~KrisTao~
.
.
.
.
Bukannya kau tidak mendengar suaraku? Lalu kenapa kau masih menginginkanku? Aku tidak pernah mengatakan suka, mengatakan cinta, mengatakan sayang... Bahkan tak pernah membalas apa yang kau ucapkan untukku, membalas pelukanmu, kasih sayangmu.. Apa yang kau cari? Apa aku sangat beharga untukmu?
.
.
.
.
.
.
KrisTao
.
.
.
.
"Hah.. Hahh.. Hahh" Deru nafas terus beradu dari namja berwajah tampan itu, Kris. Tampak keringat bercucuran dari tubuhnya disaat tubuhnya kini terikat di dinding ruang bawah tanah kastil. Terlihat rantai mencekik leher dan juga kedua kaki jenjang namja itu. Satu tangan yang masih tersisa itu bertumpu pada dinding lantai dingin terbuat dari semen itu. Dalam posisi duduk dengan sedikit membungkuk Kris meneliti setiap bagian dari ruang gelap di sekitarnya.
Mungkin ini tidak pertama kalinya Kris merasakan bagaimana pengapnya ruang bawah tanah di dalam kastil. Kejadian yang sama saat dirinya ketahuan mematahkan beberapa leher werewolf ketika mereka menyakiti Tao tanpa memikirkan namja itu akan mati atau tidak. Banyak hal yang terjadi disaat Tao masih disini tapi hal itu tidak membuat Minho selaku sebagai raja bertindak lebih. Dia tahu tidak seutuhnya Tao adalah werewolf dan hal itu yang membuat werewolf lain berhak berniat untuk menghancurkan namja panda itu. Aturan konyol. Walaupun ada darah vampire di dalam tubuh Tao tetap saja itu hanya berbanding setetes banding seribu tetes dengan darah werewolf. Dimana darah murni werewolf masih mendominasi tubuh Tao.
.
.
"Apa maksudmu dengan membiarkan Tao pergi hah!" Semua vampire disana nampak hanya bisa menahan nafas mereka tak kala pemimpin mereka tampak mengamuk dengan brutal. Beberapa dari mereka mencoba menghindari dari lokasi sang pangeran berdiri. Dengan tangan yang terus mengalirkan udara kasar untuk menghempaskan tubuh changmin di berbagai batang pohon besar disekitarnya.
Setelah mengetahui kepergian Tao bersama Changmin dari Lay. Sehun-sang pangeran langsung mencari dimana mereka berada tapi hal pertama yang didapati adalah Changmin tengah bertarung dengan Baekhyun tanpa Tao didekat mereka. Sehun juga mendapati Kai tidak berada dalam ruang lingkup penjagaannya. Otaknya cukup tahu dengan apa yang terjadi ditambah beberapa kerusakan akibat pijakan kasar terdapat pada beberapa batang pohon.
Berbeda dengan Changmin yang mulai melemah akibat darah yang terus keluar, baekhyun kini tengah tertangkap dengan kedua tangannya oleh tekanan angin yang entah kenapa seperti cakaran tajam yang ingin memotong urat nadinya jika dia sedikit saja bergerak.
"Untuk kalian cepat bawa kedua mahluk busuk ini kekastil, aku yang akan mencari Tao"Ucap Sehun kepada para vampire prajurit yang mengikutinya kemudian langsung pergi dari tempat itu.
.
.
Tes
Tes
Tes
Tes
"Unghh.. Umm.. "
"Kau sudah bangun?" Terdengar suara lembut dari sudut ruang bawah tanah membuat Tao yang tengah mendengung berhenti kemudian memeluk kedua lutunya.
"Jangan takut, aku juga vampire sepertimu"Ucap namja itu lagi sambil melangkahkan kakinya kearah Tao.
Namja itu sedikit membungkuk dengan tangan mengusap rambut Tao sayang, berusaha membuat namja panda itu tenang.
"Kau.. Tao kan?"Ucap namja itu, tapi sedikit kesal disaat hanya dengungan yang didengarnya sebagai jawaban.
Namja itu memperhatikan Tao lebih teliti lagi sebelum kembali berbicara disaat pikirannya mengerti keadaan Tao.
"Seharusnya penjaga itu mengatakan kalau kau buta dan bisu, jadinya aku bisa meminta mereka meletakanmu ditempat lain"Namja itu sedikit mengeluh, ayolah dia senang mendapatkan teman didalam penjaga khusus vampire itu. Tapi untuk yang satu ini, dia belum pernah belajar berbicara dengan seseorang seperti Tao.
"Aku Yesung" Ucap namja itu final kemudian melangkah menjauhi Tao untuk membaringkan diri ditempat tidur lusuh yang terletak disisi lain pojok ruang penjara itu.
Srak
Srak
Srak
Yesung menoleh disaat tubunya merasakan tarikan pada bagian jaket miliknya.
"Ada apa?" Ucap yesung sambil menoleh kearah Tao dengan memposisikan tubuhnya tidur menyamping menghadap Tao.
