Destiny
.
.
.
Author : chochopanda99
Disclaimer : Semua cast punyanya Tuhan YME, Ortu mereka, Agensi masing- masing, dan kita semua xD. And this fic is original from me.
Cast :
Lee Taeyong
Nakamoto Yuta
Ji Hansol
Adachi Yuto
And Other
Rated : T
Genre : Romance, Drama.
Lenght : Multichap
Warning : AU, Shounen-Ai , Yaoi, boyxboy, OOC, Typo(s) , Cerita Pasaran, Alur Kecepetan.
Summary : "Lee Taeyong kabur dari rumahnya agar tidak jadi dijodohkan oleh orang tuanya, namun yang terjadi dia malah tinggal di rumah orang yang seharusnya menjadi jodohnya, Nakamoto Yuta. Apa yang akan terjadi selanjutnya?" Let's Read. TaeYu. Seme!Taeyong Uke!Yuta. DLDR.
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Taeyong mendengus pelan ketika Nayeon terus menanyainya banyak hal. Dirinya lelah sekarang, Taeyong ingin pulang. Ingin segera istirahat setelah memastikan Yuta sudah lebih baik. Taeyong menggeleng ketika otaknya lagi-lagi berfikiran tentang Yuta. Tapi, tanpa sadar Taeyong menampilkan senyum tipisnya ketika melihat sikap Yuta tadi pagi.
"Oppa!" Taeyong menatap malas pada Nayeon yang tadi memanggilnya dengan nada yang bisa dibilang teriak.
"Apa?" Taeyong menanggapi malas dengan mengambil latte miliknya dan langsung menyesapnya.
Mata Taeyong melirik ke arah pojokkan kafe yang tengah ia singgahi ini -milik Hansol- untuk melihat teman-temannya sedang bersenda gurau tanpa mempedulikan dirinya yang tersiksa karena bersama kekasihnya sendiri. Dalam hati, ia membenarkan perkataan Jaehyun tadi, 'Suruh siapa membawa kekasihmu? Kan kau bilang sedang butuh hiburan. Memangnya Nayeon bisa menghiburmu?' Taeyong tahu, jika sahabat-sahabatnya itu tak pernah setuju kalau dia menjalin hubungan dengan Nayeon, entah apa alasannya, sampai sekarang pun Taeyong tak tahu.
"Oppa, antar aku pulang." Nayeon merengut, matanya melirik tak suka pada kumpulan para sahabat kekasihnya itu.
"Kenapa? Kita baru saja sampai." Taeyong mengernyit, tumben sekali kekasihnya mau pulang cepat-cepat jika bersama dirinya.
"Aku baru ingat, kalau aku ada janji dengan eomma." Nayeon kembali menatap Taeyong. Mendesah pelan, Taeyong akhirnya mengangguk. Berdiri dari duduknya, Taeyong pun berjalan menuju pintu keluar dengan Nayeon yang menggandeng lengannya.
"Johnny-ya, aku pergi dulu." Taeyong berpamitan pada Johnny sebelum dirinya benara-benar keluar.
"Baiklah. Dan, jangan lupa menghubungiku Taeyong. Ada hal yang ingin aku bicarakan." Taeyong mengangguk mengiyakan, setelahnya Taeyong pergi dengan Nayeon yang berjalan di sebelahnya.
Ten yang duduk di samping Johnny pun dengan sengaja menyenggol lengan Johnny.
"Apa yang ingin kau bicarakan dengan Taeyong?" Tanya Ten dengan nada penasaran yang kentara. Johnny hanya tersenyum, tangannya terulur untuk mengacak rambut hitam milik Ten.
"Nanti kau juga akan tahu." Ten merenggut lucu yang dibalas kekehan oleh Johnny.
.
.
Yuta membuka matanya ketika merasakan tepukan pada pipinya. Melenguh pelan, Yuta pun mendudukkan dirinya di atas sofa begitu mendapati Yuto tengah duduk di sampingnya dan tersenyum hangat.
"Bangunlah Nii-san. Sudah malam." Yuta hanya mengangguk sembari mengucek matanya yang masih mengantuk.
