Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto


Pemandangan yang sangat tragis telah perlihatkan oleh Sasuke kepada teman-temannya, tanpa dia sadari, Sasuke membunuh wanita yang sangat dicintainya, tubuh Sakura penuh dengan darah yang mengalir dari perutnya, kini tatapan Sakura kosong, Sasuke yang masih dengan wujud mengerikan terus menerus berteriak, teriakan yang sangat menyeramkan sekaligus memilukan, Shikamaru perlahan mengulurkan tangannya untuk mengambil tubuh Sakura.

"Ayo Shikamaru, kamu bisa." Ucap Ino yang berdoa.

Naruto yang melihat kejadian ini merasa sangat bersalah, dia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju tubuh Kurenai yang terletak disamping Kakashi. Ketika dia sampai pada tubuh Kurenai, Naruto berlutut dan memegang tangan Kurenai, Kakashi mengawasi tindakan-tindakan Naruto.

"Kurenai, akhirnya kau selamat, berkat Sakura…" ucap Naruto sambil memegang tangan Kurenai. "Sekarang, giliran aku yang menolongnya."

Naruto melepaskan genggamannya dan tersenyum pada Kurenai. "Terima kasih telah merawatku." Kata Naruto.

"Naruto, apa yang mau kulakukan?" Tanya Kakashi.

Naruto tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum dan terus berjalan, Naruto melompat menuju tempat dimana Shikamaru berada, dia mendarat disamping Shikamaru. Shikamaru menoleh kaget kearah Naruto.

"Mundur." Perintah Naruto.

"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Shikamaru.

Naruto melihat Sasuke yang sedang kacau, lalu melihat kearah Sakura yang masih dipeluk oleh Sasuke. 'sudah tidak sadarkan diri, masih saja tidak mau melepaskannya.' Pikir Naruto.

Lalu Naruto berjalan menuju Sasuke yang ganas. "Naruto! Sasuke sedang berbahaya sekarang! Kita tidak bisa mendekatinya!" ucap Shikamaru.

Tapi Naruto tidak mendengarkan perkataan Shikamaru, dia terus berjalan sampai didepan muka Sasuke, ketika Sasuke berhadapan dengan Naruto, Naruto menempelkan telapak tangannya di wajah Sasuke. "Holy" ucap Naruto, keluar sinar putih dari tangan kanan Naruto yang memegang wajah Sasuke, dan Sasuke berteriak keras karena efek cahaya tersebut.

"UAAAAARRRRGGGHHHH!" teriak Sasuke, perlahan taring di gigi Sasuke kembali normal, tanduk-tanduk Sasuke kembali kedalam, dan sayap hitam Sasuke kembali masuk ke punggung Sasuke, warna kulitnya pun secara perlahan kembali normal.

Begitu Sasuke kembali normal, dia terjatuh pingsan sambil masih memeluk Sakura, lalu Naruto meletakkan tangan kirinya di dada Sakura, dia mengeluarkan cahaya putih yang lain, tapi kali ini diiringi dengan butiran-butiran Kristal yang mengkilap.

"Life." Ucap Naruto sambil memejamkan matanya, perlahan luka Sakura menutup dan darahnya berhenti mengalir, Naruto memeriksa jantung Sakura memakai telinganya, dan dia mendengar detak jantung Sakura yang hidup kembali, begitu dia sudah memastikan Sakura hidup kembali, Naruto terjatuh tidak sadarkan diri disampingnya. Shikamaru yang terdiam melihat naruto menyembuhkan mereka segera bangkit dan menghampiri mereka, lalu dia memeriksa tubuh mereka satu persatu, dan sangat dilegakan karena mereka semua selamat.

"Hhhhh, syukurlah, Kakashi, Lee, bantu aku." Teriak Shikamaru, dia melemparkan tubuh Sasuke kebawah dan ditangkap oleh Lee, lalu dia memberikan tubuh Sakura pada Kakashi, sedangkan Shikamaru membawa Naruto.

