Too Late?
Ch 9
Rate M
GS
Pairing KYUMIN – SIMIN- KYURIN
Masih pemula, masih butuh perbaikan. Salam kenal buat semua readers , dan mohon bantuan nya dengan kritik dan saran yang membangun. Typo mohon dimaklumi :P
Summary : masa lalu Leeteuk, Kangin, Jarin membayangi hidup Lee Sungmin tanpa ia sadari . Namun boleh kah Sungmin berharap masa depan nya adalah Cho Kyuhyun? dengan semua kesakitan Sungmin untuk mencintai Kyuhyun. apakah Kyuhyun akan membalas cinta nya.?apa kah kebahagian Sungmin akan datang terlambat?
Nananananannanaanna silakan baca!
KYUMIN
"dia demam dan sedikit kelelahan. Kalau soal dia muntah muntah tadi itu karena dia sedang morning sick dan itu wajar untuk seorang ibu hamil."wanita kemeja putih itu tersenyum kecil pada Kyuhyun.
"gomawo Yunhee ah." Kyuhyun berjalan mengikuti Yunhee hingga didepan pintu apartement nya.
"kau harus menjaganya Kyu, dia sangat lemah. Dan selamat atas pernikahan mu yang tersembunyi ini." wanita itu terkekeh singkat." Kau sahabat ku yang paling jahat karena tidak mengundang ku diacara pernikahan mu."lanjut yeoja cantik itu dengan suara yang dibuat buat seram.
"kau tahu ini hal yang sangat mendadak, kuharap kau bisa menjaga rahasia ini. kami memang sengaja menyembunyikan nya dari publik." Ujar Kyuhyun santai.
"ahh, yasudah aku mengerti kondisimu, aku pergi dulu ne. Anyeong."
Kyuhyun mendesah lemah setelah menututp pintu apartement nya, hari sudah sore namun Sungmin belum sadar juga, dan itu membuat Kyuhyun sedikit khawatir dan akhir nya ia menelfon sahabat nya yang sekaligus seorang dokter untuk memeriksa Sungmin.
Dengan pelan Kyuhyun tarik gorden berwarna pink muda untuk menutup jendela kaca besar yang menampakan kemerahan senja dikota seoul.
"mungkin aku harus membuat makanan." Ujar Kyuhyun pelan saat merasakan perut nya yang bergejolak minta disisi.
Namja itu menepuk kening nya pelan saat mengetahui isi lemari pendingin nya masih kosong. Ia baru ingat jika umma nya belum sempat berbelanja untuk persediaan makanan di aparteent barunya. Dengan sedikit lemas, Kyuhyun menyahut kunci mobil nya yang terletak di meja dapur.
KYUMIN
"eungh," lenguhan kecil keluar begitu saja dari bibir merah Sungmin. gadis itu mengerjap ngerjap kecil berusaha menyesuaikan pandangan nya dengan sinar lampu kamar.
Gadis itu mengernyit saat berusaha duduk dengan denyutan dikepalanya yang membuat nya pening. Dengan pelan, Sungmin bangkit dari tempat tidur nya dan kembali mengernyit lagi setelah ia baru saja sadar bahwa tadi pagi ia pingsan dikamar mandi, namun saat ia bangun ia sudah ada di kamar nya sendiri.
'jangan jangan' dengan sedikit berlari Sungmin keluar dari kamar nya. ia ingin memastikan, apakan Kyuhyun yang telah membawanya kekamar, namun nihil, gadis itu hanya melihat seluruh ruangan diaparteent nya sepi tak berpenghuni.
"omo, Sungmin ah..." suara seruan itu membuat Sungmin menolehkan kepalanya yang masih berdenyut. Mata Sungmin langsung menangkap sosok Kyuhyun yang berlari dengan kantung belanjaan nya menuju kearah nya.
"demi Tuhan, kau baru saja bangun dari pingsan mu yang sangat lama dan kau sudah berkeliaran di apartement ini." seru Kyuhyun sedikit keras, tangan namja itu mencengkeram bahu Sungmin, entahlah mengapa ia melakukan ini, yang pasti ia merasa begitu kaget saat tiba dari supermarket untuk berbelanja dan melihat Sungmin yang tadi pingsan sudah berjalan jalan diapartement nya.
"aku kira aku sendirian disini." Cicit Sungmin pelan.
Cengkeraman Kyuhyun melemah. Kata kata Sungmin seperti membuat hatinya merongrong, ia merasa iba pada wanita yang telah ia sentuh paksa hingga hamil itu. Mungkin benar kata sahabat nya tadi bahwa ia harus menjaga Sungmin, ia wanita hamil yang lemah.
"mianhae, aku pergi sebentar untuk membeli bahan makanan." Ujar Kyuhyun pelan.
