(**)/

Yaoi story, based on Yunho X Jaejoong Couple.

For my fellow YunJae Shipper...

Feel free to read.

.

Jingle Bubble

YOUR VOICE

.

Chapter 9

.

.

.

.

6 February

Hari ini Jaejoong sudah mulai masuk kuliah. Ternyata Jaejoong dan Changmin sama-sama kuliah di Toho University dengan angkatan yang sama namun jurusannya berbeda.

Changmin harus tinggal di asrama karena memang hal ini merupakan peraturan di keluarga Jung. Setiap putra keluarga Jung harus tinggal di asrama selama menempuh pendidikan. Dengan tujuan agar mereka dapat hidup mandiri dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Jaejoong bangun pagi-pagi dan mulai membantu para maid memasak. Setelah itu pergi ke kamar Yunho untuk menyiapkan baju untuk suaminya. Jaejoong melihat Yunho masih di kamar mandi, sehingga dengan secepat kilat dia mengambil jas Yunho di ruang wardrobe dan memilih setelan jas yang pantas.

Krieet

Jaejoong yang mendengar pintu kamar mandi terbuka langsung melesat keluar. Sedangkan Yunho menautkan alisnya ketika mendengar suara derap kaki yang berlari menjauh. Yunho berjalan menuju tempat tidur dan dan duduk di pinggir ranjang untuk mengeringkan rambutnya.

Saat sedang asyik mengeringkan rambut, Yunho menemukan sebuah setelan jas di sampingnya. Ah~ berarti derap langkah tadi adalah milik istrinya. Namja tampan itu tersenyum. Istrinya sungguh imut ania?

.

.

Pasangan pengantin baru itu terlihat makan dengan tenang atau lebih tepatnya canggung. Jaejoong melihat Yunho yang kesusahan saat harus makan menggunakan tangan kanan. Yunho kidal.

"Umm biar aku menyuapimu" ujar Jaejoong mengambil alih sendok di tangan Yunho.

Namja tampan itu diam dan membuka mulutnya menerima suapan dari istrinya. Setelah selesai Yunho berniat langsung berangkat ke kantor. Namun Jaejoong melihat Yunho tidak memakai dasi yang telah disiapkannya tadi. 'Pabbo Joongie tangannya kan masih sakit' batinnya.

"Yunho-ah tunggu sebentar"

Jaejoong langsung berlari menuju kamar Yunho dan menemukan dasi itu tergeletak di kasur. Diambilnya dasi itu dan kembali berlari ke tempat Yunho berada. Perlahan Jaejoong mulai mendekat dan membuka lipatan kerah Yunho. Dengan hati berdebar namja cantik itu memasangkan dasi itu pada kerah leher suaminya.

Deg deg deg

Aroma maskulin tubuh Yunho tercium oleh Jaejoong. Namja bermata besar itu mendongak menatap wajah tampan suaminya. Jung Yunho benar-benar tampan. Matanya tajam, hidungnya mancung, bibir tebalnya sexy, dan rahang tegas itu hahh~

"Tanganmu berhenti bekerja"

Jaejoong tersadar dari lamunannya dan langsung memasang dasi Yunho dengan cepat.

"Sudah" ucapnya malu.

Yunho berbalik dan berjalan menuju ke arah pintu keluar. Jaejoong memandang punggung Yunho yang semakin menjauh, namun alisnya bertaut ketika melihat namja bermata musang itu berbalik dan kembali berjalan ke arahnya.

Setelah sampai di depannya Yunho terlihat sedikit merendahkan badannya dan~

Cup

"Gomawo. Aku berangkat"

Jaejoong membelalakkan matanya dan menyentuh pipinya yang baru saja dicium Yunho. Wajahnya terasa panas dan jantungnya berdetak kencang. Namja Jung itu benar-benar membuat hidup Jaejoong seperti naik roller coaster. Kadang kasar, kadang lembut, benar-benar menyebalkan!

.

.

.

Toho University

"Hyung!"

"Park Junsu!"

Kyaaaa! Kedua uke cantik itu saling berpelukan. Mereka sudah lama tidak bertemu karena libur semester.

"Yah hyung, kau memanggilku apa tadi? Aku masih Kim Junsu" pout namja imut pemilik suara lumba-lumba itu.

"Sama saja toh sebentar lagi akan berubah jadi Park" ucapan Jaejoong membuat wajah Junsu memerah.

