HARD LIFE and LOVE

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine. Not for commercial.

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Genre : General, Romance

Rate : T

Length : Sequel

Summary : Sungmin adalah anak bungsu dari Presiden Direktur Tan Group. Manja sekali. Tapi di saat dia bertemu Kyuhyun, seorang penyanyi di cafe, dia jatuh cinta pada Kyuhyun. Untuk mendekati Kyuhyun, akhirnya dia menyembunyikan identitasnya. KyuMin Genderswitch! Ada ZhouRy, SiBum, 2Min tapi hanya sebagai selingan saja :D

HARD LIFE and LOVE

"Jadi ini dia mantan kekasihku, Kyuhyun!" seru Victoria ceria sambil menggelayut manja di lengan Kyuhyun.

Sungmin membuang muka demi melihat pemandangan tak mengenakkan di depannya. Kibum membenamkan mukanya ke dalam buku yang sedang ia baca sedangkan Henry hanya diam saja melihatnya. Kyuhyun yang risih berusaha melepaskan Victoria.

"Vic, bisakah kau keluar sebentar? Dan kalian berdua, aku ingin berbicara berdua pada Sungmin." Pinta Kyuhyun.

Kibum yang mengerti langsung menutup bukunya dan menarik Henry keluar. Sedangkan Victoria malah cemberut.

"Yaa, kenapa?"

"Tolong, ini privasi." Kata Kyuhyun tegas.

Victoria menghentakkan kakinya kesal. Tapi toh dia juga tetap keluar. Ketika hanya ada mereka berdua, Kyuhyun mendekati Sungmin.

"Gadis kelinci, aku minta maaf." Kata Kyuhyun tulus.

"Minta maaf atas hal apa? Karena kau telah marah padaku atau karena Victoria tadi?" tanya Sungmin kesal sambil tetap membuang mukanya.

"Keduanya. Maaf aku telah marah padamu hanya karena hal yang seharusnya tidak kupermasalahkan. Dan tentang Vic, dia hanya mantan kekasihku. Aku sudah tidak punya hubungan apa pun dengan Victoria. Karena.. karena yang kucintai sekarang hanya kau.." wajah Kyuhyun bersemu merah.

Diam-diam Sungmin tersenyum juga mendengar penuturan Kyuhyun. Kyuhyun yang melihat seulas senyum di wajah Sungmin pun langsung heboh.

"Yaa! Kau tersenyum! Artinya kau memaafkanku kan?!" seru Kyuhyun heboh sambil menari-nari gembira.

Sungmin benar-benar tidak dapat menahan gelinya. Dia tertawa keras-keras, membuat Kyuhyun tersenyum lebar.

"Iya iya, aku maafkan. Tapi kau jangan seperti itu, kau jadi seperti orang gila!" seru Sungmin.

"Aku yang tampannya seperti personil Super Junior begini kenapa dibilang orang gila? Wah, kau benar-benar menghinaku." Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Jadi, sekarang bagaimana?"

Kyuhyun mendekat dan mengenggam tangan Sungmin. Sungmin yang tidak menyangka akan diperlakukan seperti itu hanya bisa terdiam. Perlahan Kyuhyun mengangkat tangan Sungmin yang digenggamnya ke depan dadanya. Beberapa menit dalam posisi seperti itu, keduanya tetap diam.

"Kau dengar degup jantungku?" kata Kyuhyun memecah keheningan, Sungmin mengangguk pelan. "Jantung ini adalah jantung yang berdegup untukmu. Jantung ini mewakili isi hatiku yang mencintaimu. Jantung ini berdebar keras hanya untukmu, karena dia tahu bahwa hatiku ingin memilikimu." Kata Kyuhyun.

"Lalu apa yang harus aku lakukan? Mengapa jantungku juga berdebar-debar?" tanya Sungmin sambil memegang dadanya.

"Tan Sungmin, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Maukah kau menjadi istriku? Eh, tunggu. Maukah kau menjadi kekasihku? Kita masih terlalu muda untuk menikah." Kata Kyuyun gugup.

Sungmin tertawa mendengar pernyataan cinta Kyuhyun yang aneh. Tanpa terasa air mata mulai menggenang di ujung matanya. Kyuhyun yang melihat itu langsung panik. Dia berusaha melepaskan tangan Sungmin yang masih digenggamnya, tapi Sungmin menahan tangannya.

Sungmin membawa tangan Kyuhyun beralih ke depan dadanya.

