Preview:

Chapter one:

Prolog, menceritakan pasca 8 tahun setelah lahirnya G-Project. Tentang kelebihan para 'putra' yang lahir dari bibit Hinata. Si sulung Arashi (badai) adalah benih dari klan Uchiha. Tengah, si Keita (hutan) adalah pemilik mata azure dari keluarga Sabaku, dan terakhir, Kiseki (keajaiban) dari Nara. Semuanya bermula dari G-Project yang dikembangkan oleh Uchiha-Hyuuga .

Chapter two:

The lost Uchiha's, mengisahkan Tahun 2004, tentang petualangan Vinson Massif, dimana Sasuke telah menyelamatkan sejarah umat manusia tapi juga membuat lahirnya virus baru, the apocalipse. Dan kematian dari Uchiha Sasuke sebagai seorang pahlawan telah membuat Itachi jatuh terpuruk. Tahun 2009 terjadi ditorsi waktu akibat munculnya Prototype Sasuke dari masa depan, Mirai.

Chapter three:

Chemist hunt, di akhir 2009, Sasuke Mirai memulai merekrut para ilmuan G-Project. Sasuke berburu Nara Shikamaru dan Hyuuga Hinata. Dan di ceritakannya, betapa berbahayanya virus Tsukuyomi, atau lebih di kenal sebagai apocalypse.

Chapter four:

G-Project released (part 1) menceritakan asal muasal diciptakannya Sasuke Mirai, seting tahun 2401. Kembali pada tahun 2009 dimana alasan utama Shikamaru Nara bergabung bukan hanya soal ilmu pengetahuan. Ada alasan lain dibalik semua itu.

Chapter five:

G-Project released (part 2), Gaara sebagai tunangan Hinata memulai pencarian terhadap sang kekasih karena diberitakan kembali kepada mantan pacarnya. Sementara itu Shikamaru masih terjebak dalam perasaannya tentang Hinata. Sasuke Mirai menggunakan mata geometrinya untuk menuju masa depan untuk melihat langsung efek dari G-Project.

Chapter six:

Timer an apocalypse, menceritakan latar belakang kenapa Project Gennome, atau lebih dikenal G-Project dipercepat. Kedatangan Gaara ke Konoha dan juga rasa takut kelihangan Sasuke Mirai membuat Itachi memutuskan hal sulit. Ia berencana menuntaskan misi ini sebelum Sasuke Mirai 'menghilang' dari dunia ini.

Chapter seven:

Twist, badai. Beragam masalah pelik mulai dihadapi G-Project. Dari sikap Dewan Garda Nasional, dan juga permainan tawar-menawar antara Shikamaru-Itachi, Shikamaru-Hinata, Itachi-Gaara, dan terakhir Sasuke-Gaara.

G-Project

[Chapter 8: Betrayal ]

By: PORORO90

Disclaimers : Masashi Kisimoto sensei.

Warning: Typo, gaje, abal, OOC, AU dan mungkin segala ketidakjelasan lainnya.

.

Happy reading minna~..

.

.

Yang sebenarnya terjadi—

.

[Pusat Dewan Pertahanan Garda Nasional]

.

(tiga hari yang lalu)

Shimura Danzo memulai rapat darurat dengan mengumpulkan ketua-ketua organisasi ilmuwan. Misi mereka hanya satu. Menggalang koalisi untuk menjatuhkan dua klan ilmuwan terkemuka dalam sejarah peradaban dunia, Uchiha-Hyuuga.

"Kita berkumpul di sini, untuk menolak keabsahan G-Project." bahkan kalimat pertamanya langsung to the point,

Para ilmuwan hanya diam dan menebak, kemana arah pembicaraan pemimpin organisasi pemerintah ini.

"Mereka telah melampaui hak sebagai manusia. Saya harap, pemerintah menindak tegas ilmuwan yang dianggap telah mencemarkan kode etik ilmuwan."

Mereka berbisik, Danzo tahu, kali ini, ia tidak akan gagal membuat dua klan itu tumbang.

"Shimura-san, bukankah ilmu pengetahuan mengajarkan kita untuk terus bereksplorasi dan mengembangkan segala hal untuk dicapai manusia.." sanggah salah satu peserta rapat. Klan Hatake, diwakili oleh pria bermasker.

