KUROKO NO BASKET milik FUJIMAKI TADATOSHI

STORY milik AUTHOR Levy Aomine Michaelis

SETTING: GYM

MAIN CHARACTER:

GENERATION of MIRACLE

NIJIMURA

SUPPORTING CHARACTER:

KAGAMI/TAKAO/KASAMATSU/HIMURO/OGIWARA/KARMA (AC)/NAGISA (AC)/ IRINA JELAVIC (AC)

READ AND REVIEW

~Happy Reading~

Sosok yang dikenal jantan, sang dewa perkelahian antar siswa sekolah dan pembelot nomor satu di tim Kiseki No Sedai itu sedang ngos-ngosan dengan wajah memerah. Perasaan nya antara kesal, malu dan juga puas setelah mengutarakan isi hatinya untuk mempermalukan Nijimura.

"AKU!"

"Kau! Bebek monyong brengsek! Berani sekali kau mencuri ciuman ku disaat aku sedang lengah! Akan kuhajar kau!" Haizaki langsung menghampiri pria bersurai hitam itu, menjambak kerah nya lalu meluncur satu pukulan terbaiknya di pipi sang kapan.

"Ouhhh pasti sakit.." Ledek Kise.

"Kyaahhh tolong! Ada korban disini!" Pekikan suara seorang wanita.

"Hah?" Semuanya terkejut.

"T-tadi siapa yang berteriak nodayo? Bukan kah yang ada disini laki-laki semua ya?"

Kuroko mengangkat bahu. Kise melambai-lambai kan tangannya bertanda 'bukan dia' meski semua orang berharap 'itu dia'. Takao, Kasamatsu, dan Himuro Cuma diem kalem , dan Akashi...

"Akashi-kun , kenapa kau berdiri membelakangiku?" Kata Kuroko.

Akashi tak menjawab. Kuroko jadi curiga.

"Akashi-kun? Tolong jawab pertanyaanku."

Akashi masih tak menjawab, semua langsung mencurigai Akashi. Tragedi yang terjadi pada Nijimura pun terbaikan.

"Aka-chin? Apa tadi itu suaramu?"

Murasakibara.. kau terlalu to the point!

Kira-kira begitu isi pikiran semua makhluk yang mendengarnya disana..

"Ekhm.. " Akashi mulai bersuara, Kisedai merasa nyawa mereka terancam.

"Jika ada yang berpikiran sama seperti Atsushi, maka aku akan menggunting jemari kalian seperti orang ini.." Akashi berbalik dengan tentakel kuning gerak-gerak.. "Iyuuhh menjijikan.." Desis Kuroko.

"Tidak juga Tetsuya, jika aku menyentuhmu dengan ini mungkin skill mendesahmu akan lebih meningkat."

Bruussshhhh...

Semua langsung mimisan. "A-akashi kun hentai!"

"Jadi.. apa itu?" Tanya Takao polos(?)

Sesosok buntalan kuning muncul dari balik tubuh Akashi. "Hiyeehhh Hidoi .. Kembalikan jemariku!" Korosensei muncul.

"Wahh ada pisang raksasa.. " Murasakibara berkomentar,

"Bukan, tapi itu alien dari anime sebelah" Midorima menyahut, kacamata dinaikan sesenti.

"Nee nee... aku rasa itu kotoran dari hasil BAB ku pagi tadi deh –ssu" Kise mikir-mikir, semua sweatdrop.

"Ugh.. apa yang kau lakukan disini?" Nijimura ikutan nimbrung di tengah-tengah, pipi nya merah lebam habis dipukul sekuat tenaga sang calon istri. "Irina dan kedua siswa mu yang kupinjam juga sudah pulang" Tambahnya.

"Tidak, tidak. Aku tak ingin menganggu disini, hanya saja..." Korosensei melirik ke Haizaki. Yang dilirik membalas pandangan tajam. "Tadi aku sempat mereka aksi ciuman mereka, nurufufufufu.." Kata Koro-sensei yang langsung menunjukkan kamera nya.

"Huaaa!" Kuroko berteriak histeris, Kise dan Akashi ikut histeris liat Kuroko teriak histeris .

"K-koro sense.." Kuroko berjalan perlahan mendekati Korosensei, "A-apa.?" Alien itu malah mundur perlahan. "Koro.. sensei... " Kuroko menjulur kan tangannya, wajahnya datar dan bibirnya menganga. "J-jangan mendekat.. Kyaahhh jangan makan aku " Koro sensei kembali berteriak ala wanita dengan kedua tentankel menutup matanya.

Krik.. Krik..

Krik.. Krik..

"Hng?"

Suasana jadi hening.

Apa kah yang sebenarnya terjadi permisa?

Silakan baca kembali setelah cerita singkat dibawah ini..

"Kagamiiiiiiiii!" Aomine sibuk mencari-cari Kagami yang hilang ditikungan koridor sekolah.

"Kagami aku.. aku.. minta maaf. Sungguh, aku tidak sengaja.." Aomine berkata dengan nada bersalah, meski ia akui ia sangat menikmati ciuman tadi.

"Aku tidak percaya! Dari awal aku melihat wajahmu aku tahu kalau kau itu mesum! Menjauh dari ku Aho!" Pekik Kagami yang entah darimana suaranya.

"Kagami?" Aomine mendongakkan kepalanya.

Ia melihat Kagami berada diatas pohon beringin sekolah sambil memeluk dahannya, ekspresinya terlihat sekali kalau ia takut ketinggian.

"Kagami! Oi cepat turun!"

"Tidak akan! Jika aku turun kau pasti akan mengigitku kan!" Balas Kagami.

