Kyumin Story by Yasaenghwa
WARNING:
KYUMIN, YAOI, Boyslove, Supranatural/horror/Angst/MPREG, NC-21, Typo(es)
Disclaimer:
this fic is mine,
1'st story about my lovely couple Kyumin
Terimakasih untuk tidak plagiat, Bash dan flame..
.
.
.
don't like, just click close (X)
Happy reading and enjoy..
.
.
Main cast:
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Support cast:
Choi Siwon
Lee Donghae
Lee Hyukjae
Kim Heechul
Dan akan bertambah sesuai kebutuhan cerita
Summary:
Sungmin seorang arkeolog yang menemukan perkamen dalam hutan terkutuk mendapatkan kejadian mengerikan di dalam hidupnya, ia di perkosa oleh 'iblis' yang menanamkan benih dalam perutnya. Apakah dia akan mati? Bisakah ia lepas dari 'iblis' itu? apa yang terjadi dengan Kyuhyun?
Previous chapter
"Miliki aku kyu,," Ucapan Sungmin membuat kesadaran Kyuhyun kembali. Setelah bisa mencerna kata-kata Sungmin, Kyuhyun menyunggingkan senyumnya.
Tanpa aba-aba Kyuhyun kembali menyatukan bibirnya dengan bibir shape M milik Sungmin. Mereka saling menyesap dan memagut tak sabaran. Bagai sepasang kekasih yang sudah terpisah beribu tahun lamanya. Perasaan keduanya melebur dan menyatu menjadi satu seiring semakin menyatunya bibir itu semakin dalam.
Logika yang dijunjung tinggi oleh Sungmin sudah tertutup dengan rasa cinta dan nafsunya. Membuat fakta atas persamaan gander terlupakan.
'Memang harus begitu Lee Sungmin, Kau adalah milikku. Bagus, semua sempurna sesuai rencana' Seringaian licik nampak pada bibir Kyuhyun tanpa diketahui oleh Sungmin yang menutup mata saat bibirnya turun menuju leher Sungmin untuk memberikan kissmark disana.
"Eunghh.. Kyuhh..."
The Devil's Spawn
.
.
Chapter 9
Entah siapa yang memulai, saat ini kedua namja itu – Kyuhyun dan Sungmin – sudah menanggalkan kain yang membungkus setiap jengkal kulit mereka masing – masing. Tak khayal kedua tubuh itu tak tertutupi sehelai benangpun. Mereka rela membebaskan segala kehangatan yang diberikan oleh kain yang mereka pakai dengan kehangatan yang diberikan oleh masing-masing kulit mereka yang menempel satu sama lain.
Namja jangkung yang berada diatas namja mungil bernama Sungmin itu masih memimpin dan mendominasi perang bibir yang kedua insan itu lakukan. Mereka saling menyesap, menjilat, melilit bahkan gigitan halus pada bibir atas dan bawah menambah gairah yang semakin meninggi.
Namja yang berada dibawah tak henti-hentinya mendesahkan nama sang dominan disini. Merangkulkan kedua tangannya ke leher sang dominan untuk lebih menekan dan memperdalam ciuman mereka. Ini adalah kali pertamanya ia lakukan dengan seorang namja, namun tidak dipungkiri apa yang ia rasakan sungguh luar biasa.
"Ngghh.. Kyuhh.." desahan itu semakin menggila tatkala Kyuhyun, sang dominan mengalihkan bibirnya dari bibir Sungmin menuju ke ceruk lehernya. Menyesap dan memberikan tanda kepemilikan yang cukup jelas disana.
Tak hanya satu tempat ia memberikan tanda bibir itu. ia gencar menandai leher namja dibawahnya seolah ingin mengklaim bahwa hanya ia yang berkuasa dan berhak atas namja mungil itu.
Sang namja mungil mendongakkan kepala untuk memberikan akses lebih kepada namja diatasnya agar leluasa dalam mengerjai leher yang sudah penuh bekas tanda tersebut. Kedua tangan namja mungil itupun tak tinggal diam. Ia mencengkram halus rambut belakang sang namja jangkung untuk menyalurkan sensasi kejut yang diberikan oleh bibir sang dominan diatasnya.
.
.
"Eungh..mmhh..ngh" Kyuhyun tak henti-hentinya memberikan tanda disetiap jengkal tubuh Sungmin, mulai dari leher, turun kedada, merambah keperut dan terakhir pada benda kebanggaan sang namja mungil. Membuat sang namja mungil merinding nikmat menerima sensasi aneh bagaikan listrik statis yang menjalar keseluruh implus sarafnya.
"Kyuhh.. akuhh– " Sungmin tak bisa melanjutkan kata-katanya. Sentuhan Kyuhyun yang lembut membuatnya melayang.
Kyuhyun menyeringai melihat benda diantara selangkangan Sungmin menegang dan berkedut. Secepat itukah? Padahal permainan baru saja akan dimulai, tetapi si kelinci mungilnya sudah turn on?
"Kau sensitif sekali ming, padahal aku belum memulainya" Kyuhyun berbisik parau di dekat telinga Sungmin seduktif, kemudian menjilat telinga itu dan mengulumnya bagaikan lolipop.
"Eunghh.. Kyuhh, J-Janganhh.. menggodah—akh..Kuuh—Ahh!" Sungmin mendesah tertahan saat Kyuhyun dengan sengaja menggesekkan bagian tubuh bawahnya dengan benda Sungmin yang sudah tegak berdiri. Ini gila! Sungmin benar-benar dibuat gila dan melayang, padahal benar yang dikatakan Kyuhyun, bahkan ini belum permainan inti.
"Nghh.. Emmhh..." tangan nakal Kyuhyun kini bermain pada nipple mungil berwarna kecoklatan dan menggoda milik Sungmin yang menegang. Kyuhyun meremas, memilin dan memelintirnya, membuat sang empunya menggelinjang geli sekaligus nikmat.