"Hatake-san. Saya tidak membahas konteks tentang pengembangan ilmu pengetahuan, tapi membahas hukum tentang penciptaan manusia. Di Negara majupun praktek cloning dan sejenisnya membuat keberadaan Tuhan menjadi kabur dan tidak terakui. Lalu, apakah kita akan bertahan dengan manusia yang menganggap dirinya Tuhan?!"

.

Kakashi memincingkan mata, antara bingung dan emosi menghadapi provokasi Tuan Shimura.

.

"Saya harap, dewan segera memberikan eksekusi terhadap G-Project. Mereka, telah melampaui batas dengan menjadi Tuhan yang berikutnya!

"Ini adalah omong kosong!" ujar Kakashi dingin, "Ilmu pengetahuan dan ke-Tuhanan, aku malas meladeni ceramah membosankan seperti ini. Ini menggelikan—" mata Kakashi menyiratkan rasa geli dan juga rasa heran. Bagaimana mungkin seorang Danzo, seorang ilmuwan bisa mencampur adukkan ususan ilmu dan Tuhan? Di mana korelasinya?!

.

SRAAAKKK,

.

Kakashi bangkit dari kursinya, "Kita di sini bukan anak kecil, Tuan Shimura. Kita tahu bahwa ilmu pengetahuan dan agama tidak pernah berjalan bersama.." dia mengambil map hijau di atas meja. Ia merasa pembicaraan ini hanya sebuah aduan kecemburuan dari ilmuwan yang merasa tersingkirkan,

"Dan kami cukup dewasa untuk tahu apa motif di balik curhatmu itu.." Kakashi berjalan untuk pergi dari ruang rapat.

.

Danzo menggeram, ia murka! Hatake terakhir ini, memang terkenal seorang yang sangat liberal, dan Danzo tidak menyukainya!

"Kau akan menyesal jika kau tidak berbalik, Hatake-san!" geram Danzo.

Tapi lelaki berambut perak itu masih melangkah, dan Danzo kembali memuntahkan amarahnya.

"Lihatlah di layar laptop kalian apa yang sedang kita bicarakan ini. Dan kau—" Danzo menatap mata separuh Kakashi, "Lihat dengan mata kepalamu sendiri apa yang sedang kita hadapi."

.

.

.

Di layar putih di belakang mimbar proyektor menghadirkan sesuatu yang membuat mata Kakashi membulat.

Mutasi genetika.

.

Bentuk kromosom yang terpampang di layar membuat langkah kaki Hatake Kakashi berhenti. Terkejut sekaligus takjub.

.

Ini mahakarya,

.

Bukan dua puluh tiga— juga bukan dua puluh empat. Tapi dua puluh enam. Ini gila! Bahkan untuk pikiran Hatake Kakashi si ahli kromosom DNA. Mau tak mau, dengan hati setengah terpaksa lelaki bersurai perak itu kembali ke bangkunya. Ia harus mendengarkan ocehan Danzo lagi.

.

"Anggaplah aku seorang stalker atau apa saja dalam kamus rendah kalian. Mungkin kalian juga menganggapku sampah karena jelas-jelas ingin menghancurkan Uchiha, tapi bukalah mata kalian baik-baik—"

Danzo mengambil nafas, "Kalian ingin tahu mengapa para Uchiha selalu bisa menjadi yang terdepan?" mata Danzo menyipit, "Bukan kebetulan, juga bukan suatu kerja keras.."

Para ilmuwan diam, seolah kalimat Danzo adalah suatu mantra yang membuat mereka bungkam.

"Uchiha punya kelebihan kromosom. Kalian bisa mengeceknya pada layar masing-masing.."

Hatake mendengus, ia kesal. Kesal pada keadaan. Ia kenal Itachi, ia kenal Neji. Dan lebih dari itu, ia sebenarnya terlibat dalam Vinson Massif. Dan semua bukti Danzo membuatnya tak bisa melakukan apa-apa demi Itachi dan timnya!

