A/N : Bales review yang masuk dulu.

To Chalice07 di Ch. 7 :

Baru tau ya? Kalo gitu praktekin aja langsung, hahahaha. XD

Dikasih hadiah kepala sama si hantu, buat kenang-kenangan katanya. :D

Sudah update~

Arigato~.

-0o0-

To Shiyoko Miki-chan:

Halo juga. :)

Iya kah? Padahal updatenya tiap hari, tiap jam, tiap menit, tiap detik, tiap milidetik, tiap- #dor! #abaikan

Kepseknya emang gila. Hahahaha... #digantungKepsek

Kayaknya Len gak bakal sembuh deh, kalau pun sembuh itu cuma 10%. Wkwkwk... #dibakarLen

Oh tenang saja, kata Authorku mereka semua naik kelas kok. (Yuki : naik ke atap maksudnya. XD )

Semseter keberapa ya? Aku juga lupa... XD

Sudah update ASAP bahkan sudah KEBAKARAN! #abaikan

Hai' ganbatte yo!~ :D

Arigato~.

-0o0-

To akanemori:

Lucu? Thank you. *kasih bunga Alstroemeria*

Len dibuat takut sama hantu, eh ternyata malah takut beneran. Wkwkwk XD
(Len : kan gue udah bilang kalo gue itu takut hantu! | Yuki : *pura-pura gak denger* )

Panggil aja Yuki gak pake tambahan apapun, dan aku bukan Author, aku hanya bla bla bla... *males jelasin, lihat aja di profil*

Arigato~.

-0o0-

To Karen White:

Cepet ya? Mau di lambat kan? XD #dibantaireader

Aku itu gak suka menunggu dan membuat orang lain menunggu... *tiba-tiba sasori datang*
(Sasori : Heh! Itu kalimat gue!
Yuki : EGP! :-P
Sasori : FINE! *set* "Akahigi : Hyakki no Souen!"
Yuki : *challenge accepted* *bawa tiga pedang* "Metsuken Ougi : Kyuukyoku no Hoshikuzu Nagare!"
Author : *nonton sambil makan popcorn*) #abaikanini

Kalo guru pengawas Ulsesnya Authorku malah asik ngobrol diluar dengan pengawas lain, "Gak opo-opo nyontek, tapi ojok rame." Gitu pesan Pak pengawas, hahaha. :D

Muridnya dikerjain si Otaku Kepsek tuh, padahal waktunya masih lama, wkwkwk... *kabur duluan sebelum dibantai murid-murid*

Sudah update.

Arigato~.

-0o0-

To CoreFiraga:

Iya kasian banget mereka... padahal waktu ujiannya masih lama, cuma si Otaku Kepsek aja bikin ulah lagi, wkwkwk... *kabur duluan sebelum dibantai murid-murid*

Rin bisa kamehameha, kan rambutnya kuning, kayak super saiya. XD
(Len : alasan yang aneh | Yuki : lu juga bisa kok Len. | Len : Oh ya? Kamehameha! *ngarahin ke Yuki* | Yuki : Lu ngajak berantem! | Len : piss... ^.^)V )

Memang kasian tuh Pak pengawas... dan Kepsek itu bukan Kayaba-sensei. :D
(Kayaba : sensei? Kapan lu jadi murid gue? | Yuki : gak boleh ya panggil sensei? | Kayaba : boleh sih, tapi kau harus bisa sampai ke lantai 101 di Aincrad. | Yuki : lho? Bukannya cuma ada 100 lantai? | Kayaba : itu bukan lantai. | Yuki : terus? | Kayaba : betulin genteng Aincrad yang bocor kemaren. | Yuki : *gubrak* )

Okeh! Ini sudah update kilat pake software CheThaar Ver. 9000! :D

Asuna? Pengen sih, tapi kirito-ji-san gak ngebolehin tuh... :)
(Kirito : ji-san? | Yuki : no comment! )

Arigato~.