"Sudah bangun, Yuta-chan." Suara wanita dari arah dapur membuat Yuta sontak menoleh.
"Eo-eomma." Yuta bangun dari duduknya dan berjalan mendekati wanita itu yang ternyata Nyonya Lee.
Nyonya Lee tersenyum manis, ia pun memeluk Yuta erat yang dibalas oleh Yuta.
"Eomma sangat khawatir begitu mendengarmu sakit kemarin." Nyonya Lee kemudian menangkup pipi Yuta, memeriksa suhu badan yang rupanya masih sedikit naik.
"Aku sudah baik-baik saja, eomma." Yuta tersenyum manis untuk meyakinkan Nyonya Lee bahwa dirinya baik-baik saja.
"Kalau begitu, ayo kita makan malam dulu. Eomma sudah menyiapkan makan malam. Ayo Yuto-kun." Nyonya Lee pun menggandeng tangan Yuta berjalan menuju meja makan diikuti Yuto yang berjalan di belakang mereka.
.
.
Taeyong mendudukkan dirinya di samping Johnny yang masih sibuk dengan laptopnya. Johnny sedang mengerjakan tugas kuliahnya, dan Taeyong tak tahu alasan apa yang membuat Johnny bisa rajin begitu.
Menghembuskan nafasnya, Taeyong melirik sekali lagi pada Johnny yang belum juga menyelesaikan tugasnya.
"Kau bilang ingin bicara denganku Seo." Taeyong mencebik, tangannya meraih minuman kaleng yang memang Johnny sediakan di atas meja. Membuka penutupnya, Taeyong langsung menegak minuman cola tersebut.
Merenggangkan tubuhnya, Johnny memindahkan laptop dalam pangkuannya ke sofa kosong di sampingnya.
"Yuta."
Taeyong mengernyitkan dahinya, tadi itu Johnny bilang apa? Yuta? Kenapa dengan Yuta?
"Apa?"
Johnny menghembuskan nafasnya berat. Johnny menepuk bahu Taeyong.
"Berhati-hatilah dengan Jungwoo."
Taeyong tambah tak mengerti dengan perkataan Johnny sekarang. Tadi Yuta dan sekarang Jungwoo, sebenarnya, apa yang Johnny tahu tentang mereka berdua?
"Apa maksudmu John?"
Menyeringai tipis, Johnny meraih kaleng lain sebelum menjawab pertanyaan Taeyong. Meminum beberapa teguk cola kaleng itu, Johnny kembali menatap Taeyong.
"Jungwoo itu saingan terberatmu dibandingkan Ji Hansol."
Saingan berat? Lebih dari Ji Hansol? Sungguh, Taeyong tak mengerti dengan kata-kata Johnny.
"Jelaskan dengan kalimat yang jelas dan tak membuatku bingung, Seo Johnny."
Menghela nafasnya, Johnny kembali meneguk minumannya sebelum kembali berucap.
"Baiklah, dengarkan baik-baik dan pahami kata-kataku."
Taeyong mengangguk mengiyakan sembari menyenderkan tubuhnya pada sofa di belakangnya.
"Aku tahu, mungkin kau belum mencintai Yuta. Aku bilang belum karena dari caramu menatap Yuta, sudah seperti kau menyukainya. Jadi, jangan sesekali menyela dengan kata tidak." Johnny mengabaikan Taeyong yang menatapnya tajam.
"Aku tahu kau luar dalam Taeyong. Yah, meskipun kita baru bersahabat beberapa tahun ini, tapi kau sudah ku anggap sebagai adikku sendiri. Dan aku tak mau jika nantinya kau menyesal jika melepas Yuta begitu saja. Aku sudah tahu tentang masa lalumu dari ibumu sendiri Tae. Dan ya, aku cukup kasihan dengan Yuta."
Membasahi tenggorokkannya yang kering dengan colanya, Johnny kembali melanjutkan kata-katanya.
