From the Darkest Side
.
Original story From the Darkest Side by Santhy Agatha
Re-make YunJae version by EternalKURO
Warning: Yaoi, Mature-Adult, Out of Character, Mpreg
.
.
.
- 09 -
.
.
Pagi harinya Uknow mendengarkan pesan yang ditinggalkan Seunghyun. Pesan yang diantarkan langsung oleh Taecyeon, orang kepercayaannya yang sangat setia padanya. Taecyeon bertubuh ramping dan tegap, dia juga memiliki keahlian membunuh yang sangat hebat. Uknow pernah menyelamatkan nyawanya dalam suatu insiden dan sejak saat itu dia mengabdikan kesetiannya kepada Uknow, bukan kepada Yunho. Kalaupun dia melaksanakan perintah Yunho, itu karena dia tahu jika Uknow ada di dalam diri Yunho. Taecyeon adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu jika Jung Yunho memiliki kepribadian ganda.
"Apa kau sudah tahu siapa wartawan bodoh yang berani mengancamku dan tempat tinggalnya?"
Taecyeon menganggukan kepala tanpa kata dan meletakkan sebuah kertas bertuliskan nama Choi Seunghyun beserta alamat dan nomor teleponnya di meja Uknow.
Uknow menghubungi nomor itu dan suara Seunghyun terdengar ragu menjawab telepon. "Ya?"
"Ini Jung Yunho" suara Uknow terdengar dingin dan tenang. "Katakan penawaranmu"
"Tunggu sebentar, saya keluar dulu" suara Seunghyun terdengar hati-hati, membuat Uknow langsung tahu jika Jaejoong berada disana bersama Seunghyun. Senyum langsung mengembang di bibirnya, keberadaan Jaejoong sudah dia ketahui tanpa perlu mencarinya.
"Aku menerima tawaranmu untuk wawancara eksklusif. Infomasi apa yang kau punya tentang Jaejoong?"
Seunghyun begitu senang hingga tidak menyadari nada kejam yang terdengar jelas dari suara Uknow.
"Baiklah" Seunghyun merasa senang akhirnya dia mendapatkan kesempatan mewawancari Jung Yunho secara eksklusif di rumah mewahnya, dan malam ini adalah kesempatannya mewawancarai Jaejoong. Betapa beruntungnya dia mendapatkan kesempatan langka itu. "Saya tahu dimana keberadaan Jaejoong saat ini"
"Dimana dia?"
"Maaf, saya tidak bisa mengatakannya pada anda. Saya harus mewawancari anda terlebih dahulu, setelah saya mendapatkan hasil wawancara dengan anda, baru saya beritahu informasi tentang Kim Jaejoong" Seunghyun berbicara santai tanpa mengetahui siapa yang sedang diajaknya berbicara saat itu.
"Bagaimana aku tahu jika kau tidak menipuku?" suara Yunho terdengar begitu mengintimidasi lawan bicaranya, mekipun lewat telepon. Tidak mengherankan jika Leeteuk tampak ketakutan pada tuannya.
"Leeteuk..." gumam Seunghyun pelan. "Anda mengenal kepala pelayan anda sendiri kan? Jadi anda pasti tahu jika saya tidak berbohong"
Uknow terdiam cukup lama membuat suasana terasa hening dan menyeramkan.
"Besok jam sembilan" ucap Uknow singkat dan langsung menutup telepon.
Uknow termenung dan senyum tipis sambil menatap telepon ketika Taecyeon bertanya padanya. "Anda akan menerima tawaran wawancara itu?"
Uknow mengangkat wajahnya dan menatap Taecyeon, terlihat tatapan pembunuh di matanya meskipun bibirnya tersenyum.
"Tentu saja tidak. Pria bernama Choi Seunghyun itu bertindak bodoh dengan mengira bisa mempermainkanku, dia tidak akan hidup sampai jam sembilan besok untuk mewawancaraiku" Uknow terkekeh. "Malam ini kita akan memberinya kunjungan kejutan"
.
- xxx -
.
"Kita tidak jadi pergi?" Jaejoong mengerutkan dahinya melihat pria yang duduk berhadapan dengannya masih bersantai menikmati kopinya, sedangkan dia sudah bersiap untuk pergi menemui teman dari pria yang mengaku bernama Choi Seunghyun yang katanya akan membantunya melarikan diri ke luar negeri.
"Temanku sedang ada urusan di luar kota, jadi kita harus menunggu sampai besok untuk menemuinya" Seunghyun meminum kopinya dengan santai.