"Kau menyukainya sayang?" Kyuhyun menggoda dan berujar dengan desahan tertahan akibat perbuatannya sendiri yang masih menggesekkan miliknya dan Sungmin dengan intens.
"Emmhh... i-yahh.. akuhh – menyukainyahh—Owhh... Kyuhh!" Sungmin memekik lantaran tanpa aba-aba Kyuhyun meraup nipplenya dan menghisap dengan tidak sabaran seperti bayi yang haus akan ASI sang ibu.
"Ahh.. pelanhh- ohh.. pelanhh—Kyuhh" Sungmin berkata lain dengan tindakannya. Justru kedua tangan mungil itu semakin menarik, meremas dan menekan kepala Kyuhyun untuk memperdalam hisapannya. Sungguh, rasanya tak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Terlalu menyenangkan dan menggelikan di waktu yang bersamaan. Sungmin terus mendesah.
Puas dengan menghisap kedua nipple Sungmin secara bergantian, Kyuhyun berpindah untuk bermain-main dengan kejantanan Sungmin yang lebih kecil dari miliknya.
Ia kemudian memijat kejantanan itu dengan tempo pelan namun teratur. Sungmin yang masih terbuai dengan sisa-sisa sensasi sentuhan di nipplenya tersentak mendapat perlakuan tersebut.
Ia mendesah hebat namun segera disumpal dengan bibir Kyuhyun yang memagutnya brutal.
"Ahh..Mmmpphh...mmph" suara kecipakan saliva keduanya mengudara menjadi lagu yang mengiringi sunyinya malam.
.
.
"AKKKHHH.. Kyuuhh!" Sungmin keluar memuntahkan lahar spermanya ditangan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum melihat tangannya yang penuh dengan cairan cinta milik sang 'kekasih'. Ia kemudian menjilat cairan itu tanpa rasa jijik sedikitpun.
"Hmm, manis.. seperti dirimu Ming" Kyuhyun masih bisa menggoda Sungmin yang sedang mengatur deru nafasnya akibat orgasme pertamanya. Sungmin merona malu dengan peluh yang sudah membanjiri pelipisnya.
Lihatlah Sungmin sekarang, mata yang sayu, mulut yang terbuka dengan kulit putih mengkilat dan dada yang naik turun membuat Kyuhyun tidak sabar untuk memasukkan miliknya saat itu juga.
Namun, Kyuhyun harus sabar. Ia harus mempersiapkan Sungmin lebih dahulu, terlebih dengan tubuh Sungmin saat ini yang terhitung masih lemah. Ia harus melakukannya secara perlahan.
Sungmin memejamkan kedua matanya untuk menikmati sensasi menyenangkan sisa-sisa orgasmenya sembari menetralkan tarikan nafasnya.
"Kau lelah, hm?" Kyuhyun mengusap peluh yang membanjiri wajah Sungmin. Membelai rambutnya sayang.
Sungmin reflek membuka mata dan menemukan dua manik mata Kyuhyun yang jernih serta teduh menenangkan.
Sungmin menggelengkan kepala. Mengatakan jika ia tidak merasa lelah dan baik-baik saja.
"Kita lanjutkan?" Kyuhyun tetap meminta persetujuan dari Sungmin. Ia tidak ingin memaksakan nafsunya pada tubuh Sungmin yang lemah.
Sungmin menggangguk sembari tersenyum tanda setuju dengan pemintaan Kyuhyun.
Kyuhyun balas tersenyum dan mengecup kening Sungmin agak lama, menyalurkan tanda kasih yang begitu mendalam pada namja aegyo tersebut.
"Aku akan pelan-pelan" Kyuhyun berujar meyakinkan.
"Cepatlah, aku menginginkanmu berada di dalamku Kyu" Sungmin tanpa sadar mengeluarkan dirty talknya. Naughty ming...
"Ckck, kelinci nakal. Sudah tidak sabar eoh?"
Sungmin baru menyadari apa yang baru saja ia katakan. Ia semakin tersipu malu dan memalingkan wajahnya, menghindari tatapan nakal Kyuhyun yang tak henti – hentinya menggoda.
.
.
Sungmin hanya mampu terbaring pasrah dengan peluh yang semakin deras dan kaki mengangkang lebar. Kyuhyun sama sekali tidak memberi Sungmin kesempatan untuk memuaskan dirinya karena tubuh Sungmin yang lemah. Alhasil hanya Kyuhyun yang bekerja keras disini untuk memuaskan hasratnya maupun Sungmin.
"AKKHH... Nggahh... Ngh.. "Sungmin mendesah dan mencengkram alas tidur dengat kuat tatkala lidah Kyuhyun bermain-main di dalam pintu masuk Sungmin. Mengeluar masukkan lidahnya, memutar dan menjilat pintu anal Sungmin guna membasahinya. Desahan Sungmin semakin lama semakin tak teratur saat Kyuhyun menghisap pintu analnya. Kakinya refleks menjepit kepala Kyuhyun yang berada diantara selangkangannya dengan kepala yang mendongak dan mulut terbuka lebar. tubuh Sungmin sudah bergetar hebat, sepertinya ia akan sampai lagi, namun—
Slup.. Kyuhyun menghentikkan hisapannya kemudian tersenyum aneh. Sungmin merasa kehilangan dengan lidah Kyuhyun. Ia mengedarkan pandangannya kebawah untuk melihat apa yang Kyuhyun lakukan sekarang dengan muka masam.
"Wae?" tanya Sungmin yang gagal untuk mencapai klimaks.
Kyuhyun hanya menyeringai dan memasukkan satu jarinya kedalam lubang anal Sungmin.
"Ohh,, Emmhh, Kyuhh.." Sungmin menggelinjang hebat. Ia merasa aneh dengan satu jari Kyuhyun yang masuk. Namun, semakin lama terasa menyenangkan dan nikmat dengan gerakan jari Kyuhyun yang maju mundur didalamnya.
Kyuhyun menambah lagi dengan dua jari kedalam hole Sungmin yaitu jari tengan dan jari manis, sehingga dalam anal Sungmin berhimpitan tiga jari sekaligus.