"Apa yang kita lakukan Sekarang?" Tanya Ino yang merangkul Kurenai.

"Karena Karin sudah mati, sekarang kita kembali saja ke konoha." Jawab Shikamaru.

"Tapi, suara itu…" ucap Hinata penasaran.

"Itu akan kita laporkan pada Asuma." Jawab Shikamaru.

Mereka kembali ketempat penginapan dan menaiki mobil mereka untuk pulang ke konoha, begitu mereka sampai di konoha, mereka menempatkan Sakura, Sasuke, Naruto dan Kurenai di kamarnya masing-masing, setelah itu mereka menghadap Asuma di ruangannya.

"Kurenai selamat? Bagaimana bisa? Tanya Asuma heran.

"Sakura yang menyelamatkannya, tapi, ada kejadian aneh, saat itu, Sasuke…dia berubah menjadi makhluk yang mengerikan." Ucap Shikamaru.

"Apa penampilannya monster bersayap hitam?" Tanya Asuma.

"Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Hinata.

"Sudah kuduga akan tiba saatnya, kalian pernah dengar cerita tentang dewa iblis?" Tanya Asuma. "para Dewa iblis mempunyai keturunan, dan keturunan-keturunannya sudah punah dibantai oleh keturunannya sendiri, Sasuke adalah keturunan terakhir dari dewa iblis itu."

"Se…serius?" ucap Lee kaget.

"Apa akan membahayakan kita?" Tanya Ino

"Tidak, karena dari kecil Sasuke sudah dipihak kita." Jelas Asuma singkat.

"Tapi, dia sempat membunuh Sakura saat dia berubah, seakan dia tidak mengenalinya dan tidak sadarkan diri." Ucap Kakashi.

"Membunuh Sakura? Bagaimana bisa?" Tanya Asuma.

"Ya, saat Sakura berada didalam pelukannya, dia menusuk Sakura memakai tangannya sendiri." Jawab Kakashi.

Asuma memutar otaknya untuk berfikir, apa sebaiknya Sasuke dan Sakura dipisahkan, tapi kalau dia melakukan itu Sasuke pasti akan mengamuk, dan lagi itu bisa berbahaya untuk Sakura.

"Asuma, saat kami bertarung, kami mendengar suara, suara tapi tidak ada siapa-siapa." Lapor Shikamaru.

"Suara?"

"Ya, dan menurutku, spirit suara itu sangat mirip dengan orang itu." Jawab Shikamaru.

"Kau serius?" Tanya Asuma kaget.

"Orang itu? Siapa?" Tanya Ino.

Asuma memandang Ino dengan wajah serius, lalu kembali pada Shikamaru.

"Orang yang benar-benar mengendalikan dunia sihir, salah satu ketrunan dewa iblis." Jawab Asuma.

Mereka semua terkejut mendengar jawaban Asuma. "K…kalau begitu…" ucap Lee yang ragu.

"Ya, masih ada hubungannya dengan Sasuke." Sambung Shikamaru.

Keadaan sunyi sejenak, perasaan yang bercampur merasuki diri mereka masing-masing, tiba-tiba Asuma beranjak dari duduknya dan mengumumkan sesuatu pada mereka.

"Tentang Naruto, aku ingin hukumannya dihilangkan." Ucap Asuma.

"Hah? Bagaimana bisa? Dia kan pengkhianat!" tolak Shikamaru.

"Shikamaru, walaupun dia berkhianat, tapi dia telah menyelamatkan nyawa Sakura, dan kau tahu, magic Life itu adalah magic yang sangat beresiko tinggi, Life itu bisa untuk menghidupkan kembali orang yang mati sebelum lebih dari 3 jam, dan orang yang menggunakan magic Life, dia akan kehilangan spiritnya untuk selamanya." Jelas Asuma.

"Berarti, itu maksudnya…" kata Hinata yang terkejut.