Keduanya sedang menikmati kopi dan ramen instan untuk sarapan, karena hanya itu yang ada di dalam lemari dapur Seunghyun.
Jaejoong merasa gelisah. Itu berarti dia akan tertahan satu hari lagi di rumah Seunghyun, dan firasatnya mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk. Semoga saja Uknow tidak dapat melacak dirinya, karena Leeteuk sudah mengusahakan cara yang paling aman untuknya. Uknow pasti tidak akan bisa menemukan dirinya yang saat ini sedang bersama Seunghyun.
"Aku lupa mengatakan sesuatu padamu, aku seorang wartawan"
Jaejoong hampir tersedak kopinya ketika Seunghyun mengatakan hal yang selalu ingin Jaejoong hindari. "Apa?"
Jaejoong menatap Seunghyun tajam. Dari semua orang di dunia ini, kenapa Leeteuk meminta tolong pada seorang wartawan.
"Hei jangan menatapku seperti itu, tidak semua wartawan jahat. Aku contohnya, aku punya banyak koneksi dan aku bisa membantumu pergi jauh dari Jung Yunho" Meskipun Leeteuk harus menyogokku dengan informasi tentang ayah kandungmu dan uang dengan jumlah yang banyak, lanjut Seunghyun dalam hati.
Leeteuk pasti memilih orang ini karena dia memiliki banyak koneksi, dan aku tahu jika Yunho maupun Uknow sangat menghindari wartawan dan berusaha untuk tidak berurusan dengan mereka. Uknow pasti tidak akan berpikir bahwa Leeteuk akan meminta tolong kepada seorang wartawan untuk membantuku melarikan diri, Leeteuk memang cerdik.
"Apa yang membuatmu lari dari seorang milyuner seperti Jung Yunho?" Seunghyun menatap Jaejoong dengan menyelidik. "Bukankah dia pria tampan yang sangat kaya? Aku yakin pasti banyak wanita yang bersedia dengan sukarela menjadi kekasihnya, walaupun sepertinya dia lebih menyukai laki-laki berwajah cantik sepertimu. Dan dengan kekayaan yang dia miliki, dia bisa memberikan apapun yang kau inginkan"
Jaejoong hanya diam tidak terpancing pertanyaan Seunghyun. Dia tidak tahu betapa mengerikannya sisi lain dari Jung Yunho, sisi lainnya yang bernama Uknow. Jika dia tahu betapa mengerikannya Uknow, dia tidak akan sesantai ini mencari informasi tentang Jung Yunho, apalagi sampai berurusan dengannya.
Seunghyun menatap Jaejoong yang mengabaikan setiap pertanyaannya, laki-laki cantik itu langsung bersikap difensif ketika Seunghyun mengatakan jika dirinya adalah seorang wartawan. Dia menyesal berkata jujur tentang pekerjaannya, seharusnya dia diam saja dan berpura-pura menjadi teman baik yang ingin membantu, mungkin saja dia bisa mengorek lebih banyak informasi.
"Bagaimana rasanya menjadi anak seorang artis terkenal yang disembunyikan? Apakah kau merasa tersiksa dan ingin berteriak agar diakui? Kenapa selama ini kau bersembunyi?" Seunghyun tidak mau menyerah mengorek informasi dari Jaejoong. Mungkin besok laki-laki cantik ini akan kembali pada Jung Yunho, oleh karena itu dia harus mendapatkan informasi sebanyak yang dia bisa.
Jaejoong menatap Seunghyun tajam dengan tatapan bermusuhan, lalu meletakkan cangkir kopinya sedikit kasar.
"Aku sudah selesai, terima kasih untuk sarapannya. Aku lelah, jadi aku akan beristirahat seharian di kamar" Jaejoong melangkah pergi lalu masuk ke dalam kamarnya.
Sialan! umpat Seunghyun dalam hati. Sepertinya sulit mengorek informasi dari Jaejoong, karena sepertinya Jaejoong seakan menutup diri. Yang bisa Seunghyun lakukan hanya bergantung pada Jung Yunho untuk informasi yang dia butuhkan untuk artikel beritanya.
Sementara itu Jaejoong yang berada di dalam kamarnya membuka amplop cokelat yang diberikan Leeteuk saat pelariannya semalam, Jaejoong sedikit terkejut melihat isi amplop itu berupa uang dalam bentuk dolar dan banyak sekali. Dia tidak ingin menghitungnya, jadi dimasukan kembali uang itu ke dalam amplop dan dijejalkan kedalam tasnya yang berisi pakaian.