"Ngghhh... Kyuhh—Owhh,, AKKH!" Sungmin semakin brutal mendesah ketika Kyuhyun menggerakkan jarinya menyilang dan menggunting untuk melebarkan lubang Sungmin. Jarinya tak sengaja mengenai titik sensitif namja mungil dibawahnya sehingga Sungmin semakin dibuat hilang akal.
Sungmin merasa melayang saat jari Kyuhyun menyentuh titik kejutnya. Ia gemetar dan semakin mencengkram sprei yang sudah tak berbentuk itu menjadi semakin kusut. Perutnya melilit dan ia hampir sampai—
Slep— namun lagi-lagi Kyuhyun menginterupsi klimaks Sungmin yang ketiga dengan menghentikan aktivitasnya.
Sungmin mendesah kecewa. Kyuhyun benar-benar sedang mempermainkannya. Sungmin menjadi geram dan berteriak frustasi.
"Yak.. WAE?! Kenapa kau—"
Jleb..
"AARRGGGHHHH!" Tanpa aba-aba Kyuhyun menghentakkan miliknya dengan sekali sentak kelubang Sungmin. Kontan tindakannya menghentikan kekesalan Sungmin dengan jeritan hebat.
Bagaimana tidak? Kau bisa bayangkan jika tiba-tiba saja benda keras, besar nan tumpul tanpa persiapan dan aba-aba masuk begitu saja menerobos lubangmu yang masih tergolong sempit? Tentu saja itu menyakitkan bukan?. Yeah, Rasa sakit dan panaslah yang diterima Sungmin pada daerah analnya sampai tubuh bawahnyapun seketika mati rasa.
"AKKHH,, Ap-po,, Sa – kithh.. Kyuu" Sungmin merengek dengan matanya yang berkaca – kaca. Ia refleks mencengkram punggung Kyuhyun dengan kukunya untuk menyalurkan sakit luar biasa yang menyerang analnya. Kyukyunpun mendesis merasakan perih pada munggungnya. Sepertinya kuku – kuku Sungmin menancap terlalu kuat disana.
Kyuhyun masih belum bergerak. Ia masih menunggu Sungmin terbiasa dengan miliknya yang tertanam dalam hole sempit itu. Kyuhyun merasakan otot – otot didalam rektum Sungmin menjepitnya begitu kuat. Kyuhyun menggeram, ia merasakan Sungmin tegang dan semakin gelisah.
"Mianhae, tapi jika tidak begini kau akan semakin sakit. Tenanglah ming, relaks saja. Oke" Kyuhyun berusaha untuk membuat Sungmin tenang dengan mengecup bibirnya secara lembut tanpa nafsu. Kedua tangannya ia tumpukan diantara kepala Sungmin untuk menopang tubuhnya agar tidak menindih namja tak berdaya di bawahnya.
"Sssstt.. tapi ini s-sakith Kyuu.. Ughh" Sungmin meringis tertahan. Entahlah tiba-tiba saja perutnya menjadi kencang dan melilit seperti ada yang bergerak abstrak di dalam sana namun samar. Sungmin merasa tak nyaman dengan perutnya.
Kyuhyun menghela nafas dalam. Ia tahu semakin Sungmin tegang dan menolak dirinya semakin sakit rasa yang ditimbulkan. Kyuhyun kemudian mengarahkan tangannya untuk mengusap perut Sungmin dengan gerakan memutar.
Sungmin mulai merasa relaks setelah Kyuhyun mengusap perutnya sehingga sakit dan tegang yang ia rasakan berangsur-angsur mereda.
"Apa sekarang terasa lebih baik, hmm? Atau kita hentikan saja?" Kyuhyun hampir melepaskan tautan bawahnya dari tubuh Sungmin, namun Sungmin dengan refleks memeluk dengan erat tubuh Kyuhyun sehingga mereka semakin merapat.
"Jangan berhenti. Aku baik-baik saja, bergeraklah" Sungmin mendekap tubuh Kyuhyun erat, sepertinya ia takut kehilangan. Ia sudah meneyerahkan seluruh jiwa dan dunianya kepada Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum simpul. Ia tahu Sungmin menginginkannya. Kemudian setelah ia mengecup sekilas dahi Sungmin, secara perlahan ia menggerakkan tubuhnya.
Kyuhyun menggerakkan tubuhnya dengan tempo yang tidak terlalu cepat namun dalam. Sungmin sudah mulai terbiasa dengan benda yang bersarang pada lubangnya. Ia tampak menikmati segala perlakuan Kyuhyun dan perlahan membuka diri serta mnyerahkan segalanya kepada Kyuhyun.
Keduanya semakin terbawa suasana. Sungmin mendesahkan nama Kyuhyun semakin menjadi kala milik Kyuhyun menghantam telak titik sensitifnya. Kyuhyun seolah membawanya melayang sampai titik tertinggi dunia. Sedangkan Kyuhyun, tak jauh berbeda dengan Sungmin. Ia menggeram dengan suara rendahnya, menunjukkan bahwa kesejatiannya terlalu dimanjakan akan pijatan otot-otot dalam hole Sungmin.
Kyuhyun semakin cepat dalam memaju mundurkan miliknya di dalam Sungmin. Peluh membanjiri tubuh mereka berdua. Ranjangpun tak henti-hentinya berderit seakan sebentar lagi roboh. Pergumulan mereka semakin panas berbanding terbalik dengan dinginnya suhu udara di luar sana.
"Kyuhh.. a-akkuhh.. owh.. h-hampir,, Ahh"Sungmin meracau hebat, kala dirasanya tubuhnya bergetar dan perutnya merasakan tegang karena sesuatu yang ingin melesak keluar dari miliknya. Ia tersentak semakin brutal mengikuti sentakan Kyuhyun yang tidak beraturan. Kedua kakinya sudah memeluk pinggul Kyuhyun untuk memperdalam tusukan Kyuhyun.
