Title : Please, Don't Leave Me Alone
Genre : Brothership and Family
Rating : Fiction K+
Cast : Kyuhyun, Super Junior member, Jungwon, Yoon Shi Yoon, Kim Bum, Lee Hong Ki, Onew, Song Jong Ki
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.
Warning : Not YAOI. It's pure friendship, brothership, and complicated family relationship.
Summary : Dia agak demam hyung/ 'Biar saja dia tahu bahwa dia tidak diharapkan di sini!'/ Kyu! Apa yang kau lakukan di sini?/ Sebenarnya ada yang mau kukatakan pada kalian../ Ada apa Siwonnie?!/ Semua sudah kembali normal../ Eomma../
.
"Please..Don't Leave Me Alone" part 9
.
"Bagaimana keadaannya?" Sungmin yang datang ke kamarnya bertanya pada Siwon.
"Dia tertidur, sepertinya agak demam.. bajunya juga masih basah, lebih baik hyung bantu menggantikan bajunya ya.. Aku mau mandi dulu.." Siwon pun pergi meninggalkan kamar.
Sungmin pun menggantikan baju Kyuhyun dengan pakaian kering. Namun, saat Sungmin mengganti baju Kyuhyun, ia melihat beberapa luka bekas memar di tubuh Kyuhyun. Sungmin terkejut melihat kondisi tubuh Kyuhyun. "Sebenarnya bagaimana kehidupanmu selama ini, Kyu?"
Sungmin bertanya pada Kyuhyun yang masih memejamkan matanya sambil meletakkan kompresan di kening Kyuhyun.
.
"Bagaimana keadaannya?" Leeteuk tiba – tiba sudah berada di belakang Sungmin.
"Dia agak demam hyung.." Sungmin menghela napas berat dan kembali berbicara pada Leeteuk, "Hyung, apa kau tahu mengenai keluarga kyuhyun?"
"Aku belum sempat mencari tahu. Ada apa? Kenapa kau bertanya mengenai hal itu?" Leeteuk menatap Sungmin heran.
"Kupikir kau harus tahu tentang hal ini, hyung.." Sungmin pun memperlihatkan bagian tangan, perut, serta punggung Kyuhyun yang terdapat bekas memar. Leeteuk yang melihat kondisi tubuh Kyuhyun yang seperti itu langsung terkejut.
"Kau tahu siapa yang melakukan semua ini padanya?" Sungmin bertanya pelan pada Leeteuk.
"Aku tidak tahu.." jawab Leeteuk yang masih shock dengan keadaan Kyuhyun.
.
Sudah pukul 03.00 dini hari. Sungmin sudah tertidur di kasurnya, sedangkan Leeteuk masih terduduk di samping kasur Kyuhyun dengan mata lelah dan perasaan bersalah. Ia mengingat segala perilaku yang sudah ia lakukan pada Kyuhyun.
'10 dari 12 anggota menolak kehadirannya! Kenapa masih mendatangkan dia ke sini?!'
'Biar saja dia tahu bahwa dia tidak diharapkan di sini!'
'Jika memang kau merasa sepatu ini sudah tidak layak pakai, belilah yang baru! Jangan seperti orang susah! Sekolah mu adalah sekolah Shinhwa kan? Masa murid dari sekolah mahal seperti itu tidak bisa membeli sepatu?!'
'Aku tidak ingin sepatu jelekmu itu merusak latihan kita! Jadi, pakailah sepatu jelekmu itu sekarang dan kita mulai lagi latihan ini dengan serius!'
Bukan hanya itu, Leeteuk juga mengingat segala tingkah laku yang ditunjukkan Kyuhyun selama ini. Ia mengingat bagaimana Kyuhyun terus tersenyum dan heboh pada saat mengisolasi sepatunya. Ekspresi Kyuhyun yang takut – takut saat datang terlambat ketika latihan. Senyuman yang dipaksa muncul dari bibir merah Kyuhyun saat Leeteuk menyuruhnya untuk membersihkan ruang latihan. Mata lelah Kyuhyun saat menatap Leeteuk, ketika dirinya menyuruh Kyuhyun membeli sepatu baru. Serta…
Ekspresi Kyuhyun saat melihat isi dompetnya dan senyuman yang seharusnya tidak Kyuhyun munculkan pada saat di Apotek. 'Aku rasa se..bentar lagi napas..ku sudah kemba..li normal, aku tidak jadi mem..beli ini..'.