Kyuhyun bergegas menuju lemari pendingin untuk menyusun beberapa kotak daging segar, buah buahan dan susu segar. Sedang kan Sungmin hanya duduk di kursi meja makan dengan mata tak lepas dari Kyuhyun.
"apa perlu ku bantu." Kata Sungmin kemudian saat melihat Kyuhyun yang sedikit kelabakan dalam menata belanjaan nya di lemari pendingin dua pintu itu.
"tidak usah, kau duduk saja." Kyuhyun menatap Sungmin dengan alis yang bertautan." Kau belum makan kan?" lanjut Kyuhyun.
Sungmin tersenyum kecil. "ne, aku belum makan." Jawab nya.
"baiklah, kau tetap duduk disitu dan aku akan membuat makan malam untuk kita."
Sungmin mengangguk pelan sembari menopang dagunya dengan tangan. Kyuhyun tampak begitu tampan. Sedikit rasa bersalah menyelimuti hati Sungmin lagi, Kyuhyun dan adik nya harus berpisah karena Kyuhyun harus bertanggung jawab atas dirinya, Sungmin memang tidak terlalu dekat dengan Jarin, entah mengapa sifat Jarin dan Sungmin berbeda sekali, jadi Sungmin lebih suka menyendiri. Namun meski begitu Jarin adalah dongsaeng nya, Sungmin sangat menyayangi Jarin.
Sungmin menerawang, ia masih ingat saat itu Jarin menyetujui untuk berpisah dengan Kyuhyun. Sungmin sedikit lega walau rasa bersalah tetap kentara dihatinya.
Tek.
Sungmin menoleh pada Kyuhyun yang sudah berdiri didekat nya dan barusaja meletakan segelas susu hangat di meja Sungmin.
"minumlah, cuaca sedang dingin." Ujar Kyuhyun sebelum beranjak lagi menuju penggorengan.
Sungmin tersenyum menatap Kyuhyun yang sedang memasak sebuah pasta. Dalam hati Sungmin berharap, dongsaeng nya akan menemukan seseorang untuk dijadikan pengganti Kyuhyun yang lebih baik dan mencintai adik nya dengan sepenuh hati. Terutama keinginan Sungmin adalah agar Kyuhyun dapat melepas Jarin sepenuhnya, dan Jarin dapat melepas Kyuhyun sepenuhnya.
'semoga waktu akan memperbaiki semua nya' gumam Sungmin dalam hati
Ctek, Kyuhyun mematikan kompor elektrik nya dan mengangkat panci berisi pasta itu ke meja dapur. Dengan cekatan Kyuhyun menuangkan pasta bersaus merah itu ke dua buah piring besar pipih. Setelah dirasa cukup, namja pucat itu segera membawa dua piring berisi pasta itu menuju meja makan. Senyum Kyuhyun merekah kecil, gadis itu tertidur dengan kepala yang menumpu pada tangan yang dilipat dimeja. Jika dipandangi lebih jauh, wajah Sungmin bahkan lebih terlihat seperti anak kecil daripada yeoja dewasa, jika orang awam lihat, pasti mereka akan bilang bahwa Sungmin adalah adik Jarin.
"bangunlah, makanan sudah siap." Kyuhyun menggoyangkan sedikit bahu Sungmin.
Sungmin merespon, gadis itu membuka pelan matanya dan menata Kyuhyun dengan senyum kecil.
"mianhae, aku ketiduran." Ujar Sungmin.
Mata Sungmin berbinar kala melihat begitu indah nya pasta buatan Kyuhyun yang terhidang dihadapan nya. tanpa menunggu perut nya lebih lama berbunyi, gadis itu segera menyuapkan pasta itu kedalam mulut nya.
"mashita.." ujar Sungmin tanpa sadar.
Kyuhyun menatap Sungmin dengan senyum kecil, gadis itu tampak lahap menyantap pasta buatan nya. Tapi, asal gadis itu tahu, seumur hidup Kyuhyun keahlian memasaknya hanya dengan membuat pasta, selebihnya ia tidak akan bisa melakukan nya dengan benar. Seperti memasak nasi yang kekerasan, membuat sup yang tawar dan mempotong buah buahan yang berakibat pada tangan nya yang tergores pisau. Pasta pun Kyuhyun buat dari pasta instan dengan sedikit bumbu rahasia ala Kyuhyun.
"ahhhhh." Desah Sungmin saat suapan terakhir masuk sepenuhnya kekerongkongan nya. " ini enak Kyu, walau sedikit pedas." Ujar Sungmin senang.
"ne, apa kau mau lagi?" tanya Kyuhyun saat menyadari mata Sungmin tak lepas dari piring nya yang baru terkurang setengah.
Sungmin menggeleng pelan namun matanya masih tetap menatap pasta buatan Kyuhyun. sedangkan Kyuhyun, namja itu tersenyum geli, dengan pelan tangan Kyuhyun menggeser tempat duduk nya agar lebih dekat dengan Sungmin dan menggeser piring nya dihadapan Sungmin. "cha, makanlah, aku sudah kenyang." Ujar Kyuhyun.