Sungmin mencengram alas sprei itu kuat, menyalurkan segala rasa yang ingin ia keluarkan.
"AKKHHH.." akhirnya Sungmin sampai pada klimaksnya. Ia mengejang hebat dan menyemburkan cairannya membasahi perut Kyuhyun.
Sungmin memejamkan mata menikmati orgasme yang kedua dengan nafas memburu satu-satu. Jujur ini menyenangkan sekaligus melelahkan. Ia merasa tenaganya terkuras banyak.
"Oh... a-aku akan m-menyusulmu s-sayanghh..Urgh"Kyuhyun menggeram tertahan. Sungmin bisa merasakan milik Kyuhyun membesar dan berkedut didalamnya. Kyuhyun hampir sampai dengan satu tarikan serta dorongan dalam dan—
"AKKHHHHH...Hhh"Kyuhyun menyemburkan benihnya didalam Sungmin. Ia masih tersentak sentak untuk mengeluarkan semua benihnya. Sentakan terakhir yang begitu dalam bersamaan dengan bibirnya yang memagut lembut bibir Sungmin yang terbuka. Sungmin bisa merasakan cairan Kyuhyun yang masuk kedalamnya, begitu hangat dan terasa penuh.
"Mmmhh.." ciuman mereka terlepas. Kyuhyun dan Sungmin sama-sama terengah. Mereka berlomba untuk menghirup oksigen secara rakus.
Kyuhyun ambruk kesamping Sungmin sehingga tautan tubuh mereka terlepas. Mereka masih menetralkan nafas mereka masing-masing. Percintaan ini benar-benar luar biasa.
.
.
.
Kyuhyun memandang wajah damai Sungmin yang terlelap disampingnya. Namja aegyo itu sepertinya begitu kelelahan sehingga tanpa sadar langsung tertidur menyamping menghadap Kyuhyun.
Kyuhyun menumpukan satu tangannya untuk menopang kepala dengan posisi menyamping menghadap Sungmin. Tangan yang lain ia gunakan untuk mengusap peluh Sungmin yang masih tertinggal di keningnya.
"Terimakasih Sungmin-ah, Saranghae" bisik Kyuhyun didepan wajah Sungmin. Senyum terpatri di wajahnya, dan setelahnya ia mengecup dahi Sungmin cukup lama untuk menyalurkan betapa dirinya sangat mencintai dan menginginkan namja di depannya ini.
Kyuhyun kemudian mengarahkan sebelah tangannya untuk mengusap perut Sungmin dengan sayang.
"Kau harus tumbuh dengan baik di dalam sana, Anakku"
Setelah ucapan yang tidak cukup jelas itu Kyuhyun merapatkan tubuh polosnya kearah tubuh polos Sungmin untuk mendekapnya. Ia kemudian menyelimuti tubuh polos mereka dengan selimut sebelum menyusul Sungmin berkelana kealam mimpi. Ternyata tanpa Kyuhyun tahu Sungmin tersenyum dalam tidurnya. Sepertinya bunny Ming kita sedang mimpi indah eoh?
.
.
.
.
Suasana remang menyelimuti kamar disebuah apartemen yang terletak tak jauh dari sebuah perpustakaan kuno.
Dua orang namja sedang asik bercumbu menyalurkan hasrat biologis yang menjadi kebutuhan terbesar setiap namja dimalam harinya.
Namja dengan muka kekanakan itu memagut pasangannya dengan liar. Sedangkan namja gummy smile yang menjadi lawan ciumannya menerima dengan susah payah serangan bibir yang namja penyuka ikan itu lancarkan.
"Eunghhh..." namja bergummy smile yang diketahui sebagai Eunyuk melenguh tatkala namja pasangannya yaitu Donghae melesakkan lidah untuk mengajak lidahnya bermain. Mereka saling memagut, menjilat, menghisap dan menggigit atas dan bawah masing-masing dari bibir mereka.
Nafsu sudah berada dipucuk kepala. Eunyuk meremas dengan gusar rambut belakang Donghae karena dia sudah harus memperoleh oksigen. Namun sang namja ikan masih betah untuk memagut lebih dalam, hingga—
BRAKKK—
Suara dentuman keras menginterupsi kegiatan ciuman panas mereka. Eunyuk dengan refleks mendorong Donghae untuk mengahiri pagutan keduanya dan mempertajam pendengaran untuk mengetahui suara berisik apa yang tengah malam seperti ini mampir ke apartemennya.
"Wae?" keluh Donghae karena aktivitasnya terganggu.
"Kau tidak dengar tadi ada suara pintu terbanting, eoh?" Eunyuk sedikit jengah dengan Donghae yang ternyata tidak peka terhadap keadaan sekitar ketika ia sedang dalam nafsu tinggi.
"Benarkah?" Donghae bertanya seperti orang bodoh.
Kemudian ia dan Eunyuk semakin mempertajam pendengaran masing-masing. Namun, sampai beberapa saat mereka tidak mendengar apapun. Hanya hembusan angin malam yang menyibak gorden transparan di depan jendela kamar apartemen Eunyuk.
"Kau yakin mendengar sesuatu? Tidak ada apapun. Mungkin suara yang kau dengar hanya kucing liar yang menabrak tong sampah" Dongae berujar enteng. Eunyuk menautkan kedua alisnya. Ia juga tidak terlalu yakin apa itu, tapi benarkah itu 'kucing'? ah entahlah..
"Sudahlah, bagaimana jika kita teruskan urusan kita, hm? Chagihh " Donghae menaik turunkan alis dengan desahan diakhir ucapannya untuk menggoda Eunyuk.
"Aish,, dasar ikan mesum"
"Tapi kau suka bukan?" balas Donhae.
Eunyuk memukul bahu Donghae tidak terlalu keras dengan pipi yang merona parah. Donghae hampir menyatukan bibirnya dengan bibir sexy milik kekasihnya namun—
BRAKK... PRANNKKK...
Sesuatu seperti kaca terbanting, mengagetkan Donghae dan Eunyuk yang kini saling menatap heran.