"Naruto tidak akan pernah bisa lagi memakai magic?" sambung Lee.

"Ya, itu setimpal untuk perbuatannya." Ucap Asuma.

"Malang sekali…" ujar Hinata.

"Kalian boleh bubar, hari ini cukup sampai disini dulu, kalian istirahatlah, dan aku tidak akan memberikan misi dulu pada kalian." Perintah Asuma.

"Baik" jawab semuanya.

Mereka kembali ketempat mereka masing-masing, tapi Hinata berencana untuk mengunjungi Sakura yang belum sadar, dia pergi menuju kamar Sakura dan membuka pintunya, dia melihat Sakura yang sedang tertidur lalu menempati dirinya disamping Sakura.

"Sakura… semoga kamu cepat sadar, banyak sekali kejadian yang tidak terduga, tentang Sasuke… dan Naruto." Ucap Hinata dengan wajah sedih.

Sementara itu Sasuke yang terbaring dikamarnya perlahan telah membuka matanya, dia berusaha mengingat apa yang terjadi, tapi gagal, dia tidak bisa mengingatnya, terakhir yang dia ingat adalah dimana Sakura yang sedang menjerit kesakitan, Sasuke beranjak dari tidurnya, dia melihat sekelilingnya dan tiba-tiba ada seseorang memasuki kamarnya. Seorang laki-laki berambut silver datang menghampirinya.

"Mau apa kau?" ucap Sasuke ketus.

"Membantumu." Ucap Kakashi.

Sasuke memandang bingung kearah Kakashi, lalu Kakashi duduk disamping Sasuke dan berbicara dengan nada serius.

"Aku mau membantumu, demi Sakura." Kata Kakashi memperjelan niatnya.

"Bantu apa? Aku tidak butuh bantuanmu." Tolak Sasuke.

"Apa kau mau tahu apa yang terjadi dengan Sakura sebenarnya?" tawar Kakashi.

Sasuke terdiam dia ingin sekali mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia tidak mau kalau informasi itu datang dari Kakashi. Kakashi mengulurkan tangannya.

"Apa?" Tanya Sasuke bingung.

"Pegang tanganku, dank au akan melihat apa yang kulihat sebelumnya." Jawab Kakashi.

Sasuke sempat ragu untuk memegangnya, tapi dia memutuskan untuk mengetahui sebenarnya dan dipeganglah tangan kakashi itu, ketika Sasuke memegang tangan kakashi, Sasuke seperti tersedot kedalamnya dan melihat kejadian saat Sasuke mulai berubah menjadi monster mengerikan itu, Sasuke melihat dirinya berevolusi dengan jelas, dia sendiri bingung kenapa bisa jadi seperti itu, lalu dia melihat ke teman-temannya, Ino yang berteriak memanggil nama Sakura dan Shikamaru, Lee yang berteriak dengan wajah khawatir, Kakashi yang fokusnya terbagi dua antara kejadian itu dan tubuh Kurenai, Hinata yang menangis, Sasuke melihat ekspresi-ekspresi dari setiap teman-temannya, dia tidak menyangka kalau teman-temannya bisa sekhawatir itu, lalu pandangannya kembali pada dirinya, Sakura dan Shikamaru, dia elihat Shikamaru yang berusaha mengambil Sakura, dan betapa kagetnya Sasuke melihat dirinya membunuh Sakura dengan tangannya sendiri.

'A…aku? Membunuh Sakura? Apa…yang kulakukan…aku…'

Lalu dia melihat Naruto menghampiri mereka dan menyelamatkan mereka, setelah itu Sasuke terhisap kembali dan kembali pada kenyataan.

"Haah?" teriak Sasuke kaget.

"Sudah jelas?" Tanya Kakashi yang melihat reaksi Sasuke dengan pucat.

