Epilog
Thanks for all review, i love to write again because of you!
Disclaimer: Sojiro Seta belongs to Nobuhiro Watsuki character. Omisaki, Ohana, nenek Udon dan Yuki belongs to me
Kenshin dan Kaoru bersama dengan si kecil Kenji tengah berjalan-jalan di pinggiran Tokyo. "Tokyo mulai ramai ya, Kaoru-dono,"kata Kenshin. Kaoru yang yang tengah menggendong Kenji hanya mengangguk.
"Ya... banyak toko yang buka. Sepertinya setelah semua keadaan menjadi damai, jepang mulai pulih kembali,"senyum Kaoru.
"Kedai teh Seta sepertinya terkenal ya?"
"Tehnya enak, pemiliknya pun cantik dan tampan. Tempatnya bersih dan pelayanannya pun memuaskan. Tentu saja!"seru orang yang kebetulan melewati Kaoru dan Kenshin.
"Bagaimana kalau kita kesana?"senyum Kaoru menunjuk kedai teh seta yang ternyata tidak jauh dan dipenuhi pelanggan. Kedai teh yang cukup besar dan indah. Bangkunya ada senderannya (hal yang cukup jarang saat itu) dan semua pelanggannya tampak senang meminum teh disitu.
"Boleh juga, harganya pun tidak mahal,"senyum Kenshin melihat daftar harga tehnya.
"Selamat pagi,"senyum seorang gadis cantik menyambut kaoru dan kenshin. Kaoru tertegun, benar kata orang orang itu. Pemilik kedainya cantik sekali. "tiga teh dan sepiring dango,"kata Kenshin sambil tersneyum balik.
"Sojiro, disini tiga teh dan sepiring dango ya!"senyum gadis itu. Seorang pemuda menghampiri kenshin dan membawakan nampan teh. "Silakan tehnya!"senyumnya. Sojiro dan Kenshin bertatapan dan sama-sama membelalak. Sementara Kaoru yang tidak pernah bertemu dengan Sojiro tidak tahu apa yang ada di benak suaminya. Ia hanya menagnggap Sojiro sebagai pemilik kedai teh yang berwajah manis seperti aktor kabuki.
"Kamu...?"tanya Kenshin tertahan. Sojiro yang tadinya kaget serta merta tersenyum kearahnya. "selamat datang, Himura-sama!"senyum Sojiro.
Kaoru menatap suaminya dan pemilik kedai teh itu. "kalian saling kenal?"tanya Kaoru.
Kenshin tersenyum, Sojiro Seta si bocah jenius yang hidupnya terhenti selama sepuluh tahun karena tercuci otaknya oleh Makoto Shishio kini telah berubah menjadi pemilik usaha teh yang sukses. Dan Kenshin tidak akan sampai hati merusak hidup yang sojiro raih hanya untuk membawanya ke polisi.
"Yah... lama sekali,"senyum Sojiro menjawab Kaoru-dono. Sekilas melihat Sojiro sudah menduga kaoru-dono adalah "orang istimewa" yang dilindungi Kenshin di Kyoto kala itu. Seseorang yang membuat Kenshin menjadi kuat dan menang dalam pertarungannya dengan dirinya dulu.
"Anda sudah punya anak Himura-san,"senyum Sojiro pada batita yang ada dipelukan Kaoru.
"Ya,"senyum Kenshin.
"Kudoakan anda bahagia,"senyum Sojiro.
"Terimakasih,"jawab Kenshin.
Melihat segurat senyum di wajah suaminya Kaoru bisa meyakinkan dirinya kalau pria ini bukan kenalan masa lalu yang berbahaya. Tidak seperti Enishi-san.
Melihat suaminya menyapa seorang tamu, Osaki mendekati Sojiro. "Siapa sojiro-san?"senyum Osaki.
"Ah... Himura, kenalkan ini istri saya, Osaki, Osaki ini Himura, orang yang telah menginspirasi saya untuk menjadi samurai pengelana dulu. Jika saja saya tidak bertemu dengannya, mungkin kita tidaka akan pernah bertemu, Osaki,"senyum Sojiro.
Osaki membelalak pada pria kecil berambut merah yang memiliki luka silang di pipi ini.
"Begitukah? Senang bertemu dengan anda, Himura dan keluarga,"senyum Osaki.
"Kenalkan saya kaoru."
"Kami baru datang satu bulan yang lalu,"senyum Sojiro.
"Sungguhkah kalau ada kesulitan, kalian bisa minta tolong kami,"senyum Kenshin dan Kaoru.
Dan dua keluarga itu pun saling ngobrol berjam-jam. Melepaskan diri dari kerinduan. Seolah mereka sebuah saudara.
