The Thieves

Cast : Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Shim Changmin

Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

Lee Donghae

Lee Sungmin

Kim Kibum (Bryan Kim)

Choi Seunghyun, dll

Chapter 8

DORR!
DORR!

Suara tembakan itu terdengar bersahutan, membuat siapapun yang berada dalam jarak dekat baku tembak itu pasti akan merasa seperti berada di tengah medan perang. Kyuhyun masih memejamkan mata di tempatnya berdiri, namja manis itu menunggu rasa sakit yang akan datang ketika ketua teroris dan teman-temannya itu menembaknya, namun dia tidak merasakan rasa sakit lain selain rasa sakit di bahunya yang memang sebelumnya telah terluka. Apa aku sudah mati?, batin kyuhyun, tapi kalau dia sudah mati mengapa bahunya masih terasa sakit?. Tidak ingin menduga – duga dengan perlahan kyuhyun membuka matanya, namja manis itu berusaha memfokuskan pandangannya saat melihat puluhan orang dengan seragam polisi lengkap berdiri di depannya dan tengah berbaku tembak dengan anggota teroris. Anggota polisi itu berusaha melindungi kyuhyun dengan berdiri di depannya, karna mereka memang menggunakan pakaian anti peluru.

Melihatnya kyuhyun menghela nafas lega, dia pikir hari ini adalah hari terakhirnya, dan dia tidak akan bisa selamat, ternyata dia memang belum saatnya mati lagipula dia belum ingin mati, dia belum menamatkan geme baru di PSPnya.

Melihat keadaan yang semakin kacau dan peluru yang ditembakkan ke segala arah kyuhyun mengambil inisiatif untuk bersembunyi di balik meja yang ada di cafeteria, digulingkan meja itu sehingga bisa menutupi dirinya, berharap meja itu bisa melindunginya kalau ada peluru nyasar, kyuhyun meringis pelan saat bahunya menyenggol sisi meja, sakit sekali, dengan ekspresi horror kyuhyun melihat keadaan lukanya, kalau saja dia bisa berteriak saat ini dia akan berteriak, lukanya benar – benar mengrikan, semoga saja setelah ini dia masih bisa menggunakan tangannya dengan baik.

Kyuhyun tetap bertahan disana, untungnya tidak ada yang mencurigai dirinya sebagai anggota teroris, mengingat pakaian yang dipakainya saat ini, mungkin saja hal itu bisa terjadi. atau para polisi itu bisa menebak dirinya hanya korban karna para teroris itu mengarahkan senjata mereka pada kyuhyun, tidak mungkin bukan mereka mau melukai anggota sendiri.

Tiba – tiba saja meja yang melindungi kyuhyun tersingkir dari hadapannya, sepertinya baku tembak itu sudah berakhir dan dimenangkan oleh pihak polisi, mengingat jumlah mereka yang memang lebih banyak dari jumlah pembajak itu, tentu itu bukanlah hal yang sulit, kyuhyun terlalu focus pada rasa sakitnya sampai dia tidak menyadari tidak ada suara tembakan lagi.

Kyuhyun memandang seorang polisi yang baru saja menyingkirkan meja yang melindunginya, pandangan kyuhyun tidak focus, bahkan semua yang dilihatnya seakan – akan ada dua dan dia juga merasa sangat lemas, mungkin ini karna darahnya yang terlalu banyak keluar, namun diantara kesadarannya yang semakin menipis itu kyuhyun merasa seperti mengenal polisi yang sekarang sedang memapah tubuh lemasnya itu, tatapan khawatir dari mata hitam polisi itu mengingatkan kyuhyun pada seseorang.

"kyu, gwenchana?" tanya polisi itu

Suara itu, kyuhyun juga seperti mengenalinya, namun kyuhyun sudah terlalu lemas untuk berfikir, namja manis ini bahkan tidak sadar kalau polisi itu mengetahui namanya, beberapa detik kemudian kyuhyun tidak sadarkan diri, dan hampir saja akan terbentur ke lantai kalau saja polisi itu tidak dengan sigap merengkuh pinggangnya.

"kyu, kyuhyun, sadarlah!" pekik polisi itu yang ternyata adalah siwon, namja tampan itu sangat khawatir melihat kyuhyun yang tidak sadarkan diri dengan darah yang terus mengalir dari bahu kanannya. Dengan sigap siwon mengangkat kyuhyun ala bridal yang dia fikirkan saat ini adalah dengan cepat membawa kyuhyun ke ambulance yang sudah tersedia di luar, namja tampan itu membiarkan bawahannya mengurus para pebajak yang sebagian besar terluka parah, kecuali sang ketua yang berhasil dilumpuhkan hanya dengan luka kecil, bagaimanapun mereka membutuhkannya tetap hidup untuk introgasi.

.

.

"kyunnie kau sudah sadar?" tanya changmin begitu melihat kyuhyun yang saat ini tertidur di dalam ambulance dengan infuse yang terpasang di tangannya mulai membuka matanya perlahan, namja manis itu terlihat mengerjapkan matanya, berusaha memulihkan kesadarannya.

"hyung" lirih kyuhyun saat namja manis ini menyadari bahwa yang didekatnya adalah changmin. "aku dimana hyung?" tanya kyuhyun, namja manis ini mengamati tempatnya berada saat ini, yang banyak terdapat peralatan medis.

"kita masih disekolah kyu, dan sekarang kau di dalam ambulance, bagaimana keadaanmu? Dokter bilang luka dibahumu cukup dalam, apa kita perlu ke rumah sakit?" tanya changmin bertubi – tubi sambil menggengam tangan kyuhyun.

"anny, kita disini saja, lagipula lukaku juga sudah diobati" sahut kyuhyun, jujur saja dia tidak terlalu suka rumah sakit. Kyuhyun berusaha duduk, dia menghawatirkan teman – teman dan gurunya. Dia baru bisa tenang saat sudah melihat mereka dengan mata kepalanya sendiri.

"kau mau apa kyu? Kau masih harus istirahat" tanya changmin.