"Uchiha Sasuke memiliki susunan 25,5. Lebih dari seorang ksatria penyelamat bumi bernama Uchiha Itachi yang memiliki 25 kromosom!"

"Shimura-san, anda tahu kalau kromosom dua puluh empat itu ada, dan riset menunjukkan kalau kromosom 24 ada pada diri Adam dan maaf, anak dengan kebutuhan khusus.. Jadi di manakah letak keistimewaan Uchiha yang mempunyai dua puluh lima kromosom?" Mei Terumi, kepala divisi ilmuan untuk kawasan Timur Jauh, yang meliputi wilayah Timur Tengah hingga Pegunungan Ural bertanya pada pria yang telah berumur itu.

.

Ada seringai pada wajah Danzo.

.

"Sharingan.." gumam Danzo, "The eyes of the Pandora. Mata yang bisa menjelajahi waktu dan ruang."

"Ckckck.." Kakashi berdecak, "Itu hanya mitos."

"Bisa kau jelaskan proyek Vinson Massif, Hatake-san. Kupikir kau lebih tahu dari kami karena kau juga terlibat pada proyek environment itu—"

Skak mat!

Kakashi tahu ia terjebak.

"Tidak ada yang istimewa, kami hanya membuat lapisan es baru dengan teori adaptasi nuklir. Nyatanya toh kami berhasil, tapi—" Kakashi berhenti, ia menyadari ia telah melakukan blunder. Kecil tapi fatal!

"Bisa kulanjutkan?" Danzo memberikan tatapan mencemooh, ia tahu pertanyaan retoris itu palsu. "Seharusnya Uchiha Sasuke mati tertimbun jutaan kubik es itu. Dan tidak juga seharusnya Itachi yang berada dalam pusat komando di Puncak Knutzen, terlihat oleh satelit, tiba-tiba saja berdiri di samping Sasuke yang nota bene berada di Puncak Vinson Massif?! Apakah ini bisa dijelaskan oleh akal logika?"

Kakashi menghela nafas lelah. Danzo telah berupaya sedemikian rupa untuk menjatuhkan dua ilmuan paling berpengaruh.

"Bagaimana kau menjelaskan kepadaku, bagaimana cara Itachi kembali ke ruang kendali di Knutzen sementara adiknya berada di Vinson Massif telah tertimbun es?!"

Yang paling baik untuk Kakashi hanyalah diam,

"Harusnya selama lima tahun yang lalu, dengan kedaan tertimbun dan radiasi, Sasuke dipastikan tewas. Kecuali—" Danzo menggantung kalimatnya.

"Mata geometrinya, bekerja.." gumam Kozuki-san, kepala Ilmuwan untuk kawasan Pasifik Raya. Matanya berkilat penuh kekaguman, seolah menemukan sebuah harta karun yang lama menghilang.

"Tepat sekali.." Danzo memberikan senyum sumbing. Dan demi segala hal yang mengalir dalam darah Kakashi, ia membenci pimpinan rapat kali ini.

"Dalam DNA Sasuke, ada sebuah keunikan. DNA itu seolah mengikat fungsi mata geometri. Dan perlu kalian tahu. DNA Sasuke Uchiha, memiliki semacam shield yang berfungsi untuk mempertahankan diri dari virus.."

"Apa maksud semua ini?!" Kakashi bosan dengan ocehan manusia di depannya.

"Mereka sedang menciptakan Uchiha-Uchiha baru dengan segala keahlian mereka. Tidak ada jaminan mereka mungkin melakukan kudeta. Kenapa kalian tidak pernah bertanya, kenapa Uchiha butuh cloning ini?!"

.

BRAKKK!

.

Kakashi menggebrak meja. Habis sudah kesabarannya. "Ini hanya akal bulusmu untuk menyabotase G-Project."

"Hahahaha," Danzo justru tertawa, "Kalau begitu jelaskan mereka nekat sekali menjalankan G-Project bahkan sebelum proposalnya sampai di kantor kita?! Bisa kau jelaskan tindakan illegal ini?!"

Mata Hatake Kakashi menyipit, ia takkan bisa menjelaskan hal fatal semacam itu. Ini blunder! Sial! Dia terjebak!

"Mereka menciptakan manusia super! Dan mereka mungkin berencana melakukan kudeta!"

