Disclaimer : Sumpah…! Naruto bukan punya saya, tapi akang saya! **dipelototin Masashi**.

Summary : Sakura seorang cewek 18 tahun yang mencari kost-kostan. Tapi malangnya dia terpaksa mendapat kost-kostan khusus cowok. Ketika mencapai sudut 90 derajat, yakni orang itu bisa melihat Sakura dari samping, jantung Sakura hampir copot ketika orang itu membuka suara. "Haruno…. Sakura!"

Dan… R&R ya… XD

W A R N I N G : Karena saya belum kuliah, jadi apabila ada kesalahan yang berhubungan dengan kuliah, saya mohon maaf. Anggap saja ini universitas saya. Jadi saya yang nentuin peraturannya gimana..XP. **dilempar ke tong**

Gara-Gara Kost

Chap 9:

Sasuke menggendong Sakura. Apa? Ah, biasa aja.

"Cieee… prikitiu?!" sorak teman-teman kost yang melihat itu. Sasuke membuang nafasnya sebal. Sakura menenggelamkan wajahnya ke punggung si buntut. Menyembunyikan wajahnya yang tersipu malu. Sasuke melirik Sakura sebal.

"He… ngapain?" tanyanya sebal. Sakura terkejut. ia kemudian menggeleng. "Engga ada! Ayo, cepat Tut!" jawab Sakura yang langsung disambut kata-kata 'jidat' oleh Sasuke.

***

Setelah Sasuke mengambil motor Gaara dan pulang ia memutuskan untuk menonton acara televisi kesayangannya, komedi. Heran, hmm… sementara Naruto yang menonton bersama dengannya ngakak, Shikamaru yang melihat sambil menguap, dia hanya melotot saja. Dasar.

Tiba-tiba pintu kost terbuka, muncullah sesosok mahkuk mungil, merah putih. Ia berjalan dengan terseok-seok. Naruto memandangnya terkejut.

"Shi… shiro?" tanyanya kaget. Shiro menoleh kepadanya dengan tersenyum, senyum tersiksa tepatnya. Shikamaru memandangnya tak tertarik, apalagi si Sasu, cowok tak peka itu. Shiro dengan terksiksanya karena kakinya itu menuju ke kamarnya.

***

"Hmmm…."

***

Shiro keluar kembali menuju ke dapur, dengan langkah berat. Ia mengambil gelas.

"Ada yang ketinggalan kah? Kenapa kembali ke sini?" seseorang mengagetkannya. Sakura menoleh cepat. Terkesiap.

"Eng… maksudnya apa ya?" katanya berlagak bloon.

"Temennya Gaara, kan? Ada yang ketinggalan? Tak kusangka… Shiro," kata orang itu. Rambutnya yang dikuncir nampak seperti nanas. Hanya saja berwarna hitam.

"Shi… Shikama…ru?!" kata Sakura gugup. Shikamaru menguap.

"Ke..kenapa? aku bukan..!" kata Shiro gugup.

"Haaah… aku tahu dari dulu kok! Kalau kau ini sebenarnya perempuan. Beberapa alasan, fisikmu sendiri sudah berbeda, gaya bicaramu, dan beberapa hari yang lalu aku mendengar kau dan seseorang berbicara di dalam kamar mandi. Mengapa kau? Karena hanya kaulah satu-satunya perempuan disini selain nenek Chiyo tentunya. Dan sekarang, lihat kaki kirimu yang bengkak itu, lihat juga motormu di luar itu. Sekarang aku yakin, kau memang seorang perempuan, tepatnya teman dari Gaara yang tak aku tahu namanya siapa!" jelas Shika panjang lebar. Sakura menunduk. Ia meletakkan gelasnya di meja dapur.

"…"

"Huah, mengantuk!" kata Shika tiba-tiba sambil menguap. Sakura mendongak cepat ke arah Shika yang berjalan keluar.

"Tunggu!!!" teriak Sakura sambil mencengkeram lengan Shikamaru. Shikamaru menengok sebal. "Lepaskan!"

