Naruto © Masashi Kishimoto
[ Naruto Second Chance ]
#Fanfiction
#Author Hn&U
#Rated M
#AU
#OOC
.
.
#COMEDY
#ROMANCE
#SCHOOL
#FRIENDSHIP
#FANTASY
#GENDER_BENDER
.
.
.
.
#Chapter 09
.
.
.
.
Dihari minggu yang cerah seperti biasa Naruto selalu pergi ke taman, untuk ber'olahraga mengelilingi taman. "Hosh.. 20!" gumam Naruto.
"Perasaan, tubuhku semakin lemah saja kenap-."
"Karena kau perlahan benar-benar menjadi prempuan" sahut Kurama tiba-tiba.
"Heh? Maksudmu apa
Kurama-sama?" tanya Naruto.
"Apa kau tidak sadar, cara berlari dan berjalanmu sudah seperti prempuan" ujar Kurama.
Naruto memperhatikan langkahnya sendiri saat berjalan dan sesekali berlari kecil, benar kata Kurama perubahan Naruto sangat terlihat jelas.
"Hwaaa! Gawat!" teriak Naruto yang baru sadar dengan perubahannya sendiri.
"Kurama-sama! Ini gawat kenapa aku seperti ini tolong aku!"
Kurama hanya diam saat Naruto menguncang-nguncangkan badan Kurama. "Aku tidak bisa membantumu Naru-chan" ucap Kurama langsung disambut tatap tegas dan meremas erat kerah jaket traning Kurama.
"Bantu aku!"ucap tegas Naruto.
.
.
Pria yang memiliki surai merah dan warna mata merah delima itu kini, terlihat sedang berfikir saat sedang duduk di bangku taman, kedua mata menatap lurus kedepan.
"Ini semua tergantung pada dirimu sendiri, Naru-chan" gumam Kurama.
"Sial, jadi semua tergantung padaku" gumam Naruto, saat dia beranjak bangun dari duduknya dan pergi.
Kurama melihat ke arah Naruto pergi sambil bergumam dalam hati.
"Bukan hanya sikap yang akan berubah perlahan, sisi prempuan dalam dirimu juga akan semakin tumbuh."
Langkah kaki yang terlihat seperti diatur, setiap melangkah membuat Naruto merasa heran pada dirinya sendiri saat melangkahkan kaki nya.
"Benar-benar diluar kendaliku" gumam Naruto.
"Hy, kau!"
Naruto menoleh ke arah kanan. Sosok remaja yang bernama Yahiko yang pernah Naruto kalahkan, menatap tajam ke arahnya.
"Dia?"
"Tidak ku sangka kau cantik juga, berbeda dengan waktu itu" ujar Yahiko.
"Hah?!"
"Kenapa dia terlihat tinggi, aku baru sadar. Tunggu dulu kenapa aku takut padanya? Perasaan apa ini?" kata batin Naruto.
Taph.
"Kenapa kau gemetar?" tanya Yahiko, saat memegang pundak kanan Naruto.
"Sial, kenapa aku ketakutan seperti prempuan?" gumam batin Naruto seketikan membuat dirinya sadar kalau dia telah berbeda.
"A-aku tidak gemetar jauhkan tanganmu" jawab Naruto.
.
.
Sementara Kurama, sedang asik melihat pengunjung wanita yang sedang membeli es krim. "Aku minta no handphone mereka, siapa tau bisa double date" gumam Kurama, saat beranjak dari duduknya.
.
.
Naruto bergegas meninggalkan Yahiko namun itu sia-sia karena Yahiko terus mengikutinya seperti Gaara yang suka menguntit Naruto.
"Kau mau kemana?" tanya Yahiko.
"Aku mau pulang!" jawab tegas Naruto yang mempercepat setiap langkah kakinya.
"Aku antar" ucap Yahiko bersamaan mengenggam erat pergelangan tangan kanan Naruto.
"Tidak usah repot-repot, aku bisa pulang sendiri" jawab Naruto, saat melepaskan genggaman Yahiko.
.
.
Sementar Kurama sedang asik menggoda wanita, saat duduk di bangku yang tersedia di taman.
"Apa kau, masih single?" tanya Kurama tanpa basa-basi.
"Iya" jawab wanita itu terdengar tegas.
"Namamu siapa tadi aku lupa" tanya Kurama yang seakan menggoda.
"Itachi Uchiha" jawabnya.