Kakashi tahu apa yang hinggap di otak-otak perwakilan ilmuan itu. Ia tahu semua akan terjadi.

.

DOK-DOK-DOK

.

Palu di ketuk,

MISSION ABORTED!

Ya! Misi digagalkan. Ini final! Dan tak terbantahkan.

[G-Project]

.

Di tempat lain.

Ruang steril.

Ruangan utama Pusat Uchiha Research Center.

`.

Perintah untuk pencekalan sudah resmi di keluarkan tiga hari yang lalu. Shika juga sudah membuat Hinata menyetujui sarannya tentang menjadi 'eve' bagi calon embrio anaknya dan anak Uchiha. Kini ia bisa leluasa bekerja tanpa takut apapun.

.

Shikamaru Nara tersenyum. Meski ia tak bisa membuat Hinata menjadi ibu dari anaknya melalui penetrasi yang normal, tapi setidaknya ia telah menjadi bagian permanen dari wanita itu. Ia mengerti, jika program vertilisasi in vitro bukanlah hal baru dalam dunia kedokteran. Ia mengerti kalau jika pembuahan di luar seperti ini sangat besar resikonya. Dengan segala kemungkinan dan kecanggihan teknologi ia berusaha mengembangkan sistem dimana benih yang disemai akan memiliki kualitas yang sama dengan induk. Dengan kata lain, ini kloning yang terlalu sempurna. Mereka akan memiliki pemikiran sendiri, memiliki kehidupan sendiri tanpa adanya system yang dicangkokkan. Mereka memiliki privilege untuk menetukan apa dan bagaimana cara mereka hidup.

Hinata masih berbaring di aras ranjang yang terasa dingin. Sementara yang lain menunggu di luar. Ada baiknya mereka membiarkan Shika bekerja dengan baik.

"Kau sudah siap?"

"Hu'um" ujar Hinata singkat.

Shikamaru menutup mulutnya dengan masker. Tangannya dengan gesit mengambil sebuah botol kecil di meja stenlis di sampingnya. Ia juga mengambil jarum dan menyobek ujung palstik yang membungkusnya. Matanya yang tajam mengecek jika jarum itu masih dalam keadaan steril. Lalu dengan sigap menusuk botol yang telah berisi serum hormonal itu lalu mengambil cairan didalamnya dengan menarik ujung injeksi.

Ini adalah proses pertama dari rangkaian tahapan vertilisasi in vitro.

Shika mendesah, setidaknya dengan rangsangan hormonal semacam itu, ia mengharapkan setidaknya terdapat hingga lima sampai denga sepuluh folikel telur yang berkembang di rahim Hinata. Tahapan ke dua, akan lebih sulit. Proses surpresi dari ovulasi dengan harapan telur tidak pecah secara alami. Untuk hal itu, shika mengambil short protocol dengan menyuntikkan cairan GnRH antagonist. Tahap ketiga, telur yang sepenuhnya matang akan diambil melalui tindakan minor OPU (Ovarium Pick Up). Tahap ke empat, telur akan dimasukkan kedalam media kultur dan dibuahi oleh sperma. Tahap ke lima, telur yang telah menjadi embrio akan dimasukkan kembali kedalam rahim, yaitu dengan Embryo Transfer (ET).

Tahapan vertilisasi ini bisa dibilang seperti kebanyakan bayi tabung normal. Shikamaru mengambil enam dari sel telur Hinata. Ia hanya berjaga-jaga kalau prosentase keberhasilan mereka rendah. Lalu jika ini hanya bayi tabung biasa kenapa harus melalui serangkaian protokol keamanan? Jawabnya hanya satu. Belum ada di dunia ini seorang ibu yang berhasil melahirkan dua anak dari embrio yang berbeda ayahnya. Apalagi jika itu merupakan embrio super. Shika amat paham resiko yang akan menimpa Hinata, atau bayinya. Dalam keadaan normal, bayi yang memiliki perbedaan resus akan memberikan perlawanan pada ibunya. Ini bisa menyebabkan kematian. Entah ibunya yang mati atau janin itu. Dua janin akan melakukan fight in kepada ibu dan saudaranya yang lain. Ini berarti mereka akan berjuang saling membunuh untuk mendapatkan asupan yan yang cukup.