"Kau juga sudah berubah menjadi Jung Jaejoong" kini giliran Jaejoong yang memerah seperti kepiting rebus

Keduanya saling pandang dengan wajah semerah tomat dan mata saling memicing imut.

"Jaejoong hyung!"

Namja cantik itu langsung menoleh ketika namanya di panggil. Jaejoong melihat Changmin berlari dengan cepat menuju ke arahnya sambil tersenyum lebar.

GREPP

"Yah! Minnie turunkan aku" pekik Jaejoong.

Changmin memeluk Jaejoong dengan erat dan mengangkatnya. Membuat kaki Jaejoong tidak menapak tanah.

"Hah~ aku merindukanmu. Senang sekali rasanya bisa memanggilmu dengan nama aslimu tanpa was-was. Aku benci memanggilmu dengan nama namja jalang itu" ujar Changmin sambil menurunkan Jaejoong.

"Yah!" Jaejoong menjitak kepala Changmin.

"Hehe~ hyung tidak membeli hadiah untuk Yunho hyung?"

"Memang kenapa?"

"Hari ini Yunho hyung ulang tahun. Kami memang tidak pernah merayakannya sih karena Yunho hyung tidak suka. Tapi dia selalu menerima hadiah dari kami"

"Yunho ulang tahun…" gumam Jaejoong.

"Ya sudah hyung aku ada kelas sebentar lagi bye~"

Cup

Changmin langsung berlari setelah mencium pipi hyung cantiknya. Sedangkan Jaejoong masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

.

.

.

The Red Ocean Caffe

"Terima kasih atas waktu yang anda berikan Tuan Jung. Senang berbisnis dengan anda"

"Sama-sama tuan Seong" Yunho tersenyum pada mitra kerjanya.

Yunho menyalami Mr Seong dan sekretarisnya yang akan beranjak pergi. Ketika menyalami sekretaris Mr Seong, Yunho merasa tangannya di genggam erat kemudian dibelai seduktif. Nampaknya yeoja itu ingin menggoda Yunho.

"Apakah yeoja itu cantik?" tanya Yunho setelah Mr Seong pergi.

"Ne"

"Cantik mana dengan istriku?"

Taeyang tersenyum "Istri anda adalah namja tercantik yang pernah saya temui"

"Kalau dengan Karam?"

"Mereka memiliki kecantikan yang berbeda. Istri anda memiliki visual yang indah dan terkesan polos. Jika semua orang perlu menggunakan make up untuk tampil cantik bahkan banyak yang merubah bentuk wajahnya, istri anda tidak perlu melakukannya. Bahkan ketika bangun tidur tanpa riasan apapun di wajahnya, istri anda sudah terlihat bersinar"

"Dan juga….istri anda memiliki hati yang pure. Sesuatu yang membuatnya tidak bisa di bandingkan dengan yang lain"

"Ehem! Umm apakah kau masih belum menemukan keberadaan Karam?" ucap Yunho mengalihkan pembicaraan ketika dadanya tiba-tiba berdesir.

"Ne sajangnim. Tuan Karam sedang ada di Kanada bersama seorang pria bermarga Choi. Mereka terlihat sedang menikmati liburan"

Yunho tersenyum miris, dia sudah menduga jika Karam berselingkuh. Hahh~ lagi-lagi seperti ini.

.

.

Jaejoong pulang ke kediaman Jung pada sore hari. Setelah sebelumnya mengelilingi mall dan pertokoan di sepanjang daerah Gangnam mencari kado untuk Yunho ditemani Junsu. Tapi pada akhirnya Jaejoong pulang tanpa membawa apa-apa, dia terlalu bingung dan akhirnya tidak menemukan hadiah yang cocok.

.

Malam terasa begitu dingin menusuk kulit hingga ke tulang. Yunho keluar dari mobil dan langsung memasuki kediaman Jung. Namja ganteng itu berjalan menuju kamarnya di lantai satu.

Cklek

"Saenggil Chuka Hamnida~, Saenggil Chuka Hamnida~, Saranghaneun uri Yunho~, Saenggil Chuka Hamnida~"

Yunho hanya diam di tempat ketika mendapatkan kejutan pada saat dirinya baru saja membuka pintu kamar.

"Selamat ulang tahun Yunho-ah, kajja"

Jaejoong langsung meraih tangan Yunho menuju ke arah dapur. Kemudian mendudukkan namja tampan itu di salah satu kursi di meja makan.