Sakura menunduk. "Eng… kau setelah ini akan melakukan apa? K…kau mau mengatakannya pada siapa juga?! A…aku mohon, sekali ini saja, jangan katakan pada siapapun, aku mohon!" kata Sakura dengan suara serak. Ia sesenggukan, menangis. Shikamaru mengerutkan keningnya.

"Huh, merepotkan. Kau pikir, apa ada gunanya bagiku? Huh, kalau itu sih, merepotkan sekali. Dan pria itu pun meninggalkan Sakura sambil menguap lebar. Sakura benar-benar harus mencari kost baru.

***

Sakura melihat hari ini Gaara tidak masuk, kata Naruto, pagi-pagi sekali kakaknya membawanya pulang. Dan hari ini pula, sang buntut telah kembali lagi menggodanya setelah beberapa lama hiatus. Semisal, menaruh permen karet di kursinya yang langsung dibalas oleh Sakura dengan menempelkan kertas bertuliskan 'cium aku' di punggung Sasuke.

Sakura mendekati Sasuke yang sedang mengutak-atik bolpennya. Dasar aneh. Ia melepas semua kerangkanya, kemudian memasangnya, melepasnya, memasangnya. Sakura menatapnya bosan. Ia merobek kertas dari bukunya, menulisnya dengan tulisan 'cium aku' dengan spidol warna hitam. Kemudian mengambil perekat. Dengan aktingnya ia pura-pura memanggil Sasuke.

"Buntut!!!" katanya sambil menepuk punggung Sasuke yang mengakibatkan menempelnya kertas laknat itu di punggungnya. Sasuke menoleh sebentar.

"Ngapain, jidat?!"

"ahaha… ga kok! Udah ya… Da….!" Dan dengan gajenya seperti saat ia muncul, Sakura pergi begitu saja, meninggalkan Sasuke yang menatapnya aneh.

***

"Ekh!" Sasuke terkejut ketika melihat mahkluk aneh menggelendot manja ke lengannya. Karin! Karin mendekati Sasuke yang sedang duduk.

"Hei! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!!!" kata Sasuke yang mencoba melepaskan Karin. Karin mengerutkan keningnya kemudian berkata manja,"Sasuke, kalau minta dicium jangan pake kertas segala dong… norak tau! Langsung aja ngomong…pasti aku lakukan dengan senang hati!" kata Karin. Sasuke mangap.

"Apa maksudmu?!"

Sasuke dengan kasar melepaskan Karin. Karin mengerutkan keningnya.

"Lah… bukannya Sasuke yang sengaja menempelkan itu karena malu mengatakannya padaku?"

Sasuke kembali mengerutkan kenignya. Setelah mengikuti arah telunjuk Karin yang mengarah ke punggungnya. Dengan tangannya ia meraba daerah sekitar punggungnya dan mendapati secarik kertas tertempel disana. Dengan kasar diambil dan dibacanya. Dengan mata marah yang mengelilingi seluruh penjuru ruangan, ia mendapati Sakura yang sedang tertawa tertahan. Setelah dilihat Sasuke, gadis itu segera mengalihkan panmdangannya dan pura-pura nimbrug dengan sekawanan gadis lainnya yang sedang ngrumpi. Sasuke menggeram. Dengan langkah mantap ia ke tempat gadis pink itu.

"He!!!! JIDAT!!!" katanya sambil memegang kepala gadis itu.

"Hah? Iya? Ada apa?"

"Hah. Jangan sok suci, sok polos!" kata Sasuke kemudian berniat meremas pipi Sakura, tapi dengan segera langsung ditangkis oleh Sakura.

"Ehhh… sape juga? Jangan suka nuduh orang! Dosa tau!!!" kata Sakura bohong. Sasuke memutar bola matanya.

"Geblek. Memangnya siapa orang paling jahil di sini?" Sasuke melipat tangannya di depan dada. Sakura mengangkat bahu.

