FIRST KISS
Chanyeol x Baekhyun
Summary:
"Itu bukan ciuman pertamaku. Yang pertama terjadi saat masa trainee ku." -
—
"Baiklah, Chanyeol-ssi. Bisa aku bertanya sedikit tentang hal pribadimu?"
Chanyeol tersenyum, lantas mengangguk. "Ne, silakan saja."
Yoo Jaesuk kemudian memberikan kode untuk staf menayangkan video. "Ini tentang film terbarumu, kudengar banyak fansmu memakai gaun pengantin untuk memberimu dukungan. Kau sudah dengar tentang hal ini, Chanyeol-ssi?"
"Ya, aku sudah mendengarnya. Aku sungguhan berterima kasih pada mereka, itu terlihat seperti mereka akan menikahiku secara bersamaan."
Yoo Jaesuk dan beberapa bintang tamu lainnya, termasuk Chen dan Suho tertawa karena guyonan Chanyeol.
"Itu benar, mereka seperti akan membawamu ka gereja dan mendaftarkan pernikahan secara langsung. Selamat, Chanyeol-ssi. Kau baru saja memiliki banyak istri berkat film mu itu."
Kali ini giliran Chanyeol yang tertawa. "Tidak apa, aku menyukainya. Semua EXO-L boleh menganggapku suami mereka."
Meskipun kenyataannya suamiku hanya ada satu.. batinnya berseru.
"Baiklah, mari beralih ke pertanyaan pribadi. Ini mengenai potongan adegan di akhir film."
Chanyeol seperti paham apa yang dimaksud di sini. "Ah, adegan itu.."
Yoo Jaesuk mengangguk, nampak sedikit tidak nyaman mempertanyakan ini, namun Chanyeol tahu itu. Jadinya ia tersenyum, mengangguk seolah mengatakan tidak apa-apa dengan pertanyaan itu.
"Kabarnya kau menyelesaikan adegan itu dengan sekali take, apa aku benar?"
Chen dan Suho nampak terkagum dibuat-buat, jelas saja, mereka tahu seperti apa hebatnya Chanyeol dalam hal berciuman.
"Benar, untuk menyelesaikan adegan itu, aku hanya melakukannya dalam satu kali take."
Yoo Jaesuk kemudian mengangguk-angguk paham, bersiap untuk beralih ke pertanyaan selanjutnya. "Apa itu ciuman pertamamu, Chanyeol-ssi?"
Senyum Chanyeol tambah lebar mendengar pertanyaan ini. "Itu bukan ciuman pertamaku. Yang pertama terjadi saat masa traineeku."
Membahas tentang ciuman pertama, ingatan Chanyeol tanpa diminta kembali ke masa beberapa tahun silam. Lebih tepatnya saat ia masih menjadi trainee.
—
Semua orang mungkin tahu, bahwa seorang Byun Baekhyun memiliki kepribadian supel dan senyumnya mampu membawa keceriaan.
Tidak terkecuali untuk Chanyeol, ia sendiripun merasa demikian. Tapi tidak banyak yang tahu jikalau Byun Baekhyun awalnya cukup pendiam.
Oke, baiklah. Chanyeol akan senang hati becerita tentang sosok Baekhyun yang lebih dalam.
Tapi sebelum itu, Chanyeol yang sempat memiliki kekasih perempuan dan menganggap dirinya straight, benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya berakhir jatuh ke dalam pesona si mungil.
Benar kata orang-orang di luar sana, Baekhyun itu adalah sosok yang luar biasa memesona. Dan Chanyeol menyukai kenyataan bahwa mereka— ia dan Baekhyun, berakhir menjadi sepasang kekasih hingga kini.
Oke, ke sampingkan dulu perihal itu. Chanyeol akan mulai bercerita tentang awal dari perasaan jatuh cintanya pada Baekhyun.
Saat itu, awal musim dingin tahun 2011. Ketika perusahaan pertama kali memperkenalkan Baekhyun sebagai anggota baru, juga saat penampilan pertamanya di evaluasi mingguan. Chanyeol sungguhan tidak munafik mengatakan bahwa ia begitu menyukai suara si mungil. Rasanya begitu damai saat mendengarnya, seumpama dedaunan yang berjatuhan saat musim gugur.
Mereka berdua awalnya belum begitu dekat, juga karena memang pada awal-awal bergabung, Baekhyun memang pendiam. Bicara seperlunya, dan menanggapi tanpa belebihan.
Kemudian hari di mana Agensi memberitahukan akan mendebutkan sebuah grup, akhirnya tiba. Dalam waktu singkat, seratus trainee yang kemudian dievaluasi setiap minggunya terus berjalan, hingga sistem eliminasi diberlakukan. Setiap minggu jumlah keseluruhan akan terus berkurang, Chanyeol ingat betapa ia terus merasa bersyukur saat namanya tidak disebut saat evaluasi mingguan. Trainee yang tersisa berjumlah dua puluh, kemudian mereka disuruh membuat penampilan kolaborasi duo.
