..

..

..

Sehun adalah seorang Gay, namun sebuah insiden kecil membuatnya kembali menjadi pria straight yang hanya menyukai wanita

..

..

..

Because Of You

Main Cast : HunHan

Rated : M

..

..

Pagi harinya Jin bangun dua jam lebih awal daripada manusia yang lain bangun dan dia menyukai ketenangan waktunya sendiri dimana orang lain tidak bicara sama sekali.

Jin melirik kesampingnya tepat dimana Sehun masih tertidur dengan pulasnya, dan dirinya sangat menyesal karena tidak membimbing Sehun kearah yang benar sejak awal hingga terjerumus menjadi gay.

Merasa tidak tahan lama – lama disamping Sehun membuat tenggorokannya kering dan ingin menegak minum didapur. Jin melangkah keluar menuju dapur untuk meredakan tenggorokannya yang sangat haus.

Sesampainya didapur Jin terkejut karena ada juga yang sudah bangun selain dirinya "Luhan"

Luhan yang disapa terkejut juga karena tidak biasanya seseorang bangun lebih awal sepertinya dan menemukan Jin Oppa yang menyapanya.

"Oppa"

"Kau bangun lebih awal Lu?" Jin bertanya karena tidak pernah dibayangkannya bahwa seorang wanita bangun lebih awal kecuali seorang Eomma yang sibuk mennyiapkan kebutuhan keluarganya dipagi hari

"Iya Oppa, Oppa juga bangun lebih awal?" Luhan bertanya karena Jin Oppa nampak lebih segar dan tidak mengantuk seperti banyakan orang bangun dipagi hari

"Iya, sudah menjadi kebiasaanku bangun dua jam lebih awal dari yang lainnya" Jin merasa nyaman berbincang dengan Luhan

"Hahaha... Kita sama Oppa" Luhan ternyata memiliki kesamaan dengan Jin Oppa dan rasanya sangat muda akrab dengan Jin Oppa yang beberapa jam lalu baru dikenalnya

"Lu, kita berbincang diruang tamu" Jin mengajak Luhan untuk berbincang sekaligus berkenalan lebih dekat dengan Luhan yang sudah dianggap seperti dongsaengnya sendiri

"Baik Oppa" Luhan dan Jin berjalan menuju ruang tamu dan duduk berlawanan arah agar saling menatap satu sama lain

"Bagaimana disini, apakah kau nyaman dirumah ini?" Jin bertanya karena ingin tahu secara langsung sifat Sehun pada orang baru yang tinggal dirumah Sehun

"Aku nyaman Oppa, tapi ada sedikit yang membuatku terganggu" Luhan mengatakan dengan jujur karena jika berbohong juga tidak baik dan semua penghuni dirumah ini sudah tahu dengan jelas bahwa dirinya kurang nyaman dirumah ini

Jin tersenyum saja mendengar perkataan Luhan "Pasti karena Sehun"

Luhan tersentak karena cukup terkejut dengan kemampuan Jin Oppa menebaknya dengan cepat "Darimana Oppa tahu"

"Dia memang begitu akhir – akhir ini karena dia sudah pernah disakitin oleh wanita" Jin tersenyum saja karena jujur saja Sehun memang sedikit dingin pada pertemuan awal namun jika sudah mengenalnya dengan baik Sehun akan seperti perangko yang terus menempel pada mereka

"Ah... Chanyeol Oppa juga mengatakan seperti itu"

"Kau sudah tahu hubungan mereka?" Jin bertanya pada Luhan sedangkan yang ditanya bingung ingin menjelaskan apa pada Jin Oppa

"Tidak usah takut, aku juga baru tahu semalam karena Sehun yang menceritakan padaku" Jin memberitahu agar Luhan tidak perlu begitu panik dan ketakutan

"Iya Oppa, Chanyeol Oppa yang memberitahuku" Luhan jujur karena berbohong juga tidak ada artinya karena Jin Oppa dengan mudah menebak

"Lu, kau jangan memberitahu siapapun masalah ini. Apalagi Sehun dan Chanyeol sedang dalam masalah besar" Jin memberitahu walaupun dirinya merasa Luhan bukan wanita yang suka membongkar rahasia orang lain

"Iya Oppa"

'BINGO!' tebakan Luhan tentang Sehun dan Chanyeol Oppa dalam masalah benar dan dibenarkan oleh Jin Oppa

"Jika kau terbiasa dengan sikap Sehun, maka kau akan tahu dia adalah orang yang baik" Jin memberitahu bahwa Sehun tidak separah yang dipikirkan orang lain

"Ya aku tahu Oppa, dia seperti itu karena masa lalunya" Luhan tidak ambil pusing tentang Sehun karena sudah biasa melihatnya seperti itu

