Ahhh entah kenapa akhir-akhir ini sepi yah hmm mungkin saja karena Fandom yang saya pilih yang masih sepi enggak kayak fandom sebelah yang ramai banget kayak orang-orang lagi ngeliat kebakaran :v berarti ricuh yah, seperti orang bertebaran di jalan yak oke! Kita abaikan tadi karena, niat saya awalnya buat fandom ini beda karena, fandomnya itu-itu ajah hmmm mungkin pengaruh juga kali yang jelas saya ingin beda ajah oke :3

Ahh bicara soal itu ada fans One piece di sini? Ahh diskusikan soal chapter kemarin kanibalkah? Atau ada tiba-tiba saja seseorang menculiknya dalam sekejap karena, jika di makan pastinya ada bekas baju mereka yang di gigit tapi, yang hal itu mustahil karena jika kanibal harusnya ada darah (biar rahasia kali) dan lupakan tadi itu pendapat kalian.

Author saat ini gimana yah hmm jika mau diskusikan sesuatu atau ada sesuatu tolong ke FB oke karena, saya juga manusia pastinya gak bisa sibuk pada dunia maya apalagi saya harus masuk universitas sebentar lagi jadi, agak sibuk lah.

Ngomong-ngomong ada yang tau soal tata Grafik? Hmmm gak ada yah kalau enggak ada yah saya akan cari sendiri lewat mbah google karena, mikir keras sangat rumit tak mau ambil pusing

Sekian dari saya aye sirr!

Chapter 4 : Saving Silver celestial & Meet Golden Celestial.

.

...

.

Sebuah perjalanan yang biasa Natsu lakukan bersama teman wanitanya meskipun memiliki beda umur yang terlihat jelas tapi, alasan wanita itu ikut karena membalas jasa yang di berikan Natsu.

Beberapa hari mereka melakukan perjalanan banyak sesuatu aneh dan buruk terjadi tapi, mereka bisa mengatasinya dan juga mereka memiliki banyak sekali kenalan walaupun, itu sebenarnya hanya Natsu yang melakukannya.

Begitu mereka setelah menginap kembali di hotel langsung melanjutkan perjalanan mereka tapi, sedikit terhenti karena melihat kepulan asap dari tempat mereka berdiri lokasinya tak begitu jauh maka, mereka berdua segera mengecek apa yang terjadi.

.

.

.

.

-Unknown Village

"I-ini! Yang benar saja" Irene terlihat benar-benar shock matanya bulat dengan tubuh bergetar.

"Kenapa tempat ini di bakar!" Natsu yang tak tau situasinya hanya memiringkan kepalanya yang iya tau sesuatu tak menyenangkan.

Mereka berdua akhirnya sampai di sebuah pedesaan tapi, kondisinya cukup mengerikan banyak rumah yang terbakar api yang besar, dan parahnya lagi ini lebih mengerikan mayat orang-orang tergeletak di tanah bersimbah darah dan rata-rata mayat itu di dominasi oleh orang dewasa.

"Ughh! Orang-orang yang melakukan ini memang brengsek!" Irene memegang hidung merasakan bau amis darah.

"Padahal mereka tak salah apa-apa" Natsu dari awal sudah menutup hidungnya "tapi, tampaknya darah mereka masih baru"

"Begitu yah, sungguh di harapkan dari seorang DragonSlayer" Irene tersenyum "jika begitu yang kau ucapkan kita masuk siapa tau saja masih ada orang yang tersisa"

"Yah ayo aku akan menghandalkan hidungku untuk mencari mereka!" Natsu sudah masuk lebih dulu dengan gaya kekanakannya.

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Agak sedikit jauh dari tempat Natsu berada gadis kecil berambut perak dia tampak ketakutan, marah, dan juga sedih karena, orang tuanya mati di bunuh, dan juga dia sangat lemah hingga tak bisa menjaga dirinya sendiri.

'Maafkan aku ibu, setidaknya mereka tidak menangkap Yukino' batinnya

Dia sekarang dalam situasi benar-benar genting di mana dia jika menyerang akan sangat mustahil karena, dia akan kalah dan kalau dia menyerah maka dia akan di bawa ke sebuah tempat dan menjadi sebuah budak.