"aku ingin melihat keadaan diluar hyung, tolong bantu aku" ucap kyuhyun keras kepala, akhirnya mau tidak mau changmin membantu kyuhyun bangun, namja tampan itu memegang botol infuse kyuhyun dan menopang badan kyuhyun yang memang masih lemas dan membawanya keluar ambulance.

"hyung siapa yang tadi menolongku?" tanya kyuhyun

"ahh, polisi yang menolongmu kyu, sebenarnya apa yang kau lakukan sampai terluka begini eoh? Hyung sangat khawatir" kesal changmin, tidak taukah kyuhyun bahwa dirinya bahkan sangat khawatir saat melihat kyuhyun dibawa keluar dalam keadaan tidak sadarkan diri.

"benarkah?" tanya kyuhyun, namja manis itu berusaha mengingat seorang polisi yang menolongnya itu, namun dia tidak bisa mengingatnya. Saat mereka sudah keluar dari ambulance saat itulah kyuhyun melihat sang ketua teroris itu sedang dibawa menuju mobil tahanan dengan kawalan ketat polisi.

"hahaha, ini hanya awal polisi – polisi bodoh!" teriak si ketua sambil berusaha memberontak, tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata coklat kyuhyun, kyuhyun dapat melihat seringaian muncul di wajah pria tua itu, "sampai jumpa lagi anak manis" ucapnya sebelum dipaksa masuk ke dalam mobil tahanan.

Mendengar ucapan si ketua teroris itu entah mengapa membuat perasaan kyuhyun tidak tenang, ucapannya mengisyaratkan bahwa akan terjadi hal yang lebih buruk lagi dari hal ini.

"ada apa kyu?" tanya changmin heran melihat kyuhyun yang terdiam

"anny" elak kyuhyun pelan, "hyung bisakah hyung ambilkan kyu minum" pinta kyuhyun, tangan kirinya menyentuh tenggorokkannya yang terasa kering.

"baiklah, duduklah disini dulu, hyung akan mengambilkan minum, kau jangan kemana - mana" ucap changmin yang dibalas anggukkan kyuhyun, namja tampan itu menyampirkan jaketnya di pundak kyuhyun lalu meninggalkan namja manis itu untuk mencari minum.

Setelah kepergian changmin kyuhyun menatap sekelilingnya, keadaan masih sangat kacau, dengan para polisi yang berjalan kesana kemari, meminta keterangan pada beberapa saksi dan juga membawa keluar para teroris yang tewas dalam baku tembak. Kyuhyun tidak sadar bahwa dari jauh ada seorang namja yang sedang menatapnya dengan pandangan khawatir, namja itu adalah siwon, namja tampan itu sedang menahan diri untuk tidak langsung memeluk kyuhyun saat ini juga, bagaimanapun dia tidak bisa muncul dihadapan kyuhyun dengan keadaan seperti ini, bisa langsung terbongkar penyamarannya.

"kyuhyun-ssi" panggil min joong yang tiba -tiba saja datang menghampiri kyuhyun

"kim saem" balas kyuhyun

"bagaimana keadaanmu? Apa kau baik – baik saja?" tanya min joong sambil duduk di samping kyuhyun

"aku sudah tidak papa, bagaimana yang lain saem? Apa mereka baik – baik saja?" tanya kyuhyun

"ya semua selamat, dan itu karnamu" jawab min joong

"tidak, aku hanya melakukan yang bisa kulakukan, saem juga banyak membantuku, terimakasih saem" ucap kyuhyun

"kau terlalu merendah kyuhyun, seharusnya aku yang berterima kasih, kau seorang pahlawan cho kyuhyun, kau sangat pintar dan pemberani" puji min joong

"kim saem terlalu berlebihan" ucap kyuhyun

"tidak! Itu semua benar, ahh kau juga harus menceritakan yang sebenarnya pada polisi, mereka mengira akulah yang menyelamatkan para siswa padahal aku hanya membantu mengarahkan jalan keluar,pahlawan sebenarnya adalah kau" ucap min joong, memang terjadi kesalahpahaman, para polisi dan orangtua murid mengira min joonglah yang berhasil membebaskan para siswa karna dia yang membawa siswa keluar pertama kali, mungkin hanya para siswa di kelas kyuhyun dan min joonglah yang tau kalau namja manis itu lah yang telah menyelamatkan mereka.

"bisakah kita membiarkannya tetap seperti ini saem" pinta kyuhyun

"mengapa? Bukankah bagus kalau semuanya tau apa yang sudah kaulakukan, lagipula aku tidak ingin menjadi seseorang yang mengambil jasa orang lain" ucap min joong

"aku lebih nyaman kalau sedikit orang yang tau, lagipula apakah mereka akan percaya kalau yang membebaskan para siswa adalah remaja berusia 16 tahun pasti akan lebih masuk akan kalau itu saem, aku mohon tolong rahasiakan ini" mohon kyuhyun.

"baiklah kalau itu maumu, ini akan menjadi rahasia kecil kita" ucap min joong sambil tersenyum sambil membuat gerakan seperti mengunci bibirnya, membuat kyuhyun terkekeh pelan.

"kamsahamnida saem" ucap kyuhyun tulus

"kalau begitu aku harus pergi, kurasa sebentar lagi polisi akan meminta keterangan darimu kyu, jadi bersiaplah, aku ingin segera pulang, hari ini benar – benar melelahkan dan menegangkan, dan cepat sembuh kyuhyun-ssi" ucap min joong sambil bangkit dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan kyuhyun, namun baru beberapa langkah namja paruh baya itu berbalik, "ahh satu lagi kyuhyun-ssi, kau harus berhati – hati, kau tau kepitaran dan kemampuan yang kau miliki, bisa memancing orang – orang jahat yang ingin memanfaatkan kemampuanmu itu" ucap min joong sambil tersenyum.

"saem tenang saja, aku bisa menjaga diri" sahut kyuhyun

"baiklah, kalau begitu sampai jumpa" Min joong berbalik, dengan seringai yang terpampang diwajahnya namja paruh baya itu mulai melangkah meninggalkan kyuhyun, dia sempat berpas – pasan dengan changmin, mengganggukkan kepalanya sebentar saat changmin membungkuk ke arahnya lalu kembali melanjutkan jalannya.

