TWIN FLAME
Chapter 9
Slovenia
BRUK
Bunyi benturan itu terdengar di salah satu sudut castil yang berada di tengah hutan. Daehyun dengan mata biru gelap yang mengkilap penuh amarah menatap tajam ke bawah. Dia baru saja menjatuhkan Leo dari lantai dua. Tempatnya berdiri saat ini.
Tapi, itu tak akan melukai kakaknya. Dia melompat ke tempat Leo jatuh. Berdiri di depan kakaknya yang baru saja bangun. Daehyun kembali mencengkram kuat kerah Leo.
"aku tidak pernah mengirim vampire prajurit padamu." Kata Leo tenang.
Leo bisa saja membunuh Daehyun, tapi dia masih waras. Daehyun adiknya. Lagi pula Daehyun tidak akan mampu membunuhnya, untuk itu dia tak pernah membalas atau melawan serangan Daehyun.
"aku melihatnya sendiri. Dia vampire prajurit clan kita. Dan dia ingin membunuhku !" Daehyun berteriak penuh amarah.
SRET
Cengkraman Daehyun terlepas. Hakyeon yang tiba-tiba datang melepaskannya paksa.
"tenangkan dirimu. kita bicarakan ini baik-baik." Katanya menenangkan Daehyun.
"membicarakan baik-baik jika kalian ingin membunuhku."
"tidak. aku ataupun Leo tidak pernah mengirim vampire prajurit." Bantah Hakyeon.
"lalu siapa jika bukan kalian ?!."
"Aku."
Sebuah suara datang dari arah samping mereka. Wonho berdiri dengan arogan.
Leo mendesis. Tanpa berpikir panjang dia bergerak dalam satu kedipan mata. Medorong Wonho keras membentur dinding castil dan mencekiknya.
Wonho meringis karena rasa sakit dari cekikan Leo.
"kau sudah gila." Ujar Leo menusuk. Pemimpin clan itu di penuhi dengan emosi, dia tak mengerti apa yang di pikirkan adiknya yang satu ini. apa dia bodoh ingin membunuh Daehyun ? terlebih Wonho bergerak tanpa sepengetahuannya.
"Leo, berhenti !. kenapa kalian bertiga selalu mendahulukan emosi !." Hakyeon berteriak untuk menghentikan soulmate nya.
Leo melepaskan cekikannya, nafasnya memburu karena emosi yang meluap.
"kenapa kau ingin membunuh Daehyun ?." tanya Leo. Nadanya masih terdengar menusuk.
Wonho menatap tepat pada manik mata Leo. "aku tidak bisa hanya berdiam diri menunggumu bergerak. Sampai kapan kita berada di bayang-bayang kutukan ini."
"kutukan ? kutukan apa yang kalian bicarakan ?. apa aku membawa kutukan ?." Daehyun menyela mereka.
Wonho beralih menatap tajam Daehyun, dia berjalan menghampiri Daehyun.
"tapi, bagaimana kau bisa membunuh vampire prajurit." Kata Wonho.
Tatapan Wonho sama sekali tak mengecilkan nyalinya, dia membalas tatapan tajam kakaknya.
"kenapa ? kau pikir aku selemah itu."
"kau seharusnya tak bisa."
Hakyeon menepuk pundak Wonho untuk mengakhiri adu tatapan tajam mereka.
"apa kalian bertiga tidak akan menjawab pertanyaanku ?." ujar Daehyun.
"tidak ada. Tidak ada kutukan apapun." Jawab Hakyeon.
Daehyun tertawa remeh. "aku tidak tahu, berapa banyak hal yang kalian sembunyikan dariku."
"apa tentang Twin Flame ? tentang jiwaku yang terpecah. Itu adalah kutukan." Tebak Daehyun.
"tidak. tidak ada yang seperti itu." jawab Leo tegas.
"setelah kejadian ini aku tidak bisa lagi percaya pada kalian." Daehyun menyeringai dan menunjuk ketiga kakaknya. "aku tidak peduli apa yang kalian sembunyikan. Aku akan mencari tahunya sendiri. tunggu saja, aku akan menemukan pecahan jiwaku secepatnya. Jangan pernah menghentikanku."
