Episode Sebelumnya...
"A-Ano... Bisakah kau sedikit mendekat?"
Mendengar permintaan Venzo,Miku sedikit mendekatkan tubuhnya ke depan.
Dgn sedikit kikuk,jari Venzo menyentuh bibir halus Miku dan mengambil sebutir nasi yg menempel tadi,membuat wajah Miku memerah.
Melihat respon tersebut,Venzo seakan tak bisa bergerak sedikitpun.
Perlahan namun pasti,Venzo mulai memberanikan diri meletakkan tangannya di pipi lembut Miku.
"V-Venzo-san..."
"M-Miku..."
Karena keduanya terbawa suasana romantis,mereka pun saling mendekatkan wajah mereka.
Jarak semakin tipis,dan angin semakin menyejukkan perasaan mereka masing-masing.
Entah apa yg mereka rasakan,tapi mereka merasakan kehangatan saat mereka saling berdekatan.
.
3 cm
.
2 cm
.
1 cm
.
BRAKKKKK !
Tiba-tiba,pintu atap terbuka dgn keras. Ternyata Izano dan Kurumi yg ada disana,diikuti oleh Shido,Origami,Tohka dan para Spirit lainnya.
"Ckckckckck. Membolos saat pelajaran berlangsung, ternyata untuk ini ya, sensei? Sungguh pembolos yg hebat."
Izano hanya bertepuk tangan sambil mengucapkannya.
Venzo yg merasa dipojokkan mencoba mengelak.
"A-Apa-apa yang kamu bicarakan, Izano ?! K-Kami sedang makan, tau !"
"Berisik dan tukang bolos." timpal Origami.
Venzo hanya mengeluh pelan sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Iya,iya. Aku memang anak berandal. Puas ?"
"Fufufufu. Venzo-san sungguh jantan." tambah Kurumi sambil tertawa sinis.
"Haduh, kenapa kau juga ikut-ikutan, Kurumi?" elak Venzo lagi.
"Wah,tidak adil kalau hanya Miku yg bisa makan bersama Venzo." ucap Kaguya antusias.
"Benar. Kami juga ingin makan siang denganmu, Venzo." tambah Yuzuru ikut-ikutan.
'Kenapa jadinya seperti ini?'
Karena mereka ribut sekali, Venzo hanya mendesah pelan sambil bergumam.
Venzo dan Miku hanya bisa memalingkan dan menyembunyikan wajah mereka berdua tanpa mengucap sepatah kata pun.
Tak lama kemudian...
"Wah,wah,sepertinya aku tertinggal."
Dari langit,muncul seorang wanita berambut panjang putih dan menggunakan armor asing terbang cepat menuju atap sekolah setelah menyerukan sambutan tersebut.
Semua orang yg mengetahui hal tersebut siap memasang wajah serius dan siap bertarung,kecuali Venzo dan Izano.
Wanita yg bukan dari organisasi yg sama dgn Origami tersebut berhasil menginjakkan kakinya di atap sekolah dengan mulus.
"Eh,ternyata ada tamu yg tidak diundang kesini rupanya."
Kemudian Venzo bangkit dari duduk santainya dan berpose seperti biasa.
Dengan tatapan dingin,Izano menjelaskan secara refleks tentang wanita tersebut.
"Ellen Mira Meixaz. Wizard tertinggi sekaligus sekretaris dari Sir Issac Ray Peram Wescott,pimpinan Organisasi Deus Ex Machina."
"Menurut informasi dari mata-mata kami, ada dua orang asing yang ingin membantu Organisasi Ratatoskr mengamankan Spirit dan ingin menghalangi rencana kami. Apakah itu kalian?"
Mira mengatakannya sambil menunjuk kearah Venzo dan Izano.
"Hmmmm, Micro Spy ya? Ini maksudmu ?"
Izano pun melangkah sambil memperlihatkan benda seperti robot lalat yg ada ditangannya.
"K-Kenapa kau bisa tau? Padahal itu tidak mengeluarkan suara sama sekali." Mira yg terkejut hanya bisa tercengang.
"Hmmmm, sepertinya mata-mata kalian kurang akurat ya?"
(KRAKKKK !)
Setelah mengatakan semuanya, Izano menggenggam Micro Spy tersebut dgn keras, sehingga alat tersebut pecah berkeping-keping.
"Tidak mungkin ! Benda itu dibuat dari baja anti-peluru. K-Kenapa bisa?"
"Heh, masih belum mengerti juga ya ?"
Dgn santai, Venzo juga ikut berbicara dan melangkah ke sebelah Izano.
"Kami !"
"Adalah !"
"Dewa !"
Dan secara bergantian Venzo dan Izano menyerukan kata tersebut, layaknya dua ksatria yang berseru di depan sepuluh ribu lawan mereka.
"Hmmmm, mungkin aku ingin menggunakan kalian sebagai uji coba senjata terbaru kami?"