"Kau dengar itu? Jantungku berdebar keras dan itu tandanya dia mewakili hatiku, bahwa hatiku mau untuk menjadi milikmu, mau menjadi kekasihmu." Kata Sungmin.

Kyuhyun bersorak keras. Dia langsung memeluk Sungmin dengan penuh sayang. Sungmin pun balas memeluk Kyuhyun.

"Sungmin, aku tidak janji kalau hubungan kita ini akan baik-baik saja." Kata Kyuhyun setelah melepaskan pelukannya.

Sungmin menatap Kyuhyun heran. "Memangnya ada apa?"

"Kau tahu Victoria kan? Dia tidak akan pernah berhenti mengejarku. Jadi pasti dia akan selalu mengangguku. Kumohon, kau jangan cemburu atau apa ya? Aku tidak mencintainya, hanya dia yang mengejar-ngejarku." Kata Kyuhyun.

Sungmin cemberut. "Tapi aku tidak menyukai Victoria unnie! Sejak kecil aku mengenalnya dan perangainya buruk sekali! Aku.. aku tidak mau kau terjatuh dalam pelukannya lagi." Kata Sungmin lirih.

Kyuhyun mengangkupkan kedua tangannya di wajah Sungmin.

"Sini, tatap aku. Di mataku dan di hatiku hanya ada kau, jadi sangat tidak mungkin kalau Victoria menggantikan posisimu. Dia sudah pergi terlalu lama dan dia tidak akan kembali. Dia mungkin bisa kembali dalam kehidupanku, tapi dia tidak akan pernah bisa kembali dalam kehidupan cintaku."

"Janji?"
"Janji."

Pintu terbuka dengan kasar dan masuklah Victoria. Kyuhyun segera melepaskan tangannya dari wajah Sungmin.

"Apa yang kalian lakukan? Lama sekali! Tidak tahukah kalau aku menunggu lama di luar?!" seru Victoria marah.

Terdengar suara langkah kaki dan kemudian Kibum serta Henry masuk. Wajah Kibum cemberut.

"Tidak bisakah kau kecilkan sedikit suaramu itu? Ini rumah sakit, jangan berisik, nenek lampir." Kata Kibum sarkastik.

Victoria mendelik. "Yaa! Beraninya kau mengataiku nenek lampir! Memangnya siapa kau, berani mengataiku!"

"Kalau kau lupa, aku ini kekasihnya Siwon! Lalu kau ini siapa? Beraninya membuat keributan di kamar rawat Sungmin!" balas Kibum sengit.

"Aku ini kan kekasihnya Kyuhyun!"

Kibum tertawa hambar. "Mimpi saja."

"Mantan, Vic." Koreksi Kyuhyun.

Victoria cemberut. Dia menarik-narik tangan Kyuhyun, mengajaknya pergi.

"Ya, kau ini kenapa sih? Kalau mau keluar ya keluar saja sendiri. Aku masih mau di sini. Jangan ganggu." Kata Kyuhyun tegas.

Victoria semakin menekuk wajahnya kesal. "Ya sudah, kalau begitu aku pulang dulu. Nanti sore aku tunggu di kafe biasa. Kita kencan. Jangan terlambat." Katanya lalu pergi.

Sepeninggal Victoria, Kibum berteriak kesal.

"Yaa! Dia itu benar-benar mengerikan! Hei Kyuhyun, kenapa dulu kau pacaran dengannya?!" seru Kibum kesal.

Henry yang ada di sebelahnya hanya bisa mengelus-elus punggung Kibum untuk menenangkannya. Sedangkan Sungmin cemberut.

"Dulu dia tidak begitu. Tapi mungkin itu hanya akting, karena sekarang aku tahu pribadinya yang sebenarnya." Kata Kyuhyun.

"Lalu apakah nanti malam kau akan menemuinya?" tanya Henry penasaran.

Kyuhyun menggeleng. "Tentu saja tidak. Aku kan harus bekerja. Biar saja dia menunggu sampai bosan."

Kibum tertawa. "Baguslah, itu memang pantas diterimanya! Oh iya, Siwon baru saja mengirimiku pesan. Katanya dia sudah membereskan masalahmu dengan tiga tempat kerjamu itu."

"Maksudnya?" tanya Sungmin tak mengerti.

"Kau tak perlu bekerja lagi. Simpel."

Sungmin melongo. Kyuhyun mengelus-elus rambut Sungmin.

"Kita akan tetap sering bertemu kok." Katanya pede.

Sungmin memukul pelan lengan Kyuhyun. "Kenapa kau percaya diri sekali sih! Huh!" dengus Sungmin.

