disklaimer: happy tree friends (c) mondo media

[—tidak ada keuntungan material yang diperoleh dalam pembuatan fiksi ini]

warning: humanized. ooc. [untuk chapter ini] sedikitnya bahasa gue-elo. high-school-theme untuk beberapa chapter ke-depan.

part9: two of us.

sinopsis: [short fic, daily update] 9 – FlippyFlaky, accepting request ;; Flippy membantu Flaky karena ia jatuh cinta pada anak itu, dan Flaky menganggap itu balas budi. Flaky menemani Flippy untuk membalas budi karena sering dibantu, padahal, itu cinta.


Flippy dan Flaky, pasangan serasi.

Makan mi ayam, di pohon rambutan.

Kata-kata yang sering digunakan beberapa orang yang doyan menggoda sepasang wanita dan pria yang menjalin hubungan berstatus rumit. Kemudian mata pisau akan terbang ke arah kepala orang tersebut, membuatnya bergidik sedikit lalu pergi menjauh dari asal pisau itu.

Dan memulai hinaan berbentuk nyanyian itu disaksikan oleh beberapa murid lainnya yang tampak sesekali mengerling ke arah meja dua orang—dengan satu orang yang memandang penuh rasa takut kerumunan yang mengelilingi orang yang membuka panggung dadakan di kantin.

Lalu saat beberapa menit hening setelah hinaan itu tidak mendapat respon berarti dari orang yang dihina, yang tadi melempar pisau akan memelototi kerumunan itu, sambil berkata dengan nada bicara penuh nafsu membunuh.

"Udahan?"

Lalu semuanya mengangguk penuh rasa lega; Untung dia gak bawa pisau sekardus kayak kemarin.

Lalu kantin akan menjadi ricuh; dengan suara jeritan minta ampun dari seorang pemuda bersuara sumbang yang bisa kita kenal dengan Russell—yang tadi menyanyikan lagu penghinaan itu—sumber masalah mengamuk-nya Flippy—yang tadi melempar pisau.

Dan kembali, seperti biasa. Seorang guru yang lumayan macho akan berlari ke kantin, mencari sumber masalah hingga terjadi keributan seperti itu, memisahkan Flippy yang mengacungkan jari tengah ke arah Russell, sementara yang ingin dibunuh tertawa layaknya piskopat—setengah tahan, setengah nggak, dengan airmata mengalir dari mata biru lautnya—eh itu bukan tawa psikopat.

Sumber masalahnya akan duduk sendirian, diam disana dengan manis. Walau ia ingin sekali menangis karena penghinaan yang seenak jidat mengatakan dirinya dan Flippy adalah seorang pasangan serasi, justru rasanya ia ingin menangisi orang yang menganggap ia dan Flippy adalah pasangan ter-romantis.

No—jangan, hanya… jangan.

Ia hanya tidak tahan dengan sikap Flippy yang sering mencoba membunuh orang yang menghinanya.

Walau rasanya ia tidak keberatan sedikitpun dengan Flippy yang sering baik padanya—eh?

Iya kok.

Nanti, Flaky akan datang ke ruang kepala sekolah mengikuti Flippy—balas budi karena pemuda bersurai hijau daun itu membuatnya sedikit lega lagi hari ini.

(—padahal kan, arti romantisme-nya itu cinta.)


a/n: ASTAGA BERAPA LAMA INI GAK UPDATE.

sebenernya ini udah selesai dari beberapa bulan lalu sepertinya—yup. yang saya tulis waktu itu angst. gagal. total. makanya saya tunda publish-nya. eh taunya kelupaan dipublish. dan pas saya nemu lagi tulisan itu—'dafuq jelek amat.' jadi saya tulis ulang.