-0o0-

To Minami no Hikari Kagamine:

Mbak kunti nge-fans sama Len karena ke-shota-annya... :D #dilindesLen

Kalo pisang, jeruk, sama negi dihilangkan... gak bisa bayangin... orz

Oh silahkan babat habis si Otaku Kepsek, ntar minta bantuan sama warga setempat, wkwkwk... #dibakarKepsek

Arigato~.


Summary : Ulangan semester akan digelar untuk Vocaloid Academy, tapi remaja-remaja ajaib ini malah bermain-main sampai H-1. Bagaimana persiapan (GJ) mereka? Baca saja.

Ulangan Semester

.

Disclaimer: I don't own any of these characters, except this story.

Warning : Gaje, pendek, aneh, ajaib, bahasa gahol ada disini, dll, dst, dsb.

.

.

Don't like? Must Like! Hahahaha... #gue serius!

.

[ All in normal pov ]

Ulses (Ulangan Semester) hari ke enam sudah sudah selesai 1 jam yang lalu, tapi aura suram masih menyelimuti para remaja ajaib ini. Untuk menghilangkan rasa penat sehabis Ulses, mereka bertiga (Kagamine Twins dan Miku) memutuskan untuk jalan-jalan sepulang sekolah.

-0o0-

"Kira-kira, nilaiku bagus gak ya?" pertanyaan ini diucapkan oleh cewek berambut hijau dengan model twin tail – Hatsune Miku.

"Dengan ide-ide 'cemerlang' yang lu praktekin kemaren, 70 adalah nilai maksimal yang bisa kita dapatkan..." Jawab cowok berambut kuning dengan gaya rambut ekor kuda(?) - Kagamine Len.

"Iya, mengingat soal-soal yang diujikan di Ulses sangat gak jelas..." Respon cewek berambut kuning dengan pita putih di atas kepalanya – Kagamine Rin.

"Dan gak nyambung..." Lanjut Len sambil melipat kedua tangannya di belakang kepalanya.

"Huuft." Lalu mereka berdua menghela nafas bersamaan.

"Tapi masih kurang 10 poin biar bisa sampai KKM." Ucap Miku dengan nada keputus asa-an.

"Haahh..."

Mereka tetap berjalan hingga sampai di depan sebuah cafe.

-0o0-

"Eh, makan dulu yuk, laper nih." Ajak Len pada Miku dan kakaknya.

"Ok deh, gue juga laper, tapi traktir ya..." Respon Rin dengan senang yang di jawab anggukan oleh adiknya.

"Miku kau tidak ikut?" tanya Len karena Miku diam saja.

"A-ah! Boleh deh." Ucap Miku kemudian.

"Kau kenapa, Miku?" tanya Rin khawatir.

"Gue gak apa-apa kok, hanya saja..." Miku menghentikan ucapannya.

"Hanya saja?" tanya Kagamine Twins kompak.

"Masuk dulu deh, nanti gue cerita." Ajak Miku lalu menarik mereka ke dalam cafe tersebut.

-0o0-

Mereka bertiga masuk ke dalam sebuah cafe yang normal...

"Selamat datang cyiin~" Ucap pelayan disana. Oh kutarik kata-kataku tadi! Len, Rin, dan Miku melongo. Ada banci jadi pelayan!

"Welcome di Garden Door Cafe, boleh eke catat pesenan kalian cyiin~." Tawar si pelayan dengan aura pink di belakangnya. Len yang sudah gak kuat nahan isi perutnya yang bergejolak gara-gara liat si pelayan, langsung lari ke kamar mandi. Rin dan Miku masih melongo. :D

"Halo halo, ada orang disana?" tanya si pelayan pada Rin dan Miku yang masih melongo. Seakan disambar petir, mereka terlonjak kaget.

"Eh? Iya mas, eh mbak?" jawab Rin ter-ctar. XD

"Kalian mau pesen apa cyiin~." Ucap si pelayan masih dengan banci style. Wkwkwk. :D

"Aku jus jeruk aja..." Kata Rin dengan ekspresi yang aneh.

"Aku jus negi~." Ucap Miku semangat. Len? Masih di kamar mandi.