Kyuhyun tertawa dan kemudian memeluk Sungmin dengan penuh cinta.

: HARD LIFE and LOVE :

Sungmin menatap ke luar jendela. Sudah mulai gelap dan langit pun mendung. Sungmin mendesah, pasti akan turun hujan. Sungmin tidak menyukai hujan, bukan karena apa, tapi karena dia membenci petir. Sungmin benar-benar takut pada petir dan sekarang dia hanya sendirian.

Terdengar suara petir. Sungmin langsung menjerit keras dan menyembunyikan tubuhnya di balik selimut. Pintu kamarnya terbuka dan seorang perawat datang tergesa-gesa.

"Ada apa nona? Apa ada yang sakit?" tanya perawat itu khawatir.

"Usir petirnya! Aku tidak suka! Aku takut!" seru Sungmin.

Perawat muda itu pun menutup jendela kamar kemudian menutupnya dengan gorden. Kemudian dia mendekati Sungmin dan menyingkap selimutnya.

"Sudah saya tutup jendelanya."

"Bukan jendelanya! Aku ingin petirnya pergi! Aku takut!" seru Sungmin, air mata mulai menggenang di matanya.

Perawat muda itu mengelus-elus rambut Sungmin lembut. "Nona tidak sendirian, saya akan menemani nona di sini."

"Tapi kan kau harus bekerja." Tuntut Sungmin.

Perawat itu tersenyum. "Kalau nona meminta saya di sini, saya akan di sini." Katanya lembut.

Sungmin menggeleng. "Tak usah lah. Aku tak ingin membuatmu kehilangan pekerjaan hanya karena kau melalaikan tugasmu. Nanti kalau ada apa-apa kan aku bisa pencet tombol.."
Perawat itu mengangguk. "Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu."

Sepeninggal sang perawat, Sungmin kembali sendirian. Hujan sudah turun dengan deras dan Sungmin memutuskan menyumpal telinganya dengan earphone dan memutar musik agar suara petir tidak sampai terdengar ke telinganya.

Sungmin mendekap gulingnya erat. Dia butuh seseorang yang bisa dipeluknya sekarang. Tapi dia sendirian. Ini semua salahnya yang tadi mengatakan Kyuhyun akan menemaninya. Padahal kenyataannya Kyuhyun sudah pulang, bekerja di kafe. Maka dari itu semua anggota keluarganya malah pergi berkencan.

Suara merdu dari para anggota Super Junior KRY mengalun lembut di telinganya. Sayangnya itu lagu galau, tapi Sungmin tetap menikmatinya.

Ponsel Sungmin berkedip-kedip tanda ada pesan masuk. Ternyata dari Siwon.

From : Siwon Oppa

Bagaimana, Kyuhyun menjagamu dengan baik?

To : Siwon Oppa

Apanya -_- Kyuhyun kan bekerja. Tadi aku hanya bohong, kukira kalian tidak akan membiarkanku berdua saja bersama Kyuhyun.

From : Siwon Oppa

JADI SEKARANG KAU SENDIRIAN DI KAMAR? ADUH KAU INI BANDEL SEKALI SEPERTI KELINCI!

Sungmin terkikik geli membaca pesan terakhir dari kakaknya. Dia tidak membalas pesan itu dan melanjutkan kegiatannya mendengarkan musik.

Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dengan kasar. Sungmin mendongak dan menemukan Victoria yang berdiri di depannya dengan wajah cemberut. Penampilan Victoria berantakan. Rambutnya lepek, sepertinya dia kehujanan. Dress putih mini yang dikenakannya pun basah dan menerawang, membuat Sungmin harus menahan tawanya karena pakaian dalam Victoria kelihatan.

"DI MANA KYUHYUN?!" tanya Victoria keras, lebih terdengar seperti bentakan.

Sungmin yang kaget hanya bisa mengelus dadanya mendengar suara bentakan Victoria. Kemudian dia menggelengkan kepalanya sambil melepas earphone yang terpasang di telinganya.

"KENAPA KAU TIDAK TAHU? BUKANKAH TADI KAU LAMA SEKALI ADA DI KAMAR BERSAMANYA?!" bentak Victoria lagi.

"YAA! KAU JANGAN TERIAK-TERIAK! SUARAMU ITU CEMPRENG! MENGANGGU TELINGAKU!" balas Sungmin kesal.

Victoria menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Dia mengetukkan high heels nya ke lantai keramik sehingga menimbulkan bunyi yang berirama.