"Kau menyerah gadis kecil? Kan lebih bagus kalau begini kau bisa di bawa untuk melayani Tuan Zeref!"

"KATON : KARYUOEKE NO JUTSU!"

Booommmm!

Sebelum kelompok itu menangkap gadis kecil api terdapat sebuah semburan api besar yang menyambar mereka semua dan langsung hangus.

Gadis berambut perak itu menoleh dan melihat seorang anak kecil berambut pink, syal di lehernya, dan mengenakan topi jerami dan di sampingnya wanita dewasa panjang, berwarna merah Scarlet.

"Benar kan kubilang ada orang!" Natsu yang tampak tak takut dalam situasi manapun hanya cengengesan.

"Ahh maaf sudah meragukanmu" Irene menutup mulutnya.

"Siapa kalian? Dan bagaimana kau bisa menemukanku?" tanya Gadis itu.

"Yah, sebenarnya aku mendengar sebuah teriakan dan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Natsu membetulkan topinya.

"Entahlah, yang terakhir kuingat mereka membunuh semua orang dewasa dan membawa anak kecil untuk di jadikan budak Zeref" jawabnya.

"Oh! Aku turut berduka cita atas apa yang terjadi" Irene menoleh kedua jasad yamg tersenyum tampaknya orang tua gadis berambut perak ini.

"Aku mulai tak suka orang yang bernama Zeref, dan ngomong-ngomong siapa kau?" tanya Natsu ke gadis berambut perak.

"Sorano, umm! Terima kasih untuk menolongku jika tak ada kau mungkin aku sudah di tangkap oleh mereka" jawabnya malu-malu.

"Hihihi kebetulan saja kita lewat" Natsu mengusap hidungnya.

"Wah-wah! Pertemuan yang sangat menyentuh sekali"

"!"

Natsu mendengarnya dia pasang badan di depan, Sorano hanya di belakang tubuh Natsu dengan, Irene memasang wajah tenang seolah tak terjadi sesuatu.

Seorang lelaki tinggi, dengan hidung panjang, rambutnya menjulang ke atas berwarna coklat, dan beberapa shuriken besar di punggungnya tampaknya dia dalang dari semua ini.

"Namaku Bryndi dan awww! Kalian berdua akan kujadikan budak tuan Zeref setelahnya, aku akan bersenang-senang dengan wanita cantik ini" wajahnya menunjukan ekspresi mesumnya.

"Begitukah? Silahkan saja jika kau ingin menikmati tubuhku" Irene tersenyum provokatif "itupun jika kau bisa mengalahkan mereka"

"Ahh mudah sekali kumengalahkan mereka setelah ini bersiaplah kau berteriak seperti-"

Duangghh!

Blarrr!

Sebelum orang itu mengakhiri ucapannya, secara cepat Natsu di depan orang itu dan menendangnya sekuat tenaga hingga terhempas jauh.

"Natsu!" Sorano memasang wajah khawatir

"Tenang saja, dia takkan kalah semudah itu" Irene menenangkan gadis kecil ini.

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Sementara di luar Natsu yang menendang Bryndi secara sadis kini mereka berdua saling berhadapan satu sama lain.

"Sialan! Kau bocah! Akan kubalas apa yang kau perbuat!" Bryndi mengelap hidungnya yang berdarah.

"Coba saja!" Natsu menjulurkan lidahnya

Bryndi melemparkan shuriken kecil Natsu melompat menghindarinya dia membalasnya dengan melemparkan laser kuning orang itu dengan mudah menghindarinya.

Bryndi kembali melemparkan shurikennya dalam jumlah banyak Natsu menangkisnya dengan Hiraishin miliknya tapi, setelahnya tubuh dia merasa kaku.

"Ada apa, kenapa denganmu?" tanya Kurama

"Tubuhku tak bisa bergerak seperti ada sesuatu yang menahanku" balas Natsu mencoba bergerak tapi, tak bisa.

