Serdin Private Highschool – Summon The Beast!

A/N: Ya-Halo~! Woah, udah lama ninggalin nih cerita, ternyata chapter yang lalu mendapat banyak respon! Baiklah, sebelum masuk ke cerita, saya bakal buka RRC duluan! Here we go!


RRC (Review Replies Corner)!

Red Lunatic Sword: Hahaha! Iya nih, ini kemunculan perdana Sword-san dalam pojok balesan review SPH – STB! Yup, separuhnya adalah OC karena kalo cuman para Official Character…gak rame dong :3 akhir kata, terima kasih sudah meninggalkan sepucuk review disini, Sword-san! Selamat membaca! :3

AkaneMiyuki: Ohoho~ siapa yah yang bakal menang? Yah, ntar juga tahu, jadi sabar yah~ ini dia lanjutannya Miyuki-san, selamat menikmati :3

ChaosSeeker: Ciaossu, Chaos-san! Haha, saya juga waktu itu bayangin 'ekspresi si Bounty Hunter itu kalau dia mempunyai hal yang ditakuti' dan jadilah Scene kemarin! Ohoho~ ini mah baru awalnya, yang berikutnya bakal lebih rame, lebih epic, dan lebih ngaco! #plak! Ehem…karena itulah, ini dia chapter yang sudah (mungkin) ditunggu-tunggu! Selamat menikmati~

Perfect Maid Haruka: Ho! Ciaossu, Ru-chan! Maa, Maa, tenang aja, Neva gak akan separah Miharu kok…*bisik* mungkin *bisik* ehem, sebenarnya ada alasan mengapa kelas A sudah lebih dulu mengincar kelas F, tapi itu akan saya ceritain dalam bentuk flashback (gak tahu pastinya chapter berapa) tapi bentar deh…yang Ru-chan maksud Lass itu yang mana yah? (Lass: Jangan lupakan aku!) well, soal miasma itu, kan ini acara dengan tema "Obake", jadi bukannya aura gelap biasa, (Beast-nya) Sieghart saat ini juga bisa memancarkan Miasma. Ho…are you sure about it~? Baiklah, ayo kita lihat apakah Lass yang menjadi Leopard-nya :3 Selamat membaca yah, Ru-chan! Oh, Kaistern and Stella just said that it was nice to meet you too :3

Chloe Cyasesa: Hoa~ Longtaimnosi juga~ yup, pertandingan antar kelas udah mulai dan entah kenapa kelas F udah kena serang kelas A duluan (Sieghart: Elu yang nulis woi!) Ho, penasaran dengan siapa pemenangnya yah? Kalau gitu, Stay Tuned yah~! Selamat membaca :3

The-Flame-lord617: Uh, daujobou desu ka, Flame-san? Dari tadi kena hajar ama Sieghart, Ryan, ama Rufus, gak kenapa-kenapa tuh? Haha, hontou ni? Untunglah cerita saya bisa menarik perhatian Flame-san, karena itu saya ucapkan selamat menonton *plak!* eh salah, maksud saya selamat membaca chapter ini! :3

: Hai, xilla-san! Terima kasih sudah memberitahukan kepada saya tentang bagaimana pendapat xilla-san tentang cerita saya ini! *bow* akhir kata, selamat membaca yah!

NatNia: Ehehe~ Maaf membuat Nia-san menunggu. Silahkan menikmati chapter baru-nya yah~

dearAuthor: Haha, tenang aja. Dio, Ley, Zero, dan Veigas akan muncul, namun belum sekarang, mungkin ntar di chappie berikutnya :3

Tambahan:

("bla bla bla") – Berbicara/suara dari Transciever/Speaker/intercom


-Summer Special III: Unexpected Turn of Events-


"Well then," gumam Sieghart, Soluna yang ia genggam mulai digerogoti oleh kabut miasma yang keluar dari tubuhnya, sementara kedua matanya seluruhnya nyaris berwarna putih. Ia mengacungkan Great-Sword miliknya itu kearah Stella dan Kaistern.

"Shall we began?"

Awalnya, Stella dan Kaistern nampak biasa-biasa saja, namun sebuah senyum kecil – saking kecil-nya hingga hanya Sieghart yang dapat menyadarinya – muncul di wajah mereka berdua. Tanpa aba-aba, mereka segera mengadu pedang mereka.

Kaistern yang berada di dekat Sieghart sudah terlebih dahulu mengadu pedangnya dengan Soluna Sieghart, sementara Stella, dengan kecepatan geraknya yang tidak wajar, secara tiba-tiba muncul di belakang mereka berdua.

Sieghart yang menyadari hal ini segera memisahkan Soluna-nya menjadi 2 bagian dan menggunakan pedang yang ukurannya lebih kecil untuk ia ayunkan ke belakang dan menahan serangan Rapier Stella.

"Ho, tidak buruk. Tapi, apa kau lupa, aku mempunyai satu senjata lagi disini," gumam Kaistern, membuat Sieghart menatap lawannya bingung. Kemudian ia menyadari tangan Kaistern yang tidak memegang pedang saat ini sudah terkepal. Dan kemudian menghantam wajahnya.

Sieghart terlempar beberapa kaki, sementara tangan Kaistern yang saat ini masih dikepalkannya, sekarang berganti target dan bergerak cepat mengarah pada Stella. Karena gerakan Kaistern yang tidak diperkirakan olehnya, Stella juga menerima kepalan tangan itu tepat di perutnya.


Kaistern : 300 BP (Beast Point)

Sieghart : 290 BP

Stella : 275 BP


Sebuah seringai yang nyaris tidak nampak muncul di wajah Kaistern, pedangnya ia sandarkan di bahunya sementara salah satu tinjunya masih ia kepalkan. Sieghart mengusap pipinya yang menjadi korban tinjuan Kaistern sambil menyeringai.