Seketika itu, disekitar tubuh Mira mengeluarkan cahaya terang.
"Yo, sensei ! Biarkan aku yg melawannya !"
Izano berseru pada Venzo yg sedang asyik menyantap makan siang yg masih dibawa Miku.
"Yo ! Baiklah ! Tapi jangan terlalu kasar ! Soalnya dia wanita !" seru Venzo yg masih mengunyah makanannya.
"Yosh ! Aku tak akan menggunakan lebih dari 1% kekuatanku kalau begitu."
Izano pun siap memasang kuda-kuda bertarung.
"Cih ! Sombong sekali kalian yg mengaku-ngaku sebagai dewa palsu ! Aku akan melenyapkanmu kalau begitu !"
Lalu muncullah armor milik Mira lengkap dengan senjata dan jetpacknya.
~Dark Licorice Tipe N-99, aktifkan mode penyerangan. Senjata siap digunakan~ Suara otomatis dari mesin tersebut terdengar sangat jelas,entah mengapa sekeras itu.
Mira yg sudah siap, mulai bergerak secepat kilat kearah Izano.
Pertarungan pun tak terelakkan lagi. Dgn cepat, Izano menggunakan kekuatannya dan bergerak kearah Mira.
"Imagination Creator - Lightning Speed !"
Seketika itu pula, Izano menghilang.
Gerakan tersebut tak hanya membuat Shido terkejut. Tohka,Origami,Kurumi,Yamai Bersaudara, dan Miku pun ikut terkejut.
"M-Menghilang ?!"
Venzo yg masih asyik menikmati masakan enak dari Miku pun menjelaskan.
"Imagination Creator - Lightning Speed adalah kecepatan yg menyamai kilat yg hanya bisa dilihat dalam sekejap mata saja."
Beberapa saat kemudian...
TRANG ! TING ! WUSH ! TRING ! CRANG !
Suara-suara besi yg berbenturan pun terdengar seiring atap sekolah.
Hanya meninggalkan jejak pukulan dan lubang di area atap sekolah.
"Oi ! Jika mereka bertarung disini, sekolah ini akan runtuh, tau ?!"
Setelah mendengarkan kekhawatiran Shido, Venzo menghentikan acara makannya dan tersenyum santai.
"Maaf, aku lupa sesaat. Soalnya masakan Miku enak sekali sih." ucap Venzo santai sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya tidak jelas, membuat Miku hanya tersipu mendengarnya.
"Bukan saatnya untuk itu ! Lakukan sesuatu, Venzo !" seru Tohka yg ikut khawatir akan keselamatan yg lain.
"Baiklah, baiklah." jawab Venzo malas.
Tiba-tiba, Venzo pun menghilang.
Beberapa detik kemudian, Venzo muncul kembali dgn memiting Izano dan Mira bersamaan.
Shido yg terkejut karena aksi Venzo yg sungguh santai dgn mengunci leher mereka di lengannya hanya berseru.
"Apa-apaan itu ?!"
Venzo yg diteriaki seperti itu hanya tertawa saja,lalu berkata pada Izano dan Mira sambil menyeringai kejam.
"Heh, apa kau tau sekolah ini rentan roboh kalau kau menggunakan kekuatanmu?"
"A-Ano, sensei. A-Aku lupa." jawab Izano yg ketakutan dgn wajah Venzo yg terlihat mematikan tersebut.
"Hmmmm, kalau kau ingin bertarung, JANGAN DISINIIIIIIII !"
Venzo yg meneriaki Izano langsung mengayunkan kedua tangannya dan melempar Izano sekaligus Mira ke langit,hingga tek terlihat.
"Hyaaaaaaa ! Gomen ne, senseiiiiii !"
Izano yg terlempar hanya bisa berteriak minta maaf.
Setelah mereka berdua menghilang di langit, Venzo bernafas lega sambil memasang senyum tanpa dosa.
Yg lain hanya bisa berdiri gemetaran,termasuk Shido.
'Fufufu, kekuatan yg menarik sekali.' gumam Kurumi sambil tersenyum kecil.
Sesampainya di langit, sekitar 10 ribu meter diatas kota Tenguu...
Izano dgn santai membenahi seragamnya didepan Mira yg sudah menyalakan jetpacknya.
"Ah, sensei ini... Selalu saja kasar..."
"K-Kau ? Murid laki-laki tadi?"
"Yo ! Dia adalah dewa terkuat diantara kami. Dia yg pertama kali memberitahuku tentang kekuatan ini."
"Ckckckck. Berarti aku akan naik pangkat jika aku bisa mengalahkanmu."
"Heh, jangan harap."
Izano mengacuhkan perkataan Mira sambil menjulurkan lidahnya kearah Mira.
"Dasar anak kecil ! Akan kuhukum kau !" seru Mira yg sudah tidak sabar memasang tawa layaknya psikopat yg akan membunuh musuhnya dgn sadis.