"Entahlah. Bukannya kau sendiri, orang paling jahil, Mr. Buntut?" Tanya Sakura yang lalu berkacak pinggang. Sasuke menarik nafasnya. Ia segera bergerak ke depan untuk menangkap Sakura. Tapi Sakura berkelit. Kemudian dengan tenangnya ia menjulurkan lidahnya, berbalik, dan berlari menghindar. Sasuke dengan sigapnya langsung meraih rambut Sakura yang panjang. Tapi meleset. Dasar aneh. Mereka berlarian. Sakura berlari sambil ketakutan. Walah? Bukankah tadinya dia dengan seenak jidat mengejek Sasuke?

Saat jarak mereka menjadi dekat. Ha, seperti apa sih, kecepatannya Sakura jika dibanding dengan Sasuke? Sasuke segera menangkap tangan Sakura. Bingo! Berhasil. Sakura dengan wajahnya yang aneh mulai memelas.

"Haa… mereka lagi! Selalu saja berantem!!!" kata beberapa mahasiswa yang melihat itu bosan. Sebagian lain mulai bisik-bisik melihat Sasuke dan Sakura yang tidak ambil pusing. Karin dan Lee memandangi Sasuke dan Sakura sebal. Apalagi Sasuke fangirl, mereka semua memelototi Sakura kemudian berbisik-bisik.

"Hehheeeh.. Ya ampun… Sasuke… kamu ganteng amat yak?" kata Sakura dengan bodohnya. Sasuke mengangkat bahunya.

"Kau terlambat mengatakannya. Ibuku sudah lebih dulu daripada kamu! Hha! Aku ganteng dari dulu!" katanya narsis. Sakura menyesal mengatakannya. Sasuke mulai melancarkan aksinya, mencengkeram tangan Sakura dengan kasar dan berusaha memelintirnya kesal.

"Aaaaaa… amp… am…pun!" teriak Sakura semakin melengking. Sasuke menyeringai. Sakura merasakan sakit yang luar biasa. Dengan kesalnya, dia menendang asal ke arah depan dengan kakinya sambil memejamkan matanya kesakitan. Tiba-tiba pegangan tangan Sasuke terlepas. Sakura mendengar suara Sasuke yang sepertinya mengaduh kesakitan. Perlahan-lahan ia membuka matanya dan melihat Sasuke mengaduh kesakitan sambil melompat kecil, kemudian berdiri sedikit membungkuk dan sedikit melebarkan kakinya. Sakura mengerutkan keningnya. Ia melihat ke sekitar untuk menanyakan apa yang terjadi, ternyata tak ada yang memperhatikan mereka. Mungkin karena bosan.

Sakura mengerutkan keningnya. Dan dengan segera Sakura sadar, ternyata ia telah menendang 'itu'nya Sasuke. Sakura mangap seketika. Ia melihat Sasuke yang masih mengaduh. Wajar sih, itu kan sakit sekali. Ekspresinya memelas. (hha… keinget temen taekwondo cowok yang sering ketendang 'itu'nya dan langsung kayak Sasuke gitu…). Sakura dengan polosnya mendekati Sasuke.

"Eh, kamu gapapa ya?" tanyanya.

"Geblek…..!!!! Akh… Sakit tauuuuu!!!!!!" katanya tetap berdiri agak membungkuk. Sakura meringis dengan wajah innocentnya.

"A… Aku pergi dulu ya!!!" katanya kemudian berbalik. Tapi, sesuatu menahannya, Sasuke memegang tangannya.

"Apaan sih!!" kata Sakura.

Sasuke menatapnya kesal.

"Aku akan membalasmu nanti!!!!" katanya menggeram kesal.

"Haaah? Apa yang akan kau lakukan padaku? Jangan-jangan kau akan…"

"BODOH!!! Pergi sana!" kata Sasuke kemudian mendorong tubuh Sakura sehingga cewek itu jatuh tersungkur ke depan.

"Uuuhhh… Sakit tau!!!!"

"Sukurin!"

***

Pengumuman dari Universitas untuk libur selama seminggu memang sangat mengasyikkan. Sakura dan kawan-kawan dikost malahan sudah membereskan barang-barang masing-masing setelah pulang dari kuliah, itu pun sudah ada yang pulang.