"Jja Yunho-ah ini adalah sup rumput laut, setiap ulang tahun ummaku selalu membuatkanya untukku. Kau harus selalu memakannya saat berulang tahun agar umurmu panjang. Mungkin ini hanya simbol, tapi jika kau mempercayainya maka hal itu akan benar-benar terjadi"

Sebelumnya Jaejoong sudah bertanya pada bibi Jang tentang makanan kesukaan Yunho saat ulang tahun. Namun Jaejoong malah mendapatkan informasi yang tidak terduga. Suaminya itu tidak pernah makan sup rumput laut ketika ulang tahun. Padahal hal ini merupakan tradisi orang Korea.

Yunho menerima suapan demi suapan Jaejoong dalam diam. Dirinya yang sudah lama tinggal di luar negeri memang tidak pernah melakukan tradisi ini.

"Seharusnya kau tahu jika aku tidak suka ulang tahunku dirayakan" ucap Yunho saat suapan terakhir.

Jaejoong terdiam shit! Dia lupa kata-kata Changmin.

"Mian"

Yunho yang mendengar suara kecewa Jaejoong merasa tidak enak.

"Gwenchana. Kajja ikut aku"

Yunho membawa Jaejoong menuju ruang keluarga. Kemudian Yunho menyuruh seorang maid untuk membawakan mereka beberapa botol wine dan pizza. Akhirnya mereka duduk di atas hambal lembut dari bulu-bulu halus di depan perapian dan menghabiskan waktu mereka hingga malam.

.

.

.

"Aku ingin begini~ aku hic ingin begitu~ ingin ini hic ingin itu hic hehe~ buanyak seka- hic li~ Doraemon~"

Yeah. Jaejoong mabuk.

"Hey sudah, kau terlalu banyak minum. Ayo kuantar ke kamarmu"

Yunho meraih gelas wine di tangan Jaejoong dan menuntun Jaejoong menuju kamarnya. Namun Jaejoong terus meronta mengatakan jika dirinya masih kuat minum kemudian menyanyi tidak jelas. Yunho akhinya menggendong istrinya menuju kamarnya.

Yunho membuka dan menutup pintu dengan kakinya kemudian beranjak menuju tempat tidur. Setelah menidurkan Jaejoong, Yunho berniat untuk menuju kamarnya sendiri tapi tangan Jaejoong mencekal lengannya.

"Yunnie~" ucapnya manja.

"Yunnie? Nugu?" Yunho kembali duduk di pinggiran ranjang.

"You are my Yunnie~ my Yunnie bear~ hihihi~"

Yunho menautkan alisnya. Jadi selama ini yang dipanggil Yunnie adalah dirinya. Namja tampan itu tersenyum lebar. Sebuah panggilan yang manis ania?

"Yunnie its ok, tapi kenapa kau memanggilku bear? Apakah aku mirip beruang hm?" ucap Yunho sambil membelai pipi mulus Jaejoong.

"Ne~ Yunnie besar seperti beruang~ Kalau marah juga seperti beruang. Joongie takut sekali waktu Yunnie marah hiks. Yunnie kasar, Joongie benci!"

Yunho tertegun, rasa sesal itu kembali hadir di hatinya.

"Mian itu karena Joongie nakal, jadi Yunnie harus menghukum Joongie"

"Ungg jinjja? Memang apa yang sudah Joongie lakukan?"

"Joongie sudah berbohong pada Yunnie dan berkata bahwa Joongie menikah dengan Yunnie hanya karena uang. Benar kan?"

Jaejoong yang mendengarnya langsung bangun dari tidurnya dan memeluk perut Yunho.

"Hiks Joongie minta maaf. Joongie memang butuh uang untuk umma Joongie yang sakit. Jadi Joongie terpaksa menerima tawaran untuk jadi istri Yunnie. Tapi sekarang Joongie benar-benar sayang sama Yunnie. Joongie akan melakukan apapun, jeball Yunnie maafkan Joongie~"

Puppy eyes itu keluar. Jaejoong mendongak menatap Yunho dengan mata bulat besarnya yang sedikit berair, alis yang bertaut dan bibir mencebil imut.

"Apakah kau hanya kasihan padaku?"

