Cuap-cuap : Annyeong! Author kembali membawa yang versi full. Maaf ne~ kalau mengecewakan *bow (-/\-). Author merasa kurang fell dengan chapter ini (T.T). Dan ini tanpa editan. Kalau ada Typo dan kawan-kawan. Author minta maaf. Dan makasih yang udah mau review (^3^). Itu bikin author semangat –walaupun kadang2 macet ide-. Gamsahamnida.

Warning : Typo (s) menyebar, tidak sesuai EYD, YAOI!

Cast : HanSoo (Luhan-Kyungsoo), and another people.

Balasan Review yang di chapter 7 :

Suchen moment : Ini udah nggak TBC lagi kok. Silahkan dibaca. ^^

BBCnindy :Hhoh, Luhan memang selalu saying Kyungsoo kok (Eh?). Nggak apa-apa rusuh, yang penting tetep damai #abaikan. Silahkan dibaca ^^.

Asha lightyagamikun : Eh? Jangan jambak author #abaikan. Ini udah lanjut. Silahkan dibaca ^^.

Sihyun Jung : Ah, makasih. Ini yang pertama juga buat author buat fanfic beginian (-.-V). ini udah lanjut. Silahkan dibaca ^^.

Snezzkyu : Tenang. Bacalah dengan pelan (-.-V). Sengaja buat Luhan menderita disini #ditabokluhan. Ini udah lanjut. Silahkan dibaca ^^.

Akit02 : Silahkan dicari tahu. Ini udah lanjut. Silahkan dibaca ^^.

SheldonHusky : Jangan kashan dengan Luhan #dibakarsehun(?).Ini udah lanjut. Silahkan dibaca ^^.

Chuchum : Eh? Happy end~ lihat nanti ya. Memang sengaja buat Luhan menderita #abaikan. Ini udah lanjut. Silahkan dibaca ^^.

Tikakang : Silahkan dicari tahu. Ini udah lanjut. Silahkan dibaca ^^.

bunnyPoro : Maaf ne~ Ini udah lanjut. Silahkan dibaca ^^.

Kang Hyun Yoo : Silahkan dibaca. Dicari tahu aja. Ini udah lanjut. Silahkan dibaca ^^.

Dokyungsoo21 : #kasih tisu. Jangan nangis ne~. Ini udah lanjut. Silahkan dibaca ^^.

Enchris.727 : Eh? Itu semua judul di sebut. Hohoho. Prolog udah muncul. Ini fullnya. Ini udah lanjut. Silahkan dibaca ^^.

Let's Start

YDwi Present

Author Pov

Sejak berita 2 bulan lalu itu. Membuat perubahan yang sangat besar untuk seorang Luhan. Dia –Luhan- sekarang menjadi malas makan, beraktivitas, bergaul, dan lainnya. Tubuhnya pun semakin kurus hari ke hari. Wajahnya memiliki kantung mata seperti panda. Senyumnya pun sangat –atau mungkin tidak pernah lagi- dimunculkan. Yah, kalian tahu seberapa besar pengaruh seorang Kyungsoo bagi Luhan.

Sekarangpun, Luhan hanya berdiam diri di kamarnya. Sebenarnya dia ada jadwal kuliah hari ini. Tapi, seperti yang di atas. Luhan malas –tidak bersemangat- untuk melakukan apapun.

Pintu kamar Luhan diketuk dari luar. Menandakan ada seseorang yang akan masuk. "Luhan ge, aku masuk ya~" seru Baekhyun. Tidak ada jawaban. Luhan hanya diam menatap pemandangan di luar. Hujan lebat.

Tidak mendapat jawaban, Baekhyun lalu membuka pintu kamar Luhan sedikit untuk melihat apa yang dilakukan gege nya itu. Sebuah helaan nafas terdengar dari mulut Baekhyun. Ini sudah dua bulan gege nya seperti ini. Sebenarnya Baekhyun tidak tahu persis apa yang terjadi di kantin waktu itu. Dia hanya mendengar suara teriakan seorang namja dan tangisan dari Tao. Panda kesayangannya.

"Ge, ayo makan." Ajak Baekhyun meraih pundak Luhan. Baekhyun dapat melihat jelas perubahan pada Luhan. Tubuhnya makin kurus, kantung matanya semakin menghitam, wajahnya terlihat sekali bahwa Luhan sedang tertimpa masalah besar.

Baekhyun melihat mata Luhan. Jelas sekali disana ada kesedihan yang amat besar.

"Ge, sadarlah," isak Baekhyun lalu memeluk Luhan. Dia –Baekhyun- tidak tega melihat gege satu-satunya seperti ini. Seperti mayat hidup.