Dan sekarang si cewek dengan warna rambut ajaib, yang ditutupi dengan wig warna merah itu membereskan bajunya dengan bersenandung senang. Akhirnya bisa pulang juga ke Suna, menemui sahabat-sahabat tercinta. Sakura membayangkan agendanya setelah itu. Ia harus menjemput Ino dan pulang bersama Naruto juga yang tinggal di Suna.

Setelah merapikan kamarnya dan membawa sebagian pakaian kotor ia segera cabut dari kost-kostan itu. Di luar tampak Naruto dengan cengiran khasnya menunggu. Sakura tersenyum senang dan mengangguk.

"Muah!!!" teriak Naruto sambil memberikan kiss bye pada kostnya.

***

"AKU PULAAANG~!" teriak Sakura senang ketika sampai di rumahnya. Ayame datang tergopoh-gopoh dan berkata senang.

"Nona!"

Sakura mengangguk dan berlari menuju kamarnya di lantai atas, menuju ke kamarnya. Dia langsung ke kamarnya karena tau kalau orang tuanya tak akan ada di rumah hari ini. Mereka sedang ke luar kota untuk bisnis. Sakura sendiri kadang bingung dan sedih, karena waktu berkumpul dengan orang tuanya menjadi berkurang.

***

Sakura hari ini memutuskan untuk berjalan-jalan ke sekitar Suna, hari kedua ada dirumah, membuatnya sedikit bosan juga. Ia ingin melihat perubahan di kotanya. Dan sore ini rencananya ia akan pergi bersama Ino.

***

"Waaah~. Sudah lama sekali, ya, kita tidak berada di sini! wah, rasanya riinduuuu!" kata Ino sambil merenggangkan kedua tangannya. Sakura menoleh antusias sambil mengangguk,

"Iya… rinduuuu!" kata Sakura langsung menarik tangan Ino menuju sebuah bangku di bawah pohon taman itu. Mereka berbincang-bincang sambil mengamati keadaan sekitar.

"Hei, Maaf Sakura… Aduh! Bagaimana bisa? Aku lupa kalau hari ini aku harus menemani Ibu ke rumah sakit nih, Jaa!!!" kata Ino yang langsung pergi tanpa menantikan jawaban dari Sakura. Sakura mendengus kesal. Ia menghentak-hentakkan kakinya. Ia berdiri sebentar kemudian memandangi bangku dan kemudian pohon, mengingatkannya pada Gaara yang lemas beberapa hari yang lalu.

"Hei!" seseorang menepuk pundaknya pelan. Sakura menoleh, ia tampak terkejut. Seseorang dengan rambut merah, seperti Gaara, tapi bukan Gaara berdiri di depannya.

"Kau ada di sini juga?" Tanya orang itu kembali. Sakura menunduk.

"Iya, Sasori!" jawabnya agak jutek. Sasori tersenyum tipis.

"Kau bertambah cantik, ya?!" katanya tersenyum lagi. Sakura tersenyum paksa.

"Aku jadi menyesal telah menyia-nyiakanmu!" kata Sasori kembali. Kali ini nada suaranya terdengar kecewa. Sakura tersenyum sinis.

"eng… Aku… Aku menyesal, Sakura. Aku ingin kau kembali lagi padaku!" lanjut Sasori dengan nada memohon. Sakura tersenyum mengejek. Ia menyesal tidak ikut Ino ke rumah Sakit untuk menengok ibunya.

"Sekarang jam berapa, ya?" Tanya Sakura mengalihkan pembicaraan. Sasori menatapnya bingung. "Bukankah kau membawanya?" katanya sambil menunjuk pergelangan tangan Sakura. Sakura tersenyum kecut dan menyadari betapa bodohnya ia. Jam 4 sore. Huh!

"Kembalilah!" Sasori berkata lagi.

"Maaf, aku ada keperluan, jadi…!"

"Aku mohon! Aku sadar aku memang salah! Aku salah karena dengan bodohnya mengacuhkanmu! Aku minta maaf, Sakura! Kumohon kembalilah!" rayu Sasori. Sakura merasa muak. Ia menggeleng mantap.

"Tak akan pernah dan ta-"

Sakura tak bisa menyelesaikan kalimatnya karena tiba-tiba Sasori memeluknya erat. Sakura segera mendorong tubuh Sasori kasar.