"Hoh? Mukamu kesakitan nak?" Bryndi menyeringai "biar kuberi tau aku manusia Magnet tehknikku sebenarnya mudah yaitu kau perlu menghindari Shuriken yang kuberikan tapi, sayang kau malah menangkisnya karena, Shuriken itu mengandung Magnet jika kau menangkisnya maka tubuhmu akan berat dan tak bergerak seperti, kau di tarik Magnet"

"Hmm! Pantas tapi, kau tak mungkin kalah bukan?" tanya Kurama Natsu mengangguk tenang.

Bryndi memegang empat shuriken besar yang berada di tangannya dan melemparkannya dengan cepat Natsu terdiam dan tak bergerak.

Slashh!

Crattt!

Dari keempat Shuriken yang berhasil Natsu hindari dengan susah payah hanya tiga sedangkan satunya lagi berhasil mengenai mata kiri Natsu dan memuntahkan darah.

"Tunggu kawan! Aku akan menghentikan pendarahannya dengan kekuatanku" Kurama pasang ekspresi panik.

"Ugh! Tenang saja meskipun telat serangan tadi hanya mengenai bagian luarnya dan ini takkan membutakanku" Natsu memegang tangan kirinya.

"Kau hebat bahkan dalam gerakan yang di tahan kau masih saja bisa menghindar" Bryndi menyeringai tapi, dia menyadari sesuatu "mata merah? Apa itu"

"Tapi, kau jangan lengah" Natsu hanya tertawa.

"FUUTON : RASENGGAN!"

Nggnngg!

Duarrr!

Tanpa Bryndi sadari Natsu sudah membuat Cloningnya dan menghempaskan bola hijau berputar tepat ke arah punggung lelaki itu.

"Sialan! Kau!" Umpat Bryndi kesal tubuhnya tak bisa bergerak dan dia sudah kalah

"Ingat jika, kau menyakiti Sorano lagi akan kuhabisi kau" Natsu segera berlari pergi ke tempat wanita itu berada.

"Tipuan yang bagus parner" Kurama menyeringai

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Natsu kembali ke tempat di mana mereka dan di sana dua orang itu sudah menunggunya dengan ekspresi cemas.

"Tenang saja Sorano mereka takkan menganggumu lagi" Natsu menunjukan Grinnya.

"Terima kasih Natsu aku, sangat senang kau datang" Sorano memeluk DragonSlayer api itu "hanya karena aku kau sampai terluka begini"

"Syukurlah lain kali berhati-hatilah" Irene tersenyum dia melihat ke mata Natsu "matamu terluka kemarilah biar kuobati sebentar"

Irene mengobati luka di mata kiri Natsu tapi, dia menyadari Mata Natsu tadi kini berwarna merah namun beberapa saat menghilang kembali.

"Kurama! Kau tau mataku merasakan hal aneh sesuatu yang kuat?" tanya Natsu.

Kurama mendesah "hmm tampaknya Sharingganmu aktif dan benar, kata Kaguya di butuhkan sebuah kejadian khusus untuk membangkitkannya"

"Sharinggan? Rasanya Kak Hamura pernah membicarakan itu" Natsu memiringkan kepalanya.

"Yah, sebuah kekuatan mata yang luar biasa tapi, sewaktu kau ingin pergi bukankah Kaguya memegang matamu? Dan kau merasakan sesuatu yang kuat?" tanya Kurama Natsu mengangguk "yah ibumu menanamkan mata Sharinggan di matamu dalam keadaan tak aktif tapi, sekarang kau berhasil"

"Ya ampun kau seharusnya memikirkan kondisimu jangan memaksakan diri" Irene telah mengobati mata Natsu "matamu baik-baik saja hanya lukamu permanen jadi, maaf aku melakukan sebisaku"

"Maaf karena aku kau jadi begini" Sorano memegang mata Natsu

"Yah tak apa aku sudah terbiasa" Natsu tersenyum.

Setelahnya mereka menguburkan orang tua Sorano kini gadis kecil itu hanya duduk di depan pemakaman orang tuanya dan memberi doa terakhir.

Sorano menceritakan semuanya yang terjadi dan seorang adiknya namun kini dia telah kabur dan menyelamatkan diri.

"Lalu apa yang kau lakukan setelah ini? Kau takkan tinggal di sini terus bukan?" tanya Natsu.