Sementara di dalam Kapal Fraxinus...
"Komandan ! Sistim mengkonfirmasi adanya aktivitas tidak biasa di ketinggian 10 ribu meter dari kota Tenguu !" seru Mikimoto yg sibuk di meja digitalnya.
"Hah ? Benarkah, Mikimoto ?! Perlihatkan padaku !"
Kotori yg terkejut langsung berdiri dan berlari menuju ke tengah ruang Komando Fraxinus. Dan yg terlihat disana adalah dua orang yg akan bertarung di langit.
"Tidak salah lagi, Komandan. Dua orang tersebut adalah Mira dari Organisasi DEM dan Yamaguchi Izano. Nampaknya mereka akan bertarung."
"Secepat inikah DEM mengetahui rencana kita?"
Dgn sigap, Kotori menyalakan earphone yg menghubungkan komunikasinya dgn Shido.
"Shido, apa kau mendengarku?"
"Sangat jelas, Kotori. Kau melihatnya? Sepertinya DEM sudah mengetahui semuanya. Soal Yamaguchi Izano dan Ryuichi Venzo."
"Tapi, kenapa mereka bisa tau?"
"Mereka mengirim mata-mata robot micro untuk mendengarkan percakapan kemarin. Izano yg menemukannya."
"Ah, Sial ! Mereka tidak terseteksi sama sekali dari Radar Fraxinus !"
"Tak perlu khawatir, Kotori ! Saat ini kami aman bersama Venzo yg memasang pelindung disekitar sekolah."
"Hmmmm, tak ada salahnya kita percaya pada dewa."
Raut wajah Kotori yg awalnya terlihat sangat khawatir kembali santai seperti biasa.
"Baiklah, Shido. Aku ingin berbicara dgn Venzo sebentar."
Setelah mendengar permintaan Kotori, Shido memanggil Venzo yg sedang duduk santai sambil mempertahankan pelidungnya.
"Oi, Venzo ! Kotori ingin berbicara denganmu !"
Lalu, Shido melemparkan earphonenya dan ditangkap oleh Venzo.
Venzo pun langsung memasang earphone tersebut dan menyapa Kotori.
"Yo, Kotori. Ada apa?!"
"Apa Izano bisa mengalahkan Mira ?!"
"Heh, jangan anggap remeh Izano. Walaupun kecil, dia juga sepertiku."
"Baiklah, kami, Kru Ratatoskr mempercayakan kedamaian kami ditangan kalian."
Kotori mengucapkannya sambil tersenyum.
"Ahahahaha, kau terlalu berlebihan, Kotori. Kami hanya ingin dunia ini damai. Itu saja kok. Baiklah. Aku masih perlu konsentrasi untuk mempertahankan pelindung ini. Jangan khawatir. Aku juga memasang pelindung di pesawat Fraxinus. Jadi, kalian tak perlu khawatir akan terkena ledakan sebesar apapun."
"Arigatou, Maou-sama."
"Heh, jangan sebut aku seperti itu. Panggil aku Venzo saja cukup. Bagaimana?"
"Baiklah, Venzo."
Lalu, percakapan pun berakhir.
Venzo mengembalikan earphonenya pada Shido sambil berkata.
"Hey, Shido."
"Ada apa, Venzo?"
"Bolehkah aku menganggap Kotori sebagai adikku juga?"
"Nee, boleh saja. Tapi, kenapa?"
"Tak apa. Aku hanya meninginkannya saja. Dia adik yg manis."
"Tapi, jangan melakukan hal-hal aneh padanya ya?"
"Ahahahaha, dia sudah kuanggap sebagai adikku. Jadi, hal itu tidak akan terjadi."
"Yah, kalau itu keinginan dewa, aku akan mengabulkannya."
"Yo. Arigatou, Shido."
Lalu, Venzo mengarahkan kepalnya pada Shido sambil tersenyum jantan.
"Aku anggap kau sekarang adalah temanku. Mengerti? Kita adu tinju untuk salam pertemanan. Itu yg biasa kulakukan dgn Izano."
"Yosh ! Salam yang keren juga, Venzo."
Mereka beradu tinju pelan dan saling melempar senyum seperti teman akrab, membuat siapapun yg melihat mereka ikut tersenyum senang dan bangga, termasuk para gadis yg ada disitu.
"Meskipun mereka adalah seorang dewa, tapi mereka mau berteman dengan kita. Sungguh dewa yg terlihat sempurna. Shido juga terlihat keren."
Tohka yg melihatnya berpendapat seperti itu. Padahal awalnya dia cuek pada Venzo. Yang lain hanya mengangguk kecil.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Dan,bagaimana pertarungan Izano dgn Mira?
Rencana apakah yg akan dirancang oleh DEM setelah mengetahui rencana Fraxinus?
-To Be Continued- ^_^