"Jangan kurang ajar!!!"

"Tapi… aku hany-"

"CUKUP! Jangan pernah berharap aku akan kembali padamu setelah kau melakukan semua itu kepadaku! Kau membuat hatiku sakit!" kata Sakura miris. Sasori menunduk. Tiba-tiba ia menarik lengan Sakura. Sakura berontak. "Lepaskan bodoh!". Tapi, Sasori bagai tak mendengar.

"Hentikan!" seseorang dengan gagahnya datang dan membantu Sakura. Seseorang yang tak asing lagi bagi Sakura, seseorang yang sangat Sakura rindukan. Ia datang bersama dua orang lain.

"Hentikan!!!" seorang laki-laki yang mengikuti orang itu menarik Sasori dari Sakura. Sasori menatap marah kepada orang itu.

"Untuk apa kau ikut campur, ha?"

"Jangan banyak bicara! Pergi sana!" usir seseorang yang menariknya tadi. Sasori menatapnya marah. Ia melancarkan pukulan kepada orang itu. Dan orang itu langsung menghindar dan melancarkan tendangannya. Tendangan ke atas kepala yang sukses membuat Sasori terhuyung. Sakura menatap ngeri dan merapatkan dirinya pada laki-laki di sebelahnya, yang tak asing lagi baginya, Gaara. Gaara menoleh sebentar pada Sakura lalu menyuruh orang yang memukuli Sasori berhenti, orang itu berhenti, Sasori langsung pergi dengan tatapan marah, kepada Sakura juga. Sakura melihat ngeri. Gaara menepuk pundak Sakura pelan.

"Te.. terimakasih Gaara dan…" Sakura mengisyaratkan menanyakan nama kepada dua orang di depannya.

"Kankurou," kata seorang pria sambil menatapnya dingin.

"Temari," seorang perempuan tersenyum.

"Sakura, Haruno Sakura," Sakura memperkenalkan diri.

"Mereka kakakku!" kata Gaara menjelaskan. Sakura mengangguk dan tersenyum.

"Ngomong-ngomong, dia itu tadi siapa?" Tanya Kankurou. Gaara mengamati Sakura mengisyaratkan ia juga mengharapkan jawaban Sakura. Sakura menunduk.

"Dia adalah kakak kelasku dulu, aku… aku dulu sempat dekat dengannya. Tapi… tapi setelah aku yakin kalau dia juga menaruh hati padaku, aku harus dibuatnya kecewa karena ternyata dia akhirnya berjalan bersama wanita lain, yang merupakan pacarnya," jelas Sakura masih menunduk. Gaara menatapnya.

"OH, ya, ngomong-ngomong, kok Gaara bisa ada di sini ya?" Tanya Sakura mencoba melupakan yang barusan.

"Aku tinggal di sekitar sini, Haruno!" kata Gaara.

"OH, ya? Di mana?" Tanya Sakura antusias. Temari tertawa kecil. Pipi Sakura bersemu merah.

"Di sana, sekitar rumah sakit!" kata Gaara menujuk ke suatu arah matahari terbenam. Sakura menolehkan pandangannya dan menyipitkan matanya karena sinar matahari. Sakura mengangguk.

"Aku tidak menyangka. Kita tetangga… jauh sih!" kata Sakura tersenyum senang. Gaara mengangguk. Temari menatap Gaara, kemudian beralih ke Sakura.

"Eng, Gaara dan… Sakura? Iya benar? Kami pergi sebentar ya? Nanti mengganggu!" kata Temari sambil menggeret lengan Kankurou menjauh. Gaara menatap dengan pandangan aneh, sementara Sakura tersipu malu.

***

"Hei, duduk yuk!" ajak Sakura. Ia kemudian duduk di bangku, diikuti Gaara di sebelahnya. Sakura memandang Gaara dengan tatapan rindu.

"Gaara…" katanya pelan. Gaara menoleh.

"Eng… tidak jadi!" kata Sakura kemudian menatap pemandangan di depannya.

Sekarang suasana diantara mereka tampak sepi.

"Sakura…" kata Gaara pelan. Sakura menoleh. "Ya?"