Leeteuk sudah menyiapkan uang itu sejak lama, dan dia mengatakan uang itu adalah uang investasi. Itu berarti Yunho sudah menyiapkan rencana pelariannya sejak lama.
Yunho... apa dia baik-baik saja? Ataukah dia sudah terkubur dalam karena ditidurkan paksa oleh Uknow?
Jaejoong masih ingat dengan jelas saat dirinya pertama kali bercinta dengan Yunho yang begitu lembut dan memperlakukannya dengan penuh kasih sayang, dan Jaejoong tidak menyesal melakukannya dengan Yunho yang membuatnya menjadi gay. Tapi percintaaan berikutnya... Jaejoong menghela nafas berusaha menghilangkan kenangaan saat bercinta dengan Uknow yang dilakukan dengan liar dan brutal, hingga meninggalkan memar di tubuhnya.
Dia tidak boleh memikirkan Yunho lagi. Walaupun Yunho memberikan pengalaman pertama bercinta yang penuh sensasi, tapi Jaejoong tidak bisa mencintai Yunho lebih jauh. Karena jika dia mencintai Yunho, berarti dia harus bisa menerima Uknow. Jaejoong tidak bisa, dia takut dan benci atas semua kekejaman dan kejahatan yang dilakukan Uknow yang sudah merenggut semua keluarganya. Dan membuatnya harus mengubur dalam-dalam rasa cintanya yang mulai tumbuh pada Yunho. Seandainya tidak ada Uknow di dalam tubuh Yunho, pasti Jaejoong merasa bahagia karena masih ada orang yang mencintainya di dunia ini. Tapi Uknow merusak segalanya, merusak kebahagiaannya.
.
- xxx -
.
Saat malam tiba, Seunghyun mengintip ke dalam kamar Jaejoong dan melihatnya sudah tertidur. Rasa penasaran membuatnya berbuat nekat untuk mendapatkan informasi. Dia teringat saat malam pelarian Jaejoong, dia melihat laki-laki cantik itu membawa tas dan menggenggam sebuah amplop cokelat dengan sangat erat. Dia harus bisa membongkar isi tas tersebut, mungkin saja ada informasi rahasia yang berguna baginya.
Dia ingat ucapan Leeteuk yang mengatakan dokumen tentang informasi ayah kandung Jaejoong disimpan di sebuah brangkas bank dan akan diserahkan padanya setelah dia membantu Jaejoong melarikan diri oleh orang kepercayaannya, mungkin saja orang itu Jaejoong. Jadi setelah membantunya, Jaejoong akan menyerahkan dokumen itu langsung dan saat ini dia membawanya, itu dugaannya sementara ini. Seunghyun sangat menginginkan informasi itu secepatnya, dan dia menduga informasi penting itu mungkin saja ada di dalam amplop cokelat tersebut.
Setelah mengintip lama dan yakin jika Jaejoong sudah benar-benar tertidur pulas, dia membuka pintu dengan sangat pelan agar tidak menimbulkan suara dan mengendap-endap melangkah masuk ke dalam kamar Jaejoong. Seunghyun melihat Jaejoong tidur membelakanginya, membuatnya leluasa bergerak.
Seketika mata Seunghyun melihat tas cokelat yang diletakan di atas meja di samping ranjang, tas yang Jaejoong bawa saat malam pelariannya. Dengan hati-hati diambilnya tas itu dan dibuka secara perlahan dan pelan, berusaha untuk tidak menimbulkan suara.
Setelah tas itu terbuka, terlihat beberapa pakaian dan sebuah amplop cokelat terselip diantara pakaian.
Uang atau dokumen?
Dengan rasa ingin tahu yang besar, Seunghyun mengambil amplop itu dan membukanya. Ternyata isinya uang dalam bentuk dolar dan sangat banyak, membuatnya tergoda untuk memilikinya. Dia memutuskan mengambil uang itu, lagipula Jaejoong tidak akan membutuhkannya lagi, karena besok dia akan dijemput dan kembali pada Jung Yunho. Seunghyun yakin jika Jung Yunho bisa memberikan uang yang lebih banyak padanya daripada yang ada di dalam amplop.
Seunghyun berusaha memasukan amplop itu ke dalam saku belakang celana jeansnya dan dia masih ingin membuka isi tas Jaejoong, mungkin saja ada dokumen penting yang tersembunyi disana. Tetapi karena terburu-buru, amplop itu jatuh ke lantai dan menimbulkan bunyi yang cukup mengganggu.