Masalahnya sekarang? Tidak ada suntikan hormonal manapun di dunia ini yang bisa menyokong Hinata. Itu adalah berita paling buruk yang coba Shika tanggung. Dalam kegelisahannya untuk membuat serum yang sempurna ia harus menghadapi kenyataan jika obat perangsang rahim yang terakhir diberikan tidak membuat efek apapun untuk Hinata. Suatu keunikan dari wanita yang dicintainya adalah, Hinata punya kelebihan untuk menetralkan sesuatu. Dia seperti kapas, jika yang dijatuhkan adalah merah, maka, yang ada adalah merah. Suatu keuntungan karena bayi yang nanti akan diimplan akan mirip dengan ayahnya. Masalahnya sekarang bagaimana cara menempelkan embrio jika rahim Hinata belum matang untuk ditempeli?

Lelaki itu keluar dari ruangan laboratorium. Mukanya kusut. Sebuah benda bergetar di saku jas lab yang digunakannya.

Shikamaru tahu 'siapa' yang meneleponnya. Tangannya dengan cekatan menyentuh telepon selular yang ternyata touchscreen itu.

.

"Ada seseorang yang menjadi penyusup."

"Aku juga sudah tahu."

"Emmm, kau—"

"Aku tidak terlibat." Potong Shikamaru, "Tapi aku tahu siapa yang berkhianat,"

.

Terdengar tarikan nafas di seberang,

.

"Shino,"

"Ya." Terdengar sahutan di ujung telepon.

"Minta bantuan pada Kakashi untuk 'mengulur', aku akan membicarakan ini dengan yang lain. Satuhal lagi, buang poselmu, dan jangan menghubungi nomor ini, mengerti?!"

[G-Project]

.

for the things I had miss,

.

.

Sasuke memandang rumah berjendela besar di hadapannya. Ia menyunggingkan senyum hangat. Tatapannya melembut seolah hidupnya berada di sana. Ia merasakan sesak di dadanya, namun ia hanya ingin, melihat masa depan yang datang dan tak pernah ia nikmati. Untuk hal itu, ia mencoba menyimpannya dalam ingatannya yang pendek.

Rumah itu terlihat sederhana untuk sekelas Profesor Hinata dan Profesor Sabaku no Gaara. Bangunannya didominasi oleh warna putih yang terlihat terang, tipikal Hinata. Rumah itu tampak hidup dengan taman kecil dan sebiuah kolam koi yang terlihat indah di pandang. Tanaman perdu yang seolah ada di sana memang dikhususkan memanjakan mata siapapun. Sangat Gaara, terkesan hidup dan penuh kedamaian. Dan dia bangga, pernah menyerahkan Hinata pada Gaara.

Sebuah mobil, berwarna putih memasuki halaman keluarga kecil Sabaku. Seorang wanita yang ia rindukan, wanita yang membutnya terus bertahan hidup, sedang berjalan keluar dari mobil. Disusul oleh anak lelaki yang mengingatkannya pada masa kecilnya.

"A'chan.." sayup Sasuke dapat mendengar suara Hinata untuk memanggil anak yang serupa wajahnya.

Dahi Sasuke berkerut, anaknya bernama A'chan?

Sang anak sedang terlihat mengomel pada kursi belakang, lalu terlihat bocah lain yang mengingatkannya pada seseorang. Muka malas dan inosen itu membuatnya mendecih,

"Tch! Nara, eh—" gumamnya.

Ketiganya masuk dalam rumah. Yang membuat Sasuke terpaksa menyelinap untuk memastikan sesuatu. Sesutu yang terasa menganjal di hatinya.

.

Pertanyaan seperti, apakah setelah aku pergi Hinata bisa bahagia?

Atau, bagaimana cara anaknya tumbuh?

Apakah mereka bisa menjalani hidup dengan baik?

Apakah mereka sehat?

Pertanyaan kecil, yang baginya berarti.

.