"Hei, terimakasih ya, kata Naruto, saat aku sakit, kaulah yang merawatku!" kata Gaara tersenyum. Sakura mengangguk.

"Ya. Kau sakit apa sih?!"

"Tidak enak badan kok! Oh ya… Sasori itu… emm… sebenarnya teman yang sempat dekat atau pacar?"

"Oh, dia cuma temen, temen deket yang menyebalkan!" kata Sakura kembali menunduk. Gaara menatap depan. Banyak orang yang sedang menghabiskan waktu di tempat itu ternyata.

"Hei…!" kata Sakura. Gaara menoleh. Ia melihat Sakura yang duduk di sebelahnya memainkan jari-jarinya. Gaara mengerutkan keningnya.

"Ya, Haruno?"

"Eng…. A… aku…." Sakura semakin menunduk. Wajahnya semakin memerah. Gaara menaikkan alisnya.

"Apa?"

"Aku….."

"Kenapa? Sakit?" tanya Gaara. Ia kemudian menaruh telapak tangannya ke dahi Sakura yang semakin memerah. Wajahnya memanas. Jantungnya berdegup lebih kencang.

"Hmmm…" Gaara manggut-manggut. "Kau baik-baik saja, Haruno,"

Sakura mengangguk. Wajahnya masih memerah. Ia menoleh ke arah Gaara yang menatapnya. Sakura merasakan wajahnya semakin memerah saja. Dengan bodohnya ia malah menarik Gaara untuk menyembunyikan wajahnya. Ia mencengkeram kaos Gaara dan menyembunyikan wajahnya di dada Gaara. Gaara terkejut.

"Ekh!"

"Aaaaaa!" Sakura menyadari betapa bodohnya dia, ia langsung melepaskan Gaara. Ia membuang muka, dan membalikkan badannya. Wajahnya memerah sekali. Gaara menatapnya bingung. Sakura masih tidak percaya apa yang baru saja dilakukannya. Gaara sih… kenapa dia menatapnya seperti itu? Bikin Sakura malu setengah mati. Sakura mulai menutupi wajahnya, tapi kemudian dengan anehnya dia memukuli kepalanya sendiri. Gaara semakin menatapnya aneh.

"Kau ini kenapa, Haruno?" tanya Gaara. Sakura menggelengkan kepalanya cepat.

"Tidak ada! Ahaha… ap.. apa sih? Ha!" katanya gaje sambil berbalik. Dilihatnya Gaara yang menatapnya bingung. Gaara kemudian tersenyum. "Kau ini lucu,"

Sakura mengerucutkan bibirnya. Pasti Gaara menganggapnya gila atau dalam bahasa inggrisnya sering disebut gendheng(?).

"Haruno,"

"Ya?"

"…."

Sakura menatap Gaara yang sedang menatapnya. Membuat hatinya semakin berdebar-debar saja.

"Aku……"

"Iya?" kata Sakura tak sabaran. Gaara mulai menatap Sakura serius, membuat Sakura menjadi grogi. GLEK!

Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Gaara dan Sakura saling berpandangan. Dan seakan ada magnet beda kutub di antara mereka, yang mengakibatkan gaya tarik-menarik. Tangan Sakura bertumpu pada bangku, semakin lama semakin mendekat saja. Dan…

-

"Gaa- Uph hoekkkk!"

-

"Bodoh! Jangan menganggu!!!" BLETAK!!

-

"Aw! Aku kan tidak tahu!!"

-

Temari memukul kepala Kankurou dengan kepalan tangannya. Gaara dan Sakura langsung menoleh dan membuang muka. Wajah mereka berdua tampak memerah.

"Eh. maaf! Kalian boleh lanjutkan kok! Iya, Lanjutkan!!!!" kata Temari. Wajah Sakura semakin memerah. Tiba-tiba Gaara berdiri.

"Sudah sore, Haruno. Pulang?" kata Gaara sambil mengulurkan tangannya, untuk membantu Sakura berdiri. Sakura mengangguk dan menyambut uluran tangan Gaara.