Semua kilas balik ini terus terngiang di otak Leeteuk. Tanpa ia sadari, tangan kanannya terus membelai lembut kepala Kyuhyun. "Kau tahu seberapa takutnya aku saat kau berhenti bernapas saat di van tadi? Kau tahu seberapa rasa bersalahnya aku saat akting senyummu kau munculkan hanya karena uangmu tidak cukup membeli obat? Tahukah kau bahwa aku sangat frustasi saat melihatmu tak berdaya? Dadaku ikut sesak melihat kesakitanmu tadi Kyu… Cepatlah sembuh uri magnae.. Cepat bangun dongsaeng terkecilku.." Ucap Leeteuk lembut sambil terus mengusap pelan kepala Kyuhyun. Leeteuk pun membenarkan selimut Kyuhyun dan pergi ke kamarnya sendiri untuk beristirahat.
.
Keesokan paginya.
Semua member, kecuali Kyuhyun, sarapan di meja makan. Mereka makan dengan pikiran mereka masing – masing. Tapi sudah bisa ditebak bahwa mereka sedang memikirkan Kyuhyun. "Bagaimana keadaan Kyuhyun sekarang, Sungmin hyung?" Shindong tiba – tiba bertanya.
"Demamnya sudah mulai turun.. tapi dia masih tertidur saat aku keluar kamar" Sungmin menjawab dengan wajah sedikit cemas. Leeteuk mendengarkan jawaban Sungmin dengan seksama.
.
Suasana menjadi sunyi kembali. Pikiran mereka kembali memasuki dunianya sendiri. Tapi hal ini terhenti saat Kyuhyun dengan wajah pucatnya tiba – tiba berjalan mendekati hyung – hyungnya di ruang makan dan duduk di salah satu bangku yang kosong. Ia melipat kedua tangannya di meja makan dan membaringkan kepalanya yang masih pusing di atas lipatan tangannya tersebut.
"Kyu! Apa yang kau lakukan di sini?" Donghae bertanya mewakili seluruh hyungnya yang terlihat kaget bercampur bingung dan khawatir atas kedatangan Kyuhyun. Namun, pertanyaan Donghae yang juga ditunggu jawabannya oleh semua orang saat itu diabaikan oleh Kyuhyun. Ia hanya memejamkan matanya yang masih terasa berat untuk mengurangi rasa pusing yang bersarang di kepalanya.
"Yaaa.. Kyuhyun – nie.. Kalau kamu masih sakit, sebaiknya sekarang kembali ke kamarmu.." Sungmin menyarankan pada Kyuhyun dengan sangat lembut sambil mengelus pipi Kyuhyun. "Badannya masih sedikit hangat.." Sungmin memberitahukan kepada member lain yang terlihat penasaran dengan keadaan Kyuhyun.
Leeteuk yang sudah tidak bisa membiarkan keadaan Kyuhyun seperti ini akhirnya berdiri dan berjalan mendekati Kyuhyun. Salah satu tangannya memegang leher Kyuhyun, seolah – olah ingin membuktikan perkataan Sungmin. "Apa yang kau rasakan saat ini, kyu?" Leeteuk bertanya dengan lembut.
Kyuhyun akhirnya membuka mata sayunya dan menatap wajah Leeteuk yang berada di samping wajahnya. "Aku baik – baik saja hyung, hanya masih sedikit pusing.." Kyuhyun menjawab pertanyaan Leeteuk dengan lemah, lalu Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan tersenyum kepada hyung - hyungnya. "Aku benar – benar tidak apa – apa, hyuuuung.." Kyuhyun kembali meyakinkan. Namun, Leeteuk justru menatap Kyuhyun dengan dingin. 'Senyuman itu lagi.. Senyumanmu selalu memberikan arti sebaliknya.. Aku benci semua senyuman palsumu itu Kyu..' batin Leeteuk di dalam hati.
"Kau harus istirahat di kamar!" Leeteuk langsung menggenggam erat tangan Kyuhyun dan menariknya. "Aku tidak mau hyung.. Aku ingin di sini saja.." Kyuhyun menahan tarikan Leeteuk hingga akhirnya ia jatuh dari kursi.
"Hyung! Apa yang kau lakukan!" Siwon segera berlari mendekati Kyuhyun dan membantunya bangun. "Kau tidak apa – apa Kyu?" Tanya siwon khawatir. Kyuhyun hanya mengangguk tanpa menatap wajah Siwon. Leeteuk yang masih berdiri di samping Kyuhyun menatap Kyuhyun dingin. Namun, ekspresi dingin Leeteuk mencair saat tangan hangat Kyuhyun menggenggam tangan Leeteuk.