Saat Baekhyun maju ke depan, ia mengambil papan nama miliknya dan meletakkan itu di samping tulisan namanya. Chanyeol sungguhan terkejut ketika Baekhyun memilihnya sebagai partner kolaborasi. Lebih lagi alasan yang diberikannya mampu membuat Chanyeol kegirangan mendengarnya.
"Aku menyukai bagaimana berat suara Chanyeol mampu membuat siapa saja terkagum karenanya. Dan karena itu, dikesempatan kali ini, aku sungguhan ingin berkolaborasi denganmu, Chanyeol-ssi. Semoga kita bekerja sama dengan baik."
Chanyeol tidak memberikan respon apapun saat itu, tergugu dalam lamunan yang membawa jiwanya terasa antah berantah keberadaanya. Semuanya menjadi tambah mendebarkan saat Baekhyun kembali ke tempatnya sambil tersenyum untuknya.
Ugh, ini mulai terasa gawat. Chanyeol tidak pernah berniat untuk merubah kekagumannya menjadi rasa yang lain.
Lalu suara staf yang tertuju padanya meleburkan lamunan. "Bagaimana Chanyeol-ssi, kau setuju berkolaborasi bersama Baekhyun?"
"Tentu saja, tolong nantikan kolaborasi kami."Chanyeol tersenyum amat lebar saat itu, bukan kepada staf, melainkan ke arah Baekhyun yang berada di barisan lain.
"Hyung, padahal tadinya aku berniat mengajakmu berkolaborasi. Tapi sudahlah, kurasa aku akan mengajak Luhan hyung saja."
Menghiraukan perkataan Sehun di sampingnya, Chanyeol memilih menundukkan wajahnya. Sial, ia benar-benar tidak mau ini berakhir lebih jauh.
Mereka diberikan waktu selama enam hari untuk bersiap, ia dan Baekhyun bersiap duet dengan iringan piano yang ia mainkan. Lagu yang mereka pilih adalah I Won't Give Up milik Jason Mraz. Tidak ada yang spesial saat mereka memilih lagu itu, hanya saja Baekhyun mengatakan menyukai lagu itu, dan Chanyeol serta merta menyetujuinya.
Hari pertama latihan, Baekhyun nampak begitu berbeda. Dia menjadi sedikit lebih terbuka, bahkan mereka tanpa kaku saling memuji. Saling berbagi canda dan tawa dalam keleburan tembok pembatas. Chanyeol menyukainya, sungguh. Mereka jadi lebih akrab saat itu.
Hari kedua, Chanyeol yang duluan datang ke dalam studio. Menunggu Baekhyun yang katanya akan sedikit terlambat. Saat akhirnya si mungil datang, Chanyeol menyambutnya dengan hangat dan mereka bertukar senyum selama sejenak. Berakhir mereka yang berjalan-jalan saat latihan selesai. Makan malam bersama, berjalan kaki bersama, hingga minum alkohol bersama. Rutinitas tersebut terus terulang hingga hari ke lima. Secepat itu mereka mampu saling bertukar rahasia dan berbagi tentang impian.
Dan saat di mana semua nampak sejelas tinta di atas kertas, akhirnya tiba. Chanyeol ingat betul itu adalah hari ke lima. Bukannya bersiap latihan, mereka malah asyik bermain. Cukup jenuh, dan memutuskan untuk rehat dengan bermain gunting-batu-kertas.
"Chanyeol, tidak bisakah kau mengalah denganku? Ini terlalu tidak adil, keningmu bahkan tidak semerah punyaku."Baekhyun berseru protes, mendelik saat ia lihat Chanyeol tetawa mengejeknya.
"Baiklah, ayo main lagi."
Masing-masing tangan bersembunyi, sebelum Chanyeol menampilkan kertas dan Baekhyun batu. Semudah itu Chanyeol kembali tertawa, lantas berniat memukul Baekhyun kembali. Namun, tangan Chanyeol dihentikan di udara.
Chanyeol tentu saja berniat protes, namun urung saat ia lihat Baekhyun memandangnya seperti ia ingin membuat Chanyeol menjadi miliknya. "Yeol, bagaimana jika memukulnya di bagian yang lain?"
Chanyeol merasa tiba-tiba suasana diantara mereka berubah. Seperti Baekhyun yang memandanginya dengan tatapan aneh, juga tatapannya sendiri yang otomatis terkunci di bibir Baekhyun.
"K-kau ingin di bagian mana?"
Refleks, tubuh Chanyeol mendekat saat Baekhyun melakukan hal serupa.
"Di manapun, terserahmu, Chanyeol. Lakukan apapun yang ingin kau lakukan."
Kepala Chanyeol memiring. Tatapannya terpenjara di belah bibir Baekhyun. "Bagaimana jika kubilang, aku ingin menciummu?"
"Maka lakukan saja."
