Chapter 9 update!
Warning: Gaje, Typo, OOC, dan masih banyak lagi yang kurang..
Genre: Adventure/Action
Nothing action Nothing special
Author-Yoshino
Disclaimer-Masashi Kashimoto
Battle 100 ..
Chapter 9
Final yang terlalu awal
Area Selatan (Suna)
Berada di pinggiran perbatasan, yaitu tempat dengan hutan lebat seperti area Utara (Iwa). Seseorang berjalan dengan santainya. Rambutnya panjang lebat berwarna hitam dengan mata sharingan di kedua matanya. "Aku sudah mengumpulkan 30 bola sejauh ini, dan lawanku hanyalah nyamuk-nyamuk yang kecil dan lemah, aku harus menemukan pesaing yang cocok untukku." Ucap seseorang yang lain tidak bukan adalah Uchiha Madara.
"Gawat itu adalah Uchiha Madara, lebih baik kita kabur dari sini." Ucap ninja jonin yang berada di atas pohon dan tidak sengaja melihat Madara.
Kemudian mereka pun berbalik, dan menjauh dari Madara. Dan pada saat itulah Madara sudah berada di hadapan mereka.
"Bagaimana jika kalian menyerahkan bola kalian untukku, jika tidak, kalian akan mati ditanganku?" Ucap Madara tersenyum.
Dengan sekejap 3 jonin tersebut, kalah dengan mudahnya di tangan Madara, "Ini bola yang ke 33."
Disamping itu tidak jauh dari Madara, ada seseorang berpakaian persis dengan Madara, namun warna pakaiannya berbeda biru, rambutnya putih seperti Jiraiya dengan bulu-bulu yang terpasang dipakaiannya di bagian pundak tepatnya. Dan ikat kepala sama persis dengan yang digunakan oleh Yamato.
Pria itu berjalan dengan santainya diantara pohon yang lebat dan rindang, ia hanya memandangi langit biru nan tak berawan yang berada jauh diatasnya. "Langit yang indah." Pikirnya.
"Andaikan langit biru dan cerah ini berlangsung terus menerus sampai tidak terdapat awan dan hujan, maka ladang, kebun, dan pertanian di Negaraku tidak akan subur dan gagal panen, jika itu terus terjadi maka Negara ini akan dilanda kekeringan dan bisa diambil kesimpulan yang berarti langit biru ini sebenarnya tidak indah?. Are? Kenapa aku ini memikirkan hal-hal yang tidak ada gunanya." Pikir Tobirama yang sedari tadi berjalan santai di bawah pohon yang tinggi dan rindang dan membodohkan dirinya sendiri.
Kemudian dia berbicara sendiri lagi.
Kak Hashirama, aku akan memenangkan kompetisi yang kau buat ini dan meneruskan pemerintahan yang sudah kau buat dengan baik ini, aku tidak akan menyerahkan tahtamu kepada siapapun….. untuk sekarang aku sudah mengumpulkan 26 bola, dan tempat mengumpulkan bola ini masih jauh sekitar 100 mil, dan masih tersisa waktu sekitar 6 hari lebih 10 jam. Dan menurutku, aku sudah menginjakkan kaki kananku di Battle 100.
Tapi setelah beberapa langkah berjalan, Tobirama bertemu dengan lawan yang tidak terduga. "Kuso!" Batin Tobirama dengan kecewanya, karena dia tidak menyangka akan bertemu dengan lawan yang bisa dibilang cukup tangguh dan kuat. Uchiha Madara.
"Akhirnya aku bertemu dengan pesaing yang cocok untukku,he." Ucapnya dengan melipatkan tangannya dan tersenyum sombong.
Tobirama pun mengepalkan kedua tangannya, dan bisa dikatakan dia sudah bersiap bertarung dengan Madara.
Dari dahan pohon dan ke dahan pohon lain, terlihat 2 orang yang meloncat-loncat dengan cepat, yang berada di depan adalah pria berambut putih dengan cirri khasnya yaitu menutup mata kirinya. Dan yang berada di belakangnya ialah pria dengan baju elastic berwarna hijau dengan rambut bulat dan berkilau tidak lupa alis tebal yang berada diatas matanya. Mereka adalah Kakashi Hatake & Might Guy.
"Aku merasakan chakra yang sangat besar yang berada tidak jauh dari sini, Guy." Ucap Kakashi sambil berhenti dan berdiri di dahan pohon.
"Kau merasakannya?" Jawab Guy, dengan serius kali ini dia merasa sudah kalah walaupun belum bertemu dengan orang yang memiliki chakra yang luar biasa ini.
