TITLE : MAGICALLY IN LOVED
AUTHOR : LEE EUN SAN
GENRE : ROMANCE, ACTION (maybe ^^)
LENGTH : CHAPTERED
MAIN CAST :
*Choi Siwon
*Kim Kibum
*Lee Donghae
*Lee Hyukjae or Eunhyuk
Disclaimers
Cerita ini terinspirasi dari sebuah novel karya karla m nazhar dengan judul hate, love and hocus pocus. Tapi epep ini milik aku. Thanks.
"aku iri pada mereka hae,,, kenapa kau dulu tak melamarku seperti itu,," rajuk eunhyuk pada donghae.
"tsskk,, yang penting kan aku duluan yang menikah dan mengikatmu selamanya di hidupku…" kata donghae
"tsskk,, dasar ikan bodoh" kata eunhyuk lalu menghambur ke pelukan suaminya itu
"oiya,, dan satu lagi,, kami akan menikah besok…" kata siwon
"MWO,,,,?" kaget eunhae.
.
.
.
Chapter eight
Sang surya mulai beranjak meninggi, membiaskan bias-bias sinar kuning cerah di langit pagi ini. Sinarnya yang hangat menerjang kelamnya sang dewi malam, mengalahkan kegelapan dan menggantikannya dengan titik cerah penuh kehangatan. Bias itu juga menjalar melalui celah jendela sebuah kamar indah berasiktektur minimalis modern di sebuah kondominium sebuah resort kenamaan di korea. Tak ayal sinarnya yang menyilaukan mengusik sepasang manusia yang sedang asyik terlelap sambil saling berpelukan erat di bawah gelungan selimut tebal. Sang namja memeluk pasangannya dengan erat seolah-olah tak rela sedikitpun yeoja cantik yang tertidur disampingnnya memberinya jarak barang sejengkal. Sedangkan sang yeoja cantik terlihat nyaman dalam dekapan itu tanpa sedikitpun rasa sesak ataupun tak nyaman. Justru ia menikmatinya.
"eeuungghh,,," lenguh sang yeoja saat matanya mulai merasa silau akan sinar matahari pagi
Mata bulatnya mengerjap beberapa kali untuk membiasakan retinanya dengan keadaan sekitar. Tubuhnya hendak bergerak namun ia merasa ada sesuatu yang menahannya. Dengan mata setengah terpejam ia menggeliat tak nyaman.
"eeunnghh,,,," lenguhnya pelan sambil berusaha menyingkirkan sesuatu yang membelenggunya.
Gerakan pelan sang yeoja rupanya membuat sang namja terbangun dari tidurnya. Dia juga mulai berusaha membuka matanya. Saat keduanya membuka mata dengan lebar betapa terkejutnya mereka.
"YAK!"
Teriak mereka berdua bersamaan. Sang yeoja mendorong keras tubuh kekar sang namja hingga ia nyaris terjatuh ke bawah ranjang.
"YAK! APA YANG KAU LAKUKAN,EOH!" kesal sang namja dengan sikap yeoja yang tadi ia peluk. Namun sekali lagi matanya membulat saat ia melihat yeoja itu hanya menggunakan sebuah selimut tipis untuk membungkus tubuhnya. Bahkan ia sangat yakin yeoja itu tak memakai apapun di balik selimutnya itu.
"YOU,,,! WHAT ARE YOU DOIN' HERE? HHH…HOW CAN YOU …? HHHH,," ia lalu menatap horror sosok lelaki bertubuh kekar yang kini sedang menatapnya. Pipinya mendadak bersemu merah saat melihat penampilan namja itu yang tak bisa dibilang biasa. Lelaki itu tak memakai apapun sebagai penutup tubuh bagian atasnya. Sehingga otot-otot kekar di sekujur tubuh indahnya terekpos sempurna oleh matanya. Sontak ia langsung memalingkan wajahnya yang mulai memerah.
Sang namja yang menyadari perubahan sikap yeoja itu segera meraih kemeja putih yang tergeletak di bawah ranjang.
Keduanya kembali terdiam dan mencoba kembali mengingat apa yang terjadi pada mereka. Fikiran mereka melayang di pertemuan terakhir mereka. Seingat mereka mereka sedang menghadiri pernikahan teman kantor sekaligus sahabat mereka dan….