"Bolehkan aku tetap di sini? Di kamar terlalu sepi.. Aku lebih suka di sini, hyung.." Kyuhyun berbicara dengan suara lemah yang bisa ia keluarkan. Leeteuk membalas tatapan sayu Kyuhyun dengan anggukan setuju. Leeteuk pun kembali ke kursinya.
"Kau mau makan apa Kyu? Biar aku bantu ambilkan.." Ryeowook bertanya kepada Kyuhyun. Kyuhyun hanya menggeleng lemah, sambil berkata "Aku tidak lapar hyung..". Kyuhyun pun kembali melipat kedua tangannya di atas meja untuk menyangga dagunya.
"Kau harus makan Kyu.. Perutmu tidak boleh kosong.." Sungmin berbicara lembut pada Kyuhyun. Namun, Kyuhyun mengabaikan kata – kata Sungmin.
"Ini.. Minum ini.. setidaknya tubuhmu harus diberi tenaga.." Leeteuk menyodorkan segelas susu coklat pada Kyuhyun. Kyuhyun langsung tersenyum dan menerima susu coklat tersebut dengan senang hati. "Gomawo hyuuung.." ucap Kyuhyun manis.
Kyuhyun meminum susu tersebut perlahan – lahan. Semua hyungnya juga kembali memakan makanan mereka.
"Hyung.." tiba – tiba Kyuhyun berbicara, "Sebenarnya ada yang mau kukatakan pada kalian.." Kyuhyun berbicara sambil memainkan gelas susunya.
"Ada apa Kyu?" Tanya Donghae penasaran.
"Aku mau meminta maaf.." jawab Kyuhyun.
"meminta maaf karena apa?" Donghae bertanya kembali. Semua hyungnya juga kembali dibuat penasaran.
"Semalam.. walaupun aku tidak ingat apa pun yang terjadi.. tapi aku pasti sudah sangat merepotkan kalian.." Kyuhyun berbicara sambil terus menundukkan kepalanya, "Dadaku benar – benar tidak bisa berkompromi dengan alcohol.." Kyuhyun kembali menjelaskan.
"Benarkah? Mianhe kyu, karena aku telah memaksamu meminumnya.." Shindong meminta maaf pada Kyuhyun dengan ekspresi menyesal.
"Gwenchana.. suasana sebaik kemarin tidak boleh rusak hanya karena aku.." Kyuhyun tersenyum menenangkan hyungnya yang merasa bersalah. "Kukira aku akan bisa menahan rasa sakit yang akan muncul setelah aku meminumnya, tapi ternyata prediksiku sangat salah" Kyuhyun kembali terdiam dan meminum susu coklatnya.
"Itu namanya bunuh diri.." ucap Leeteuk dengan dingin. Semua orang langsung terfokus pada tatapan Leeteuk terhadap Kyuhyun. "Kalau kau tidak bisa meminumnya seharusnya kau mengatakannya! Jangan hanya bisa tersenyum dan tiba – tiba jatuh tidak berdaya dan hampir mati di depanku!" Leeteuk berteriak sedikit emosi. Semua orang pun kaget terhadap kata - kata yang terlontar dari mulut Leeteuk.
"Mianhe.. Leeteuk hyung.." Kyuhyun yang masih lemah semakin shock dengan apa yang dikatakan Leeteuk, "Mianhe hyung.. Aku memang sakit pada waktu yang kurang tepat.. Dan salahnya lagi aku membuat semua hyungku di sini repot.. Mianhe.." Kyuhyun kembali meminta maaf dengan wajah sayunya.
"Hah? Apa aku tidak salah dengar? Aku baru tahu ada orang sakit yang justru meminta maaf karena takut dirinya merepotkan.." Eunhyuk berkata dengan keheranan, "Kau tidak salah sama sekali Kyu.. Kami semua di sini justru cemas memikirkanmu.. tahukah kamu bahwa sejak awal sarapan tadi sampai saat ini tidak ada satupun dari kami yang merasa nyaman? Kami semua terlalu mencemaskanmu Kyu.." Eunhyuk berusaha menenangkan Kyuhyun yang dari tadi terus merasa bersalah.
"Mencemaskanku? Kalian semua?" Kyuhyun bertanya ragu – ragu, semua hyungnya mengangguk setuju. Namun, beberapa menit kemudian Kyuhyun tersenyum lemah sambil memperhatikan susu coklat di hadapannya, "Sulit dipercaya.. bahkan appaku selalu memarahiku ketika penyakitku kambuh karena suara sesakku membuatnya tidak bisa tidur.. lalu buat apa kalian mencemaskanku?" gumam Kyuhyun pelan secara tidak sadar sambil terus memainkan gelas susu di depannya.