Sungmin menatap Kyuhyun malu, dengan pelan Sungmin masukan suapan demi suapan pasta dimulutnya.
"gomawo." Cicit Sungmin pelan.
KYUMIN
Sungmin tampak begitu segar dengan kaos lengan panjang nya yang menjuntai sebatas lutut dan sepatu rumah berwarna putih yang ringan. Gadis itu berjalan mendekat jendela kaca besar di ruang tamu utama dan menarik gorden yang menutupi cahaya pagi dikota Seoul dengan riang. Gadis itu mengernyit, ada bagian gorden yang tidak bisa ditarik, sepertinya pengait yang ada diatas nya tersangkut kain gorden itu.
Sungmin dengan susah payah menaruk sebuah kursi kecil menuju kearah jendela. Gadis itu menggulung rambut panjang nya dengan sebuah sumpit sebelum menaiki kursi itu.
"issh, benarkan, pengaitnya terselip. Baiklah aku akan menanganinya." Gumam Sungmin.
Kaki putih nya terlihat berjinjit menggapai kaitan gorden yang sedikit lagi ia capai dengan tangan nya. Tubuh Sungmin tidak begitu tinggi, hanya sebatas wanita korea pada umum nya, jadi tak salah jika gadis itu kesusahan menggapai kaitan gorden setinggi 2 meter lebih sedikit itu.
"eunggg... sedikit lagi, sedikit lagi.." kaki nya masih terus berjinjit menggapai, sampai...
"arhhhh."
Sungmin menutup matanya rapat saat badan nya limbung dan jatuh. Jatuh? Sungin mengernyit dalam pejaman matanya, jika jatuh, kenapa badan nya tidak merasakan sakit, tapi malah badan nya seperti melayang. Dengan pelan, Sungmin buka mata nya dan kemudian mata itu terbelalak saat melihat namja pucat dengan wajah tampan nya tengah melihat nya dengan marah.
"kau tahu, jika aku tidak datang tepat waktu dan menangkapmu tadi, kau pasti sudah jatuh." Ucap Kyuhyun setelah menurunkan Sungmin dari gendongan nya.
Sungmin menunduk dalam." Aku hanya mencoba menarik pengait gorden nya." cicit Sungmin.
"kau bisa meminta tolong padaku."
"ne, mianhae."
"baiklah, aku akan pergi bekerja, kau tidak usah bersihkan rumah, nanti akan ada Kang ahjumma yang akan membersihkan rumah ini." ujar Kyuhyun sebelum pergi meninggalkan Sungmin.
KYUMIN
Sungmin merapi kan sedikit dan danan nya, dress biru tua sebatas lutut dengan jaket tebal berwarna pink dirasa cukup pantas untuk Sungmin mendatangi dokter kandungan yang diceritakan Siwon.
"ahjumma, saya pergi ke rumah sakit sebentar ne." Ujar Sungmin saat menemukan Kang ahjumma yang sedang enata bunga di ruang tamu.
"ne, nona." Jawab yeoja paruh baya itu.
Sungmin memilih untuk pergi dengan menggunakan taksi, gadis itu tidak bisa mengendarai mobil, dan tidak mau merepotkan Kyuhyun untuk mengantar nya kerumah sakit, maka dari itu, ibu hamil ini menelfon taksi untuk mengantarkan nya ke Seoul Hospital.
KYUMIN
Sungmin menatap sekitar taman Seoul Hospital dengan mata foxy nya. gadis itu tersenyum manakala matanya menangkap sesosok namja maskulin dengan kemeja abu abu nya sedang melambaikan tangan kearah Sungmin. namja itu tidak sendiri, tangan namja itu menggandeng seorang namja kecil dengan baju putih khas rumah sakit nya.
"apa oppa sudah menunggu lama?" tanya Sungmin saat Siwon dan Kiwon sudah berdiri disebelah nya.
"anieo." Ujar Siwon.
" anieo noona cantik." Ujar Kiwon dengan riang.
Sungmin tersenyum kecil, namja mungil ini sangat genit terhadap nya, namun Sungmin sangat menyukainya, Kiwon tumbuh menjadi namja kecil yang periang dan menggemaskan.
Siwon Kiwon dan Sungmin berjalan beriringan melewati lorong rumah sakit, beberapa kali Siwon nampak menyunggingkan senyum joker nya pada suster yang sedang melintas alhasil suster suster yang mendapat senyuman gratis dari sang pemilik rumah sakit itu pun terpekik kesenangan.
Siwon membuka handel pintu bercat putih itu pelan. Siwon sedikit memundurkan badan nya untuk mempersilahkan Sungmin dan Kiwon masuk.
"baiklah, aku akan menunggu diluar." Ujar Siwon sebelum menutup pintu itu.