Sasuke tidak memperdulikan Kakashi, dia hanya bisa berfikir sebenarnya apa yang dia lakukan itu adalah diluar kendalinya, lalu dia cepat-cepat beranjak dari duduknya dan berlari keluar meninggalkan Kakashi, dia berlari kearah kamar Sakura dan membuka pintunya tiba-tiba.

"S…Sasuke?" kata Hinata yang terkejut.

Sasuke langsung menghampiri Sakura yang sedang tertidur, Hinata melihat ekspresi Sasuke dan langsung memahaminya, dengan inisiatif dia meninggalkan Sasuke sendirian disana. Begitu Hinata keluar, Sasuke duduk disamping Sakura, dia memegang tangan Sakura.

"Sakura maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku…" itulah yang dibiskkan terus-terusan oleh Sasuke.

Cukup memakan waktu yang sedikit lama untuk Sasuke menunggu Sakura bangun, selama itu pula Sasuke terus-terusan mengucapkan maaf pada wanita yang dicintainya itu, dan tanpa Sasuke sadari, dia telah menangis sambil terus menerus mengucapkan kata maaf pada Sakura, ketika air mata itu menyentuh tangan Sakura, Sakura membuka matanya, Sakura melihat Sasuke yang sedang menangis dengan raut wajah yang sangat kacau. Sasuke memeluk perut Sakura yang sudah tersadar itu. Sambil menangis, Sasuke masih mengucapkan kata maaf pada Sakura. Sakura tidak berkata apa-apa, dia hanya memeluk kepala Sasuke yang berada diatas perutnya itu.

"Aku tidak akan meninggalkanmu walau kau minta sekalipun." Ucap Sakura yang sudah tau apa yang Sasuke akan pinta.

Sasuke mengangkat kepalanya dan memandang kearah Sakura, matanya yang sudah sangat basah itu memandang Sakura dengan tatapan lembut sekaligus perasaan bersalah.

"Tapi…aku…sudah…"

"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi, aku janji." Kata Sakura memegang pipi Sasuke dengan lembut. "Maka dari itu, aku mohon…jangan menjauh dariku."

Sasuke langsung memeluk Sakura, dia sangat bersyukur mempunyai Sakura yang sangat mengerti dirinya, sesaat dia berfikir untuk meninggalkan Sakura karena takut akan menyelakai Sakura, tapi wanita itu bisa langsung menebak isi hatinya, dan mengucapkan hal yang tak terduga.

"Sakura..." panggil Sasuke yang melepas pelukannya, Sakura menatap tersenyum pada Sasuke. "Maaf…dan…terima kasih." Sambung Sasuke sambil menunduk.

Sakura tersenyum dan memeluk Sasuke kembali. "Sama-sama Sasukeee, huuu kau manja sekaliii, ayo berhenti menangis." Ucap Sakura dengan nada yang seperti menghadapi anak kecil.

Sasuke tertawa kecil dipelukan Sakura. "Nah, kalau kau tersenyum begitu kan jadi kelihatan lebih tampan." Puji Sakura sambil tersenyum.

Sasuke berhenti tertawa dan tersenyum sambil melihat wajah Sakura, dia berfikir dia harus berterima kasih pada Naruto karena telah menyelamatkan Sakura, kali ini dia harus benar-benar berterima kasih pada rivalnya itu.

"Ng…Sasuke." Panggil Sakura. "Aku bermimpi."

"Mimpi apa?" Tanya Sasuke dengan lembut.

"Aku bermimpi, aku sedang berada di taman Konoha, tapi aku sendirian disana, tidak ada satu orang pun, bahkan tidak ada dirimu." Kata Sakura. "Aku sangat ingin bertemu denganmu, sangaaaaat ingin, aku terus menerus memanggil namamu dan berlari mencarimu, tapi aku tidak menemuimu, itu mimpi terburuk yang pernah aku alami."