Lalu keduanya saling menatap tak percaya. Kilatan-kilatan memori mulai berkelibatan di otak mereka. Mulai dari mereka yang menertawakan seorang wanita gipsy yang sedang memberikan sambutan di pesta itu lalu pengakuan cinta keduanya, dan penikahan mereka yang berlangsung tepat sehari setelah peristiwa itu. Ingatan sang yeoja melayang ke waktu dimana sang ibu yang tinggal di amerika datang dengan wajah bersungut kesal karena ia mendapat kabar mengejutkan bahwa putri cantiknya akan menikah dengan seseorang yang bahkan tak ia kenal sebelumnya. Ia juga mengingat pertemuan kedua orang tuanya dengan dua orang lainnya yang ia yakini sekarang sebagai mertuanya.
Setali tiga uang dengan sang namja. Ia seakan dipaksa mengingat bagaimana kegilaannya yang melamar seorang yeoja yang bahkan selalu menjadi lawan berdebatnya tanpa sedikitpun keraguan di hatinya. Bagaimana ia mengatakan niatnya untuk menikah pada kedua orang tuanya yang langsung dihadiahi tatapan terkejut dan penuh tanya dari mereka tentunya. Ia juga mengingat pertemuan antara kedua orang tuanya dengan sepasang suami istri yang ia yakin pasti adalah mertuanya.
Keduanya kemudian saling manatap lagi. Mendadak keduanya memalingkan wajah mereka dan muncul rona kemerahan dipipi putih mereka. Sekelebat ingatan membuat keduanya menegang.
"ini pasti mimpi…" batin sang namja.
"oh god,,, how can I marry him,,? It must be kidding" sangkal yeoja itu lagi
Namun mereka seakan kembali diingatkan dengan peristiwa yang baru saja terjadi semalam. Saat dimana keduanya saling bergumul panas di atas ranjang untuk menyalurkan hasrat cinta mereka yang menggebu panas.
Semua sentuhan, desahan bahakan kenikmatan malam itu terasa sangat nyata bila harus dikatakan sebuah impian atau bahkan khayalan. Sang yeoja bahkan masih ingat benar bagaimana ia begitu pasrah saat tangan namja bertubuh kekar itu menyentuh tiap inci tubuh polosnya. Menghujani tubuhnya dengan puluhan kecupan yang bahkan bekasnya ia yakin akan bertebaran di setiap inci tubuhnya. Dan parahnya lagi ia masih ingat benar bagaimana milik namja itu menghujam kewanitaannya dan membuatnya mengerang sakit sekaligus nikmat dalam waktu yang bersamaan.
"oh god.." batinnya kalut sambil membekap mulutnya tak percaya.
Namja yang duduk tak jauh darinya juga tampak sedang melamun tak jelas. Ia mulai memaksa otak pintarnya memutar semua peristiwa yang dialaminya seminggu ini. Saat mata tajamnya memandang yeoja cantik itu otaknya tiba-tiba mendapatkan sebuah pencerahan.
FLASBACK ON
"aku akan menikah, appa." Kata namja yang teridentifikasi bernama siown aka jaksa choi tenang saat dia dan keluarganya sedang sarapan pagi itu. Kontan saja ucapan siwon nyaris membuat ayahnya itu tersedak saking kagetnya.
"mm,mmwo? Kau bilang apa?"
Ulang ayahnya sekali lagi menegaskan kata-kata anak lelakinya itu.
"aku akan menikah,appa." Ulang siwon lagi.
"kau serius, chagi? Kau tidak sedang bercanda dengan kami kan?" Tanya sang ibu yang tak kalah terkejutnya.
Siwon menadang kedua orang tuanya itu tajam, "aniyo ,appa, omma. Aku serius. Aku bahkan sudah melamarnya kemarin dan kami berencana akan menikah hari ini." Kata siwon tanpa keraguan sedikitpun.
"MWO?" teriak kedua orang tuanya kaget. Sang appa tampak sedang memijit pelipisnya yang mendadak pening.
"apa kau berbuat kesalahan padanya sehingga kau mendadak ingini menikahinya?" Tanya sang ibu lagi. Jujur dia masih tak percaya putra semata wayangnya ini akan menikah. Jangankan menikah membawa pacar kerumah saja ia tak pernah.
"tsskk,, omma kau fikir aku lelaki macam apa,eoh?" kesal siwon.