Sungmin menatap seorang yeoja cantik yang tidak lain adalah dokter kandungan itu dengan senyuman manis.
"anyeonghaseo, kau Sungmin kan?" tebak wanita cantik itu yang sukses membuat Sungmin mengernyit penuh tanya.
Sungmin duduk memangku Kiwon." Anda mengenal saya.?" Tanya Sungmin bingung.
"kemarin aku datang ke apartement Kyuhyun karena dia menelfon ku untuk memeriksa mu."dokter cantik itu mengulurkan tangan nya kearah Sungmin." Jung Yunhee, sahabat Kyuhyun dan dokter kandungan di Seoul Internasional Hospital." Lanjut Yunhee dengan riang.
"Lee Sungmin." jawab Sungmin kaku.
Yunhee mengernyit " Cho Sungmin, ingat nona, kau sudah menikah dengan Cho Kyuhyun sahabat pabbbo ku kan." Yunhee tersenyum geli melihat rona merah dipipi Sungmin. " aku tahu, kalian merahasiakan nya. oke baiklah, mari kita periksa kandungan mu. dan kau adik kecil. Kau bolehikut dengan ku tapi jangan berisik ne."
"Ne, Imo." Seru Kiwon antusias.
Sungmin menatap datar kelangit kamar ruamh sakit itu, rasa geli dan dingin akibat gel khusus yang dilumuri diperut nya hampir tak terasa. Pikiran gadis itu melayang menuju ucapan Yunhee tadi. Cho? Menurut Sungmin, apakah ia pantas menyandang marga Cho jika Kyuhyun sebagai suaminya belum bisa mnerima nya sepenuhnya. Entah lah selama ini yang Sungmin lihat dari segala yang dilakukan Kyuhyun adalah bentuk dari pertanggung jawaban namja itu saja.
"Sungmin." suara lembut Yunhee menyentak kesadaran Sungmin.
"ne." Jawab Sungmin cepat.
"kau bisa lihat, bayi mu sangat sehat. Kau harus perbanyak makanan bergizi ne, kulihat berat badan mu belum naik secara wajar seperti yang dialami perempuan hamil lain nya." kata Yunhee sembari terus menggosok perut Sungmin dengan alat USG nya.
Sungmin menatap takjub pada gambar di monitor itu, begitupula Kiwon yang duduk disamping Yunhee. Sungmin dapat melihat sesuatu yang masih samar namun nyata hidup didalam dirinya. Perasaan haru menyeruak dihati Sungmin, yeoja itu meneteskan air mata bahagia. Gendang telinga nya pun menangkap detak jantung pelan dari bayinya.
"Noona, apa yang belgelak gelak itu dongsaeng nya Kiwon?" tanya Kiwon penasaran.
"ne, chagi, dia baby min , dongsaeng Kiwonie"
" Saeng Min, nama yang indah Noona." Seru Kiwon semangat.
"baiklah, kurasa cukup untuk pemeriksaan kali ini, kau bisa datang kapan pun jika kau mau untuk memeriksakan Baby Min mu." Yunhee tersenyum sembari mengemasi alat alat medis nya yang ia gunakan tadi.
"ne. Apa aku boleh membawa cetakan gambar USG ini.?" tanya Sungmin pelan.
"tentu saja, Minnie, kau bisa memanggil ku Unnie." jawab Yunhee dengan lembut. Sungmin tersenyum manis mendengar jawaban Yunhee, teman Kyuhyun ini sangat baik.
KYUMIN
Sungmin melangkahkan kaki nya dengan lemah, kini gadis itu sedang berada di jalanan menuju Mirotic caffe. Kedua sahabat nya yang super itu mengajak Sungmin untuk bertemu di caffe langganan mereka tersebut. Sungmin tersenyum singkat saat mendapati siluet dua sahabat nya yang duduk tenang dengan cokelat panas dan panecake di hadapan mereka.
"anyeong.." sapa Sungmin dengan senyum kecil nya.
"ahhh, pengantin baru kita datang. Duduk lah Min, kami sudah memesankan cokelat hangat untuk mu." ujar Eunhyuk mempersilah kan sang sahabat untuk duduk diantara mereka.
"huhhhh aku sangat gugup saat Donghae datang kerumah ku kemarin." Eunyuk mulai bercerita dengan senyum yang amat cerah." Kau bisa bayangkan Minnie , Wookie ? Donghae membawa bunga mawar merah yang begitu banyak hingga rumah ku hampir seperti toko bunga. Appa sangat marah pada Donghae karena elamar ku lagi, ini sudah terhitung 3 kali ia melamar ku, namun appa masih belum percaya pada Donghae, menurut appa Donghae masih seperti anak kecil. Padahal Donghae adalah namja yang sudah dewasa secara fisik dan mental, bayangkan saja, jika Donghae masih anak kecil, kenapa dia bisa membuat bibir ku bengkak setiap kali berciuman dengan nya." lanjut Eunhyuk dengan nada yang sangat lirih di akhir kalimat nya.