Tanpa berpamitan, Daehyun meninggalkan mereka bertiga.
Leo mengacak rambutnya frustasi. "semua karena kecerobohanmu." Dia menyalahkan Wonho.
"jika saja kau-"
"berhenti saling menyalahkan !." Hakyeon kembali menengahi mereka. "pikirkan saja apa yang harus kita lakukan. Bagaimana jika Daehyun menemukan pecahan jiwanya."
"kita harus menemukannya lebih dulu." Ucap Wonho.
"siapa dan dimana. Kita tidak tahu." Balas Hakyeon.
"makhluk yang lebih lemah dari kita." Ujar Leo. "kita harus bergerak sekarang. Pertama cari di dalam bangsa kita sendiri. Vampire yang lebih lemah dari kita. Twin Flame pasti memiliki tanda yang sama seperti milik Daehyun."
"itu terlalu lama. Kita bagi tugas saja." Saran Hakyeon. "Wonho kau cari di dalam bangsa kita. Leo, bicaralah baik-baik dengan bangsa werewolf dan cari disana. jangan menggunakan emosi." Hakyeon menekankan kalimat terakhirnya.
"aku sendiri akan mencari di dunia manusia. Kita memiliki banyak prajurit yang bisa di kerahkan." Lanjutnya.
"aku setuju. Itu akan lebih cepat." Ucap Wonho.
"baiklah." Leo ikut menyetujuinya.
TWIN FLAME
Seoul
1 week later
Rutinitas pagi Youngjae tak pernah berubah. Seperti biasanya, dia sarapan sebelum berangkat kuliah bersama Yongguk dan Himchan. Namun, dia tampak enggan memakan sarapannya. Satu minggu tak bertemu Daehyun kenapa dia merasa ada yang hilang ?. Youngjae merindukannya, ketika vampire itu terus menempelinya.
"kau tidak suka sarapan pagi ini ?." tanya Himchan yang melihat gelagat Youngjae.
"tidak. aku menyukainya." Youngjae membantah dan memakan sarapannya dengan lahap.
"ngomong-ngomong kau masih sering bertemu dengan Felix ?." Himchan bertanya lagi.
Youngjae mengangguk. "beberapa hari lalu aku bertemu dengannya. Kenapa ?."
"jika dia mau, ajak saja kesini."
Youngjae dan Yongguk bersamaan menoleh pada Himchan dengan pandangan heran. Pasalnya, Himchan tak akan sembarangan membiarkan orang lain masuk ke rumah ini.
"kenapa kalian menatapku seperti itu ?."
"apa boleh Felix datang kesini ?." tanya Youngjae.
"tentu saja. Aku juga ingin bertemu dengannya."
"tiba-tiba ?." kata Youngjae dan Yongguk bersamaan. Ada apa dengan Himchan.
"memangnya kenapa ?!. Felix anak yang baik, dia menggemaskan. Memangnya aku tidak boleh bertemu dengannya ?!." nada Himchan terdengar kesal.
Youngjae berdehem dan meletakan sendoknya. "aku akan mengajaknya kesini saat bertemu dengannya. Aku berangkat sekarang."
Lelaki manis itu menyanggupi permintaan Himchan sebelum berpamitan pada kedua kakaknya.
"katakan yang sejujurnya padaku. Apa ada sesuatu tentang Felix ?." ucap Yongguk seusai Youngjae pergi.
Himchan menggeleng. "tidak ada. Aku menyukainya. Aku rasa kau juga menyukainya karena dia mirip dengan Luhan."
"sepertinya memang begitu. Wah, kenapa aku jadi tiba-tiba merindukan Luhan." Yongguk bergumam di akhir kalimatnya.
Himchan menatap lurus ke depan, pikirannya mulai melayang. "bagaimana jika anak Swan dan Luhan masih hidup."
Yongguk mengerutkan keningnya. "menurutmu begitu ?."