"Sekarang katakan di mana Kyuhyun." Kata Victoria tak sabaran.

"Dia kan bekerja."

"Di mana?"

Sungmin mengangkat kedua bahunya. "Ya mana kutahu! Kenapa kau tanya padaku? Kan katanya kau itu KEKASIHnya, bukankah seharusnya kau tahu segalanya tentang dia? Kalau tempat bekerja Kyuhyun saja tidak tahu, bagaimana kau bisa menyebut dirimu ini kekasihNYA?"

Victoria kelihatan salah tingkah. Penuturan Sungmin telah menghina harga dirinya. Dia menghentakkan kaki kanannya dengan kesal.

"Jangan mengalihkan pembicaraan ya! Kau ini benar-benar menyebalkan ya!" seru Victoria marah, lalu meninggalkan kamar Sungmin.

Sepeninggal Victoria, Sungmin bersungut-sungut dan menyumpah-nyumpahi Victoria dengan segala macam umpatan yang ada di muka bumi ini. Dia benar-benar tidak bisa mengerti mengapa ada wanita macam Victoria di dunia ini. Yang semakin membuatnya tidak mengerti adalah mengapa Kyuhyun dulu mau saja pacaran dengannya.

Sungmin menatap ke jendela. Tapi sayang, jendela sudah tertutup oleh gorden. Sungmin mendengus kesal dan memasang earphone lagi ke telinganya. Berusaha untuk menikmati kesendiriannya di malam yang sunyi ini.

: HARD LIFE and LOVE :

Suara bel yang dipencet berkali-kali terdengar di kediaman keluarga Kim. Suara bel itu jelas menganggu ketentraman pagi keluarga Kim.

"Yaa! Siapa itu?! Menganggu telingaku!" seru Leeteuk.

Taemin turun dari lantai dua dan menghampiri Ibunya yang sedang sibuk di dapur.

"Taruhan ya Umma, itu pasti Victoria unnie." Kata Taemin yakin.

Leeteuk mendengus. "Kalau benar itu dia, usir dia! Umma tidak suka dia ada di sini! Temui dia sana!"

Taemin bergegas keluar dari dapur dan menuju ke depan untuk membukakan pintu. Benar saja, di depan pintu sudah ada Victoria yang mengenakan dress mini dan menyilangkan tangannya di dada.

"Mau apa kau ke sini?" tanya Taemin ketus.

"Di mana Kyuhyun?"

"Oppa tidak ada. Hari ini dia ada jam tambahan pagi dan sudah berangkat sejak tadi." Kata Taemin.

Victoria mendesah kesal. "Aku minta nomor ponselnya."

Taemin menggeleng. "Asal kau tahu saja, Oppa itu suka ganti-ganti nomor jadi aku tidak menyimpan nomornya." Bohong Taemin.

"Aish! Kau ini benar-benar menyebalkan ya! Mana ada adik tidak punya nomor kakaknya?!"

"Lalu apa ada orang yang tidak punya nomor kekasihnya? Makanya jangan ngaku-ngaku." Balas Taemin sarkastik.

Victoria mendesah kesal. "Ya sudah, aku cari ke kampusnya saja!" kata Victoria, lalu meninggalkan Taemin.

Taemin membanting pintu rumahnya dan masuk ke dalam rumah sambil bersungut-sungut. Kangin yang sudah duduk di meja makan heran melihat wajah putrinya seperti itu.

"Ada apa? Siapa itu?" tanya Kangin.

Taemin menarik kursi dan menghempaskan tubuh ke atasnya.

"Victoria Song! Menyebalkan sekali, dia memarahiku!" kata Taemin kesal.

"Untuk apa dia ke sini?"

"Tentu saja untuk mencari Oppa ku yang tercinta!"

Kepala Kyuhyun muncul di ambang pintu. "Hei, Vic di sini?"

Taemin memandang kakaknya kesal. "Ya! Dan dia membentakku! Bersyukurlah aku membohongi nenek lampir itu. Kukatakan padanya kau ada jam tambahan pagi dan sudah berangkat."

Kyuhyun melangkah menuju meja makan dan duduk di kursi sebelah Taemin.

"Bagus, jamur. Kau memang adik yang bisa kuandalkan."

: HARD LIFE and LOVE :

Kyuhyun melangkahkan kakinya riang memasuki gedung kampusnya. Dia menyapa teman-temannya sambil tetap berjalan. Di telinganya terdapat sepasang earphone dan Kyuhyun pun menyenandungkan lagu yang sedang diputarnya.