"Seperti biasa, cara kelahi-mu yang khas Street Fight itu di luar dugaan benar-benar efektif," komentar Sieghart, kedua matanya yang masih berwarna putih melirik Stella yang juga terlempar beberapa kaki di dekatnya dengan pandangan suram.

"Tapi, kali ini kau malah membangunkan 'Avanger'…" gumam Sieghart, mulai menjauhkan diri dari Stella yang bangkit diikuti dengan aura gelap yang menyelimuti tubuhnya.

Meanwhile,

Somewhere,

Normal POV

("Woah! Peserta Kaistern memukul mundur Peserta Sieghart dan Stella! Serangan yang benar-benar tidak di duga-duga oleh murid kelas A ini berhasil menurunkan Beast Point lawannya, khususnya Stella yang menerima banyak sekali Damage!") suara Elena terdengar dari Intercom di koridor sekolah mereka. Jin dan kawan-kawan yang mendengarnya segera memasang wajah khawatir.

"Hey, bukannya Stella itu…" gumam Jin agak ragu. Dalam hati ia berharap bahwa orang yang dihadapi Sieghart bukan seperti yang ia kira. Namun doa'nya tidak terkabulkan. Seakan bisa membaca pikiran Jin, Lass segera menimpali.

"Ya, dia Stella Valkyrie, Beast yang dimilikinya memang memiliki pertahanan yang sangat buruk, namun kekurangannya itu dapat ia tutupi dengan Kemampuan Unik miliknya: Avanger," gumam Lass, saat ini mulai merasa kasihan pada Sieghart yang harus melawan Kaistern dan Stella bersamaan. Elesis nampak bingung.

"Avanger?"

"Kemampuan Unik Beast milik Stella. Jangan tertipu dengan pertahanan Beast miliknya yang sangat buruk itu, karena sekali dia mengalami penurunan Beast point secara drastis, maka…" ucapan Lass menggantung.

"Maka?"

"…Kecepatan serangannya akan meningkat secara drastis pula,"


Back To Sieghart

Normal POV


Benar saja, baru beberapa detik setelah menerima serangan, Stella segera bangkit berdiri. Meskipun tidak ditampakkan, saat ini Sieghart dan Kaistern mulai ketakutan. Ah, ralat, Kaistern benar-benar ketakutan! Wajahnya sih datar-datar aja kaya' papan triplek, tapi keringat dingin sudah sedari tadi mengalir dari keningnya.

"Uh-Oh, Here She Comes!" ujar Sieghart, tanpa pikir panjang menyilangkan Sol dan Luna di depan badannya, dan dengan segera Sieghart dapat merasakan benturan bertubi-tubi Rapier Stella pada kedua pedangnya.

("OH! Inilah Kemampuan Unik yang paling ditakuti setelah Witchcraft dan Geass angkatan tahun ini! Avanger! Stella Valkyrie menyerang Sieghart secara bertubi-tubi! Meskipun hanya mengenai senjatanya, namun Beast Point Sieghart tetap berkurang sebanyak 1 Point dari tiap serangan yang dilancarkan!") komentar Elena lantang, menggema di tiap Intercom di seluruh sekolah.

"Tch! Sial, bagaimana ini!?" ujar Sieghart frustasi sambil mempererat genggamannya pada Sol dan Luna, sementara matanya terus melirik jumlah Beast Point miliknya yang nampak di sudut kiri atas pandangannya.

Sieghart: 256 BP

Sebenarnya Sieghart berniat untuk menyerah dan menerima langsung serangan dari Stella, namun kalau ia melakukan hal itu, ia bisa mengacaukan rencananya yang sudah ia atur sedemikian rupa. Kalaupun ia mendorong mundur Stella dan memanfaatkan momentum jatuhnya pengguna Rapier itu untuk menebasnya, ia malah akan memperburuk keadaan dan menabha kecepatan serangan Stella lagi.

Saat itulah sesuatu yang tidak terduga terjadi. Saat Stella akan mendaratkan tebasannya yang kesekian kalinya, sebuah pedang terayun ke arahnya membuat si pengguna Rapier itu terpaksa mundur untuk menghindari serangan itu. Sieghart yang tidak menduga hal ini hanya bisa membelalakkan matanya.

Saat ini, dengan pedang terhunus ke arah Stella, Kaistern berdiri melindungi Sieghart. Awalnya Sieghart berusaha memikirkan segala kemungkinan yang membuat Kaistern melakukan hal yang tidak di duga olehnya.

Sedikit informasi bagi kalian semua, Kaistern dan Stella adalah murid SPH yang bisa dibilang seperti pasangan suami istri. Mereka tinggal di sebuah apartemen yang sama dan di ruangan yang sama pula! Sikap mereka yang beda-beda tipis menambahkan fakta bahwa mereka berdua memang ada untuk satu sama lain. Namun kenyataan yang ada di depan Sieghart saat ini menepis semua fakta yang ada tersebut.

"Mohon maaf Stella, namun kau bukan orang yang boleh mengalahkan Sieghart saat ini," ucap Kaistern. Saat itulah Sieghart menyadari satu hal dan itu membuatnya mengeluarkan cengiran khasnya. Kaistern melanjutkan perkataannya.

"Sieghart hanya boleh dikalahkan oleh ketua kelas kami, Mari Ming Onette,"

Cengiran Sieghart nampak makin melebar.

'Rencanaku berhasil,'


-To BE Continued-


A/N: Pendek banget O.o mohon maaf, reader-tachi! Saya sibuk sekolah! Sekali lagi mohon maaf! Dan yah…review please? Ah, dan chappie selanjutnya adalah Side Story yang setting-nya seminggu sebelum Obake Fight :3