom dikantong celananya.

Gasper Ngiler...

.

112 detik setelahnya,

Naruto yang memiliki logic, 'Siapapun yang mengganggu waktu main game berhargaku akan kuhajar' langsung melakukan [Switch] keudara dan menduga-duga, siapa yang menjadi boss vilain kali ini. Dan dia mendapati Kokabiel yang dengan jelas memiliki Aura seperti Final boss pada game RPG yang sering dimainkanya.

Tanpa pikir panjang Naruto langsung melakukan [Switch] pada seluruh Holy Spear lalu memunculkan semuanya dibelakang para Fallen. Ditambah bonus pukulan terkuat yang bisa dilakukanya kewajah Kokabiel dan berteriak:

"GARA-GARA KAU AKU GAGAL MENGALAHKAN SHIKA DIPUTARAN LAP TERAKHIR!"

Setelah itu...

ALL HELL BROKE LOOSE!

STROM IS COMING!

Play: The HERO! Set Fire to The Furious Fist by JAM Project.

.

.

.

.

To be countinued -

.

.

.

Ok, saatnya sedikit sesi Question and Answer!

.

Q: Apa sampai Arc penyerangan anti Monster buatan Anhilition Maker ke Underworld?
A: Hmm... mungkin sih, cuma versinya sedikit berbeda. Setelah ini Arc Devil Young Gathering (Shikamaru Arc), Field Trip School: Goes to Kyoto (Kurama Arc), (Hinata Arc), E.N.D (Naruto Arc)

.

Q: Bagaimana kalau seandainya ada salah satu Peerage atau Keluarga atau Orang Terdekat Naruto mati dalam penyerangan Kokabiel? Apakah Naruto akan menyerang ke Grigori?
A: Jawabanya, seandainya demikian maka tentu saja Naruto akan membabat habis semua musuhnya (kalau Naruto masih sadar) . Atau, malahan Naruto akan menghancurkan semua Realm yang ada, baik itu Hell, Heaven, Gap Dimension, Valhalla, Earth, Underworld, dll (kalau Naruto tidak sadar). Tapi, dua-duanya ngak terjadi kok. Dunia masih aman.

.

Q: Bagaimana perbandingan kekuatan (fisik, etc) antara Naruto dan Peeragenya?
A: Hmm, kalau dari segi ketahanan Fisik Sakura yang terkuat, kalau yang terlemah sasuke.

Dari segi kelincahan dan kecepatan, Hinata yang tercepat, yang paling lambat sasuke.

Dari segi Raw Power, sepertinya Sakura di posisi utama, tapi kalau serangan Critical Hit (serangan mematikan) Hinata lah yang paling hebat. Senjutsu yang diaplikasikan dengan senjata sangat berbahaya. (Meskipun tanpa Senjutsu, Hinata bisa membunuh orang dengan mudah)

Dari jumlah Mana, Shikamaru yang paling banyak, yang paling sedikit Sasuke.

Dari segi bakat dalam element sihir, Kurama yang hebat.

Dari segi kepintaran, pengalaman, dan taktik, Shikamaru yang paling hebat.

Kalau Naruto secara ringkasnya yang paling rata-rata (normal) status fisik dasarnya. Dan starus fisik Sasuke adalah yang terlemah diseluruh peerage (karena dia masih Normal Human devil Reincarnate). Seandainya Naruto bukan PureBlood Devil, mungkin dia rata-rata seperti manusia normal layaknya sasuke.

Dalam Mode Armored Form: Sasuke bisa lebih cepat dan kuat dari Shikamaru dalam status fisik.

Namun, Semua yang disebukan diatas cuma standar perbandingan dasar kemampuan tubuh dari tiap peerage. Itu semua tidak berarti dalam pertarungan, sekuat dan selincah apapun, bisa dikalahkan dengan taktik dan rencana yang sesuai.

Kalau dalam latihan bertanding, Kurama, Shikamaru dan Naruto hampir seimbang. Dibawah mereka bertiga adalah Hinata, lalu Sakura, kemudian Sasuke.

Hinata, Sakura dan Sasuke selalu kalah melawan Naruto, Kurama, dan Shikamaru.

Sakura selalu kalah melawan Hinata (meskipun mereka baru latihan 2 kali, soalnya Sakura takut dan menghindari latihan dengan Hinata, terakhir kali Sakura hampir kehilangan dua lengan dan satu kakinya).

Sasuke selalu kalah melawan siapapun di Peeragenya untuk saat ini. Karena sasuke masih latihan menjadi devil yang benar.

.

Q: Kenapa dalam dua chapter ini mereka lupa dengan Vali yang merupakan salah satu Longinus User [Divine Divide]?
A: Si Vali masih ada kok, cuman saat ini tidak ada yang mengingatknya karena suatu alasan. He he..

.

.

.

Author Note:

Setelah menulis chap ini, entah kenapa Kishi merasa ada yang kurang. Sepertinya chapter ini berubah menjadi terlalu serius? Dan hampir full Action, entah kalian suka atau tidak saya sendiri juga kurang tau. Kishi sudah berusaha sebisa mungkin mengimajinasikan pertarungan se realistic mungkin. Ya, mohon maaf kalau jelek, inilah batasan Kishi karena mengerjakan semuanya sendirian.

Hah.. Kishi hanya ingin kehidupan Naruto kembali Normal! Dimana ada kegajean disana sini. Bukan adegan penuh kematian seperti pada di chapter ini. Mana adegan P***P atau P***P lalu P******P. Gyaaaa...! Kembalikan kegiatan Black Dawn mereka!

Ok, semoga Naruto bisa muncul di chap depan, karena kalau Temari mengetahui apa yang dilakukan Naruto pada foto-fotonya. Bisa-bisa Naru disunat 3 kali. Hiii~

Oh, ngomong-ngomong chap depan, Kishi masih bimbang apakah full action atau ringkasanya saja. Hmm.. ok, tak masalah.. yang jelas akan saya usahakan fic ini nggak discountinued.

.

Terima kasih kepada teman-teman yang masih sedia membaca, memberikan review, nge-PM, nge-Favorite, dan nge-Follow fic ini!

Kalau ada pertanyaan atau apapun yang ada dipikiran kalian. Silakan tulis lewat PM atau Review. See ya later..

.

.

Recomendasi fic dari Kishi:

One Punch-Gamer by SaintInfernoNeos (Eng, Cross: Onepunch-man x SAO)
Servant of Aincrad by The4Ryan9 (Eng, Cross: DXD x SAO)
Flying to the Sky by Lenovo Axioo (Ind, Naruto. Genre Sci-Fi)
The Vasto of White by Parcasious (Eng, Cross: Bleach x Fate/Stay)
Of the River and the Sea by Aleycat4eva (Eng, Naruto. Genre Adventure)