Tidak ada pergerakan dari Tao selain dengungan dan posisi kepala yang miring dan jangan lupakan bagaimana tangan tangan Tao mulai meraba wajah Yesung didekatnya.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan?"Sungguh, yesung bersumpah dia sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud namja panda itu dia belum pernah berbicara dengan orang seperti Tao sebelumnya, hanya segelintir vampire yang seperti itu dan itupun Yesung belum sempat mengobrol dengan mereka/?.
Yesung memang cukup tahu tentang Tao tapi hanya sebagian umum dan dia belum pernah melihat secara langsung hanya yang telah terjadi hal pertama kebencian para kedua mahluk namja yang memiliki darah akan sosok bangsawan keduanya.
"Apa kau lapar?"Tanya Yesung mulai menerka. Sedikit hal yang membuatnya bingung adalah kenapa Tao bisa dipenjara seperti ini. Telinganya cukup mendengar desas desus para penjaga yang mengatakan ada keributan di antara werewolf. Apa mungkin Tao juga terlibat dalam katagori masalah itu.
"Baiklah, kau menarikku dan aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, aku benar-benar butuh kamus penerjemah"Yesung mulai mendumel tidak jelas.
Tao mengedipkan kelopak matanya berulang kali sebelum bibirnya kembali mendengung cukup keras dengan sedikit gerakan pelan, Tao mulai meraba kembali wajah Yesung disaat namja itu berposisi duduk didepannya.
"Apa ada yang aneh dengan wajahku?"Ucap Yesung saat Tao meraba bibirnya.
"Hung.. Um.. Humm.. "Tao kembali mendengung lirih. Yesung menghela nafas.
"Kau tahu kemampuanku?"Ucap yesung, wajahnya sedikit serius dari yang tadi. Ta tesrsenyum sebelum matanya berkedip pelan.
"Aku tidak pernah mencobanya"Ucap Yesung. Entah tahu atau tidak, tapi Tao seperti memahami apa yang dikatakan Yesung kepadanya berbanding terbalik dengan Yesung yang seperti tidak mengerti ucapannya dan hal apa yang di dengar Tao membuat namja panda itu berhenti menggerakan tangannya.
"Kau mungkin berpikir aku bisa mengembalikan suaramu, tapi aku belum pernah mencobanya"Yesung menghela nafas. Apa kalian bertanya apa kemampuan Yesung? Pemilik suara merdu sang vampire, bukan.. Bukan terdapat pada suaranya. Kemampuan yang mungkin jarang bahkan mungkin hanya keturunan dari sil silah keluarga Yesunglah yang memiliki kemampuan itu, kemampuan yang mampu mengembalikan panca indra seseorang, hal yang belum pernah diperlihatkannya selama ini. Seseorang yang kehilangan panca indranya akan merasa utuh disaat bersamanya. Tao mungkin masih terlihat seperti seorang yang kurang didepan orang lain, tapi.. Jika dilihat lebih teliti, Tao seperti mampu melihat Yesung didepannya waalupun sedikit kabur. walaupun suaranya tidak seutuhnya terdengar tapi jika lebih diperhatikan kalian akan mendengar dengungan lebih berirama berbeda daripada dengungan kacau yang sering dikeluarkannya.
"Aku tidak ingin menjadikan kau tikus percobaan"Yesung menyingkirkan tangan Tao dari wajahnya. Sehebat apapun kemampuan yang dimiliki Yesung, tetap saja hanya diposisi objek lah yang dapat mengerti dirinya berbeda dengan Yesung yang tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Tao didepannya.
.
.
"Kris.. "Terdengar suara dari luar ruang deruji besi itu membuat Kris mendongakkan wajahnyaa kearah asal suara itu.
"Lu.. Luhan"Ucap Kris pelan.
"Kau baik-baik saja?"Luhan mengubah posisinya yang awalnya berdiri menjadi sedikit berjongkok. Tangannya yang mungil tampak menggenggam pagar deruji pembatas antara dirinya dan Kris.
"Apa aku perlu menjawabnya?"Kris meneguk ludahnya berat. Dia benar-benar merasa sanagt buruk sekarang. Menolong dirinya saja dia tidak mampu, bagaimaan mungkin dia bisa menyelamatkan Tao nanti jika mereka bersama, konyol.
"Aku tahu.. "Ucap Luhan lirih "Maaf"Lanjut namja tampan itu lagi.
"Untuk?"
"Bukannya semua berawal dari kehilang kendalinya diriku?"
"Tidak.. kau tidak salah, aku memang sudah cukup muak dengan raja brengsek itu"
"Aku akan mencoba membantumu"
"Jangan bercanda, kau masih pemula, apa kau berpikir seorang werewolf yang tidak menerima dirinya werewolf mampu menyelamatkan werewolf?"