"Mwo? Appamu memarahimu?" Donghae bertanya dengan kaget.
Kyuhyun yang tadinya hanya fokus pada gelas di depannya langsung tersadar dan melihat bahwa semua wajah hyungnya menatap dirinya kaget bercampur iba. 'apa mereka mendengar perkataanku?' Kyuhyun bertanya – tanya di dalam hati.
"Apa maksud perkataanmu Kyu?" Leeteuk kembali mencemaskan Kyuhyun.
"Hmm.. maksudku appa memarahiku karena.." Kyuhyun berpikir sejenak mencari alasan, "Karena.. karena aku tidak mau meminum obat yang sudah dibelinya.. dia kecewa dan langsung mengeluarkan kekesalannya.. hahaha.." Kyuhyun benar – benar tidak mau terlihat kasihan di depan orang lain. Hal itu adalah hal yang paling dibenci olehnya. Namun, tetap saja semua hyungnya menatap Kyuhyun penuh keraguan. Kyuhyun memang tidak pandai berbohong.
.
Seusai sarapan semua orang berkumpul di ruang TV untuk menonton bersama. Hari ini jadwal memang kosong, sehingga ada waktu bagi semua member untuk bersantai bersama. Kyuhyun yang masih sakit pun turut tertawa bersama dengan hyung – hyungnya saat menonton TV. Kepala Kyuhyun bersandar pada bahu Donghae dengan nyaman, sehingga Donghae tahu persis kapan Kyuhyun ikut tertawa bersama. Di samping itu, Siwon duduk di lantai sambil berkutat dengan laptopnya.
"OH TIDAAAAKK!" Siwon berteriak dengan keras mengagetkan semua member yang sedang asyik menonton TV.
"Ada apa Siwonnie?" Leeteuk bertanya keheranan.
"Dataku.. dataku hilang semua hyuuuung! Ada beberapa data perusahaan ayahku di sini.. Jika data itu benar – benar hilang matilah aku hyuuuung.. Bagaimana ini?" Siwon terlihat sangat cemas.
"Apa yang kau lakukan sampai datamu bisa hilang seperti itu?" Eunhyuk bertanya ikut cemas.
"Entahlah hyuuung… Bagaimana ini?" Siwon masih mencoba mengotak – atik laptopnya.
Kyuhyun yang dari tadi masih bersender di bahu Donghae langsung bergerak mendekati Siwon.
"Boleh kupinjam sebentar laptopmu hyung?" Kyuhyun mengambil alih laptop Siwon. Semua hyungnya memperhatikan wajah serius Kyuhyun yang sibuk mengetik berbagai kode bahasa pemrograman di laptop Siwon. Tidak sampai 10 menit, muncul sebuah kotak bertuliskan 'successful' pada layar laptop hyungnya itu.
"Coba hyung , lihat.." ucap Kyuhyun tiba – tiba sambil menyodorkan laptop tersebut pada Siwon, "Apakah masih ada data yang hilang?" Kyuhyun bertanya pada Siwon dengan wajah sayunya.
"Tidak ada yang hilang.." Siwon tersenyum kagum pada Kyuhyun, "Semua sudah kembali normal.. Jeongmal Gomawoyo Kyuhyunnie.." Siwon reflex langsung memeluk dongsaeng kecil di hadapannya tersebut. Semua hyungnya pun tidak percaya dengan apa yang sudah dilakukan Kyuhyun di hadapannya. Selama ini mereka benar – benar terlalu menganggap remeh magnae genius mereka.
Kyuhyun tersentak kaget dengan perlakuan Siwon padanya. Namun, Kyuhyun sedang tidak memiliki energy yang cukup untuk menolak pelukan Siwon. Justru setelah beberapa saat dirinya berada di dekapan Siwon, ia merasakan aroma yang khas, aroma yang sangat ia kenal dan rindukan.
"Eomma.." Kyuhyun berbisik pelan.
To Be Continued
Sebenarnya apa yang terjadi antara Siwon dan Kyuhyun? Bagaimana kehidupan Kyuhyun sebelumnya? Semua akan mulai terkuak di chapter selanjutnya! Be ready guys!
Terima kasih buat semua reader
Gomawo buat reviewnya:D
Balasannya menyusul yaa
Seneng deh bacanya Makasih atas saran – saran yang membangun
Ditunggu reviewnya untuk chapter 9 yaa
Jangan bosen – bosen ikutin FF ini yaa
