Hongbin mengurung diri di kamarnya. Ia tidak makan, tidak mandi, ia hanya melamun di tempat tidurnya.
Terkadang N melihat Hongbin menangis diam. Dia mengelus dan memeluk Hongbin. Ia mendengar kejadian itu.
Setelah Gongchan berteriak dan menendang pintu Hongbin, N segera berlari mengejar Gongchan dan menamparnya. Ia menyuruh prajurit Kerajaan untuk membawa Gongchan keluar dan melarangnya untuk datang ke istana lagi. Lalu N masuk ke kamar Hongbin dan menemukan Hongbin sedang menangis di lantai.
N masuk ke kamar Hongbin dan membawakannya makan malam. Ia juga membawa kue dan puding kesukaan Hongbin.
"Beauty... makan lah! Kau terlihat sakit." N mengelus rambut Hongbin.
Hongbin hanya mengerang dan kembali berbaring di tempat tidur.
N menghela nafas lalu menarik kembali tubuh Hongbin.
"Kau harus makan Beauty!"
"Aku tidak lapar"
Hongbin kembali berbaring.
N menarik Hongbin dan mengguncang tubuhnya.
"Hello Beauty! Wake up! Dia tidak pantas disebut sebagai Prince! Masih banyak yang ingin denganmu Beauty!"
Dengan malam Hongbin membuka mulutnya.
"Suap aku"
N tersenyum dan mulai menyuapi Hongbin.
Hongbin sedang berendam di bathtubnya dengan segelas wine di tangannya. Pikirannya kembali ke Gongchan. Ia menggeleng kepalanya dan ia berdiri ke bawah shower. Ia membersihkan tubuhnya sekali lagi lalu ia memakai baju tidurnya yang berwarna emas, tanpa lengan dan potongan dada rendah.
Hongbin lalu duduk di tempat tidurnya dan menyisir rambutnya. Ia melihat jam, dan ia baru sadar kalau dia sudah berendam lebih dari 2 jam. Sekarang sudah jam 12.45 a.m dan ia tidak mengantuk.
Hongbin lalu pergi ke ruang musik. Ia tidak memakai jubahnya.
Hongbin memainkan piano, kali ini ia memainkan lagu sedih. Ia memejam matanya.
Leo terbangun mendengar suara musik. Ia duduk dan tersenyum.
'Beauty'
Ia lalu pergi ke ruang musik. Dia heran, kenapa Hongbin suka bermain piano di tengah malam dan kenapa orang di istana tidak ada yang terganggu. Tapi ia tidak peduli, dan ia akan menemui Beauty. Beauty-nya.
Ia melihat Hongbin duduk memainkan piano dengan anggun.
Leo menatapnya dengan takjub. Perlahan ia mendekati Hongbin. Ia meletakkan tangannya di bahu Hongbin.
Hongbin berhenti dan matanya langsung terbuka. Postur tubuhnya tegang.
Leo memijat pelan bahu Hongbin.
Hongbin langsung berdiri dan menjauhi Leo.
"Beauty?"
"No Prince! Please... jangan dekati aku!"
Hongbin berkata dengan gemetaran.
Tatapan Leo jatuh ke belahan dada Hongbin tapi ia dengan cepat menatap wajah Hongbin.
"Why?"
Leo mendekati Hongbin dan Hongbin menjauhinya.
"Aku bilang jangan dekati aku!" Geram Hongbin.
Leo berhenti.
"I miss you" bisik Leo.
Leo maju selangkah dan Hongbin tetap diam. Leo terus maju hingga jarak mereka sangat dekat.
"Aku sedih mendengar tentang kau dan ... Gong-"
"Ssh! Jangan sebut namanya lagi! Aku membencinya!"
Hongbin menyandarkan punggungnya di dinding sambil menutup telinganya.
Leo mengambil tangan Hongbin dan menggenggamnya lembut.
"Yeah i know. He is such a bastard!"
Bibir Hongbin bergetar menahan tangis.
Tangan Leo meraih wajah Hongbin. Perlahan ia mengelus pipi Hongbin.
"Sshh.. don't cry..." Leo memeluk Hongbin.
Hongbin menangis di dada Leo. Ia merasa sedikit tenang di pelukan Leo.
Leo mencium kening Hongbin. Lalu mencium setiap air mata yang jatuh di pipinya.
Hongbin berhenti menangis. Mereka saling bertatapan. Leo menarik dagu Hongbin dan dengan lembut bibirnya menyentuh bibir Hongbin.
Leo mencium Hongbin dengan lembut.
Hongbin mendesah pelan dan tangannya menyilang di leher Leo. Leo mencium Hongbin lebih dalam dan lebih bergairah. Leo mendorong Hongbin ke dinding dan menggesekkan membernya ke selangkangan Hongbin. Hongbin mendesah kuat dan ia yakin Leo sangat terangsang.
Tangan nakal Leo mulai menaikkan baju tidur Hongbin. Hongbin melingkarkan satu kakinya ke paha Leo.
