Naskah drama yang di kerjakan oleh gadis berkacamata yang menjadi direktur penulis utama di dalam acara Bunkasai kali ini telah di bagikan setelah rapat kemarin berlangsung. Dengan judul naskah baru yang telah di sepakati bersama. Meski begitu, masih ada sebuah misteri. Seperti apa isi cerita yang di tulis gadis berkacamata itu. Karena naskahnya langsung di kirim ke masing-masing rumah actor yang akan tampil di Bunkasai.
Gladi bersih pertama akan di laksanakan besok
Sekali lagi. Akankah, drama yang bertebara cerita Homoini, akan membuat cinta mereka berdua tersampaikan?
.
.
.
.
.Aku Bukan Pedo.
Pairing : Akashi x Chibi Kise
Raten : T
Disclamer : Fujimaki Tadatoshi, tapi boleh ngak Ryouta-chan jadi milik Yuki gak?#plak!
Story : Namikaze Yukiko-chan
Warning : Ke OOC-nya yang akan membuat anda sekalian muntah, pasti ada bumbu Shonen-ai, EYD yang gak pernah bener, humor garing dan segala yang ancur-ancur beserta MissTYPO yang bertebaran di sepanjang cerita, di tambah pedoAkashi.
Summary : Bagaimana jika seorang raja iblis harus menjadi babysitter dadakan oleh sepupu nista yang dengan tidak elit meninggalkan seorang bocah di depan apartemennya.
.
.
.
.
.
Langsung aja di baca!
Don't like, don't read.
.
.
.
.
CHAPTER 7
.
.
.
Para siswa yang kebagian membuat property apa saja yang akan di gunakan drama kelas kali ini sedang berdiskusi dengan gadis bernama Yukiko tersebut. Sedangkan beberapa siswa-siswi ada yang membuat kostum, ada juga yang sedang menghitung pengeluaran yang akan di pakai. Sedangkan bagian untuk poster kelas. Seorang sisiwa sedang berdiskusi dengan ketua kelas. Kise kecil yang melihat semua bekerja di kelas terlihat bersemangat. Karena orang-orang yang bekerja saat ini terlihat menikmatinya.
Setelah berbagai diskusi di lakukan. Akhirnya latihan Gladi bersih bisa di lakukan hari ini. di mulai dari ucapan narasi. semua penonton tampak khusuk melihat pertunjukan teman-temannya. Meski banyak di antaranya masih gugup. Bisa di maklumi karena ini baru hari pertama, apalagi sambil membawa buku dialog mereka masing-masing.
Semua berjalan dengan segudang nasehat yang di berikan oleh direktur penulis kelas 2-1 tersebut. Ketika adegan memasuki alur romantic kedua sejoli kita, Akashi dan Kise. Semua Nampak terkejut dengan adegan ciuman yang di tampilkan keduannya. Ada beberapa orang yang pingsan, ada juga beberapa yang mendadak pergi ke kamar mandi dan berbagai hal supaya mereka tidak menonton adegan Hot ini.
"Ciuman kalian kurang hot." Nasehatnya sebari mengelap hidungnya yang berdarah.
"WOY! INI MATSURI…! BUKAN AJANG MEMUASKAN HASRAT FUJO MU!" protes salah seorang siswa.
"Tapi, kalau Akashi protes dengan hal ini harusnya bilang dong… malah kemarin Akashi bilang naskah ini bagus." Belanya. Sebari melirik kearah yang di maksud.
"Kise-kun… boleh aku pinjam naskahmu?" tanya wakil ketua kelas kepada Kise kecil yang masih terengah-engah nafasnya. Berharap adengan ciuman itu hanya ada sekali saja. Namun yang di pikirkan malah melenceng dari apa yang dia duga. Banyak sekali adengan mereka berciuman yang membuat lelaki itu tak bisa berbuat apa-apa.
"Naskah yang penuh ciuman ini akan diprotes oleh para Sensei. Sebaiknya Yukiko-san… kita hapus saja adengan itu." Ucapnya bijak lalu memberikan naskahnya.
"Eh…?! Tapi AkaxKi tanpa ciuman itu akan membosankan!" Langsung berdiri dari kursinya "Lagipula mereka itu produk must-buy yang bakal di tonton orang banyak…! Malah, Must-gay*!" Ucapnya bersemangat sebari menganggkat tangannya keatas.