Sungmin menggelengkan kepalanya kecil, sahabat nya satu ini memang sangat pervert. Beda dengan Sungmin, wajah Ryeowook sudah sangat merah dan kedua tangan gadis mungil itu sibuk mengipasi wajah nya yang memanas.
"Hyukie, kumohon jangan terlalu frontal." Tegur Wookie halus.
Eunhyuk menatap menyipit pada teman mungil nya. " kau jangan pura pura suci Wookie, aku tahu beberapa waktu yang lalu si kepala besar itu baru saja memberimu tanda merah dileher."
Sungmin tersenyum geli dengan tingkah kedua sahabat nya ini.
"YAA... sudah kubilang itu karena digigit nyamuk, Yesung oppa tidak akan berani memberiku tanda merah seperti yang ada dipikiran kotor mu itu. Bahkan setelah 2 tahun berpacaran dia hanya mau mengecup bibir ku saja." Ryeowook langsung menutup mulut nya saat kelepasan bicara." Ooppsss"
Eunhyuk tergelak tawa, begitu pula dengan Sungmin, emmbiarkan Ryeowook yang merutuki ucapan nya. Hubungan nya dengan Yesung seperti pacaran orang jaman dulu, tanpa apapun yang biasa orang dewasa lakukan, dan baru beberapa hari yang lalu, namja penyuka kura kura itu mau mengecup bibir nya. sebenar nya Ryeowook akan menceritakan hal itu pada dua sahabat nya, namun ia masih malu. Alhasil hari ini ia kelepasan bicara.
"aku malu sekali..." cicit Ryeowook sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan mungil nya.
Sungmin menarik tangan yang menutupi wajah Ryeowook dan tersenyum begitu manis."tidak usah malu, itu malah bagus jika Yesung oppa hanya mau mengecupmu, tidak lebih, itu arti nya ia begitu menyayangi mu, hingga ia menahan semua keinginan namja nya sampai nanti saat kalian menikah."
"Minnie.." Ryeowook memeluk tubuh sahabat nya dengan pelan. Sungmin memang sangat hebat membuat perasaan nyaman dan bahagia setiap orang yang berada didekat nya.
"yaaa... Min, apa kau arah karena aku telah melakukan hal lebih dengan Donghae bodoh itu." tanya Eunhyuk dengat sedikit penyesalan.
Sungmin menggeleng pelan." Donghae namja baik, meskipun kau dan dia mungkin sudah melakukan hal yang dewasa, tapi Donghae mau melamar mu dan kulihat dia namja yang bertanggung jawab."
Eunhyuk bergabung dengan Ryeowook, memeluk Sungmin yang duduk ditengah mereka. Kedua sahabat itu merasakan hal yang sama ketika memeluk tubuh hangat Sungmin, damai dan bahagia.
"ne, dia memang namja yang baik, tapi Min, kami hanya sekedar ciuman... ciuman yang sedikit basah." Cicit Eunhyuk pelan.
Sungmin tersenyum kecil, ia merasa menjadi seorang ibu bagi dua sahabat nya yang sedang memeluk nya manja sekarang.
Eunhyuk dan Ryeowook melepas pelukan nya.
"Minie, bagaimana kabar baby min?" tanya Ryeowook.
"dia baik Wookie, tadi aku baru saja menemui uisanim untuk pemeriksaan mingguan."
"ku harap bayi itu akan memiliki sifat baik mu min." Celetuk Eunhyuk.
Sungmin tersenyum sembari menyesap cokelat panas nya. " tentu saja Hyukie." Jawab Sungmin.
"dan jika dia yeoja, dia harus secantik dirimu, dan jika dia namja dia harus setampan dirimu, karena yang aku lihat jika kau jadi namja kau juga pasti akan tampan min." Kekeh Eunhyuk.
"ne." Cicit Sungmin pelan.
Ryeowook menatap tajam Eunhyuk, yang dibalas dengan tatapan bingung Eunhyuk. Ryeowook sangat tahu apa yang dirasakan Sungmin. Gadis itu sedang mengingat akan posisi nya sekarang yang dinikahi oleh namja yang menghamili nya namun dengan terpaksa karena tanggung jawab.
KYUMIN
Drtt drrt drtt
Sungmin merogoh tas kecil nya dan mengangkat ponsel putih nya.
"yeoboseo, umma!" jawab Sungmin sopan. Ternyata sipenelfon adalah mertua nya.
"kau ada dimana chagi, umma mencari mu di apartement tapi kau tidak ada disini."
"aku baru saja memeriksakan kandungan ku umma."
"umma akan menjemput mu kerumah sakit ne."
"aku sudah tidak dirumah sakit lagi, umma. Aku sedang di Hyundai Mall."