Di sini, di jendela besar yang berlawanan dengan tatapan keluarga kecil itu ia mengetahui. Jika anaknya bernama Arashi, saudaranya yang berwajah malas bernama Kiseki, dan seorang anak berambut merah? Ini diluar prediksinya? Apakah..

Ia tersenyum penuh arti, rupanya dugaanya benar. Instingnya tidak salah. Hinata akan punya seorang anak yang lain dari Gaara. Seorang anak lelaki yang selau terlihat tulus dan penuh kasih sayang. Keita, sebuah nama yang berarti hutan. Sasuke menghembuskan nafas. Rasa sakit itu tidak begitu terasa ketika ia meminum obat dari Itachi. Yang obat pembunuh rasa sakit itu bekerja maksimal, namun.. apa yang di gariskan oleh Tuhan, tak bisa dilawan kan?

Sasuke Mirai membuka kancing bajunya. Lebam yang tadinya berupa titik-titik didadanya telah menyebar dengan cepat. Kini seluruh pembuluh darahnya berwarna kebiruan. Dadanya yang dulunya putih kini telah berubah warna menjadi ungu tua. Kulit jaringannya telah mati.

Ia mendesah, setidaknya ia tahu, selepas ia pergi nanti, ia bisa melihat kebahagiaan hadir—

Lalu Sasuke berjalan pelan menjauhi kediaman Sabaku. Senyuman hangat mampir di wajahnya yang selalu terlihat dingin. Ia bahagia, ada impian yang terkabul.

'Hinata bahagia'.

Itulah impiannya.

[G-Project]

.

.

.

Uchiha-Research Center.

Ruangan Itachi Uchiha.

.

Itachi memijat pelipisnya. Kakashi baru saja mengabarkan kalau dewan akan mengirimkan pasukan elit untuk mencekal dan mengambil alih system G-project. Ini bukan hal yang bagus. Dan ia tak bisa menyerahkan apapun. Tidak saat misi masih setengah jalan. Itachi menggeram. Ia harus bagaimana? Lalu kesadaran membimbingnya kepada sesuatu yang membuat jantungnya berpacu,

'Di mana Sasuke?'

Sudah dua hari matanya tak bisa menemukan adiknya itu. Ia sangat mengenal adiknya. Tidak mungkin Sasuke akan pergi terlalu lama dari mansion kecuali..

Sial!

Sasuke dalam masalah.

Secepat yang Itachi bisa, kakinya segera pergi dari ruangan perdinding kayu itu. Sebelum tangannya meraih handel pintu. Tiba-tiba saja suara Shikamaru terdengar.

"Itachi-sama.."

Itachi membiarkan pintu terbuka dan Shikamaru masuk ke dalam ruangannya.

"Ada apa?"

"Kita harus menghilangkan semua dan segera mengevakuasi yang kita bisa."

"Ini mustahil."

"Pasukan akan datang kurang dari sebelas jam. Kita akan kehilangan apapun kalau semuanya berada di tangan mereka."

"Bagaimana kau bisa tahu?" mata Itachi memincing.

"Bukan hanya kau yang menaruh telik sandi."

"Tch! Dan bukan berarti bukan kau yang berkhianat.." Itachi menatap tajam ke arah manik kelam milik Nara Shikamaru.

Senyum Shika mengembang,

Bukan aku!

Itachi merasa sesak. Ia tidak mengerti mengapa pikirannya bisa menyuarakan hal itu, bahkan ia dapat mendengar suara Shikamaru di pikirannya. Sial! Pengendali pikiran uh-? Rupanya inilah yang disembunyikan Shikamaru? Keahlian telepati absolut? Memanipulasi pikiran? Membaca pikiran?

Ya! Aku dapat membaca pikiranmu,

Bahkan bibir Shika melengkung sambil memperlihatkan senyum mengejek.

"Keluar kau dari pikiranku, Shika!" geram Itachi.

Tidak, sebelum kau mengevakuasi peralatan dan memindahkannya ke laboratorium pribadiku!

"Kau bukan pimpinan di sini, sadarilah!"

Mereka akan datang kurang dari sebelas jam. Dan kau tahu? Yang pertama mereka incar adalah embrio adikmu,

Itachi bahkan sempat mendengar Shikamaru terkekeh dalam otaknya. Sebelum Itachi mengelurkan prasangkanya, Shikamaru telah memotong.