***

Meskipun hari liburan masih tersisa 5 hari, Sakura sudah berniat pergi lagi ke kostnya karena bosan di rumah. Lagipula, Gaara juga akan pergi ke rumah saudaranya. Jadi, daripada bosan di rumah mending dia pulang ke kost saja.

***

Bagaimana dengan liburan Sasuke? Sudah di rumah tidak nyaman karena bertemu ayah dan kakaknya yang menjadi satu, ditambah teror sms dan telepon dari Karin yang mengganggu, dan dengan terpaksa diladeninya untuk satu tujuan.

***

Hari itu Sakura pulang ke kostnya tercinta bersama Naruto. Ternyata semua teman-temannya sudah ada di sana. Ada Buntut, Itachi, dan Shikamaru. Mereka terlihat sedang ngobrol. Shiro segera masuk ke dalam kamarnya dan beres-beres. Setelah itu ia keluar kamar dan mendapati semua cowok menatap ke arahnya. Mereka menatapnya dengan deathglare masing-masing. Ada apa ya? Jangan-jangan…. Lagipula juga ada Shikamaru.

"Kau…." Kata Sasuke. Sakura merasakan jantungnya berdegup lebih kencang.

"Mau ikut?" tanya Naruto pada Shiro. Shiro menaikkan sebelah alisnya.

"Ke taman rekreasi Konoha. Kabarnya di sana sedang ada konser band… apa tuh? Band Akatsuki kalo gak salah. Ngikut kaga?" sambung Naruto lagi.

"Ikut aja. Liat temen-temenku main," kata Itachi.

"Gak dah, makasih. Yang mau liat emang siapa?" tanya Sakura. Ternyata semua angkat tangan. Meskipun Sasuke ogah-ogahan. Mungkin karena dirayu Naruto untuk menemaninya. Alasan kenapa Sakura tidak mau ikut, males saja ya, bersama si Buntut… mending di kost, bebas… Yeah.

"Jam berapa pulang?"

"Sepuluh malem. Udah dulu. Dah pada siap. Nunggu Lee dulu," kata Itachi. Mereka sibuk menunggu Lee sampai akhirnya laki-laki yang mempunyai motto 'semangat muda' itu muncul dengan dandanan noraknya.

"Taaraaaaa!!!" dengan gajenya ia berpose di depan semua orang.

"Haaahh! Norak! Lagian aku juga gak nafsu!!!!" kata Naruto sambil melempari Lee majalah.

"Hn," sahut Sasuke. Itachi nyengir.

"Haha. Iya dong, Sasuke setuju. Dia ga nafsu ama Lee. Soalnya dia cuma nafsu ama Sakura!!!" kata Itachi santai. Shiro merasakan urat muncul di kepalanya. Sedangkan Sasuke memberikan tatapan death glare pada Itachi kemudian memukul kepalanya dengan majalah yang digulung.

"Mingkem!!"

***

Sakura mengangkat bahu ketika mereka semua pergi. Ia berjalan ke dapur dan sekilas melihat ke jam. Masih jam 18.30. ia melonjak kegirangan. Masih banyak waktu yang tersisa. Ia berlari ke kamar dan melepas wignya, membiarkan rambut panjangnya tergerai. Soalnya risih sekali kalau terus memakai wig. Ia mengenakan kaos biasa dengan hot pants. Dengan beraninya dia melangkah keluar kamar dan menuju ke dapur sambil mendengarkan musik dari Hpnya. Ia segera menaruh bungkusan sayuran yang tadi sore ia beli ke meja makan. Ia segera mengambil penggorengan dan menyiapkan bumbu-bumbu. Bak seorang koki, dia mulai memasak masakan istimewa. Apa coba? Telur mata sapi dan sup (Ha….) Namanya coba-coba. Mumpung kost lagi sepi. Dia juga membawa buku resep makanya dia kepengen coba-coba. Dan di dengarnya musik di Hpnya mulai mengalun keras. Sampai pada Reff. Sakura berjoget sambil sesekali bersenandung. Dan yeah. Langkahkan kaki ke kiri, langkahkan kaki kanan, goyangkan kepala, dan sedikit melompat dan… memutar.