Jaejoong menggeleng "Mungkin awalnya Joongie memang kasihan, tapi seiring waktu Joongie merasakan getaran-getaran aneh saat ada di dekat Yunnie. Joongie tidak suka Yunnie berdekatan dengan yeoja lain. Jika Yunnie sakit Joongie juga merasa sakit. Jika Yunnie senang Joongie juga senang. Joongie merasa bahagia berada di dekat Yunnie"

"Tapi tiba-tiba Joongie sadar, bahwa semua kebahagiaan ini hanya sebentar. Joongie hanya seorang pengganti yang suatu saat harus pergi. Hiks…Joongie juga miskin, Joongie tidak punya hak untuk mencintai Yunnie. Hiks…tapi Joongie sudah terlanjur sayang sama Yunnie. Joongie hiks..tidak ingin berpisah dengan Yunnie. Joongie….hikss..hiks Joongie…"

Sreet

"Mmmfffhhh"

Yunho langsung meraih kepala Jaejoong dan memberikannya ciuman yang lembut. Cara yang satu ini memang selalu ampuh meredakan tangis seorang Kim Jaejoong. Perlahan namja cantik itu mulai tenang dan menikmati ciuman lembut suaminya.

Entah mengapa Yunho tidak pernah tahan mendengar tangisan Jaejoong. Dia merasa bahwa namja cantik itu benar-benar memiliki hati yang mulia. Dengan segala kekurangan yang ada di dirinya serta perlakuan kasarnya, Jaejoong masih mau menerimanya. Bukankah seseorang yang mabuk biasanya akan selalu berkata jujur?

"Mmmffuuuahhh"

Jaejoong melepaskan tautan bibir mereka dengan nafas terengah-engah.

"Yunnie mau membunuh Joongie huh? Dasar ahjussi mesum!"

Deg

Yunho tertegun mendengar perkataan Jaejoong.

Grepp

"Apa yang kau katakan barusan? Kenapa kau memanggilku ahjussi mesum?" Yunho meraih pundak Jaejoong dan mencengkeramnya dengan kuat.

"Akhh Yunnie membuat Joongie takut" ucap Jaejoong bergetar.

"E-Eh? Mian aku hanya kaget. Hanya satu orang yang pernah memanggilku begitu. Dan orang itu sangat berarti untukku" Yunho mulai melepaskan pundak Jaejoong.

"Apakah orang itu yang menolong Yunnie saat Yunnie terperangkap di lab kimia yang terbakar?"

"Ne"

Benar juga, Yunho sudah pernah menceritakannya pada Jaejoong. Jadi sudah sepantasnya Jaejoong tahu.

"Hihihi~ orang itu adalah Joongie~"

Yunho menatap Jaejoong tajam. Meskipun namja cantik itu mencintanya bukan berarti dia berhak mengaku-ngaku sebagai orang lain. Tapi bukankah namja cantik itu masih mabuk?

"Joongie masih ingat saat itu Yunnie kehabisan nafas jadi Joongie beri nafas buatan. Hihi~ itu ciuman pertama Joongie~" ucap Jaejoong malu-malu.

"Tapi Yunnie nakal, sudah ditolong tapi malah menggigit Joongie"

Deg

Untuk bagian ini Yunho tidak mengatakannya pada Jaejoong, bahkan dia tidak pernah mengatakannya pada orang lain.

"La-Lalu kenapa kalung itu ada pada Karam?"

"Hmm itu karena Joongie menjatuhkannya saat Joongie bekerja. Saat Joongie kembali untuk mengambilnya kalung itu sudah hilang. Mungkin Karam yang menemukannya"

Yunho terdiam, apakah namja di depannya ini jujur? Ingatannya kembali pada saat kecelakaan itu terjadi. Mencoba mencari secuil ingatan yang hanya dimiliki olehnya dan penyelamatnya.

Hening~

Yunho masih terus berpikir. Waktu dia membuka matanya saat itu dia melihat leher putih mulus bak pualam, kalung berbentuk salib…

Wait…

Ohmmo! Setelah diingat-ingat Yunho juga melihat sesuatu yang lain di leher itu.

.

"Oh ya dia juga memiliki tanda lahir di lehernya yang membuatnya terlihat sexy"

.

Kata-kata Ayumi kembali mampir di kepala Yunho. Hahaha namja bermata musang itu tertawa, takdir benar-benar mempermainkan mereka ania? Mata Yunho terasa panas, orang yang dicarinya selama bertahun-tahun kini ada di depannya. Seseorang yang menjadi obsesinya, seseorang yang sudah mencuri hatinya saat pertama kali mereka bertemu, seseorang yang selalu hadir di mimpinya tiap malam.