"lalu kenapa kau mendadak begini menikahnya,huh! Kau fikir orang menikah mudah! Kita butuh banyak persiapan anak nakal!" sembur ommanya kesal.
"itu kan omma, untukku aku cukup menikah secara agama di gereja lalu meresmikanya di catatan sipil. Selesai bukan." Bantah siwon tak mau kalah.
Sang ibu bersungut kesal mendengar bantahan anak kesayangannya iyu "ttsskk…neo,,,"
Belum selesai ibunya berkata ayahnya sudah memotong "apa kau sudah benar-benar yakin akan menikahi gadis itu, wonnie?" Tanya sang appa serius.
"yeobo…!" pekik sang ibu.
Tanpa ragu siwon mengangguk mantab "ya, appa."
Sang ayah mengangguk singkat lalu tersenyum. "baiklah, appa tahu kau sudah dewasa dan kau bisa menentukan jalan hidupmu sendiri maka dari itu appa akan merestui semua jalanmu. Tapi kau harus ingat dunia pernikahan tak semudah dan seindah dalam khayalanmu. Jauh didepan sana pasti sudah banyak rintangan yang akan menjadi ujian pernikahanmu kelak, apa kau sudah benar-benar siap?"
"ya, appa. Aku siap. Apapun yang terjadi nanti aku yakin kami bisa mengatasinya." Kata siwon sembari menganggukan kepalanya mantab
"baiklah, kalau begitu, kapan kita akan bertemu dengan kedua orang tua gadismu itu?"
"nanti malam appa. Hari ini aku akan pergi ke kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan kami dan besok kami berencana untuk menikah di gereja. Euum bolehkan aku memakai kapel kecil di resort kita appa?"
"tentu saja, itu kan juga milikmu chagi. Kalau begitu aku akan menelpon sekretaris untuk membatalkan semua jadwalku untuk tiga hari kedepan." Kata sang ayah
"hhh,, kaliana membuatku gila,," seru sang ibu yang sedari tadi hanya jadi pendengar pembicaraan ayah dan anak itu
"sudahlah, jinyeongie... apa kau tak senang putramu akan menikah,eoh?" kata sang ayah lembut sambil menggenggam jemari istri yang sudah dinikahinya lebih dai 25 tahun itu lembut.
"hhhh,, bukan begitu yeobo,, tapi ini,, ahh,, sudahlah,"
Melihat ibunya masih belum yakin akan keputusannya siwon berjalan mendekati ibunya lalu memeluknya dari belakang. Ia meletakkan kepalanya di perpotongan leher ibunya manja
"omma,,,," katanya manja
"hhh,, kau lihatkan yeobo.. dia saja masih manja begini apa iya dia bisa menikahi seorang gadis.." ejek sang omma sambil membelai pelan rambut hitam siwon sayang.
"aku serius dengan kata-kataku omma. Aku benar-benar mencintai gadis ini. Dan lagi, aku tak pernah menunjukan sikap manjaku selain pada omma dan dia,,," kata siwon lagi sambil makin mengeratkan pelukanya pada tubuh langsing sang ibu.
"hhh,,, bukannya aku tak yakin padamu sayang, omma hanya sedikit terkejut tadi, baiklah omma juga akan mengosongkan jadwal omma selama tiga hari kedepan demi dirimu." Kata sang omma akhirnya mengalah.
Senyum lebar terkembang indah di bibir joker siwon. "gomawoyo omma, appa.,, saranghae,,…"
Lalu ketiganya tersenyum bahagia.
Malam harinya pertemuan keluarga itu terjadi juga. Sedan mewah yang mengangkut keluarga Kim tampak memasuki pelataran luas Choi mansion sekitar pukul tujuh malam. Yang pertama keluar adalah seorang perempuan berusia setengah baya dengan balutan gaun malam mewah dan indah yang membungkus tubuhnya. Meski tak bisa di katakan muda ia masih nampak sangat cantik dan err,, seksi untuk usianya. kemudian menyusul setelahnya seorang lelaki tampan yang seusia dengan perempuan tadi nampak keluar dari pintu kemudi. Tubuh tegap dan proposionalnya dibalut stelan jas keluaran Armani berwanna hitam yang terlihat sangat pas dan berkelas. Lalu berikutnya berturut-turut kibum dan adiknya. Kibum menggunakan sebuah gaun malam cantik berwarna hitam berpotongan simple namun sangat manis di badannya dan sang adik nampak sangat tampan dengan kemeja hitam jungkis dan celana jeans sebagai pelengkap penampilannya. Paras rupawan mereka tak ayal membuat semua orang yang menatap mereka hanya mampu terbengong bodoh saking kagumnya. sama halnya dengan para pelayan dan penjaga Choi mansion sekarang. Mereka seperti melihat parade malaikat yang sedang turun ke bumi saat mata mereka memandang sosok indah itu berjalan anggun memasuki rumah mewah milik majikan mereka.