Kubilang bukan aku yang berhianat! Tidakkah kau berpikir bagaimana penyusup itu tahu segalanya tentang kau dan operasimu? Tidakkah itu aneh bagimu?

"Apa maksudmu?!"

Kenapa kau tak pernah tahu Neji menghianatimu?

.

Itachi merasa jantungnya sakit. Neji?

Tidak pernah sedikitpun dalam benaknya kalau Neji akan seperti itu. Selama ini mereka bersahabat. Mereka bahkan selalu menjalin kerja sama, lalu mengapa?

Kau tidak tahu ya, kalau Neji itu mengidap sister complex? Lelaki itu mencintai adiknya sendiri! Lebih dari itu, jika Uchiha tidak ada mungkin saja perusahaan Hyuuga menjadi yang terdepan. Kau mengerti kan?!

Itachi menatap tajam ke dalam mata Shikamaru yang gelap.

Ia berniat menikahi Hinata? Incest, gila, tapi bisa saja. Kekuasaan mengubah siapapun..

"Diam kau!"

Itachi buru-buru mengambil sebuah kartu bening yang terbuat dari kaca optik dari dalam laci meja kerjanya yang telah diberi password. Lalu memberikan lempengan bening itu kepada Shikamaru. "Lakukan apapun untuk melindungi harta kita,"

Aku tahu!

"Dan berhentilah berkeliaran di kepalaku, bangsat!"

Dan setelah itu Itachi mereasakan kelegaan saat tiba-tiba suara Shika tak terdengar di kepalanya.

"Terimakasih, Itachi. Aku akan mengambil alih semuanya."

[G-Project]

.

.

Gaara tidak mengerti kenapa orang itu ada di sana. Menatapnya dengan pandangan benci yang menusuk. Ia masih juga tidak mengerti, semua yang dulu pernah terlewati begitu hangat menjadi sedingin itu. Bingung? Tentu saja. Ketika tanganmu terikat ke belakang. Dan kau disuruh untuk duduk berlutut. Sementara sejam yang lalu kau tiba-tiba didatangi beberapa pria kekar yang tiba-tiba saja menghajarmu membabi buta, lalu menyeretmu ke tempat asing seperti ini.

Dan yang lebih mengherankan lagi, sahabatnya berada di sana. Duduk dan menyilangkan tangan di dada, sambil memandangnya dengan tatapan kasihan.

"Apa yang sebenarnya terjadi, Neji?" mengabaikan rasa nyeri di bahu dan tulang rusuknya, Gaara berusaha menjaga suaranya tidak serak. Ia membutuhkan ketenangan.

Neji Hyuuga, kakak Hinata berdiri dari kursinya, senyumnya mengejek. "Kau bertanya seolah kau yang jadi korban,eh—"

Gaara tidak menyukai nada dingin dari Neji. Dia diam dan melanjutkan Neji mengumbar perasaannya.

"Sudah kubilang kan, jangan dekati Hinata."

Gaara berdengus, "Kupikir kau hanya ingin adikmu bahagia. Dan aku sanggup membahagiakannya!"

"Aku menginginkannya!"

"Kau gila!" desis Gaara.

.

BUAGH!

.

Satu tendangan bersarang di dadanya. Rasanya terlalu nyeri dan menyakitkan. Tangan kekar tukang pukul di belakangnya menjambak rambut merah Gaara.

Seringai jahat muncul di wajah Neji. "Kau juga berkomplot dengan para Uchiha.."

"Kau—"

"Ya!" potong Neji dingin. "Akulah yang berhianat.." Neji terkekeh. "Sudah berapa kali ya? Harus-nya Uchiha bungsu sudah mati saat aku menyabotase nuklirnya.."

Gaara menggeram. Jadi semuanya ulah Neji? Sial!

.

"Sebelum mereka mengantarmu ke surga, aku harus pergi. Danzo memerlukan bantuanku. Dan satu hal, aku tak sempat mengahadiri pemakamanmu, Sabaku.."

Neji menghilang dari pandangan Gaara dengan memasuki mobil berwarna hitam.

.