Luhan dapat merasakannya. Merasakan air mata Baekhyun membasahi bajunya. Luhan mendengar semuanya. Ajakan, pintaan, tangisan. Semuanya. Milik adiknya, Baexian.

"Ge, kalau gege punya masalah. Ceritakan padaku. Aku sedih melihat gege seperti ini. Gege tahu itu," Baekhyun makin mengeratkan pelukannya. Luhan sebetulnya merasa iba dan sedih pada adiknya. Tapi, apa? Semangatnya seakaan hilang. Seperti Kyungsoo.

"Kau tahu, ge. Aku seperti hidup sendiri. Aku rindu gege ku. Ge, aku mohon. Kembalilah seperti dulu. Aku tidak tahu apa masalah gege. Tapi, kumohon hiduplah kembali."

Setelah itu hanya terdengar isakan dari Baekhyun. Luhan melirik adiknya dari ekor matanya.

Tes...tess

Tangan Luhan terulur untuk membalas pelukan adiknya. Baekhyun mendongakkan kepalanya.

"Mianhae," ucap Luhan lalu mencium kening Baekhyun. Baekhyun tersenyum kecil lalu memeluk Luhan lagi.

"Ne," balas Baekhyun senang.

Hening. Tidak ada yang memulai berbicara. Baekhyun melepas pelukan tersebut.

"Kalau gege sudah siap. Ceritalah padaku." Kata Baekhyun semangat. Luhan hanya tersenyum kecil. Dia terlalu lemas untuk berbicara banyak. Tenaganya banyak digunakan untuk menangis dan menangis. Menangisi Kyungsoo dan kebodohannya.

"Tunggu! Gege harus makan. Aku segera kembali!" Baekhyun lalu berlari menuju dapur. Luhan tidak menjawab.

OooO

Luhan Pov

Aku menatap kembali pemandangan di luar. Sambil menunggu Baekhyun membawakan makanan.

"Apa aku harus melupakanmu?" tanyaku pada sebuah bingkai foto. Terpampang wajah Kyungsoo yang sedang tersenyum sambil membawa sebuah balon merah. Air mataku kembali jatuh. Aku sangat merindukannya. Merindukan sosok cerewetnya. Aku rindu semua yang melekat padanya.

Aku membenci diriku. Aku yang membuatnya seperti itu. Aku orang yang membuatnya merasakan pahitnya cinta. Aku orang yang tidak menempati janji. Aku orang yang harusnya ada di posisinya, mengantikannya. Karena aku yang pantas mendapatkannya. Aku!

Cklekk...

"Luhan hyeong," panggil seorang namja. Aku melihat pintu kamarnya lalu mengalihkan pandanganku lagi pada foto Kyungsoo. "Hyeong, gwenchana?" tanya namja itu sembari duduk di sampingku. Sedangkan, aku hanya menganggukkan kepala. "Aku senang akhirnya hyeong mau bicara." Namja itu lalu memelukku sekilas. Aku hanya tersenyum kecil mendengarnya.

"Taemin!" teriak suara lainnya dari luar kamar. Aku menghela nafas lalu melihat namja di depanku. Lee Taemin. "Kau meninggalkannya?" tanyaku. Taemin menunjukkan senyumannya lalu berteriak membalas panggilan namjachingu nya itu.

"Ternyata kau disini!" seru namja itu. Aku hanya tersenyum kecil melihat 2 couple di depanku. "Aish, Key hyeong. Aku bukan anak kecil lagi!" Taemin mengerucutkan bibirnya, lucu.

"YA! Taemin, Key hyeong. Kalian berisik sekali!" bentak Baekhyun yang berada di belakang Key. Baekhyun mendorong Key agar menyingkir lalu duduk di sebelahku. Aku melihatnya –lebih tepatnya- nampan makanan yang dipegang Baekhyun.

"Gege sekarang makan, ne?" tanpa menunggu jawabanku Baekhyun langsung menyuapkan satu sendok makanan. Aku ingin menolak karena perasaanku masih belum terkontrol. Tapi, melihat wajah memelas Baekhyun. Aku jadi tidak tega. Aku memasukkan makanan itu lalu mengunyahnya. Pahit.

"Hyeong harus kembali. Kami akan selalu di belakan hyeong untuk memberikan semangat. Tenanglah!" ujar Key semangat sambil mengepalkan kedua tangannya.

Aku tersenyum kecil. Mungkin, melupakan sosok Kyungsoo memang susah. Tetapi aku akan mencobanya. Mencoba sebisaku. Saranghae Do KyungSoo.