"Baiklah, silahkan istirahat kembali" Jin beranjak dari ruang tamu begitu juga dengan Luhan yang ingin kembali kekamarnya

BLAM

"Darimana saja?" Sehun bertanya layaknya istri yang takut suaminya menghilang sedangkan Jin cukup terkejut karena setahunya Sehun tidak cepat bangun dipagi hari namun kali ini berbeda

"Dari dapur, habis minum" Jin jujur namun hanya setengah saja karena takut Sehun akan membenci Luhan jika dirinya mengatakan bertemu dengan Luhan

"Yakin hanya minum saja?" Sehun masih tidak yakin karena Jin sangat lama diluar, dirinya sudah membuka mata ketika Jin Hyung keluar dari kamarnya

"Iya bawel" Jin gemas dengan sikap Sehun yang bertambah bawel dan cerewet

"YAK!" Sehun kesal dibilang bawel dan sebagainya karena julukannya adalah Ice Prince

"Sudah tidur saja, masih ada satu jam lebih lagi untuk tidur" Jin menyuruh Sehun untuk tidur daripada mendengar anak ayam ribut sebelum waktunya

"Hyung~" Sehun merengek tanpa tahu malu pada Jin Hyung yang hanya memutar bola matanya

"Sehun, kau harus ingat umur. Kau bukan anak kecil" Jin memperingatkan Sehun untuk lebih dewasa karena Sehun bukan anak kecil lagi untuk merengek

Sehun menggembungkan pipinya dan membalikkan badannya hingga membelakangi Jin yang hanya diam.

"Sehun..." Jin mencoba untuk memanggil Sehun yang sedang merajuk

"Anak ayam" Jin memanggil dengan panggilan lain namun Sehun tidak meresponnya sama sekali

"Sehun, Hyung berbicara padamu" Jin menegur Sehun yang sama sekali tidak sopan

"Apa?" Sehun menjawab kesal namun tidak membalikkan badannya kearah Jin Hyung yang sedang berbicara dengannya

"Jangan bersikap buruk dengan Luhan, dia orang yang baik" Jin memberitahu Sehun yang pasti wajah sepupunya sedang cemberut parah

"Darimana kau tahu?" Sehun bertanya balik bukannya menjawab permintaan Jin Botolnya

"Tadi aku baru saja berbicang kecil dengannya diruang tamu"

"AKH..." Jin kesakitan karena Sehun tiba – tiba membalikkan badannya dan meremas selangkangannya yang tidak berdosa sama sekali

"Kau berbohong, tadi kau mengatakan cuma minum. Aku saja bisa menebak tidak mungkin minum bisa selama itu" Sehun memarahi Jin yang sikap teledornya dalam berbicara

"Ah..." Jin mendesah kesakitan dan kenikmatan karena tangan Sehun dengan nakalnya masih bermain diselangkangannya

"Lepas..." Jin memohon kepada Sehun untuk menjauhkan tangan nakalnya diselangkangannya

Sehun dengan patuh melepaskan remasannya pada selangkangan Jin yang sebelumnya tidak pernah disentuhnya.

"Sehun, kau sangat nakal" Jin memarahi Sehun yang memasang tampang polos

"Memang aku seperti ini Hyung" Sehun menjawab dengan tanpa berdosanya membuat Jin geleng – geleng kepala akan sikap Sehun yang sudah banyak berubah menjadi nakal

"Kalau aku menjadi kekasihmu, sudah habis kupukul" Jin memberikan kata – kata pedasnya pada Sehun yang memasang wajah tidak takut sama sekali

"Untung saja aku tidak menjadi kekasihmu walaupun kau sangat tampan Hyung" Sehun ketawa saja karena dirinya sudah bersyukur memiliki sepupu yang sangat baik seperti Jin Hyung

"Pantas saja Chanyeol kesal padamu, kau sangat nakal Sehun" Jin geleng – geleng kepala saja melihat tingkah Sehun yang memang ada – ada saja

"Biarin" Sehun tidak peduli lagi karena memang sikapnya begini, dalam hal percintaaan harus saling mengerti dan memahami satu sama lain

"Sudah kau tidur saja" Jin memukul pantat Sehun yang sedari tadi anak itu cerewet dan menggangu waktu tenangnya

"Iya" Sehun kesal namun menurut pada perkataan Jin Botolnya

..

..

..

Siang harinya Sehun mengantar Luhan pulang kerumah duluan baru pergi kekantor Chanyeol sendirian karena tidak ingin membuat Luhan menunggunya dengan perut kosong.