"Iku ze!"
"Hmph!"
Mereka berdua pun memutuskan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi..
Bukan hanya Kakashi dan Guy saja, Minato dan beberapa orang pun juga merasakan chakra yang sangat besar dan menakutkan itu, dan mereka memutuskan untuk melihat dari mana chakra itu berasal.
Rambut kuning, dengan jubah putih dan baju elastic berwarna biru. Minato sedang menuju ke tempat dimana chakra itu berasal. "Chakra besar apa ini!?" Batin Minato sambil meloncat dari dahan ke dahan lain.
"Aku merasakan chakra yang luar biasa, Brother.." Ucap Killer bee dengan gaya ngerapnya.
"Kau juga Bee?" Jawab Kakaknya A yang duduk disampingnya. Mereka terlihat beristirahat dibawah pohon yang rindang dan sejuk.
Kemudian mereka berdua berdiri, dan hendak menuju ke tempat dimana chakra besar itu berasal. "Apakah ini chakra yang berasal dari shinobi itu?"Pikir A dengan perasaan yang tidak tenang.
Dan di tempat lain, rambut putih panjang, dengan garis merah diwajahnya, serta gulungan yang selalu ia bawa kemanapun dia pergi, Jiraiya.
"Akhirnya mereka bertemu." Gumamnya sembari tetap berjalan ke suatu tempat (di tempat Madara dan Senju Tobirama bertemu).
Note: Jiraiya tidak mempunyai rekan, begitu pun juga dengan Minato.
Di area dengan tanah yang melingkar membentuk seperti lapangan yang cukup luas, dipinggirannya terdapat pohon-pohon yang tinggi dan sangat banyak, angin sepoy-sepoy terus menerpa rambut hitam dan putih mereka berdua, dan ditengah-tengah area tersebut terdapat 2 orang yang berhadapan dengan saling tatap menatap dengan tajam. Madara terlihat melipat tangannya dan tersenyum dengan liciknya, sedangkan Tobirama sudah terlihat bersiap-siap menyerang Madara dengan mengeluarkan jutsunya.
Kakashi dan Guy sudah sampai di tempat tersebut, dan berdiri di dahan pohon yang cukup tinggi dari permukaan tanah, disusul Guy yang sudah berdiri disampingnya. Dan mereka berdua pun melihat ke bawah dimana terdapat 2 orang berambut putih dan hitam.
"Mereka adalah…" Ucap Guy terputus
"Uchiha Madara dan Senju Tobirama…" Ujar Kakashi dengan melanjutkan perkataan Guy.
Dan beberapa saat kemudian, Minato datang dengan cepatnya dan bersembunyi dibalik pepohonan yang ia rasa nyaman dan jarak pandangan dengan kedua orang yang dilihatnya juga tidak terlalu jauh.
"Aku sudah menduganya chakra ini berasal dari kedua shinobi legendaris tersebut, Madara dan Tobirama." Batin Minato yang melihat ke area dimana kedua orang tersebut berdiri dan saling menatap.
Lalu datanglah A dan Killer bee, serta Jiraiya yang sampai ke tujuannya. "Siapa yang mengira mereka akan bertemu dengan cepat dan terlalu awal, ini bisa dibilang adalah final yang terlalu awal.." Ujar Jiraiya yang sudah berdiri di samping Minato.
"Sensei?" Ucap Minato yang tidak menyangka kehadirannya. "Jadi sensei masuk di area ini ya?" Tanya Minato tersenyum dan dia tidak menyangka Jiraiya akan menempati area yang sama dengannya.
"Lebih baik kita amati pertarungan ini dengan seksama, karena aku yakin ini adalah pertarungan yang sangat menarik." Ucap Jiraiya sembari melipat kedua tangannya.
"Osu." Jawab Minato singkat.
"Lihatlah pertarungan ini dengan baik-baik Bee." Ucap A yang terlihat focus dengan yang dilihatnya.
"Yokai, Brother,," Jawab Bee yang juga terlihat mengamati Madara dan Tobirama.
"Sebelum bertarung, aku akan menanyakan hal yang tidak terlalu penting kepadamu." Ucap Tobirama dengan nada yang sudah mulai serius.
"Nanii?"Jawab Madara singkat.
"Kau sudah mendapatkan berapa bola?" Tanya Tobirama.
"Hmph, aku sudah mendapatkan 33 bola." Jawab Madara dengan tidak menunjukkan ekspresinya.