"dia gurumu kyunnie?" tanya changmin sambil memberikan segelas air pada kyuhyun

"ne, kim saem, dia guru baru hyung, ada apa?" tanya kyuhyun saat melihat ekspresi changmin yang tampak berfikir keras.

"entahlah, aku merasa dia agak aneh" jawab changmin

"hanya perasaanmu saja hyung" sahut kyuhyun

"mungkin" ucap changmin tidak yakin, dia tetap merasa ada yang aneh dengan guru kyuhyun itu.

.

.

"hahahahahaha" suara tawa menggelegar itu terdengar di sebuah rumah megah dengan keamanan super ketat, didalam sebuah ruangan yang mewah terlihat seorang namja paruh baya yang tengah menyesap minuman berwarna merah pekat ditemani beberapa bawahannya.

"aku sangat puas, tidak salah aku menyusun permainan kecil ini untuk mengetes kemampuannya, tidakkah kalian lihat dia sangat pintar" ucap namja yang ternyata adalah kim min joong, dia sangat puas melihat kepintaran dan kecerdasan kyuhyun secara langsung, keputusannya memang sangat tepat menyusup ke sekolah kyuhyun sebagai guru, dia begitu takjub dengan potensi yang dimiliki kyuhyun. Yahh tidak ada yang tau bahwa dialah yang merancang pembajakan itu, tujuannya tidak lain adalah untuk mengetes kyuhyun, diluar dugaannya bahkan namja manis itu bisa mengelabuhi para teroris itu dengan mudah, bahkan bisa merebut pemicu bom mereka.

"dia pasti akan sangat berguna kalau sampai menjadi anggota kita tuan" ucap salah satu bawahannya

"kau benar, aku semakin menginginkannya, bagaimanapun caranya kita harus mendapatkan cho kyuhyun" ucap min joong penuh obsesi.

"tapi kita kehilangan orang – orang kita tuan" ucap sang bawahan

"biarkan saja, mereka hanya kecoa – kecoa bodoh yang dengan mudahnya dimanfaatkan, kehilangan orang seperti mereka tidak akan berpengaruh apapun" ucap min joong sadis, yahh tidak sulit membuat kelompok mafia kecil agar tunduk padanya.

"tapi bagaimana kalau mereka membocorkan tentang kita tuan?"

"kau pikir aku bodoh?, tentu saja aku sudah memikirkan semuanya" jawab min joong dengan seringai menyeramkan diwajahnya, sesaat kemudian dia menelpon seseorang, "bereskan mereka" ucapnya saat telponnya sudah menyambung dengan seseorang di sebrang sana.

.

.

Siwon menggebrak meja kerjanya saat mendapat laporan bahwa bus tahanan yang membawa para pembajak yang selamat menuju kantor polisi pusat baru saja diserang di tengah perjalanan oleh sekelompok orang bersenjata, seluruh teroris itu tewas dan hampir seluruh anak buahnya juga terbunuh.

"BAGAIMANA HAL INI BISA TERJADI HAHH?!" marah siwon, namja tampan itu mengacak rambutnya frustasi, pupus sudah harapannya kalau dia bisa menapatkan kesaksian dari pelaku, sudah jelas para teroris itu sengaja dilenyapkan untuk menutupi identitas sebenarnya seseorang dibalik peristiwa ini. Sampai saat ini pembajakan yang mereka lakukan masih belum memiliki tujuan yang jelas, mereka sama sekali tidak meminta tebusan atau tuntutan apapun, selain itu mengapa mereka memilih sekolah sebagai lokasi pembajakan juga masih menjadi misteri, siapapun dibalik semua ini pasti adalah orang yang kejam, yang bahkan bisa menghabisi bawahannya sendiri.

"apa kau sempat melihat siapa mereka?" tanya siwon setelah meredakan emosinya

"maaf pak, tapi saat tim dua sampai disana mereka semua telah melarikan diri" sesal bawahan siwon

"siapa yang ada disana saat serangan itu ?" tanya siwon

"ketua jang, dan lima bawahannya, juga kim kibum-ssi" jawab sang bawahan takut – takut, siwon terlihat sangat menyeramkan saat ini.

"kim kibum?" tanya siwon

"ya, kibum dan ketua jang yang selamat pak, namun dari laporan tarakhir saat ini ketua jang dalam keadaan kritis, sedangkan kim kibum –ssi terluka di lengan kanan dan juga kakinya dan saat ini berada di rumah sakit milik kepolisian"

"Sial!, antar aku kesana sekarang juga" ucap siwon, namja tampan ini langsung bangun dari tempat duduknya, bagaimanapun dia harus mengungkapkan siapapun pelakunya, bukan hanya kehormatan dan juga kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian namun juga dia tidak akan membiarkan orang - orang yang telah membuat kekasihnya terluka bebas begitu saja.

.

.

"pelan – pelan" ucap changmin sambil membantu kyuhyun merebahkan badannya di atas kasur kecilnya, kyuhyun memang meminta changmin memulangkannya ke apartemen saja, dia tidak ingin membuat appanya khawatir kalau sampai tau dia terluka, beruntung appanya sedang dinas ke china, sehingga belum tau tentang penyerangan di sekolahnya, namun walaupun begitu kalau dia pulang ke kediaman appanya sama saja appanya akan tau, karna orang kepercayaan appanya pasti akan melapor.

"changmin tolong lepaskan jaket kyuhyun, lukanya jangan sampai tertekan" ucap seseorang dari arah dapur yang sedang menyiapkan makanan, dia adalah sungmin, karna kyuhyun menolak ke rumah sakit akhirnya changmin memanggil sungmin untuk datang ke apartemen kyuhyun, bagaimanapun namja bergigi kelinci itu adalah seorang dokter.

"arghh" erang kyuhyun saat changmin melapaskan jaketnya.

"mian" sesal changmin, namja tinggi itu berusaha pelan – pelan melepaskan jeket kyuhyun.

"siapa suruh bocah itu sok menjadi pahlawan" ucapan ketus itu datang dari namja cantik yang sedang menyamankan dirinya di atas sofa, ternyata bukan hanya sungmin yang datang, namun juga heechul, walaupun terkesan cuek dan ketus sebenarnya heechul sangat menghawatirkan keadaan magnaenya, kyuhyun memang sudah menceritakan yang sebenarnya pada hyung – hyungnya.