Jaejoong yang tertidur, langsung membuka matanya ketika mendengar bunyi yang mencurigakan. Sejak tahu jika Uknow mengejarnya, Jaejoong mulai membiasakan dirinya waspada akan sekitarnya, malam ini dia tertidur sangat pulas mungkin akibat kelelahan fisik maupun pikirannya. Tetapi suara benda yang terjatuh di lantai membuatnya terbangun.
Jaejoong langsung terduduk kaget dan menangkap basah Seunghyun yang sedang mengacak-acak isi tasnya dengan amplop uangnya yang terjatuh di lantai dekat kaki Seunghyun.
"Apa yang kau lakukan disini?" Jaejoong terkejut tiba-tiba melihat Seunghyun berada di kamarnya, dan dengan bodohnya mempercayai orang ini hanya karena Leeteuk mengatakan dia akan membantunya terbebas dari Uknow. Seharusnya dari awal dia curiga, Seunghyun seorang wartawan dan semua wartawan selalu memiliki maksud di balik tindakannya. Apalagi Seunghyun sedang mencari informasi tentang dirinya dan Yunho.
Seunghyun panik karena ketahuan, langsung menyergap Jaejoong dan membekap mulutnya.
"Jangan berteriak" suara Seunghyun terdengar mengancam. "Aku cuma berusaha mencari informasi tentangmu, tapi kau sangat pelit membagi informasi padaku. Jadi aku terpaksa melakukan ini padamu"
Jaejoong menatap Seunghyun tajam dan berusaha meronta, tapi sayang tubuhnya yang ditindih Seunghyun sama sekali tidak bisa bergerak. Tanpa sengaja mata Seunghyun bertatapan langsung dengan mata besar Jaejoong yang seperti mata rusa dan merasa seakan terhipnotis, dia juga baru menyadari jika Jaejoong sangat cantik jika dilihat dari jarak yang sangat dekat. Selain mata besarnya, Jaejoong juga memiliki kulit putih yang halus dan lembut. Membuat tubuhnya seketika merasakan gairah seperti saat sedang bersama wanita.
Seunghyun memang seorang pria normal, tapi dengan keadaan kamar yang temaram dan tubuh di bawah tindihannya mampu membuatnya merasakan gairah, dia jadi penasaran pada tubuh laki-laki cantik yang bisa membuat Jung Yunho menjadi terobsesi padanya. Aku memang masih menyukai tubuh wanita, tapi laki-laki cantik ini bisa membuat gairahku naik. Aku yakin Jung Yunho pasti pernah menikmati tubuhnya, jadi tidak ada salahnya jika aku ingin mencobanya.
Jaejoong melihat mata Seunghyun terlihat seperti Uknow saat bercinta dengannya, mata yang dikuasai nafsu. Jaejoong meronta sekuat tenaga dan berusaha melepaskan diri, tangannya mencoba mendorong tubuh Seunghyun dan kakinya mencoba menendang sekuat yang dia bisa. Tetapi usaha yang dia lakukan hanya melukai dirinya sendiri, karena Seunghyun memiliki kekuatan yang lebih besar darinya sehingga mampu menahan tubuhnya. Dan usaha sia-sianya itu malah meninggalkan memar di kaki dan tangannya.
Dengan penuh nafsu, Seunghyun menarik piyama Jaejoong dengan kasar hingga sobek dan memperlihatkan dadanya yang putih, dia bahkan tidak menyadari tangannya mencakar bahu Jaejoong dan menimbulkan bilur kemerahan yang perih. Kemudian Seunghyun menurunkan celana piyama Jaejoong dengan satu tangan, sementara tangan lainnya masih membekap mulut Jaejoong yang berusaha mempertahankan celananya.
Setelah celana piyama Jaejoong terlepas dari kakinya, Seunghyun melemparnya jauh dan terjatuh di lantai dekat kaki ranjang. Seunghyun menatap Jaejoong yang kelelahan dengan butiran keringat tampak di kulit putihnya dan nafasnya terengah-engah, bergulat dengannya membuat tenaga laki-laki cantik itu terkuras, beruntung dia masih bisa mempertahankan boxernya.
Sial! Jadi ini pemandangan erotis yang selalu dilihat Jung Yunho dari laki-laki cantik ini saat bercinta dengannya? Tidak mengherankan jika milyuner itu menginginkan dirinya dibandingkan ibunya dan terobsesi padanya. Aku jadi penasaran bagaimana rasa 'lubang'nya yang sudah membuat Jung Yunho jadi seorang gay, apa lebih nikmat dari wanita?
