.

Beloved Ponyo (Mister Right)

('Namoo Actors' Lee You Jin x 'Starship Entertainment' Jung Se Woon)

BlueBerry's Sewoonie Fanfiction

Don't Like, Don't Read

.

Sewoon tidak memiliki ketertarikan memulai hubungan karena kegiatannya sebagai mahasiswa juga pekerja paruh waktu di Kafe Musik sudah menghabiskan banyak waktu dan membuatnya kelelahan, tapi Gwanghyun menatap dirinya seolah dia adalah orang paling menyedihkan karena hanya memiliki kencan tidak serius di masa kanak-kanak. Gwanghyun mengatakan padanya untuk melakukan kencan buta dengan anggota senior dari Klub Rap yang baru diikutinya dalam sebulan ini, mendapat dukungan Taedong juga Jinyoung yang merupakan anggota lama dari klub yang sama. Puluhan alasan yang diberi Sewoon melewati gendang telinga mereka begitu saja, membuat Sewoon mengalah dan memilih menuruti perkataan Gwanghyun untuk mengikuti kencan buta dengan seniornya di penghujung pekan ini.

Kenyitan tidak nyaman terlihat di wajah Sewoon selagi telinganya terus menangkap bunyi klakson dari kendaraan bermesin yang mendominasi jalanan besar, iseng mengangkat pandangan untuk melihat awan kelabu di atas kepalanya. Obrolan berisik dari pasangan di sebelahnya membuat Sewoon sedikit memikirkan bagaimana dirinya dan teman kencannya pada akhir pekan nanti, tentu mereka tidak akan seakrab dan senatural obrolan pasangan di sebelahnya yang saling memegang tangan atau merangkul bahu, tapi Sewoon berharap mereka tidak begitu canggung dan hanya berdiam diri selama acara kencan mengingat dia hanya mendengar teman satu jurusannya bicara dan menanggapi seadanya saat ada yang bertanya padanya di hari pertama kuliah.

Tepukan seseorang pada bahu Sewoon membuat si Jung mengerjap dan menoleh dengan linglung, tidak menutupi ekspresi bingung di wajahnya saat mengetahui orang di sebelahnya bukanlah sosok yang dia kenal. Pemuda itu mengarahkan telunjuknya pada lampu pejalan kaki yang membuat Sewoon melihat warna merah untuk pejalan seperti sebelumnya, memasang ekspresi tidak mengerti sebelum mulutnya membulat seolah mengerti . . .

"Kau tidak bisa menyeberang karena terhalang dengan posisiku?" Pertanyaan Sewoon mendapat respon tawa geli dari Pemuda Tidak Dikenal itu, menutupi bagian bawah wajahnya dengan maksud tidak ingin membuat Sewoon merasa tersinggung

"Sebenarnya, tidak. Tubuhmu tidak besar dan jalanan ini tidak kecil, aku hanya menawarkan tempat meneduh karena kupikir tujuanmu masih jauh dan hujan sudah siap turun" Mendengar perkataan Pemuda Tidak Dikenal di hadapannya membuat Sewoon mendongak untuk memastikan, merasakan tetesan hujan mengenai wajahnya tidak lama setelah dia mengangkat wajah

"Aku tidak memiliki alasan untuk menolak, saat ini" Bahu Sewoon terangkat dengan santai, tidak mempermasalahkan sisi tubuhnya menjadi basah karena intensitas hujan yang meningkat dengan cepat

"Iya, untungnya begitu" Pandangan ramah orang asing itu bertemu dengan pandangan ragu Sewoon, menggunakan gestur tangan sebagai isyarat pada Sewoon untuk mengikuti dirinya. Toko Roti yang dimasuki oleh Sewoon memberi aroma harum yang terasa menyegarkan, matanya menjelajahi toko dan melihat beberapa roti yang ditaruh pada etalase

"Kau yang memiliki toko ini?" Kepala Sewoon menoleh untuk melontarkan pertanyaan pada si Pemuda yang tengah mengulurkan handuk padanya, tangannya menerima uluran handuk dari orang di sebelahnya

"Tidak, aku tidak memiliki usaha di bidang kue seperti ini. Toko Roti ini usaha milik keluargaku. Karena pemilik utamanya sedang pergi, aku yang menjaga toko ini hingga beberapa hari ke depan" Jawaban Pemuda itu hanya mendapat gumam bernada dari Sewoon sebagai balasan, sibuk mengeringkan sisi tubuhnya yang terkena tetesan hujan

"Dari perkataanmu, sepertinya kau adalah orang yang sibuk" Perkataan Sewoon mendapat respon tawa kecil dari si Pemuda Tidak Dikenal

"Aku tidak merasa seperti itu, tapi orang-orang mengatakan padaku untuk tidak terlalu mementingkan usahaku dan mulai serius melakukan kencan" Balasan Pemuda itu membuat Sewoon membulatkan mulut, sepenuhnya mengerti dengan perasaan dari orang di sebelahnya

"Kurasa, aku mengerti bagaimana perasaanmu" Ujaran singkat Sewoon membuat Pemuda dengan wajah aktor itu menoleh padanya

"Sebenarnya aku berpikir tidak ada masalah kapan kita menemukan pasangan, kita akan menemukan pasangan yang tepat pada waktu yang tepat. Bukankah begitu?" Pemuda itu menerima handuk yang selesai dipakai oleh Sewoon untuk menaruhnya di balik meja, hanya melihat anggukan Sewoon sebagai balasan dari perkataannya