"heechul hyung" sungmin memperingatkan, bagaimanapun kyuhyun sedang sakit.

"ck, terus saja membelanya" sungut heechul sambil menyilangkan tangannya di depan dada.

Ahh tiba – tiba saja kyuhyun mengingat sesuatu, "heechul hyung, ada yang ingin aku tanyakan?" ucap kyuhyun

"apa?"

"apa senampan otomatis bisa didapatkan dengan mudah?" tanya kyuhyun

"mwo? Tentu saja tidak, itu sangat mahal dan tidak diperjual belikan secara bebas, sejauh ini yang memilikinya hanya pihak kepolisian dan tentara" jawab heechul, "memang kenapa kau menanyakannya?" tanya heechul penasaran, tidak mungkin kan kyuhyun berniat membeli senampan otomatis, setaunya kyuhyun tidak terlalu tertarik dengan senjata.

"aku lupa mengatakannya, teroris itu menggunakan senampan otomatis, walau aku tidak yakin jenisnya apa, aku tidak terlalu tau jenis senjata, tapi aku sangat yakin itu bukanlah senjata yang bisa dengan mudah dimiliki oleh kelompok mafia kecil" ucap kyuhyun

"jadi maksudmu ada seseorang yang memerintah mereka dan mensponsori mereka senjata? Begitu?" tanya heechul, kyuhyun mengangguk, heechul juga percaya pada kyuhyun, namja manis itu tidak mungkin salah mengenali, dia memiliki ingatan yang sangat tajam. "kalau memang yang kau katakana itu benar, kurasa musuh sebenarnya ada dibalik layar dan hanya memperhatikan, tapi apa tujuannya?" gumam heehul, namja cantik ini mengerang kesal, mengapa akhir – akhir ini banyak sekali masalah di sekeliling mereka, dia bukan kyuhyun yang suka berfikir keras, terlalu banyak berfikir akan menimbulkan keriput diwajahnya dan mengurangi kecantikkannya, .

"aku juga berfikir begitu hyung" ucap kyuhyun

"hentikan, kita pikirkan itu nanti, sekarang yang penting kau harus sembuh dulu kyu" potong changmin, walaupun dia setuju dengan pendapat kyuhyun namun yang terpenting sekarang adalah kesembuhan kyuhyun. Kalau memang ada orang lain dibalik ini, tidak menutup kemungkinan dia juga adalah pelaku yang sama dengan seseorang yang memfitnah mereka saat di ELF hotel, karna kejadian ini terlalu kebetulan terjadi secara berturut – turut. Dan kalau hal itu benar terjadi tidak menuntup kemungkinan orang itu sudah tau identitas mereka semua.

"makan bubur ini, minum obatmu lalu tidur, oke babykyu" ucap sungmin yang datang sambil membawa semangkuk bubur.

"hyung yang sakit bahuku, bukan mulutku, aku tidak suka bubur" rengek kyuhyun, dia sangat tidak menyukai makanan lembek dan hambar itu.

"tidak ada bantahan" sahut sungmin dan langsung menyuapkan bubur itu pada kyuhyun, yang dengan berat hati akhirnya diterima kyuhyun. Setelah menghabiskan bubur dan meminum obatnya akhirnya kyuhyun tertidur lelap, sungmin memang sengaja mencampurkan sedikit obat tidur di bubur kyuhyun agar namja manis itu bisa beristirahat.

"kita harus menyelidikinya" ucap changmin

"aku setuju, panggil eunhyuk dan donghae, kita berkumpul di markas" ucap heechul

"bagaimana dengan kyuhyun?" tanya sungmin sambil mengelus rambut kyuhyun yang tengah terlelap.

"dia sudah cukup lelah dan tertekan hari ini, lagipula dia sedang terluka dan membutuhkan istirahat yang cukup, jadi cukup kita saja, ahh sungmin hyung bagaimana dengan kangin hyung, apa ada kemajuan?" tanya changmin.

"sayang sekali belum, dia masih koma" jawab sungmin

"dia adalah kunci untuk memecahkan kejadian ini, baiklah tunggu apalagi, kita pergi sekarang, kita lakukan yang bisa kita lakukan" ucap changmin, namja tinggi itu lalu mencium kening kyuhyun sekilas, "hyung pergi sebentar kyunnie, dan cepatlah sembuh" pamitnya, lalu keluar bersama heechul dan sungmin.

.

.

"kibum-ssi" panggil siwon saat namja tampan itu sampai di ruang rawat kibum

"siwon-ssi" sahut kibum, namja berekspresi datar itu menekan remot untuk meninggikan kasurnya, membuatnya dalam posisi setengah berbaring agar lebih leluasa melihat siwon.

"bagaimana keadaanmu?" tanya siwon

"seperti yang kau lihat, aku terluka tapi tidak papa, bagaimana yang lain?" tanya kibum

"sayang sekali hanya kau dan ketua jang yang selamat" ucap siwon penuh sesal

"begitukah, sayang sekali" hanya itu reaksi kibum, wajahnya tetap datar seperti biasanya. Siwon memandang kibum dengan raut bingung, siwon tau kibum adalah orang yang minim ekspresi namun tidakkah dia merasa sedih atau marah saat teman – teman dan bawahannya meninggal?.

"bagaimana dengan keadaan ketua jang?' tanya kibum lagi

"saat ini dia masih dalam keadaan kritis" jawab siwon, namja tampan ini masih memandang kibum menyelidik, dia merasa ada yang disembunyikan oleh kibum. "kalau begitu kau istirahatlah, aku kutinggalkan kau sendiri" pamit siwon lalu meninggalkan kibum di ruang rawatnya, begitu dia menutup ruang rawat kibum siwon berbisik pada bawahannya yang sejak tadi dengan setia mengikutinya, "awasi terus kim kibum, laporkan apapun yang dilakukannya" perintah siwon, yang dibalas anggukan patuh dari anak buahnya.