"Souka?" Jawab Tobirama tersenyum. "Kelihatannya aku kalah bersaing dalam mendapatkan bola." Tambahnya.
"Itu sudah tidak penting lagi, karena kau akan kalah disini Tobirama." Ucap Madara, senyuman liciknya masih terpasang di wajahnya.
"Begitu kah? Tapi kau yang akan kalah Madara!" Teriak Tobirama dengan mengeluarkan jutsunya.
Suiton: Haran Banzo!
Air yang sangat banyak tiba-tiba jatuh dari langit, dari tanah pun juga keluar air dengan sendirinya, volume air itu sangat banyak sehingga membentuk sebuah danau/lautan kecil, daratan tersebut langsung tertutupi oleh air yang membanjiri area itu.
"Airnya akan menuju kesini?" Ucap Minato yang sedang duduk dan melihat ombak besar yang mengarah kepadanya. Dia pun menghilang ke dahan pohon yang berada di atasnya, Jiraiya pun juga berlari ke pohon yang berada didekatnya dan berjalan menuju ke atas pohon tersebut.
"Luar biasa." Batin Kakashi yang sedikit tidak percaya dengan jutsu air yang dikeluarkan oleh Tobirama.
Uchiha Madara menempati peringkat 2 dari 100.000 ninja jonin di Konohagakure, dia sekarang menjabat sebagai dewan keamanan yang mengkordinisir semua area dan wilayah yang berarti dia adalah pemimpin yang mencakup masalah keamana negara, sedangkan Tobirama Senju merupakan adik kandung dari raja Hashirama, dan dia menempati peringkat ke 3 dari total 100.000 ninja jonin yang berada di Konohagakure, sekarang ia menjabat sebagai asisten dari raja Konohagakure yaitu Hashirama, kakaknya sendiri.
Volume air yang sangat banyak membuat area tersebut seperti lautan, ombak air membuat permukaan air menjadi tidak rata dan menggoyang-goyang tempat berdirinya Madara dan Tobirama.
"Air yang sangat banyak, kau memang luar bisa Tobirama." Ucap Madara dengan senyuman liciknya yang memuji jutsu yang dikeluarkan oleh Tobirama.
Suiton: Shisoha!
Tobirama mengeluarkan jutsunya lagi, dia mengangkat kedua tangannya ke atas secara perlahan-perlahan. Dan ombak air pun perlahan-lahan terbentuk, ombak tersebut membentuk gelombang Tsunami dengan tinggi mencapai 20 meter yang hendak dihempaskan oleh Tobirama ke arah Madara.
"Woy-woy, bukankah ini diluar kemampuan kita."Ucap Guy yang terperanga dengan jutsu gelombang Tsunami yang dikeluarkan oleh Tobirama.
"Luar biasa, gelombang dengan tinggi 20 meter menuju ke arahku dengan kecepatan yang tinggi, akan tetapi…." Ucap Madara tersenyum, sembari memikirkan jalan keluar.
Hempasan gelombang Tsunami tersebut mengenai Madara, pohon-pohon besar yang berada di belakangnya ikut hanyut tersapu oleh besarnya tekanan air dari gelombang Tsunami yang dibuat oleh Tobirama.
Mokuton: jukai heki!
Sebelum Madara terkena oleh gelombang yang sangat dahsyat tersebut, ia mampu mengeluarkan jutsu milik Hashirama yaitu Mokuton/elemen kayu untuk membuat benteng kayu berlapis dengan tinggi 20 meter. Gelombang air itu pun membelah menjadi 2 dan membanjiri area disebelah kanan dan kiri dari Madara, dan area yang tidak terkena air adalah tempat berdirinya Madara yang dibentengi oleh Kayu berlapis dengan tinggi 20 meter tersebut, Madara pun hanya tersenyum sambil melipat kedua tangannya.
Melihat benteng kayu yang terlihat kokoh dan kuat itu, Tobirama pun meloncat dengan tinggi dan melempar air yang berbentuk seperti busur panah, dia mengeluarkan air itu dengan jumlah yang cukup banyak dengan kecepatan yamg lumayan cepat. Kemudian air itu pun mengenai benteng kayu yang dibuat oleh Madara dan mengakibatkan sayatan-sayatan seperti pisau, dan hal itu pun berlangsung terus-menerus sampai benteng itu pun terbelah menjadi 2 dan air yang berbentuk busur itu pun menghujam keras di tempat Madara berdiri.
Duarr! Duarr! Duarr!