"ah,, anda semua sudah tiba rupanya.." sapa seorang namja pemilik rumah besar ini. Kemudian dari belakangnya nampak lagi seorang wanita cantik yang terlihat sedikit berjalan tergesa guna menyambut mereka.
"oh astaga, maaf sudah membuat anda semua menunggu. Mari-mari silahkan masuk." Kata wanita itu namun saat matanya bertemu dengan mata milik ibu kibum sontak dia menjerit histeris
"ommona,,,,, chullie-ya…" pekiknya girang
Ibu kibum tampak membulatkan matanya lebar "jinyeongie,,,oh my god!" serunya.
Kedua suami mereka hanya bisa mengerutkan kening mereka tak mengerti saat melihat istri-istri mereka yang tiba-tiba berteriak histeris macam itu.
"eum,, yeobo.. sebaiknya kita masuk dulu kedalam, tak enak membiarkan tamu kita berdiri diluar seperti ini." Sang suami berusaha menasehati istrinya
"astaga,iya aku sampai lupa. Ayo-ayo masuk,, banyak hal yang ingin aku katakan padamu chullie-ya…"
Kemudian semuanya beranjak kedalam dan langsung menuju meja makan untuk makan malam. Selama makan malam tak henti-hentinya kedua ibu cantik itu saling becerita kesana-kemari. Entah kebetulan dari mana ternyata ibu siwon dan kibum adalah sahabat lama. Namun mereka sudah lama terpisah akibat ibu kibum yang pindah ke amerika saat mereka ada di kelas dua sekolah menengah atas. Selesai makan malam barulah mereka semua serius membicarakan soal pernikahan anak-anak mereka. Yah,, meskipun terkejut dan sedikit tak percaya namun akhirnya berkat penjelasan dari siwon dan kibum semunya setuju sekarang.
"baiklah. Kita sepakat untuk menikahkan anak-anak nakal ini besok di resortmu, hhh,, aku tak menyangka dunia akan sesempit ini jinyeongie.." kata heechul aka ibu kibum.
Kwon jinyeong atau sekarang lebih dikenal sebagai Choi jinyeong aka ibu siwon mengangguk berkali-kali mengiyakan kata-kata sahabatnya itu "inilah yang dinamakan jodoh chullie-ya,,, dengan begini kita akan benar-benar jadi saudara bukan?" katanya lagi sambil tersenyum senang.
Heechul tersenyum lebar "ne, kau benar."
Esok paginya pemberkatan pernikahan siwon dan kibum dilaksanakan sesuai rencana. Tamu-tamu yang datang hanyalah dari kalangan keuarga daa sahabat dekat kedua keluarga dan mempelai saja mengingat sempitnya waktu persiapan. Setelah menikah mereka pergi ke resort ini untuk bulan madu.
FLASHBACK OFF
Siwon terlihat mulai menemukan kepingan-kepingan ingatannya sedikit demi sedikit sekarang. Perlahan ia menconba merangkai semua peristiwa itu jadi sebuah susunan cerita yang utuh dan setelah mencoba denga keras mengingat Ia ingat semuanya sekarang.
Seketika itu juga ia langsung berdiri secara sepontan, namun tindakannya itu malah membuat yeoja yang ia kenali bernama kim kibum yang ada disampinya memekik keras sambil memalingkan wajahnya.
"YAK!"
Kaget dan bingung. Itulah yang siwon rasakan tapi setelah ia melihat tubuhnya barulah ia sadar kenapa kibum meneriakinya. Bagaimana tidak jika ia berdiri dengan sebuah pakaian dalam yang hanya menutup bagian vitalnya saja. Segera setalah menyadari kecerobohanya, ia menarik sebuah celana pendek berwarna krem yang tergeletak tak beraturan di sekitar kakinya dan langsung memakainya.