"Jadi…kau adalah penyelamatku yang kucari selama ini?"

" Eungg! ne Yunnie~ na ya~"

Srett

Cup

Yunho mengecup bibir merah Jaejoong.

Cup cup cup cup

Cup cup cup cup cup cup

Namja tampan itu kemudian menciumi wajah Jaejoong membabi buta karena terlalu bahagia.

"Kyahaha Yunnie~ geli~ hahahahaha!"

.

.

.

Mr dan Mrs Jung baru tiba dari sebuah pesta yang diadakan oleh perusahaan patner Jung corp. Pesta itu begitu meriah dan hanya dihadiri oleh kalangan yang berduit saja. Mr Jung terlihat tampan dengan tuxedo hitam plus dasi kupu-kupu di lehernya, sedangkan Mrs Jung terlihat memukau dengan setelan jas putih yang memperlihatkan tubuhnya yang ramping dan kakinya yang jenjang.

Pasangan suami istri Jung itu memasuki rumah utama dan berniat langsung menuju kamar mereka di lantai dua. Namun ketika melewati ruang keluarga mereka melihat botol-botol wine yang berserakan di hambal depan perapian, juga satu loyang pizza yang hanya berkurang dua potong. Siapa yang baru saja berpesta? Bukankah satu-satunya food monster di rumah itu sudah kembali ke asrama?

"Kyahaha Yunnie~ geli~ hahahahaha!"

Dua orang itu kemudian mendengar suara tawa Jaejoong dari kamar namja cantik itu. Oh? Yunnie? Apakah Jaejoong sudah berbaikan dengan putra mereka?

Mr Jung tersenyum dan melangkah menuju hambal di depan perapian kemudian meraih dua buah gelas kosong dan mengisinya dengan wine.

"Would you like some wine Mrs Jung?"

Heechul tersenyum pada suaminya. "Sure Mr Jung"

.

.

.

"Hmm hmm appa gom, omma gom, aegy gom~ hihihi~"

Entah bagaimana ceritanya Jaejoong sekarang sudah berada di pangkuan Yunho dan kembali bernyanyi tidak jelas sambil menggoyangkan badannya seperti anak kecil. Sedang Yunho hanya diam memeluk istrinya dan menyerukan kepalanya di ceruk leher Jaejoong. Sekarang Yunho tahu kenapa dia begitu addicted dengan wangi vanilla dan kebiasaanya yang suka menggigit Jaejoong.

"Appa gomu tung tungee~ omma gomu Nngghh!"

Jaejoong menghentikan nyanyiannya ketika merasakan lehernya disapu oleh benda kenyal yang panas dan basah. Kenangan saat malam Yunho memperkosanya kembali berputar di otaknya. Sehingga dia otomatis langsung beranjak dari pangkuan suaminya dan mendorong tubuh Yunho hingga jatuh dari ranjang.

Gubrrakk

"Aww.."

Yunho mencoba berdiri kembali dan naik ke atas tempat tidur. Dirabanya permukaan ranjang itu mencari istrinya. Jaejoong tampak membungkus dirinya seperti kepompong dan tubuhnya bergetar ketakutan.

"Baby kenapa kau mendorongku?" ucap Yunho berusaha membuka selimut yang menutupi Jaejoong.

"Joongie takut…"

Srakk

"Andwee jangan paksa Joongie lagi. Joongie bukan pelacur, jeball Yunnie…huhuhu"

"Ssshh mianhae….Aku tidak akan menyakiti mu lagi. Waktu itu aku sangat emosi. Maafkan aku ne?"

Yunho memeluk tubuh kecil Jaejoong dan mengelus punggungnya pelan. Jaejoong terdiam sebentar kemudian menganggukkan kepalanya. Yunho tersenyum, tiba-tiba suatu ide muncul di kepalanya.

"Tapi Joongie juga harus siap jika Yunnie menginginkannya. Joongie kan istri Yunnie"

"Ta-Tapi rasanya sakit sekali Yunnie. Joongie tidak kuat, Joongie bisa mati"

"Ssstt tidak boleh bilang begitu. Sekali lagi maafkan Yunnie karena Yunnie melakukannya dengan kasar padahal saat itu adalah pengalaman pertama Joongie. Jika Yunnie mempersiapkan Joongie dengan baik dan melakukannya dengan lembut Yunnie jamin Joongie akan merasakan hal yang berbeda. Percaya sama Yunnie, Yunnie janji "

"…."