Saat paha Seunghyun mencoba membuka paha Jaejoong yang tertutup rapat, konsentrasinya terpecah dan bekapan di mulut Jaejoong sedikit melonggar. Kesempatan itu tidak disia-siakan Jaejoong dengan menggigit tangan Seunghyun yang membekap mulutnya, tapi tindakan nekat Jaejoong malah membuat Seunhyun marah dan langsung menamparnya dengan sangat keras, hingga darah mengalir dari sudut bibirnya. Tamparan keras itu juga hampir membuat Jaejoong kehilangan kesadarannya.
"Berhenti meronta, dasar pelacur! Aku tahu kau sudah tidur dengan Jung Yunho dan menjadi pelacurnya, jadi berhentilah melawanku seolah tubuhmu suci dan biarkan aku menikmati tubuh pelacurmu yang menggiurkan ini" Seunghyun menahan kedua tangan Jaejoong di atas kepalanya, seringai muncul di bibirnya saat matanya melihat dada Jaejoong yang putih dan terhias beberapa tanda merah yang sudah berubah keunguan di sekitar leher, dada, perut dan beberapa tanda juga ada di kedua pahanya, tanda yang Uknow buat saat bercinta dengannya. "Wow... ternyata kau liar juga. Dengan tanda sebanyak itu, aku yakin Jung Yunho pasti sangat menikmati tubuhmu. Jadi aku juga akan menikmati tubuhmu seperti yang Jung Yunho lakukan"
Seunghyun berusaha mendekatkan bibirnya untuk melumat bibir Jaejoong, tapi Jaejoong memilih memejamkan matanya dan memalingkan wajahnya menghindari ciuman Seunghyun. Kedua tangannya ditahan dan kedua kakinya ditindih hingga dia tidak bisa bergerak, dan harus merelakan lehernya dinikmati Seunghyun. Jaejoong bersumpah, dia akan bunuh diri jika dirinya sampai diperkosa Seunghyun. Dia memang pernah berhubungan sex dengan pria, tapi karena dia mencintai pria itu. Sedangkan pria yang sedang menindihnya, akan melakukan pemaksaan padanya. Dia merasa harga dirinya sebagai seorang pria diinjak-injak karena diperlakukan serendah itu.
Jaejoong yang terus memejamkan mata, merasakan tubuh Seunghyun semakin berat menindihnya dan kemudian terdiam. Mungkinkah Seunghyun tertidur? Atau pingsan? Jaejoong membuka matanya dan seketika terkejut.
Jaejoong melihat sebuah pisau besar menancap di punggung Seunghyun, darah begitu banyak mengalir keluar dari tusukan yang dilakukan lebih dari satu kali dan membasahi tubuh Jaejoong yang berada di bawahnya. Jaejoong mendorong tubuh Seunghyun yang sudah tidak bernyawa dan melihat wajah Seunghyun tampak terkejut, matanya melotot dan mulutnya terbuka, sepertinya dia tidak sadar ketika ajal menjemputnya dan kematiannya terjadi dengan sangat cepat.
Saat itu lah Jaejoong menyadari Uknow berdiri di tepi ranjang, dan menatap mayat Seunghyun dengan kemarahan yang menakutkan. Uknow mencabut pisau itu dengan dingin dan tatapannya tampak puas saat melihat darah segar mengalir dari lubang yang dia buat setelah berkali-kali menancapkan pisaunya di punggung Seunghyun hingga menemui ajalnya. Pisau itu berkilat, tampak tajam dan berlumuran darah. Dengan tenang dia membersihkannya dengan sapu tangannya, lalu memasukannya ke dalam tempatnya dan menyimpannya ke dalam saku jaketnya. Uknow mengalihkan tatapannya dengan dingin ke arah Jaejoong yang berusaha menyingkirkan tubuh Seunghyun yang terkulai mati di atas tubuhnya.
"Taecyeon"
Seorang pria bertubuh tegap melangkah masuk, tatapannya terlihat biasa saja ketika melihat mayat Seunghyun.
"Bereskan mayatnya"
Tanpa kata, Taecyeon menyingkirkan mayat Seunghyun yang bersimbah darah dari tubuh Jaejoong dan memanggulnya keluar kamar.