"Perkataanmu kedengaran bagus, tapi aku tidak mengerti secara utuh karena tidak memiliki pengalaman sama sekali. Ah, aku minta maaf karena aku menggunakan tempatmu untuk berteduh tanpa memperkenalkan diri, namaku Jung Se Woon" Rasanya sedikit canggung bagi Sewoon untuk mengobrol panjang dengan orang yang namanya saja tidak dia ketahui, membuatnya menyebut Pria itu (dia belum terlihat tua, tapi Sewoon yakin dia memiliki usia diatas Sewoon) sebagai 'sosok asing', 'orang tidak dikenal', 'si penjaga Toko Roti', 'orang baik yang menawarkan tempat berteduh', atau beragam panggilan lain yang tentunya tidak melibatkan nama sebenarnya

"Bukan masalah, ini toko yang boleh dikunjungi oleh setiap orang" Senyuman ramah Pemuda Tidak Dikenal itu membuat Sewoon turut meninggikan sudut bibir dengan canggung, membiarkan pertanyaan tidak langsungnya terabaikan

"Oh" Hening usai Sewoon menyahut seadanya, intensitas hujan yang tinggi di luar toko memberi nyanyian diantara suasana hening Sewoon dengan si Pemuda Tidak Dikenal

"Youjin, namaku Lee You Jin" Pertanyaan tidak langsung Sewoon mendapat jawaban setelah waktu yang cukup lama, membuat Sewoon mengembangkan senyumannya dan menerima senyum balasan dari Pemuda yang sekarang Sewoon ketahui bernama Youjin

"Senang bertemu denganmu, Youjin-ssi" Sewoon masih canggung untuk melontar kalimat panjang dan ragu bagaimana dia seharusnya bersikap di pertemuan pertama dengan Youjin, tapi perasaan nyaman dari pandangan ramah juga senyuman bersahabat Youjin membuat Sewoon mengujar dengan senyum yang tidak biasa diberikannya pada orang yang baru dikenal atau ditemuinya. Dia tidak –atau mungkin belum– menganggap Youjin sebagai sosok istimewa seperti Jinyoung mengistimewakan Woojin, tapi Youjin kelihatan seperti orang yang baik dan menyenangkan untuk diajak bicara

"Rasanya senang bertemu denganmu, Sewoon-ssi" Keramahan pandang milik Youjin mengarah telak dengan mata Sewoon, perlahan menyingkirkan kecanggungan dalam pandang Sewoon. Sewoon bukan satu-satunya pejalan yang diajak Youjin untuk berteduh di tokonya, Sewoon bukan orang paling menyenangkan yang terlibat pembicaraan dengan Youjin, hanya saja Sewoon bisa dia katakan lucu dan menggemaskan. Temannya yang seusia atau lebih muda dari Sewoon membanggakan diri mereka dan menceritakan pengalaman kencan buta mereka yang berhasil hingga mereka memiliki pasangan resmi, tapi Sewoon mengujar polos bahwa dirinya hanya melakukan kencan di masa kecil dengan menggunakan cincin hadiah makanan ringan bersama teman sekolahnya.

Perkataan Youjin mengenai 'pasangan yang tepat pada waktu yang tepat' kembali berputar di kepala Sewoon saat dia menghabiskan sarapan di penghujung pekan, tepatnya setelah dia menerima pesan Gwanghyun yang memberitahu nama teman kencan butanya. Pemilik nama Youjin atau Lee You Jin seharusnya tidak hanya satu di Korea, jadi Sewoon mencari di jejaring sosial yang dia miliki dan menemukan beberapa orang yang memiliki Lee You Jin. Youjin yang memberi Sewoon tempat meneduh beberapa hari lalu bukan orang istimewa juga bukan orang menyebalkan bagi Sewoon, dia tidak mengharap pertemuan kedua juga bukan sama sekali tidak ingin bertemu dengannya. Obrolan mereka mengenai musik begitu menyenangkan walaupun selera musik mereka berbeda, dan Sewoon berharap teman kencannya nanti memiliki bahan obrolan menyenangkan yang tidak membuat canggung.

Nomor meja yang ditulis dalam pesan Gwanghyun sudah ditempati oleh seseorang saat Sewoon datang, sapaan Sewoon membuat keduanya saling melihat tanpa mengatakan apapun selama beberapa saat. Youjin di hadapan Sewoon saat ini adalah Youjin yang menawarkan tempat meneduh pada Sewoon, Youjin yang memandangnya dengan tatapan ramah dan senyuman bersahabat hingga Sewoon tidak bersikap canggung padanya. Daripada membicarakan hal pribadi atau hal favorit seperti pasangan kencan umumnya, Sewoon dan Youjin melanjutkan obrolan mereka mengenai projek musik masing-masing sebagai lanjutan dari obrolan mereka sebelumnya. Sewoon mengatakan dia belum memiliki ketertarikan pada Youjin saat tiga temannya bertanya, tapi dia menceritakan pertemuannya dengan Youjin menggunakan nada dan ekspresi yang antusias dan membuat teman-temannya tertawa selagi berpikir bahwa 'Ponyo mereka' begitu polos.

.~~~KKEUT~~~.

Kepikiran ide cerita ini waktu ngeliat karakter Youjin yang lurus aja di Age of Youth 2, tapi malah melenceng dari karakter dramanya. Karakter Youjin menurutku kayak oppa idaman banget, dan rasanya aku berterima kasih sama Youjin karena dia milih anggota Be Mine Team 2 (aku masih gamon dari rap Youjin di penampilan ini, ngga tahu kenapa). Aku tahu masih banyak kesalahan dan kekurangan, jadi silahkan review v

(Ada yang mau request pasangan Sewoon buat penutup Beloved Ponyo? Boleh anggota Be Mine Team 2, boleh juga selain mereka, asalkan masih peserta P101 S2. Kalo ngga, ya udah)