Setelah mengatakannya siwon terdiam, otaknya memproses kejadian – kejadian yang terjadi belakangan ini. kalau difikir – fikir kejadian – kejadian belakangan ini sangat aneh, mereka sering gagal melakukan misi, seolah - olah pihak lawan mengetahui setiap pergerakan mereka, saat mereka gagal menangkap kangin, lalu soal para pembajak yang seluruhnya tewas itu, dan satu hal yang baru siwon sadari dalam kasus – kasus itu kibum pasti terlibat didalamnya, kibum yang diperintahkan untuk mencari kangin, lalu kibum juga yang bertugas saat membawa para pembajak itu, dan saat sebagian besar bawahannya tewas kibum justru mendapat luka yang cukup minim. Siwon tidak ingin mencurigai kibum, mereka adalah satu tim, tapi kibum benar – benar orang yang sangat sulit dibaca dan ditebak.

Siwon menghela nafas lelah, harapan satu – satunya yang bisa dia tanyakan apa yang sebenarnya terjadi hanya ketua jang, namun dia masih belum sadar sampai saat ini. "perketat penjagaan di ruang perawatan ketua jang, jangan biarkan orang yang tidak berkepentingan masuk, awasi dokter dan suster yang bertugas, pastikan semuanya aman" perintah siwon lagi pada bawahannya yang lain, saat ini dia tidak bisa percaya pada kibum, harapan terakhirnya adalah ketua jang, dia adalah saksi mata yang menyaksikan apa yang terjadi, tentu saja nyawanya akan terancam, siwon akan melindunginya dengan cara apapun, dia sendiri akan mulai menyelidiki latar belakang kim kibum, semua yang berhubungan dengan rekannya itu.

Siwon memijat pelipisnya pelan, mengapa masalah berdatangan secara bertubi – tubi, masalah shadow belum selesai sekarang sudah ada masalah baru, namja tampan ini sejak tadi juga tidak berhenti memikirkan kyuhyun, dia sangat khawatir pada kyuhyun,walaupun dia yakin changmin akan menemani kyuhyun tetap saja dia ingin bersama kekasihnya di saat seperti ini, namun kewajibannya sebagai polisi tidak bisa membuatnya bertindak sesukanya.

.

.

Siwon memasuki apartemen kyuhyun, namja tampan itu sengaja meminta kunci cadangan pada pemilik apartemen saat mengetahui kyuhyun pulang ke apartemennya dan bukan ke rumah appanya, siwon juga tidak khawatir kalau ada changmin yang menemani kyuhyun karna pemilik apartemen yang memang tinggal di lantai satu apartemen mereka itu mengatakan hyung kyuhyun dan teman – temannya sudah pulang beberapa saat lalu. Siwon yang memang terlalu khawatir pada kyuhyun tidak bisa menahan diri untuk melihat namja manis itu, sedangkan dia sendiri tidak tega mengganggu istirahat kyuhyun kalau mengetuk pintu apartemen kyuhyun, jadi jalan yang paling baik adalah meminta kunci cadangan.

Siwon memasuki apartemen kyuhyun tanpa menimbulkan suara keras, namja tampan ini tidak ingin tidur kyuhyun terganggu, dilangkahkan kakinya ke kamar kyuhyun, dilihatnya kekasihnya yang sudah terlelap di atas kasur. Siwon menatap kyuhyun sedih saat melihat bahu kanan kyuhyun yang diperban, siwon merasa bodoh dan tidak berguna karna tidak bisa menemani kyuhyun di masa – masa sulit, andai saja dia bisa menyelamatkan kyuhyun lebih cepat mungkin saja kyuhyun tidak akan terluka.

"pasti sakit sekali kan baby?, mianhae aku tidak bisa melindungimu"lirih siwon sambil mengusap pipi chubby kyuhyun, namja tampan itu duduk di samping kyuhyun tangan satunya menggenggam jemari kyuhyun, untuk saat ini yang dia butuhkan hanya berada di samping kyuhyun, memastikan namja manis itu baik – baik saja, dan juga untuk menenangkan dirinya sendiri. Siwon merasa sangat kacau saat ini, kasus – kasus yang belum bisa dipecahkannya juga sekarang masyarakat mulai kehilangan kepercayaan mereka pada polisi, semua itu membuat siwon tertekan, dan hanya kyuhyunnya yang bisa membuatnya tenang., siwon tidak pernah merasa mencintai seseorang seperti rasa cintanya pada kyuhyun.

"aku pasti sangat hancur kalau saja tidak bertemu denganmu" bisik siwon, namja tampan itu tetap memandangi kyuhyun sampai akhirnya matanya tidak sanggup lagi untuk terbuka dan akhirnya terlelap di samping kyuhyun.

Pagi hari kyuhyun terbangun dengan keadaan lebih segar, setidaknya bahunya sudah tidak sesakit kemarin walaupun masih sedikit terasa nyeri. Kyuhyun ingin menggerakkan tangannya saat merasakan seseorang menggenggam tangannya, kyuhyun kira changmin yang menggenggam tangannya namun ternyata siwon lah yang menggenggam tangannya, kyuhyun tersenyum manis, menampilkan lesung kecil di bawah bibirnya, pipi chubbynya juga merona karna malu, apakah siwon semalama menemaninya tidur? Tapi bagaimana siwon bisa masuk?.

"arghh" ringis kyuhyun saat dia menggerakkan lengannya yang sakit, diusapnya rambut hitam siwon, walaupun sesekali meringis karna lukanya kyuhyun tidak perduli.

"eumm, kyu?baby? kau sudah bangun" kaget siwon saat melihat kyuhyun udah membuka matanya, kyuhyun hanya tersenyum melihat kekagetan siwon, ternyata siwon bisa bertingkah lucu juga. "omo!, jangan gerakkan tanganmu dulu baby, lukamu belum sembuh benar" ucap siwon khawatir saat kyuhyun meringis pelan.

"bagaimana lagi? Tanganku yang lain tidak bisa digerakkan" jawab kyuhyun sambil melirik tangannya yang digenggam siwon erat.

"mianhae" sesal siwon langsung melepaskan tangan kyuhyun

"gwenchana. Bagaimana hyung bisa masuk?" tanya kyuhyun

"hyung meminta kunci cadangan, kau tidak keberatan kan baby?"