Jaejoong terbaring dengan tubuh gemetar di atas ranjang sambil menatap Uknow, dia hampir saja diperkosa dan telah melawan sekuat tenaga, tapi Seunghyun lebih kuat darinya. Di bahunya ada bekas cakaran dan memar-memar di tangan dan kakinya, sudut bibirnya masih mengeluarkan darah segar akibat tamparan Seunghyun yang sangat keras, dan dia juga ketakutan setengah mati karena melihat pembunuhan keji yang dilakukan Uknow di depan matanya.
Uknow mendekat, tapi Jaejoong langsung mundur ketakutan. Dia merasa takut dan tubuhnya terasa sakit, dia sudah tidak sanggup melawan Uknow. "Ja... jangan mendekat..."
Uknow tersenyum tanpa berkata apa-apa dan hanya menatap luka-luka di tubuh Jaejoong dengan tidak senang. Terlihat kemarahan membakar di matanya, tetapi Uknow mampu menjaga kemarahannya tetap di dalam. Dia membuka jasnya, kemudian memakaikannya ke tubuh Jaejoong yang nyaris telanjang.
"Ayo kita pulang"
Jaejoong ingin melawan, tetapi dia sudah kehabisan tenaga. Dia hanya bisa pasrah saat Uknow menggendongnya keluar dari kamar.
Saat keluar dari kamarnya, Jaejoong melihat Taecyeon menunggu mereka dan mayat Seunghyun sudah dibungkus dengan rapi di dalam kantong mayat berwarna hitam yang entah darimana.
Apakah mereka memang datang untuk membunuhnya, hingga sudah menyiapkan kantong mayat itu?
"Bereskan semua kekacauan di kamar itu sebelum kau singkirkan mayat itu, dan pastikan semua bersih seolah-olah kita tidak pernah datang. Aku pulang dengan supir, kau bisa menyusulku nanti"
Jaejoong merasakan tubuhnya terayun dalam gendongan Uknow, dan kemudian kesadarannya perlahan menghilang.
.
- xxx -
.
Jaejoong tersadar ketika merasakan sedikit guncangan, dan saat dia membuka matanya, dia sedikit bingung karena berada di dalam mobil yang sedang berjalan. Tubuh bagian atasnya tertutup jas dan dia berbaring di pangkuan Uknow yang memeluknya kaku, dan menyangga kepala Jaejoong dengan tangannya.
Jaejoong merasakan aroma tubuh Yunho dan membuat kenangan tentangnya menyeruak di benak Jaejoong, dia mencoba mengusir kenangan itu karena dia tahu yang sedang memeluknya bukanlah Yunho, tapi Uknow. Hanya Uknow yang mampu menancapkan pisau ke punggung seseorang berkali-kali, dan setelah orang itu mati, dia mencabut pisau itu dengan tenang dan membersihkan darahnya seolah membersihkan kotoran biasa, lalu menyimpannya kembali. Dia sangat kejam dan sedikit gila, dan sekarang Jaejoong kembali terperangkap dalam cengkramannya.
Jaejoong merasakan mobil itu berhenti, dia yakin jika mobil itu sudah di depan gerbang rumah Yunho. Tetapi dia memutuskan diam dan berpura-pura tertidur, meskipun jantungnya berdebar kencang karena ketakutan dan dia berharap Uknow tidak merasakan debaran jantungnya.
Tidak lama mobil itu bergerak kembali, yang artinya Jaejoong kembali masuk ke dalam rumah mewah Jung Yunho. Dan begitu pintu gerbang itu tertutup, maka kesempatan Jaejoong untuk keluar tidak akan ada lagi. Jaejoong tidak akan pernah bisa lepas untuk yang kedua kalinya dari Jung Yunho.
Uknow menundukan kepalanya dan menggunakan ujung jarinya untuk mengangkat dagu Jaejoong, memaksa laki-laki cantik itu untuk menatapnya. Dia tahu Jaejoong sudah sadar sebelum mereka melewati gerbang dan berpura-pura masih tertidur, dia tahu dari debaran jantung Jaejoong yang tiba-tiba menjadi lebih cepat dan laki-laki cantik itu tidak akan pernah bisa menipunya. Mau tidak mau Jaejoong membuka matanya dan melihat senyum kejam yang tidak mungkin dilakukan oleh Yunho.
"Selamat datang kembali di rumah, sayang" suara Uknow terdengar mengerikan seakan berasal dari kegelapan, dan ucapan itu bagaikan sebuah janji yang tidak terbantahkan, sama seperti ketika dia mengatakan bahwa Jaejoong akan menjadi miliknya.
.
.
.
- To Be Continue -
.
.