"Apa itu?" tanya Eunyuk kepada satu-satunya orang yang berada disitu. Ia mulai was-was, takut jika ada pencuri masuk apartemennya.
"Tunggu disini, aku akan mengeceknya" Donghae segera beranjak dari tempat tidur, meninggalkan Eunyuk yang sudah berantakan dengan selimut menutupi tubuh atasnya yang sudah hampir half naked.
Chu—
"Aku akan segera kembali" Donghae kemudian melangkah keluar setelah memberikan kecupan singkat pada bibir Eunyuk untuk melihat suara berisik yang sudah mengganggu kegiatan senang-senangnya malam ini.
.
.
.
Donghae mengendap diantara minimnya cahaya ruang tamu apartemen tersebut. Ia sudah bersiap membawa tongkat pemukul kasti milik kekasihnya untuk berjaga siapa tahu ada pencuri yang masuk dan membawa senjata. Ia harus bersiap dari serangan si 'tamu tak diundang' kapanpun mereka menyerang.
Sudah hampir beberapa menit ia mengitari seluruh ruangan asal suara gaduh itu muncul. Mengecek jika ada orang selain mereka diapartemen itu, Namun tidak ada apapun dan siapapun disana. Hanya ada hembusan angin dari pintu kaca balkon yang terbuka.
'Eoh, terbuka?'
Donghae mendekati pintu tersebut secara perlahan. Ia masih tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk nantinya.
Angin berhembus menerpa wajah Donghae yang menengok kesekililing balkon. Ia menegokkan kepalanya ke samping kanan, kiri dan bawah namun, tidak ada apapun. Ia mengedikkan bahu. Pikiran positifnya menganggap semua baik – baik saja namun—
Wush—
Sekelebat bayangan seseorang bergerak cepat dibalik punggungnya.
Refleks ia berbalik dan memasang kuda-kuda.
"Siapa?!" Donghae menajamkan penglihatannya. Kosong. Tidak ada siapapun. Entah mengapa ketakutan mulai menjalari dirinya.
Jantung Donghae terpacu semakin cepat. Ia segera berbalik untuk menutup pintu balkon dan menguncinya. Akan tetapi saat dia membalikkan badan, tubuhnya terpaku pada satu sosok yang menyita perhatiannya. Mata merah itu—
"K-Kau..."
.
.
.
Eunyuk merasa gelisah menunggu kedatangan Donghae yang tak kunjung memunculkan batang hidungnya. Ia sedikit cemas membayangkan hal – hal buruk yang mungkin menimpa kekasihnya itu. Jangan – jangan kekasih tampannya itu sedang bertarung dengan pencuri bersenjata dan.. dan— Tidak!
Eunyuk hampir beranjak dan berlari untuk menyusul Donghae, namun—
Kriet—
Pintu kamar tidurnya terbuka secara perlahan, menampilkan siluet orang berdiri disana.
"Donghae-ah" Eunyuk memanggil orang yang dianggapnya sebagai Donghae tersebut.
Ia menajamkan penglihatannya ketika orang itu secara perlahan menghampiri dirinya yang berdiri disamping ranjang.
Penerangan yang minim membuatnya bersusah payah untuk menerka apa yang terjadi sampai tunggu—
Eunyuk tercekat, matanya terbelalak— itu benar Donghaenya, kekasihnya. Namun, kenapa?
Apa yang terjadi? Siapa yang berada di belakang Donghaenya?
Eunyuk syok ketika ia menelusuri tubuh Donghae. Tubuhnya kaku dan kelu. Tidak mungkin.. Tidak!
Eunyuk menggeleng frustasi. Matanya pasti salah, tapi –
Ia tidak sanggup lagi, sungguh ini adalah mimpi buruk.
Jika dilihat dengan seksama, didepan sana Donghae berdiri dengan bagian jantungnya tertembus oleh sebuah tangan yang berusaha memisahkan jantung milik Donghae dari tempatnya.
Dada bagian kiri Donghae memuncratkan banyak darah. Dengan jelas dan nyata sesosok makhluk yang membelakangi Donghae menyeringai menampakkan mata merahnya yang memberikan tauma mendalam pada penglihatan Eunyuk. Eunyuk hanya bisa membatu, membisu dan mengutuk dirinya sendiri mengapa ia tidak mampu untuk sekedar berteriak.
Srett... Crasss...
Didepan mata kepalanya sendiri, Eunyuk menyaksikan jantung Donghae ditarik secara paksa keluar dari tempat semestinya. Eunyuk bisa melihat bagaimana tangan hitam berjari panjang itu membuat lubang sebesar telapak tangan di dada Donghae sehingga Eunyuk bisa melihat dada itu tembus dari depan ke belakang.
Brrussss...
Donghae memuncratkan darah segar dari dalam mulutnya kearah Eunyuk yang hanya berada pada jarak satu setengah meter dari tempatnya berdiri.
Darah Donghae menyiprat ke wajah dan dada Eunyuk. Eunyuk tercekat. Ia bergetar tak karuan.
Donghae mengejang, ia berusaha menggapai Eunyuk yang berada didepannya untuk meminta tolong—
Bruggkk...
Badan Donghae tepat menimpa Eunyuk. Dan tepat pada saat itu—
"ARRGGGGGGGGHHHHH!" Eunyuk menjerit histeris.
.
.
.
Makhluk iblis itu menyeringai melihat jantung Donghae yang masih berdetak ditangannya. Ia kemudian menggumamkan mantra atau entalah itu sehingga lama kelamaan jantung itu mengeriput dan menjadi hitam, begitu pula dengan tubuh Donghae yang sama mengeriputnya dengan jantung itu. seolah sari-sari kehidupan yang ada pada tubuh Donghae terhisap seluruhnya.
Mengeriputnya tubuh Donghae bersamaan dengan keluarnya kabut hitam dari dalam tubuh dan jantung Donghae. Kabut itu ternyata merupakan aura yang kini melayang, berputar seperti angin puting beliyung dan melesat pergi menuju tempat yang sudah ditentukan oleh sang iblis.