"kau,, pakailah bajumu dulu. Aku akan keluar." Kata siwon lalu meningalkan kibum yang terlihat masih shock dan linglung itu sendirian.
kibum memijit pelipisnya yang tiba-tiba merasa jeniusnya seakan mendadak tumpul jika ia memikirkan segala peristiwa yang dialaminya sekarang. Seolah apapun yang terjadi tak pernah ada penjelasannya dan tentu saja dia benci itu.
Tak ingin berlama-lama duduk di ranjang tanpa busana kibum segera bangkit dari ranjang. Sungguh ia ingin segera mandi untuk menyegarkan badan dan otaknya.
"akkhh,,,," kibum merintih pelan karena merasakan ngilu dan perih yang lumayan menyiksa di kewanitaaanya saat ia berusaha berdiri dari ranjang.
Sekilas kelebatan ingatan kegiatan panas mereka semalam terlintas di otaknya. Dia merutuki dirinya yang begitu pasrah dan justru menikmati ulah siwon semalam. Ia bahkan mengingat mereka baru selesai bercinta saat hari sudah menjelang fajar.
"dasar kuda gila!" makinya lagi
Dengan perlahan ia mencoba kembali berjalan menuju kamar mandi dengan langkah tertatih. Bahkan beberapa kali tak jarang kibum merintih pelan saat rasa ngilu itu menyerang bagian bawahnya. Setelah akhirnya berhasil sampai di kamar mandi, dia membasuh tubuhnya singkat. Di bawah guyuran air dingin dia mencoba kembali mengingat sembari terus berharap semua ini hanya mimpi di malam hari, namun ia kembali harus gigit jari karena semua ini memang nyata terjadi mengingat semua bukti yang menempel di tubuhnya sekarang.
Setelah merasa sedikit lebih baik seusai mandi, kibum segera keluar dari kamar mandi untuk mencari baju untukknya. Dia menarik asal sebuah gaun santai berwarna hijau dan langsung memakainya. Segera setelah mamakai baju ia bergegas keluar namun langkahnya terhenti saat ia melewati sebuah cermin besar yang tepat ada disebelahnya. Ia menatap horor pemandangan yang terpantul dari sana. Bagaimana tidak jika ia mendapati sekujur leher putihnya kini dihiasi puluhan tanda merah yang ia yakini adalah hickey hasil karya siwon semalam.
"god damn shit!" umpatnya geram.
Ia tak bisa lagi berkelit sekarang, semua yang terjadi belakangan ini memang nyata terjadi. Ia lalu meraih sebuah syal tipis untuk menutupinya dan baru keluar kamar. Di luar dia sudah ditunggu oleh namja yang tadi bersamanya.
"duduklah,," kata siwon pelan.
Kibum menghembuskan nafasnya berkali-kalai mencoba mengatur kadar emosinya sendiri.
"jika kau ingin bertanya padaku apa yang terjadi, maaf aku juga tak mengerti. Tapi satu hal yang aku yakin ini semua nyata terjadi." Kata siwon.
"hhhh,,, aku tahu. Tapi yang aku tak mengerti kenapa ini bisa terjadi?" jawab kibum dengan suara lemas.
Siwon mengendikkan bahunya sambil menggelengkan kepalnya pelan "entahlah,, aku juga tak tahu. Yang aku tahu, kita sudah menikah sekarang" kata siwon lagi.
Mendengar kata menikah membuat kibum mendengus pasrah. "yeah,, I don't doubt that" lalu matanya mengarah pada jari manisnya yang kini tersemat sebuah cincin bermata berlian indah yang menghiasinya.
Tok.. .. tiba-tiba pintu kamar mereka di ketuk.
"room servive" teriak seseorang di balik pintu.
"ah,, sudah datang rupanya." Kata siwon. Dia lantas berdiri dan membuka pintu.
"selamat pagi tuan…" sapa seorang pelayan bertubuh kecil dengan senyum terkembang di wajahnya.
"selamat pagi.." balas namja tadi sopan
Pelayan tadi masuk sambil membawa sebuah troli yang penuh dengan makanan.
"aku memesan sarapan untuk kita" kata siwon pada kibum.
Pelayan itu lalu meletakkan semua makanan yang ia bawa kemeja kecil yang ada di depan kibum.
"selamat menikmati sarapan anda nyonya Choi" sambil tersenyum ia meninggalkan kibum tanpa tahu kata-katanya barusan membuat pipi kibum bersemu merah.