Himchan tersenyum kecut. "aku tidak tahu. Tapi Felix– "
"kau tidak berpikir Felix anak Luhan bukan ? karena dia Hybrid."
Himchan menggeleng. "tidak."
Meskipun sesungguhnya, pikiran itu memang ada. Jika vampire yang di panggil Ayah oleh Felix memang benar vampire penyembuh yang membawa anak Swan, bisa jadi Felix adalah anak Swan.
TWIN FLAME
Youngjae melangkah masuk area universitas dengan pandangan heran. Universitasnya tampak tak seramai biasanya. Hanya beberapa mahasiswa yang tertangkap matanya sedang berlalu lalang. Apa hari ini semua kelas libur ?. universitas terasa lebih menyeramkan saat lengang seperti ini.
Dia tetap melangkah menuju kelasnya. Namun saat sampai di koridor dia bertemu dengan teman sekelas Daehyun. gadis yang memberi tahu jika Daehyun tidak masuk saat itu.
Youngjae membungkuk untuk menyapanya.
"kita bertemu lagi." Kata gadis itu ramah.
Youngjae tertawa pelan. "Sunbae, kenapa universitas terlihat sepi hari ini ?."
"semua kelas pagi di liburkan hari ini. kau tidak tahu ?."
Youngjae tertawa canggung. "temanku sudah mengirim pesan padaku. Tapi dia tidak mengatakan alasan kenapa kelas di liburkan."
"ada kunjungan Direktur universitas pagi ini." jawab gadis itu. "pemilik universitas." Dia berbisik.
"cha, aku pergi dulu. Aku harus segera memberikan ini pada profesor Kim." Dia menunjukan buku yang ada di tangannya.
"ne, sunbae." Youngjae kembali membungkuk sebelum gadis itu pergi.
Jadi, apa yang harus Youngjae lakukan setelah ini ?. membantu Himchan dan Yongguk di cafe ? mereka libur hari ini. Dia mengambil ponselnya di dalam tas, berpikir untuk menghubungi Felix. Lalu, dia mengurungkannya. Felix pasti di sekolahnya saat ini.
Kalau begitu pilihan tertakhir adalah pulang. Dia akan menghabiskan hari ini di rumah bersama dua kakaknya. Seandainya jika Daehyun ada, dia ingin mengajak vampire itu jalan-jalan. Melakukan keinginannya yang tertunda. Kemana sebenarnya dia ? kenapa dia tiba-tiba menghilang. Mungkin memang benar Daehyun hanya berniat mempermainkannya. Meninggalkan dirinya setelah dia merasa nyaman dengan vampire itu.
Begitu Youngjae sampai di halaman universitas. Sebuah obyek yang berada di tengah lapangan sepak bola menarik perhatiannya. Seorang laki-laki berseragam sekolah tengah berlari-lari di tengah lapangan.
Sesaat kemudian, laki-laki itu berhenti berlari dan kembali berlari menuju arahnya. Youngjae memaku pada tempatnya, semakin laki-laki itu mendekatinya, semakin terkembang senyumnya.
Felix.
Hanya anak itu yang memiliki aura seperti ini. tapi, kenapa Felix berada di kampusnya ?.
"hyung." Anak itu menyapanya dengan senyuman lebar.
"apa yang kau lakukan disini ?." Youngjae bertanya dengan tawanya.
"aku ikut ayahku yang sedang melakukan kunjungan."
Mata Youngjae membulat dan menutup mulutnya yang menganga. "mungkinkah– ayahmu direktur universitas ini ? pemilik universitas ini ?."
Felix mengangguk lugu.
Sekarang Youngjae mengerti, kenapa disini banyak vampire dan werewolf yang menjadi mahasiswa. Pemiliknya saja adalah vampire.
"hyung, kau kuliah disini ?."
"ne." Youngjae mengangguk. "jadi, kau bolos sekolah hari ini ?. dasar anak nakal." Dia kembali tertawa.
"ayahku mengijinkannya." Felix menjulurkan lidahnya untuk mengejek Youngjae.
Lelaki manis itu tiba-tiba teringat dengan pesan Himchan. "apa kau akan tetap disini sampai ayahmu menyelesaikan urusannya ?."