"Apa Joongie tidak ingin punya aegya dari Yunnie hm?" ucap Yunho ketika merasakan istrinya masih ragu.

"Aegya?"

"Ne sayang, aegya yang lucu dan cantik milik Joongie dan Yunnie. Kita harus melakukan hubungan suami-istri untuk mendapatkan aegya. Joongie mau?"

Jaejoong terdiam, otaknya mencoba berpikir. Beberapa saat kemudian, perlahan tapi pasti namja cantik itu beranjak memeluk tubuh kekar suaminya.

"Joongie ingin punya aegya dari Yunnie~" gumamnya malu-malu di dada Yunho.

Hehehe~ namja Jung itu menyeringai mendengarnya…

.

.

.

.

Ruang keluarga

"Apakah kau sudah menyiapkan hadiah untuk uri Yunho?" tanya Mrs Jung pada suaminya.

"Ne. Sebuah apartemen di daerah Gangnam. Sebagai pesiapan jika dia dan istrinya ingin pindah. Yunho mengatakan jika dia ingin hidup mandiri dengan istrinya. Sehingga aku sengaja membelikannya apartement yang tidak jauh dari kantor dan juga dekat dengan universitas Toho untuk memudahkan mereka"

Mrs Jung merengut tidak suka. Kenapa suaminya sangat perhatian dengan Jaejoong? Namja miskin itu kan hanyalah pengganti. Mrs Jung kembali meneguk wine di tanganya.

"Ahh ahh ah Yunnie you are so big! I'm gonna die!"

"Uhuk uhukk" Mrs Jung tersedak ketika mendengar desahan Jaejoong dari kamar sebelah.

"Yeobo gwenchana?" ucap Mr Jung sambil membelai tengkuk istrinya.

"Hahh tidak tahu malu sekali namja itu"

"Memang kenapa? Biarkan saja namanya juga pengantin baru" ucap Mr Jung tersenyum

"Tapi jika mereka sering melakukannya namja itu bisa hamil. Aku tidak sudi punya cucu dari namja miskin sepertinya"

"Kenapa kau begitu membenci Jaejoong? Memang kenapa kalau anak itu miskin? Ingat yeobo, dialah yang membuat uri Yunho sembuh" Mr Jung mencoba bersabar

"Itu karena kita membayarnya. Orang miskin itu sama saja, mereka pasti hanya mengincar harta kita"

Mr Jung terdiam. Tangannya terkepal erat di atas pahanya.

"Apakah kau lupa kalau suamimu ini awalnya juga miskin?"

DEG

"Y-Yeobo…"

"Apakah aku pernah mengincar hartamu? Kami memang orang miskin tapi kami tidak serendah itu. Aku mencintaimu dengan tulus tanpa memandang status kita berdua. Aku berjuang mati-matian untuk membuatmu bahagia dan tidak kekurangan suatu apapun hingga kita bisa sukses seperti sekarang. Dan sekarang kau mengatakan jika kami kaum miskin hanyalah pengeruk uang?"

"Hannie bukan begitu aku-

"Cukup Chullie. Kupikir setelah kita hidup bersama selama lebih dari 20 tahun kau sudah mengerti diriku. Haha Mian jika sampai sekarang aku belum bisa membuatmu bahagia. Aku paham jika kau masih memendam rasa dendam serta kekecewaan karena sudah menikah dengan namja miskin sepertiku"

Mr Jung tersenyum miris dan beranjak menuju kamarnya. Meningalkan istrinya yang diam mematung dengan pipi yang basah oleh air mata.

"Bukan begitu maksudku…"

Benar. Mr Jung atau Jung Hankyung memang berasal dari keluarga miskin di China. Hankyung pergi ke Korea karena mendapatkan beasiswa dari salah satu universitas di Seoul. Dan pada saat itulah dia bertemu dengan Kim Heechul. Anak bungsu dari seorang pengusaha kaya yang memiliki beberapa cabang yang tersebar di seluruh Korea. Heechul memiliki perawakan yang langsing, wajah yang cantik, dan kulit yang bersinar. Meski sifatnya angkuh hal itu tetap membuat seorang Jung Hankyung jatuh cinta. Namun Hankyung sadar akan status mereka yang berbeda sehingga dia memutuskan untuk hanya mengagumi Heechul dari jauh.