Luhan Pov

4 bulan kemudian...

Aku sudah mulai masuk kampus lagi. Menjalani kehidupanku seperti semula. Walaupun, sosok Kyungsoo tidak ada di sampingku. Tapi, senyumnya akan selalu membuatku semangat.

"GEGE!" teriak seorang namja dibelakangku. Aku menghela nafas karena aku dapat menebak 'siapa' yang memanggilku. Tanpa menghentikan langkahku, aku terus berjalan sambil mendengarkan musik. Exo – Peterpen.

Pletakk...

"Appo..." ringisku sembari memegang belakang kepalaku. Aish, siapa yang melempar botol minuman padaku. Udah keras lagi.

"HUH! Akhirnya berhenti!" Baekhyun mengambil botol minuman tadi yang untuk menghentikanku –memukulku- lalu meminumnya. "YA! Xi Baexian! Tidak usah melempar botol minuman juga." Balasku tidak terima. Baekhyun hanya nyengir lalu menarikku keluar dari perpustakaan ini.

"Stop it!" seruku menghentikan langkahnya. Buru-buru sekali langkahnya, seperti dikejar hantu.

"Kita harus pergi sekarang. Gege tidak ada jadwal kuliah lagi, kan?" tanyanya penuh harap. Aku menggelengkan kepalaku.

"Aku masih ada jadwal. Pelajaran Jung seongsaenim." Jawabku. Terlihat Baekhyun menghela nafas lalu melepaskan pegangan tangannya.

"Memang ada apa?" tanyaku penasaran.

"Bantu aku untuk belanja ke mini market. Persediaan kebutuhan kita sudah habis." Jawabnya. Aku membelakkan mata. Bagaimana bisa sampai habis?

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal, "Tunggu gege, setelah jadwal gege selesai. Gege akan menghubungimu." Ujarku. Lebih baik begitu. Daripada aku tidak makan. Kemana aku mengirimkan apresiasi cacing-cacingku.

"Arraseo. Aku tunggu gege di kantin saja. Sekalian mendengar suara Chen. Pai-pai." Aku cengok mendengar jawaban Baekhyun. Sungguh anak dua itu. Tidak bisa dipisahkan.


½ jam aku menunggu Baekhyun di depan gerbang kampus. Hah, kemana anak kucing ini. Oops..

"Ge, kkaja," ajak Baekhyun yang langsung menarik tanganku.

"Aish, jangan datang tiba-tiba seperti hantu. Kau ini..." nasihatku sambil geleng-geleng kepala.

"Mianhae," balasnya sambil senyum-senyum tidak jelas. Aku bergidik ngeri melihatnya. "Kau kenapa? Kerasukan setan kampus? Atau pengikutnya si Chenchen?" tanyaku polos.

"Enak saja! Jangan ejek Chen. Gege tahu..." ujarnya dengan nada menggoda. Alisnya dia naik-turunkan. Sungguh sepertinya Baekhyun sudah...

"Aku tidak gila, ge,"

"Hehehe, mian. Kamu sih seperti orang you know what?"

"Yayaya, jadi begini, ge..." dia mulai bercerita. Dari Chen yang menyanyikan lagu romantis. Chen yang menciumnya di depan khalayak umum O.O? sampai Chen yang bla...blaa...blaa. Aku tidak mendengarnya lagi.

"Kita sampai." Ucapku menghentikan cerocosan Baekhyun yang sangattt panjang. Baekhyun menghentikan perkataannya lalu mengalihkan pandangannya pada tulisan 'XoXo mini market'. Matanya langsung berbinar-binar. Dasar calon Uke!

"Sudah ayo. Jangan menatapnya seperti itu. Bikin malu gege saja." Aku lalu menariknya untuk masuk ke –surga- menurut Baekhyun. Tapi, langkah kami terhenti saat...

"Kris hyeong." Sapa Baekhyun pada sosok namja tinggi dihadapan kami. Banyak perubahan pada diri Kris. Rambutnya dia potong cepak –atau apalah itu- dan diganti menjadi hitam.

"Ah, Baexian dan Lu...han," balasnya ragu saat melihatku. Aku hanya tersenyum membalas sapaannya. Seperti ada yang disembunyikan Kris.

"Kris ge, kkaja kita pulang," ucap seseorang dibelakang Kris. Aku dan Baekhyun sama-sama mengalihkan pandangan dari Kris ke seseorang itu. Baekhyun tampak senang. Sedangkan aku langsung membelakkan mata.

Sosok itu menatap kami –lebih tepatnya- ke arahku dengan tatapan polos. Tatapan yang sangat kusuka.