"tadi seperti itu rencanaku. Tapi sekarang ada hyung. Apa yang harus kita lakukan ?."
"bagaimana jika ke rumahku ?." tawar Youngjae.
"bolehkah ?."
"Himchan hyung juga ingin bertemu denganmu."
"kenapa ?."
"tidak tahu. Dia bilang dia menyukaimu. Alasan yang sebenarnya kau bisa mengetahuinya saat bertemu Himchan hyung. Kau bisa membaca pikirannya."
Felix mengangguk menyetujui ajakan Youngjae. "Aku akan menelpon ayahku untuk memberi tahunya."
TWIN FLAME
"aku pulang." Youngjae memberi salam saat memasuki rumahnya. Menyapa Yongguk yang sedang membersihkan ruang tamu.
Yongguk menoleh padanya dan tersenyum. "kenapa sudah pulang ?."
"kelasku libur hari ini."
"kau membawa teman juga." Kata Yongguk menatap Felix yang diam di belakang Youngjae.
"wah, coba lihat siapa yang datang." Suara gembira Himchan menyela mereka.
Himchan yang baru saja datang dari dalam sambil membawa keranjang sampah meletakan keranjang sampahnya di sembarang tempat dan menghampiri mereka.
"harusnya kau telpon dulu, jika mengajak Felix hari ini." ucap Himchan pada Youngjae.
"Aku juga tidak sengaja bertemu dengannya hari ini."
"kebetulan aku belum belanja untuk makan siang. Kau berada disini sampai makan siang bukan ? apa yang kau inginkan ? aku akan membuatkanmu apapun yang kau inginkan. Atau apa kau hanya minum darah ?." Himchan bertanya antusias panjang lebar pada Felix.
Membuat Youngjae dan Yongguk saling berpandangan heran. Himchan tak pernah seperti ini selain pada mereka berdua.
Sedangkan Felix, dia terlihat bingung dengan senyuman canggung. Pertanyaan Himchan yang mana yang harus dia jawab dulu.
"kenapa hanya diam ?." Himchan bertanya lagi lalu menepuk punggung Felix dengan senyuman di bibirnya. "jangan membaca pikiranku. Tidak ada yang menarik untuk kau baca dariku."
"tidak. aku tidak melakukan." Jawab Felix.
"jadi, apa yang kau inginkan."
"aku menyukai apapun yang akan hyung buat. Dan, aku tidak minum darah."
"oh~ benarkah ?." Himchan tersenyum senang. "aku akan pergi sekarang." Dia mengulurkan tangannya pada Yongguk.
Tanpa berkata, Yongguk mengeluarkan dompetnya dan memberikannya pada Himchan.
"aku tidak akan lama. Nyamankan dirimu disini." Himcahn berpamitan.
"apa kau tahu, kenapa dia seperti itu padamu ?." Yongguk dan Youngjae mengeluarkan pertanyaan yang sama begitu Himchan keluar rumah.
Dengan wajah polosnya, Felix menggeleng. "tidak tahu. Tidak ada yang dia pikirkan tentang aku. Memangnya Himchan hyung tidak seperti itu biasanya."
"dia tidak seperti itu selain pada kita. dia vampire cerewet yang galak." Jawab Youngjae.
TING TONG
Suara bel rumah menyela obrolan mereka membuat mereka bertiga secara bersamaan menoleh ke arah pintu.
"aku akan membuka pintu." Kata Youngjae, lalu meninggalkan Felix dan Yongguk.
"aku akan membersihkan dapur, lakukan apa yang kau ingin lakukan. Jangan sungkan." Ucap Yongguk.
. .
Youngjae terdiam saat membuka gerbang rumahnya. Sosok tamu yang datang membuatnya terpaku. Jantungnya berpacu karena sebuah rasa rindu di hatinya perlahan menguap.
Daehyun kembali menampakan diri di hadapannya. Vampire itu tersenyum menawan padanya.