"Sial." Ucap Madara yang terlihat terpojok. Dia pun berkelit dan berusaha menghindari serangan yang mematikan tersebut, mata sharingannya telah aktif dan hal itu pun menguntungkan bagi dirinya karena ia bisa melihat serangan yang akan datang dan memprediksikannya.
"Aku harus membalas serangannya." Batin Madara dalam hatinya kemudian ia bersiap mengeluarkan jutsunya dengan kuda-kudanya yang terlihat sangat siap.
Katon: sanryu huashi!
Madara mengeluarkan jutsu apinya, 3 naga api dengan panjang sekitar 15 meter dikeluarkannya, serangan itu langsung menuju ke arah Tobirama.
"Hebat!" Ucap Minato yang terkesan dengan pertarungan yang sangat menarik ini.
"Apa-apaan mereka ini. Mereka seperti dewa saja, Tobirama adalah dewa air sedangkan Madara adalah dewa diantara dewa.." Ucap A yang tercengang melihat pertarungan mereka berdua.
"3 naga api yang dikeluarkan bersamaan menuju ke arahku dengan kecepatan yang signifikan." Batin Tobirama, kemudian ia kembali mengeluarkan jutsunya.
Suiton: Gorugano!
Tobirama pun tidak mau kalah dengan Madara dan mengeluarkan jutsu yang hampir mirip dengan Madara yakni naga, namun naga yang dikeluarkan oleh Tobirama terbuat dari air yang berjumlah 1 ekor dengan panjang 60 meter, naga itu pun membuka mulutnya dengan lebarnya dan memakan 3 naga api Madara dengan lahapnya.
"Tobirama tidak mau kalah, dia mengeluarkan jutsu yang luar biasa." Ucap Guy yang tetap focus mengamati pertarungan yang cukup sengit tersebut.
Naga air ciptaan Tobirama pun langsung mengarah kepada Madara. Melihat Naga dengan panjang 60 meter dengan kecepatan yang cukup tinggi mengarah kepadanya, Madara pun tidak bisa berpikir karena sedikit panic dan mengaktifkan mangkekyou sharingannya.
Susano'o!
Susano'o pun keluar dengan sendirinya dan menyelimuti tubuh Madara, Naga air ciptaan Tobirama pun menabrak Susano'o Madara dan Susano'o Madara tersebut terhempas jauh karena tidak kuat menahan hempasan Naga air dengan panjang 60 meter dan tekanan yang cukup tinggi, Susano'o beserta Madara pun menghantam pohon dengan keras, sampai pohon itu pun jatuh dengan sendirinya.
"Arggh!"
"Tobirama sekarang yang memegang alur pertarungan." Ujar Jiraiya melipat tangannya sambil melihat pertarungan itu berlangsung dengan seksama.
Air masih membanjiri area tersebut mereka berdua berdiri diatas air dengan mengandalkan chakra yang berada di kaki mereka. Lautan yang dibuat oleh Tobirama masih belum menghilang.
"Menarik." Ucap Madara tersenyum sembari berdiri kembali. Susano'o miliknya masih menyelimuti tubuhnya.
Kemudian kedua tangan Susano'nya mengeluarkan pedang biru yang terbuat dari perpaduan antara api biru dan halilintar, dan setelah mengeluarkan 2 pedang, Susano'o Madara pun mengamuk dan menyerang Tobirama secara membabi buta dengan memanfaatkan jangkauan yang luas, serangan yang kuat serta pertahanan yang maksimal dan otomatis yang berfungsi untuk melindingi tubuh asli dari Madara itu sendiri.
Tobirama pun berusaha menghindar dengan berkelit-kelit dengan gesit dan lincahnya dan berselancar di air buatannya, ia memanfaatkan air yang berada di sekitarnya untuk menghindar dan membuat klon air untuk berjaga-jaga jika dia terkena serangan dari kebringasan Susano'o milik Madara.
Kecepatan Tobirama semakin bertambah hal itu memungkinkan dirinya untuk menyerang dan bertahan sesukanya. Dan ia pun mengeluarkan air yang berbentuk manusia dengan tinggi hampir setara dengan Susano'o Madara, tangan raksasa air itu mengepal dan memukulkannya kearah Susano'o Madara.
Dassh..
Raksasa air yang dibuat oleh Tobirama pun hancur dengan sendirinya karena tidak kuat menahan pertahanan dengan kulit yang sangat keras yang menyelimuti tubuh Madara.
"Sial, kulit susano'o itu terlalu keras." Batin Tobirama yang berdiri terombang-ambing oleh lautan air yang berada dibawahnya.