"Entahlah aku tak tau harus bagaimana setelah ini dan juga aku tak tau harus kemana" balas Sorano "aku harap aku bisa ikut denganmu itupun jika, kau tak keberatan"

"Ayo! Jika kau mau ikut!" Natsu sudah siap dengan tasnya.

"Tentu, aku takkan merepotkanmu dan aku juga bisa sihir" Sorano menunjukan Kunci emasnya.

'Kunci bintang roh? Ya ampun banyak sekali hal terjadi' Batin Irene dia geleng-geleng melihat tingkah kekanakan Natsu.

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Sekarang mereka bertiga tidur di luar ruangan di depan api unggun Sorano lebih dulu tidurnya sedangkan yang masih terjaga adalah Irene dan Natsu

Bagi Irene tampaknya dia memikirkan ucapannya kemarin dia tau pasti ini sedikit menyinggung perasaan Natsu tapi, setidaknya dia ingin membicarakannya.

"Hei, Natsu akankah kita seperti ini terus?" tanya Irene.

"Apa maksudnya itu?" Natsu membuka matanya.

"Maksudku, kita tak bisa cara seperti ini mencari ayahmu umm begini jika kita bergabung sebuah Guild bagaimana?" tanya Irene "maksudku jika, bergabung mungkin kau punya banyak teman dan mungkin saja mereka tau keberadaan ayahmu dan memberi info sesuatu tentang ayahmu?"

"Kupikir wanita itu benar! Mustahil meskipun, dia besar dunia ini kan luas adakalanya kau memiliki teman dan mungkin saja mereka tau? Bukankah Kaguya menyuruhmu mencari teman?" Sambung Kurama

"Aku tau, aku tak memaksamu selain itu di Guild kau akan melakukan misi bisa saja saat misi kau menemukan ayahmu?" Irene membuat ucapannya tak menyinggungnya.

"Baiklah tapi, apakah kau akan pergi jika aku masuk ke sebuah Guild akankah kau pergi?" Natsu menatapnya.

"Tentu saja tidak aku, tak pernah mengingkari janjiku akan terus denganmu" Irene tersenyum manis "ahh dan tampaknya ada sebuah Guild di daerah sini meskipun, aku tak tau di mana itu"

"Yah baiklah aku ngantuk hoamzzz!" Natsu memejamkan matanya "dan selamat tidur"

"Yah selamat tidur"

"Tsk! Tsk! Aku tak pernah tau pikiran manusia sebenarnya"

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Mereka kembali melanjutkan perjalanannya tapi, kali ini tujuan mereka berbeda Natsu kali ini mengesampingkan mencari ayahnya karena, cara manual maka pasti akan lama dan dia menyetujui usul Irene dengan masuk ke sebuah guild.

Tapi, perjalanan mereka sekarang buruk bukannya sampai ke tujuan kini, mereka malah nyasar masuk ke hutan lagi dan melewati bukit mereka mencoba melewati jalan lain alhasil mereka hanya berputar di satu tempat saja.

"Ugh! Kita salah arah lagi sepertinya" keluh Natsu yang engap-engapan.

"Sebenarnya kita akan Guild mana" Sorano menunjukan ekspresi lelahnya.

"Jika kita menemukan rumah sebaiknya kita tanyakan pada mereka saja" balas Irene.

"Kupikir kita menemukannya" Natsu menunjuk sesuatu.

Rumah itu di katakan sangat besar dan megah dengan halaman yang luas berada di depan bukit dan ada seorang anak kecil bermain dengan dirinya sendiri.

"Rumahnya besar sekali hei! Ada sesorang, kita ajak dia bermain?" tanya Sorano ke Natsu sementara sang DragonSlayer api itu sudah ngacir lebih dulu "Natsu! Kau curang tunggu aku!"

"Ini lebih mirip sebuah Mansion pribadi" Irene kagum dengan rumah di depannya.

Sementara Sorano dan Natsu kini mereka bermain dengan seorang gadis kecil berambut pirang, dengan mata coklatnya yang memegang kunci emas.

"Aku Natsu! Sorano lihat ini kunci sama seperti kau!" Natsu mencomot seenaknya kunci itu.