Dan, Youngjae merasa kesal melihat senyuman itu. Daehyun tiba-tiba menghilang setelah membuatnya jatuh cinta, sekarang dengan seenaknya dia kembali muncul dengan senyuman seperti itu. apa Daehyun sama sekali tidak merasa bersalah padanya ?. ingin rasanya Youngjae mencekiknya.
"kau terlihat baik-baik saja Youngjae-ah."
"untuk apa kau datang kesini ?."
"menemuimu, setelah beberapa waktu tidak bertemu."
Youngjae mendesis. "menyebalkan."
"menyebalkan ? aku ? kenapa aku menyebalkan ?."
"kenapa ?! setelah kau membuatku– "
GREP
Kalimat Youngjae menggantung, saat Daehyun memeluknya. Youngjae terdiam, sesungguhnya dia juga ingin membalas pelukan Daehyun, tapi dia terlalu gengsi untuk melakukannya.
"aku juga merindukanmu. Aku tahu kau merindukanku." Ucap Daehyun.
"kau harus menyingkirkan rasa terlalu percaya dirimu itu."
Daehyun melepaskan pelukannya dan tertawa pelan. "apa kau akan membiarkan aku tetap berdiri disini ?."
Youngjae menghela nafas lalu menggeser tubuhnya. "masuklah, jika kau ingin masuk."
Dan tentu saja pilihan Daehyun adalah masuk. Youngjae menutup gerbangnya dan mereka masuk ke dalam rumah bersama.
"Yongguk hyung. Ada tamu satu lagi." Youngjae sedikit berteriak.
Dia berjalan masuk ke ruangan keluarga, dengan Daehyun yang mengekor di belakangnya.
"siapa ?." jawab Yongguk sembari membersihkan pantry. "wah, hari ini rumah akan ramai."
"oh, dia juga berada disini." Ujar Daehyun begitu dia melihat Felix yang berdiri di depan pantry melihat Yongguk melakukan pekerjaannya.
Hybrid itu tak mempedulikan kedatangan Daehyun. pandangannya terfokus pada dinding kaca tak jauh di depannya yang menghadap halaman rumah. memperhatikan tiga ekor serigala disana.
"hyung, apa mereka serigala-serigalamu ?." Felix bertanya pada Yongguk.
Yongguk mengangguk sambil menunjukan gummy smile miliknya.
"mereka selalu mengikutimu kemanapun ?."
"iya, kemanapun aku pergi."
"wah." Felix terlihat kagum. "boleh aku menghampiri mereka ?."
"tentu saja."
Felix meninggalkan mereka tanpa menyapa Daehyun terlebih dulu, keluar melalui pintu depan.
"apa anak itu mengabaikanku ?." ujar Daehyun dengan nada kesal.
"ngomong-ngomong, apa kau bertemu dengan Himchan hyung di jalan tadi ?." tanya Youngjae. dia tak mempedulikan pertanyaan tidak penting Daehyun.
"tidak."
"bagaimana kau datang kesini ?."
"jalan kaki."
"dari tempat tinggalmu ?."
"dari halte bus di depan sana."
"mungkin Himchan mengambil jalan yang berbeda." Sahut Yongguk.
Dan, tidak ada yang membuka suara lagi. Yongguk tentu fokus pada pekerjaannya. Sedangkan Daehyun dan Youngjae, karena ada Yongguk mereka tidak tahu harus berbicara basa-basi apa lagi.
Kini, Youngjae lebih memilih memperhtikan Felix yang berada di halaman, sedang bermain dengan ketiga serigala Yongguk.
Daehyun juga melakukan hal yang sama. Felix mencuri banyak perhatiannya. Lagi-lagi sebuah pikiran untuk mencoba kekuatannya pada anak itu kembali muncul. Disisi lain dia juga masih penasaran sekuat apa Hybrid. Apa sesuai seperti yang pernah dia dengar ?.
"dia memperlakukan mereka seperti anjing peliharaan. Tidakkah itu menghinamu hyung." Ucap Daehyun.
Yongguk dan Youngjae sama-sama menoleh padanya. apa benar, kata-kata seperti itu keluar dari mulut Daehyun ?.