.
.
.
Seorang namja mungil yang saat ini tengah terlelap dibawah selimut disebuah kamar klasik bernuansa merah marun itu tidak menyadari akan sesuatu yang sedang mendatanginya.
Jendela kamar namja kelinci itu tidur terbuka dengan tiba-tiba.
Swing...
Wush—
Angin yang masuk melalui jendela menyingkap selimut tebal yang menutupi tubuh terlentang namja mungil bernama Sungmin. Untung saja tubuh itu sudah terbungkus dengan piyama lengkap, sepertinya Kyuhyun tak lupa memakaikan piyama sebelum ia pergi dari kamar tersebut.
Suara gemuruh disertai kabut hitam muncul setelah hembusan angin yang memasuki kamar itu. kabut tersebut dengan cepat berputar-putar diatas perut Sungmin yang tertutupi piaya. Secara perlahan kabut tersebut masuk kedalam perut Sungmin, seolah terhisap kedalamnya. Semakin lama perut dibawah piayama tersebut membesar secara perlahan seakan tertarik mengikuti sesuatu yang tumbuh didalam perut tersebut.
Perut itu berhenti membesar ketika kabut itu masuk seluruhnya kedalam sana. Kini terlihat perut Sungmin seperti wanita hamil sebesar 3 bulan. Sesuatu didalamnya bergerak lemah seolah mendapatkan sebuah kehidupan.
Tak lama Sungmin mengernyit merasa tak nyaman dengan perutnya. Matanya masih enggan membuka namun tangannya tanpa sadar mengusap perut yang sedikit menonjol itu. ketika ia mengusap perutnya lembut, hal tersebut terasa nyaman dan entah sesuatu yang bergerak secara abstrak didalamnya perlahan berhenti. Sungmin kembali tenang dalam tidur dengan tangan yang diletakkan diatas perutnya, seolah melindungi apapun yang berada didalam sana.
.
.
.
.
Sinar matahari yang perlahan muncul dari peraduan mengawali sejuknya pagi dengan kicauan burung gereja yang saling bersahutan menambah kehangatan nyanyian pagi.
Seorang namja yang masih berselimut sebatas perut dari sebuah kamar klasih bernuansa merah marun mengeliat tanda terusik oleh terpaan cahaya pagi yang masuk tanpa permisi dari celah jandela sehingga menyilaukan mata tertutupnya.
"Eunghh..."
Ia kemudian membuka perlahan mata rubby itu dan mengerjap imut. Menyesuaikan dengan cahaya yang menerobos masuk kedalam retina.
Ia melirik jam klasik yang bertengger pada dinding bernuansa merah marun itu. Pukul. 07.45. 'Sudah pagi rupanya'
Namja bernama Sungmin tersebut dengan perlahan mencoba bangun dari tidurnya dan terduduk.
"Aww..." ternyata bagian bawah tubuhnya masih terasa sakit. Pipinya merona parah mengingat apa yang sudah ia lakukan dengan Kyuhyun 'sahabatnya' semalam. Sungmin tanpa sadar mengembangkan senyum malunya. Oww,, wajahnya sungguh manis sekaligus menggemaskan saat ini. ia meraba pipinya yang tiba-tiba memanas.
'Eoh?' ia tertegun setelah mengetahui bahwa ia sudah berpakaian piyama lengkap. Pasti Kyuhyun yang sengaja memakaikan ia piyama.
'Ah, benar.. dimana si tuan Cho itu?' Sungmin sedikit cemberut karena tidak mendapati Kyuhyun berada disampingnya tidur atau setidaknya membangunkan dirinya mungkin.
Ia kemudian merentangkan otot-otot tangan, punggung dan pinggangnya yang terasa kaku. Sungmin lagi-lagi merasa heran, Tubuhnya terasa segar. Bagaimana bisa? Apa dia sudah sembuh? Ia kemudian mencoba untuk berdiri dan benar saja, Sungmin tidak merasa lemas atau lemah seperti 3 hari sebelumnya. Ia merasa sangat sehat sekarang.
'Baguslah, aku sudah sehat. jadi aku tidak harus merepotkan Kyuhyun atau Ryeowook lagi bukan'.
Akhirnya Sungmin beranjak dari tempatnya berdiri menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa-sisa perbuatannya dan Kyuhyun semalam.
.
.
.
Dua orang namja sedang dalam kegiatannya masing-masing. Seorang namja yang lebih tinggi sedang menyesap kopi dengan mendengarkan siaran berita dari TV plama yang berada diruang santai sekaligus merangkap sebagai dapur dan ruang makan. Pentry dengan ruang santai tersebut tanpa sekat sehingga, kita dapat melihat kesibukan namja lain yang lebih mungil sedang menyiapkan makanan di meja makan.
"Kyu, kau tak membangunkan Sungmin Hyung untuk sarapan? Aku sudah menyiapkan makanan di nampan seperti biasa" namja mungil yang bernama Ryeowook berujar pada namja yang sedang duduk santai di kursi sofa ruang santai.
"Ah, kau benar. aku akan—"baru saja Kyuhyun meletakkan cangkir kopinya dan akan beranjak ke kamar Sungmin dilantai atas, teriakan membahana dari atas tangga mengejutkannya.
"KYUU..."
Kyuhyun dan Ryeowook serempak menengok kearah sumber suara. Terlihat Sungmin diatas sana berlari menuruni anak tangga menuju ke arah Kyuhyun dan menerjangnya.
Hup—
Ia memeluk Kyuhyun dengan tiba-tiba.
"Waeyo?"
"Bagaimana ini? A-aku...Aish.."Sungmin berujar gelisah.
"Waeyo Ming? Katakanlah ada apa, hm?" Kyuhyun melepaskan pelukan Sungmin. Ryeowook yang melihat itu sedikit risih dan berusaha mengalihkan perhatian.