"baiklah, tunggu umma akan menjemputmu disana. "
"ne."
Sungmin menghela nafas kecil. Barusaja ia pamit dengan dua sahabat nya dan langsung berjalan menuju Hyundai mall yang tidak jauh dari Mirotic caffe. Ia sedang ingin berjalan jalan sendiri sembari mencari barang barang yang ia butuh kan di apartement baru nya.
Lama berjalan menyusuri mall besar itu sembari menunggu panggilan dari Heechul, Sungmin memutuskan untuk duduk di depan toko dengan brand "Gucci". Mata Sungmin menyipit menatap deretan dasi dasi yang ditata rapih di sana. Dengan pelan, Sungmin beranjak dan masuk ke dalam toko itu dan langsung menuju deretan dasi. Mata gadis itu berbinar menatap sebuah dasi berwarna biru tua yang begitu lembut dan indah.
"anyeong, nona. Dasi itu keluaran terbaru dari brand kami, bahan nya begitu lembut dan berkualitas, sangat cocok untuk suami anda, atau namja chingu anda, bahkan untuk appa anda." Tawar seorang pelayan toko tersebut.
Sungmin tersenyum dan mengangguk engiyakan pendapan sang karyawati itu." tolong bungkuskan ne." Pinta Sungmin lembut, karyawan itu pun tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"ini, nyonya." Ujar karyawati berseragam hitam sembari menyerahkan tas belanjaan Sungmin dan kartu kredit Sungmin.
"ne, khamsamida."
Drrtt drtt drttt...
"yeoboseo.."
"kau dimana chagi, umma ada di Bon caffe di lantai dasar."
"ne, umma. Aku akan segera kesana."
Sungmin memacu langkah nya setelah menutup telefon dari Heechul, segera gadis itu menuju lantai dasar.
Sungmin tersenyum sopann kala mendekati meja Heechul, caffe bergaya eropa itu sungguh elegant ditambah dengan adanya Heechul di sebuah meja kayu dengan baju bererk nya yang pasti.
"bagaimana hari mu dengan anak nakal itu Minnie.?" Tanya Heechul setelah memesankan makann untuk mereka berdua.
Sungmin tersenyum kecil." Baik umma."
"ahh, bukan kah kau tadi barusaja memeriksakan bayi mu?" Sungmin mengangguk. " bagaimana, dia baik baik saja kan?" lanjut Heechul.
"ne, umma. Kata dokter dia berkembang dengan baik dan detak jantung nya normal." Sungmin menatap Heechul enggan." A..apakah kabar appa dan Jarin baik baik saja umma.?" Tanya Sungmin takut takut.
Heechul sedikit tergagap mendengar pertanyaan Sungmin, apakah gadis itu mempunyai masalah dalam hubungan nya dengan Kangin dan Jarin. Heechul menggeleng pelan, tentu saja, setelah kejadian itu hubungan Sungmin dan Jarin akan renggang, tapi dengan Kangin? Apa namja itu juga menjauhi Sungmin.
Heechul menggenggam tangan Sungmin yang terasa dingin." Mereka baik baik saja, kudengar Jarin dan Kangin pergi ke jepang untuk mengurusi anak perusahaan Kangin disana."
Tak dapat dipungkiri kesedihan merayapi hati Sungmin."oh, ne. Aku mencoba menghubungi Jarin namun tidak bisa, begitupun appa." cicit Sungmin pelan namun masih dapat didengar oleh Heechul.
Heechul menatap kasihan pada Sungmin, dengan pelan dibelainya tangan sang menantu, Heechul semakin merasa ada hal yang tidak beres dengan hubungan Kangin dan Jarin, serta Sungmin. "ah, mungkin mereka sedang sibuk, chagi. Umma saja tahu itu semua dari Hannie." Hibur Heechul dengan senyum kecil.
"ne.." jawab Sungmin dengan senyum kecil.
"setelah makan kita akan berbelanja sebentar ne." Ajak Heechul dengan riang.
"ne umma."
KYUMIN
Heechul dan Sungmin tampak hanyut dalam dunia yeoja mereka. Memilih milih pernak pernik bayi yang ada di salah satu toko perlengkapan bayi terkemuka di Seoul.
"apa kau suka baju bulu bulu itu Minnie?" tanya Heechul saat memperhatikan Sungmin yang tidak henti hentinya membelai lembut baju bulu berwarna pink yang mungil itu.
Sungmin mengangguk."ne umma, tapi, meskipun bulu nya sangat lembut ini sangat tidak cocok untuk bayi karena kulit mereka masih terlalu sensitif."
Heechul mengangguk mengiyakan."bagaimana kalau ini." Heechul mengangkat stelan dress ukuran mini berwarna kuning dengan bunga bunga merah jambu yang lucu. Wajah Sungmin berbinar menatap nya.