"Oh satu lagi jus pisang." Ucap Rin ingat dengan adiknya.

"Ok, tunggu 5 menit ya cyiin~." Ucap si pelayan sambil berjalan mundur lalu memberi goodbye kiss dan mengenai Len yang baru kembali dari kamar mandi. Len tepar di tempat. Wkwkwk. :D (Yuki : Ambulan mana ambulan... XD )

-0o0-

"Jadi, lu kenapa Miku?" tanya Rin sambil meminum jus jeruknya. Sedangkan Len masih tidur gara-gara keracunan random kiss dari si pelayan. :D

"Jadi gini Rin, entah kenapa tiap malem gue itu selalu mimpi buruk." Kata Miku menjelaskan.

"Oh." Respon singkat Rin.

"Itu wajar." Ucap Len yang tiba-tiba bangun. Miku bingung dengan ucapan Len.

"Gara-gara si Otaku Kepsek, kita juga sering mimpi buruk!" seru Kagamine Twins kompak.

"Tapi ini beda." Kata Miku.

"Beda gimana?" tanya Len lalu meminum jus pisangnya, tapi gak jadi karena ada random kiss dari si pelayan yang terbang dan hinggap di minumannya. XD

"Masa' tiap malem gue selalu mimpi buruk." Jelas Miku lalu meminum jus Neginya. (Yuki : rasanya gimana ya?)

"Lu punya kenangan buruk gak?" tanya Rin.

"Enggak." Jawab Miku singkat. Lalu semuanya diam.

Ting ting ting ting

[Ehem, bagi Anda yang sering mimpi buruk dan tidak tahu cara untuk mengatasinya, datanglah ke tempat kami, maka dalam hitungan detik anda akan mendapatkan tidur yang nyaman malam ini dan bebas dari mimpi buruk.]

Sebuah berita yang disiarkan lewat speaker cafe tersebut membuat mata Miku bersinar cerah penuh harapan.

"Ok, tapi dimana tempatnya?" tanya Miku semangat. Dan seakan mendengar pertanyaannya Miku, sebuah suara terdengar lagi.

[Tampat kami berlokasi di jalan xx nomer yy.]

"Bayar gak ya?" tanya Miku lagi, dan seakan mendengar pertanyaannya Miku, sebuah suara terdengar lagi.

[Datang pertama kali, GRATIS!]

"WOKEH!" Miku langsung berdiri dari tempatnya dan berlari menuju jalan xx nomer yy. Len dan Rin saling berpandangan.

"Kayaknya suara itu pernah gue denger deh." Ucap Len sambil memegang dagunya.

"Gue juga, tapi dimana ya? Tau ah, ayo pulang." Ajak Rin lalu berdiri dari kursinya.

"Mas, jadi berapa semuanya?" tanya Len pada si pelayan.

"Semuanya jadi 300 Yen cyiin~." Jawab si pelayan sambil melemparkan random kiss ke arah Len. Len menangkapnya lalu melemparnya ke lantai dan menginjaknya. :D

"Nih." Ucap Len sambil menyerahkan uang ke pelayan lalu pergi bersama kakaknya.

"Datang lagi ya cyiin~." Kata si pelayan sambil memberi goodbye kiss pada mereka berdua. Mereka menghindar lalu Rin bersiap mengeluarkan kamehamehanya tapi ditahan oleh adiknya.

"Biar gue aja." Ucap Len sambil menahan kakaknya, kemudian menjentikkan jarinya.

BOOM

"Heh? Lu bisa pake Flame Alchemy?" tanya Rin heran.

"Gue belajar dari Roy-sensei kemaren, dan sekarang gue adalah Len The Flame Alchemist." Ucap Len santai lalu mereka berdua pulang kerumahnya, menyisakan sebuah cafe yang terbakar dengan woles. Wkwkwk. :D
(Yuki : kok jadi Fullmetal Alchemist?)

-0o0-

Kita kembali ke Miku yang rupanya sudah sampai di tempat yang diragukan kejelasannya.