"Ahh jadi kau penyihir Roh, aku Sorano dan juga siapa saja roh bintangmu?" tanya Sorano menunjukan kunci emasnya

"Ummm! Aku Lucy yah mereka Aquarius, Cancer, dan Taurus" jawab Gadis berambut pirang itu.

"Yah miliku Aries, Gemini, dan Scorpio!" jawab Sorano.

Sementara itu ketiga anak itu bermain kejar-kejaran satu sama lain dan tak lama pelayan pemilik rumah itu muncul.

"Ya ampun! Nona Lucy! Tak bilang jika anda punya teman" Pelayan itu tersenyum ketika melihat ekspresi senang wajah Lucy tapi, matanya melirik ke arah Irene "permisi ada yang bisa saya bantu?"

"Yah, kita sebenarnya ingin ke Guild tapi, kita tersesat bisakah aku meminta peta daerah sini? Atau setidaknya bisakah kau tunjukan ke kota saja?" pinta Irene halus

"Baiklah! Tunggu sebentar" pelayan itu segera masuk ke mansion

"Ayo! Kejar aku!" Lucy berlari menghindar tangkapan Natsu

"Hei lihat ada bintang jatuh!" Natsu berusaha menipunya dan membuat gadis itu berhenti "dan! Kena kau! Hahajaha!"

"Natsu kau curang!" Lucy menggembungkan pipinya.

Dan tak lama pelayan itu kembali lagi kesini.

"Ah ini peta yang kau inginkan" Pelayan itu memberikannya.

"Baiklah, Terima kasih" Irene tersenyum.

"Kalian akan pergi lagi?" Lucy menatap kawan barunya "kalian akan ke mana?"

"Yah kita akan sebuah Guild entah, Guild yang mananya, yang pastinya aku akan di sebuah Guild " jawab Natsu langsung pergi begitu saja "sampai jumpa lagi Lucy"

"Tentu jika kau ada Waktu mampirlah" Sorano berlari mengejar Natsu sambil melambaikan tangan.

"Terima kasih bantuannya" Irene membungkuk.

Dan mereka bertiga pun pergi dan Lucy melambaikan tangannya.

'Nona, anda akhirnya mempunyai teman anda sendiri' Pelayan itu tersenyum dan segera kembali ke mansion.

Lucy memegang kunci emasnya tampaknya dia memanggil seseorang dan tampaklah duyung berwarna biru.

"Ada apa kau memanggilku?" tanyanya agak sedikit galak.

"Aku bertemu seorang laki-laki" jawab Lucy.

"Benarkah? Coba kau ceritakan padaku!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Setelah mereka mendapatkan peta akhirnya mereka sampai juga di sebuah kota mereka bertiga memilih makan sebentar untuk memulihkan tenaga, Natsu sendiri setelah makan dia keluar menanyakan orang-orang tentang Igneel.

"Bagaimana? Kau dapat jawaban" tanya Irene dia melihat wajah Natsu yang kesal "ara! Sepertinya buruk"

"Mereka sungguh menyebalkan aku bertanya serius ehh! Mereka mengejekku dengan mengatakan Naga tak pernah ada lalu, yang menjawab itu aku tinju perut mereka" balas Natsu.

"Yah, mungkin mereka belum pernah melihat Naga, jadi mereka tak tau" sambung Sorano.

"Kau benar" Natsu mengangguk.

Setelah mereka makan mereka segera bergegas menuju sebuah Guild dan dengar sana dengar sini ada sebuah Guild rupanya di daerah situ

Tapi, pada saat Natsu keluar warung dia tak sengaja menabrak seseorang.

"Ouch! Maaf aku tak sengaja"

"Yah, harusnya aku karena tak melihat jalan"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Yah soal mata kiri Natsu saya kasih bekas luka karena sebuah pertarungan yah seperti Zoro di One piece biar keliatan keren

Dan sharinggannya aktif juga seperti Kaguya katakan ada sebuah katalis atau kejadian tertentu untuk mengaktifkannya dan itu terjadi

Ada sesuatu? Tolong bicarakan di Review atau pm saya

Pm

.

RnR