Ia berjalan perlahan. Menata hati yang sudah tak berbentuk. Ingin rasanya dia menangis, memaki, atau sekalian menenggelamkan diri ke dalam lautan luas di depan matanya. Kaosnya ia remas, raut mukanya benar-benar tersiksa. Ia menyerah. Kisahnya telah usai bahkan sebelum dimulai.

Bitter Sweet

.

.

.

.

.

.

.

Kisah ini tak akan menjadi lucu. Humornya telah rusak. Genre yang di usung berubah arah. Sekarang dia hanya ingin menghapusnya.