Pada suatu malam Hankyung melihat Heechul dikelilingi oleh banyak namja di club tempatnya bekerja. Heechul terlihat sudah mabuk dan namja-namja itu masih terus memaksa Heechul untuk minum. Hankyung yang tidak tega akhirnya merebut Heechul dari kawanan namja itu dan membawanya ke apartemen kecilnya.

Namun Hankyung tidak pernah menyangka jika namja-namja tadi ternyata juga meminumkan obat perangsang pada Heechul dan berniat memperkosanya beramai-ramai.

Tubuh Heechul terasa panas dan terus merengek untuk disentuh. Hankyung berusaha menolak keinginan Heechul juga keinginan tubuhnya sendiri. Tapi semua pertahanan Hankyung runtuh ketika mendengar tangisan Heechul yang terus mengatakan jika tubuhnya terasa sakit. Akhirnya malam itu Hankyung mengambil kesucian Heechul yang berakibat besar pada hidupnya.

Seminggu kemudian Heechul dinyatakan hamil. Namja cantik itu menangis sepanjang hari dan sempat ingin bunuh diri karena tidak mau menerima kenyataan jika dirinya telah dihamili oleh namja China dan miskin pula. Orang tua Heechul murka dan mengusir namja cantik itu dari rumah.

Hankyung yang mendengar hal itu memberanikan diri untuk datang ke kediaman keluarga Kim berniat bertanggung jawab. Setibanya di sana Hankyung dihajar oleh bodyguard keluarga Kim hingga babak belur. Hankyung disuruh membawa Heechul bersamanya dan baru boleh kembali ke keluarga Kim jika sudah sukses dan sepadan.

Akhirnya Hankyung membawa Heechul ke apartemen kecilnya dan mereka hidup bersama. Hankyung meneruskan kuliahnya hingga lulus dan diterima di sebuah perusahaan swasta. Namun bukan berarti kehidupannya bahagia, Heechul begitu membencinya dan terus menyalahkan dirinya tentang apa yang telah terjadi. Menghina dirinya yang miskin dan tak berguna. Hankyung hanya diam dan terus bersabar, selalu menampilkan senyumnya meski hatinya berdarah sakit.

Pada saat kandungan Heechul sudah tua, Hankyung memutuskan untung pulang ke China dan meminta bantuan ummanya. Satu bulan kemudian lahirlah Jung Yunho ke dunia. Dengan bekal gajinya dan pengetahuan serta pengalaman kerja pada saat di Korea, Hankyung mulai mendirikan bisnis kecil-kecilan. Namun karena otak cerdas dan kegigihan seorang Jung Hankyung bisnis itu terus berkembang pesat dan menjadi perusahaan besar di China.

Tapi hal itu berdampak bagi Yunho kecil. Orang tuanya menjadi sibuk sehingga Yunho tumbuh dalam asuhan halmoni dan haraboji Jung tanpa mengenal kasih sayang orang tua kandungnya. Setelah semuanya stabil, mereka kembali ke Korea dan mendapatkan restu dari keluarga Kim dan akhirnya menikah.

Hahh~ Mrs Jung menghela nafasnya dan menghapus air mata di pipinya. Apakah dirinya sangat keterlaluan? Dia memang sangat menyayangi Yunho dan bersikap sangat melindungi anak tertuanya tersebut. Mrs Jung hanya ingin menebus waktu yang hilang selama dia meninggalkan Yunho bersama halmoni-harabojinya saat ummanya sendiri sedang sibuk bekerja. Mrs Jung merasa bersalah karena kurangnya kasih sayang orang tua yang didapatkan Yunho.

Tap tap tap

Mrs Jung beranjak menuju kamarnya, dilihatnya suaminya baru keluar kamar mandi dan hanya memakai handuk di pinggangnya.

Brukk

"Maafkan aku"

Heechul memeluk tubuh suaminya dari belakang dan membenamkan wajahnya di punggung lebar suaminya yang masih basah.

"…."

"Hikss…maafkan aku. Aku hanya tidak ingin uri Yunho tersakiti lagi. Aku mencintaimu hiks…hiks….dan aku.. .aku tidak pernah menyesal menikah denganmu" ucap Heechul sambil terisak. Hankyung berbalik menghadap istrinya, menarik rambut Heechul ke belakang dan langsung meraup bibir merah istrinya. Dipagutnya bibir Heechul dengan ganas membuat namja cantik itu susah bernafas.