"Sia-sia saja, walaupun ini bukan wujud Susano'o yang asli namun kekerasan kulitnya hampir sama dengan wujud yang asli." Gumam Madara sembari melipat tangannya dan tersenyum. Madara pun melancarkan serangannya lagi kali ini dia melempar pedang yang dipegang oleh Susano'o miliknya dengan bertubi-tubi ke arah Tobirama.
Tobirama pun menghindar dengan berlari seperti berselancar mengarungi lautan buatannya, ke samping kanan, ke samping kiri dengan tujuan menghindari sayatan pedang yang dilempar oleh Susano'o Madara secara terus-menerus.
"Jika seperti ini terus akan menguras chakraku, aku harus memikirkan suatu cara." Ucap Tobirama sembari melihat dan focus terhadap Madara.
Kemudian Tobirama pun menarik Madara dengan air yang berada di bawahnya, Madara pun tenggelam dan terbawa ke dalam air itu, Susano'onya pun menghilang seketika.
Tobirama pun mengeluarkan chakra yang sangat luar biasa, sampai-sampai getarannya dirasakan oleh semua orang yang berada di area Selatan tersebut.
"Apapun yang terjadi aku harus mengalahkannya, untuk mempermudah jalanku memenangkan Battle 100, karena dia adalah satu-satunya saingan yang kuat dan tangguh." Batin Tobirama yang berenang ke dalam air, tubuhnya pun diselimuti oleh air dengan bentuk menyerupai penguin diikuti oleh 100 ekor lagi yang berada di belakangnya.
"Dia serius?" Ucap Madara yang berusaha berenang ke permukaan. Kemudian 100 penguin tersebut berenang dengan kecepatan yang sangat tinggi dan menghujam tubuh Madara bertubi, dash dash dash..
Dan untuk mengakhiri serangannya, Tobirama menyatukan seluruh penguinnya dengan tujuan membuatnya menjadi raksasa, penguin raksasa itu masih berada di dalam air, dan meluncur dengan kecepatan yang sangat tinggi menuju Madara, Tobirama pun keluar dari air tersebut dan berdiri di permukaannya.
Tangannya pun dihantamkan ke air dan di waktu bersamaan,
Duarr!
Penguin raksasa itu meledak dengan sangat keras, sampai airnya tumpah dimana-mana dan menghasilkan hujan yang turun di seluruh area Selatan.
"Korewa!"
"Ledakan yang luar biasa, ini juga akan menimpa kita, Jiraiya sensei!" Ucap Minato yang berusaha meneleport dirinya ke tempat yang aman. Jiraiya pun hanya berdiri di dahan pohon dan mengeluarkan jutsu pelindung yaitu pembungkus katak.
"Ayo kita pergi dari area ini Kakashi!" Teriak Guy yang berbalik arah dan pergi dari tempat posisi berdiri sebelumnya.
Kakashi pun ikut pergi meninggalkan area tersebut agar tidak terkena dampaknya.
Begitu pun dengan A dan Adiknya, mereka pun pergi dan menjaga jarak agar tidak terkena dampak dari serangan tersebut.
"Serangan dengan skala ledakan seperti itu tidak mungkin bisa dihindari, apalagi jaraknya yang sangat dekat, mustahil kau akan selamat dari jutsuku ini Madara." Ucap Tobirama tersenyum, tubuhnya diselimuti oleh air yang menjadi kekuatan utamanya.
Di dalam air yang jauh dari permukaan, Madara masih tenggelam dan tidak sadarkan diri. Gelembung-gelembung air keluar dari mulutnya, yang menandakan dia masih hidup namun dengan serangan seperti itu dia tidak akan mampu berdiri kembali. "Serangan ini, tidak akan membuatku kalah!" Teriak Madara dengan berenang meluncur ke permukaan dengan kecepatan yang tinggi.
"Tidak mungkin!" Ucap Tobirama sembari melihat Madara meloncat dari permukaan air dengan tingginya.
Katon: Gouka Mekkyaku!
Api dengan jangkauan luas dan sangat besar menuju Tobirama, "Api ini!" Ucap Tobirama yang berusaha memikirkan jalan keluar/sekedar menghindar. Tobirama pun tersenyum dengan menatap Madara yang masih melayang diudara. "Air melawan api, kau sudah tahu hasilnya Madara!" Teriak Tobirama yang akan mengeluarkan jutsu selanjutnya.
To be continue..
Chapter 9 END
Terima kasih sudah membaca chapter 9, jangan lupa menyempatkan beberapa detik untuk mereview ya.. oke sampai jumpa di chapter selanjutnya.
Jaa ne!