-

-

Tepat saat memutar. Sesuatu tak asing berdiri di depannya, menatapnya tajam.

Sakura kaget setengah mati. Matanya lurus menatap mahkluk itu. Tapi dia harus mendongak karenanya. Sakura menelan ludah.

-

Ia perlahan mulai memejamkan matanya, berharap ini mimpi. Tapi… loh, kok kagak berubah juga ketika ia membuka mata. Mahkluk itu tetap di sana. Sakura merasakan keringat dingin turun membasahi pelipisnya. Selama beberapa waktu mereka diam tanpa mengeluarkan suara.

Sakura memanfaatkan kesempatan itu. Dengan pelan, senti demi senti, ia mulai berbalik dari orang yang berdiri menatapnya berdiri di depan meja makan sambil melipat tangan di dadanya. Ketika mencapai sudut 90 derajat, yakni orang itu bisa melihat Sakura dari samping, jantung Sakura hampir copot ketika orang itu membuka suara.

"Haruno…. Sakura!"

Uchiharuno Sasusaku : Hn. Gaje bener chapter ini. Lha, saya kena WB nih… makasih ya buat semua yang sudah baca. XD

Makasih jua buat yang udah add FB saya. Maaf belum bias kasih wall atu-atu. Maaf… m(-.-)m

MayukaRui

Hahaa… Yang cumanyasar ya….? Wah, ketemu lagi… XD. Wa… Udah buat akun nih. XD. Makasih ya… REviewnya.

Yuki no Kitsune

Hahaha… Iyasensor… XD. Walah khawatir ama Gaara semuanya… Ha? Dia gapapa kok. XD. Makasih ya… XD. Makasihhhh… Yip yip huleee!

Naara Akira

Haha. XD. Gpp, gak usah manggil ambulance Naara-senpai. Gaara gapapa kok. Ha, saya suka aja bayangin Itachi ngusilin Sasu **dijitak Ita**. Oke. Ini Gaaranya. Makasihhh reviewnya… XD

Green YupiCandy Chan

Hha. XD. Tapi belum tentu cinta loh, Yupi-chan… XD.. Oke makasih, XD.

TheIceBlossom

Gak kok… Gaara kebetulan sehat. Cuma gak enak badan saja. Sebnarnya sebelumnya mau saya biking it, tapiii… yasud nanti ah… XD. Thank you… Hei, fictnya belum dilanjutin?

Nana~chan

Haha… Iya. Soalnya ntar kamu malah yang neror Sasuke? **ditendang**

Haruchi Nigiyama

Iya. Gapapa. Haruchi-chan review, saya senang kok. XD. Makasih ya….

Yukishira Rinko

Salam kenal. Oh ia… XD. Author baru, selamat dating… Yukishirachan… XD. Makasih ya… XD. Iya, jaraknya tipissss.. XD

nurimut-chan

Iya, nuri-chan ini udah diupdate. Makasih ya… XD

shena blitz

. Saya jga lumayan suka. Ngebayangin Ita usil ama Sasuke… XD. Gaara gak kenapa-kenapa. Kenapa semuanya khawatirin Gaara ya? Heran… kenapa gak say-**dibekep readers**

Ao

Oke… Gaara gapapa. XD. Hey, gimana fict kamu? XD

hehe

Hehehhehehee… Iya mangap, chap kmarn kurang. Kalau yang ini (ngarep)… XD

kakkoii-chan

Iya nih typo, ehehehe (ktawa gaje). Ha, saya juga suka. Gaara taka . Makasih kakkoii-chan. XD

Lauselle 'Cake' E. Granzchesta

Hahaha… XD. Enak loha bayangin Ita vs. Sasu. XD. Akhir chap itu… digendong.. XP **musik mbah surip**.

Chiwe-SasuSaku

Makasih Chiwe, tapi maaf, kurang sreg yang chap kemarin. Maaf… m(-.-)m. Makasih. XD

Ritsukika Sakuishi

Gaara gapapa… XD. Tenang, oh ya, Makasih ya….

So sweet? Oke… Saya lagi seneng2nya mentelengin (melototin) Gaara nih… XD