Reaksi Anko adalah diam. Ia kini memandangi Kakashi yang tengah semangat mendribble bola dan menghalangi Guy untuk merebut bolanya. Dia teringat lagi dengan pernyataan cinta Kakashi. 'Huh, kasian juga Hanare suka sama orang seaneh Kakashi, tapi Kakashi lebih aneh lagi dengan berkali-kali nembak aku. Aku kasian sih sama ekspresinya itu tapi gimana dong? Aku kan gak punya perasaan tipe gitu, apa aku jodohin sama Hanare saja ya?'. Anko melirik Hanare lagi, mata gadis itu tampak kelihatan berbunga-bunga melihat aksi Kakashi. 'Kakashi memang gak peka'

"Pak Guy, semangat! Muridmu ini mendukungmu dengan semangat masa muda membara!"teriak Lee histeris. Busyet, saat Guy sempat-sempatnya membalas salam Lee itu sembari memasukkan tembakan 3 angkanya. Tenten tersenyum dengan tingkah Lee yang lucu tanpa menyadari ada tatapan pembunuh di belakangnya, tentu saja tatapan itu tatapan Neji. Kakashi mulai terlihat capek tapi ia melihat Anko yang tersenyum dan tertawa melihat reaksi Guy itu kembali bersemangat. "Kau tidak akan kubiarkan menang, Guy. Aku yang akan mengantar Anko". Ia pun menggulung kemejanya ke atas dan membuka semua kancing bajunya hingga memperlihatkan kaos dalamnya.

Semua penonton histeris lagi, "Kyaaaaa! Pak Kakashi semangat! Jangan mau kalah sama pak Guy….!"sahut para murid perempuan. Sementara murid lelaki Cuma berteriak, "Huuuuu!". Anko geleng-geleng kepala, "Dasar Kakashi! Dia itu mau bertanding basket apa nyari sensasi sih? Masa sampai dibuka semua segala?"sahutnya. Hanare tersenyum lembut, "Wah, Pak Kakashi memang keren ya? Aku iri sekali Bu Anko bisa dekat sama Pak Kakashi sampai-sampai beliau berkeras pengen nganter ibu pulang."sahutnya ngarep. Anko lalu mengambil tasnya yang ada di samping tas Kakashi. Ternyata Kakashi lebih pintar dari yang ia duga, Kakashi sengaja menggembok tas miliknya dengan milik Anko hingga tidak bisa ia ambil.

Kakashi melihat itu tersenyum, "Yo, Anko! Aku sudah bilang kau akan pulang denganku" sambil berbalik membelakangi ring lawan dan melemparkan lemparan 3 angka lagi ke sana sambil berjalan ke arah Anko. Ia berbalik ke arah Guy yang tersedu-sedu dan berkata "Oke Guy, dengan ini aku menang dan mengalahkan skor pertandingan kita 52-51 kan?".

Anko mengkerut karena skor basket yang ada di sana adalah 85-89 untuk Kakashi. Kakashi lanjut berkata, "maksudku untuk pertarunganku dengannya, ah Anko kau tidak tahu saja"sahutnya kecil. Ia melirik Hanare di samping Anko, "Oh, kau juga disini, Hanare…Kukira kau sudah pulang…". Hanare tersenyum, "Gak mungkin aku melewatkan pertandingan seru ini. Jarang-jarang ada orang dewasa mau bertarung setelah selesai sekolah".

Kakashi tertawa sambil menggaruk-garuk lehernya menyadari kebodohannya lagi-lagi terpancing Guy. "Kau sudah kenalan dengan Anko?"lanjutnya. Hanare dan Anko mengangguk bersamaan. "Oh ya, dia ini sahabatku dan juga ca-mmmph"mulutKakashi sudah ditahan oleh tangan Anko. "Kakashi sepertinya, kau kelelahan….sebaiknya kau pulang dan mandi. Apalagi kau berkeringat seperti itu…". Kakashi tertawa saja sambil mencolek dagu Anko, "Oke, kuantar kau pulang…"sahutnya. Dengan cepat Anko menghindar, "Gak mau ah. Kau bau dan keringatan. Lebih baik kau mandi saja dulu sana di kamar mandi klub basket minta izin sama Guy sana….!"sahut Anko cemberut.