Sasuke memandang Sakura dengan tatapan lembut dan membelai rambut pinknya yang panjang. "Kalau begitu, aku akan terus menerus berada disampingmu, walau kita terpisah, aku akan selalu berada di taman itu untuk menunggumu, jadi, kalau kau datang ketempat itu, kau pasti akan menemuiku, aku janji." Ucap Sasuke dengan lembut.

Sakura menatap Sasuke dengan kaget, dia tidak menyangka Sasuke akan mengucapkan kata-kata itu. "Benarkah?"

Sasuke mengangguk pelan. "Kalau begitu, itu janji kita." Kata Sakura memberikan kelingkingnya, Sasuke melingkarkan kelingkingnya di kelingking Sakura.

"Sakura, maukah kau ikut denganku?" ajak Sasuke, Sakura terdiam bingung dengan tatapan Sasuke yang bercampur antara serius dan tersenyum, Sakura mengangguk dan berdiri menggandeng tangan Sasuke, dia membawa Sakura keluar menuju kamar Naruto.

Sakura terdiam saat berdiri didepan kamar mantannya itu.

"…." Sakura terdiam.

"Aku ingin kita berterima kasih padanya." Ucap Sasuke membuka pintu kamarnya.

"Sasuke tunggu…" cegah Sakura yang terlambat, Sasuke sudah membuka pintu itu, dan dia melihat Naruto sedang duduk termenung dikasurnya, Naruto menoleh kearah sepasang kekasih itu, dan membuang mukanya.

"Mau apa kalian kesini?" kata Naruto ketus.

Mereka menghampiri Naruto yang sedang duduk, tapi Naruto tidak mencegahnya, karena dalam hatinya dia juga ingin mengatakan sesuatu pada mereka.

"Naruto…" panggil Sakura lembut, lalu laki-laki berambut pirang itu menengok kearah wanita yang dulu pernah bersamanya itu dengan sedikit lirikan sinis.

"Terima kasih." Ucap Sakura. "Aku tidak tahu harus bagaimana, tanpa bantuanmu, mungkin aku…"

"Cukup!, jangan bicara lagi, aku tidak mau dianggap seperti pahlawan kesiangan." Jawab Naruto. "Bagiku…asal kau selamat itu sudah cukup." Naruto menatap serius kearah wajah Sakura.

"Ehm…aku…"

"Sudahlah, jangan berfikiran macam-macam, aku memang mencintaimu, tapi aku tidak mau memintamu kembali padaku." Ucap naruto dengan nada kesal.

"Kau memang hebat, kau rivalku yang sangat hebat, mungkin aku tidak akan pernah bisa mengalahkanmu." Kata Sasuke.

Naruto melihat kearah Sasuke yang sedikit tersenyum ketika mengucapkan kata-kata itu, lalu Naruto sedikit melirik kearah Sakura yang sedang tersenyum melihat Sasuke. "Tidak, kau telah mengalahkanku dalam hal yang sangat penting dalam hidupku." Ucap Naruto, Sasuke sangat mengerti apa maksud dari perkataan Naruto.

"Lain kali, kita bertarung secara adil." Tawar Sasuke sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum.

Naruto melihat Sasuke yang sudah sangat berubah, lalu Naruto memberikan senyuman kerennya pada Sasuke dan menjabat tangan Sasuke. "Tantanganmu kuterima." Jawab Naruto.

"Hm?" Sakura berdiri tersenyum sambil merasa bingung, apa yang sebenarnya terjadi pada kedua orang yang tadinya rival ini. Mereka melanjutkan obrolan mereka bertiga tanpa mengetahui bahwa sebenarnya kemampuan Naruto untuk menggunakan magic telah hilang.


heiiii, maaf yah kalo chapter ini pendek, besok aku akan absen update nih, maaf, heheheee karena ada urusan yang harus diselesaikan, mungkin 3 hari lagi baru bisa update...=_=, maaf yaaaaah.

makasih review2nya yaaah...

luv u..mmuuaaahhh...