"apa yang salah ?." balas Yongguk.
"apa yang kau katakan ?." sahut Youngjae.
Tatapan mereka seolah menyerang Daehyun.
"tidak. aku hanya salah bicara. Aku akan menghampiri Felix."
Youngjae yang merasa khawatir, mengikuti Daehyun. dia hanya tidak ingin Daehyun dan Felix membuat keributan disini.
Yongguk hanya menggeleng lalu naik ke lantai atas.
.
"hyung, mereka menggemaskan." Ujar Felix ketika mereka berada di hadapannya. Membiarkan ketiga serigala Yongguk menghilang entah kemana.
"apa yang menggemaskan dari mereka ?." cibir Youngjae. apa ada serigala yang menggemaskan.
"Ruby lebih menggemaskan dari Reyga dan Ashley." Kata Felix lagi.
"bagaimana kau bisa mengetahui nama mereka ?." Youngjae kembali membalasnya dengan sebuah keheranan.
"mereka yang mengatakannya."
Dan, Youngjae semakin heran hingga dia tak mampu mengeluarkan kata-kata. Mungkin, Felix juga bisa berkomunikasi dengan mereka seperti Yongguk. tapi, bagaimana dia bisa ? Himchan saja tidak bisa.
Sedari tadi Daehyun hanya diam. Bergelut dengan pikirannya, tentang rencananya barusan. Haruskah dia melakukannya sekarang ?. jika Felix memang kuat pasti semua akan baik-baik saja bukan ?.
Felix melirik Daehyun dan tertawa pelan.
"haruskah kita melakukan lagi apa yang kita lakukan di taman saat itu ? kali ini aku tidak akan kalah darimu." Ucap Daehyun.
Youngjae mengeluh kasar. Benarkan, apa yang di rasakannya.
"harusnya hyung belajar dari sebelumnya." Jawab Felix.
"ya ! jangan membuat keributan disini." Sela Youngjae.
Daehyun menarik Youngjae lebih dekat ke arahnya dan menggenggam tangannya. "aku benar-benar serius sekarang. Aku tidak akan kalah darimu." Dan, matanya berubah warna menjadi biru gelap.
"kenapa warna matamu berubah ?."keluh Youngjae. "jangan melakukan hal yang tidak penting. Kita masuk saja."
Langkah Youngjae tertahan tautan tangan Daehyun. vampire itu tak mau melepaskannya dan sama sekali tak bergerak dari tempatnya.
Felix pun masih betah berdiri di tempatnya. dia memperhatikan tautan tangan mereka sebentar sebelum menatap Daehyun dengan senyuman.
"aku tidak akan mengalah." Kata Daehyun.
"ya ! kalian berdua yang benar saja !." Youngjae berteriak nyaris frustasi karena dua makhluk yang berbeda namun sama-sama keras kepala.
"untuk apa kau ingin mencoba kekuatan yang bukan milikmu." Kata Felix sembari tertawa.
Dengan seketika Daehyun memberikan tatapan tajam pada Hybrid di depannya. "apa yang baru saja kau katakan ? kau berbicara informal padaku ?."
"Felix, jangan me–"
DEG
Tubuh Youngjae tiba-tiba saja terdiam bersamaan dengan tawa Felix yang menghilang dan seketika di gantikan dengan raut dingin dan tatapan tajam. Mata gelapnya berubah menjadi hijau terang. Untuk kedua kalinya, Youngjae merasa takut dengan Felix.
Felix melangkah lebih dekat ke hadapan Daehyun. mengadu tatapan tajam mereka. tangan Felix bergerak untuk meraih tangan Youngjae yang di genggam Daehyun.
GREP
Daehyun menahannya sebelum Felix menyentuh Youngjae.
"bukankah kau harus melepaskannya, kau harus menggunakan kedua tanganmu." Ucap Felix.
"tidak. aku bisa hanya menggunakan satu tanganku."
"Daehyun kau harus menghentikan ini sekarang." Youngjae menyela lagi.
Namun, Daehyun sepertinya sudah tuli. Dia mengeratkan pegangannya pada tangan Felix.