"tentu saja tidak, aku justru senang hyung disini" jawab kyuhyun sambil tersenyum

"hyung benar – benar menghawatirkanmu baby" siwon memeluk kyuhyun tanpa menyakiti lukanya, membenamkan wajah manis itu di dada bidangnya, kyuhyun membalas pelukan siwon dengan semakin membenamkan wajahnya di dada siwon, rasanya nyaman sekali.

"mianhae karna membuat hyung khawatir, tapi hyung lihat sekarang aku baik – baik saja" jawab kyuhyun

"tapi tetap saja!" kesal siwon

"hyung marah?" tanya kyuhyun melihat siwon yang tidak mau memandangnya, "aku tidak bermaksud membuat hyung khawatir" sesal kyuhyun.

Siwon masih diam, dia tidak marah pada kyuhyun, tidak sama sekali, namun saat melihat bahu kyuhyun yang diperban dia merasa marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa melindungi kyuhyun.

"mianhae" lirih kyuhyun, "hyung jangan marah, CUP, kyuhyun memberikan kecupan di pipi siwon sebagai permintaan maaf.

Merasakan kecupan lembut dipipinya membuat siwon akhirnya luluh, ditatapnya kyuhyun, disingkirkannya rambut kyuhyun yang menutupi dahinya lalu dikecupnya sayang, "hyung tidak marah padamu, hyung hanya menghawatirkanmu, kau segalanya untuk hyung baby, kalau kau terluka hyung juga akan terluka" ungkap siwon

"mianhae"

"no, jangan meminta maaf, hyung yang seharusnya meminta maaf karna tidak bisa menjagamu dan bersamamu saat kau kesulitan" sesal siwon

"itu bukan salah hyung" elak kyuhyun

"hyung mengerti, sekarang istirahat lagi"

"anny, hyung pasti lapar kyu akan membuatkan sarapan" ucap kyuhyun hendak beranjak dari kasurya, membuat sarapan untuknya dan siwon seperti yang biasa dia lakukan.

"anny" siwon menahan kyuhyun dan membuatnya kembali duduk di atas kasur, "hari ini hyung yang akan membuat sarapan untuk kita, kau tidak boleh beranjak dari kasur seincipun" ancam siwon

"tapi hyung"

"tidak ada tapi – tapian, atau kau akan menerima hukuman dari hyung" ucap siwon sambil mengacungkan jari telunjuknya, siap mengelitiki kyuhyun kalau namja manis itu menolak.

"ck, baiklah tuan choi" ucap kyuhyun pasrah

"anak pintar" siwon mengusap rambut kyuhyun sayang, lalu mulai beranjak dari kasur, bersiap membuat sarapan untuk mereka berdua, namun sebelumnya siwon kembali menengok ke arah kyuhyun, "oh baby, siapa yang mengajarimu meminta maaf dengan kecupan? Kau manis sekali, tapi lain kali berikan disini oke" ucap siwon sambil menunjuk bibirnya dan mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda kyuhyun. Kyuhyun sendiri wajahnya sudah semerah tomat, sebenarnya namja manis ini mempelajarinya dari drama yang ditontonnya bersama appanya beberapa hari lalu sebelum appanya berangkat ke luar negeri, kyuhyun juga tidak menyangka akan mempraktekkannya pada siwon, badannya bergerak begitu saja tadi, ahh benar – benar memalukan.

.

.

"bagaimana?" tanya changmin pada heechul yang tengah focus di depan computer yang biasa digunakan kyuhyun, namja cantik ini tengah mencari informasi di beberapa situs penjualan senjata yang biasa melayani para mafia. Tentu saja situs itu tersembunyi, yahh bisa dibilang situs illegal yang berkedok menjual barang – barang biasa padahal dibaliknya mereka adalah pensuplai senjata untuk para mafia.

"dari seluruh situs yang kukunjungi tidak ada yang menjual senjata jenis itu" jawab heechul sambil menguap, semalaman dia dan changmin begadang di depan computer, eunhae dan sungmin sendiri sudah tertidur di atas sofa setelah rapat dadakan mereka selesai.

"apa tidak ada situs lain?" tanya changmin

"ada, tapi semuanya di protek, aku juga tau dari beberapa pembeli yang berhasil kutanyai" jawab heechul

"bisa membobolnya hyung?" tanya changmin

Pletak! "cih, kau fikir aku kyuhyun yang hobi berkutat dengan program – program memusingkan itu" sungut heechul

"tolonglah hyung" mohon changmin

"ck, tidak perlu memohon, tanpa kau minta pun aku akan melakukannya, tidak akan kubiarkan orang yang telah menyakiti adikku" ucap heechul berapi – api, mungkin dia tidak sepintar kyuhyun yang bisa dengan mudah membobol keamanan seperti apapun, namun jangan sebut dirinya kim heechul kalau dia sampai gagal mendapatkan informasi.

"hyung apa yang kau lakukan? Ayo cari lagi" tanya changmin saat melihat heechul bukannya meneruskan pencariannya justru sibuk dengan smartphonenya.

"diam tiang, aku akan mencari dengan caraku sendiri" sungut heechul, changmin yang merasakan aura menyeramkan kalau dia berani menyahuti ucapan heechul akhirnya memilih diam, ohh dia masih sayang nyawanya tentu saja.

Satu jam kemudian kedua namja berbeda usia ini sudah berada di kona beans café, heechul dan changmin memilh duduk di bagian pojok café.

"hyung kenapa kita disini?" tanya changmin heran, pasalnya ini bukan saatnya mereka untuk bersantai bukan

"kau diam saja, ahh itu dia datang" sahut heechul, namja cantik ini berdiri sambil melambai pada seorang namja yang baru saja memasuki café, "yak! China babo kemari" teriaknya heboh yang membuat orang – orang meliriknya, termasuk changmin yang meiriknya kesal.