CLECK

"Kau sudah makan?" Sehun bertanya dengan tidak sopannya pada Chanyeol yang sedang sibuk memaraf dokumennya yang menumpuk

"Belum" Chanyeol sangat tahu jika yang masuk kedalam ruangannya adalah Sehun karena dari cara membuka pintu dan bicaranya sudah bisa dipastikan hanya Sehun yang berani melakukannya seperti itu

"Ayo makan siang bersama"

Chanyeol mengalihkan perhatiannya dari tumpukan dokumennya kearah Sehun yang berdiri didepan pintunya. Pikirannya melayang apakah Sehun sudah menyadari kesalahannya dan mengajaknya makan malam sebagai bentuk rasa bersalahnya.

"Ayo" Chanyeol setuju saja dengan ajakan Sehun yang hari ini nampak sangat baik dan ramah

Chanyeol dan Sehun berjalan menuju kantin dikantornya dengan ruangan khusus atasan yang selama ini mereka tempati jika makan dikantin.

"Aku saja yang pesan" Sehun mengambil ahli untuk memesan makanan dan dirinya sudah sangat paham jika Chanyeol ingin memakan apa disiang hari

Chanyeol menatap kepergian Sehun dengan senyumannya, dia senang karena Sehun tampak berubah dan lebih dewasa.

Selang sepuluh menit, Sehun datang dengan membawa nampan yang berisi makanan yang dipesan Sehun sangat banyak.

"Kenapa banyak kali?" Chanyeol bertanya karena setahunya Sehun tidak makan banyak karena ingin membentuk tubuhnya

"Tidak apa, hanya ingin saja. Ayo makan" Sehun memasang wajah baik – baik saja walaupun hatinya menjerit

Mereka makan dengan tenang seolah mereka tidak memiliki masalah, Chanyeol merasa senang sedangkan Sehun berpikir sambil makan cara untuk mengungkapkannya pada Chanyeol.

"Hyung, aku ingin berbicara sesuatu" Sehun mengambil perhatian Chanyeol setelah mereka selesai makan siang dengan nikmat

"Apa Sehun" Chanyeol bertanya polos walaupun dalam hati bisa menebak jika Sehun meminta untuk balikan seperti semula

"Aku ingin kita kembali..." Sehun menggantung kalimatnya karena untuknya merupakan hal berat dalam memutuskan hal ini

"Kembali ke jalan masing – masing" Sehun melanjutkan kalimatnya yang sempat terpotong sedangkan Chanyeol terkejut dengan pengakuan Sehun

"Maksudmu apa?" Chanyeol bertanya serius sedangkan Sehun mengambil nafas agar bisa menjelaskan dengan baik tanpa ada kesalahan dalam ucapannya

"Aku ingin kita kembali kejalan yang normal, menjadi straight" Sehun sudah memutuskan pilihannya untuk mencoba menjadi straight, karena dirinya tidak ingin mengecewakan orang tuanya yang sudah mendidiknya hingga sebesar ini dan tidka mau mempermalukan orang tuanya dengan orientasinya

"Kau tidak bisa melakukan hal itu" Chanyeol sangat tidak terima jika disini dirinya menjadi korban

"Kenapa aku tidak bisa melakukan itu?" Sehun menantang balik Chanyeol sambil menatap tajam Chanyeol yang sama menatapnya dengan tajam

"Karena kau duniaku berubah, semuanya karena kau" Chanyeol menuduh Sehun yang sudah membuatnya menjadi kecanduan sex dengan pria

"Jika kau sudah kecanduan, maka kau bisa mencari seseorang yang bisa menggantikan posisiku" Sehun masih tetap dengan pendiriannya dan tidak tergoyahkan karena ucapan Chanyeol

Chanyeol memukul meja dengan kuat "Kau tidak bisa segampang itu bicara"

Chanyeol menarik tangan Sehun dengan kuat hingga dirinya lebih tepat menyeret Sehun menuju ruangannya dan selama perjalanan banyak pasang mata yang menatapnya seolah binatang yang bersikap kasar pada Sehun

BLAM

"KAU GILA HAH?" Sehun awalnya tidak ingin marah harus berakhir dengan marah karena Chanyeol sangat kasar padanya

"IYA AKU GILA, KAU LEBIH GILA ASAL KAU TAHU" Chanyeol tidak bisa bicara dengan lembut lagi karena Sehun sudah membuatnya emosi dari awal

"MAUMU APA?" Sehun tidak terima diperlakukan kasar, dirinya sudah menjawab dengan baik sesuai dengan permintaaan Chanyeol kemarin

"Aku ingin kita kembali seperti dimana kita masih menjalin hubungan terlarang kita" Chanyeol hanya ingin itu saja bukan yang lain

"Aku juga ingin, tapi aku menyadarinya jika hubungan kita terlarang untuk diteruskan Hyung. Apalagi kau sepupuku, mau apa dibilang orang jika mengetahui hubungan terlarang kita" Sehun mencoba berbicara dari hati ke hati kepada Chanyeol yang masih belum bisa menerima keadaan

"Aku belum bisa melepaskanmu" Chanyeol bergumam lirih sambil duduk disofa karena rasa pening menyerangnya tiba – tiba

"Coba lahh untuk terbiasa seperti dimana dirimu menerimaku pertama kali, semuanya bisa karena terbiasa"

Sehun mendekati Chanyeol dan memeluk mantan kekasihnya yang sangat frustasi dengan semuanya.