'Apa yang di katakan gadis ini." Batin semuanya, tidak mengerti maksud gadis yang di ketahui adalah Fujoshi kelas berat(?)
"Tapi itu mustahil." Ucap salah seorang siswa yang berada di bagian belakang.
"Huh… Baiklah kita hilangkan saja adegan tadi." Lalu segera kembali duduk di kursinya.
Gladi bersihpun di lanjutkan. Tanpa adegan Kiss tentunya. Semua latihan sesuai naskah yang telah di tulis ulang tanpa adegan aneh-aneh lagi oleh wakil ketua kelas. Mungkin pembaca budiman rada bingung, kenapa yang meluruskan hal ini adalah wakil ketua dan bukan ketuanya sendiri. Jawabanya sangat Simpel, karena Akashi bisa sekalian nge-modus sama Kise. #di gampar
"Kise-chan~ bisa kemari sebentar… Onee-san ingin mengukur tubuhmu~" Ucap seorang wanita yang bertugas di bagian kostum, yang membuat Ryouta kecil. Entah kenapa dia mengingat seseorang yang memanggil namanya dengan embel-embel 'chan'. Setelah di beri pelototan pembunuh oleh sang majikan. Akhirnya Kise di perbolehkan di 'apa-apain' oleh para pembuat kostum.
"Kise-chan tinggal berdua dengan Akashi-kun?"
"I-iya."
"Bagaimana Akashi-kun saat di rumah? Apa dia bersikap ngak beradab kayak sekarang menyuruhmu memakai baju Sailor?" Tanya gadis berambut sepundak. Langsung saja yag di jadikan topic pembicaraan langsung mengalihkan pandangan ke pada beberapa gadis yang sedang mengelilingi Ryouta kecil.
"Ti-tidak kok… sebenarnya Oni-tan baik ke Ryouta." Ucap si mungil sebari tersenyum malaikat, meski agak gugup menjawab. Entah kenapa Akashi langsung tersenyum setan yang membuat wakil ketua kelas dan penulis naskah mendadak ingin balik ke rumah. Senyuman Akashi yang merasa berkuasa itu terlalu ngeri untuk semua orang.
"Lalu…" Gadis berkucir langsung mendekati Ryouta kecil dan membisikkan sesuatu yang membuatnya memerah. Lalu dibalas senyuman jahil.
"Nah kalau begitu sekarang kita buat baju untuk Ryouta teman-teman!" Gdis tadi langsung bersemangat dan meninggalkan Ryouta di pojokan kelas.
Ingin sekali Akashi Seijurou merusak wajah para gadis itu satu persatu, namun dia urungkan karena mereka sangat di perlukan kelas saat ini. maka dia berusaha untuk menahannya(?). namun tempramen suhu akashi yang masih saja meninggi.
"Akachin, bisa pinjam guntingnya." Ucap Murasakibara yang datang tiba-tiba.
"…." Akashi langsung memberikannya kepada Murasakibara. Lalu gunting tersebut di sembunyikan olehnya. Karena dia sudah merasa bahwa aka nada pembantaian masal di kelas yang melibatkan dirinya sebagai salah satu saksi ahli(?).
"Akachin tenang saja…. Kisechin sayang sama Akachin saja." Ucap Murasa kibara bijak, atau dia ingin menurunkan tempramen teman (majikannya).
"Begitukah." Entah kenapa hawa di dalam kelas sekarang Nampak sejuk.
'KOK DIA PERCAYA SAMA OMONGAN NGAK BISA DI BUKTIKAN ITU?!' semuanya menyadari tempramen akahi yang turun tadi.
.
.
.
.
To be Continue.
Maaf mood saya naik turun belakangan ini. jadi susah move-on dari segala kejadia yang menerima Yuki selama 3 minggu ini.
Mulai dari Yuki yang emosionalnya ngak ke kontrol, tugas kuliah yang numpuk sampai kecelakaan di jalan.
Tapi Yuki semangat kalau masih ada yang setia membaca Fanfic ini. Yuki akan usahakan Update secepat yang yuki bisa.
Mungkin kata-kataku barusan seperti meminta perhatian. Maaf ya kalau seperti itu.
.
.
.
.
Salam Yukiko-chan