"YAAAA! KYUHYUUUUUNN!"

Kyuhyun sedikit mundur ke belakang begitu mendengar suara cempreng itu. Dia melepas earphone nya dan melihat ke sekeliling dan dia menemukan Victoria sedang berjalan ke arahnya sambil cemberut.

"KATANYA KAU ADA TAMBAHAN JAM PAGI! AKU SUDAH DI SINI SEJAK DUA JAM YANG LALU!" semprot Victoria.

Kyuhyun segera membekap mulut Victoria karena teriakannya yang cempreng itu membuat semua orang menoleh heran ke arah mereka. Setelah nyengir kuda, Kyuhyun buru-buru membawa Victoria keluar dari gedung.

"Yaa! Kau ini apa-apaan sih?! Memalukan!" seru Kyuhyun.

"Kau ini yang menyebalkan! Kata adikmu kau ada jam tambahan kuliah pagi, makanya aku ke sini! Tapi waktu aku sampai semua kelas kosong! Kakiku sampai bengkak karena memutar-mutar gedung ini mencarimu!" seru Victoria, lalu melepas high heels nya dan menunjukkan kakinya dan memerah dan membengkak.

"Aku memang ada jam tambahan kuliah pagi kok." Kata Kyuhyun.

"Jam tambahan pagi apa! Kenapa kau membohongiku! Jangan-jangan kau menyuruh Taemin bohong ya?!" tuduh Victoria.

"Aku memang ada jam tambahan kuliah pagi! Yaitu jam tambahan dari Umma untuk pelajaran memasak! Kau tahu sendiri kan aku parah sekali dalam memasak!"

Victoria berdecak kesal. "Untuk apa juga kau memasak? Kalau kau menikah denganku nanti kan kau tidak perlu memasak!"

"Memangnya kau juga bisa memasak? Sudah, aku mau masuk. Dua puluh menit lagi kelasku dimulai."

Victoria mencekal lengan Kyuhyun, membuat sang empunya lengan menatap Victoria lelah.

"Vic, lepaskan." Kata Kyuhyun tegas.

Victoria menggeleng. "Aku juga mau tanya! Kenapa kemarin kau tidak datang ke kafe biasa? Aku menunggumu dua jam, Kyu!" seru Victoria marah.

"Aku kan bekerja. Kemarin aku juga tidak bilang mau datang. Kau sudah buru-buru pergi kan."

Victoria menghentak-hentakkan kakinya ke tanah dengan kesal. Sejurus kemudian dia mengaduh kesakitan. Dia lupa kalau dia tidak sedang memakai senjata andalannya, yaitu high heels. Akibatnya kakinya jadi merah-merah karena terlalu keras dihantamkan pada tanah.

"Ya sudah, aku pergi dulu ya." Kata Kyuhyun santai, meninggalkan Victoria yang masih sibuk dengan kakinya yang bengkak dan memerah itu.

: HARD LIFE and LOVE :

"Terima kasih." Kata Zhoumi.

Zhoumi keluar dari loket pembayaran dan menghampiri Henry yang menunggunya di kursi tunggu. Zhoumi baru saja menyelesaikan administrasi pembayaran rumah sakit Sungmin. Henry berdiri dan menggandeng tangan Zhoumi.

"Ayo kita kembali, Siwon, Kibum, dan Sungmin pasti sudah menunggu." Ajak Henry.

Zhoumi mengangguk dan mereka berdua berjalan menuju ke kamar rawat Sungmin. Sesampainya di kamar rawat Sungmin, benar saja, semua sudah siap.

"Sudah siap semua?" tanya Zhoumi.

Siwon, Kibum, dan Sungmin mengangguk. Di tangan Siwon sudah ada satu tas besar yang berisi baju-baju Sungmin dan Sungmin pun sudah duduk manis di tepi tempat tidur. Sedangkan Kibum, seperti biasa sedang membaca buku yang tebalnya seperti Kamus Oxford.

"Ya sudah kalau begitu, ayo kita pulang." Ajak Zhoumi.

Bersama-sama, kelima orang itu meninggalkan ruang rawat itu. Sungmin merasa sedikit sedih karena kamar itu mempunyai banyak kenangan baginya. Dia mengikat cinta dengan Kyuhyun di kamar itu dan sungguh, tempat itu akan selalu jadi tempat yang diingatnya.

Mereka berlima masuk ke dalam limusin yang telah menunggu di depan gedung rumah sakit. Sepanjang perjalanan, Sungmin hampir lupa rasanya naik mobil mewah karena sudah hampir dua minggu tidak naik mobil.