Chanyeol tersenyum. "Ini akan menjadi yang pertama bagiku."sebelum menjemput bibir Baekyun dengan sesapan manis. Mengecup, melumat, menggigit, hingga menghisap sama-sama mereka lakukan. Saling bertolak arah, dengan kemudian Chanyeol membawa Baekhyun untuk berada di pangkuannya.
Pagutan sensual itu terlepas sejenak. Masih sama-sama terengah, mereka berdua saling menatap penuh arti. "Chanyeol, apa yang baru saja kita lakukan?"
Posisi mereka belum berubah, Chanyeol menyandar dengan Baekhyun yang duduk di pangkuannya. Tangan Baekhyun saling mengalung di leher Chanyeol.
"Aku juga tidak tahu, Baek. Tapi aku tidak menyesal sudah melakukannya. Itu yang pertama, omong-omong."Chanyeol berbisik lirih, kemudian mendekap Baekhyun sambil menyandarkan kepalanya di bahu lebih mungil.
"Aku juga.."Baekhyun balas berbisik lirih.
Chanyeol tersenyum. Ia tahu maksud si mungil. "Kau apa?"ia bertanya, berniat menggoda.
Baekhyun mendengus, kemudian memukul dada Chanyeol main-main. "Bodoh! Kenapa tidak mengerti? Maksudku itu, aku juga tidak menyesal melakukannya denganmu."
Chanyeol mengangguk-angguk mengerti. "Apa itu yang pertama untukmu?"
Baekhyun malu, ia menyembunyikan wajahnya di dada Chanyeol. Lalu hanya bergumam sebagai jawaban.
Chanyeol tidak bisa tidak tersenyum saat mendengarnya.
"Senang mendengarnya."
—
"Chanyeol!"
Yang dipanggil menoleh, kemudian memasang senyuman lebar saat Baekhyun langsung menerjang tubuhnya ketika ia membuka pintu kamar.
"Ada apa, hmm?"ia balas memeluk Baekhyun. Sedikit terkekeh geli saat si mungil mengusak-ngusak hidung di dadanya.
Baekhyun mendongkak sambil tersenyum manis. "Aku tadi menonton Chanyeollie di TV."
Karena gemas, Chanyeol mengecup ujung hidung Baekhyun sebelum bertanya. "Oh ya? Acara apa?"
"Aku lupa acaranya. Ada Suho hyung dan Jongdae juga."Baekhyun balas mengecup bibir Chanyeol.
Ah, acara itu..
"Lalu apa yang membuatmu nampak begitu senang, hm?"
"Tentang ciuman pertamamu. Tidak kusangka kau masih mengingatnya. Aku senang!"Baekhyun menjawab antusias. Pelukan tambah ia eratkan.
"Tentu saja aku masih ingat. Apapun tentang kau, tentang kita, aku masih mengingatnya, baby."
"Oh ya?"
Chanyeol mengangguk, mengiyakan.
"Kalau begitu, biarkan aku bertanya. Kapan kau mengajakku berkencan pertama kali?"
Chanyeol tertawa, tentu saja ia ingat. "Hari yang sama dengan pengumuman kita bergabung di EXO. Kita berkencan ke bioskop dan game center. "
Baekhyun menyeringai. "Seks pertama kita?"
"Malam natal, tahun 2012. Kita melakukannya di dorm, ingat?"Chanyeol menjawab mantap.
"Pertengkaran pertama kita?"Baekhyun bertanya lagi.
"Selesai syuting EXO Showtime, episode ulang tahunku. Kau cemburu pada Kai saat kubilang aku menyukainya."
"Teng, salah!"
Chanyeol merengut, ia tidak mungkin salah. Chanyeol ingat betul kalau selepas syuting, Baekhyun merajuk dan akhirnya mereka bertengkar.
"Aku benar. Ingat tidak saat kita saling berdiam-diaman di Bandara? Aku bahkan sampai membisiki Kyungsoo permintaan maafku dan menyuruhnya menyampaikan itu padamu."
Baekhyun tiba-tiba tertawa. Kalau dipikir lagi, konyol sekali mereka waktu itu. "Baiklah, Chanyeollie benar."ia tersenyum. "Pertanyaan terakhir, kapan kita akan putus?"
Chanyeol nampak pura-pura berpikir, setelahnya menyentil main-main kening Baekhyun sambil terkekeh gemas. "Tidak akan pernah. Kuberi tahu saja ya baby boy, aku mencintaimu dan itu artinya kita tidak akan pernah berakhir. Siap-siap saja terjebak selamanya denganku, kau tidak akan pernah kulepaskan."
Baekhyun berdecih sebal. Melirik Chanyeol dengan picingan tajam, namun tidak menampik bahwa pipinya merona. "Tanpa kau suruh bersiap-siap pun, aku akan senang hati terjebak selamanya denganmu, dasar kau idiot!"
FIN
Niatnya mau bikin fluff, tapi kayaknya gagal dech :((
otteyo? review juseyo~