Namja yang dipanggil heechul sebagai 'china babo'itu langsung berjalan cepat ke arah heechul sebelum namja cantik itu memanggilnya dengan sebutan yang lebih 'bagus' lagi. "tidak bisakah memanggilku dengan panggilan yang manis chullie" protesnya saat sudah duduk di depan heechul, namja tampan itu melepaskan kacamata hitam yang dipakainya dan meletakkannya di meja, membuat wajah tampannya dapat dilihat dengan jelas.

"ck, sudahlah itu tidak penting" elak heechul sambil mengibaskan tangannya, "ohh kenalkan han ini changmin, min ini tan hangeng, dia rekanku di militer dulu" heechul mengenalkan keduanya.

"shim changmin imnida"

"tan hangeng imnida" sahut hangeng dengan logat yang sedikit aneh, mengingat dia memang orang china asli. "chullie, kenapa kau meminta bertemu denganku?, biasanya kau hanya akan menelponku kalau membutuhkan barang" tanya hangeng, tan hangeng adalah penyuplai barang – barang yang dibutuhkan heechul untuk membuat senjatanya, keduanya sama – sama keluar dari militer, kalau heechul memilih menjadi desainer dan berkerja sampingan sebagai anggota shadow, sedangkan hangeng dia memilih jalur yang disukainya yaitu di bidang persenjataan, walaupun usahanya terbilang illegal namun hangeng cukup terkenal di kalangan mafia, namun walaupun sudah sekian lama dia menjadi penyuplai heechul, namja china ini sama sekali tidak mengetahui identitas heechul sebagai anggota shadow, dia fikir selama ini heechul memesan barang padanya hanya untuk hobby saja.

"ini memang tidak ada hubungannya dengan itu" heechul mengambil selembar foto dari sakunya dan meletakkannya di depan hangeng. Hangeng mengambil foto yang disodorkan heechul dan menatapnya dengan intens. "AN-94?" tanya hangeng saat mengenali foto senampan serbu buatan rusia itu.

"ne" jawab heechul

"kalau kau berniat memesan senjata ini padaku, kau meminta pada orang yang salah chullie" ucap hangeng sambil menyerahkan kembali foto itu pada heechul

"tidak aku tidak berniat membelinya darimu, aku hanya ingin tau dimana aku bisa menemukan senjata ini?" tanya heechul

"heechul, walaupun sekarang kau sudah tidak menjadi anggota militer tentu kau tau bukam, senjata ini tidak diperjual belikan dengan bebas, hanya anggota keamanan negara saja yang memilikinya" jawab hangeng dengan nada serius

"benarkah? Tapi bagaimana kalau senjata ini bisa di dapatkan dengan mudah?" tanya heechul

"maksudmu?" tanya hangeng bingung

"kau tentu tau pembajakan yang terjadi di SM SHS beberapa hari lalu bukan? Adikku adalah salah satu siswa disana, dan para pembajak itu menggunakan senjata ini" jelas heechul

"adikmu?" heran hangeng seingatnya heechul tidak punya adik

"dia sudah seperti adikku" ralat heechul

"oh, apa adikmu tidak salah lihat?" tanya hengeng tidak percaya

"aku lebih mempercayai penglihatannya dari pada siapapun" ucap heechul meyakinkan

"ini gila" gumam hangeng

"kau akan lebih kaget kalau kau tau siapa yang menggunakan senjata ini"

"siapa?" tanya hangeng tertarik

"hanya kelompok mafia kecil" jawab heechul

"jangan membohongiku, ini tidak mungkin" reaksi hangeng

"yahh memang seperti tidak mungkin, tapi yang kuceritakan itu semua adalah benar" sahut heechul, sungguh kalau bukan dalam suasana serius seperti ini heechul pasti sudah mentertawakan ekspresi hangeng yang sangat lucu, namja yang biasa bersikap cool ini sekarang tidak ada bedanya seperti anak kecil yang baru melihat balon untuk pertama kalinya.

"lalu kenapa kau menghubungiku?" tanya hangeng

"ohh ayolah, tidak ada orang lain yang lebih mengenal jalur jual beli persenjataan dibanding kau" sahut heechul malas

"ya, tapi aku benar – benar tidak tau" sahut hangeng

"ck, tan hangeng dengar, aku tau kau mengenal banyak orang yang berkaitan dengan jual beli senjata illegal, lagipula bukankah kau juga banyak kenalan di militer, yahh teman – teman kita dulu"

"baiklah tapi aku tidak bisa menjanjikan apapun, sangat sulit mencari tau penjual senjata ini" hangeng menyerah

"aku percaya kemampuanmu" yakin heechul

"kalau begitu aku pergi dulu, akan kuberitau kalau sudah menemukan sesuatu, dan satu lagi kuharap kau tidak melakukan sesuatu yang membahayakan nyawamu chullie" ucap hangeng, dia tidak akan bertanya pada heechul mengenai apa yang dikerjakannya saat ini kalau heechul tidak bicara sendiri, hangeng bukanlah tipe orang yang suka mencampuri urusan orang lain, namun apapun itu kalau sudah berurusan dengan senjata pastilah sesuatu yang berbahaya, hangeng mengenal heechul dengan sangat baik dan sepertinya temannya itu tidak bisa menjauh dari yang namanya bahaya. Tidak ingin terlalu lama berada disana hangeng berdiri dari kursinya lalu membungkuk sekilas pada changmin dan heechul.

"hyung apa dia bisa dipercaya?" tanya changmin setelah hangeng pergi

"ya, aku yakin aku menganalnya sudah bertahun – tahun dan dia bukan tipe seorang yang suka berhianat" sahut heechul.

Tiba – tiba saja smartphone changmin berbunyi, namja tampan itu membaca pesan yang dikirimkan oleh sungmin, seketika itu juga wajahnya menegang.

"hyung, kita harus kerumah sakit sekarang"

"mwo? Ada apa? Apa ada yang terjadi dengan kangin?" tanya heechul, "yahh tiang jawab!" kesalnya karna changmin tidak langsung menjawab dan hanya menariknya menuju parkiran.

"ck, nanti juga kau akan tau hyung" sahut changmin, namja tampan itu langsung masuk ke mobilnya dan langsung menjalankan mobilnya itu setelah memastikan heechul sudah masuk ke dalam mobil.

.

.