Limusin mewah itu pun memasuki gerbang rumah keluarga Tan yang mewah. Sungmin menjerit senang karena kembali ke rumahnya.

"Merindukan rumah, eh?" tanya Siwon, mengusap-usap rambut Sungmin.

Sungmin mengangguk semangat. "Tentu saja! Rasanya seperti dua tahun tidak pulang ke rumah!"

Limusin berhenti tepat di depan bangunan rumah. Sungmin langsung melompat turun. Pintu rumah terbuka dan tampaklah jejeran pelayan dir rumah keluarga Tan menyambut kedatangannya.

"Aaaaah missing home like crazy!" seru Sungmin senang.

Sungmin tidak mempedulikan acara penyambutan itu. Dia langsung naik ke lantai dua dan segera masuk ke kamarnya. Sungmin menghempaskan tubuhnya ke atas ranjangnya yang berukuran king size itu.

Zhoumi dan Siwon menyusul tak lama kemudian. Mereka berdua tersenyum geli melihat kelakuan Sungmin.

"Merindukan kamarmu juga?" tanya Zhoumi.

"SANGAAAAT!"

Kemudian Kibum dan Henry muncul. Mereka berdua menghampiri Sungmin dan ikut berbaring di ranjang Sungmin.

"Tidak akan ada acara kabur-kaburan lagi kan?" goda Henry.

Sungmin meninju pelan lengan Henry lalu bangkit dan duduk. "Ah, unnie jangan begitu. Walau kabur kan aku bisa bertemu Kyuhyun.."

Kibum melempar Sungmin dengan bantal. Sungmin cemberut.

"Ah unnie! Jangan nakal! Nanti tidak kurestui kau menikah dengan Siwon Oppa!" ancam Sungmin.

Siwon yang mendengar itu langsung melepar Sungmin dengan bantal yang tadi dilempar Kibum.

"Hei kelinci bandel! Kenapa bawa-bawa namaku!"

Sungmin tertawa. "Aku tidak mau tahu ah, pokoknya aku senang sekali berada di rumah!"

: HARD LIFE and LOVE :

Kyuhyun memasuki kelas aransemen musik dan menemukan sudah banyak mahasiswa yang datang. Kyuhyun bergegas menghampiri tiga sahabatnya.

"Ya Kyu, hari ini ada murid baru loh!" kata Donghae.

Kyuhyun melempar tasnya ke kursi. "Gila apa? Ini kan bukan tahun ajaran baru kenapa ada murid baru?"

"Ya kan bisa, Kyu." Balas Yesung.

"Kyu, ngomong-ngomong kau sudah mengaransemen lagu yang diberikan Sooman songsaenim kemarin?" tanya Donghae.

Kyuhyun mengangguk. "Karena lagu itu sangat sesuai dengan perasaanku sekarang. Jadi aku bersemangat sekali mengaransemen lagunya. Aku sangat yakin aku akan dapat nilai A+." Kata Kyuhyun lagi.

Eunhyuk bersorak. "Tapi itu kan lagi cinta! Kau sedang jatuh cinta? Apa malah kau sudah pacaran?!"

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. "Kalau kalian tahu pacarku, kalian akan tercengang."

"Selevel dengan Victoria Song atau apa?" tanya Yesung penasaran.

Kyuhyun tersenyum penasaran. Donghae, Eunhyuk, dan Yesung sudah bersahabat dengannya sejak Sekolah Dasar dan tentu saja mereka tahu seluk beluk dunia percintaan Kyuhyun. Termasuk saat Kyuhyun berpacaran dengan Victoria Song.

"Nanti saja lah. Kalau kalian mengenalnya, kujamin kalian akan kaget."

Baru saja Donghae akan membuka mulut, Sooman sudah masuk ke dalam kelas. Sontak semua mahasiswa langsung kembali ke tempat duduknya masing-masing.

"Sebelum memulai pelajaran, ada baiknya kalian menyambut teman baru kalian. Silahkan masuk."

Semua mata menatap ke arah pintu masuk. Pintu terbuka dan masuklah seorang gadis yang membuat hati hampir semua lelaki di kelas berdebar-debar.

Kyuhyun sendiri hampir mati kaku melihat siapa yang datang.

"Perkenalkan, nama saya..."

.

.

To Be Continued...

.

.

Yak dan chapter depan akan author update kilat yaitu hari SELASA karena hari itu hari ulang tahun author hahaha :D