Gaara menyeringai. Sudah saatnya sesuatu dalam dirinya terbangun. Matanya berkilat saat para tukang pukul mulai mendekati tubuhnya. Mereka tidak menyadari kalau pasir-pasir mulai terangkat dan menari membentuk pusaran. Beberapa batu runcing tiba-tiba saja juga terangkat dari tanah. Dengan kecepatan tinggi apa yang sudah diciptakan oleh Gaara menerjang para preman yang di sewa Neji. Satuhal yang tidak pernah Neji tahu. Bahwa Gaara, juga memiliki satu bakat yang tak pernah dipublikasikan.

Beberapa saat kemudian, beberapa orang tergeletak di tanah. Mereka tampak diam, tidak bergerak. Terutama saat paru-patu mereka telah terisi oleh pasir.

Gaara bangkit. Hinata dalam bahaya. Ia ahrus menyelamatkan Hinata. Segera!

_TBC_

.

.

.

a/n:

Apakah saya memberikan tanda TBC di tempat yang salah?

Hehehe, maaf jika cerita ini menjadi seperti ini. Maafkan pula keterlambatan updatenya. Jujur saja perlu observasi dan googling saat membuat chapter ini. Chapter ini merupakan chap yang berat karena saya harus mencampur adegan supranatural dan juga ilmiah. Semoga para readers menyukainya (^_^)

Terimakasih atas partisipasi anda dalam menyumbangkan review.

Baiklah, saya akan membalas review terlebih dahulu.

Arum Junnie: ini dah dilanjut, tetap setia mereview ya..

Meong: ya, terimakasih pujiannya, apabila ada sesuatu yang mengganjal, kamu bisa PM saya, hahaha (^o^)

j. vickovie: ini juga dibuat untuk kepentingan plot. Jadi harap bersabar. Meski begitu saya akan menyajikan ending yang tak bisa Anda lupakan, bersiaplah.. #Plak! Digampar reader.

Flower lavender: ya, saling menyakiti adalah sifat manusia. Tapi saling membahagiakan juga sifat manusia. Gak kepikiran kan, lok sebenarnya Shika juga punya sisi baik.

Guest (1) : ya ini udah saya lanjutkan. Semoga kamu menikmati..

kirei-neko: ya makasih atas partisipasinya menyumbangkan review. Ya, chap ini dimulai pengembangan G-Project tapi juga kendala yang tiba-tiba muncul ^^

yukori kazaqi: iya Yuko, ini saya update lagi. Saya gak mau menanggung hutang fanfict. T_T

Moofstar: ini yang paling kurindu dari kamu. Kamu kritis. Kamu tahu apa yang terjadi sebelumnya. Oke, saya kan menjelaskannya. Sudah kebongkar kan siapa yang paling jahat? Shika begitu karena ia juga menyayangi Hinata. Sampai G-Project berjalan, meskipun si Sasuke Mirai meminta Gaara menikahi Hinatanya, tapi Gaara dan Hinata masih berada dalam posisi bertunangan. Trus kenapa Sasu minta Gaara menikah untuk melegalkan semuanya? Jawabannya ada di chap besok. Sabar yaaaa.. ^_^

AzuraCantlye: movie? Aku gak kepikir ke situ T_T #mewek. Tapi emang visualisasinya aku ngebayangin film the day after tomorrow (chap Vinson Massif) trus X men (soal pindah ruang) huhuhu..

Aizy. evilkyu: (=,=) aku tahu kalo chap ini kamu juga pasti bakal muter otak lebih lagi. Soalnya bahasa kamus kedokteran nyasar semua di fict ini. Gomen kalo kamu gak mudheng.

Hel hazelnut: komen kamu adalah komen yang menjadi favorit aku. Tentu aja karena kamu kritis banget menaggapi chap sebelumnya. Pertanyaanmu semua terjawab di chap ini kan? #kedip-kedip.

Ajun. chai. 1: ya, konfliknya makin kebelakang tambah rame. Kuharap kamu menikmatinya.

..

Yooosssshhhhh!

Untuk lebih menyemangatiku,

RnR dong, #kedip-kedip ampe klilipan.

Best regards:

Pororo90 (^_^)