"Ehem.. kau sudah sehat, hyung?" Ryeowook berujar sedikit dingin,
"Eoh, Wookie-ah.. Ne, aku merasa lebih baik sekarang" jawab Sungmin dengan sumpringah.
"Baguslah" Ryeowook berujar datar.
"Gomawo Wookie-ah, kau sudah merawatku" Sungmin dengan tiba-tiba memeluk Ryeowook, sehingga yang dipeluk agak terdorong sedikit kebelakang.
"Yak, hyung tidak usah berlebihan seperti ini!" Ryeowook berusaha melepaskan pelukan Sungmin. Sungmin hanya menampilkan senyum lima jarinya.
"Hei, sebenarnya kenapa kau tadi berteriak seperti itu hm?" Kyuhyun masih penasaran dengan tindakan konyol yang dilakukan oleh Sungmin.
"Ah, i-itu, emm.. i-itu, a-aku, aish, lihatlah! Bukankah aku gendut? Ini akibat karena aku selalu berbaring ditempat tidur Kyu, ottoke?" ratap Sungmin memperlihatkan perut yang sedikit terlihat buncit dibalik kaos pinknya.
'Eoh?' Kyuhyun dan Ryeowook sama-sama memiringkan kepalanya, dan tak lama—
"Hftt...hahhaha" mereka berdua menertawakan Sungmin yang mengerucutkan bibir.
"YAK! Kenapa kalian tertawa?!" hardik Sungmin kesal.
"Aigoo, hanya karena itu kau berteriak heboh hyung? Jinjja, kau seperti orang bodoh" Ryeowook berujar tanpa menyaringnya terlebih dahulu. Sungmin semakin merengut. Matanya berkaca-kaca, entah kenapa ia menjadi begitu sensitif dan melankolis. Kyuhyun hanya menggeleng-gelengkan kepala.
"Ayo Kyu, kita sarapan saja. Kau juga bisa ikut sarapan dengan kami hyung jika kau mau" Ryeowook berucap halus pada Kyuhyun namun sangat kontras dengan ucapannya kepada Sungmin yang terkesan tak peduli. Kemudian dengan entengnya Ryeowook mengapit lengan Kyuhyun untuk diajaknya menuju meja makan. Tanpa penolakan Kyuhyun mengikuti Ryeowook dan meninggalkan Sungmin yang masih menampakkan tampang cemberutnya sembari mengusap-usap perut buncitnya.
.
.
.
Ketiga namja tersebut makan dengan tenang, kecuali satu namja mungil yang sedari tadi berceloteh ria kepada namja tinggi yang duduk ditengah. Sesekali Kyuhyun menanggapi celotehan Ryeowook dengan senyumannya, membuat Sungmin sedikit merasa terasingkan.
"Aku selesai, aku ingin kekamar." Sungmin meletakkan sumpitnya dan beranjak dari kursi makan.
"Eoh, kau sudah selesai Ming. Perlu kuantar ke kamar?" tawar Kyuhyun, namun segera diinterupsi oleh Ryeowook.
"Sepertinya Sungmin hyung sudah sehat Kyu, jadi kurasa Sungmin hyung bisa kekamarnya sendiri. bukan begitu hyung?" Ryeowook memicingkan matanya kepada Sungmin untuk mendapat persetujuan.
"N-ne" jawab Sungmin lirih. Kyuhyun menautkan kedua alisnya merasa tidak yakin.
"Kau yakin?"
"Sudahlah Kyu, lagipula kau belum selesai makan. Selesaikan dulu makanmu" titah Ryeowook sedikit memaksa.
Sungmin hanya tersenyum simpul dan mengangguk mantap, mengatakan bahwa ia tidak apa-apa.
"Baiklah" Kyuhyun pasrah dan kembali memakan makanannya.
Ryeowook menyeringai. Ia puas karena merasa menang, 'Mulai saat ini akan ku buat Kyuhyun menyukaiku dan menjadi milikku hyung, sama persis ketika kau dulu merebut Minah dariku'. O-ou sepertinya ada yang sedang terlibat dendam masa lalu disini?
Ryeowook dan Sungmin adalah saudara sepupu yang sangat dekat satu sama lain, sebelum gadis cantik bernama Bang Minah hadir diantara mereka. Minah adalah teman satu angkatan Ryeowook di Senior High School, dua tingkat dibawah Sungmin. Awalnya semua baik-baik saja, Minah dan Ryeowook bersahabat. Namun, Ryeowook ternyata memendam perasaannya kepada Minah, dan Sungmin tahu itu karena Ryeowook menceritakan semuanya kepada Sungmin. Sayang, pada kenyataannya Minah malah memilih Sungmin untuk menjadi namjacingunya. Sungmin yang melihat cinta tulus seorang Bang Minah dan kebaikannya tidak kuasa menolak pernyataan juniornya tersebut. Dan tragisnya Ryeowook mengetahui jika Minah telah menjalin kasih dengan Sungmin saat ia akan menyatakan cintanya kepada Minah. Sejak saat itu hubungan Ryeowook dan Sungmin sempat merenggang, namun tidak cukup lama hal tersebut berlangsung karena mereka kembali menjadi saudara seperti sedia kala. Ryeowook memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke London guna melupakan Minah dan menghindari Sungmin, Akan tetapi sakit hati itu masih ada dan tertutup rapat dalam hati Ryeowook, padahal hubungan Sungmin dan Minah sudah berakhir. Lebih tepatnya Sungmin yang dicampakkan disini. Namun, sepertinya Ryeowook sudah merasa terkhianati oleh sahabat dan saudaranya walau tidak secara langsung. Alhasil, ketika ia melihat tatapan penuh cinta dari Sungmin kepada Kyuhyun, ia mulai merencanakan semuanya untuk merebut Kyuhyun.
.
.
.
.
Sungmin berjalan gontai untuk menuju kamarnya. Namun langkahnya terhenti dan pandangannya tertuju pada TV plasma yang masih menyala. 'Kenapa tidak dimatikan saja, jika tidak ditonton. Dasar tidak hemat!' umpat Sungmin dalam hati sembari mengambil remote tv yang tergeletak dimeja.