"Akan mudah untukmu karena kau seorang bisex sedangkan aku harus mengulang dari awal karena diriku sudah terpusat menjadi gay"

"Baiklah, kita berpisah" Chanyeol mengatakannya dengan tidak rela karena untuk kebaikan bersama termasuk Sehunnya yang sudah sangat dia cintai

"Terima kasih sudah mengerti Hyung" Sehun tersenyum tulus karena Chanyeol pada akhirnya mengerti dengan situasi dan menerimanya dengan lapang dada

"Hm" Chanyeol mengangguk lemah menjawab rasa terima kasih Sehun

"Kuharap Hyung tidak sakit setelah ini, dan jika itu terjadi maka jangan salahkan aku jika kau akan kuhukum" Sehun memperingatkan Chanyeol untuk menjaga keehatan setelah perpisahan ini terjadi

"Aku lebih senang dihukum olehmu" Chanyeol bercanda sedangkan Sehun memukul Chanyeol karena candaan tidak berkualitas tersebut

"Aku serius" Sehun memasang wajah mengerikannya untuk diberikan pada Chanyeol yang masih saja ketawa

"Iya – iya, aku akan menjaga kesehatanku dan kau juga harus menjaga kesehatanmu"

"Hm" Sehun mengangguk dengan patuh dan mereka berpelukan untuk terakhir kalinya

..

..

..

Sehun memasuki kamarnya dengan riang dan membuat Jin yang tiduran cukup terkejut karena wajah Sehun sangat ceria saat ini.

"Kenapa kau terlihat sangat senang?" Jin bertanya pada Sehun yang berganti baju didepannya tanpa tahu malu

"Aku sudah membicarakannya dengan baik – baik pada Chanyeol, dan hubungan kami sudah berakhir" Sehun mengatakannya sambil mengganti seragam sekolahnya dengan baju biasa

"Apa? Hubungan kalian berakhir?" Jin tidak menyangka jika Sehun mengambil jalan lain seperti ini, padahal pikirannya tadi bahwa Sehun akan merajuk kembali hubungannya dengan Chanyeol namun semuanya berbanding terbalik saat ini

"Iya Hyung, aku mengakhirinya tadi" Sehun yang sudah selesai mengganti bajunya langsung duduk disamping Jin Botol untuk bercerita mengenai kejadian tadi siang

"Kenapa kau akhiri, bukankah kau mencintainya" Jin bertanya penasaran karena dirinya benar – benar tidak menyangka jika Sehun memiliki rencana lain untuk kedepannya sehingga mengambil jalan seperti ini termasuk mengorbankan perasaannya sendiri

"Aku mencintainya dengan baik. Tapi aku berpikir panjang karena hubungan kami adalah hubungan terlarang dan tidak akan disetujui oleh orang tua kami. Aku tidak ingin mengecewakan kedua orang tuaku yang sudah membesarkanku dengan penuh kasih sayang, dan yang kuinginkan hanya satu yaitu membuat kedua orang tuaku bahagia"

Jin menganga karena pemikiran Sehun sangat dewasa padahal semalam seperti anak kecil yang tidak dikasih permen "Kau sangat dewasa"

"Sehun" Sehun membanggakan dirinya namun berikutnya Jin mencubit pipinya dengan kuat

"ARGH..." Sehun kesakitan karena cubitan si Jin Botol dari dulu tetap sakit dan ngilu

"Adikku sangat dewasa" Jin melepaskan cubitannya dari pipi Sehun karena sudah cukup mengerjai adiknya tersebut

"Kau jahat" Sehun mengelus pipinya yang sehabis dicubit Jin tanpa dosanya

"Jangan seperti itu, kau juga pernah meremas selangkanganku" Jin tidak mau dikatakan orang jahat karena Sehun juga orang jahat

"Mulai lagi" Sehun paling malas melihat orang yang suka mengungkit masa lalu

"Dasar albino" Jin mencibir Sehun yang dengan seenak jidat berlagak seperti orang dewasa

"YAK!" Sehun dan Jin saling rebutan untuk menggelitik satu sama lain, mungkin pertengkaran seperti ini lahh yang membuat mereka menjadi semakin kompak dan akrab

~TBC~