"Dan kau tahu Tae, dari awal aku dan yang lain juga tak pernah setuju dengan hubunganmu dan Nayeon kan? Itu murni karena kami merasa Nayeon bukan orang yang baik untukmu. Kami juga tak pernah menyuruhmu apa lagi memaksamu untuk menjadi sama dengan kami."
"Kalian tidak, tapi eomma ku iya." Taeyong menyela kalimat Johnny dengan helaan nafas yang begitu keras terdengar.
"Bukan begitu Tae. Maksud eommamu itu hanya ingin hubungan keluargamu dan Keluarga Yuta bisa terus menjaga hubungan yang baik, dan alasan yang lain, Yuta pasti sudah menceritakannya padamu."
Taeyong mengangguk, membenarkan pernyataan Johnny.
"Lalu, apa maksudmu dengan Jungwoo dan Hansol?"
Johnny tersenyum lebar, tangannya meraih sebungkus keripik kentang yang berada di atas meja.
"Mereka berdua adalah adalah sainganmu dalam mendapatkan Yuta. Hansol adalah kakak tingkat Yuta yang menyukai Yuta semenjak Yuta menginjakkan kakinya di kampus mereka. Hansol juga yang selama ini membantu Yuta dalam kesulitannya." Membuang nafasnya, Johnny kembali meneruskan kalimatnya.
"Sementara Jungwoo, dulu dia adalah anak SMA yang tinggal di apartemen dekat dengan apartemen Yuta. Mereka berdua bertemu ketika Yuta baru saja pindah, dan Jungwoo juga yang membantu Yuta menyusun barang-barangnya."
Taeyong kembali menatap Johnny dengan pandangan takjub. Taeyong tak menyangka Johnny bisa tahu sebanyak itu.
"Jadi, kerja sampinganmu itu, memata-matai orang ya?"
Johnny terbahak mendengar pertanyaan Taeyong. Setelah menyelesaikan tawanya, Johnny kembali menatap Taeyong.
"Lumayan Tae, untuk bersenang-senang."
Keduanya tertawa bersama, entah apa yang lucu, hanya mereka yang tahu.
.
.
Yuta menarik selimut untuk menyelimuti dirinya. Matanya melirik jam dinding yang berada di kamarnya yang kini menunjukkan pukul 21.10 KST. Taeyong belum pulang sedari tadi pagi, dan ia mendapat kabar jika Taeyong tengah bersama Nayeon.
Menutupi seluruh tubuhnya, Yuta menghela nafasnya keras. Otaknya berusaha untuk mengenyahkan bayangan-bayangan Taeyong dalam fikirannya. Yuta harus sadar jika Taeyong itu seratus persen lurus, dan tak mungkin akan belok dengan cepat. Yuta juga harusnya tahu, jika cinta itu tak bisa datang begitu saja.
Cklek~
Suara pintu terbuka terdengar, membuat Yuta langsung waspada dan membuka langsung selimutnya. Terlihat seorang pemuda tampan, tengah berdiri di ambang pintu sana.
"Sudah tidur?" Pemuda itu, Taeyong, bertanya. Yuta mendudukkan dirinya dan menggeleng.
Taeyong mengangkat sebelah bibirnya dan berjalan masuk ke dalam kamar Yuta. Menutup pintu, Taeyong berjalan mendekati Yuta. Duduk di tepi ranjang Yuta, Taeyong kembali memeriksa dahi Yuta. Tersenyum tipis, Taeyong menatap Yuta yang dibalas oleh pemuda cantik itu.
"Tadi eomma ke sini?" Menjauhkan tangannya, Taeyong menatap dalam mata Yuta.
"Ya. Beliau menanyakanmu, tapi kau tak ada." Taeyong mengangguk, matanya tak lepas untuk tetap menatap Yuta. Telingany berdenging ketika kata-kata Johnny kembali terngiang di telinganya.
"Yuta itu mencintaimu. Kau harus sadar dan bersyukur akan hal itu."
Wajah Yuta memerah, menyadari tatapan Taeyong yang tak lepas dari matanya. Menundukkan wajahnya, Yuta memainkan selimut dengan sesekali memilinnya. Keheningan melanda mereka sampai suara ketukan dari luar terdengar.