Wajah Kakashi mendadak serius, "Tidak Anko, banyak yang ingin kutanyakan padamu". Anko lalu tersadar kalo Hanare masih di situ, "Kalo gitu kau antar saja Hanare pulang, kasihan ia menunggumu lo.."goda Anko. Hanare kaget namanya dibawa-bawa, "Ah…tidak perlu bu Anko. Saya bisa pulang sendiri".

Kakashi keluar sebentar dan membawa seseorang, oke sekarang pasti anda tahu siapa orang yang paling sering dibully Kakashi…..taraaaaaa tentu saja Yamato. "Kakashi Senpai kenapa aku ditarik-tarik?"sahutnya. Anko tentu saja mengerti kenapa Yamato belum pulang mengingat ia sempat bersama pria itu 2 minggu, pria itu pasti sedang mengurus bonsai dan tanaman lain. "Tolong, antar bimbinganku ya? Aku mau mandi dulu"sahutnya cuek lalu mengambil tasnya. Muka aneh Yamato langsung keliatan tapi syukurlah Anko berhasil membujuknya untuk mengantar pulang gadis itu. Kakashi tersenyum dan berdiri di samping Anko, "Ah, juniorku itu terlalu keras. Pantas saja ia tidak punya pacar sama sekali". Anko menjengit, "Eh, kan udah kubilang kau mandi sana! Bau tahu!". Mendengar itu Guy datang dan menariknya, "Yosh, sebagai rival sejati mandi bersama adalah salah satu bentuk masa muda yang paling bagus!". Kakashi pun ditarik oleh Guy "Eeeh, tttunggu….Ankoooooooooooo!"teriak Kakashi yang sudah keburu ditarik Guy.

Fuuh, Anko lega sekali akhirnya ia bisa mengambil tasnya. Oke lagi-lagi Anko lupa kalo ternyata tasnya belum dibuka oleh Kakashi, jadi tas Kakashi juga ikut nempel di situ. "Sebodo amat, biar saja….aku pulang duluan"seru Anko. Ia melirik tasnya lagi, "Duuuh, gimana ini….!"seru Anko mencak-mencak. Sekitar 10 menit kemudian, Kakashi dan Guy keluar sambil menangis. Anko pengen tertawa,

"Guy kau kenapa? Apa si mesum ini memperkosamu?". Kakashi mendelik kesal, "Enak saja! Tentu saja aku lebih memilih untuk mandi denganmu Anko…Dia Cuma kesal karena punyaku lebih besar dari pada punya dia…". Anko pun langsung menjewer telinga Kakashi yang sudah berganti pakaian itu. "Dasar mesum! Jangan sembarangan mengatakan hal itu di depanku, aku kan perempuan!". Kakashi tertawa lagi, "Baiklah ayo kita pulang".

Kakashi mengambil motornya dan mengantar Anko pulang sambil bercerta, "Anko tumben kau memakai pakaian seperti itu….Apa kau bermaksud menarik perhatianku hmm?". Anko mendelik kesal lalu mencubit perut Kakashi hingga motor itu sedikit oleng, "Ooi sakit, aku bercanda kok. Tapi jawab pertanyaanku, setahuku bukan gayamu memakai pakaian seperti ini"sahut Kakashi lagi. Anko yang sempat mengetatkan pelukannya itu lalu menjawab, "Habis…aku kejebak teman lama…tapi udahlah yang penting udah selesai". Kakashi bingung tentang hal itu tapi tidak bertanya lebih jauh karena mereka sudah sampai

Saat turun dari motor Kakashi, Anko tersenyum dan mengucapkan terima kasih sambil mengambil tasnya yang sudah di lepaskan oleh Kakashi. "Btw, gimana kalo kamu nembak Hanare saja Kakashi. Kau tahu, sepanjang basket tadi ia mengucapkan cinta padamu. Aku kasihan melihat dirimu aneh Kakashi, jujur saja aku tidak pernah memiliki sedikitpun rasa suka padamu. Bagiku, kau sahabat yang baik. Yah meski rada mesum gimana gitu….Oke deh aku masuk dulu ya?". Anko pun sudah meninggalkan Kakashi di depan pintu.