"Kyungsoo..." aku menunjuk sosoknya yang terlihat bingung. Kyungsoo melihat Kris seakan bertanya.


"Mereka siapa, ge?" tanya Kyungsoo bingung. Aku membelakkan mataku kaget. Apa masalah itu membuat Kyungsoo melupakanku. Sebegitu besarnyakah salahku, Kyungsoo?

Kris tersenyum kecil lalu menunjukku dan Baekhyun bergantian, "Dia Baexian atau Baekhyun. Dan dia Luhan, kakak Baekhyun."

Kyungsoo menatap kami dengan tatapan lucu, "Annyeong naneun Do Kyung Soo. Adik Kris gege."

Reaksiku dan Baekhyun tidak jauh beda. Bingung + kaget. Aku menatap Kris dengan tatapan bertanya. Seakan mengerti, Kris menarikku menjauh dari Kyungsoo dan Baekhyun.

"Kris ada apa ini?" tanyaku panik. Kris menghela nafas.

"Kamu ingat 6 bulan lalu Kyungsoo kecelakaan?" tanya Kris balik. Aku menganggukkan kepala.

"Itu membuat Kyungsoo..."

Kris menceritakan semuanya. Dari awal sampai akhir. Arghh, kenapa bisa sampai seperti ini.

"Gurae," lirihku sambil melihat Kyungsoo yang sedang mengobrol dengan Baekhyun. Raut mukanya menunjukkan dia bingung dengan 'siapa Baekhyun?'

"Mianhaeyo. Bukannya aku mau membuatmu sedih atau kecewa," Sesal Kris.

"Hanya saja. Aku takut saat kamu mengetahui berita ini. Kamu akan menyakiti adikku lagi." Lanjut Kris dengan pandangan meremehkan padaku.

Aku menggelengkan kepala lalu memegang kedua bahu Kris, "Tolong, izinkan aku untuk mengulangnya lagi. Jebal Kris..." pintaku.

Kris tampak tidak setuju. Yah, itu masuk akal. Karena kalau aku di posisi Kris, aku juga tidak akan membiarkannya. Tapi, kumohon aku ingin mengulang semuanya?

"Kris, jebal," pintaku lagi. Tetap tidak ada jawaban.

Aku langsung bersimpuh di depan Kris. Membuat Kris, Kyungsoo dan Baekhyun kaget. Semua orang yang lewat pun melihat kami. Jarang sekali seorang Xi Lu Han seperti ini. Tapi, masa bodoh. Demi Kyungsoo aku akan melakukan apapun!? Aku sudah janji akan hal itu.

"Lu..lu..han," Kris memaksaku untuk berdiri. Tapi, aku tetap bersikukuh. Sampai ada jawaban dari Kris baru aku akan berdiri.

Terdengar erangan kesal dari mulut Kris, "Baiklah! Aku akan memberimu satu lagi kesempatan!"

Aku langsung berdiri dan menatapnya tidak percaya, "Guraeyo?"

"NE! Xi Lu Han. Hanya satu kali. Sampai kamu menyakitinya lagi. Aku akan menjadi orang yang pertama kali memukulmu." Peringatnya.

Aku menganggukkan kepala semangat lalu berlari ke arah Kyungsoo. Tanpa aba-aba aku memeluknya membawanya berputar-putar. Kyungsoo hanya berteriak sambil memeluk leherku. Baekhyun maupun Kris memasang poker face mereka.

Aku menatap sosok yang ada dipelukanku. Tersenyum amat hangat. Aku sangat merindukannya. Terlihat sebuah rona merah di pipi tembem Kyungsoo. Aku kembali tersenyum. Tidak berubah.

Chu.

Menciumnya. Kyungsoo tampak syok. Matanya membulat sempurna. God, terima kasih. Aku tetap memeluknya. Mencium aromanya yang memabukkan.

'Ciuman ini,' batin Kyungsoo sambil memegang bibirnya.

'Seperti aku mengenalnya?' Kyungsoo membalas pelukan Luhan. Hangat.

'Xi Lu Han, ya?' sebuah senyuman langsung terpampang di bibir Kyungsoo.

"Welcome BACK! Kyungsoo Chagi!" seruku teramat bahagia.

Tbc

Note : Disini Kyungsoo belum kenal siapa Luhan. Oke? baru seperti mengenal Luhan.

(Oke maafkan author kalau sangat mengecewakan. *bow. Author mohon review nya. Gomawo)

Yang udah review di Prolog kemarin. Maaf author nggak bias balas. Tapi, makasih ya~ udah mau review. *bow