"yeoputha." Ujar Sungmin pelan sembari membelai detail baju bayi itu.
"ayo kita membeli nya, kalau bayi mu sudah lahir, kita harus mengajak nya berjalan ditaman dengan baju cantik ini."
"tapi uma, bagaimana kalau bayi ini seorang namja." Tanya Sungmin sambil memegangi perut nya.
Heechul tampak berfikir." Benar juga."senyum Heechul terkembang." Kau harus membuat bayi lagi dan harus yeoja."
Sungmin gelagapan, wajah nya sudah semerah tomat." Umma..." cicit nya malu.
Namun sedetik kemudian tatapan Sungmin berubah sendu, airmata nya pun meleleh. Apakah ia akan bertahan mampu mempunyai bayi lagi dengan Kyuhyun kelak, jika Kyuhyun sendiri masih menganggap nya sebagai tanggung jawab nya semata.
Sungmin segera mengusap airatanya dengan tangan sebelum beranjak menyusul Heechul yang berapa di bagian kereta dorong bayi.
"Minnie, uma rasa kita harus membeli semua yang ada disini... ini sangat lucu..." ujar Heechul gembira.
Sungmin tersenyum geli menatap mertua nya yang sedang mengagumi detail kereta bayi berwarna hitam putih itu. "kurasa membeli satu saja sudah cukup umma."
"kau tidak tau saja Sungmin, dulu saat aku mengandung anak nakal itu, aku membeli sebuah toko peralatan bayi hanya untuk anak nakal itu, meskipun anak itu belum lahir. Dan setelah lahir, aku hanya memakai satu barang dari toko itu, setelah itu aku menjual toko itu kembali."
Sungmin tergagap mendengar perkataan Heechul."umma boros sekali..." gumam nya tanpa sadar namun dapat didengar Heechul.
"hehehhe, kau sama seperti Teuki . lembut, penyayang, sabar dan tidak suka menghamburkan uang untuk hal yang tidak berguna." Heechul mendekati sungin dan memeluk nya." aku menyayangi mu Minnie." Gumam nya.
Sungmin tersenyum senang dan membalas pelukan Heechul
KYUMIN
Awan hitam sudah memayungi kota Seoul, gerimis kecil membasahi daerah tersebut. Hawa dingin menyengat kulit. Ditempat yang hangat itu, di kamar bernuansa putih pink, Sungmin duduk dan memeriksa seluruh barang belanjaan nya. ia tersenyum saat menatap seluruh barang barang yang ia beli, dress kecil berwarna pink dengan bunga merah jambu ,sepasang sepatu bayi berbahan rajut berwarna pink, dan yang terakhir dasi berwarna biru tua.
Sungmin menepuk nepuk dagunya, bagaimana ia memberikan dasi itu, ia masih terlalu malu dan canggung untuk berinteraksi lebih dekat dengan Kyuhyun.
Kruyyukkk...
Suara lembut perut nya membuat Sungmin sadar bahwa ia belum makan malam, namun jangan kan makan, melihat roti atau nasi saja ia sudah mual. Gadis itu hanya memakan panecake saat bersama sahabat nya, dan salad saat bersama Heechul.
Sungmin bergegas mengganti baju nya dengan piama kedodoran milik nya. Dengan bersenandung, gadis itu berjalan mendekati lemari pendingin, mengecek isi dari lemari pendingin itu. Kang ahjumma hanya bekerja untuk membersihkan rumah disiang hari, selebih nya, yeoja paruh baya itu akan pulang. Sungmin sebenar nya tidak terbiasa dirumah sendirian, untunglah apartement nya tak sebesar mension Lee, jadi ia tak perlu merasa takut. Jam masih menunjukan pukul 7 dan yang pasti, Kyuhyun belum pulang kerja.
"ishhh, tidak ada yang bisa kumakan, hanya apel saja?" gerutu Sungmin pelan."aku ingin ice creammm..."
Gadis itu masih sibuk memilih milih apel merah yang akan ia makan hingga tak menyadari seorang namja dengan sebuah kardus yang dipeluk nya menatap Sungmin dengan bingung.
"kau mencari sesuatu.?" Tanya namja itu.
Sungmin hampit menjatuhkan apel yang ia pilih saat mendengar suara Kyuhyun.
"aku mencari buu buah apel." Jawab Sungmin pelan.
Kyuhyun mengangguk sesaat sebelum berjalan menenteng kardus menuju ruang santai. Sungmin mengikuti Kyuhyun dari belakang sembari menggigiti apel merah pilihan nya.
"ahh, ini sangat tua sekali, aku harus membeli yang baru." Celoteh Kyuhyun sambil membongkari isi kardus tersebut yang ternyata adalah kaset kaset game nya.