"Permisi." Ucap Miku sambil membuka pintu ruangan tersebut. Dia berada di dalam sebuah ruangan bertema Zebra dengan dinding berwarna biru dan karpet bergambar kolam. Awas itu trap! Itu kolam beneran. Hahaha. :D (Yuki : ada kolam di dalam ruangan?)

"Oh silahkan masuk." Ucap seseorang dengan pakaian serba putih dan menggunakan kaca mata.

"Dok, aku mau konsultasi boleh gak?" tanya Miku pada si Dokter.

"Boleh, mau konsultasi apa?" jawab si Dokter.

"Jadi gini Dok, tiap malam aku selalu bermimpi buruk Dok." Ucap Miku mulai bercerita.

"Oh itu wajar." Kata si Dokter.

"Tapi ini tiap hari Dok." Ucap Miku dengan ekspresi serius.

"Oh, kalau begitu saya sarankan anda tidak makan makanan yang pedas sebelum tidur." Kata si Dokter.

"Emangnya kenapa Dok?" tanya Miku bingung.

"Entahlah, kemarin saya lihat di Website kesukaan saya katanya gitu." Jawab si Dokter dengan tenang.

'Dasar Dokter payah!' batin Miku sweatdrop.

"Ok deh Dok." Kata Miku lalu pergi.

"Eits, tunggu dulu." Ucap si Dokter menghentikan Miku.

"Ada apa lagi Dok?" tanya Miku heran.

"Bayar dulu!" perintah si Dokter.

"Loh katanya kalo pertama kali datang gratis?" protes Miku.

"Yang datang pertama kali yang gratis." Ucap si Dokter sambil meminta uang. "1000 Yen." Lanjutnya. Akhirnya dengan berat hati Miku menyerahkan 1000 Yen kepada si Dokter. Si Dokter tersenyum penuh arti. :D

'Penipu! Dasar lintah darat!' Miku hanya bisa menggerutu selama perjalanan menuju rumahnya. Siapakah si Dokter? Kalian pasti tau siapa orangnya. Wkwkwk. :D

-0o0-

...keesokan harinya...

"Duh mana sih, perasaan kemarin baru beli 1 Kg deh." Ucap seorang paruh baya berambut hijau pendek sambil membongkar isi kulkas.

"Cari apa Bu?" tanya anaknya yang berambut sama tapi panjang.

"Miku, kamu tahu tidak kemana semua cabe yang Ibu beli kemarin?" tanya si Ibu pada anaknya.

"Oh itu, udah aku buang semua." Ucap Miku ceria.

"Lho kok dibuang?" tanya si Ibu dengan kecewa padahal harga cabe sekarang sedang naik roket. :D

"Kata Dokter kemarin aku tidak boleh makan makanan yang pedas agar tidak mimpi buruk, jadi ya aku buang aja semua cabenya." ucap Miku dengan senyum polosnya. Sang Ibu langsung pingsan ditempat. :D

"Lho Bu, kok tidur sih?" Miku hanya bisa terheran-heran melihat ibunya yang tiba-tiba tidur di lantai.

"Ya udah deh, mungkin Ibu lelah." Ucap Miku lalu mengangkat Ibunya ke kamarnya.

Di lain tempat, si Dokter tersenyum bahagia di 'ruang rahasia' nya. :D

-0o0-

Kesimpulan :

Hati-hati dengan orang-orang dan tempat Gaje di sekitar anda!

Hahaha. :D

FAKTA : Mimpi dipengaruhi oleh makanan.

adf . ly / KPzIL

*hilangkan spasi*

T~B~C

.

.

.

Review boleh, gak review gak boleh. :D

#gue duarius!

.

Semua kritik diterima disini.

Ayo! Utarakan suara anda dan sukses kan pemilukadal fic ini. :D

#gue tigarius!

.

.

.

Preview Ch. 10 :

Ulses hari ke tujuh.

"Hari ini subyek Ulsesnya apa?"

"Gak tau."

"Mungkin si Otaku Kepsek akan ber-'pidato' lagi."

"...!"

"...?!"