Tangan Leo mengelus paha Hongbin dengan pelan. Hongbin gemetaran dan ia menengadahkan kepalanya.
Leo mulai mencium dagu Hongbin dan sesekali ia menggigit kulit Hongbin. Hongbin mendesah. Pikiran Hongbin buyar. Di pikirannya hanya ada Leo, Leo, Leo, dan Leo.
'Mianhe Ken, mianhe N'
Leo mulai mencium belakang telinga Hongbin dan menggigit daun telinganya.
Bola mata Hongbin berputar dan ia mendesah dengan sexy. Membuat Leo semakin terangsang.
'Oh my God, Hongbin stop this!'
Tubuh Hongbin berkata lain. Hongbin menikmati momen ini. Ia menginginkan lebih dari ini. Tangan Hongbin menjambak rambut Leo. Leo mencium leher Hongbin sampai ke belahan Hongbin. Satu tali baju Hongbin turun.
"Mmmh... Princceee..."
Leo tidak menjawab. Mulutnya sibuk menggigit kulit Hongbin. Membuat bekas di dadanya.
"Aaaaaaahhh Princeeee"
Satu tangan Leo mengelus gundukan di selangkangan Hongbin. Jarinya yang panjang menekan gundukan itu.
"Hhmm.. you're wet Beauty..."
Hongbin tersipu malu dan menggigit bibirnya.
"Princeee... A-A-AAH"
Tangan Leo menyelinap dari pinggir panty Hongbin dan mengelus clit Hongbin.
Hongbin gemetaran dan matanya berat memandang Leo. Ia melihat pupil Leo membesar dan gelap. Mulut Leo yang terbuka sedikit. Rambut Leo acak-acakan. Tangan Hongbin mencekram kuat bahu Leo sebagai pegangannya. Tangan nakal Leo mulai memainkan clit Hongbin.
Hongbin mendesah kuat dan sexy di telinga Leo. Tubuh Hongbin bertumpu ke dada Leo. Hongbin mendengar erangan Leo di telinganya. Lalu Leo memasukkan jari nakal nya ke dalam v Hongbin.
"PPRINCE! AAAH!"
Mata Hongbin terbelalak dan ia merasakan sedikit nyeri. Tapi Leo mulai menggerakkan jarinya dengan pelan.
"Relax Beauty... relax"
Hongbin mulai relax dan ia memejam matanya. Leo mempercepat gerakan jarinya.
"Aaahhh ohhh my Princee... aaahhhhhh t-t-theeereeeee"
Gerakan tangan Leo semakin cepat. Hongbin bisa mendengar suara miss v nya yang semakin "wet". Ia merasakan kalau ia akan segera selesai.
"Princeee... I... aaah ... I... I... Princeee... nngghh... pleasee.. aaaahhhh"
Hongbin sulit berbicara, pikirannya buyar.
"Come for me Beauty" bisik Leo.
Hongbin patuh.
"AAAAHHHH MMMYY PRINCEEEE..."
Setelah itu, Leo mengeluarkan jarinya dan ia mengisap jarinya sendiri di depan Hongbin. Leo mengisap jarinya seolah-olah ia sedang mengisap permen. Hongbin shock.
"P-prince? Kau gila?!" Bisik Hongbin dan ia menatap dengan tak percaya.
"Hmm... i like your juice Beauty."
Leo menatap Hongbin dengan tatapan nakalnya.
Hongbin masih shock. Dadanya naik turun mengontrol nafasnya. Satu tali bajunya masih turun. Rambutnya sedikit berantakan. Wajahnya memerah. Tapi Hongbin merasa puas. Ia ingin Leo melakukannya lagi.
Leo tertawa kecil sambil membetulkan tali baju Hongbin.
"Next time Beauty... i want you to scream my name... aloud!" Bisik Leo dan membuat Hongbin gemetaran.
"Now! Go back to sleep Beauty"
Leo tersenyum menyeringai dan ia pergi meninggalkan Hongbin.
Hongbin masih berdiri mematung.
'Oh God. That was so hot! Mmm... i want more..'
Hongbin memejam matanya mengingat kejadian barusan. Ia tidak pernah merasakan nikmat seperti ini. Bahkan dengan Gongchan. Gongchan tidak pernah membuatnya puas. Gongchan hanya memikirkan dirinya sendiri. Ia tidak pernah memikirkan keadaan Hongbin.
"Prince Leo... my Prince..." bisik Hongbin.
Mata Hongbin langsung terbuka.
"No! No Hongbin! Uhhh.. but... oh God..."
Hongbin merapatkan kakinya.
"Oh God please.. stop!"
Hongbin berbicara sendiri lalu ia berlari ke kamarnya. Tepatnya ke kamar mandinya untuk berendam. Menjernihkan pikirannya dari Leo. Ia tidak ingin merusak hubungan Leo dan Ken. Ia berjanji kalau ini adalah yang terakhir. Ia berjanji kalau ia akan menjauhi Leo.
