A/N: Maafkan saya kalau update-an fanfic ini menjadi lama, tapi InsyaAllah bulan ini bakal bisa update cepat, Amien. :)


Experiment Log #5

.

Lagi-lagi, Noir telah kembali ke sini secara misterius.

Apakah ada sesuatu yang membuatnya kembali? Ditambah lagi, kondisinya benar-benar sangat lemah... Dia bahkan tidak sadarkan diri...

Aku ingin sekali mencari tahu apa yang menyebabkan 'senjata rahasiaku' menjadi begini, akan tetapi, menunggu untuk dia sadar bukanlah ide yang buruk.

Makin lama ini semakin menarik saja...


~How Did You Guys Became La Faines?~

.

Crescent's Prelude © Roanolic

Final Fantasy and Kingdom Hearts series © SQUARE ENIX

.

.

.

Seorang gadis berambut pendek dan bewarna hitam tengah berjalan santai sambil melalui sebuah pintu menuju ke perpustakaan di dalam suatu kastil. Disana, dia menemukan seorang pemuda berambut jabrik dan bewarna coklat keemasan sedang duduk dan membaca-baca sebuah buku dengan serius, entah apa yang dia baca. Sang gadis memutuskan untuk menyapanya.

"Selamat siang, Roxas." Sapa gadis itu secara ramah.

"Whoa!" Roxas langsung kaget dan langsung menutup buku yang dia baca, "Se-selamat siang, Xion. Ada apa?"

"Axel bilang dia ingin mengajak kita makan Sea-Salt Ice Cream bersama-sama. Tentunya di tempat yang biasanya. Oh iya, kali ini dia yang traktir." Ujar Xion gembira.

"Begitu ya... Oke." Jawab Roxas mantap.

.

Kemudian...

.

Di sebuah menara jam di Twilight Town, Axel, Roxas dan Xion tengah duduk di pijakan sambil menikmati Sea-Salt Ice Cream dan juga menikmati indahnya matahari terbenam.

"Mmm...tak ada yang jauh lebih nikmat selain bersantai setelah bekerja, benar kan?" kata Axel.

"Benar." Jawab Roxas, sementara Xion hanya tertawa kecil.

"Oiya, kalau tidak salah, kalian berdua sedang menjalankan misi khusus 'kan?" tanya Xion sambil menoleh ke arah Roxas dan Axel.

"Mmm...yeah." Jawab Roxas sambil menjilati es krimnya, "Tadi aku belajar di perpustakaan demi mendalami misi ini."

"Heee...aku baru tahu kalau kau serajin ini..." ledekan dari Axel membuat dahi Xion mengkerut setelah mendengar itu. Roxas hanya mendengus, kemudian melanjutkan memakan es krimnya yang mulai leleh.

"Maaf..." ucap Axel lirih saat dia sadar bahwa dia telah membuat suasana di sekelilingnya menjadi kaku, bahkan pemandangan matahari tenggelam di ufuk barat yang selalu disukainya mendadak berubah menjadi sangat biasa.

Xion berdehem sejenak, "Umm...kalau boleh tanya, bagaimana kalian berdua bisa menjadi La Faine?"

Axel memakan es krimnya sebentar, kemudian berpaling ke arah Xion, "Aku menjadi La Faine sejak tujuh tahun yang lalu. Perang La Faine, got it memorized? Waktu itu Radiant Garden menjadi salah satu medan perang yang sengit. Aku dan teman sebayaku menyelinap masuk ke dalam kastil di tepi kota, dan aku langsung menjadi La Faine pada saat itu..."

"Setelah kejadian itu, tentunya kau dan temanmu bertarung untuk menyelamatkan Radiant Garden, bukan? Itu sungguh mulia." Komentar Roxas sambil tersenyum. Axel menggaruk-garuk kepalanya karena malu, sementara Xion hanya tertawa kecil.

"Tapi mengapa hanya kau saja yang berubah menjadi La Faine?" tanya Roxas lagi.

Axel menjilati es krimnya lagi, "Mmm...itu karena temanku pergi untuk membantu para penjaga gerbang kastil." Kedua temannya mengangguk paham sambil ber-oohh ria.

"Oiya, bagaimana denganmu, Roxas?" tanya si gadis berambut gelap. Pemuda yang dimaksud malah diam dan menghela napas, kemudian menatap sang surya tenggelam di ufuk barat.

"Well, jika terlalu berat untuk dikatakan, jangan paksakan dirimu." Ucap Axel sambil menepuk pundak Roxas dengan pelan.

"Yeah..." jawab Roxas sambil tersenyum kecil, "Omong-omong, es krimmu meleleh."

.

'Aku menjadi La Faine...karena Naminé.

Aku ingin melindunginya...dan juga, Axel, Xion dan kakak kembarku.

Kakak rela menjadi Luire demi melindungiku, dan juga teman-temannya...'

.


Author's Note and Glossary:

Luire: Peri misterius yang bertugas untuk menjaga kedamaian dan menghalau kekuatan jahat. Mereka jugalah yang mengubah manusia menjadi La Faine jika mereka membutuhkan bantuan dari manusia, atau manusia yang menginginkan kekuatan dan sebagai gantinya dia harus memenuhi tugas yang diberikan oleh sang Luire.

La Faine: Sebutan bagi manusia yang telah di pilih dan diberi kekuatan oleh Luire. Mereka diberi misi khusus oleh Luire yang harus dipenuhi. Jika mereka gagal, kekuatan mereka akan menghilang selamanya. La Faine juga memiliki makhluk panggilan yang disebut sebagai Aeon.

.

A/N: Yak, saya harap anda menikmati cerita ini. Kritik dan saran dibutuhkan, terima kasih banyak :) *menunduk sopan*

Dan tidak lupa saya juga ingin mengucapkan:

.

.

~HAVE A SAFE AND HAPPY NEW YEAR!~