"Ah! Mmmhh"'

Brukk

Tubuh ramping Heechul terhempas ke atas kasur yang empuk dengan suaminya yang masih sibuk memakan bibirnya. Perlahan ciuman Hankyung turun ke leher jenjang istrinya dan mulai memberikan tanda.

"Ah ungg Hannie~"

.

.

.

Chirp chirp chirp

Pagi hari yang cerah, burung-burung berkicau riang, matahari bersinar terang. Seperti biasa mansion Jung sudah terlihat sibuk di pagi hari.

Cklek

Pintu kamar Yunho terbuka, menampilkan sosok gagah pemiliknya yang terlihat segar dan bahagia.

Tap tap tap

Yunho menolehkan kepalanya ke arah tangga ketika mendengar suara sepatu seseorang berjalan turun.

"Oh Yunho-ah"

"Appa"

"Kau terlihat segar pagi ini. Apakah tidurmu nyenyak?" ucap Mr Jung menyeringai.

"Ne appa. Bagaimana dengan appa? Meskipun aku tidak bisa melihatnya tapi appa terdengar sangat gembira. Apa terjadi sesuatu?" balas Yunho menyeringai.

"Hahahaha sepertinya kau juga mendengarnya. Lain kali kita harus memasang peredam suara di kamar kita masing-masing"

Yunho tersenyum.

"Apakah kau akan berangkat ke kantor? Bagaimana jika kita berangkat bersama? Ada beberapa urusan yang harus appa kerjakan di Jung corp"

"Baik appa"

Keduanya kemudian berjalan bersama menuju pintu keluar rumah utama. Sekali – kali mereka juga terlibat pembicaraan tentang dunia bisnis atau sekedar membicarakan perkembangan Jung corp.

.

.

.

"Eunghh~"

Jaejoong menggeliat resah dan berusaha untuk membuka matanya. Namja cantik itu kemudian mencoba bangun dan duduk di pinggir ranjang.

"Akhh!"

Tiba–tiba dia merasakan kepalanya berdenyut sakit dan pinggangnya seakan mau copot. 'Apa yang terjadi padaku?' batinya. Dengan tertatih Jaejoong berjalan menuju meja rias. Oh my god! Lihat itu! Tubuhnya penuh dengan kissmark merata di permukaan kulit porselennya.

"Oh tuhan apa yang telah terjadi tadi malam? Joongie tidak ingat sama sekali"

Namja cantik itu mengerang frustasi. Dirinya benar-benar tidak ingat sama sekali apa yang terjadi tadi malam. Tapi pinggangnya pegal, holenya juga sedikit perih, sensasi yang tidak asing.

Kruyuuukkk

"Eh? Perut Joongie berbunyi. Ya sudah Joongie makan dulu saja. Joongie lapar~"

Jaejoong kembali berjalan tertatih menuju ke dapur. Ketika melewati kulkas Jaejoong membukanya berniat mengambil jamu dari halmoni Jung, tapi…

Srett

"Eh? Umma?" Jaejoong melihat Mrs Jung juga ingin mengambilnya.

"Apa kau ingin meminumnya? Ya sudah untukmu saja"

Mrs Jung memberikan jamu itu ke Jaejoong dan membuka pintu kulkas yang satunya. Dia mengambil jamu dari halmoni Jung dan mulai. "Ehm umma mau?" Jaejoong menawarkan roti tawar yang sedang diolesinya dengan selai cokelat.

"Ne. kenapa kau makan sambil berdiri?" ucap Mrs Jung sambil menerima roti selai dari Jaejoong. Namja cantik itu memang sengaja tidak duduk karena pantatnya masih sakit.

"Ah aku memang suka makan sambil berdiri hehe~ Tapi kenapa umma juga tidak duduk?" tanya Jaejoong polos.

"Karena aku ingin makan di kamarku" ucap Mrs Jung sambil melenggang pergi.

Jaejoong memperhatikan mertuanya yang berjalan terseok-seok menuju kamarnya di lantai dua. 'Hihi~ umma Jung jalannya lucu' batinnya innocence. Namja bermata besar itu menghabiskan sarapannya dengan semangat dan tidak lupa meminum jamu dari halmoni Jung dengan semangat pula.

Nyaaa~

.

.

.

TBC