Felix merasakan sakit pada cengkraman Daehyun. dia menggunakan satu tangannya lagi untuk melepaskan tangan Daehyun. mengadu kekuatan mereka.
SRET
Cengkraman tangan Daehyun terlepas. Mereka sama-sama merasakan rasa sakit di tangan mereka. Daehyun rasa Felix memang kuat, tapi dia belum merasa cukup.
"kenapa ? kau seperti terkejut dengan kekuatanku." Ujar Felix.
Daehyun tak ingin banyak bicara, dia berganti mencekik Felix.
"Daehyun ! apa yang kau lakukan ?! lepaskan dia !." Youngjae merasa Daehyun sudah kelewatan. Apa yang sebenarnya di rasakan Daehyun terhadap Felix. Apa dia membencinya ? hingga dia seperti ingin membunuh Felix ?. tidak, Daehyun bilang dia bukanlah vampire yang jahat.
Felix meringis, merasa antara kesulitan bernafas dan rasa sakit di lehernya. Bahkan, kini Youngjae ikut memegang tangan Daehyun agar dia melepaskan cekikannya.
"Daehyun, lepaskan Felix." Youngjae mencoba untuk lebih melunak.
BRUK
Daehyun melepaskannya, namun dengan sebuah dorongan kuat hingga Felix terlempar beberapa meter di depan mereka dan membentur tanah.
Felix bangun, dia menyeringai dan berjalan menghampiri Daehyun.
"Felix, aku mohon jangan membalasnya." Youngjae tak berhenti berusaha untuk menghentikan mereka. "Daehyun, sungguh. Apa yang sebenarnya terjadi padamu."
"Felix–."
SRET
Youngjae segera memejamkan matanya ketika Felix hanya dalam sekejap mata berubah menjadi seekor serigala dan melompat ke arah mereka.
GREP
Dan seperti saat sebelumnya bagaimana Daehyun menghadapi serigala. Dia menahan wujud serigala Felix pada lehernya.
Youngjae yang tak kunjung merasakan sesuatu membuka matanya. Dan mendapati Daehyun yang mencekik wujud serigala Felix dengan satu tangan.
"Daehyun, lepaskan dia." Youngjae berkata panik karena serigala yang dia ketahui sebagai Felix terdengar mengerang dan terlihat kesakitan.
Daehyun benar-benar di buat tuli dan buta dengan kekuatannya saat ini. bahkan, dia berniat menusukan kuku-kuku tajamnya pada leher Felix.
"apa yang kalian lakukan ! berhenti !."
Sebuah teriakan keras masuk ke dalam pendengaran mereka. satu detik kemudian tubuh Daehyun tetarik ke belakang membuat tautan tangannya pada Youngjae dan cekikannya pada Felix terlepas.
BRUK
Wujud serigala Felix terjatuh di bawah Youngjae dan kembali berubah menjadi wujud manusianya. anak itu mengerang kesakitan dengan memegangi dadanya.
"Felix !." Youngjae memanggilnya dengan panik.
Bahkan, teriakan itu mengundang Yongguk yang berada di lantai atas untuk turun dan menghampiri mereka.
"apa yang terjadi ?."
Pelaku yang menghentikan Daehyun adalah Himchan, dia dan Yongguk segera menghampiri mereka untuk melihat keadaan Felix.
Tak lama kemudian Felix berhenti mengerang dan kehilangan kesadarannya.
Tanpa berpikir lama, Yongguk segera menggendong anak itu masuk ke dalam. Himchan ikut masuk. Tentu saja vampire itu menjadi sangat khawatir pada Felix.
Daehyun terdiam, apa yang baru saja di lakukannya ?. dia tak bisa mengendalikan egonya karena kekuatan itu. hampir saja dia membunuh Felix. Jika Felix tidak cukup kuat, mungkin anak itu sudah mati.
dia menatap Youngjae yang tengah menatap dirinya dengan pandangan–
kecewa ?.
"Youngjae."
"jangan berbicara denganku. Kau membohongiku. Aku membencimu."
.
.
.
TBC