"I.. Itu"
"Aku tahu werewolf itu menjijikan"Luhan terdiam"Jika tidak ada namanya takdir, aku juga akan memberontak sepertimu"
"Aku hanya ingin normal"
"Kau bukan ingin normal, kau hanya tidak ingin melihat peperangan saja, aku cukup tahu tentangmu.. "Kris sedikit menundukan kepalanya, menoleh memperhatikan tetesan darah segar yang masih keluar dari luka tangannya yang terpotong "jika tidak ingin perang, maka akhiri semuanya, bukan malah memilih menyiksa diri"Lanjutnya.
Luhan menatap kearah Kris dengan tangan terkepal erat. Apa yang dikatakan Kris memang benar. Dimana kenyataan yang sangat dibencinya. Luhan terlahir di keluarga werewolf dalam golongan rendah. keluarga sederhana selayaknya werewolf pada umumnya tapi semuanya berakhir begitu saja disaat penyerangan antara vampire dan werewolf memporak prandakan pondok kecil tempat tinggalnya, membuat Luhan harus kehilangan semua keluarganya tanpa tersisa sampai dia dipungut oleh keluarga Suho yang berposisi bangsawan dalam werewolf.
"Apa yang bisa ku lakukan, aku tidak bisa menghentikan perang?"Ucap Luhan.
"Apa maksudmu?"
"Perang akan terjadi, Tao.. Namja itu berada di pejara ini, kemungkinan besar pangeran Sehun akan menjemputnya dengan cara apapun"Seketika kalimat itu terhenti, mata Kris langsung terbelalak. Tao ada di dalam kastil ini, di penjara. Apa banyak hal yang tidak dia ketahui?
"Tao.. Kenapa bisa berada disini?"
"Aku tidak tahu tepatnya, yang ku tahu hanya dia tiba-tiba sudah berada dalam ruang lingkup kastil kemudian Kai menemukannya"
Perang akan kembali terjadi. Dia sangat tahu sifat Sehun yang mungkin tanpa memikirkan peraturan lagi akan terus mencari cara bagaimana membawa Tao kembali, seperti dirinya.
"Keluarkan aku dari pejara ini"Kris menatap Luhan dalam. Berharap namja mungil itu mengerti apa yang dipikirkan Kris tanpa harus banyak berbicara.
Luhan mengangguk kemudian melangkah sedikit mundur sebelum menggerakan kedua tangannya yang awalnya mengatup terjulur kemudian membuka kedua tangannya dalam posisi merentang, menciptakan gelombang kasat mata yang membuat deruji besi itu ternganga lebar didepannya. Otaknya seperti lememahkan medan magnet yang membelenggu Kemampuan objek didalam penjara.
Kris tersenyum sebelum menarik paksa setiap rantai di tubuhnya untuk terlepas dari kaitan di dinding. Mencoba memaksa untuk terlepas sampai dinding itu mengeluarkan sedikit retakan yang mungkin bisa membuat dinding itu hancur.
"Apa kau tidak apa-apa?"Kris mengerti maksud Luhan. Kondisi tubuhnya sangat lemah sekarang dan sangat sulit untuk bergerak bebas saat setiap otot ditubuhnya terasa keram akibat luka yang baru didapatnya.
"Aku akan berusaha"Ucap Kris kemudian melangkah menuju lorong dimana mereka akan menemukan jalan keluar. Dengan gerakan tertatih Kris mencoba berjalan. Dia tidak tahu apa yang dilakukan Minho sampai tubuhnya terasa benar-benar hancur walaupun luka yang tampak hanya luka kecil untuk pertarungan tingkat rendah yang pernah dialami Kris.
Luhan memperhatikan Kris sebelum berjalan mengikuti namja tampan itu.
.
.
"Dimana Tao?"Minho tampak menatap sinis kearah Sehun. Namja berwajah tampan itu sedikit menggeser kursi singgahsananya sebelum melang menuju tempat dimana Sehun berdiri.
"Boneka kesayangamu sudah kulenyapkan.. "
.
.
.
.
Tbc
terimakasih untuk yang sudah membaca ff shiro, dan juga yang sempat mampir ke ff shiro ne.. Spesyal yang sudah refiew i love youu .-.)/
peachpetals, kirei thelittlehieves, rikeamalia1, dame dame no ko dame ku chan, raetaoris, baekhyunniewife, shinjiwoo920202, huangzin, yuu, coffe latte, juniel is a vampire hybird, i'm siwones, eiyiichan, huang and wu, junghyema.
Spesial buat raetaoris yang di ff shiro yang 'why i like you' tidak disebutkan huehehe, shiro minta maaaaaaaf, shiro gak sengaja T.T jangan marah ya sama shiro T.T doble spesyal buat dirimu
trimakasih buat yang sudah nunggu ff shiro ne, mianhe shiro laam update ehehe.. Dan untuk kekuatan Tao, akan diperlihatkan di chapter depan .-. , untuk tangan Kris, akan dipikirkan mau disambung atau tidak/plak.
Ah ya.. trimakasih juga yang sudah koreksi tulisan shiro, shiro akan berusaha lagi *o*/ , sebenarnya shiro agak takut post chapter yang ini, karna menurut shiro agak aneh.. mianhe ne terimakasih untuk semuanyaaa sampai ketemu di chapter depan ne o.o/