Betapa kagetnya ia di sana sudah ada mobil Tayuya. Saat ia membuka pintu, keluarlah Tayuya bersama seseorang yaitu…..Hanare! Sekarang Anko mengerti mengapa ia bisa dimata-matai dan harus berhati-hati agar tidak diintip-intip. "Halo, Anko san! Ah aku iri sekali kau bisa berboncengan dengan Pak Kakashi…Sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sahabatmu itu…."sahut Hanare ngarep.

Anko menepuk kepalanya 'Astaga lagi-lagi ada saja korban baru dari Kakashi….ternyata perasaan gadis ini beneran toh?'sahutnya dalam hati. Tayuya menaikkan alisnya, "Oh ya? Memangnya sahabat Anko itu kaya gimana sih?"tanyanya penasaran. Hanare pun menceritakan sosok Kakashi yang menurutnya misterius dan bertopeng hingga aksi heroik basket barusan. Mata gadis muda itu sampai blink-blink segala.

"Yare-yare, aku bingung kenapa kalian suka pada pria itu. Ah, Hanare kalau kau suka dekati saja…dia single lo…"sahut Anko promosi. "Benarkah? Tapi kok sepertinya dia protektif banget sama bu Anko..buktinya dia sampe mau terima tantangan Pak Guy Cuma karena ingin nganter bu Anko pulang"sahutnya dengan cemberut. Anko membalas "Haduh-haduh, kamu itu susah banget sih….Tayuya juga ngapain pake mata-mata segala…Liat Hanare kaya gini jadinya…"sahut Anko marah.

Tayuya malah heran, "Aku kan cuma memastikan kau bisa pakai pakaian yang kupakai tanpa harus menggantinya saat tiba di sekolah…kau kan licik. Paman Orochimaru saja suka sekali membanggakanmu, aku iri"sindirnya. Anko mengelak, "Enak aja aku licik…oke mana janjimu…". Tayuya berbalik, "Kupikir-pikir perjanjiannya diubah saja, jadikan seminggu. Kasian juga Hanare kalo gak ketemu sama sahabatmu itu. Gini aja, fashionmu akan berubah selama seminggu selama Hanare bekerja di sana. Aku ingin liat temanmu itu sukanya sama siapa…..".

"Apa?! Kau bercanda ya? Gak aku gak setuju…Aku sebel pake baju ginian, tadi aja banyak cowok pingsan terus dikejar-kejar guru mesum pula…Ogah deh.."sahut Anko sambil mencibir. Tayuya mengejek, "Dasar, bilang aja kau takut Kakashi diambil Hanare kan?". Anko kesal karena lagi-lagi pria rambut perak itu disebut-sebut "Oke, terserah, kalo gitu kesepakatan juga ditambah….aku juga mau uang belanja setahun darimu…"sahut Anko. Tayuya melotot kesal, sementara Anko tersenyum sinis "Kenapa? Kau takut Tayuya? Aku bisa kok tampil cantik kaya tadi ke sekolah selama seminggu asal kau menurutinya….".

Tayuya mengalah, "Baiklah….Kau akan didandani oleh asistenku sekaligus belajar menjadi wanita mulai sore ini… Hanare, bawa Anko ke mobil…"sahut Tayuya. "Eeeeeeh? Tunggu a..aapaaa ini?"sahutnya saat 'diculik' Tayuya. Tayuya akan berencana membuat Anko belajar bagaimana menjadi seorang perempuan.