Hampir saja ia menekan tombol off tangannya terhenti secara otomatis memperhatikan Breaking News pada layar TV tersebut.
Pagi ini telah ditemukan sesosok mayat diduga korban pembunuhan di sebuah apartemen didaerah Westmoon, tepatnya 2 km dari perpustakan buku-buku bersejarah. Polisi daerah Westmoon telah mengidentifikasi bahwa mayat tersebut adalah seorang arkeolog muda bernama Lee Donghae (25 th). Jasad ditemukan dengan kondisi yang tidak wajar dan mengenaskan yaitu dengan tubuh mengkerut hitam dan mengelupas serta dada terdapat lubang, sedangkan jantungnya menghilang entah kemana. Didekat jasad tersebut polisi menemukan seorang lelaki berpenampilan berantakan dengan darah yang tercecer diwajah dan tubuhnya menatap kosong serta berteriak histeris. Disinyalir lelaki tersebut adalah kekasih korban yang mengalami syok serta trauma berat. Polisi sudah mengamankan kekasih korban yang sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan. Motif dari pembunuhan ini masih belum jelas. Namun polisi menemukan coretan menggunakan darah korban pada dinding kamar tersebut. Diduga ini adalah sebuah pesan yang ditulis oleh pelaku.
'A Aid JorNath JerDen C'
Sampai berita diturunkan polisi masih berusaha untuk menyelidiki kasus ini. untuk sementara jasad Lee Donghae dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diautopsi.
Trak—
Sungmin menjatuhkan remote digenggamannya. Tubuhnya bergetar hebat. Kepalanya pening, serasa dihantam batu berton-ton. Ia bagai mendapat mimpi buruk disiang hari. Benarkah yang ia dengar dan lihat ini?
'Tidak! Bukan, pasti bukan. Tidak mungkin itu Lee Donghae Sahabatnya. Tapi.. berita itu menyatakan—'
"TIDAK! TIDAK MUNGKIN! BOHONG...!" Sungmin berteriak histeris, hingga terdengar oleh Kyuhyun dan Ryeowook yang masih berada di meja makan.
Kyuhyun dengan tergesa menghampiri tubuh Sungmin yang hampir merosot dengan kedua tangan menelungkup kepalanya.
"Sungmin-ah, ada apa?" tanya Kyuhyun yang sudah mendekap tubuh bergetar Sungmin.
"Tidak.. Tidak mungkin itu Donghae, tidak Kyu.." Sungmin mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun. Ia terpukul.. amat terpukul saat ini.
Ryeowook yang sempat melihat berita tersebut, ikut membelalakkan mata dan menutup mulutnya dengan satu tangan. Ia sungguh tak percaya.
"K-Kyu.. li-lihatlah" Ryeowook berkata dengan terbata sembari menunjuk layar tv yang menampilkan berita kematian Donghae.
Kyuhyun mengedarkan pandangannya kearah tv plasma di depan sana. Raut itu menampakkan keterkejutan.
"Donghae" ujarnya lirih hampir seperti bisikan.
Kyuhyun semakin mendekap erat tubuh Sungmin yang sudah merosot duduk dilantai. Matanya kabur melihat keadaan jasad Donghae yang terbunuh mengenaskan. Siapa? Siapa yang tega membunuh sahabatnya itu dengan sekeji itu? apakah ini perbuatan manusia? atau— Sungmin akhirnya tergolek lemas dan tak sadarkan diri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Yuhuu..chap 9 update, mian kalo NC-nya berantakan.. ottokatjiii?
Oke, terimaksih banyak buat yang udah Review di chap 8 kemarin.
Thanks to:
Jung Eunhee, onaleeumin18, abilhikmah, kyuminmi, Harasuki Ginichi, Za KyuMin, TiffyTiffanyLee, , diah, errory, Cywelf, , HeePumpkin137, wulankyu92, Chella kms, efi flynn, Guest, Karen Kouzuki, fitriKyuMin, quiny135, , LiveLoveKyumin, sifkyumin136, alietha doll, ai siti fatimah, ryeSungminkyu18, ChoJiMin137, cho rena joy, PRISNA, MinnieGalz, SheeHae, Lee mingma, Viyomi, Nurulrasyid, VanHunhan2, akira lia, coffeewie137, Park Heeni, luthfindasf, HanitaCho, ChoLee, RyanryanforeverYaoi, Innocentming, chu, cholee kyumin, orange girls, ratu kyuhae, Lilin Sarang Kyumin, kyuminkyu, shyuuu, dirakyu, shinyangchoi, gyumin4ever, , OvaLLea, kezypark, lee eun chan, juechan, Zagiya, ShinJiWoo920202, SHL7810, , , Guest, rheeming, , tomogrevy, Dan semuanya yang udah review chap2 sebelumnya yang gak bisa saya sebutin satu – satu..#KalianJinjjaDaebakk... ^^
Note:
Yang ngira Aura disini sperma kyu? Oh tidak, udah dijelasin di chap ini.
Yang tanya heenim ahjuma pergi kemana? Tar juga nongol sendiri... kekeke..
Yang mau enceh, sudah ane kabulin tuh.. tapi mian kalo berantakan. hehe..
Yang tanya kyu baik atau ga? Seiring berjalannya cerita chingu pasti bisa menilai sendiri.
Yang request buat rencana kyu gagal? Ane sudah memperhitungkan broh,, jadi nikmati aja..wookeehh..
Oke, seperti biasa yang mau tanya-tanya tentang chapter ini bisa di kotak review.. kalau sempat jawaban di chap selanjutnya..
.
.
Ahay...yayaya...
Gimana chap 9?
Apa arti dari pesan berdarah itu? siapa korban selanjutnya? Apakah Sungmin akan sadar siapa iblisnya?
Sangat ditunggu Reviewnya readerdeull..
Sampai jumpa di next chap...
Saranghae yeorobuuunnn!
ThanKYU...!
Annyeong...!