"bukan kah itu kaset game terbaru bulan lalu." Cicit Sungmin saat melihat kaset bercover mobil sport yang Kyuhyun pegang. Ia tahu kaset itu dari Eunhyuk yang sebulan lalu menghadiahi keponakan nya dengan kaset game terbaru itu. jangan tanya Sungmin engenal hal semacam itu karena ia sering bermain game, atau penggila game. Sungmin sama sekali belum pernah bermain game seperti itu.
"yeah, sebulan yang lalu dan aku sudah menamatkan nya dua hari setelah aku beli." Jawab Kyuhyun sambil mengatur kaset kaset nya dalam lemari di sebelah TV layar datar."ah, kurasa aku akan mencoba yang ini." gumam Kyuhyun sembari membolak balikan kaset game yang dua minggu lalu ia beli dan ia belum menyelesaikan misi terakhir game tersebut.
Kyuhyun mengatur dan menyetel semua nya sampai ia sudah duduk tenang di bawah dengan stik PS yang ada digenggaman nya.
"apa kau mau bergabung." Tanya Kyuhyun menatap Sungmin yang duduk kalem di sofa.
Sungmin menggeleng." Anni, aku tidak bisa bermain, aku melihat saja."
Kyuhyun mengangguk dan memulai permainan nya. Naja berkulit pucat itu meang sangat akrab dengan game, dari kecil, sampai sekarang, ia akan memainkan game jika ia sedang santai dan tertekan. Dan untuk sekarang, Kyuhyun memainkan game nya dengan perasaan yang tertekan atas semua masalah yang ia hadapi, dari pada ia salurkan untuk mengumbar emosinya pada orang lain, ia lebioh memilih menuangkan segala emosi nya pada game nya.
YOU WIN
Kyuhyun tersenyum menyeringai, game nya baru saja tamat dengan Kyuhyun sebagai pemenang nya. sedikit merenggangkan otot pada leher dan tangan nya Kyuhyun membiarkan alat alat game nya tercecer di lantai. Ia sedang lelah, ia membutuh kan tidur. Kyuhyun sedikit terkehut saat mendapati Sungmin masih duduk di sofa dengan tenang, dan damai dalam tidur nya.
"bagaimana bisa kau tidur saat aku sedang bising memainkan game ini.?" gumam Kyuhyun sembari mendekat kearah Sungmin.
Dengan pelan Kyuhyun angkat badan kurus Sungmin, Kyuhyun merasa kecanggungan sedikit demi sedikit luntur dalam hatinya, meski rasa cintanya pada Sungmin sama sekali tidak ada, hanya rasa kasihan saja dan rasa tanggung jawab. Kyuhyun tidak dapat membayangkan bagaimana kehidupan rumah tangga nya dengan Sungmin dan hubungan nya dengan Jarin untuk waktu yang akan datang, yang bisa Kyuhyun lakukan sekarang adalah menjalani apa yang ada.
Cklekk.
Kyuhyun menyenggol kursi Sungmin dengan kaki panjang nya.
Senyum terkembang di bibir tebal Kyuhyun menatap barang barang yang terjajar rapih di atas tempat tidur Sungmin. dengan pelan Kyuhyun baring kan Sungmin disisi yang kosong dan menyelimuti gadis itu, kemudian di beresi nya barang belanjaan Sungmin satu persatu. Tatapan Kyuhyun melemah menatap sepasang sepatu bayi dan dress mini cantik itu, tidak bisa dipungkiri ada perasaan hangat saat ia sadar bahwa beberapa bulan lagi ia akan enjadi seorang appa, namun disisi kecil hatinya masih tidak bisa menerima bayi itu karena bayi itu lah penyebab hancurnya pertunangan nya dengan Jarin dan pernikahan nya dengan Sungmin, gadis yang bahkan baru ia kenal dalam hitungan bulan.
Tangan Kyuhyun terhenti saat membelai benda lembut panjang yang tidak lain adalah dasi kerja berwarna biru tua yang sangat lembut.
"apa ini untuk ku?" tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.
Namun segera Kyuhyun menggelengkan kepalanya." Mungkin ini untuk teman dekat nya yang dokte ritu. Atau untuk appa nya." gumam Kyuhyun sebelum meletakan dasi itu di atas nakas tempat tidur Sungmin.
TBC/END?
mian update lama. dan gomawo yang sudah mau nunggu
Maaf kalau ga ada feel ya. Ntar saya berusaha lebih baik lagi dalam menciptakan feel nya. maaf update lama... jam penerbangan saya sebagai seorang siswi SMA kian padat.. wehehhehe
Seluruh review kalian saya baca dan saya buat masukan kok meski ga saya jawab atu atu.
Oke, saya mau promo... ada ff baru yang sungguh gaje dari saya... kalau minat, monggo dibaca dan di review ya, kalau respon jelek ya saya gag lanjut disini, saya lanjut di lain lapak, weheheheh Dan sudah update juga, judul nya LOVE (kalogasalah)#plakk
Keep review
Love you...
Nananawrite #bow.