"Ouhh.. Bagaimana kalau aku panggil Ita-chan saja?" tanya Kurama.
"Hn?"
"Sial, sok sekali dia" kata batin Kurama.
Kurama memejamkan mata mencari tau tentang yang ada didekatnya.
"Setahun lagi dia meninggal, kasihan sekali" gumam batin Kurama.
"Ita-chan, apa kau mau kencan denganku nanti malam?" tanya Kurama tiba-tiba.
Wanita itu menoleh dengan tatap tajam lalu dia menjawab singkat.
"Hn.."
"Hn? Apa maksudnya itu?" tanya Kurama.
"Iya" gumam nya.
"Polos juga langsung mau" kata batin Kurama.
.
.
.
.
Naruto menatap tegas ke arah Yahiko yang terus saja mengikutinya.
"Berhentilah mengikutiku!"
"Aku akan mengantarmu pulang. Mm.. Kalau kau mau kita bisa mampir ke hotel dulu" ucap Yahiko.
Bugh.
"Akhirnya semangatku kembali" ucap Naruto bersaman dengan tinju ke arah perut Yahiko.
"Kau tipe ku" ujar Yahiko.
"Heh?"
Yahiko meraih tangan kanan Naruto dan merangkul dengan tangan kanan, senyum yang terlihat licik dia buat. Naruto hanya membulatkan mata, karena posisinya saat ini menjadi tontonan pengunjung taman.
"Sial! Lepaskan aku kampret!"
"Kau menarik, bagaimana kalau kita berkencan di rumahku, nanti malam" ujar Yahiko.
Dak.
"Sial sakit" gumam Naruto setelah membenturkan keningnya ke kening Yahiko.
"Kau susah diajak bicara baik-baik ya" gumam Yahiko.
"Uhh.. Jidatku.. Sakit" gumam Naruto sambil menghusap-husap keningnya sendiri.
"Sial dia mengacuhkanku" kata batin Yahiko.
"Jangan ganggu dia."
Yahiko dan Naruto menoleh ke arah asal suara. Sasuke menatap tegas ke arah Yahiko yang langsung membalas tatapan itu dengan senyum meremehkan.
"Ternyata si sampah jenius" gumam Yahiko.
"Hy, jelek kau baik-baik saja?" tanya Sasuke ke Naruto.
"Aku baik saja. Cuma jidatku saja yang sakit" jawab Naruto.
Mereka bertiga menjadi objek utama saat pengunjung taman, sedang sibuk dengan aktifitas mereka.
"Naru-chan! Ternyata kau sangat populer ya!" ucap Kurama, yang sedang bersama wanita yang baru dia kenal. Saat mereka bertiga menoleh, Sasuke yang paling terkejut.
"Brengsek! Menjauhlah dari
Itachi-nee!" ucap tegas Sasuke, Kurama hanya menoleh ke arah kanan melihat yang Sasuke panggil kakak.
"Dia itu adikmu ya?"
"Hn."
Naruto menepuk jidatnya sendiri berpikir akan ada masalah besar dan berduka untuk wanita yang ada disebelah Kurama.
"Pasti wanita itu sudah kena sihir Kurama-sama" gumam batin Naruto.
Sasuke menarik kerah jaket Kurama, tatap tegas itu tidak membuat Kurama takut apa lagi terkejut.
"Ceritanya kau marah padaku ni?" tanya polos Kurama.
"Hn, jaga sikapmu" ucap Itachi.
Sasuke menghentikan tindakannya, Kurama hanya tersenyum penuh arti. "Jinak sekali" gumam batin Kurama.
"Kurama-nii, ayo kita pulang" ucap Naruto saat berdiri disebelah Kurama.
"Ok, kita pulang saja. Mm.. Ita-chan ingat nanti malam" ucap Kurama.
"Kasihan nasibmu" kata batin Naruto, saat dia melihat Itachi.
"Jelek, dia ini kakakmu?" tanya Sasuke.
"Yup, begitulah" jawab Naruto.
"Begini saja, aku perkenalkan diriku. Aku Kurama Namikaze.
O'ya, Ita-chan kenalkan ini Naruko Namikaze, adik kesayanganku yang rata seperti papan tulis.
"Kampret apa maksudmu rata!" teriak Naruto.
.
.
Yahiko memilih pergi dari sana, senyum puas terhias di wajah tegasnya. "Naruko Namikaze ya" kata batin Yahiko, saat dia melangkah pergi.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
NEXT
#Chapter 10