"nyonya choi…?" batinnya miris. Bagaimana bisa ia berganti marga secepat itu padahal seinggatnya seminggu yang lalu ia masih memakai nama Kim sebagai marganya tapi sekarang?
"hhhh…." Dengusnya pelan.
"makanlah,, aku tahu kau pasti lapar bummie.." kata siwon tiba-tiba.
Kibum sedikit tersentak kaget saat siwon memanggilnya begitu, seingatnya hanya keluarga dan orang terdekatnya saja yang biasa menggunakan panggilan itu untuknya, dan tentu saja siwon tak masuk dalam keduanya.
Siwon tampaknya juga sedikit terkejut karena memanggil kibum begitu, tapi jujur kata-kata itu seolah meluncur begitu saja dari mulutnya.
Tak ingin menambah suasana kaku dan cangung semakin bertambah parah akhirya kibum buka suara "hhmm, thanks." Jawabnya singkat.
Keduanya lalu memakan sarapannya dalam diam. Saat sedang asyik larut dalam fikiran mereka masing-masing tiba-tiba terdengar ketukan lagi di pintu kamar mereka.
"siapa yang datang lagi,eoh?" gumam siwon pelan
"open the door, choi,," kata kibum acuh.
Siwonn mendengus pelan "hhh….apa kau lupa kau juga seorang choi sekarang," katanya sambil tersenyum mengejek saat matanya menatap kibum yangsedang asik makan.
Kata-kata siwon tak ubahnya seperti sebongkah batu yang menghantam kepala kibum keras.
"shit" umpatnya pelan. "how can I forgot it! Hhh son of a bitch!"
Siwon tersenyum senang saat melihat raut kekalahan dari wajah kibum. Kemudian dia meninggalkan kibum yang ia yakin masih sibuk mengumpat dalam hatinya untuk membukakan pintu.
Saat pintu terbuka munculah seorang pria berbadan sedikit tambun dengan stelan jas necis dan dasi yang menyertainya.
"maaf mengganggu acara anda tuan muda choi,, tapi kita ada dalam masalah" panik pria itu sambil sesekali mengelap peluh yang membanjiri wajah bulatnya.
Siwon merasa iba saat ia melihat pemapilan lelaki itu yang terlihat sangat paniak dan berantakan di depannya "masuklah, katakan semuanya didalam." Tawarnya.
Dia kemudian mempersilahkan pria tadi masuk kedalam ruangannya dan mengajaknya duduk di sofa depan. Merasa penasaran kibum akhirnya memutuskan untuk kedepan untuk melihat siapa yang mengunjungi tempatnya.
"ah,, maaf nyonya muda choi,, saya menggangu anda" pria itu langsung membungkuk memberi hormat pada sosok kibum yang berjalan mendekati mereka.
"it's okay don't worry." Jawab kibum lalu duduk di sebelah siwon.
"jadi ada masalah apa sampai kau terlihat sepanik ini tuan Nam..?" Tanya siwon lagi.
"ah,iya eum,, begini tuan,, oh astaga.. saya,, eum ini,," lelaki itu tampak makin gugup sekarang
"tenanglah tuan Nam.. katakan saja pelan-pelan aku akan mendengarkanya." Kata siwon ramah sambil memamerkan senyum malaikatnya yang nampak sedikit menenangkannya.
"hhh,, maafkan sikap saya tuan muda. Saya hanya masih shock saja."
"it's okay, Mr. Nam.. coba ceritakan pada kami apa yang terjadi," kibum ikut berusaha menenangkan pria yang disapanya Mr. nam itu
" hhh,,, jadi begini tuan, nyonya. Kita benar-benar dalam masalah sekarang karena pagi ini tuan Nakayama di temukan tewas di kamarnya."
"what/ apa?" seru kedua pasangan jaksa itu bersamaan
TBC
Yak dan cut!
Walah kenapa ada yang mati waktu mereka pada bulan madu,eoh?
Dan bisakah mereka mengungkap kasus ini?
Lalu bagimana dengan kasus mereka yang dulu?'
Semua jawabanya ada di chap-chap depan, okkaiii
Please keep supporting me,,
Cz without yours i don't have any strength to finish this story
So pleas guys,,,,
Give me your review as a support for me.
See ya,,,
Sign
Lee Eun San
EUNHYUKLEGALWIFE