Aomine langsung tersinggung."Che! Kau pikir aku ini anjing apa!"

"Mirip!"

Aomine menghela nafas, kemudian kepalanya menunduk "Dengar Kagami.."

"Aku adalah Aomine, dan yang bisa mengalah aku adalah aku!"

BUG!

Dengan kekuatan bulan—eh maksudnya dengan kekuatan zone nya, Aomine dengan tega menendang pohon itu hingga pohonnya bergetar hebat. Tendangan Aomine berhasil menjatuhkan buah merah diatas sana. "Gyaaaa!"

PLUK!

Aomine dengan cekatan menangkap tubuh Kagami dengan kedua tangannya.

DAPAT!

Mahluk dekil itu tersenyum puas,Kagami blushing. "A-aomine.. kau menyelamatkanku."

Background disekitar berubah menjadi blink-blink bunga pink dengan suasana romantis, "Iya permaisuri ku. " Jawab Aomine bak pangeran berkuda putih yang datang menyelamatkan calon pengantinnya.

"Sekarang, mau kah kau pulang bersama ku?" Pinta Aomine sambil tersenyum menawan, lalat disekitarpun langsung luluh berguguran kehabisan nyawa melihatnya. Kagami memalingkan wajahnya, "Jika itu yang pangeran inginkan, maka aku akan mengikutimu.. pangeranku.. " Jawab Kagami seakan terhipnotis.

Dengan langkah mantap Aomine membawa Kagami berjalan menuju masa depan dimana cahaya terang dan bunyi lonceng gereja menyambut kedatangan mereka.

Sekian.

Begitulah akhir dari kisah dua sejoli yang tadinya kejar-kejaran gegara Aomine dengan seenaknya mencuri ciuman pertama Kagami. Dan entah dengan jurus apa ia mampu menjinakkan macan besar itu.

Mungkin kah karena aura seme-nya yang begitu kuat? Atau karena bau ketek Aomine yang bikin Kagami lelah dalam kesadarannya? Mungkin hanya anda dan tuhan lah yang tahu . :v

Baiklah kita kembali lagi kedalam cerita didalam ruang Gym.

"Koro sensei.. aku mau melihatnya. " Kuroko langsung merampas kamera dari tentakel Koro sensei.

"Eh?"

"Tetsuya, k-kau fudanshi?" Tanya Akashi tak percaya.

"Aku bukan fudanshi Akashi-kun, aku hanya penasaran bagaimana ekspresi Haizaki-kun saat dicium." Jawabnya polos, pandangannya lurus pada video dikamera.

"Woi! Kau ingin mempermalukanku hah!" Pekik si rambut abu diujung sana.

"Wah, aku juga mau liat Kurokocchi..!" Kise langsung mendekat ke Kuroko dan ikut menonton video.

"Oi.. oi.. itu bukan tontonan. Cepat berikan padaku!" Nijimura marah. Ia memaksa ingin kameranya, namun Kuroko dan Kise menghalanginya. Bagaimana pun Nijimura tak ingin aksi bej—maksudnya aksi privasinya dilihat orang lain.

"Woaahh... Nijimura-senpai.. ternyata kau bisa romantis juga ya.. "

Blush!

"Woi berikan padaku!" Nijimura maksa, "Wait.. lihat lihat Kise-kun, ternyata Haizaki-kun pasrah. Lihat saja mata nya terpejam saking nikmatnya." Kuroko berkomentar.

"C-chotto! Jangan sembarangan bicara! Itu aku sedang ketiduran di WC! Percaya lah!" Haizaki ngotot, "Maaf kami tak percaya-ssu, Haizaki-kun.." Jawab Kise dan Kuroko berbarengan.

"Eh..? Eh.. ? " Korosensei gigit jari, ia memilih jalan tengah dengan kabur secepat kilat.

"Che , dia kabur." Ketus Akashi.

"Hm? "Midorima menoleh." Aku tidak melihatnya pergi, sejak kapan?"

"Sejak tadi Shintarou, mata sudah empat masih tak bisa lihat."

Muncul garis persegi dijidad Midorima, "Maafkan lah karena mata ku tak BELANG sepertimu Akashi!" Balas Midorima dengan penekanan dan bisik-bisik.

Krak!

Kacamata nya langsung belah dua, "TIDAAAAKKK! LOE TAU GAK SIH KALAU GUE BELI KACAMATA INI JAUH DAN MAHAL! GUE BELINYA DI PASAR TANAH ABANG KEMARIN, JADI TOLONG LAH YE KALAU LU MARAH GAK USAH NGORBANIN HARTA ORANG DONG. DASAR BELANG! DASAR PENDEK! DASAR –" Midorima langsung kicep setelah menyadari kealayannya kalah dengan aura membunuh dari pria berambut merah didepannya.

"A-akashi, maksudku—"

"Shintaro.. " Akashi menyeringai.

"Midochin, sampai jumpa di alam sana." Murasakibara menjauh, Kise dan Kuroko ikut menjauh, Nijimura langsung mengajak Haizaki mundur dengan dirinya menjadi tameng, Takao, Himuro dan Takao malah asik bergosip di ujung tembok. "Semoga kau tenang dialam sana Midorimacchi/Midorima-kun/Midorima."

Tak lama kemudian, Midorima sudah di jemput Enma Ai ke neraka.

Continue..

Ara.. sudah lama sekali aku ngga update ceritanya, jadi aku lupa sendiri ini fanfict cerita tentang apa Xd tolong ingat kan aku dalam review kalian yaa Xd nurufufufu...