"Masuklah." Taeyong menyuruh orang yang berada di luar itu untuk masuk. Pintu terbuka dan Yuto langsung masuk ke kamar itu.
Duduk di sisi lain Yuta, Yuto menatap bergantian Taeyong dan Yuta. Taeyong menatap penuh arti pada Yuta, dan Yuta yang menunduk dengan wajah memerah, entah mengapa membuat Yuto merasa ada yang salah. Mereka tak berbuat apa-apa kan tadi? Taeyong tak berbuat lebih pada Yuta kan? Karena kalau itu sampai terjadi, Yuto tak akan memaafkan Taeyong sampai kapan pun.
"Taeyong hyung." Yuto memanggil Taeyong yang dibalas gumaman tak jelas.
"Mau sampai kapan di sini? Yuta-nii harus tidur."
Taeyong hampir saja mengumpat ketika mendengar nada usiran dari Yuto. Mendelik tajam, akhirnya Taeyong pun bangkit dari duduknya.
"Ya, aku tahu. Kalau begitu, selamat malam Yuta, Yuto." Sebelum benar-benar pergi, Taeyong menyempatkan dirinya untuk mengacak rambut Yuta yang membuat wajah tambah memerah.
"Selamat malam, Taeyong-ah."
"Selamat malam, Taeyong hyung."
Mengangkat kepalanya, Yuta menatap punggung Taeyong yang sudah terhalang oleh pintu kamarnya. Yuto yang kini sudah berbaring di sebelahnya hanya memutar bola matanya malas. Tadi saja sok kalem, sekarang? Menggeleng pelan, Yuto menarik sang kakak agar berbaring di sebelahnya.
"Yuto-kun, tadi bukan mimpi kan?" Yuta menangkup kedua pipinya yang masih memerah. Menggumam pelan, Yuto membalas ucapan Yuta.
"Bukan. Dan sekarang, tidurlah Nii-san. Kau masih sakit." Yuto kembali menaikkan selimut Yuta yang melorot turun.
"Yuto, apakah-"
"Tidur Nii-san. Aku tak mau mendengar ocehanmu."
"Jahat sekali kau ini."
"Biarin."
"Yuto~."
"Tidur Nii-san."
"Ckk."
.
.
Taeyong kembali ke kamarnya setelah meminum segelas air putih di dapur tadi. Membaringkan tubuhnya di atas ranjang, Taeyong menatap langit-langit kamar yang ia singgahi itu. Otaknya terus menolak fikiran jika dirinya sudah mulai menyukai, bukan, mencintai Yuta. Tapi, hatinya tak bisa membohongi dirinya jika jantungnya berdetak begitu cepat ketika bertemu tatap dengan mata Yuta.
"Dan, jika kau tak bertindak cepat. Aku pastikan, cepat atau lambat, Yuta pasti akan jatuh pada Hansol atau bahkan Jungwoo."
Dan kata-kata terakhir Johnny sebelum dirinya pergi, adalah kata pengantar Taeyong menuju alam mimpinya.
.
.
.
TBC
.
.
.
Note :
Ini maksa, jadi kalau ga nyambung sama chap sebelumnya, maafkan.
Ada yg nanya Jungwoo itu siapa? Jungwoo itu salah satu trainee SM Ent, yg terkenal dengan sebutan Prince Mask and flower boy karena dia kalau muncul di publik selalu pakai masker, kecuali pas di stage. Dia kelahiran 98, dan cuma beda beberapa minggu sama aku *nah loh. Habisnya, dia lahir di akhir tahun masa? *terus masalahnya? *abaikan. Meskipun belum debut, dia udh banyak fansnya kok ya haha XD.
Dan, semua saran serta kritik akan selalu di terima kok, selagi itu membangun. Dan terima kasih atas doanya kemarin. Masalah NCT Indonesia, aku selalu berharap yg terbaik buat NCT, meskipun membernya dari berbagai negara.
Big Thanks To :
kiyo, Tabifangirl, guest, Yuta Noona, Unnayus, ChiminChim, Kim991, Park RinHyun-Uchiha, ParkHara1997, and JenTababy.