Seharian ini kyuhyun habiskan bersama siwon di apartemen, biasanya saat waktu luang seperti ini kyuhyun akan menemani siwon mencari obyek foto, namun berhubung sekarang dirinya sedang sakit siwon lebih memilih menghabiskan waktu bersama kyuhyun di apartemen namja manis itu, lagipula kyuhyun juga dilarang keluar oleh changmin, yahh namja tinggi itu hanya mengirim pesan pada kyuhyun agar tidak kemana – mana dulu.

"hyung aku mau mengambil minum dulu" kyuhyun hendak bangun dari kasurnya

"eitss, berhenti disana hyung akan ambilkan" ucap siwon cepat

"hyung yang sakit bukan kakiku, aku bisa mengambilnya sendiri" kesal kyuhyun, namja manis ini tanpa sadar mengerucutkan bibirnya, siwon benar – benar berlebihan, dia sama sekali tidak dibiarkan beranjak dari kasur kecuali untuk mandi dan kebutuhan mendesak lainnya.

"hyung tau kau sedang mengerucutkan bibirmu baby, hentikan atau hyung akan menciummu" ancam siwon dari arah dapur

"hummmbb" kyuhyun semakin kesal, kali ini dia menggembungkan pipinya

"ohh dan jagan menggembungkan pipimu kalau tidak mau hyung gigit" ucap siwon lagi

"yahh! Hyung berhentilah berfikiran mesum" sungut kyuhyun, hahh kyuhyun tidak menyangka ternyata siwon ita agak –sangat- pervert, entah sudah berapa kali namja tampan itu seharian ini menciumi kyuhyun, alasannya karna kyuhyun sangat menggemaskan.

"ini minumnya" siwon kembali ke kamar kyuhyun dengan membawa segelas air putih dan apel yang sudah dibersihkan dan di potong kecil – kecil.

"gomawo"

"annyting for you, sekarang buka mulutmu aaaaa" siwon menyodorkan sepotong apel di depan mulut kyuhyun.

"huunggg hau memperlahuhanhu seherti bahhi (hyung kau memperlakukanku seperti bayi)" protes kyuhyun sambil mengunyah

"kalau kau berbicara seperti itu hyung tidak mengerti"

"hyung memperlakukanku seperti bayi" ulang kyuhyun setelah menelan apelnya

"kau memang my baby" jawab siwon sambil mengedipkan matanya, yang dihadiahkan pukulan oleh kyuhyun.

"arghhh" ringis kyuhyun saat namja manis itu reflek menggunakan tangannya yang terluka untuk memukul siwon

"yahh, jangan gerakan tanganmu dulu" panic siwon

"ini karna hyung menggangguku terus"

"mian, sekarang istirahatlah" siwon membantu menaikkan selimut kyuhyun sampai dada

"aku seperti beruang yang sedang hibernasi" gumam kyuhyun

"tenang tidak ada beruang yang semanis dan secantik dirimu baby" sahut siwon yang mendengar gumaman kyuhyun

"chessy"

"hanya padamu"sahut siwon sambil menaik turunkan alis tebalnya. ck, siwon benar – benar seperti remaja kasmaran, kalau saja bawahannya tau siwon bersifat seperti ini pasti wibawanya langsung hilang di mata bawahannya.

"nah sekarang jangan membantah istirahatlah, hyung akan membereskan apartemenmu"

"terima kasih hyung, saranghae" ungkap kyuhyun malu – malu

"nado saranghae" balas siwon lalu mengecup bibir kyuhyun sekilas, setelah memastikan kekasihnya itu tertidur siwon mulai menyusuri apartemen kyuhyun, membereskan pakaian yang berserakan juga bungkus makanan ringan yang lupa di buang kyuhyun saat dia bermain game.

Siwon tersenyum saat membereskan meja belajar kyuhyun, banyak buku – buku berserakan, siwon merasa sangat bangga, kekasihnya sangatlah pintar, bahkan dia mendapatkan beasiswa penuh dari sekolah elit. Saat siwon membereskan buku – buku itu dia menemukan gulungan kertas di samping meja, merasa penasaran siwon membuka gulungan kertas itu.

"cetak biru" gumam siwon saat mengenali gambar di atas kertas itu adalah cetak biru sebuah gedung, dari ukurannya gedung itu pastilah sangat besar, siwon membuka gulungan kertas yang lain, semuanya adalah cetak biru sebuah gedung. "untuk apa kyuhyun memiliki ini" gumam siwon, seingatnya sekolah kyuhyun adalah sekolah umum dan bukannya sekolah arsitek, siwon sudah hendak membuka gulungan yang lain saat tiba – tiba saja smartphonenya yang diletakkan di meja samping ranjang kyuhyun berbunyi, kalau saja siwon sempat membuka gulungan terakhir dia akan menemukan cetak biru milik ELF hotel.

"ohh, kau bangun kyu? Apa suara handphoneku membangunkanmu?" siwon merasa bersalah

"anny, smartphoneku juga berbunyi" jawab kyuhyun sambil mengambil smartphoneny yang tergeletak di samping smartphone siwon, rupanya mereka menggunakan nada dering yang sama dan smartphone mereka sama – sama berbunyi.

"sepertinya kita memang jodoh" canda siwon sambil mengambil smartphonenya. Siwon langsung membuka pesan yang dikirimkan bawahannya di kepolisian, begitupun kyuhyun yang membuka pesan dari changmin.

'kyu kangin hyung sudah sadar'

'pak, ketua jang tewas! Ada yang menyerangnya di rumah sakit'

Keduanya hanya dapat terdiam membaca pesan dari dua orang yang berbeda itu, kyuhyun dengan perasaan senang, sedangkan siwon dengan perasaan marah dan sedih.

TBC

Yeyyyy akhirnya selesai juga chap ini, lumayan panjangkan ? kkekke, moment wonkyunya dikit gak papa ya.. maaf kalau ceritanya semakin gaje dan berbelit – belit, semoga chap ini memuaskan, setelah ini mungkin saya akan berusaha supaya alurnya lebih cepat..

Terima kasih untuk yang sudah membaca dan meriview selama ini, kalian adalah penyemangat saya #hug satu – satu, akhir kata pai – pai …